OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

07/09/26

Dukcapil Lombok Timur perkuat zona integritas, pastikan seluruh layanan administrasi kependudukan gratis

 
Dukcapil Lombok Timur perkuat zona integritas, pastikan seluruh layanan administrasi kependudukan gratis

OPSINTB.com - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Lombok Timur terus memperkuat penerapan zona integritas sebagai upaya memastikan pelayanan administrasi kependudukan berjalan bersih, transparan, cepat, tepat, dan tidak berbelit-belit.


Kepala Dukcapil Kabupaten Lombok Timur, Parihin, mengatakan penerapan zona integritas menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan publik yang bebas dari praktik pemberian maupun gratifikasi.


Menurutnya, organisasi perangkat daerah (OPD) yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat tidak diperbolehkan menerima pemberian dalam bentuk apa pun.


"Namanya fakta integritas, OPD yang memberikan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh menerima barang dalam bentuk apa pun, baik gratifikasi maupun pemberian, apalagi korupsi," ucap Parihin.


Ia menegaskan, seluruh pelayanan administrasi kependudukan di Dukcapil Lombok Timur diberikan secara gratis. Kebijakan tersebut berlaku di seluruh lini pelayanan, baik Unit Pelaksana Teknis (UPT), Mal Pelayanan Publik (MPP), maupun kantor induk Dukcapil.


"Sekarang semua gratis, tidak ada berbayar. Baik di UPT, di mal pelayanan maupun di kantor induk," katanya.


Parihin menjelaskan, penilaian zona integritas tidak hanya menyangkut ada atau tidaknya pungutan maupun pemberian kepada petugas. Sejumlah aspek lain turut menjadi perhatian, mulai dari sistem pelayanan, keterkaitan sistem dengan pemerintah pusat, hingga mekanisme pengawasan.


Kualitas pelayanan juga menjadi salah satu indikator penting. Pelayanan kepada masyarakat dituntut cepat, tepat, serta tidak berbelit-belit.


"Yang ditekankan adalah bagaimana OPD dalam memberikan pelayanan tidak menerima imbalan dalam bentuk apa pun, kemudian pelayanannya cepat, tepat dan tidak berbelit-belit," jelasnya.


Dukcapil Lombok Timur sebelumnya telah dua kali mewakili daerah dalam proses penilaian zona integritas. Pada 2025, Dukcapil bahkan telah mencapai tahap wawancara secara daring, namun belum berhasil meraih predikat zona integritas karena masih terdapat sejumlah kekurangan.


"Kemarin kita juga sudah sampai di interview secara daring, tetapi kita tidak bisa masuk. Mungkin ada kekurangan," ungkap Parihin.


Untuk penilaian tahun ini, berbagai kekurangan tersebut berupaya dilengkapi. Termasuk sejumlah dokumen dan data yang sebelumnya belum sempat diunggah ke dalam sistem.


Proses penilaian tahun ini juga berbeda dibandingkan sebelumnya. Tim evaluator datang langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi terhadap data dan dokumen yang telah disampaikan Dukcapil.


Tim tidak hanya memeriksa dokumen yang telah diunggah, tetapi juga melihat langsung kondisi pelayanan serta berinteraksi dengan masyarakat yang tengah mendapatkan layanan.


"Tim langsung datang kemari melihat apa yang sudah kami upload di sistemnya, kemudian membuktikan apakah itu benar. Termasuk pelayanan, mereka langsung bertanya kepada masyarakat, tidak kita rekayasa," tutur Parihin.


Peninjauan juga dilakukan ke sejumlah UPT pelayanan. Setelah melihat pelayanan di kantor induk, tim mendatangi UPT Selong dan selanjutnya dijadwalkan meninjau unit pelayanan di wilayah yang lebih jauh, termasuk UPT Kecamatan Sembalun.


Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan standar pelayanan yang diterapkan Dukcapil Lombok Timur berjalan secara seragam di seluruh unit pelayanan.


"Pelayanan kita sama di kantor induk maupun di UPT. Kita juga membawa tim ke yang terjauh, ke Sembalun, untuk melihat apakah pelayanan sama dengan yang kita sampaikan dengan fakta lapangan yang ada," katanya.


Selain kualitas pelayanan, sistem pengawasan juga menjadi perhatian tim evaluator. Dengan pelayanan yang tersebar di 21 UPT serta Mal Pelayanan Publik, Dukcapil Lombok Timur dituntut memiliki mekanisme pengawasan yang efektif untuk memastikan seluruh standar pelayanan tetap berjalan.


Parihin berharap seluruh kekurangan yang ditemukan dalam penilaian sebelumnya dapat dilengkapi pada tahun ini. Dengan demikian, seluruh indikator yang dipersyaratkan dalam penilaian zona integritas dapat dipenuhi.


"Semua yang sudah kami sampaikan dan upload kami lengkapi. Mudah-mudahan semuanya sinkron dengan fakta di lapangan," pungkasnya. (zaa).

Ketua APL & Konsultan Hukum PDAM Lombok Tengah nyaris adu jotos

 
Ketua APL & Konsultan Hukum PDAM Lombok Tengah nyaris adu jotos

OPSINTB.com - Adu jotos nyaris terjadi antara Ketua Aliansi Pemuda Lombok Tengah (APL) Lalu Aji Darmawan dengan Konsultan Hukum PDAM Tirta Ardhia Rinjani Lombok Tengah Ikhsan Ramdani di Kantor PDAM, Senin (7/9/2026).


Saat itu, Aji yang sedang berorasi mempertanyakan terkait pengangkatan kembali Bambang Supratomo sebagai Direktur Utama (Dirut). Ia pun meminta Bambang menemuinya. Namun, karena Bambang tak kunjung keluar, Aji kemudian memaksa mengecek langsung ke ruangan Dirut.


Sesampai di ruangan depan, menurut penuturan Aji, tangannya ditarik oleh Dani, yang kemudian mencacinya.


''Ruangan paling depan itu saya buka. Setelah saya buka tiba-tiba tangan kiri saya ditarik, sambil maki-maki saya. Lalu saya tanya kenapa bilang begitu?'' tutur Aji.


Aji yang tak terima kemudian membalas. Adu jotos nyaris terjadi jika kedua belah pihak tidak direlai oleh polisi dan Pol PP yang berjaga.


Ia menyayangkan kata-kata tak pantas itu dikeluarkan oleh seorang pengacara. ''Itu yang memancing amarah kami tadi,'' kata Aji usai keributan terjadi.


Sementara itu, Ikhsan Ramdani alias Dani tak membantah aksinya tersebut. Namun, ia mengatakan aksi itu dipicu kekesalannya terhadap aksi APL. Bahkan Dani menuding APL sengaja demo untuk minta uang.


''Masa begitu modelnya LSM, minta uang,'' sesalnya.


Sebelumnya, Dani mengaku sempat menemui APL di sebuah kafe pada Rabu, 2 September 2026. Hal itu dilakukan untuk meredam rencana APL yang akan melakukan demo. 


''Kami menyayangkan mental adik-adik (LSM) yang kayak begini,'' ujar Dani.


Sementara itu, menurut keterangan pegawai PDAM Lombok Tengah, Dirut Bambang memang sedang tidak berada di kantor. 


''Pak Dirut ke luar daerah,'' sebut pegawai tersebut. (wan)

05/09/26

Bahasa Sasak tergerus zaman, UPT Dikbud Kecamatan Selong gelar Festival Tunas Bahasa Ibu

 
Bahasa Sasak tergerus zaman, UPT Dikbud Kecamatan Selong gelar Festival Tunas Bahasa Ibu

OPSINTB.com - Unit Pelaksana Teknis

 (UPT) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kecamatan Selong menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) dengan mengusung tagline “Melestarikan Bahasa Daerah, Menguatkan Karakter Bangsa”. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula UPT Dikbud Kecamatan Selong, Sabtu (5/9/2026).


Pembukaan FTBI ditandai dengan pemukulan gong oleh Kabid Pembina Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, Lalu Rudi Oki Saputra.


Kepala UPT Dikbud Kecamatan Selong, Muhammad Safi’i, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang bertujuan untuk meningkatkan kecintaan peserta didik terhadap bahasa daerah, khususnya bahasa Sasak.


Menurutnya, penggunaan bahasa daerah di wilayah perkotaan, termasuk Kecamatan Selong, saat ini mulai berkurang. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh kebiasaan masyarakat yang lebih sering menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan keluarga.


"Bahasa daerah dalam penggunaannya masih minim. Sehingga melalui kegiatan ini kita berharap bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi bisa terus menggali tunas-tunas baru yang mencintai bahasa daerah, dalam hal ini bahasa Sasak," ucapnya.


Ia berharap para peserta yang mengikuti FTBI nantinya dapat menjadi duta yang ikut melestarikan bahasa daerah. Menurutnya, pelestarian bahasa daerah penting dilakukan di tengah perkembangan zaman, tanpa mengesampingkan penggunaan bahasa Indonesia dan penguasaan bahasa asing.


"Utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah dan kuasai bahasa asing. Kita berharap literasi ini terus tumbuh dan berkembang di kalangan peserta didik," katanya.


Safi’i menjelaskan, penggunaan bahasa daerah di sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Selong juga masih tergolong minim. Meski demikian, terdapat sejumlah sekolah yang memasukkan bahasa daerah sebagai bagian dari muatan lokal untuk menjaga keberlangsungan bahasa Sasak.


Ia menilai keluarga memiliki peran penting dalam menjaga bahasa ibu. Sebab, penggunaan bahasa Indonesia yang semakin dominan di lingkungan keluarga dikhawatirkan membuat generasi muda semakin jauh dari bahasa daerah.


“Jangan sampai kita lupa terhadap bahasa daerah, karena bagaimanapun itulah karakter yang harus kita jaga terus. Tetap lestari dan jangan sampai dilupakan karena itu adalah bahasa ibu,” tegasnya.


Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pembina Ketenagaan Dikbud Lombok Timur, Lalu Rudi Oki Saputra, mengatakan FTBI merupakan kegiatan yang digelar setiap tahun sebagai upaya mengembangkan literasi dan kecintaan peserta didik terhadap bahasa serta budaya daerah.


Ia mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan melalui berbagai mata lomba yang berkaitan dengan bahasa daerah.


"Yang paling penting adalah bagaimana peserta didik dalam perlombaan ini dapat meningkatkan kreativitasnya melalui bahasa dan budaya daerah," katanya.


Rudi juga meminta dewan juri agar tidak hanya melihat kemampuan peserta dari sisi pengetahuan, tetapi juga menggali kreativitas, keterampilan, sikap, dan potensi yang dimiliki masing-masing peserta didik.


Menurutnya, penggunaan bahasa daerah di kalangan anak-anak saat ini menghadapi tantangan karena tidak semua keluarga masih menggunakan bahasa daerah dalam komunikasi sehari-hari.


Karena itu, FTBI dinilai menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan literasi sekaligus menumbuhkan kembali kecintaan generasi muda terhadap bahasa ibu.


"Lewat perlombaan ini, dengan berbagai macam mata lomba, diharapkan peserta didik bisa lebih mencintai bahasa daerahnya sendiri," ujarnya.


Selain bahasa daerah, Rudi menekankan pentingnya peserta didik menguasai bahasa Indonesia dan bahasa internasional, seperti bahasa Arab maupun bahasa Inggris. Menurutnya, kemampuan berbahasa harus berjalan seimbang dengan pemahaman terhadap budaya, adat, dan tradisi daerah.


Ia menambahkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur juga memiliki program di bidang kebudayaan yang berkaitan dengan peningkatan literasi budaya, termasuk pengenalan cagar budaya, adat dan tradisi daerah.


"Semoga dengan acara FTBI ini, selain mengikuti mata lomba dan meningkatkan kemampuan, anak-anak juga semakin mencintai bahasa daerah atau bahasa ibu, sehingga dalam pergaulan mereka tetap mengenal dan menggunakan bahasa serta tradisi daerahnya," pungkasnya. (red)

Putri Mahkota Victoria tiba di Lombok, disambut tenun Sasak dan minuman rempah

 
Putri Mahkota Victoria tiba di Lombok, disambut tenun Sasak dan minuman rempah

OPSINTB.com - Yang Mulia Putri Mahkota Swedia, Victoria Ingrid Alice Desiree, tiba di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (5/9/2026). Pewaris takhta Kerajaan Swedia tersebut disambut langsung Gubernur NTB H Lalu Muhamad Iqbal di VIP Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid.


Putri Mahkota Victoria tiba didampingi Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Wamen PPN/Wakil Kepala Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard, beserta rombongan.


Gubernur NTB menyampaikan ucapan selamat datang kepada Putri Mahkota Victoria dan rombongan. Penyambutan berlangsung hangat dan penuh penghormatan, sekaligus menjadi kesempatan bagi NTB untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada tamu kehormatan dari Kerajaan Swedia tersebut.


Penyambutan ditandai dengan pengalungan kain tenun khas Sasak Lombok oleh Gubernur NTB kepada Putri Mahkota Victoria. Tenun Sasak menjadi simbol penghormatan sekaligus representasi identitas budaya Lombok yang diwariskan dari generasi ke generasi.


Sebagai bagian dari keramahan khas NTB, Yang Mulia Putri Mahkota Victoria juga disambut dengan welcome drink berupa minuman khas Sasak Lombok. Penyajian minuman tradisional tersebut menjadi bagian dari local hospitality, sekaligus memperkenalkan cita rasa dan kekayaan kuliner lokal kepada tamu kehormatan sejak pertama kali tiba di NTB.


Momen welcome drink kemudian berlangsung dalam suasana yang hangat dan cair. Gubernur NTB memperkenalkan minuman tersebut sekaligus menggambarkan Lombok dengan cara yang sederhana namun penuh makna.


“Karena Anda sekarang sudah tiba di Surga Rempah-Rempah, izinkan kami menyuguhkan minuman herbal sebagai8 minuman penyambutan,” ujar Gubernur kepada Putri Mahkota Victoria.


“Terima kasih,” jawab Putri Mahkota Victoria.


Gubernur kemudian menanyakan perjalanan Putri Mahkota menuju Lombok.


“Bagaimana penerbangan Anda?”


“Baik. Terorganisir dengan baik,” jawab Putri Mahkota.


Dalam suasana yang semakin akrab, Gubernur kemudian menunjukkan antusiasme media NTB yang sejak sehari sebelumnya telah memberitakan dan menginformasikan kedatangan Putri Mahkota Victoria.


“Saya ingin menunjukkan kepada Anda betapa sibuknya media kami memberitakan dan menginformasikan tentang Anda sejak kemarin,” kata Gubernur.


Keduanya kemudian minum bersama sebagai bagian dari rangkaian penyambutan.


Usai mencicipi minuman tersebut, Putri Mahkota Victoria memberikan respons spontan.


“Hmm,” ujarnya.


Gubernur kemudian menjelaskan komposisi minuman herbal yang disajikan.


“Ini adalah minuman herbal, perpaduan dari setidaknya 11 jenis rempah yang berbeda. Semoga minuman ini dapat menyegarkan dan menguatkan Anda sebelum memulai kunjungan lapangan,” jelas Gubernur.


Putri Mahkota Victoria kemudian tersenyum dan memberikan apresiasinya.


“Enak!” ujar Putri Mahkota.


Percakapan singkat tersebut menciptakan suasana penyambutan yang lebih personal. Di balik seremoni resmi, terdapat pesan budaya yang ingin disampaikan NTB: bahwa keramahan kepada tamu tidak hanya hadir dalam bentuk penghormatan formal, tetapi juga melalui budaya, cita rasa, dan tradisi masyarakat.


Kunjungan Putri Mahkota Victoria ke Lombok menjadi momentum penting bagi NTB untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperlihatkan berbagai inisiatif pembangunan yang berkaitan dengan agenda pembangunan berkelanjutan.


Putri Mahkota Victoria menjalankan peran sebagai Goodwill Ambassador UNDP untuk Pembangunan Berkelanjutan. Dalam kapasitas tersebut, kunjungannya ke NTB menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai pengalaman dan praktik pembangunan berkelanjutan di Lombok, sekaligus bertemu dengan masyarakat dan para pemangku kepentingan yang terlibat.


Gubernur NTB menyampaikan rasa hormat dan kebahagiaan atas kunjungan tersebut. Ia berharap kunjungan Putri Mahkota Victoria dapat memberikan pengalaman yang berkesan mengenai Lombok dan NTB, sekaligus membuka ruang bagi hubungan dan kerja sama yang semakin erat pada masa mendatang.


Putri Mahkota Victoria juga mengungkapkan kegembiraannya dapat berkunjung ke Lombok. Ia menyampaikan bahwa dirinya sangat senang dengan kunjungan kali ini dan menikmati kesempatan untuk mengenal Lombok secara lebih dekat.


Dari pengalungan kain tenun Sasak hingga secangkir minuman herbal yang dinikmati bersama, penyambutan Putri Mahkota Victoria menjadi gambaran kecil tentang cara Lombok memperkenalkan dirinya kepada dunia: melalui budaya yang hidup, kekayaan rempah, dan keramahan masyarakatnya.


Setelah rangkaian penyambutan di bandara, Putri Mahkota Victoria bersama rombongan melanjutkan agenda kunjungan lapangan di Lombok. (red)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama