Lombok Tengah

04/05/26

3 jemaah haji Lombok Tengah batal berangkat

 
3 jemaah haji Lombok Tengah batal berangkat

OPSINTB.com - Tiga calon jemaah haji (CJH) asal Lombok Tengah dipastikan batal berangkat tahun ini. Dari jumlah tersebut, seorang di antaranya meninggal dunia, sedangkan dua lainnya harus menunda dikarenakan sakit.


‘’Total ada tiga. Yang terakhir kemarin ada di kloter 07 setelah diperiksa ada tuberkulosis (TB),’’ terang Kepala Kantor Kementrian Haji Lombok Tengah, H Lalu Syamsul Hadi pada wartawan, Senin (4/5/2026).


Syamsul Hadi menambahkan pembatalan keberangkatan terjadi menjelang persiapan akhir. Bahkan seorang di antaranya telah berada di Asrama Haji, tetapi terpaksa dijemput oleh keluarganya karena dilaporkan sakit.


‘’Dan sekarang masih dirawat di RSU Provinsi Mataram. Kami pastikan tertunda ke tahun depan,’’ imbuh mantan Kepala KUA Kecamatan Pujut tersebut.


Kendati tiga CJH tersebut batal berangkat, kuota CJH Lombok Tengah tetap terpenuhi karena diisi langsung oleh CJH kabupaten lain.


‘’Dua orang yang sakit diisi CJH kabupaten lain, sedangkan yang meninggal dunia digantikan anaknya,’’ ujarnya.


Kata Syamsul, sebagian besar CJH Lombok Tengah tahun ini telah berusia lanjut. Mereka telah diterbangkan pada kloter 02 dan 07. Syamsul merinci, CJH lansia yang telah berangkat berjumlah 68 orang. 26 orang berangkat di kloter 02, dan 42 orang berangkat di kloter 07.


‘’Lansia menjadi prioritas untuk diberangkatkan 2026 ini,’’ kata dia.


Adapun kloter tersisa, yakni kloter 12 akan diberangkatkan pada 6 Mei mendatang. Mereka akan tergabung bersama CJH asal Kabupaten Lombok Timur. Sekira pukul 6 pagi, mereka dipastikan sudah tiba di Asrama Haji.


‘’Kloter 12 langsung menuju Jeddah. Masuk gelombang kedua,’’ ucapnya.


Kemudian pemberangkatan terakhir, yakni kloter 15 akan berangkat pada 9 Mei dan bakda magrib sudah sampai di Asrama Haji.


Sesuai laporan ketua kloter di Arab Saudi, Syamsul melanjutkan, saat ini kondisi seluruh jamaah dalam kondisi sehat. Tidak ada kendala yang dihadapi oleh para jamaah. Hanya saja pembagian kamar belum merata.


‘’Pembagian kamar merata. Mereka harus sabar menunggu,’’ tandasnya. (iwn)

IOA donasi Rp 1,1 miliar untuk kemajuan pendidikan dasar di Loteng

 
IOA donasi Rp 1,1 miliar untuk kemajuan pendidikan dasar di Loteng

OPSINTB.com - Empat puluh peserta Lombok Charity Ride (LCR) akhirnya tiba di Kantor Bupati Lombok Tengah (Loteng), Senin pagi (4/5/2026). LCR digagas oleh Perkumpulan Indonesian Overseas Alumni (IOA). Para pesepeda yang berasal dari berbagai kota di Indonesia ini mengelilingi Pulau Lombok selama dua hari (2-3 Mei 2026) dengan menempuh rute sejauh 374 kilometer.


Panitia LCR, Adrie Evril, menyatakan tujuan dari LCR adalah menggabungkan kegiatan olahraga, wisata, sekaligus donasi untuk peningkatan kualitas pendidikan di Loteng, seperti pelatihan guru dan kepala sekolah dasar.


Adrie melaporkan, selama di perjalanan yang dimulai dari Sirkuit Mandalika, seluruh peserta tidak ada yang mengalami kecelakaan.


‘’Yang penting dari laporan ini; nggak usah panjang-panjang, yaitu zero accident zero fatality. Semua tiba dengan selamat,'' ujar Adrie.


Chairman IOA, Eka Tanuwijaya, menyatakan dana yang terkumpul dari hasil donasi ini mencapai Rp 1,1 miliar lebih. Eka menyatakan merasa sangat terharu oleh dukungan pemerintah, baik provinsi maupun daerah.


Donasi yang terkumpul, jelas Eka, akan dimanfaatkan untuk pendidikan guru dan kepala sekolah dasar di Loteng. ‘’Karena guru SD itu adalah cikal bakal dari pembentukan karakter,’’ Eka menjelaskan.


Pelatihan guru dan kepala sekolah dasar di Loteng, lanjut Eka, telah dimulai sejak Januari 2026. Sebanyak enam ribu orang guru ditargetkan akan mengikuti pelatihan ini, dengan perkiraan waktu selesai 10 tahun.


‘’Guru di zona utara, tengah dan selatan Loteng akan dididik rata,’’ Eka Tanuwijaya.


Sementara itu, Bupati Loteng, H Lalu Pathul Bahri, menyatakan rasa terima kasih seluas-luasnya kepada IOA atas dukungannya memajukan dunia pendidikan dasar Loteng.


Sebab, kata Pathul, tugas pemerintah sangat banyak dan berat. Sehingga, jika tidak didukung oleh semua pihak, maka akan sulit bagi pemerintah menyelesaikannya.


‘’Karena itu, saya sebagai pelayan masyarakat, beserta kepala dinas seluruh OPD di Loteng mengucapkan terima kasih yang seluas-luasnya atas kehadiran para pesepeda dan IOA yang telah berdonasi untuk kemajuan pendidikan dasar di Loteng,’’ demikian Pathul. (wan)

ITDC tunjuk Pari Wijaya sebagai GM The Mandalika, dorong pengembangan dan daya tarik investasi kawasan

 
ITDC tunjuk Pari Wijaya sebagai GM The Mandalika, dorong pengembangan dan daya tarik investasi kawasan

OPSINTB.com - InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) resmi menunjuk I Made Pari Wijaya sebagai General Manager (GM) The Mandalika, menggantikan Agus Setiawan yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sementara (PGS) GM. Penunjukan ini ditandai melalui serah terima jabatan yang berlangsung di Pullman Lombok Mandalika Beach Resort, pada Minggu (3/5/2026).


Penunjukan Pari Wijaya adalah langkah strategis perusahaan, dalam mempercepat pengembangan kawasan, sekaligus memperkuat kinerja operasional dan daya tarik investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. 

Agus Setiawan sudah menjadi bagian dari ITDC sejak 1 Februari 2013 dan mengawali kariernya di The Mandalika. Sebelum menjabat sebagai PGS GM, Agus mengemban amanah sebagai Vice President Project Engineering & Construction. Memiliki latar belakang Teknik Sipil dari Universitas Mataram, Agus mempunyai peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan memastikan kesiapan berbagai fasilitas strategis di kawasan. 


Agus Setiawan menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak selama masa kepemimpinannya, serta harapannya pada keberlanjutan pengembangan kawasan ke depan. “Menjadi bagian dari perjalanan pengembangan The Mandalika menjadi pengalaman yang amat berharga. Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh tim dan stakeholder yang bersama-sama membangun kawasan ini hingga mencapai progres seperti sekarang. Saya percaya, di bawah kepemimpinan yang baru, The Mandalika akan terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pariwisata nasional,” ujarnya.


Sementara itu, Pari Wijaya telah bergabung dengan ITDC sejak 1 Agustus 2006 dan memulai karier di The Nusa Dua sebagai staf operasional. Ia kemudian mengemban berbagai peran strategis, mulai dari Kasi Perencanaan, Kepala Bagian Pengembangan, hingga Vice President Operation The Nusa Dua. Sejak 2019, Pari dipercaya sebagai Vice President Operation The Mandalika dengan fokus pada tata kelola operasional dan pengembangan kawasan pariwisata, termasuk dalam mendukung kesiapan layanan dan penyelenggaraan event internasional di KEK Mandalika.


Selain itu, Pari juga memegang peran strategis sebagai bagian dari Design Committee The Mandalika sejak 2024, Tim Transisi BTDC menjadi ITDC pada 2008, serta Ketua Tim Penyelesaian Lahan dan Ketua Tim Aktivasi Bazaar. Dengan latar belakang Teknik Arsitektur dari Universitas Udayana, ia memiliki pemahaman komprehensif dalam pengelolaan kawasan pariwisata terintegrasi.


Pari menyampaikan komitmennya dalam menjalankan amanah baru tersebut sekaligus arah pengembangan kawasan ke depan. “Amanah ini merupakan tanggung jawab besar yang akan saya jalankan dengan penuh komitmen. KEK Mandalika memiliki kompleksitas yang sangat tinggi, sehingga diperlukan penguatan tata kelola operasional dan kolaborasi yang solid dengan seluruh stakeholder. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas layanan serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan untuk mendorong pertumbuhan revenue, guna memastikan The Mandalika tetap menjadi destinasi unggulan yang kompetitif di tingkat global. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung pengembangan The Mandalika sebagai generator pertumbuhan pariwisata di Lombok,” ujar Pari.


Melalui transisi kepemimpinan yang dilakukan, ITDC menunjukkan komitmen untuk terus mendorong pengembangan KEK Mandalika sebagai destinasi pariwisata kelas dunia berbasis sportainment, yang tidak hanya menghadirkan berbagai event internasional, tetapi juga mampu meningkatkan daya tarik investasi kawasan, guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat dan daerah. (red)

02/05/26

Kolaborasi besar untuk Mandalika: ITDC-InJourney, Pemprov NTB, dan JMSI NTB satu visi

 
Kolaborasi besar untuk Mandalika: ITDC-InJourney, Pemprov NTB, dan JMSI NTB satu visi

OPSINTB.com - Keberadaan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) bersama InJourney dinilai membawa dampak signifikan terhadap percepatan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.


Tidak hanya mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, kehadiran keduanya juga memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal, mulai dari pembukaan lapangan kerja hingga penguatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Manager Stakeholder dan Public Relations ITDC, Gresita FY Siahaan, menegaskan bahwa pengembangan Mandalika tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur dan penyelenggaraan event internasional, tetapi juga pada penciptaan ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan.


"Kami ingin masyarakat Lombok menjadi bagian utama dari pertumbuhan Mandalika. Mereka tidak hanya bekerja di kawasan ini, tetapi juga memiliki rasa kepemilikan terhadap perkembangan Mandalika sebagai destinasi kelas dunia," ujar Gresita dalam kegiatan Silaturahmi dan Media Gathering JMSI NTB di Bukit 360 Mandalika, Jumat (1/5/2026).


Menurutnya, ITDC sebagai bagian dari holding pariwisata dan aviasi nasional, InJourney, terus mendorong pengembangan Mandalika dengan pendekatan yang mengedepankan keterlibatan masyarakat lokal. 


Langkah tersebut diwujudkan melalui rekrutmen tenaga kerja lokal, pelatihan sumber daya manusia, hingga pemberdayaan UMKM di sekitar kawasan.


Saat ini, lebih dari 600 UMKM telah terlibat dalam ekosistem ekonomi Mandalika. Mereka memasarkan berbagai produk unggulan, mulai dari kuliner, kopi lokal, kain tenun, hingga kerajinan khas Lombok. 


Selain itu, berbagai event internasional yang digelar di Mandalika juga terbukti meningkatkan kunjungan wisatawan dan memperkuat posisi NTB di panggung global.


Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyambut positif kontribusi ITDC dan InJourney dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. 


Melalui sinergi yang kuat, Mandalika kini tidak hanya menjadi ikon sport tourism nasional, tetapi juga motor penggerak ekonomi baru bagi NTB.


Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfotik NTB, Safrudin SH MH, mengatakan bahwa keberhasilan pengembangan Mandalika membutuhkan dukungan kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah, pengelola kawasan, dan media.


"Kemitraan yang terbangun antara ITDC-InJourney, Pemerintah Provinsi NTB, dan JMSI NTB sangat penting untuk memastikan informasi yang tersampaikan kepada publik akurat, konstruktif, dan mampu mendukung iklim investasi serta pariwisata daerah," kata Safrudin.


Ia menilai, komunikasi publik yang efektif menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat kepercayaan investor, menarik wisatawan, serta memperluas dampak ekonomi dari keberadaan KEK Mandalika.


Sementara itu, Ketua JMSI NTB, H. Boy Mashudi, menegaskan komitmen organisasinya untuk menjadi mitra strategis dalam mendukung pengembangan Mandalika melalui pemberitaan yang profesional, berimbang, dan berorientasi pada kepentingan publik.


"JMSI NTB siap mengawal publikasi KEK Mandalika agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. Kami percaya, kemajuan daerah membutuhkan dukungan narasi yang kuat, akurat, dan membangun optimisme," ujarnya.


Menurut Boy, kolaborasi antara media, pemerintah, dan pengelola kawasan merupakan fondasi penting dalam membangun citra positif Mandalika sebagai destinasi unggulan dunia.

Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Mandalika sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia timur. (red)

01/05/26

JMSI NTB dan ITDC sepakati kerja sama promosi KEK Mandalika ke dunia

 

JMSI NTB dan ITDC sepakati kerja sama promosi KEK Mandalika ke dunia

OPSINTB.com - Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar silaturahim dan media gathering dengan manajemen InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) di kawasan destinasi super prioritas Mandalika, Jumat (01/05/2026). Pertemuan yang berlangsung di titik ikonik Bukit 360 Sirkuit Mandalika ini bertujuan untuk mempererat kolaborasi dalam mempromosikan potensi pariwisata NTB ke kancah internasional.


Rombongan pengurus JMSI NTB dipimpin langsung oleh Ketua JMSI NTB, H Boy Mashudi, dan diterima oleh Manager Stakeholder dan VIAR ITDC, Gresita Siahaan. Turut hadir dalam agenda tersebut Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Kominfotik NTB, Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik (IKP) Diskominfotik NTB, Safrudin yang memberikan dukungan penuh terhadap penguatan sinergi antara pengelola kawasan dan organisasi media.


Dalam kesempatan tersebut, H Boy Mashudi menekankan pentingnya peran media siber dalam menjaga citra positif kawasan Mandalika. Ia menyatakan bahwa JMSI berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dan pengelola kawasan dalam mendiseminasikan informasi yang akurat dan berkualitas.


"Silaturahim ini adalah langkah nyata untuk membangun visi bersama dalam memajukan pariwisata daerah. JMSI NTB siap mendukung penuh publikasi internasional KEK Mandalika melalui jaringan media siber yang profesional guna memastikan pesan kemajuan pembangunan tersampaikan dengan baik ke seluruh dunia," ujar Boy Mashudi.


Senada dengan hal tersebut, Manager Stakeholder dan VIAR ITDC, Gresita Siahaan menyampaikan apresiasi atas inisiatif JMSI NTB. Menurutnya, keberadaan media siber sangat krusial dalam membangun kepercayaan publik dan investor, terutama menghadapi kalender event balap dunia di Sirkuit Mandalika.


"Dukungan media sangat kami butuhkan untuk menjaga stabilitas informasi di kawasan. Pertemuan di Bukit 360 ini menjadi simbol keterbukaan dan kesiapan kami untuk terus berkolaborasi dengan teman-teman media dalam memotret setiap perkembangan positif di Mandalika," ungkap Gresita.


Sementara itu, pihak Dinas Kominfotik NTB melalui Kabid IKP, Safrudin mengapresiasi terjalinnya komunikasi dua arah yang produktif antara ITDC dan JMSI. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem informasi yang sehat, sehingga KEK Mandalika tetap menjadi magnet utama bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Nusa Tenggara Barat.


Pertemuan diakhiri dengan diskusi santai mengenai strategi komunikasi publik dan sesi dokumentasi dengan latar belakang panorama menyeluruh lintasan sirkuit dan keindahan alam pesisir Lombok Tengah. (red)

30/04/26

Kabupaten Lombok Tengah menuju KLA Kategori Madya

 
Kabupaten Lombok Tengah menuju KLA Kategori Madya

OPSINTB.com - Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sedang berproses menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA) Kategori Madya. Wakil Bupati Loteng, H Muhammad Nursiah, menjelaskan ada 24 indikator yang harus dipenuhi Pemkab Loteng untuk memperoleh kategori tersebut.


‘’Seluruh indikator tersebut telah dibebankan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dengan tujuan agar seluruh OPD dapat bahu membahu mencapai indikator tersebut,’’ kata Nursiah pada wartawan di ruangannya, Rabu (29/4/2026).


‘’Tapi, bukan pemkab saja yang bekerja. Pemerintah terlibat, swasta terlibat, wiraswasta dan media juga harus mendukung,’’ tambahnya.


Salah satu contoh indikator tersebut adalah ketersediaan ruang bermain bagi anak pada lokasi-lokasi layanan publik. Semisal puskesmas, pertokoan, dan lain sebagainya.


KLA sebenarnya telah lama dicetuskan atau sejak dirinya masih menjabat Sekretaris Daerah. Namun, terkendala beberapa hal.


‘’Daerah kita ini angka pernikahan anaknya masih tinggi, sebab itu adalah salah satu indikator atau clusternya. Jadi, agak sulit naik kategori,’’ ujarnya.


Nursiah mengaku 24 indikator tersebut sebenarnya telah terpenuhi. Hanya saja semua OPD masih belum maksimal menghasilkan informasi dan dokumen yang dibutuhkan sesuai indikator.


‘’Ada beberapa OPD yang angkanya masih harus dimotivasi dan didorong,’’ terang dia.


Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB), H Kusriadi, menyatakan selama kurun 2026, kasus pernikahan anak yang telah terlapor berjumlah 30 kasus, dengan 15 kasus di antaranya dispensasi.


‘’Agar bisa mendapatkan predikat KLA; permasalahan di bidang pernikahan anak, kesehatan anak, sosial dan pendidikan harus terselesaikan,’’ kata Kusriadi.


Agar kategori tersebut tercapai, Pemkab Loteng saat ini telah memerintahkan setiap puskesmas mendata jumlah kehamilan anak yang melakukan pernikahan dini. Dengan demikian, kehamilan mereka akan terus dipantau oleh tenaga kesehatan. Dari sejak fase hamil, melahirkan, dan tumbuh kembang anak.


‘’Agar anak-anak yang lahir sehat, sehingga indikator tersebut tercapai,’’ tandasnya. (wan)

KNMP Kelongkong Praya Timur segera beroperasi

 
KNMP Kelongkong Praya Timur segera beroperasi

OPSINTB.com - Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Kelongkong, Desa Bilelando, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah (Loteng) bakal segera beroperasi.


Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Loteng, Nurjahman, mengatakan pusat untuk sementara telah menyerahkan KNMP Kelongkong ke Dislutkan Loteng untuk dioperasikan.


‘’Sekarang yang sudah berjalan itu pabrik esnya. Cold storage-nya sedang negosiasi dengan pihak ketiga yang akan mengelola,’’ kata Nurjahman pada wartawan, Kamis (30/4/2026).


Dislutkan sendiri telah melakukan inventarisasi kondisi di lapangan sebagai laporan ke pengelola, yakni Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) setempat.


Adapun KNMP Kelongkong jika telah mulai beroperasi akan mengelola: cold storage, pabrik es balok, docking kapal, bengkel nelayan, sentra kuliner, sentra pemasaran ikan, perahu, dan fasilitas lain untuk mendukung aktivitas nelayan.


KNMP Kelongkong dipastikan akan merekrut banyak tenaga kerja. Nurjahman menuturkan, sejak beroperasi mulai beberapa hari lalu, pabrik es KNMP Kelongkong sudah kewalahan menerima pesanan.


Selain KNMP Kelongkong, Dislutkan telah mengusulkan beberapa lokasi lain sebagai lokasi KNMP. Lokasi-lokasi tersebut di antaranya di Awang, Desa Mertak dan di Kuta, Desa Kuta, Kecamatan Pujut. Kedua lokasi, terang dia, oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah dinyatakan lolos.


‘’Kami sudah dapat surat kemarin bahwa lokasi-lokasi yang lolos ini akan segera disurvei,’’ terang dia.


Untuk diketahui, Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung KDKMP. Dimana pengelolaan Kampung Nelayan merupakan wewenang Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP.


KNMP sesuai prosedur akan memberikan fasilitas berusaha kepada para nelayan sekitar. Bukan merehab lingkungan atau kampung mereka.


‘’Bukan kampungnya yang direhab, tetapi memberikan nelayan fasilitas berusaha. Mulai dari sarana sampai prasarana. Apa saja yang dibutuhkan untuk berusaha,’’ ujarnya.


Beberapa waktu sebelumnya, dalam kunjungannya ke KNMP Kelongkong dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Dermaga Awang, anggota Komisi II DPRD Loteng Ferdian Elmansyah merasa terkesan. Sebab, sebagian besar pengurus KNMP merupakan anak muda milenial dan Gen Z di desa setempat.


‘’Kami berharap semangat dan energi kawan-kawan muda yang menjadi pengurus ini memberikan optimisme agar KNMP ini berjalan dengan baik. Terutama aktivitas bisnis berjalan dengan manajemen dan business plan yang baik,’’ katanya.


Di balik itu, Ferdian menyatakan, kendati TPI Dermaga Awang telah memberikan sumbangan PAD, tapi masih perlu pembenahan dan pengembangan.


‘’Semoga pengelolaannya berjalan dengan baik dan bermanfaat untuk masyarakat dan daerah,’’ pungkasnya. (iwn)

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama