Kasus PMK di Loteng meningkat, pengaruhi ketersediaan hewan kurban - OPSINTB.com | News References -->

Kamis, 19 Mei 2022

Kasus PMK di Loteng meningkat, pengaruhi ketersediaan hewan kurban

Kasus PMK di Loteng meningkat, pengaruhi ketersediaan hewan kurban

 
Kasus PMK di Loteng meningkat, pengaruhi ketersediaan hewan kurban

OPSINTB.com - Jumlah kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di Lombok Tengah terus meningkat. Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah mencatat, per hari ini jumlahnya sudah mencapai 608 ekor. Sedangkan untuk angka kesembuhan sudah mencapai 174 ekor.

"Akumulasinya sudah 608, yang sembuh sudah 174," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah Taufikurrahman pada opsintb.com, Kamis (19/5/2022).

Temuan kasus tersebut, lanjut Rahman, berada di dua kecamatan. Untuk Kecamatan Praya Tengah berada di Desa Kelebuh. Kecamatan Jonggat menyebar di empat desa yakni Desa Puyung, Sukarara, Barejulat, dan Nyerot.

"Yang di luar 5 desa itu aman atau masih zona hijau," imbuhnya.

Dijelaskan, penyebaran PMK bisa menjangkiti hewan ternak lain selain sapi. PMK menyerang semua hewan ternak berkuku belah seperti kambing, domba, dan babi. Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk sementara masih menutup dua pasar hewan di Lombok Tengah yakni pasar hewan Barabali di Kecamatan Batu Kliang dan pasar hewan Gerantung di Kecamatan Praya Tengah.

Lebih lanjut, Rahman menyebut, kasus PMK tentunya akan berdampak pada ketersediaan hewan kurban. Tetapi, kata dia, masyarakat tidak perlu khawatir karena dari Kementerian Pertanian sudah mengatur dan mempersiapkan protokolnya.

"Tetap masih berdampak, tapi sudah ada protokolnya dari Kementerian Pertanian untuk pengaturannya," tandasnya.

Sementara, Kepala Tata Usaha UPTD Keswan Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, H Sentane menerangkan, sampai saat ini masih belum ada laporan kasus PMK di Kecamatan Pujut. Namun, upaya pencegahan terus dilakukan dengan melakukan penyuntikan vitamin di beberapa kelompok ternak.

"Teman-teman ini sedang melakukan penyuntikan vitamin untuk pencegahan," terangnya. (wan)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama