OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

26/02/26

Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati salurkan bantuan stimulan perumahan swadaya di Lombok

 
Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati salurkan bantuan stimulan perumahan swadaya di Lombok

OPSINTB.com - Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, melaksanakan giat reses di Kabupaten Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dengan agenda utama menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) kepada masyarakat.  


Sebagai Wakil Ketua DPR RI yang membidangi Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan, Sari Yuliati menegaskan bahwa program BSPS merupakan wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui perbaikan rumah tidak layak huni. Dengan pendekatan pemberdayaan, masyarakat didorong menjadi aktor utama dalam pembangunan rumahnya secara swadaya, mulai dari perbaikan atap, lantai, dan dinding (ALADIN), hingga memastikan standar keamanan dan sanitasi terpenuhi.  


Dalam sambutannya, Sari Yuliati menekankan bahwa program BSPS bukan hanya sekadar pembangunan fisik rumah, tetapi juga sarana memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial.  


“Melalui semangat gotong royong, program ini tidak hanya membangun fisik rumah, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Dari daerah, aspirasi diperjuangkan; dari pusat, kebijakan dihadirkan demi NTB yang semakin maju dan warga yang semakin sejahtera,” ujar Sari, Kamis (26/2/2026).


Senyum para penerima manfaat menjadi bukti nyata bahwa program ini membawa harapan baru bagi masyarakat. Sari menambahkan, hal tersebut menjadi semangat dan penguat langkah untuk terus memperjuangkan aspirasi rakyat, khususnya dalam menghadirkan hunian yang layak dan bermartabat.  


Dengan adanya BSPS, diharapkan masyarakat Lombok dan NTB secara keseluruhan dapat menikmati hunian yang lebih sehat, aman, dan nyaman, sekaligus memperkuat fondasi kesejahteraan sosial di daerah. (red)

Ranwal RKPD Loteng 2027 mulai dibahas

 
Ranwal RKPD Loteng 2027 mulai dibahas

OPSINTB.com - Rancangan awal (Ranwal) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Lombok Tengah (Loteng) 2027 telah mulai dibahas. Pembahasan berlangsung di ballroom kantor bupati setempat, Kamis (26/2/2026).


Tema RKPD 2027 adalah “Penguatan Transformasi Masmirah” dalam artian RPJMD 2027 akan diarahkan pada eksekusi program prioritas secara menyeluruh. Pemda mengimplementasikan program unggulan lintas sektor dengan pendekatan inklusif dan berbasis masyarakat.


‘’Contohnya perluasan cakupan layanan pendidikan, kesehatan dan sosial dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat,’’ terang Bupati Loteng, H Lalu Pathul Bahri saat dikonfirmasi usai membuka acara.


Kata dia, rencana kerja Pemda pada 2027 mendatang harus mulai dibahas dari sekarang. Sebagai salah satu contoh; rencana pembangunan Batalyon Tempur di Kecamatan Praya Barat harus dipikirkan infrastruktur pendukungnya dari sekarang.


‘’Sedetail-detailnya harus dipikirkan,’’ kata Pathul.


Selain itu, Pathul melanjutkan, kebutuhan 500 orang prajurit yang akan ditempatkan di batalyon, seperti sembako dan kebutuhan lainnya harus dipersiapkan secara baik, karena secara tidak langsung kehadiran para prajurit akan berdampak terhadap perekonomian Loteng sendiri.


‘’Misalkan kita pasok beras, sayur, dan bahan pokok lainnya ke mereka. Tentu ini akan meningkatkan perekonomian para petani kita ke depan,’’ imbuhnya.


‘’Utamanya, kata dia, rencana pembangunan 2027 akan berprioritas pada program jangka panjang,’’ demikian Pathul.


Sementara itu, Wabup Loteng HM Nursiah menyampaikan, rancangan awal 2027 masih melihat rancangan awal 2026. Kemudian, apa yang menjadi kekurangan akan disinkronkan dengan RKPD tahun sebelumnya.


‘’Sinkronisasi Pemda Loteng dengan pemerintah pusat, yang programnya di tempatkan di Loteng segera menyesuaikan kaitannya dengan itu,’’ ujar Wabup singkat.


Adapun beberapa prioritas pembangunan daerah Loteng 2025-2029 adalah peningkatan kualitas daya saing SDM, reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan, ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan, pemerataan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, dan penguatan modal sosial, budaya dan harmoni masyarakat. (wan)

Bupati Pathul sebut dirugikan dari banjir yang terjadi di Kuta

 
Bupati Pathul sebut dirugikan dari banjir yang terjadi di Kuta

OPSINTB.com - Bupati Lombok Tengah, H Lalu Pathul Bahri mengatakan, merasa dirugikan dari kejadian banjir yang melanda wilayah Kuta, Kecamatan Pujut kemarin. Dirugikan yang dimaksud bupati dua periode tersebut adalah karena para investor yang membeli tanah pegunungan dari warga kemudian membangun villa dan hotel tidak pernah melapor ke pemda setempat.


‘’Gunung-gunung itu kan tanahnya masyarakat. Kami tidak tahu masyarakat sudah menjual ke siapa dan kapan dijual. Inilah penyebabnya (banjir). Kami jengkel dan dirugikan,’’ kata Pathul Bahri pada wartawan, Kamis (26/2/2026).


Terkait itu, pihaknya bakal segera memanggil para investor untuk melakukan inventarisir. Kendati demikian, Pathul mengaku telah turun lapangan meninjau kerusakan yang ditimbulkan banjir kemarin.


‘’Kemarin kami langsung turun. Kami minta orang-orang yang punya ekskavator untuk membantu membersihkan sidemen lumpur,’’ aku Pathul.


Dia memaklumi bahwa kejadian ini adalah bagian dari pesatnya pembangunan di Kuta Mandalika. Selain itu, Pathul melanjutkan, kejadian ini disebabkan oleh intensitas hujan yang berlangsung terus menerus selama lima hari.


Adapun banjir yang melanda beberapa wilayah di Lombok Tengah kemarin menyebabkan sebanyak 1.500 kepala keluarga terdampak. Dari rumah terendam banjir hingga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.


‘’Itu banyak di Kecamatan Praya Timur dan di Pujut. Kemudian di lokasi-lokasi yang berdekatan dengan dua wilayah tersebut,’’ ucapnya.


Suami dari Hj Nurul Aini tersebut menambahkan, bakal melakukan langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terjadi di kemudian hari. Pathul sangat berharap masyarakat juga sadar bahwa menjaga lingkungan tidak harus dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi masyarakat juga harus berperan aktif.


‘’Kami harap masyarakat menanamkan jiwa kebersamaan, kesadaran; bahwa lingkungan ini adalah milik kita bersama untuk dijaga,’’ tandas Ketua DPD Gerindra NTB itu. (wan)

Anggota DPR RI Fraksi NasDem, H Fauzan Khalid serap aspirasi masyarakat

 
Anggota DPR RI Fraksi NasDem, H Fauzan Khalid serap aspirasi masyarakat

OPSINTB.com - Anggota DPR RI Fraksi NasDem, H Fauzan Khalid terus menyerap aspirasi masyarakat di daerahpemilihan Pulau Lombok. Pada masa reses kali ini. sejumlahwarga mendatangi rumah aspirasi di Desa Sandik, KecamatanBatu Layar, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Rabu (25/02/2026).


Sebagian besar masyarakat, mendatangi rumah aspirasiFauzan Khalid, untuk meminta bantuan renovasipembangunan masjid, pondok pesantren dan sekolah. Namun,ada juga masyarakat yang meminta bantuan alat-alat pertaniandan peralatan untuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang akan digunakan untukpemberdayaan masyarakat pedesaan.


Salah seorang warga Desa Bengkaung, H Junaidi, mengaku, mendatangi rumah aspirasi, mengajukan permohonan bantuan pengembangan teras Masjid Nurul Hidayah, Desa Bengkaung, Batu Layar, Lombok Barat. Permohonan bantuan disampaikandalam bentuk proposal dan diterima langusng Tenaga Ahli, mewakili Anggota Komisi II, H Fauzan Khalid, Rabu malam(25/02/2026).


Junaidi, yang juga Ketua Pembangunan Masjid Desa Bengkaung berharap ada bantuan pengembangan, agar masjid bisa menampung jamaah lebih banyak lagi. Fauzan, yang terpilih dari daerah pemilihan (dapil) Pulau Lombok, mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti semua aspitasimasyarakat melalui serangkaian tiundakan konkret, baikmelalui jalur resmi penganggaran pemerntah, maupun bantuansosial di lapangan.


Fauzan, Bupati Lombok Barat dua periode (2016-2024), mengatakan, pihaknya akan segera melakukan berbagailangkah konkret membantu masyarakat, baik bantuanpengembangan tempat ibadah, pondok pesantren, maupunpemberdayaan UMKM di pedesaan, agar ekonomi masyarakatterus bergerak maju, “Tentu, ini keharusan bagi saya sebagai wakil rakyat, apalagisaya terpilih dari dapil Pulau Lombok. Saya harusmenjembatani aspirasi masyarakat, karena ini amanah. Insyaalah, akan direalisasikan untuk kebaikan dan kebermanfaatan masyarakat di Lombok, khususnya, dan semua masyarakat NTB, secara keseluruhan,” katanya.


Berbagai kegiatan akan dilakukan Fauzan Khalid, Ketua KPU NTB periode 2008-2013 ini pasa masa reses, masa persidangan III Tahun Sidang 2025-2026, 20 Februari sampaidengan 9 Maret 2026 ini. Diantaranya, menggelar kegiatansafari ramadhan dan akan menemui warga pada kegiatanshalat Jumat, sekaligus dimanfaatkan untuk menyerap aspirasimasyarakat. 


Fauzan juga akan mendatangi sejumlah pondok pesantrenbersilaturrahmi dan memberikan bantuan. Agenda lainnnya, akan bertemu para konstituen dan pemberian santunan anakyatim. (red)

25/02/26

Langkah strategis Gubernur Iqbal naikkan kelas pendidikan di NTB

 
Langkah strategis Gubernur Iqbal naikkan kelas pendidikan di NTB

OPSINTB.com - Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di jenjang SMA, SMK, dan SLB yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.


Dalam upaya penyegaran dan peningkatan mutu pendidikan, Iqbal mengakui pihaknya melakukan rotasi kepala sekolah, terutama bagi yang telah menjabat lebih dari 15 tahun. Langkah tersebut, menurutnya, bukan bersifat personal, melainkan untuk menghadirkan suasana dan semangat baru di lingkungan sekolah.


“Saya tidak punya kepentingan pribadi. Saya tidak kenal satu pun kepala sekolah. Ini semata-mata untuk memperbaiki kualitas SMA, SMK, dan SLB,” tegas Gubernur Iqbal saat meresmikan Ruang Praktik Siswa (RPS) bidang kuliner di SMKN 1 Tanjung, Kabupaten Lombok Utara pada Rabu (25/2/2026).


Selain peningkatan kualitas pembelajaran, Iqbal juga menyoroti persoalan sertifikasi lulusan SMK yang dinilai menjadi salah satu hambatan akses ke dunia kerja, baik nasional maupun internasional. Untuk itu, Pemprov NTB telah mengalokasikan anggaran melalui Dinas Ketenagakerjaan yang akan bekerja sama dengan SMK dalam proses sertifikasi.


“Dengan sertifikasi, begitu ada peluang kerja, mereka bisa langsung masuk, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” ujarnya.


Melalui peningkatan fasilitas praktik, pembenahan manajemen sekolah, serta dukungan sertifikasi, Pemprov NTB berharap lulusan SMK semakin siap bersaing di dunia profesional dan mampu meningkatkan daya saing sumber daya manusia di daerah.


Ia juga menyoroti bahwa saat ini perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru semakin besar. Karena itu, ia berharap para pendidik dapat menjalankan tanggung jawab secara maksimal.


“Anak-anak harus punya orang tua di rumah dan juga orang tua di sekolah. Bapak ibu sekalian adalah orang tua mereka di sekolah, jadi rasa tanggung jawabnya harus sama besarnya,” katanya.


“Saya tidak minta banyak kepada para guru. Saya hanya minta satu, jadilah guru yang layak dihormati dan menjadi teladan bagi murid-muridnya,” pungkas Gubernur Iqbal. (red)

Langkah kecil dua mahasiswa, nyalakan harapan untuk anak-anak Dusun Kebon Daya

 
Langkah kecil dua mahasiswa, nyalakan harapan untuk anak-anak dusun Kebon Daya

OPSINTB.com - Sore itu, suasana di Dusun Kebon Daya Desa Terara, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur  tampak berbeda. Biasanya anak-anak menghabiskan waktu dengan bermain tanpa arah atau tenggelam dalam layar ponsel, kini puluhan dari mereka berkumpul di Musholla Bustanul Arifin.


Mereka duduk rapi, sebagian membuka buku, sebagian lain menyimak pendamping mereka berbicara di depan.


Perubahan kecil itu bermula dari tingkah dua mahasiswi Linda Wahyuni dan Nuri Zaerani. 


Alih-alih hanya mengeluhkan minimnya pendampingan belajar bagi anak-anak di dusun mereka, keduanya memilih bergerak. Mereka merintis ruang belajar sore bertajuk Berani Cahaya. 


Ruang belajar ini tidak sekadar menjadi tempat mengerjakan pekerjaan rumah. Linda dan Nuri merancangnya sebagai wadah belajar tambahan yang memadukan baca tulis, pendampingan tugas sekolah, mengaji, sekaligus penanaman etika dan disiplin. 


Bagi mereka, pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan keberanian berpikir sejak dini.


“Kami melihat banyak adik-adik sepulang sekolah hanya bermain tanpa arah, bahkan sudah terbiasa memegang HP dalam waktu lama tanpa pendampingan," ucap Linda Wahyuni, Rabu (25/2/2026).


Di lain sisi, mereka juga melihat mulai berkurangnya pembiasaan etika sederhana. Seperti cara berbicara dan menghargai yang lebih tua. 


Dari situ kumpulan anak muda ini merasa tidak bisa hanya mengeluh. Menurutnya, Berani Cahaya bukan hadir untuk menyalahkan anak-anak, melainkan untuk memberikan alternatif yang lebih membangun.


“Anak-anak ini punya potensi besar. Mereka hanya butuh ruang dan arahan. Kami ingin sore hari mereka diisi dengan belajar, berdiskusi, dan dibiasakan disiplin. Kalau bukan kita yang bergerak, siapa lagi?” tegasnya.



Ternyata, semangat itu tak berhenti pada dua orang. Empat siswi SMA setempat Mira, Azwa, Risma, dan Alya ikut terseret dalam tingkah positif tersebut. Mereka dilibatkan sebagai pendamping belajar bagi adik-adik mereka sendiri.


Konsep ini kata Linda, memang sengaja dirancang agar remaja perempuan tidak hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi juga belajar memimpin dan bertanggung jawab. Para inisiator ingin menanamkan kepercayaan diri dan rasa mampu pada diri mereka.


“Kami ingin adik-adik perempuan di sini tidak hanya jadi peserta, tapi juga belajar memimpin. Supaya mereka tahu bahwa mereka mampu,” ujarnya


Meski kini mendapat respons positif, Linda mengaku pada awalnya sempat pesimis. Keterbatasan fasilitas dan kekhawatiran tidak ada peserta yang datang sempat menjadi keraguan. 


"Namun, kehadiran 36 anak di hari pertama menjadi jawaban bahwa tingkah kecil tersebut ternyata memang dibutuhkan,"sebut Linda


Linda berharap, pemerintah desa dapat memberi perhatian dan dukungan agar kegiatan ini berjalan berkelanjutan. Dari Dusun Kebon Daya, tingkah dua mahasiswi ini mulai menular dan empat siswi SMA menjadi bukti bahwa semangat perubahan bisa menjadikan siapa pun korban dalam arti yang paling baik.


"Kami berharap pemerintah desa dpat memberinperhatian seta dukungan,"harapnya


Sementara itu, Ketua RT Dusun Kebon Daya, Endi, menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif tersebut. Menurutnya, aktivitas itu merupakan gerakan yang baik untuk anak-anak. 


"Semoga bisa terus berjalan dan berkembang,” ujarnya.


Ia menilai langkah yang dimulai dari kepedulian generasi muda ini menjadi contoh bahwa perubahan bisa lahir dari kesadaran sederhana. 


Dia menegaskan, tidak harus menunggu program besar atau bantuan datang untuk berbuat.


Kini, Berani Cahaya bukan hanya ruang belajar. Ia telah menjadi ruang bertumbuh tempat anak-anak diasah keberaniannya, remaja perempuan belajar memimpin, dan masyarakat melihat bahwa tingkah kecil dua mahasiswi dapat menyalakan cahaya perubahan di dusun mereka sendiri. (zaa)

Pemkab Loteng dorong percepatan pendidikan inklusif berbasis data

 
Pemkab Loteng dorong percepatan pendidikan inklusif berbasis data

OPSINTB.com - Pemkab Loteng melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Diskusi Terpumpun Menghadirkan Layanan Pendidikan Inklusif Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis mempercepat layanan pendidikan inklusif berbasis data di daerah, Rabu (25/2/2026).


Kepala Bapperida Loteng, H Lalu Wiranata menyampaikan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut hasil cut off Pendataan Profil Belajar Siswa (PBS) serta proses verifikasi-validasi asesmen lanjutan yang tengah dilakukan melalui jejaring puskesmas di bawah koordinasi Dinas Kesehatan.


“Dari 9.934 peserta didik yang terdata, sebanyak 5.317 siswa teridentifikasi memiliki hambatan fungsional belajar dengan tingkat beragam, yakni 540 siswa kategori berat, 2.818 kategori sedang, dan 1.959 kategori ringan. Data ini menjadi dasar penting dalam perencanaan layanan pendidikan yang lebih terarah dan sistematis,” ujarnya.


Menurutnya, temuan tersebut berkaitan erat dengan capaian mutu layanan pendidikan, termasuk pembentukan karakter, peningkatan literasi dan numerasi, serta penanganan angka anak tidak sekolah yang masih menjadi perhatian bersama. 


‘’Data PBS yang telah divalidasi Dinas Kesehatan kini menjadi salah satu basis data dalam perencanaan pembangunan daerah,’’ imbuhnya.


Sementara itu, Wabup Loteng, HM Nursiah menegaskan, data 5.317 siswa dengan hambatan fungsional belajar merupakan dorongan kuat bagi pemerintah daerah untuk segera bertindak secara strategis.


“Pendidikan inklusif tidak dapat diselesaikan oleh satu sektor saja. Diperlukan kolaborasi lintas perangkat daerah-pendidikan, kesehatan, sosial, hingga pemerintah desa serta dukungan dunia usaha, organisasi penyandang disabilitas, dan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.


Ia mengapresiasi dukungan mitra pembangunan, termasuk perwakilan Kedutaan Besar Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) serta Program INOVASI, yang selama ini mendampingi penguatan pendekatan pembangunan berbasis data dan peningkatan kapasitas satuan pendidikan di Lombok Tengah.


Menurut Wabup, kolaborasi tersebut diarahkan untuk memenuhi lima aspek akomodasi layak, yakni akses fisik dan lingkungan, pembelajaran adaptif, penyediaan alat bantu dan teknologi asistif, dukungan sosial-emosional, serta tata kelola sekolah yang akuntabel dan tangguh.


Melalui forum ini, Pemkab Loteng berharap setiap komitmen dukungan dirumuskan secara jelas dan terukur; untuk siapa, kapan dilaksanakan, serta bagaimana mekanisme pemantauan berkelanjutannya. Sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh anak-anak.


“Forum ini adalah momentum percepatan menghadirkan layanan pendidikan inklusif bagi semua anak Lombok Tengah. Kita ingin memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal dalam memperoleh hak pendidikan yang bermutu,” tutup Wabup. (wan)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama