Ekonomi

13/05/26

Gathering Agen BRILink, sosialisasikan layanan Pick Up Service Indomaret Group

 
Gathering Agen BRILink, sosialisasikan layanan Pick Up Service Indomaret Group

OPSINTB.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat peran Agen BRILink dalam mendukung layanan keuangan yang cepat dan efisien. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui kegiatan Gathering Agen BRILink yang mengusung sosialisasi layanan Pick Up Service dari Indomaret Group.


Kegiatan yang berlangsung sejak 1 April 2026 ini, diikuti oleh para Agen BRILink secara langsung dan melalui platform Zoom. Acara tersebut menjadi ajang strategis untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai mekanisme, manfaat, serta prosedur pelaksanaan Pick Up Service yang diharapkan dapat mempermudah Indomaret Group dalam melakukan transaksi keuangan dan operasional bisnis sehari-hari.


Branch Office Head BRI Selong, Allan Arya Utama, menjelaskan bahwa layanan ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan transaksi serta distribusi layanan kepada masyarakat.


“Melalui Pick Up Service, baik Indomaret Group maupun Agen BRILink dapat mengoptimalkan proses setoran dan penarikan dana tanpa harus datang ke kantor cabang. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk terus menghadirkan inovasi yang memudahkan mitra dan nasabah,” ujar Allan kepada opsintb.com, Rabu (13/05/2026).


Gathering tersebut juga dihadiri sejumlah manajer dari Head Offiice BRI serta perwakilan dari Regional Office Denpasar. Kehadiran para pimpinan ini menunjukkan komitmen penuh perusahaan dalam mendukung pengembangan kapasitas agen serta memperkuat sinergi antarlini.


Dalam sesi sosialisasi, peserta mendapatkan paparan mendalam disertai diskusi interaktif. Antusiasme terlihat tinggi, baik dari agen yang hadir secara fisik maupun daring. Berbagai pertanyaan dan masukan seputar teknis pelayanan, keamanan transaksi, hingga jadwal pick up turut dibahas secara terbuka.


Dengan terselenggaranya kegiatan ini, BRI berharap para Agen BRILink semakin siap mengimplementasikan layanan Pick Up Service secara optimal. Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.


“Kami ingin agen menjadi ujung tombak layanan keuangan yang tangguh dan inovatif. Layanan ini salah satu bukti nyata bahwa BRI hadir untuk memudahkan ekosistem bisnis mitra,” tutup Allan Arya Utama.


Kegiatan gathering ini menjadi bagian dari rangkaian program pemberdayaan agen yang terus digalakkan BRI di wilayah Lombok Timur dan sekitarnya. (kin)

11/05/26

25 gerai retail modern di Loteng bakal ditutup sementara

 
25 gerai retail modern di Loteng bakal ditutup sementara

OPSINTB.com - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lombok Tengah (Loteng) akan menutup 25 gerai retail modern yang tersebar di seluruh wilayah ini. 


Kepala DPMPTSP Loteng, Dalilah, menjelaskan pada prinsipnya penutupan tersebut adalah untuk menegakkan Perda Nomor 7 Tahun 2021 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan.


Dimana, dalam aturannya jarak retail modern dengan pasar rakyat harus berjarak minimal 1 kilometer.


‘’Isu terkait penataan mini market dan waralaba/retail modern ini sudah cukup lama bergulir. Dan isu ini berkembang dan menjadi diskusi ramai publik. Hari ini setelah kami melalui diskusi panjang, kemudian terkait SOP yang sudah dilaksanakan, maka insyaallah hari ini kami bisa membuat kebijakan,’’ kata Dalilah dalam konferensi pers di Aula Kantor DPMPTSP, Senin (11/5/2026).


Retail modern tersebut, kata dia, terdiri dari 18 Alfamart dan 7 Indomaret. Penutupan tersebut sebagai sanksi administratif, sesuai Pasal 56 Ayat 2 berupa teguran tertulis (SP) tanggal 15 Januari 2026 dan 19 Februari 2026, yang kemudian tak indahkan pihak pengelola.


‘’Dari SP 1 dan SP 2 itu belum ada penyesuaian terkait dengan yang diharuskan oleh Perda 7 Tahun 2021. Oleh karena itu, sebagai langkah lanjutan kami melakukan penghentian sementara kegiatan usaha selama 30 hari. Terhitung 11 Mei 2026-10 Juni 2026,’’ ujar Dalilah.


Adapun selama sanksi berlaku, pihak pengelola diminta melakukan penutupan secara mandiri sampai dengan 16 Mei 2026. Jika tidak, Satpol PP akan mengambil tindakan dengan menutup gerai secara paksa.


Selanjutnya, selama masa penutupan, retail modern tidak boleh melakukan aktivitas perdagangan dan apabila dalam masa tersebut tidak ada aktivitas penyesuaian usaha atau pindah lokasi maka akan dilanjutkan dengan proses pencabutan usaha, sesuai Pasal 56 Ayat 5 dan Perda 7 Tahun 2021.


‘’Ini terutama pelanggarannya adalah terkait dengan jarak. Minimal 1 kilometer dari pasar rakyat dan 25 gerai tersebut diketahui kurang dari 1 kilometer. Sehingga, kami melakukan penegakan sebagaimana seharusnya,’’ tegas Dalilah.


Sementara itu, Kepala Satpol PP, Zainal Mustakim, menyatakan Perda 7 Tahun 2021 memang berdampak luas terhadap pendapatan dan investasi daerah jika tidak ditegakkan. Di balik itu, jika penegakan dilakukan maka akan berdampak terhadap angka pengangguran.


‘’Sehingga, Pemda sangat hati-hati dalam mengambil sikap dan keputusan dalam penegakan Perda ini,’’ sebut Zainal.


Ia menyatakan, pihaknya konsekuen terhadap keputusan tersebut. Artinya jika pengelola tidak menutup gerai secara mandiri, maka pihaknya akan mengambil langkah tegas.


‘’Jadi, kami menghitung ya dari mulai hari ini kami akan turun untuk memastikan Alfamart dan Indomaret untuk ditutup,’’ tandasnya. (iwn)

05/05/26

Korban kebakaran Pasar Pringgabaya mulai terima bantuan Rp 2 juta dari Pemda Lotim

 
Korban kebakaran Pasar Pringgabaya mulai terima bantuan Rp 2 juta dari Pemda Lotim

OPSINTB.com - Bupati Kabupaten Lombok Timur, H Haerul Warisin didampingi Sekretaris Daerah, HM Juaini Taofik menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak musibah kebakaran di Pasar Pringgbaya, Kecamatan Pringgabaya, Selasa (5/05/2026).


Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat Pringgabaya itu merupakan bagian dari Program Pemberdayaan (Asnaf Miskin) yang diinisiasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur.


Dalam sambutannya, Bupati H Haerul Warisin, menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir langsung dilokasi sesaat setelah kejadian kebakaran. Saat berlangsungnya peristiwa itu, paparnya, dirinya tengah berada di Jakarta.


"Sedang memperjuangkan nasib 176 ribu masyarakat kepesertaan BPJS Kesehatannya dinonaktifkan," ucap Bupati Iron.


Pasca kebakaran, lanjut Iron, pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mengembalikan fungsi pasar agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan normal. 


Pemerintah, terangnya, menginginkan pasar itu segera normal kembali. Namun demikian, harus melalui perencanaan, anggaran hingga aturan-aturan yang harus dipatuhi.


Lantaran itu dirinya meminta masyarakat untuk bersabar karena seluruh kebijakan harus melalui prosedur yang berlaku. 


Pada kesempatan tersebut, bantuan tunai sebesar Rp 2 juta per orang diserahkan melalui BAZNAS kepada para korban.


Bupati Iron mengakui bahwa jumlah tersebut mungkin tidak sebanding dengan kerugian material yang dialami, terutama bagi para pedagang besar. Namun, bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk kepedulian, menjaga silaturahmi, serta memberikan dukungan moral.


"Kami tetap akan mengembalikan apa yang menjadi kebutuhan bapak-ibu di pasar itu, tapi plungguh sabar," pintanya. (zaa)

04/05/26

Bank NTB Syariah mendunia! Transaksi lintas negara semakin mudah dengan QRIS Cross Border

 
Bank NTB Syariah mendunia! Transaksi lintas negara semakin mudah dengan QRIS Cross Border

OPSINTB.com - Bank NTB Syariah terus memperkuat transformasi layanan digital dengan mencatatkan keberhasilan implementasi QRIS Cross Border, yang memungkinkan transaksi lintas negara berjalan dengan lancar.


Melalui inovasi ini, nasabah dan merchant Bank NTB Syariah kini dapat melayani pembayaran dari berbagai negara seperti Korea Selatan, China, Malaysia, Thailand, dan Singapore secara mudah, cepat, dan aman.


Keberhasilan ini menjadi bagian dari komitmen Bank NTB Syariah dalam mendukung ekosistem pembayaran digital nasional yang terintegrasi secara global, sekaligus memperluas akses transaksi bagi sektor pariwisata dan pelaku UMKM di Nusa Tenggara Barat.


Mengusung semangat “Lokal ke Global”, Bank NTB Syariah menunjukkan bahwa Bank Pembangunan Daerah (BPD) mampu bersaing secara teknologi dan menghadirkan layanan berstandar internasional.

 

QRIS Cross Border menjadi bukti nyata bahwa layanan keuangan daerah kini telah mendunia, sejalan dengan penguatan positioning NTB sebagai destinasi wisata global yang modern dan inklusif.


Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menyampaikan:


“Keberhasilan implementasi QRIS Cross Border ini merupakan bagian dari inovasi tanpa batas yang terus kami dorong. Hal ini menunjukkan bahwa Bank NTB Syariah kini sejajar dengan bank nasional lainnya dalam hal teknologi pembayaran internasional. Kami melihat ini sebagai peluang besar untuk mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus memudahkan wisatawan asing bertransaksi secara cashless dengan aman dan nyaman tanpa perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar.”


Beliau juga menambahkan bahwa langkah ini tidak hanya memperkuat layanan digital Bank NTB Syariah, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui peningkatan transaksi di sektor pariwisata dan UMKM.


Dengan QRIS Cross Border, wisatawan mancanegara dapat melakukan pembayaran langsung menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asalnya tanpa perlu menukar uang tunai. 


Hal ini memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan kenyamanan bertransaksi di berbagai destinasi unggulan di NTB.


Seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan asing, inovasi ini diharapkan mampu mendorong akselerasi transaksi non-tunai, memperkuat ekosistem ekonomi digital, serta meningkatkan daya saing daerah di tingkat nasional maupun global.


Bank NTB Syariah akan terus menghadirkan inovasi layanan berbasis digital, termasuk optimalisasi QRIS dan penguatan platform RIMO (Rinjani Mobile Banking) sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan yang aman, mudah, dan sesuai prinsip syariah. (red)

30/04/26

Replikasi sukses Pasar Dasan Agung, Bank NTB Syariah hadirkan ‘POJOK NTBS’ di Pasar Acc Ampenan untuk perkuat ekosistem digital

 
Replikasi sukses Pasar Dasan Agung, Bank NTB Syariah hadirkan ‘POJOK NTBS’ di Pasar Acc Ampenan untuk perkuat ekosistem digital
OPSINTB.com - Menyusul kesuksesan transformasi digital di Pasar Dasan Agung, PT Bank NTB Syariah secara resmi menghadirkan layanan POJOK NTBS di Pasar Acc Ampenan, Kota Mataram. Langkah ekspansi ini merupakan komitmen nyata Bank dalam mendukung ekonomi kerakyatan melalui pendampingan berkelanjutan bagi para pedagang dan masyarakat. 

Hadirnya POJOK NTBS di jantung ekonomi Ampenan bertujuan untuk memastikan akses layanan perbankan syariah dan edukasi digital hadir tepat di mana interaksi sosial dan transaksi ekonomi rakyat berdenyut setiap harinya. 

POJOK NTBS di Pasar Acc Ampenan dirancang sebagai titik integrasi layanan. Fasilitas ini menjadi pusat asistensi bagi pedagang yang ingin beralih ke sistem pembayaran non-tunai secara real-time. 

Layanan unggulan yang tersedia di POJOK NTBS meliputi:
  • Akselerasi QRIS & Digitalisasi: Pendampingan merchant dalam mengoperasikan aplikasi perbankan digital serta penanganan kendala teknis transaksi QRIS di tempat. 
  • Sosialisasi Pembiayaan UMKM: Memberikan akses informasi terkait pergeseran fokus Bank NTB Syariah yang kini memprioritaskan pembiayaan sektor produktif bagi pelaku usaha kecil. 
  • Layanan Perbankan Syariah: Konsultasi produk simpanan dan pembiayaan syariah yang inklusif bagi masyarakat pasar. 

Sub Branch Manager Bank NTB Syariah KC Ampenan, I Wayan Sudiasa Indrawan, menyampaikan bahwa pemilihan Pasar Acc Ampenan sebagai lokasi replikasi didasarkan pada potensi ekonomi yang besar dan antusiasme pedagang setempat. Model ini merujuk pada keberhasilan di Pasar Dasan Agung yang kini telah memiliki lebih dari 129 merchant digital. 

"Kami ingin Bank NTB Syariah lebih dekat dan mudah dijangkau oleh warga. Lewat POJOK NTBS ini, pedagang tidak perlu jauh-jauh ke kantor bank, cukup di pasar saja mereka bisa dibantu untuk urusan QRIS maupun konsultasi keuangan lainnya. Kami ingin memastikan layanan perbankan bisa dirasakan langsung manfaatnya sambil tetap berjualan," ujarnya. 

Kehadiran layanan ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah sebagai bagian dari program digitalisasi pasar tradisional di Kota Mataram. Transformasi dari transaksi tunai ke digital diharapkan dapat meningkatkan transparansi, keamanan, serta efisiensi bagi ekosistem pasar. 

Hingga saat ini, pertumbuhan transaksi QRIS di pasar tradisional NTB terus menunjukkan tren positif. Bank NTB Syariah optimis bahwa dengan perluasan layanan POJOK NTBS ke pasar-pasar strategis lainnya, angka inklusi keuangan syariah di wilayah Nusa Tenggara Barat akan terus meningkat secara signifikan hingga akhir tahun 2026. (red/adv)

29/04/26

Bupati Iron tinjau langsung Pasar Pringgabaya, pemerintah bakal bangun lapak sementara untuk pedagang

 
Bupati Iron tinjau langsung Pasar Pringgabaya, pemerintah bakal bangun lapak sementara untuk pedagang

OPSINTB.com - Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin, turun langsung melihat kondisi Pasar Pringgabaya yang dilalap api pada Senin malam kemarin (27/04/2016).


Pasalnya lapak-lapak pedagang setempat nyaris habis terbakar. Kini yang tersisa hanya bekas puing-puing kayu sisa si jago merah.


Dalam kunjungannya itu Bupati Iron, bertemu langsung dengan para pedagang di pasar tersebut. Pada kesempatan itu dia mengatakan pemerintah daerah belum dapat memberikan bantuan besar.


"Ibuk-ibuk ya, kita perbaiki dulu pasar ini dulu. Nanti kita berikan bantuan modal sama-sama Rp 2 juta dulu," ucapnya pada Rabu (29/4/2026).


Ia meminta masyarakat untuk bersabar karena proses pemulihan akan dilakukan secara bertahap hingga kondisi kembali normal. Bantuan itu merupakan intervensi pemerintah dalam jangka pendek, dengan nominal yang tidak besar.


Bupati menjelaskan, penanganan saat ini difokuskan pada pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat. Ia menegaskan pentingnya percepatan penanganan karena pasar merupakan pusat kebutuhan dasar masyarakat.


Berdasarkan data sementara, jumlah lapak yang terdampak kebakaran mencapai 164 unit. 


"Makanya saya langsung dari bandara langsung ke sini. Saya lihat kondisi, artinya kita harus tetap peduli. Ini kan masalah ekonomi, kebutuhan dasar masyarakat yang harus segera kita selesaikan. Tapi masyarakat kita harap mau bersabar, semua akan dalam proses," ungkapnya.


Pemerintah daerah juga berencana membangun lapak sementara agar para pedagang dapat kembali berjualan sembari menunggu pembangunan pasar secara permanen. Selain itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.


"Kalau memang ini dilakukan oleh seseorang berdasarkan temuan polisi, ya itu urusan hukum. Yang jelas kita fokus dulu menormalkan kondisi masyarakat," jelasnya


Untuk jangka panjang, pembangunan kembali pasar direncanakan masuk dalam anggaran prioritas tahun 2026.


Sementara itu, salah satu pedagang terdampak, Huswatun Hasanah, mengaku bantuan sebesar Rp 2 juta belum cukup untuk menutup kerugian yang dialaminya.


"Saya jualan pakaian konveksi. Kerugian di atas Rp 50 juta. Kalau dapat Rp 2 juta itu apa yang bisa dibeli, bahkan tidak cukup satu kantong barang," ujarnya.


Ia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan yang lebih besar agar para pedagang bisa kembali bangkit.


"Harapannya ada bantuan yang lebih besar, minimal bisa menutup sebagian kerugian supaya kita punya modal lagi. Sekarang mau pinjam ke bank juga sulit karena tidak ada pemasukan," keluhnya. (zaa)

20/04/26

Jepang incar kerja sama dengan NTB

 
OPSINTB.com - Pemerintah NTB menyambut baik keinginan pemerintah Jepang untuk bekerja sama di berbagai bidang. Beberapa potensi kerja sama yang dibahas dalam pertemuan Gubernur, H Lalu Muhamad Iqbal dengan Konsulat Jenderal Jepang, Miyakawa Katsutoshi adalah sektor tenaga kerja, pariwisata dan investasi industri pengolahan serta energi.   "NTB memiliki semua yang dibutuhkan. Kami menunggu adanya kerja sama dan pembicaraan lanjutan dengan pemerintah dan pelaku usaha dari Jepang,” ujar gubernur di ruang kerjanya, Senin (20/04/2026) saat menerima Konjen Jepang.   Selain memaparkan potensi NTB di sektor perikanan sampai pariwisata, Gubernur Iqbal juga menjelaskan arah kebijakan pembangunan yang mendukung hadirnya investasi dan kerjasama lain seperti perdagangan dan tenaga kerja sambil bertukar informasi tentang kelayakan bisnis dan inovasi kerjasama dari yang telah ada selama ini.   Misalnya, pengiriman tenaga kerja ke Jepang dengan pola pembiayaan bank daerah bekerjasama dengan bank Jepang maupun kerjasama langsung dengan universitas Jepang dengan pola beasiswa pendidikan yang lulusannya langsung direkrut oleh perusahaan.   Di sektor pariwisata, gubernur menjelaskan kesiapan infrastruktur dan beberapa destinasi  yang belum digarap maksimal untuk investasi.  Sedangkan di sektor energi, NTB menawarkan kerjasama pertambangan dan energi hijau seperti listrik tenaga matahari yang potensial juga untuk daerah sekitar seperti Bali dan NTT.   Sementara itu, Konjen Miyakawa dalam pertemuan tersebut antusias menyampaikan keinginan pemerintah Jepang untuk bekerjasama dengan NTB dan menggali informasi yang dibutuhkan terkait izin, situasi terkini dan infrastruktur sembari menjelaskan beberapa hal terkait perkembangan Jepang dalam hal masyarakat, bisnis dan kebijakan pemerintahnya.   "Selama ini, Jepang memang masih mengarahkan lebih banyak investasi ke Bali. Begitupula dengan trend wisata masyarakat. Namun kami melihat, NTB bisa menjadi partner kerjasama yang layak dalam beberapa hal", ujarnya.   Hadir pula Kepala Bappeda, Kadis Pariwisata, Kadis Naker dan Kadis PTMPTSP yang ikut memberikan gambaran umum tentang potensi NTB. (red)

OPSINTB.com - Pemerintah NTB menyambut baik keinginan pemerintah Jepang untuk bekerja sama di berbagai bidang. Beberapa potensi kerja sama yang dibahas dalam pertemuan Gubernur, H Lalu Muhamad Iqbal dengan Konsulat Jenderal Jepang, Miyakawa Katsutoshi adalah sektor tenaga kerja, pariwisata dan investasi industri pengolahan serta energi.


"NTB memiliki semua yang dibutuhkan. Kami menunggu adanya kerja sama dan pembicaraan lanjutan dengan pemerintah dan pelaku usaha dari Jepang,” ujar gubernur di ruang kerjanya, Senin (20/04/2026) saat menerima Konjen Jepang. 


Selain memaparkan potensi NTB di sektor perikanan sampai pariwisata, Gubernur Iqbal juga menjelaskan arah kebijakan pembangunan yang mendukung hadirnya investasi dan kerjasama lain seperti perdagangan dan tenaga kerja sambil bertukar informasi tentang kelayakan bisnis dan inovasi kerjasama dari yang telah ada selama ini. 


Misalnya, pengiriman tenaga kerja ke Jepang dengan pola pembiayaan bank daerah bekerjasama dengan bank Jepang maupun kerjasama langsung dengan universitas Jepang dengan pola beasiswa pendidikan yang lulusannya langsung direkrut oleh perusahaan. 


Di sektor pariwisata, gubernur menjelaskan kesiapan infrastruktur dan beberapa destinasi  yang belum digarap maksimal untuk investasi. 

Sedangkan di sektor energi, NTB menawarkan kerjasama pertambangan dan energi hijau seperti listrik tenaga matahari yang potensial juga untuk daerah sekitar seperti Bali dan NTT. 


Sementara itu, Konjen Miyakawa dalam pertemuan tersebut antusias menyampaikan keinginan pemerintah Jepang untuk bekerjasama dengan NTB dan menggali informasi yang dibutuhkan terkait izin, situasi terkini dan infrastruktur sembari menjelaskan beberapa hal terkait perkembangan Jepang dalam hal masyarakat, bisnis dan kebijakan pemerintahnya. 


"Selama ini, Jepang memang masih mengarahkan lebih banyak investasi ke Bali. Begitupula dengan trend wisata masyarakat. Namun kami melihat, NTB bisa menjadi partner kerjasama yang layak dalam beberapa hal", ujarnya. 


Hadir pula Kepala Bappeda, Kadis Pariwisata, Kadis Naker dan Kadis PTMPTSP yang ikut memberikan gambaran umum tentang potensi NTB. (red)

17/04/26

Bank NTB Syariah perkuat sinergi dengan Pemkab Lombok Tengah melalui perpanjangan layanan SP2D online

Bank NTB Syariah perkuat sinergi dengan Pemkab Lombok Tengah melalui perpanjangan layanan SP2D online
OPSINTB.com - PT Bank NTB Syariah kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung digitalisasi layanan keuangan daerah melalui penandatanganan Adendum Perjanjian Kerja Sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah.

Adendum ini merupakan kelanjutan dari kerja sama sebelumnya terkait pelayanan perbankan dalam pelaksanaan pengeluaran daerah melalui penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) secara online yang terintegrasi dengan sistem SIPD RI. Melalui adendum ini, masa kerja sama diperpanjang selama 1 (satu) tahun, terhitung sejak 21 April 2026 hingga 21 April 2027.

Kolaborasi ini bertujuan untuk semakin mengoptimalkan pengelolaan keuangan daerah yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel, sekaligus memberikan kemudahan transaksi tanpa batasan waktu dan tempat bagi pemerintah daerah.

Direktur Dana & Jasa Bank NTB Syariah, Adhi Susantio menyampaikan, kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Bank NTB Syariah dalam mendukung transformasi digital sektor publik di daerah.

“Implementasi SP2D Online melalui SIPD RI menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan keuangan daerah yang lebih modern, transparan, dan terpercaya,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa perpanjangan kerja sama ini sekaligus mempertegas peran Bank NTB Syariah sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong tata kelola keuangan yang baik serta percepatan digitalisasi layanan publik.

“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan perbankan yang tidak hanya andal, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan pemerintah daerah. Integrasi sistem SP2D Online melalui SIPD RI diyakini akan semakin memperkuat transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Ke depan, Bank NTB Syariah akan terus mendorong inovasi layanan yang memberikan nilai tambah bagi pemerintah daerah dan masyarakat luas sebagai bagian dari semangat Berkah Bermakna,” tutupnya. (red)

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama