Lombok Tengah

11/02/26

Pemkab Loteng gelar Musrenbang Tematik Pendek sebagai rumusan perencanaan pembangunan pendidikan daerah

 
Pemkab Loteng gelar Musrenbang Tematik Pendek sebagai rumusan perencanaan pembangunan pendidikan daerah

OPSINTB.com - Merumuskan arah perencanaan pembangunan pendidikan daerah, Pemkab Loteng mengadakan Musrenbang Tematik Pendidikan di ruang rapat kantor bupati setempat, Rabu (11/2/2026).


Kepala Bidang AP2M Bapperida Loteng, Sri Mulyani Widiastuti, menyatakan Musrenbang Tematik Pendidikan yang kedua ini merupakan bentuk perencanaan kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak yang perduli terhadap pendidikan.


‘’Forum ini menjadi wadah berbagi informasi, mengidentifikasi permasalahan, serta merumuskan langkah strategis untuk meningkatkan akses dan mutu layanan pendidikan di Loteng,’’ katanya.


Sementara itu, Wabup Loteng, H Muhammad Nursiah, menegaskan pendekatan tematik menuntut analisis yang serius terhadap akar persoalan pendidikan. Nursiah mengajak seluruh stakeholder, khususnya kepala sekolah dan guru aktif berdiskusi demi merumuskan solusi yang tepat bagi pembangunan pendidikan di daerah ini.


‘’Musrenbang sebagai momentum strategis untuk membuka isu-isu aktual pendidikan berbasis fakta lapangan,’’ tegasnya.


Dia menambahkan, ‘’Pentingnya penyusunan usulan prioritas yang selaras dengan kapasitas daerah dan kebijakan yang berlaku agar dapat diimplementasikan secara efektif.’’


Acara dihadiri perwakilan Program Inovasi Provinsi NTB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, BPMP, Balai Bahasa NTB, BPTK, NU, Universitas Mataram, Baznas, pengawas, kepala sekolah, guru, serta para kepala OPD lingkup Pemkab Loteng. (wan)

PDAM Tiara dan Kejari Loteng perpanjang MoU Datun

 
PDAM Tiara dan Kejari Loteng perpanjang MoU Datun

OPSINTB.com - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Ardhia Rinjani (Tiara) Loteng dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Loteng memperpanjang kerjasama bidang Perdata dan tata usaha negara (Datun), Selasa (10/2/2026). 


Perpanjangan kerjasama ini sebagai bentuk komitmen PDAM Tiara dalam memperkuat tata kelola perusahaan yang bersih, transparan, dan berintegritas.


‘’MoU ini bertujuan memastikan seluruh operasional dan kebijakan PDAM tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku sekaligus sebagai bagian dari penguatan implementasi prinsip tata kelola pemerintahan yang baik di lingkungan BUMD penyedia layanan air bersih,’’ kata Dirut PDAM Tiara Loteng, Bambang Supratomo.


Dia menegaskan, sinergi dengan Kejari Loteng merupakan langkah strategis untuk menjaga profesionalisme perusahaan. Dia juga memandang kerjasama ini sebagai bentuk penguatan sistem.


‘’Ini bukan sekadar MoU di atas kertas, tetapi menjadi instrumen penting agar setiap kebijakan, kontrak, dan program PDAM benar-benar sesuai dengan regulasi yang berlaku,’’ katanya lagi.


Dijelaskan, dalam pengelolaan BUMD, potensi resiko hukum selalu ada, terutama dalam aspek pengadaan, kerjasama bisnis, dan pelayanan publik. Oleh karenanya, MoU ini untuk memastikan bahwa semua langkah strategis PDAM aman secara hukum.


‘’Dengan pendampingan dari Kejari, kami merasa lebih percaya diri dalam mengambil keputusan yang berdampak besar bagi pelayanan masyarakat,’’ ujar pria penyandang gelar Magister Manajemen itu.


Kepala Kejari Loteng, Putri Ayu Wulandari berharap kerjasama ini bisa meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum seluruh jajaran PDAM Tiara, sehingga dalam melaksanakan tugas dan fungsi perusahaan; dapat berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan.


‘’Serta meminimalisir potensi permasalahan hukum di kemudian hari,’’ singkatnya. (iwn)

10/02/26

TC terpusat LPTQ dimulai, Bupati Loteng tiupkan semangat juara menuju MTQ NTB 2026

 
TC terpusat LPTQ dimulai, Bupati Loteng tiupkan semangat juara menuju MTQ NTB 2026

OPSINTB.com - Suasana khidmat dan penuh semangat mewarnai pembukaan Training Center (TC) Terpusat Tahap I LPTQ Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) yang digelar di Halaman Sekretariat LPTQ Loteng, Selasa (10/2/2026). TC yang dijadwalkan berlangsung hingga 15 Februari 2026 ini menjadi tonggak awal pembinaan intensif kafilah Loteng menuju ajang MTQ tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Tahun 2026.


Kegiatan resmi dibuka oleh H Lalu Pathul Bahri, Bupati Loteng sekaligus Ketua Umum LPTQ Loteng. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa TC bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang penggemblengan karakter, mental, dan kualitas keilmuan peserta.


''TC ini adalah tempat menempa diri. Di sinilah kesungguhan diuji, disiplin dibangun, dan mental juara dipersiapkan. Kalian adalah putra-putri terbaik Lombok Tengah yang membawa amanah besar: menjaga kehormatan daerah melalui prestasi dan akhlak,'' ujar Bupati Pathul Bahri dengan penuh penekanan.


Ia berharap seluruh peserta TC mampu memanfaatkan waktu pelatihan secara maksimal, mengikuti arahan pelatih dengan penuh kedisiplinan, serta menjaga niat dan keikhlasan dalam berproses.


''Jangan hanya menargetkan juara, tetapi jadilah pribadi Qur'ani yang berilmu, beradab, dan berakhlak mulia. Prestasi akan mengikuti mereka yang bersungguh-sungguh,'' tambahnya.


Rangkaian acara pembukaan diawali dengan pra-acara pembacaan shalawat yang dipimpin Ustadz Masriadi bersama tim, menciptakan suasana religius yang menenangkan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh qori dan qoriah peserta TC anak-anak terbaik Loteng yang menegaskan kekuatan regenerasi dan potensi daerah dalam syiar Al-Qur'an.


TGH Sabarudin Abdurrahman, Ketua Harian LPTQ Kabupaten Loteng menyampaikan TC Terpusat Tahap I dirancang sebagai tahap awal pembinaan terstruktur, terukur, dan berkelanjutan, guna memastikan kesiapan teknis maupun mental peserta sebelum memasuki tahap seleksi dan pemusatan lanjutan.


Dengan dimulainya TC Terpusat Tahap I ini, LPTQ Loteng menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan qori dan qoriah berprestasi, sekaligus membangun generasi Qur'ani yang membanggakan daerah, agama, dan bangsa. (wan)

Bupati Pathul tekankan terbentuknya KIM di setiap desa

 
Bupati Pathul tekankan terbentuknya KIM di setiap desa

OPSINTB.com - Bupati Lombok Tengah (Loteng), H Lalu Pathul Bahri menekankan pentingnya setiap desa di Loteng memiliki Komunitas Informasi Masyarakat (KIM). KIM, menurut dia, hadir sebagai ruang kolaborasi untuk menyebarkan informasi yang akurat, mendidik, dan bermanfaat.


''Mari bersama membangun desa yang melek informasi, aktif, dan berdaya saing melalui pembentukan KIM di setiap desa!'' seru Pathul Bahri, Selasa (10/2/2026).


Kata Pathul, KIM akan mendukung informasi publik dan meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan penyebaran informasi yang positif, berdasarkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kemitraan Komunikasi Publik dengan KIM.


''Makanya kami di Pemkab mendorong terbentuknya KIM di seluruh desa/kelurahan,'' tambahnya.


Dijelaskan, KIM merupakan kelompok yang dibentuk oleh, dari, dan untuk masyarakat secara mandiri dan kreatif, yang berfungsi sebagai mitra pemerintah dalam menyebarluaskan informasi pembangunan, menampung, dan menyampaikan aspirasi masyarakat, serta menjadi jembatan komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat.


''Maksud dari pembentukan KIM adalah sebagai upaya penguatan kelembagaan informasi di tingkat masyarakat guna memperkuat literasi digital, partisipasi publik, dalam pembangunan dan menangkal penyebaran informasi yang tidak benar (hoaks) di tengah masyarakat,'' katanya.


Dikatakan, sebagai instrumen komunikasi dua arah, KIM berperan menjamin arus informasi dari pemerintah kabupaten tersampaikan secara akurat hingga ke tingkat desa. 


Sebaliknya, KIM bertugas menghimpun aspirasi dan potensi lokal dari tingkat terbawah untuk diteruskan kepada Pemda, sehingga tercipta sinergi informasi yang sistematis antara kebijakan pemerintah daerah dan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.


''Kami mengimbau kepada seluruh kepala desa/lurah untuk membentuk KIM di desa dan kelurahan masing-masing,'' tegasnya. (wan)

08/02/26

Festival Bau Nyale 2026, the power of a legend

 
Bau nyale 2026

OPSINTB.com - Festival Bau Nyale 2026 kembali digelar di Pantai Seger, Kuta Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, sebagai agenda tahunan pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengangkat nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Sasak.


Festival yang berakar pada legenda pengorbanan Putri Mandalika ini menjadi daya tarik utama wisatawan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Ribuan masyarakat dari berbagai daerah di NTB berbaur bersama wisatawan mancanegara memadati kawasan Pantai Seger sejak siang hari.


Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal dalam sambutannya menyampaikan bahwa nilai pengorbanan Putri Mandalika merupakan kearifan lokal yang relevan dalam mendukung pembangunan daerah.


‘’Pengorbanan seperti yang dilakukan Putri Mandalika dalam legenda adalah kearifan lokal yang mengiringi doa kita dalam membangun NTB yang makmur dan mendunia,” ujar Gubernur.

Meski sejumlah rangkaian acara tidak dapat ditampilkan akibat kondisi cuaca, Festival Bau Nyale 2026 tetap berlangsung meriah. Pembukaan dengan kesenian tradisi Betandak menghadirkan suasana khas budaya Sasak dan menghidupkan kembali makna tradisi Bau Nyale sebagai ritual masyarakat pesisir.


Antusiasme pengunjung juga tercermin dari berbagai testimoni. Mak Ace (65), warga Kabupaten Lombok Utara, mengaku sengaja datang bersama keluarga untuk menikmati suasana festival sekaligus menyaksikan tradisi Bau Nyale.


‘’Sambil liburan bersama keluarga, kami juga ingin melihat langsung tradisi menangkap nyale,” ujarnya.

Sementara itu, Christina (30), wisatawan asal Prancis, mengaku tertarik menghadiri Festival Bau Nyale setelah mendengar kisah Putri Mandalika saat berlibur di kawasan Kuta Mandalika.


‘’Saya belum pernah mendengar Festival Bau Nyale sebelumnya. Setelah mengetahui ceritanya dan berada di Kuta, saya tertarik datang untuk melihat langsung tradisinya,” katanya.


Festival Bau Nyale 2026 diharapkan terus menjadi sarana pelestarian budaya, penguatan sektor pariwisata, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Lombok Tengah dan Nusa Tenggara Barat. (iwn)

Bupati Pathul: Karnaval Siyu Putri Mandalika mengajarkan tentang keberagaman

 
Bupati Pathul: Karnaval Siyu Putri Mandalika mengajarkan tentang keberagaman

OPSINTB.com - Karnaval Siyu Putri Mandalika digelar pada Jumat, 6 Februari 2026 di kawasan Kuta Beach Park The Mandalika Lombok Tengah (Loteng). Acara tahunan untuk menyambut event Bau Nyale ini sukses memikat ribuan penonton, baik lokal maupun mancanegara yang sedang berlibur di Mandalika.


Bau Nyale sendiri, berdasarkan hasil Sangkep Warige akan dilaksanakan pada 7-8 Februari, yang puncaknya akan digelar malam ini di Pantai Seger.


Bupati Loteng, H Lalu Pathul Bahri, yang datang langsung dari Mataram usai menghadiri rapat internal Partai Gerindra menegaskan pesan Presiden RI Prabowo Subianto guna memanfaatkan momen ini untuk melakukan bersih-bersih pantai.


‘’Dihajatkan untuk bersih-bersih pantai. Kebetulan kita dekat pantai. Seluruh anak SMA, TNI/Polri harus bersih-bersih pantai besok, agar orang nyaman datang ke tempat kita,’’ kata Pathul Bahri.


‘’Karena itu, ini penting kami sampaikan. Besok, TNI/Polri dan Pemda dari ujung timur sampai barat, kita bagi-bagi.’’


Dikatakan, budaya Bau Nyale ini harus dikembangkan. Oleh karena itu, pihaknya sedang memikirkan pola yang tepat, karena budayalah yang mampu menggerakkan pariwisata.


‘’Pola apa yang harus kita tampilkan, kita lakukan, kita kerjakan sampai menemukan yang tepat. Maka budaya ini kalau kemarin kita adakan di Praya, maka hari ini kita adakan di Kuta,’’ papar Pathul.


Karnaval Siyu Putri Mandalika menampilkan parade seribu Putri Mandalika yang tampil mempesona, dengan balutan busana khas Suku Sasak. Seribu Putri Mandalika yang mengikuti karnaval merupakan utusan dari 12 kecamatan di Loteng.


Putri Mandalika/Nyale, sebut Pathul, mengajarkan tentang keadilan. Putri Nyale bahkan sampai menceburkan diri ke laut karena tidak mampu mengambil sikap atas banyaknya raja yang meminang.


‘’Maka demi keadilan dan bisa dicicipi oleh masyarakat banyak, dia rela tidak menikah dan menceburkan diri ke laut untuk dicicipi oleh masyarakat Loteng,’’ sebut Pathul.


Adapun pakaian adat yang digunakan dalam Karnaval Siyu Putri Mandalika yang beraneka ragam, mengajarkan masyarakat tentang keberagaman, menghormati sesama dengan tidak membedakan suku, agama, dan ras.


Pathul mengajak masyarakat untuk memeriahkan malam puncak Bau Nyale yang akan dimeriahkan artis ibukota dan iringan band lokal.


‘’Momen ini harus ditunggu dengan hiburan dari artis ibukota, karena memang acara ini sampai dini hari. Maka untuk menghibur masyarakat, kami siapkan artis dan band,’’ pungkasnya. (wan)

06/02/26

Target juara lagi, LPTQ Loteng susun jadwal pemusatan latihan

 
Target juara lagi, LPTQ Loteng susun jadwal pemusatan latihan

Foto: TGH Sabarudin Abdurrahman (baju putih) saat berbincang dengan Sekda Loteng, H Lalu Firman Wijaya membahas pemusatan latihan.


OPSINTB.com – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Loteng mulai ambil ancang-ancang mengejar target juara MTQ Tingkat Provinsi NTB 2026, dengan telah ditetapkannya jadwal pemusatan latihan bagi para kafilahnya.


‘’Ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh proses pembinaan berjalan terarah, terukur, dan berkelanjutan untuk mencapai target juara,’’ kata Ketua Harian LPTQ Loteng, TGH Sabarudin Abdurrahman, Jumat (6/2/2026).


Kata Sabarudin, adapun pemusatan latihan akan dilaksanakan dalam empat tahap. Pertama, dijadwalkan pada 10-15 Februari di Sekretariat LPTQ Loteng. Kedua, berlangsung 1-7 April dan dipusatkan di salah satu hotel. Ketiga, 1-6 Mei di Sekretariat LPTQ Loteng.


‘’Tahap keempat, atau tahap pemantapan akhir dilaksanakan pada 2-7 Juni di Hotel Swiss Beltcourt,’’ imbuh salah satu qari kebanggaan Loteng itu.


Dia menambahkan, keputusan pemusatan latihan tersebut telah bersifat final dan menjadi pedoman resmi bagi seluruh koordinator bidang dalam menyiapkan aspek teknis, administratif, serta kebutuhan pendukung pelaksanaan pelatihan.


Loteng akan menjadi tuan rumah MTQ Tingkat Provinsi NTB 2026. Sebagai tuan rumah, Loteng sudah mempersiapkan beberapa venue, dengan venue utama Bencingah Agung.


Selain itu, beberapa venue lain berlokasi di Poltekpar Lombok, Kampus IPDN NTB, Masjid Agung Praya, kantor bupati, dan di Mandalika.


‘’Khusus Mandalika, kami minta supaya ada kegiatan di sana. Sambil para kafilah dari daerah lain berwisata,’’ ucap Bupati Loteng, H Lalu Pathul Bahri pada opsintb.com.


Tak tanggung-tanggung, MTQ kali ini diperkirakan akan menghadirkan 1.000 orang kafilah dari 10 kabupaten/kota. Hal ini tentunya akan mendongkrak perekonomian Loteng, dan ditargetkan perputaran uang mencapai miliaran rupiah.


‘’Hotel-hotel akan terisi dan UMKM kita berjalan,’’ pungkas Pathul.

SPPG Ketangga Desa Sukarara utamakan serap relawan dusun setempat

 
SPPG Ketangga Desa Sukarara utamakan serap relawan dusun setempat

Foto: Pengelola SPPG Ketangga, Rianim (kanan) tunjukkan progres pembangunan dapur MBG. (wan/opsintb)


OPSINTB.com - Serapan tenaga kerja melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ketangga Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Loteng menunjukkan tren positif. Kendati belum dibuka, SPPG Ketangga telah mempekerjakan 20 orang lebih tenaga kerja, yang terdiri dari tukang bangunan, tukang listrik, dan tukang sumur bor.


‘’Jumlahnya kurang lebih 20-an orang, dan kemungkinan bisa bertambah,’’ kata pengelola SPPG Ketangga, Rianim pada wartawan, Rabu (4/2/2026).


Selain pekerja bangunan, SPPG Ketangga sudah mulai melakukan rekrutmen relawan, yang di mana para relawan berasal dari warga sekitar Dusun Ketangga. Rianim bilang, rekrutmen warga sekitar merupakan bentuk kepedulian SPPG Ketangga terhadap warganya; agar mereka yang terpilih dapat bekerja serta memiliki penghasilan.


‘’Warga di sini yang kami manfaatkan. Jadi, mereka senang dan merasa terbantu.Di samping kami juga berniat agar mereka bisa menjaga keberadaan SPPG ini,’’ imbuhnya.


Pihaknya menentukan kriteria bagi para relawan SPPG. Di mana yang diterima bekerja adalah warga kelahiran tahun 1977 ke atas atau masih berumur di bawah 50 tahun. ‘’Ya, maksimal 50 tahunlah,’’ ujarnya.


Menurut perkiraannya, pengerjaan SPPG Ketangga dapat selesai sebelum memasuki bulan Ramadhan, dan bisa mulai beroperasi sebelum memasuki lebaran 2026. Pihaknya menargetkan dapat menyalurkan makan bergizi gratis (MBG) kepada 1.600 penerima manfaat.


‘’Bukan di Sukarara saja, tapi sampai ke luar desa, seperti Desa Ungga,’’ harapnya.


Kepala Dusun Ketangga, Sunardi menyebut, serapan tenaga kerja warganya di SPPG tersebut mencapai 85 persen. ‘’Alhamdulillah, diambil dari warga kami semua. Insyaallah relawannya juga warga kami besok,’’ sebutnya.


Sunardi bersyukur warganya kini dapat bekerja ditempat yang layak serta memperoleh penghasilan yang baik. ‘’Alhamdulillah, kata pemiliknya; relawannya dari sini semua besok, kecuali ahli gizi,’’ tukas Sunardi. (wan)

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama