OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

18/07/26

Launching Pasar Malam di Desa Surabaya, siap jadi penggerak ekonomi UMKM

 
Launching Pasar Malam di Desa Surabaya, siap jadi penggerak ekonomi UMKM

OPSINTB.com - Karang Taruna Desa Surabaya bersama mahasiswa KKP UIN Mataram dan Pemerintah Desa Surabaya menggelar grand opening Pasar Malam perdana di Desa Surabaya, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan tersebut menjadi upaya untuk menghidupkan kembali UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.


Ketua Karang Taruna Desa Surabaya, Muhammad Ilham Akbar mengatakan, Pasar Malam ini merupakan kegiatan perdana yang lahir dari kolaborasi Karang Taruna, mahasiswa KKP UIN Mataram, serta Pemerintah Desa Surabaya. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin setiap malam Minggu.


"Pasar malam ini perdana kami laksanakan. Harapan kami kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi bisa terus berlangsung setiap malam Minggu sebagai wadah bagi UMKM untuk berkembang," ucapanya Sabtu (18/7/2026).


Ia menjelaskan, Desa Surabaya selama ini telah memiliki Pasar Senin yang beroperasi setiap pagi hingga siang hari. Kehadiran pasar malam diharapkan menjadi pelengkap aktivitas ekonomi masyarakat pada malam hari.


Pada grand opening tersebut tercatat sebanyak 32 pelaku UMKM ikut berpartisipasi. Antusiasme masyarakat pun dinilai sangat tinggi karena sebagian besar dagangan para pedagang telah habis terjual bahkan sebelum acara pembukaan secara resmi dimulai.


"Alhamdulillah, sebelum grand opening dimulai saja, banyak dagangan UMKM yang sudah habis terjual. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat sangat luar biasa," ungkapnya.


Meski demikian, Ilham mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama menghidupkan kembali UMKM yang sempat berhenti beroperasi akibat keterbatasan modal usaha.


"Banyak UMKM di Desa Surabaya yang sebenarnya punya potensi, tetapi berhenti karena kekurangan modal. Ini menjadi PR besar kami bersama pemerintah desa agar mereka bisa kembali berjualan dan meningkatkan perekonomian masyarakat," jelasnya.


Ia menambahkan, Pasar Malam nantinya juga akan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Surabaya. Selama kegiatan peringatan 17 Agustus, pasar malam direncanakan berlangsung setiap malam dengan menghadirkan berbagai hiburan, termasuk penampilan artis lokal.


"Kami ingin menjadikan momentum 17 Agustus lebih meriah. Rencananya akan menghadirkan artis-artis lokal yang sedang viral agar semakin banyak masyarakat datang berbelanja di UMKM," katanya.


Sementara itu, Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Surabaya, Darmawan, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKP UIN Mataram dan Karang Taruna yang menghadirkan pasar malam sebagai inovasi baru di desa tersebut.


"Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman KKP yang telah memberikan ide cemerlang untuk Desa Surabaya. Harapan kami kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi kenang-kenangan yang mampu membangkitkan semangat UMKM serta meningkatkan perekonomian masyarakat," ujar Darmawan.


Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kecamatan Sakra Timur untuk menghadirkan inovasi serupa sehingga semakin banyak pusat-pusat ekonomi baru yang tumbuh di tingkat desa.


"Kami berharap desa-desa lain juga bisa membuat kegiatan seperti ini. Semakin banyak pasar desa, maka semakin banyak pula UMKM yang berkembang dan ekonomi masyarakat akan bergerak," tuturnya.


Pada pelaksanaan berikutnya katanya, Darmawan berharap peserta akan semakin bertambah, dengan tetap mengutamakan pelaku UMKM lokal Desa Surabaya.


"Saya berharap kedepan semakin bayak UMKM yang ikut," pungkasnya. (red)

Langakah Sura Wijaya diiringi pengabdian

 

OPSINTB.com - Bagai ilmu padi, kian berisi kian menunduk. Begitulah sosok pria satu ini dikenal. Meski namanya terdengar luas tapi pembawaannya selalu bersahaja. Tidak ada kesan mewah, hanya kesederhanaan yang tampak. 


Tapi di balik kesederhanaan itu, ia memiliki sikap tegas, pergaulannya pun luas. Tak heran ia banyak dikenal orang. 


Begitulah sosok Sura Wijaya, pria kelahiran Dusun Jurang Gadung, Desa Suwangi Timur, Kecamatan Sakra, Lombok Timur. 


Di tanah kelahirannya, Sura panggilan akrabnya, bergerak di bidang pendidikan. Dengan mendirikan PAUD Nurul Jannah, Suwangi Timur. 


"Ini salah satu cara mengabdi," ucap Sura, saat ditemui opsintb.com, belum lama ini. 


Bagi Sura, pendidikaan merupakan hal sangat vital. Sebab, tak hanya sebagai jalan memerangi kebodohan namun jauh dari itu menyiapkan manusia yang bisa bersaing di masa depan. 


Terlebih di lingkungan tempat tinggalnya, pendidikan jauh dari perbincangan, bahkan sangat tidak begitu populer. 


Setelah remaja justeru generasi di wilayah itu cenderung didorong menjadi buruh kasar ke Kalimantan, bahkan ke Malaysia. Satu alasan kuat mereka seperti itu yakni ekonomi. 


Dorongan-dorongan menjadi buruh kasar itu, berdampak serius. Tak jarang mereka yang bersekolah baik SMP maupun SMA dihantui rasa malas, karena tidak ada gambaran masa depan. 


Padahal, kata pria 32 tahun itu, bagi penuntut ilmu bukan hanya bernilai ibadah tapi juga Allah akan menjamin rizki mereka karena jalan ilmu yang ditempuhnya. 


Lantaran itu ia memilih dunia pendidikan menjadi lahan pengabdian. Sebagai jalan mengubah arah masa depan. 


Dari kondisi itu dirinya memulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD). Tujuannya memperkenalkan pendidikan sedini mungkin, tak hanya untuk anak namun juga bagi para orang tua setempat. 


Di lain sisi, dunia pendidikan dipilih lantaran jauhnya akses sekolah khususnya usia anak-anak di lingkungan setempat. 


"Sekolah jadi salah satu cara membentuk generasi menjawab tantangan ke depan," tegas pria yang bergelar magister hukum itu.


Dia memimpikan tak hanya PAUD yang berdiri di lingkungan itu, namun juga sekolah dasar, SMP atau MTs, hingga SMA maupun SMK. 


Mimpinya itu semakin nyata lantaran berdirinya sebuah pondok pesantren di wilayah itu yakni Sekolah Menengah Pertama Islam (SMPI) Ahbabul Musthofa. 


Dirinya terlibat penuh dalam pendirian tersebut. Bahkan ia dipercayai sebagai pengawas dalam yayasan itu.


Keterlibatannya tidak kaleng-kaleng, dirinya mampu akses anggaran bantuan bangunan dari Singapura. 


Selain dunia pendidikan, dia juga aktif sebagai lawyer. Dirinya sebagai ketua di Lembaga Bantuan Hukum Saling Tulung Lombok Timur. Berbagai persoalan hukum telah diselesaiaknnya. 


Lembaga inilah yang mengantarkannya hadir sebagai pemateri yang menyangkut hukum. 


"Kemarin jadi pemateri di pelatihan Posbankum di Lombok Timur, juga di Lombok Tengah yang diadakan oleh Kanwil NTB," paparnya. 


Pria kelahiran 31 Desember 1993 ini juga memiliki pengaruh lain di desa tempat tinggalnya. Ketokohannya, dipercayakan sebagai salah satu pengawas Koperasi Desa Merah Putin Suwangi Timur. 


Dirinya yang cukup plamboyan ini menjadikan dirinya sebagai salah satu tokoh di usia mudanya. Banyak program dan bantuan yang telah mampu dibawa untuk masyarakat. (kin)

17/07/26

Bupati Iron janji umrah gratis untuk seluruh camat di Lombok Timur, syaratnya hanya satu

 
Bupati Iron janji umrah gratis untuk seluruh camat di Lombok Timur, syaratnya hanya satu

OPSINTB.com - Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin berjanji akan meberikan hadiah umrah gratis kepada seluruh camat (21 camat) di Kabupaten Lombok Timur. 


Untuk mewujudkan janji tersebut, Bupati memberikan satu syarat, yaitu seluruh camat harus berupaya semaksimal mungkin dalam memungut pajak dan retribusi di wilayah kerjanya masing-masing. Artinya, ada peningkatan penerimaan pajak dan retribusi secara signifikan.


“Kalau semua camat bergerak baik dan ada peningkatan signifikan dalam penarikan pajak dan retribusi, saya akan bawa 21 camat umrah,” janji Bupati Iron saat sosialisasi opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Penerangan Jalan (PPJ), dan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Selasa (14/7/2026) di Rupatama II Kantor Bupati.


Namun sayang, lanjut bupati, hingga saat ini para camat dinilai masih kurang serius dalam menarik pajak dan retribusi di wilayah masing-masing. Karena itu, ia memberikan teguran keras agar seluruh camat, bekerja sama dengan desa dan kelurahan, lebih aktif melakukan sosialisasi serta memberikan informasi kepada masyarakat mengenai berbagai objek pajak yang wajib dibayarkan. 


Ia juga meminta agar masyarakat didorong untuk melakukan balik nama kendaraan, karena hal tersebut akan menjadi salah satu sumber pendapatan bagi Kabupaten Lombok Timur.


Selain itu, camat juga diminta mendata kendaraan yang belum membayar pajak, kemudian memberikan teguran dan pemberitahuan kepada pemiliknya agar segera memenuhi kewajiban membayar pajak. 


“Peran camat sangat strategis sebagai pemimpin pemerintahan di tingkat kecamatan, layaknya bupati di wilayahnya,” ungkapnya.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Iron juga mengungkapkan harapannya agar penerimaan dari opsen pajak dapat mencapai lebih dari Rp 83 miliar. Hingga saat ini realisasi penerimaan telah mencapai sekitar 50 persen lebih, baik yang berasal dari PKB maupun BBNKB.


Di akhir arahannya, bupati meminta Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mendata perusahaan-perusahaan besar yang memiliki kewajiban pajak di Lombok Timur, seperti perusahaan tambak udang dan perusahaan besar lainnya. Apabila terdapat perusahaan yang tidak patuh dalam memenuhi kewajiban perpajakannya, maka perusahaan tersebut diminta untuk dipanggil dan menghadap Kejaksaan Negeri.


"Kalau dia nakal-nakal perusahaan tersebut, suruh saja dia menghadap ke Kejari karena mereka lebih takut dengan Kejari," pungkas Bupati Iron. (zaa)

Lombok Timur juara umum cabor Kurash

 
Lombok Timur juara umum cabor Kurash

OPSINTB.com - Lombok Timur berhasil mengamankan juara umum pada cabang olahraga Kurash di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porpov) NTB XII, yang digelar di Sport Hall Gor Lalu Muslimin Porda Selong. 


Atlet Lombok Timur, berhasil mengamankan 6 mendali emas, 3 perunggu dan 1 perak. Mengantarkannya menjadi juara umum dalam cabor tersebut. 


Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Timur, Agus Safandi, mengatakan bersyukur atas prestasi yang diraih apara atlet tersebut. Dia mengatakan, raihan ini merupakan ajang pemanasan yang baik menyambut PON XXII tahun 2028 mendatang. 


"Semoga adek-adek atlet bisa pertahankan dengan mengamankan emas pada PON mendatang," ucp Kadispora Lombok Timur, Agus Safandi, Jumat (17/72026). 


Dia berpesan kepada seluruh atlet untuk jaga kondisi, semangat, dan berlatih terus. 


"Wujudkan Lombok Timur Smart yang lebih baik. Lombok Timur juara," ucapnya. 


Hadir dalam kesempatan itu Asisten 1 Setda Kabupaten Lombok Timur, H Ahyan,mengucapkan terima kasih atas kepercayaan kepada Pemda Lotim menjadi lokasi pelaksanaan cabor Kurash pada Porprov XII.


"Saya berharap Kabupaten Lombok Timur yang juara sebagai perwakilan di PON mendatang. Medali emas di Porprov menjadi mas di PON mendatang," ucapnya. (kin)

Bekali mental juara, PTSMI Loteng lepas atlet tenis meja ke PORPROV NTB 2026

 

Bekali mental juara, PTSMI Loteng lepas atlet tenis meja ke PORPROV NTB 2026

OPSINTB.com - Pengurus Kabupaten Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Loteng secara resmi menutup training center atau TC dan melepas kontingen atlet tenis meja yang akan bertanding membawa nama daerah di ajang PORPROV NTB 2026. Pelepasan berlangsung khidmat dan optimisme, dihadiri pengurus, pelatih, dan atlet.


Selama TC, kata Ketua Umum PTMSI Loteng Murdani, kemampuan teknik, fisik, dan mental atlet terus diasah secara intensif. Kini, para atlet pun siap bertarung pada ajang PORPROV.


‘’Hari ini kita resmi menutup TC, yang artinya bekal latihan fisik dan strategi sudah siap,’’ ujar Murdani di Gedung PTSMI, Rabu (15/7/2026).


Ketua KONI Loteng sekaligus orang tua asuh atlet tenis meja, Lalu Firman Wijaya berpesan para atlet menjaga kondisi badan, kesehatan. Firman menyarankan, menjelang bertanding para atlet tidak memaksakan diri begadang.


‘’Apalagi saat ini sedang hangat-hangatnya pertandingan Piala Dunia. Stop dulu dan kurangi,’’ kata Firman.


Pemda, lanjut Firman, sejauh ini telah berusaha maksimal memberikan support kepada semua atlet Loteng. ‘’Dan kini saatnya kalian membuktikan di atas meja pertandingan. Jaga sportivitas, bawa pulang kemenangan, dan jaga nama baik Loteng,’’ pesannya.


PTSMI menegaskan, pelepasan ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol estafet perjuangan masyarakat Loteng yang dipikul para atlet. Dukungan penuh pengurus dan masyarakat diharapkan menjadi bahan bakar moril utama saat bertanding.


Dengan semangat membara, tim tenis meja Loteng siap melangkah ke arena pertandingan untuk mengharumkan nama Gumi Tatas Tuhu Trasna. (iwn)

16/07/26

Bupati Iron bersama Kak Ofik temui Kepala BKN, perjuangkan pengangkatan 10.998 P3K paruh waktu menjadi full waktu

 
Bupati Iron bersama Kak Ofik temui Kepala BKN, perjuangkan pengangkatan 10.998 P3K paruh waktu menjadi full waktu

OPSINTB.com - Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda), HM Juaini Taofik, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat di Jakarta. 


Dalam kunjungan tersebut, keduanya bertemu langsung dengan Kepala BKN, Bima Haria Wibisana, untuk memperjuangkan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu menjadi P3K penuh waktu.


Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memperjuangkan nasib ribuan tenaga non-ASN yang hingga kini masih berstatus P3K paruh waktu.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Haerul Warisin menyampaikan, berbagai aspirasi daerah termasuk tingginya jumlah P3K paruh waktu di Lombok Timur yang mencapai 10.998 orang. Angka tersebut menjadikan Lombok Timur sebagai daerah dengan P3K paruh waktu terbesar ketujuh di Indonesia.


Kepala BKN, Bima Haria Wibisana, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur yang dinilai mampu menjaga situasi tetap kondusif di tengah proses penataan tenaga non-ASN. Menurutnya, Lombok Timur berhasil menjaga stabilitas tanpa gejolak berarti, berbeda dengan sejumlah daerah lain yang menghadapi dinamika dalam proses tersebut.


Selain membahas kuota pengangkatan P3K penuh waktu tahun 2026, Bupati Haerul Warisin juga mengusulkan agar faktor usia dijadikan salah satu prioritas dalam penentuan penerima P3K penuh waktu. Usulan tersebut didasarkan pada pertimbangan kemanusiaan, sehingga pegawai yang telah lama mengabdi dan mendekati masa pensiun dapat memperoleh kesempatan lebih dahulu.


Sekda Lombok Timur, HM Juaini Taofik menegaskan, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur akan menjalankan seluruh proses pengusulan secara objektif dan sesuai dengan petunjuk teknis dari BKN.


"Kami tetap menunggu kebijakan dan petunjuk teknis resmi dari BKN. Namun, apabila faktor usia menjadi salah satu kriteria utama, tentu akan menjadi acuan dalam penyusunan usulan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur," ucapnya, Kamis (16/7/2026).


Terkait kuota P3K penuh waktu untuk Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2026, pihak BKN menyampaikan bahwa keputusan resmi masih dalam tahap finalisasi. 


"Penetapan kuota akan mempertimbangkan berbagai aspek, di antaranya kebijakan nasional dan kemampuan fiskal pemerintah," katanya.


Melalui pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap aspirasi yang disampaikan dapat menjadi perhatian pemerintah pusat, sehingga proses pengangkatan P3K penuh waktu dapat berjalan secara adil, proporsional, serta memberikan kepastian bagi ribuan tenaga non-ASN yang telah lama mengabdi. (zaa)

Satu siswa satu pohon cabai, SMAN 1 Terara wujudkan sekolah peduli inflasi

 
Satu siswa satu pohon cabai, SMAN 1 Terara wujudkan sekolah peduli inflasi

OPSINTB.com - Berbeda dari biasanya, suasana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di SMAN 1 Terara justeru bakal tetap dikenang oleh semua siswa. Pasalnya di saat sebagian sekolah masih berkutat dengan kegiatan pengenalan lingkungan, para siswa baru di sekolah ini justru diajak turun langsung ke lahan untuk menanam cabai sebagai bagian dari implementasi Gerakan Sekolah Peduli Inflasi melalui Program TAPSI (Tanam Cabai dan Pengendalian Inflasi di Sekolah).


Program tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Dinas Pendidikan, Provinsi Nusa Tenggara Barat yang ditujukan kepada seluruh SMA, SMK, dan SLB Negeri di NTB.


Gerakan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung upaya pengendalian inflasi daerah, memperkuat ketahanan pangan keluarga, mendukung gerakan nasional pengendalian inflasi pangan, serta membangun karakter peserta didik yang mandiri, peduli lingkungan, dan memiliki jiwa gotong royong.


Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mencanangkan gerakan sekolah peduli inflasi melalui Program TAPSI sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya ketahanan pangan sebagai salah satu strategi pengendalian inflasi daerah.


Pemilihan tanaman cabai bukan tanpa alasan. Cabai merupakan salah satu komoditas strategis yang memberikan kontribusi besar terhadap fluktuasi inflasi. Karena itu diperlukan gerakan bersama untuk meningkatkan produksi cabai melalui pemanfaatan lahan sekolah maupun pekarangan rumah secara berkelanjutan.


Kepala SMAN 1 Terara, Halid, menyambut baik program yang diinisiasi Pemerintah Provinsi NTB tersebut. Menurutnya, gerakan ini menjadi langkah nyata dalam membangun kepedulian siswa-siswi terhadap lingkungan.


"Program pemerintah ini sangat bagus untuk meningkatkan kepedulian siswa-siswi agar lebih peduli dan sadar terhadap lingkungan," ucap Kepala Sekolah SMAN 1 Terara, Halid, Kamis (16/7/2026).


Sebagai bentuk implementasi di lapangan, seluruh peserta didik baru bersama para guru SMAN 1 Terara melaksanakan gerakan "Satu Siswa, Satu Pohon Cabe". 


Mereka terlibat langsung dalam seluruh tahapan penanaman, mulai dari pengolahan tanah, penyiapan media tanam, hingga proses penanaman cabai di lingkungan sekolah.


Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik. 


"Melalui aktivitas ini, siswa dilatih memiliki rasa tanggung jawab terhadap tanaman yang mereka rawat sekaligus menumbuhkan karakter peduli lingkungan sejak dini," katanya. 


Lebih dari itu, kegiatan belajar di alam terbuka ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan peserta didik terhadap penggunaan gawai. Dengan berinteraksi langsung dengan alam, siswa didorong menjadi pribadi yang lebih aktif, produktif, serta memiliki kecintaan terhadap lingkungan. (zaa)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama