OPSINTB.com - Wabup Loteng, HM Nursiah menyampaikan Rancangan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Tahun 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD, Selasa (14/7/2026). Penyampaian ini menjadi tahapan awal penyusunan APBD 2027.
Wabup menjelaskan penyusunan KUA-PPAS 2027 mengacu pada PP Nomor 12 Tahun 2019, Permendagri Nomor 77 Tahun 2020, dan RKPD Loteng 2027. Dokumen tersebut, kata Wabup, disusun dengan pendekatan partisipatif, teknokratis, dan terpadu agar selaras dengan kebijakan nasional dan Provinsi NTB.
Ia mengungkap kondisi ekonomi Loteng menunjukkan tren positif. IPM naik dari 71,19 pada 2024 menjadi 72,96 pada 2027. Sementara tingkat kemiskinan turun dari 12,07 persen menjadi 10,68 persen, dengan target 9,20-10,14 pada 2027.
‘’Pertumbuhan ekonomi daerah juga meningkat dari 3,34 persen menjadi 4,87 persen dan diperkirakan tumbuh pada kisaran 5,36-6,34 persen pada 2027,’’ ujarnya.
Menurutnya, sektor pariwisata khususnya KEK Mandalika masih menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Namun, Pemda masih menghadapi tantangan berupa meningkatnya pengangguran, ketimpangan pendapatan, dan perlunya peningkatan kualitas SDM dan lapangan kerja.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Nursiah melanjutkan, Pemkab mengusung tema pembangunan 2027, yaitu “Penguatan Transformasi Masmirah”. ‘’Tema ini dijabarkan dalam 5 prioritas; peningkatan kualitas SDM, reformasi birokrasi, penguatan ekonomi inklusif, pemerataan infrastruktur, hingga penguatan modal sosial budaya,’’ imbuhnya.
Di bidang fiskal, Wabup mengakui Loteng masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap dana transfer pusat. Kendati demikian, rasio kemandirian fiskal daerah terus meningkat seiring tumbuhnya sektor pariwisata dan optimalisasi PAD.
Dikatakan, dalam rancangan KUA-PPAS 2027, target pendapatan daerah ditetapkan Rp2,57 triliun atau naik Rp78,49 miliar dari tahun sebelumnya. Ia merinci: PAD Rp597,31 miliar, transfer Rp1,95 triliun, dan pendapatan sah Rp26,63 miliar.
Sementara itu, belanja daerah 2027 juga direncanakan Rp2,57 triliun. Anggaran ini diarahkan untuk belanja wajib, standar pelayanan minimal, dan program prioritas nasional seperti pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, dan ketahanan pangan.
‘’Rinciannya, belanja operasi Rp2,06 triliun, belanja modal Rp172,09 miliar, belanja tak terduga Rp2,5 miliar, dan belanja transfer Rp334,05 miliar,’’ ungkapnya.
Di sisi pembiayaan, penerimaan direncanakan dari SiLPA Rp30,89 miliar. Sementara pengeluaran pembiayaan Rp31,18 miliar untuk pembayaran angsuran pokok utang daerah ke PT SMI. Dengan demikian, struktur APBD 2027 dirancang berimbang dan terukur.
‘’Saya berharap pembahasan KUA-PPAS 2027 menghasilkan kebijakan anggaran yang berpihak pada masyarakat dan menjadi landasan Loteng yang Masmirah,’’ tutup Wabup. (wan)






follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami