OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

28/04/26

Ancaman mogok Nakes PPPK PW Loteng batal

 
Ancaman mogok Nakes PPPK PW Loteng batal

OPSINTB.com - Ketua Forum Tenaga Kesehatan (Nakes) Lombok Tengah (Loteng), Sumarni menyatakan, aksi mogok Nakes PPPK Paruh Waktu yang rencananya digelar mulai 27 Desember 2026, batal dilakukan.


‘’Pemerintah daerah telah menyepakati akan mengakomodir tuntutan para Nakes,’’ kata Sumarni pada wartawan, Selasa (28/4/2026).


Ia menyebut, hal tersebut telah disampaikan kepada seluruh Nakes, dan meminta mereka bekerja secara profesional. Adapun Pemda, katanya, telah sangat perduli terhadap tuntutan mereka.


‘’Apa yang disampaikan kemarin oleh Pak Wabup; bahwa teman-teman Nakes PW layak untuk diperhatikan,’’ ujarnya.


Ia mengingatkan para Nakes kembali bekerja seperti biasa sesuai dengan tupoksi masing-masing. Sumarni tidak menyebut apakah tuntutan kenaikan gaji dipenuhi Pemda, dan beberapa poin tuntutan lainnya. ‘’Tidak ada mogok,’’ terangnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Loteng, dr Mamang Bagiansyah mengatakan, Pemda dan para Nakes telah saling memahami dinamika yang terjadi. Sehingga, kedua belah pihak sepakat bahwa tidak ada aksi mogok.


‘’Tentunya tuntutan/perjuangan akan terus kami kawal tentunya untuk pelayanan kesehatan di Loteng yang lebih baik. Dan pada akhirnya nanti bermuara pada kesejahteraan kita semua,’’ ucap Mamang.


Sementara pada Sabtu (25/4), Bupati Loteng, H Lalu Pathul Bahri saat menghadiri Raker I PWI Loteng di Raja Hotel, Kuta, Kecamatan Pujut mengatakan, Nakes PPPK PW yang mengancam mogok dapat terkena sanksi berat dan berdampak terhadap status kepegawaiannya.


‘’Aturannya kalau tidak masuk 10 hari berturut-turut bisa kena sanksi berat,’’ katanya.


Ia menyayangkan rencana para Nakes yang seolah-olah lupa telah diperjuangkan. Adapun besaran upah yang diterima saat ini, lanjut dia, karena keterbatasan kondisi anggaran.


‘’Kalau ada rezeki lebih tentu tidak seperti ini kondisinya,’’ singkat Miq Hul. (wan)

Polres Loteng selidiki dugaan penyebaran foto vulgar, pelaku diduga pacar korban

 
Polres Loteng selidiki dugaan penyebaran foto vulgar, pelaku diduga pacar korban

OPSINTB.com - Polres Lombok Tengah (Loteng) menerima laporan dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Pelapor inisial RSS mengatakan, foto pribadinya yang bersifat tidak senonoh diduga telah disebarkan oleh terduga pelaku berinisial DADS.


‘’DADS diketahui merupakan pacar korban,’’ kata Kasi Humas Polres Loteng, IPTU Lalu Brata Kusnadi, yang dikonfirmasi opsintb.com, Selasa (28/4/2026).


Atas kejadian tersebut, Brata melanjutkan, pelapor merasa telah dirugikan, sehingga kemudian melaporkan dugaan tersebut, Senin kemarin.


Adapun saat ini Polres Loteng telah melakukan penyelidikan guna mengungkap kebenaran kasus tersebut.


‘’Awalnya kasus tersebut diduga terjadi setelah adanya masalah pribadi antara pelapor dan si pelaku,’’ tambah Brata.


Pelaku, Brata menambahkan, kemudian menyebarkan foto korban ke salah satu platform media sosial. ‘’Kami juga sedang mengumpulkan alat bukti serta keterangan saksi-saksi,’’ imbuhnya.


Kasi Humas yang pernah bertugas di Timor Timur tersebut menegaskan akan menangani perkara ini dengan profesional dan sesuai UU ITE. Sehingga, jika terbukti bersalah, pelaku bisa dijerat dengan UU ITE terkait distribusi konten yang melanggar kesusilaan.


Pihaknya mengimbau agar masyarakat lebih bijak dalam bermedsos serta tak menyalahgunakan teknologi untuk merugikan orang lain.


‘’Setiap perbuatan yang melanggar hukum akan kami proses dengan peraturan yang berlaku,’’ tegasnya. (iwn)

Kadis Kominfo Loteng tekankan pemanfaatan teknologi dan bahasa negara dalam tata kelola pemerintahan

 
Kadis Kominfo Loteng tekankan pemanfaatan teknologi dan bahasa negara dalam tata kelola pemerintahan

OPSINTB.com - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Lombok Tengah (Loteng), H Lalu Herdan, menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan modern.


Menurut mantan Kepala Dinas Perhubungan itu, penggunaan teknologi menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas penyusunan naskah dinas serta mempercepat penyebaran informasi kepada masyarakat.


‘’Pemanfaatan teknologi informasi harus menjadi bagian dari budaya kerja pemerintahan,’’ tegas Herdan saat menjadi pembicara pada Kegiatan Pembinaan Lembaga dalam Penguatan Bahasa Negara yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi NTB di Ruang Amphi Teater Poltekpar Lombok, Senin (27/4/2026).


Ia menilai, dengan adanya teknologi, penyusunan naskah dinas bisa lebih tertib, efisien dan standar. Di samping penyebaran informasi kepada masyarakat akan menjadi lebih cepat dan luas.


Herdan menambahkan, pengutamaan bahasa negara harus berjalan seiring dengan pemanfaatan teknologi. Bahasa Indonesia yang baik dan benar, kata dia, harus tetap menjadi dasar dalam setiap komunikasi resmi.


‘’Teknologi hanyalah alat, tetapi kualitas bahasa menentukan kejelasan dan kredibilitas informasi,’’ tambah pria murah senyum tersebut.


Balai Bahasa NTB sendiri berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran dan kapasitas lembaga dalam mengutamakan bahasa negara, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan profesional. (iwn)

Dugaan kejanggalan lelang aset nasabah BRI Selong, DPRD Lotim soroti indikasi permainan

 
Dugaan kejanggalan lelang aset nasabah BRI Selong, DPRD Lotim soroti indikasi permainan

OPSINTB.com - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur, mempertemukan Serikat Masyarakat Selatan (SMS), pihak BRI Selong, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB. Dalam hearing itu membahas soal dugaan ketidakwajaran dalam proses lelang agunan milik nasabah.


Kasus yang menjadi sorotan adalah milik Murdin, warga Desa Sepapan, Kecamatan Jerowaru. Dirinya mengungkapkan, sisa utangnya di bank sekitar Rp 200 juta dengan agunan berupa tanah seluas 12 are beserta bangunan. 


"Menurut saya, nilai pasar lahan tersebut bisa mencapai lebih dari Rp 1 miliar karena lokasinya yang strategis," ucap Murdin, Senin (27/04/2026).


Murdin menjelaskan, pada tahun 2025 lalu, dirinya menerima informasi dari pihak bank prihal asetnya akan dilelang karena tunggakan angsuran selama hampir dua tahun akibat kondisi kesehatannya. 


Ia mengaku telah menawarkan solusi agar pihak bank membantu mencarikan pembeli dengan harga wajar, bahkan bersedia memberikan imbalan.


Malah yang terjadi adalah lahan tersebut di eksekusi tanpa pemberitahuan resmi.


"Saya tahu aset saya sudah dilelang ketika pegawai bank datang membawa alat berat untuk mengosongkan lahan," ujarnya.


Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Lombok Timur, Amrul Jihadi, mengungkap adanya indikasi kuat kejanggalan dalam proses tersebut. Ia menilai terdapat ketimpangan harga yang signifikan dan prosedur yang patut dipertanyakan.


"Tanpa bermaksud menuduh pihak tertentu, tapi ini terlihat sangat rapi. Ada selisih harga yang jauh dari kewajaran," tegasnya.


Ia memaparkan, lahan tersebut berada di pinggir jalan negara dan dekat SPBU, dengan harga pasar mencapai ratusan juta rupiah per are. Bahkan, pemilik sebelumnya menolak tawaran Rp125 juta per are namun, lelang justru dilakukan dengan harga sekitar Rp17 juta per are. 


Selain itu, ditemukan dugaan pelanggaran prosedur internal, di mana oknum yang berperan sebagai marketing juga bertindak sebagai penilai (appraisal). Bahkan, pihak bank diduga membawa broker sebelum proses lelang dilakukan.


"Yang memberi pinjaman, menilai aset, dan membawa broker diduga orang yang sama. Ini yang kami kejar," tambahnya.


Keanehan lain muncul dari perbedaan nilai lelang. Murdin menyebut pemenang lelang mengaku membeli aset seharga Rp870 juta saat proses eksekusi.


Namun, dalam hearing, pihak bank menyatakan nilai lelang hanya Rp250 juta.


Sebagai tindak lanjut, DPRD memberikan kesempatan penyelesaian secara kekeluargaan. Jika tidak tercapai, pihaknya akan melayangkan surat resmi ke kantor pusat BRI di Jakarta.


"Kami akan jelaskan kronologi dan meminta tindakan tegas jika ada pelanggaran prosedur,"ujar Amrul.


Politisi Partai Demokrat itu juga mengkritik peran OJK yang dinilai kurang aktif dalam melindungi nasabah. 


"Saya berharap lembaga pengawas tersebut lebih responsif terhadap kasus serupa agar masyarakat merasa terlindungi dalam transaksi jasa keuangan," harapnya.  itu. (zaa)

26/04/26

Soto Sasak Amaq Sahdan, warisan rasa 1986 yang tak lekang zaman

 
Soto Sasak Amaq Sahdan, warisan rasa 1986 yang tak lekang zaman

OPSINTB.com - Dunia kuliner berkembang begitu cepat. Dari yang lokal hingga makanan khas mancanegara. 


Cita rasanya bisa dinikmati di berbagai tempat. Mendapatkannya pun sangat mudah.


Semisal makanan ala-ala Korea, Jepang, China bahkan hingga makanan khas negara-negara eropa. Semuanya bisa didapat dengan cepat.


Di tengah gempuran berbagai varian rasa yang menggoda lidah, kuliner lokal tetap menjadi primadona. Salah satunya ialah soto. 


Aromanya yang khas masih sanggup membuat selera makan meronta, meski kadang perut dalam kondisi kenyang. Tak berlebih makanan satu ini sudah melegenda keberadaannya sanggup melintasi zaman.


Di suatu hari, sekira pukul 09.30 Wita di Pasar Tanjung Teros, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur, aroma soto menusuk hidung. Baunya yang semerbak membuat selera makan meronta.


Soto Sasak Amaq Sahdan namanya. Warung ini menjadi salah satu yang tertua di lokasi pasar itu.


Berdiri sejak tahun 1986 silam, telah diwarisi beberapa generasi. Tak heran warung kecil ini disebut sebagai ikon kuliner Pasar Tanjung Teros.


Bagi para pedagang di lokasi itu, sejak pagi hari, aroma kuah gurih yang khas sudah menggoda. Mengundang para pengunjung untuk singgah. 


Soto ini menjadi pilihan favorit, baik sebagai menu sarapan maupun makan siang. Lapak yang sederhana ini hampir tak pernah sepi pembeli.


"Alhamdulillah, pembeli tidak pernah sepi," kata Insanul Kamil, salah seorang pewaris racikan soto ini saat ditemui opsintb.com di tengah kesibukannya melayani pembeli, Sabtu (25/04/2026).


Menurutnya, tingginya minat pembeli tidak lepas dari keunikan soto yang mereka sajikan. Jika pada umumnya kuliner satu ini menggunakan bihun.


Berbeda dari kebanyakan soto pada umumnya, Soto Sasak Amaq Sahdan tidak menggunakan bihun. Namun tetap menghadirkan cita rasa khas yang disukai banyak orang. 


Sebagai gantinya, komposisinya terdiri dari potongan daging sapi yang empuk, lontong, toge segar, serta racikan bumbu khas yang menghadirkan cita rasa autentik di lidah masyarakat Sasak pada umumnya.


Perpaduan sederhana namun pas ini justru menjadi kekuatan utama. Kuahnya yang gurih, daging yang lembut, serta rempah-rempah yang meresap menjadikannya memiliki karakter tersendiri yang sulit ditemukan di tempat lain.


Menariknya, dengan cita rasa khas tersebut, harga yang ditawarkan tetap ramah di kantong. Satu porsi soto rata-rata dijual seharga Rp15 ribu, bahkan pembeli masih bisa menikmatinya dengan harga Rp10 ribu. 


Meski terjangkau, kualitas rasa tetap terjaga, membuat pelanggan terus berdatangan. 


"Harga tetap kami jaga agar semua kalangan bisa menikmati, meskipun harga bahan baku terus berubah," jelas Insan.


Hari Minggu, tuturnya, menjadi momen paling ramai. Aktivitas pasar yang meningkat turut mendongkrak jumlah pengunjung yang ingin mencicipi soto legendaris ini.


Sementara pada hari biasa, suasana cenderung lebih tenang, meski tetap ada pelanggan setia yang datang silih berganti.


Tak hanya warga sekitar Tanjung Teros, pelanggan Soto Sasak Amaq Sahdan juga datang dari berbagai daerah lain.


Popularitasnya telah menyebar luas, terutama karena cita rasa yang konsisten sejak pertama kali berdiri. Soto ini bukan sekadar usaha kuliner biasa, melainkan warisan turun-temurun.


Kini, usaha tersebut telah memasuki generasi ketiga. Insan, yang merupakan lulusan sarjana, memilih untuk melanjutkan usaha keluarga sebagai bentuk penghormatan dan upaya melestarikan peninggalan sang kakek yang telah dirintis dengan penuh perjuangan.


Keaslian rasa menjadi hal yang paling dijaga. Sejak awal berdiri hingga sekarang, tidak ada perubahan berarti dalam resep maupun cara pengolahannya. 


Bahkan, suasana tempat yang sederhana tetap dipertahankan, menghadirkan nuansa tempo dulu yang autentik. 


Peralatan memasak seperti panci, kompor berbahan minyak tanah pun masih digunakan hingga kini, menjadi saksi perjalanan panjang usaha tersebut. 


"Kami berusaha menjaga rasa ini tetap sama seperti dulu, karena ini adalah warisan keluarga yang harus kami pertahankan," katanya


Bagi Insan, mempertahankan tradisi bukan berarti berhenti berkembang. Ke depan, ia berencana untuk mengembangkan usahanya dengan membuka cabang di berbagai daerah. 


"Ke depan, kami ingin membuka cabang agar Soto Sasak Amaq Sahdan bisa dinikmati lebih luas oleh masyarakat," terangnya.


Di balik kesederhanaannya, Soto Sasak Amaq Sahdan menyimpan cerita tentang ketekunan, warisan keluarga, dan konsistensi rasa yang mampu bertahan di tengah perubahan zaman. Sebuah bukti bahwa cita rasa autentik selalu memiliki tempat di hati para penikmatnya.


"Saya akan selalu mempertahankan cita rasa yang sejak dulu dipertahankan," pungkasnya. (zaa)

24/04/26

Petani jagung Lombok Timur keluhkan minimnya peran Bulog dalam penyerapan hasil panen

 
Petani jagung Lombok Timur keluhkan minimnya peran Bulog dalam penyerapan hasil panen

OPSINTB.com - Petani jagung di Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, mengeluhkan tidak adanya peran  Bulog dalam menyerap hasil panen. Padahal, badan usaha bagian logistik pangan ini memiliki tugas untuk menjaga stabilitas harga melalui skema Harga Pembelian Pemerintah (HPP).


Selama ini, petani setempat mengaku hanya bergantung pada tengkulak untuk menjual hasil panen. Kondisi tersebut membuat harga jual jagung tidak optimal dan jauh dari harapan petani.


Abdul Hanan, seorang petani di Desa Gunung Malang mengungkapkan, selama bertahun-tahun Bulog tidak pernah hadir langsung di wilayah mereka.


“Enggak ada Bulog datang, jualnya enggak langsung ke Bulog hanya tengkulak aja yang datang ke sini, selama ini sampai empat belas tahun ndak pernah,” ucapnya Jumat (24/4/2026).


Ia menduga salah satu penyebab Bulog tidak masuk ke wilayah mereka adalah kondisi infrastruktur yang kurang memadai, terutama jalan usaha tani yang rusak dan sulit dilalui kendaraan besar.


Abdul Hanan menegaskan, para petani memiliki harapan besar agar Bulog bisa turun langsung membeli hasil panen mereka tanpa melalui perantara tengkulak.


“Berarti ada harapan, kita mau Bulog yang menyerap, besar sekali harapan untuk Bulog yang ambil,” katanya.


Harga jagung yang diterima petani di pinggir jalan berkisar antara Rp 5.250 hingga Rp 5.300 per kilogram, sementara jika dijual melalui tengkulak bisa lebih rendah.


Dia berharap pemerintah melalui Bulog dapat segera hadir di tengah petani, memberikan kepastian harga, serta memutus ketergantungan pada tengkulak.


“Saya pengin sekali Bulog ngambil langsung, enggak tengkulak. Pingin sekali,” pungkasnya. (zaa)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama