Lombok Tengah

08/05/26

Sukses besar! GT World Challenge Asia 2026 di Sirkuit Mandalika tembus 12.522 penonton

 
Sukses besar! Penonton GT World Challenge Asia 2026 di The Mandalika meningkat signifikan

OPSINTB.com - Ajang balap internasional GT World Challenge Asia 2026 yang berlangsung di Mandalika International Circuit pada 1–3 Mei 2026 berhasil menyedot perhatian masyarakat dan wisatawan. Tercatat, 12.522 pengunjung hadir dan menyaksikan langsung deru mobil-mobil grand tourer yang berpacu di lintasan sirkuit. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 9.000 pengunjung. Tingginya minat penonton terlihat dari padatnya area grandstand hingga paddock di sepanjang akhir pekan balapan. 


Event ini ikut menyumbang dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Berdasar data dari sejumlah hotel di kawasan The Mandalika dan sekitarnya, tingkat okupansi selama periode 1–3 Mei 2026 mencapai rata-rata 86,6 persen, dengan beberapa hotel seperti Montana, Novotel dan Bale Secha mencatat tingkat hunian hingga 100 persen. Tingginya okupansi itu memperlihatkan kontribusi event internasional mampu mendongkrak perekonomian, kuliner, transportasi, akomodasi dan aktivitas ekonomi masyarakat lokal.


Selain itu, GT World Challenge Asia 2026 turut melibatkan 402 tenaga kerja lokal dari Nusa Tenggara Barat di berbagai aspek operasional. Mulai dari tenaga pendukung, marshal, race control, hingga tim medis. Sebanyak 250 masyarakat lokal juga berpartisipasi dalam opening ceremony yang mengangkat unsur budaya dan semangat sportainment khas The Mandalika. Partisipasi ekonomi masyarakat turut terlihat melalui kehadiran 17 pelaku UMKM di kawasan sirkuit yang menyediakan berbagai produk dan kuliner selama balapan berlangsung bagi pengunjung. 


GT World Challenge Asia 2026 mendapat dukungan dari Bank Mandiri sebagai partner pengembangan sport tourism di The Mandalika. Sementara itu, ajang Krida Agya Kartini Race hadir bekerja sama dengan Pegadaian sebagai bentuk dukungan terhadap partisipasi perempuan di dunia motorsport.


Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, memaparkan keberhasilan penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 adalah bukti bahwa KEK Mandalika terus berkembang sebagai destinasi sport tourism berkelas dunia, yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan daerah. “Penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 bukan hanya menghadirkan ajang balap internasional, tapi juga memberikan multiplier effect bagi kawasan dan masyarakat sekitar. Mulai dari peningkatan kunjungan wisatawan, okupansi hotel, aktivitas UMKM, hingga penyerapan tenaga kerja lokal. Tingginya animo masyarakat selama event pun menunjukkan bahwa The Mandalika semakin kuat sebagai destinasi sportainment unggulan Indonesia yang mampu menghadirkan pengalaman motorsport kelas dunia. Ini menjadi bagian dari upaya memperkuat The Mandalika sebagai Indonesia’s Premier Sportainment Destination, ” ujar Troy.


Sementara itu, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association, Priandhi Satria, menyampaikan apresiasi atas dukungan lintas sektor yang berperan besar dalam menyukseskan event tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 di The Mandalika, mulai dari peserta balap, pemerintah, aparat keamanan, media, hingga masyarakat yang hadir meramaikan event ini. Dengan sinergi yang kuat, kami optimis The Mandalika akan terus berkembang sebagai salah satu destinasi motorsport unggulan di kawasan Asia,” ujarnya.


Priandhi juga mengapresiasi partisipasi berbagai tim balap, termasuk dari kategori supporting race seperti Krida Agya Kartini Race, Superstar Sportscar Series, Subaru BRZ Super Series, dan Radical Time Attack. Kehadiran berbagai kelas balapan tersebut dinilai memperkaya pengalaman motorsport di The Mandalika sekaligus menarik minat penonton dari berbagai kalangan.


Keberhasilan GT World Challenge Asia 2026 turut didukung kolaborasi lintas sektor bersama aparat keamanan, regulator, pemerintah daerah, serta berbagai institusi pendukung operasional kawasan dan event internasional. Dukungan itu menjadi bagian penting dalam memastikan penyelenggaraan acara berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh peserta maupun pengunjung.


GT World Challenge Asia 2026 di The Mandalika kian menegaskan posisi Mandalika International Circuit sebagai salah satu venue motorsport strategis di kawasan Asia, yang mampu menghadirkan balapan grand tourer bertaraf internasional dengan standar penyelenggaraan kelas dunia. Kehadiran tim dan pembalap internasional, dukungan penonton yang tinggi, serta atmosfer balapan yang kompetitif menjadi bukti bahwa The Mandalika terus berkembang sebagai destinasi unggulan untuk penyelenggaraan event motorsport internasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di peta sport tourism dunia. (red)

Seksi IDP luncurkan desain publikasi MTQ XXXI NTB 2026

 
Seksi IDP luncurkan desain publikasi MTQ XXXI NTB 2026

OPSINTB.com - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bersama Bagian Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Loteng selaku penanggung jawab Seksi Informasi, Dokumentasi, dan Publikasi (IDP) MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026 resmi meluncurkan desain spanduk, baliho, dan flyer media sosial untuk mendukung publikasi pelaksanaan MTQ yang akan digelar pada 9-15 Juni 2026 di Loteng.


Peluncuran desain publikasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat syiar dan gaung pelaksanaan MTQ XXXI NTB agar semakin dikenal luas oleh masyarakat. Desain baliho dan spanduk yang telah disiapkan dapat diakses secara terbuka melalui tautan https://bit.ly/Baliho_MTQ_2026.


Kepala Diskominfo Loteng, H Lalu Herdan, berharap agar seluruh elemen masyarakat ikut berpartisipasi mempromosikan pelaksanaan MTQ XXXI NTB 2026.


‘’Kami sudah menyiapkan materi baliho, spanduk, dan flyer media sosial yang dapat diakses oleh semua pihak sebagai bahan publikasi agar syiar MTQ pada Juni mendatang semakin besar,’’ ujarnya.


Ia juga mengajak seluruh instansi pemerintah, lembaga, komunitas, hingga masyarakat umum untuk turut memasang baliho dan spanduk di lingkungan masing-masing serta membagikan flyer melalui media sosial sebagai bentuk dukungan menyukseskan MTQ XXXI NTB di Loteng.


Melalui keterlibatan berbagai pihak dalam penyebarluasan informasi dan publikasi, diharapkan pelaksanaan MTQ XXXI NTB 2026 di Loteng dapat berlangsung meriah, sukses, dan memberikan dampak positif bagi syiar Islam serta promosi daerah.

Komisi III DPRD Loteng: Taman Biao harus bebas dari parkir truk ekspedisi

 
Komisi III DPRD Loteng: Taman Biao harus bebas dari parkir truk ekspedisi

OPSINTB.com - Komisi III DPRD Loteng meminta Pemda Loteng khususnya Dinas Perhubungan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menertibkan Taman Biao, Kecamatan Praya dari parkir truk ekspedisi.


Kecelakaan truk ekspedisi bermuatan puluhan ton jagung pada Rabu (6/5) karena rem blong, yang menyebabkan sopir menabrakkan truk ke papan reklame untuk berhenti darurat membuka mata banyak orang bahwa Taman Biao bisa menjadi area rawan.


‘’Apalagi di sana kawasan pendidikan, bahaya bagi para pelajar jika ini tidak dirapikan. Pemprov NTB dan Pemda Loteng harus koordinasi, karena itu jalan provinsi dan juga kabupaten,’’ kata Sekretaris Komisi III DPRD Loteng, Ki Agus Azhar, Jumat (8/6/2026).


Ia menilai penataan jalur di lokasi tersebut wajib dilakukan untuk mengurangi kemacetan dan resiko kecelakaan, seperti insiden truk ekspedisi kemarin.


Menurut eks Kepala Desa Barabali itu, kondisi ini diperparah juga dengan ketiadaan traffic light, yang menyebabkan arus kendaraan sering kacau.


‘’Untuk itu, truk tidak boleh parkir di sana, karena akan mempersempit jalur,’’ katanya.


Ia menambahkan, penataan jalur Taman Biao sangat penting, sebab lokasi ini menjadi pintu gerbang utama masuk Kota Praya. ‘’Itu (Taman Biao) sekaligus citra kabupaten,’’ ucapnya.


Seorang pengusaha transportasi Loteng, Nasrullah, menyayangkan sikap Pemda yang acuh terhadap kondisi lalu lintas di Biao. Ia mengibaratkan Biao seperti Pasar Senen, yang penuh dengan truk parkir setiap hari.


‘’Polisi jaga saja tidak ada,’’ geramnya.


Menurut dia, ruwetnya lalu lintas di Bundaran Biao disebabkan arus kendaraan dari wilayah barat (Praya) ke timur, yang bertemu kendaraan dari arah Kopang yang masuk Kota Praya, sebab memakai satu jalur. Ditambah lagi truk ekspedisi sering parkir di bahu jalan, sehingga menyebabkan jalur menyempit.


‘’Saya tidak mengerti kenapa truk-truk itu diperbolehkan parkir di sana,’’ keluh Nasrullah.


Posisi jalur lingkar Biao disebutnya juga sangat vital. Sebab, menjadi jalur truk ekspedisi dari Pelabuhan Kayangan, yang menuju Lembar atau Mataram.


Sebagai informasi, Taman Biao merupakan salah satu ikon Kota Praya. Jalur sekelilingnya juga sekaligus menjadi pintu masuk ke Kota Praya dan sebagai jalur penting mobilitas kendaraan antar kabupaten. (wan)

07/05/26

Damkartan Loteng bakal tambah pos di setiap kecamatan

 
inas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Lombok Tengah (Loteng) bakal menambah pos pemadam di masing-masing kecamatan.

OPSINTB.com - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Lombok Tengah (Loteng) bakal menambah pos pemadam di masing-masing kecamatan. Penambahan tersebut sebagai tindakan responsif ketika terjadi musibah kebakaran.


‘’Idealnya 12 pos. Satu kecamatan satu pos,’’ kata Kepala Dinas Damkartan Loteng, Supardan saat dikonfirmasi pada Kamis (7/5/2026).


Ia mengatakan, sampai saat ini Damkartan masih mengandalkan empat pos. Di antaranya: Pos Kuta di ITDC, Pos Praya Timur, Pos Batukliang, dan Pos Jonggat. Sementara armada yang tersedia hanya berjumlah tujuh unit.


Dengan keterbatasan tersebut, satu pos bisa mengampu beberapa kecamatan. Sebagai contoh, Pos Praya Timur mengampu Kecamatan Praya Tengah dan Janapria.


‘’Syaratnya satu pos itu dua armada sebenarnya, tetapi kita baru punya tujuh ini,’’ imbuhnya.


Selain keterbatasan armada, Damkartan juga masih mengalami keterbatasan personel. Hanya saja untuk masalah personel, Damkartan merekrut dan melatih relawan di masing-masing kecamatan.


‘’Idealnya satu pos 18 personel. Itu belum terpenuhi, tapi kita latih relawan dan masyarakat. 12 kecamatan itu, insyaallah kita rekrut relawan,’’ ujarnya.


Sebagai informasi, kasus kebakaran di Loteng menjadi yang tertinggi dari 10 kabupaten/kota di NTB. Sampai Mei 2026 saja, kasus kebakaran sudah mencapai 87 kasus.


Dengan kasus terbanyak di Kecamatan Pujut dan Praya Timur. Untuk di Kecamatan Pujut, kasus banyak disebabkan oleh para petani yang membuka lahan dengan cara membakar.


‘’Kalau di Praya Timur kita dapat banyak laporan kebakaran open tembakau,’’ terang Supardan.


Selain akan menambah pos, sebagai langkah antisipasi terhadap serangan api, Damkartan juga rutin melakukan sosialisasi. Terutama kepada para petani yang sedang membuka lahan.


‘’Terutama daerah selatan. Para petani yang membuka lahan untuk tanam jagung,’’ tandasnya. (wan)

Dunia usaha dan mitra nyatakan dukungan terhadap pendidikan inklusif di Loteng

 
Dunia usaha dan mitra nyatakan dukungan terhadap pendidikan inklusif di Loteng
OPSINTB.com - Pemkab Lombok Tengah (Loteng) melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar diskusi lanjutan dalam mendukung pendidikan inklusif bebasis data.

Diskusi bertema ‘’Dukungan CSR untuk Pendidikan Inklusif Berbasis Data Kabupaten Lombok Tengah’’ dilakukan di Ruang Rapat Setda Loteng pada Rabu (6/5/2026).

‘’Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara Pemda, dunia usaha, dan mitra untuk memperkuat dukungan terhadap pendidikan inklusif di Loteng,’’ kata perwakilan Bapperida Loteng, Lalu Winarna.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan menggalang partisipasi masyarakat dalam menyelesaikan persoalan putus sekolah yang masih menjadi tantangan Pemda.

Dengan demikian, Winarna berharap, dukungan terhadap pendidikan inklusif akan semakin kuat, sehingga seluruh anak termasuk yang berkebutuhan khusus bisa memperoleh pendidikan yang layak dan sesuai kebutuhannya.

Asisten I Setda Loteng, Lalu Muliawan, mengatakan Pemkab sepenuhnya mendukung pendidikan inklusif, khususnya dengan penyediaan alat bantu, peningkatan aksesibilitas, dan penguatan kapasitas guru berkebutuhan khusus.

‘’Langkah ini sangat penting untuk memastikan anak-anak berkebutuhan khusus memperoleh layanan pendidikan yang optimal dan sesuai kebutuhan mereka,’’ ujar Muliawan.

Kata dia, anak-anak dengan hambatan fungsional beresiko semakin termarjinalkan dalam pendidikan tanpa dukungan memadai.

Sementara itu, Kabid SD Disdik Loteng, H Jumadi, menjabarkan hasil temuan Program Profil Belajar Siswa (PBS). Dari 9 ribu anak yang telah mengikuti proses skrining awal di berbagai jenjang pendidikan (TK-SMA), ada sekitar 5 ribu anak yang memiliki hambatan fungsional dalam belajar.

Adapun dari hasil skrining lanjutan, sekitar 600 anak membutuhkan intervensi segera. ‘’Agar mereka memperoleh layanan pendidikan sesuai kebutuhan mereka,’’ ucap Jumadi.

Menindaklanjuti temuan tersebut, CSR yang hadir seperti di antaranya: RS Adikarsa mendukung melalui skema UHC. Adapun PDAM Loteng melakukan pendampingan melalui Tulus Angen Community. Selanjutnya ITDC telah memiliki Mandalika Children Learning Center (MCLC). Serta Baznas melalui Program Tastura Peduli.

Dengan diskusi lanjutan itu, akan terbangun sinergi lintas sektor yang semakin kuat dalam menghadirkan pendidikan inklusif yang adil dan responsif terhadap kebutuhan seluruh anak Loteng. (iwn)

06/05/26

Tunjangan sertifikasi guru PAI belum cair, Komisi IV bakal suarakan ke pusat

 
Tunjangan sertifikasi guru PAI belum cair, Komisi IV bakal suarakan ke pusat

OPSINTB.com - Tunjangan profesi guru (TPG) Pendidikan Agama Islam baik PPPK dan PNS pada sekolah dasar negeri (SDN) di Loteng belum dicairkan per Januari 2026. 


Puluhan guru yang tergabung dalam Forum Komunikasi Guru Pendidikan Agama Islam (FK-GPAI) akhirnya mengadukan masalah tersebut ke DPRD Loteng pada Rabu (6/5/2026).


Dalam hearing yang dihadiri pihak Kemenag, Disdik, dan anggota Komisi IV itu, FK-GPAI menyatakan tidak menemukan titik temu terkait masalah itu.


‘’Belum menemukan kesimpulan. Tidak ada hasilnya,’’ kata Koordinator FK-GPAI, Hardi pada wartawan.


Menurut Hardi, pemerintah seharusnya membayar TPG secara berkeadilan atau dibayar per bulan. Dan menurut pengakuan sejumlah guru pada opsintb.com, pembayaran yang dilakukan pemerintah tidak merata. Ada yang sudah dibayar sebulan, dua bulan, bahkan ada yang belum sama sekali.


Adapun TPG, Hardi melanjutkan, pembayarannya variatif, sesuai gaji pokok. ‘’Sekitar 200-an guru yang belum dibayar.’’


H Salim, Kasi Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren Kemenag Loteng menyatakan telah mengusulkan sisa tunggakan gaji ke Kementerian Agama. Ia menyebut, masalah ini tidak hanya terjadi di Loteng, tetapi di kabupaten/kota lain se-Indonesia.


‘’Ini berlaku nasional. Bukan Loteng saja,’’ tegas Salim.


Ia mengemukakan, masalah ini sedang menjadi pembahasan pemerintah pusat. Oleh sebab itu, Salim meminta para guru menunggu dan sabar.


Adapun kebutuhan Kemenag Loteng untuk membayar gaji guru selama setahun mencapai Rp21,7 miliar. ‘’Sudah diusulkan per 31 Desember 2025,’’ tutup Salim.


Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Loteng, Wirman Hamzani, menyebut siap memperjuangkan sertifikasi FK-GPAI Loteng yang belum dibayar.


‘’Kalau bisa kami kawal sampai ke pusat. Perlu pendampingan dari Komisi IV? Kami siap!’’ tegasnya.


Perihal pernyataan Kemenag mengenai belum cairnya anggaran untuk pembayaran sertifikasi, kata Hamzan, adalah alasan yang tidak mendasar. Secara administrasi, menurut dia, Kemenag sudah bekerja sesuai prosedur: bersurat ke pemerintah pusat terkait penunggakan masalah gaji.


Hanya saja, Kemenag tidak mengawal masalah ini secara langsung. ‘’Tapi pengawalan sampai sejauh mana? Maksimal tidak koordinasi dengan pemerintah pusat? Itu yang kami harapkan,’’ sesal Hamzan.


Komisi IV dan FK-GPAI akan terus berkoordinasi mengawal masalah ini. ‘’Kasihan guru-guru kita ini,’’ tutup Hamzan. (wan)

Hendak pulang sekolah, bocah 7 tahun dinodai kakek 56 tahun di area pemakaman

 
Hendak pulang sekolah, bocah 7 tahun dinodai kakek 56 tahun di area pemakaman

OPSINTB.com - ​Senin siang sekitar 11.00 Wita, 4 Mei 2026 kemarin, seharusnya menjadi waktu bahagia bagi bocah perempuan 7 tahun.   Menikmati waktu istirahat sepulang sekolah. 


Seperti hari-hari biasa, bocah perempuan itu melangkah dengan riang, menyusuri jalan desa dikawasan Montong Gading, Lombok Timur. 


Namun, ketenangan siang itu mendadak hancur, berubah menjadi mimpi buruk yang mungkin akan membekas panjang dalam ingatan bocah tersebut.


​Siang itu, langkah kecilnya terhenti. Seorang pria paruh baya berusia 56 tahun inisial AK yang selama ini dikenal sebagai petani, muncul dengan niat keji. 


Tanpa belas kasihan, kakek ini menghadang langkah anak 7 tahun itu. Bukan sekadar menghalangi langkah, AK mengeluarkan ancaman yang membuat nyali korban itu ciut seketika. 


Bukan hanya dengan ucapan ancaman itu datang. Tapi sebuah sabit ditangan pelaku menghadap ke wajah korban. 


Anak umur segitu, dihadapi peristiwa semacam itu yang ada hanya perasaan terancam. 


Dalam kondisi ketakutan, korban tak berdaya ketika pelaku menyeretnya menjauh dari jalan umum, menuju ke area pemakaman yang sepi.


​Di tempat yang sunyi dan jauh dari jangkauan pandangan warga itulah pelaku melancarkan aksi bejatnya dengan memegang serta menggigit bagian payudara korban dibalik pakaiannya. 


Tidak berhenti di situ, pelaku kemudian membuka celana korban dan memasukkan jarinya ke dalam kemaluan korban. Setelah melampiaskan nafsunya, pelaku membiarkan korban pergi.


Sesampainya di rumah, korban tidak lagi ceria. Membuat orang tua anak perempuan itu curiga.


Singkat cerita, kejadian itu dikethaui oleh orang tua korban. Tak mau berlama-lama pelaku dilaporkan atas tindak kejahatan tersebut ke SPKT Polres Lombok Timur pada pukul 15.00 Wita.


​Merespons laporan tersebut, Tim Opsnal Polres Lombok Timur bergerak cepat melakukan penyelidikan dan pengejaran. Pelaku akhirnya berhasil diamankan di rumahnya pada pukul 19.30 Wita.

​Kasat Reskrim Polres Lotim, Iptu Arie Kusnandar, membenarkan bahwa saat ini tersangka telah mendekam di balik jeruji besi. 


Ia menegaskan, pihaknya tidak akan menoleransi tindakan asusila, apalagi terhadap anak di bawah umur.


​“Saat ini pelaku telah diamankan di Polres Lombok Timur. Kami berkomitmen untuk memproses kasus ini sesuai aturan hukum yang berlaku. Yang terpenting sekarang adalah memastikan korban mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang tepat untuk memulihkan traumanya,” ucap Arie dengan nada tegas. (zaa)

Diperiksa Jaksa, Sekda Loteng irit bicara

 
Diperiksa Jaksa, Sekda Loteng irit bicara

OPSINTB.com - Sebuah Toyota Fortuner berjalan pelan memasuki Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah (Loteng). Seorang ajudan berbadan tegap sigap membuka pintu mobil. Tak berselang lama, Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng, H Lalu Firman Wijaya (LFW) keluar dari dalam Kantor Kejaksaan. 


LFW hari ini, Selasa (5/5/2026) memenuhi panggilan Jaksa untuk diperiksa sebagai saksi dugaan korupsi pengadaan truk sampah pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan pengelolaan APBDes. LFW diperiksa kurang lebih lima jam.


Saat dikonfirmasi wartawan, LFW irit bicara. ‘’Nanti tanya penyidiknya,’’ ujar LFW. Ia juga enggan menjawab pertanyaan wartawan perihal tahun pengadaan dump truk tersebut. ‘’Saya lupa,’’ jawab LFW.


Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen Kejari Loteng, Alfa Dera membenarkan bahwa LFW dipanggil dengan kapasitas sebagai saksi oleh Penyidik Tindak Pidana Khusus.


Kata Alfa Dera, LFW diperiksa langsung Kasi Jampidsus Dimas Praja Subroto. Sebagaimana keterangan penyidik, ujar Alfa Dera, LFW diperiksa terkait pengadaan dump truk.


LFW, jelas dia, dicecar puluhan pertanyaan. ‘’Nanti untuk informasi teknisnya akan kami sampaikan setelah informasi dari Seksi Jampidsus,’’ jelas dia.


Pihaknya menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, tetapi sepanjang bersangkutan masih dibutuhkan keterangannya, maka kapasitasnya sama di mata hukum.


Selain LFW, pada hari yang sama, Kejaksaan juga memanggil eks Kepala DLH, Amir Ali. Berbeda dengan LFW, Amir Ali hanya diperiksa sebentar lalu pergi meninggalkan Kantor Kejaksaan.


‘’Memang dalam beberapa hari ini, dalam rangka pemberkasan percepatan seluruh perkara penyidikan yang telah kami tangani, telah memanggil beberapa saksi-saksi,’’ terangnya.


Terkait penetapan calon tersangka, Kejaksaan belum berani memutuskan siapa saja yang terlibat. ‘’Yang pasti jika sudah ada perbuatan melawan hukum, kemudian sudah ada kerugian negara tentu akan diputuskan siapa yang bertanggung jawab.’’


‘’Sepanjang didukung dengan dua alat bukti, semuanya sama di mata hukum,’’ tegas Alfa Dera. (wan)

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama