OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

18/02/26

Satu tahun Iqbal-Dinda, transformasi ekonomi NTB dimulai

 
Satu tahun Iqbal-Dinda, transformasi ekonomi NTB dimulai

OPSINTB.com - Perdebatan publik mengenai pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) sepanjang 2025 sesungguhnya berangkat dari cara membaca data. Sebagian masyarakat menangkap angka 12,49 persen sebagai gambaran kondisi ekonomi NTB, sementara sebagian lain mengacu pada angka 3,22 persen. Keduanya sama-sama benar, namun mengukur hal yang berbeda.


Badan Pusat Statistik (BPS) NTB menjelaskan bahwa 12,49 persen merupakan pertumbuhan Triwulan IV 2025 dibanding Triwulan IV 2024 (year-on-year), yang mencerminkan lonjakan aktivitas ekonomi di akhir tahun. Sementara 3,22 persen adalah pertumbuhan ekonomi NTB sepanjang 2025 secara kumulatif (cumulative to cumulative), yang merekam rata-rata kinerja ekonomi selama empat triwulan penuh. Dengan kata lain, 12,49 persen adalah momentum kebangkitan, sedangkan 3,22 persen adalah potret perjalanan satu tahun.


Data BPS menunjukkan bahwa pada Triwulan I dan II 2025 ekonomi NTB sempat mengalami kontraksi. Penyebab utamanya bukan sektor pertanian yang justru tumbuh tinggi akibat panen raya, melainkan penurunan tajam produksi pertambangan. Padahal sektor ini merupakan salah satu kontributor terbesar PDRB NTB. Memasuki Triwulan III, smelter mulai beroperasi dan ekspor emas kembali berjalan. Pada Triwulan IV, pertumbuhan melonjak hingga 12,49 persen. Pola ini menegaskan bahwa ekonomi NTB sepanjang 2025 bergerak dari fase koreksi menuju fase pemulihan.


Bahkan Kepala BPS NTB menegaskan bahwa jika sektor tambang bijih logam dikeluarkan dari perhitungan, pertumbuhan ekonomi NTB justru mencapai 8,33 persen secara kumulatif dan 13,7 persen secara tahunan. Artinya, sektor non-tambang seperti pertanian, perdagangan, industri, dan konsumsi rumah tangga menunjukkan kinerja yang solid. Fakta ini menegaskan bahwa perlambatan 2025 bukan karena melemahnya ekonomi rakyat, melainkan akibat fase transisi sektor tambang dan industri pengolahan.


Dalam konteks inilah capaian satu tahun kepemimpinan Iqbal–Dinda perlu dibaca secara adil. Tahun 2025 merupakan tahun awal operasional hilirisasi, tahun konsolidasi struktur ekonomi, sekaligus tahun peletakan fondasi transformasi. Lonjakan di akhir tahun menunjukkan kapasitas produksi mulai terbentuk. Pada saat yang sama, indikator sosial justru membaik: konsumsi rumah tangga tumbuh 4,51 persen, pengangguran menurun, dan pekerja formal meningkat. Ini menandakan daya beli terjaga dan produktivitas mulai menguat.


Enam kali dari rencana: Ekonomi NTB bangkit 4,69 poin di tengah tantangan 2025


Perencanaan pembangunan daerah melalui RPJMD NTB 2025 disusun dengan asumsi kondisi ekonomi berjalan normal, dengan titik awal pertumbuhan tahun 2024 sebesar 5,30 persen dan target 2025 di level 6 persen. Artinya, kenaikan yang dirancang hanya sekitar 0,70 poin, sebuah pendekatan moderat dan berkelanjutan.


Namun realitas awal tahun kepemimpinan Iqbal–Dinda jauh berbeda. Alih-alih memulai dari 5,30 persen, perekonomian NTB justru terkontraksi hingga minus 1,47 persen akibat persoalan teknis smelter yang berdampak langsung pada sektor pertambangan. Dengan berubahnya titik awal ini, beban pemulihan ekonomi menjadi jauh lebih berat.


Meski demikian, hingga akhir 2025 ekonomi NTB berhasil ditutup dengan pertumbuhan positif sebesar 3,22 persen. Jika dihitung dari titik terendah minus 1,47 persen, maka terjadi lonjakan pertumbuhan sebesar 4,69 poin hanya dalam satu tahun atau enam kali lipat dari kenaikan yang direncanakan dalam RPJMD. Capaian ini menunjukkan bahwa tahun pertama pemerintahan Iqbal–Dinda bukan sekadar menjaga ekonomi tetap bergerak, tetapi mampu membalik kontraksi menjadi akselerasi.


Keberhasilan ini menegaskan bahwa mesin ekonomi NTB tidak semata bergantung pada sektor tambang. Di tengah gangguan teknis pertambangan, sektor pertanian, perdagangan, jasa, industri pengolahan, serta konsumsi rumah tangga tetap bergerak dan menjadi penopang utama pemulihan.


Penguatan struktur PDRB: Capaian nyata sepanjang 2025


Di tengah dinamika pertambangan, kinerja Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB menunjukkan arah penguatan struktur ekonomi daerah. PDRB per kapita NTB pada 2025 mencapai sekitar Rp33,67 juta per orang, meningkat signifikan dibanding 2024. Ini memberi tiga pesan penting: kesejahteraan rata-rata masyarakat bergerak naik, kapasitas ekonomi daerah semakin menguat, dan proses transformasi mulai terlihat.


Dari sisi lapangan usaha, pertambangan, pertanian, dan perdagangan masih menjadi tulang punggung ekonomi. Namun penggerak pertumbuhan tertinggi justru berasal dari sektor bernilai tambah. Industri pengolahan tumbuh 137,78 persen, jasa keuangan meningkat 28,12 persen, dan perdagangan naik 12,29 persen. Lonjakan industri pengolahan dipicu mulai beroperasinya smelter, menandai bahwa agenda hilirisasi mulai memberi dampak nyata. Bahkan secara tahunan, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 6,48 persen.


Gambaran pertumbuhan ekonomi di luar tambang (non-tambang)


Walaupun pertambangan masih berkontribusi besar terhadap PDRB, sepanjang 2025 terlihat penguatan nyata sektor non-tambang yang menjadi penopang utama ekonomi rakyat. Pertanian tumbuh positif, didorong lonjakan produksi padi dari sekitar 152 ribu ton menjadi 200 ribu ton GKG. Perdagangan meningkat seiring naiknya aktivitas pertanian dan industri. Akomodasi dan makan minum tumbuh, sejalan dengan kenaikan tamu hotel hingga 30,94 persen dan penumpang udara sekitar 10,69 persen. Jasa keuangan, transportasi, serta konsumsi rumah tangga ikut menguat.


Maknanya jelas: ekonomi rakyat seperti pertanian, UMKM, jasa, dan pariwisata mulai kembali hidup, daya beli masyarakat terjaga, dan struktur ekonomi bergerak semakin berimbang. NTB tidak hanya tumbuh karena tambang, tetapi mulai membangun basis ekonomi yang lebih inklusif dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat.


Dari angka menuju arah kebijakan


Dengan fondasi PDRB yang menguat dan sektor non-tambang yang mulai pulih, pertumbuhan 2025 perlu dibaca sebagai tahun transisi sekaligus tahun peletakan dasar transformasi ekonomi. Lonjakan industri pengolahan menunjukkan hilirisasi mulai bekerja. Penguatan pertanian dan perdagangan memperlihatkan ekonomi rakyat kembali bergerak. Pariwisata dan jasa memberi efek pengganda bagi UMKM.


Dalam perspektif satu tahun kepemimpinan Iqbal–Dinda, yang sedang dibangun bukan sekadar pertumbuhan jangka pendek, melainkan fondasi ekonomi yang lebih stabil, inklusif, dan berpihak pada rakyat.


Pertumbuhan 3,22 persen adalah catatan perjalanan 2025. Pertumbuhan 12,49 persen adalah tanda kebangkitan di akhir tahun. Keduanya bukan kontradiksi, melainkan dua sisi dari fase transisi ekonomi NTB.


Ke depan, tantangan bukan hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi memastikan pertumbuhan tersebut konsisten sepanjang tahun, berbasis sektor padat karya, memberi nilai tambah lokal, dan benar-benar dirasakan masyarakat. Dengan arah kebijakan yang tepat, momentum akhir 2025 menjadi fondasi kuat menuju 2026 yang lebih stabil dan berkelanjutan. Dan justru di sinilah capaian itu patut diapresiasi: NTB tidak hanya bangkit, tetapi sedang menata ulang arah pertumbuhannya. (red)

17/02/26

Pemdes Ubung buka suara terkait kisah viral Noorida

 
Pemdes Ubung buka suara terkait kisah viral Noorida

Foto: Unsur Pemdes Ubung saat memberikan klarifikasi kepada media terkait kisah Noorida. (wan/opsintb)


OPSINTB.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Ubung, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah buka suara terkait pemberitaan yang beredar mengenai kisah Noorida Akmal Binti Ayoob, yang disebut-sebut bertahan hidup selama 18 tahun di Loteng sebagai tukang sapu.


Kepala Desa Ubung, Mustaal menegaskan, bahwa informasi tersebut tidak sepenuhnya benar. Berdasarkan data dan pengetahuan pihaknya, Noorida diketahui tidak pernah menjadi tukang sapu, sebagaimana diberitakan.


‘’Ia (Noorida) diketahui tinggal di wilayah kami dan saat itu hanya membawa seorang anak perempuan. Informasinya sekarang anak Noorida dua orang, cowok cewek,’’ kata Mustaal, Selasa (17/2/2026).


Lebih lanjut, Mustaal mengatakan, anak perempuan Noorida pernah berkuliah di Universitas Mataram melalui program Bidikmisi.


‘’Ini kan menunjukkan bahwa anaknya tetap mendapat akses pendidikan layak,’’ imbuhnya.


Adapun terkait isu rumah tangga, yang menyebut Noorida ditelantarkan suami; Mustaal menjelaskan, memang keduanya telah bercerai pada 24 Juni 2024. Setelah bercerai, kata dia, mantan suaminya memberikan uang Rp 20 juta sebagai biaya kepulangan ke Malaysia.


Setelah perceraian itu, Noorida bekerja menjadi karyawan di Pasar Bambu atau area UMKM kerajinan kuliner desa setempat selama kurang lebih delapan bulan.


‘’Bukan sebagai petugas kebersihan seperti yang diberitakan hingga viral,’’ ucapnya.


Pihaknya berharap, pemberitaan ini dapat memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat, serta mencegah berkembangnya opini yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.


‘’Kami tetap terbuka untuk berkoordinasi dan komunikasi demi menjaga nama baik semua pihak,’’ tandas Mustaal. (wan)

Kolaborasi PWLT dan ITDC, Mandalika Fun Art 2026 Sukses digelar di Bazar Mandalika

 
Kolaborasi PWLT dan ITDC, Mandalika Fun Art 2026 Sukses digelar di Bazar Mandalika

OPSINTB.com - Persatuan Wartawan Lombok Tengah (PWLT) bekerja sama dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sukses menyelenggarakan ajang PWLT Fun Art 2026. Acara yang berlangsung meriah ini dipusatkan di Bazar Mandalika, Lombok Tengah, Senin (16/02/2026).


Ratusan peserta yang terdiri dari siswa tingkat TK dan SD antusias mengikuti berbagai mata lomba, mulai dari lomba mewarnai hingga fashion show. Kemeriahan semakin terasa saat grup Gendang Beleq dari SD 22 Praya tampil memukau membuka kegiatan dengan atraksi budaya khas Sasak.


Beberapa penampilan yang ditampilkan pada kegitan tersebut antara lain: fashion show Putri Mandalika, Duta Lingkungan, putri Kecil Pariwsata NTB, dan tari.


Ketua PWLT, Budiman menyatakan kegiatan Mandalika Fun Art 2026 ini membawa misi literasi mengenai legenda Putri Mandalika. Budiman menekankan pentingnya menghubungkan identitas budaya Sasak dengan kemajuan modernisasi KEK Mandalika saat ini.


‘’Kami ingin generasi muda tidak hanya bangga pada pembangunan fisik seperti sirkuit MotoGP, tapi juga mencintai akar budayanya. Melalui seni, kami mengenalkan konsep pariwisata berkelanjutan dan ekonomi kreatif kepada masyarakat lokal agar mereka menjadi aktor aktif dalam pembangunan,” katanya.


Perwakilan ITDC, I Made Pari Wijaya, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Menurutnya, program PWLT Fun Art sangat sejalan dengan visi ITDC dalam menjadikan kawasan Mandalika sebagai pusat kolaborasi, pengembangan bakat, serta atraksi budaya.


“Kegiatan ini sangat positif dan sejalan dengan program kami. Kami ingin menjadikan Mandalika sebagai destinasi kolaboratif yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga wadah kreasi bagi masyarakat,” ujar Pari Wijaya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya ITDC untuk mendekatkan diri dengan masyarakat Lombok Tengah dan NTB secara umum. 


Melalui konsep one-stop destination, pengunjung kini bisa menikmati wisata kuliner, berbelanja di Bazar Mandalika, sekaligus menyaksikan kegiatan kreatif dan edukatif


Ke depannya, semangat kolaborasi antara ITDC dan PWLT diharapkan terus terjaga guna meningkatkan angka kunjungan wisata ke kawasan Mandalika. 


‘’ITDC juga berencana akan terus menggarap berbagai agenda kreatif lainnya untuk memperkuat daya tarik kawasan di masa mendatang,’’ ujarnya. (iwn)

16/02/26

Wabup Nursiah: Anak-anak Loteng harus tangguh dan berdedikasi

 
Wabup Nursiah: Anak-anak Loteng harus tangguh dan berdedikasi

OPSINTB.com - Wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng), H Muhammad Nursiah menekankan agar seluruh anak di daerah ini untuk tangguh dan harus bisa berbuat untuk kemajuan daerah. Hal itu dikatakannya dalam Musrenbang Tematik Anak 2026, bertema ‘’Anak Berkarakter Tangguh Loteng Hebat’’ yang berlangsung di ballroom kantor bupati setempat, Ahad (15/2/2026).


Menurut dia, generasi muda jangan terlena dengan perbuatan yang menghancurkan masa depan, karena kemajuan zaman yang semakin canggih. ‘’Daerah menjadi hebat dan maju tergantung pada generasi anak yang berdedikasi tinggi dan berakhlak mulia,’’ kata Wabup.


Dia menilai sejauh ini Pemda telah sangat memperhatikan anak-anak, baik pendidikannya, taraf hidup, serta pengakuan dan status anak terkait program-program yang berkaitan dengan pencegahan pernikahan dini.


‘’Kami terus perhatikan anak-anak yang ada di Loteng dalam segala bidang, sehingga tidak ada lagi anak yang putus sekolah. Tidak ada lagi anak yang di usia masih membutuhkan kasih sayang orang tua justru mencari nafkah untuk kebutuhan hidupnya,’’ imbuhnya.


Sementara, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Loteng, Sri Muliana Widiastuti menyatakan, tujuan Musrenbang Tematik Anak ini ialah untuk menyerap aspirasi anak Loteng dalam melaksanakan program tahun 2020 dan 2027 mendatang. Kegiatan ini diikuti 36 anak se-Loteng.


‘’Untuk program yang diajukan tahun lalu, program tersebut tahun ini sedang dilaksanakan sesuai yang direncanakan oleh komunitas anak Loteng,’’ ujarnya.


Di acara yang sama, Kepala DP3AP2KB Loteng, H Kusriadi menyebut mendukung pelaksanaan program ini. Sebab, musrenbang ini dapat merekam aspirasi anak-anak di Loteng.


Kusriadi menilai, anak-anak adalah investasi yang sangat berharga. Oleh karenanya, aspirasi mereka dapat dijadikan referensi ke depan. Terlebih Loteng yang berstatus kabupaten layak anak, maka sepatutnya Pemda memberikan ruang bagi mereka.


‘’Dengan demikian anak-anak Loteng dapat berkiprah dengan baik untuk mewujudkan daerah yang hebat,’’ tandasnya. (iwn)

15/02/26

Gubernur NTB dukung konsistensi sport tourism lewat Pocari Run

 
Gubernur NTB dukung konsistensi sport tourism lewat Pocari Run

OPSINTB.com - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal melepas ratusan peserta Fun Run Road to Pocari Sweat Run 2026 di Lapangan Kantor Gubernur NTB, Minggu (15/2). Kegiatan lari sejauh 5 kilometer tersebut menjadi agenda pembuka menuju Pocari Sweat Run Mandalika 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang.


Gubernur didampingi istri, Sinta M Iqbal, turut mengikuti kegiatan bersama sekitar 300 peserta yang ambil bagian dalam ajang tersebut.


Dalam sambutannya sebelum melepas peserta, Gubernur menekankan pentingnya menjaga konsistensi NTB sebagai destinasi sport tourism nasional.


“Selamat pagi para runners! Ini adalah langkah awal kita menuju Pocari Sweat Run 2026 di Mandalika. Saya pastikan teman-teman akan bertemu saya lagi di garis finish nanti,” ujarnya.


Ia berharap kolaborasi dengan penyelenggara dapat terus berlanjut guna mendukung pengembangan pariwisata dan olahraga di daerah.


“Harapan kita, event prestisius ini bisa terus terselenggara di Mandalika hingga tahun-tahun yang akan datang demi memajukan daerah kita,” tambahnya.


Perwakilan panitia penyelenggara, Restu Aji Pamungkas, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi NTB terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.


“Ini adalah rangkaian dan kick-off pertama kali kita membuat pro-event di Lombok. Kami sangat terbantu dengan kehadiran Bapak Iqbal dan Ibu Sinta yang meluangkan waktu menyapa langsung para pelari dan ikut berlari bersama,” ungkap Restu.


Penyelenggara menargetkan jumlah peserta yang lebih besar pada puncak acara yang dijadwalkan berlangsung pada 11–12 Juli 2026 di Sirkuit Mandalika. Kegiatan tersebut diharapkan memberikan dampak promosi pariwisata dan penguatan ekosistem olahraga di NTB. (red)

14/02/26

Open turnamen perdana Putri Mandalika Cup PTMSI Loteng sukses

 
Open turnamen perdana Putri Mandalika Cup PTMSI Loteng sukses

OPSINTB.com - Final Turnamen Putri Mandalika Cup Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Pengurus Cabang Lombok Tengah (Loteng) digelar di GOR Qamarul Huda Desa Bagu, Kecamatan Pringgarata, Sabtu (14/2/2026).


Turnamen yang berlangsung dari 12-14 Februari tersebut diikuti 300 lebih peserta dari tiga kategori. Untuk kategori Divisi 4 atau penghobi diikuti 180 peserta. Kategori Ganda Mix Divisi diikuti 80 peserta, dan kategori U-13 diikuti 40 peserta.


Panitia Turnamen Putri Mandalika Cup PTMSI Loteng, Surya Azani, menjabarkan setiap kategori yang dipertandingkan mempunyai tujuan masing-masing. Misalkan, kata dia, untuk kategori Ganda Mix Divisi; bertujuan mempersiapkan bakat-bakat muda untuk mengikuti Porprov. Kategori Divisi 4; bertujuan melihat dan mengetahui peminat olahraga tenis meja.


‘’Ketiga, tujuan dari kategori U-13 ini; melihat bibit-bibit untuk kami bentuk. Kemudian setelah itu memberikan pelatihan untuk adik-adik ini,’’ papar Azan, panggilan akrabnya.


Azan yang juga ditugaskan pada Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) tersebut menyebut, ke depan PTMSI Loteng berencana akan mengadakan turnamen yang lebar akbar lagi, semisal turnamen tenis meja se-NTB.


PTSMI Pengcab Loteng belum lama terbentuk. Kendati demikian, PTSMI Loteng menargetkan dapat mempersembahkan tiga medali emas pada ajang Porprov yang rencananya akan digelar Juli 2026 mendatang.


Sejauh ini, PTMSI telah menjaring empat atlet putra dan putri berprestasi untuk diberangkatkan ke Porprov NTB.


Senada disampaikan Ketua Umum PTSMI Loteng, Murdani. Dia mengatakan, turnamen ini diharapkan menjadi ajang seleksi atlet tenis meja putra putri terbaik Loteng untuk diorbitkan ke level yang lebih tinggi.


‘’Dengan adanya turnamen ini, kami berharap bisa menjaring bibit petenis meja putra putri Loteng untuk diorbitkan, baik di level provinsi maupun nasional,’’ kata Murdani.


Untuk lebih menggaungkan lagi olahraga tenis meja di Loteng, PTMSI Loteng di bawah pembinaan Murdani akan melakukan road show ke setiap kecamatan, serta mengadakan turnamen lanjutan di tiap-tiap kecamatan.


‘’Ya, untuk menambah gairah dan minat orang terhadap olahraga tenis meja ini, karena olahraga ini tidak mengenal usia. Ini olahraga bisa dimainkan oleh usia dini hingga orang tua,’’ ujarnya.


Turnamen Putri Mandalika Cup PTMSI Loteng dari pembukaan hingga final telah terselenggara dengan baik. Turnamen ini menyediakan hadiah belasan juta rupiah, sertifikat, dan piala.


‘’Terimakasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan kepada atlet kita se-Loteng, yang telah berpartisipasi,’’ tutup Murdani. (wan)

Kejutan di Musancab PDI Perjuangan Lotim, Rachmat beri kode periode terakhir pimpin partai

 
Kejutan di Musancab PDI Perjuangan Lotim, Rachmat beri kode periode terakhir pimpin partai

OPSINTB.com - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Lombok Timur menggelar Musyawarah Anak Cabang di Gedung Wanita Selong, Sabtu (14/2/2026). Tak sekadar forum organisasi, musyawarah ini menjadi ruang refleksi sejarah sekaligus meneguhkan komitmen para kader untuk terus menempel erat pada rakyat.


Musyawarah Anak Cabang PDI Perjuangan se Kabupaten Lombok Timur tersebut dibuka Ketua DPD PDI Perjuangan NTB H Rachmat Hidayat, dengan rangkaian sakral dan menggugah. Kirab panji partai, hening cipta yang dipimpin Ahmad Amrullah Sekretaris DPC PDIP Lombok Timur yang juga Anggota DPRD Lotim, suasana gegap gempita kader, hingga pembacaan Dedication of Life Bung Karno. Nuansa ideologis terasa kuat, seolah mengajak seluruh kader senantiasa menengok kembali akar perjuangan partai.


Sebanyak 777 peserta hadir memenuhi arena Musancab, terdiri dari pengurus PAC dan ranting se-Lombok Timur, termasuk ketua PAC lama dan baru yang akan dilantik. Kehadiran penuh kader ini menandakan kesiapan struktur partai besutan Prof. Hj. Megawati Soekarno Putri ini hingga ke akar rumput. Tak lupa hadir pula pengurus inti DPD PDIP NTB, DPC PDIP Lombok Timur, dan Anggota DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten Lombok Timur dari PDI Perjuangan.


Ketua DPC PDI Perjuangan Lombok Timur Ahmad Sukro dalam laporannya mengungkapkan, Musancab ini merupakan momentum kebangkitan dan introspeksi bersama.


“Kita harus jujur melihat diri sendiri. Ini saatnya bangkit, memperbaiki struktur partai dari atas sampai ranting. Kita tidak ingin PDI Perjuangan dianggap tidak ada,” tegasnya.


Ia mengingatkan, Lombok Timur memiliki posisi historis dalam perjalanan PDI Perjuangan di NTB. “Di sinilah sejarah itu dibangun. Jangan sampai kita membuat malu perjuangan para pendahulu. Lombok Timur harus jadi sesuatu yang berbeda dibanding DPC lainnya,” ujarnya, disambut pekikan siap dari para kader.


Semangat para kader semakin membara saat Ketua DPD PDI Perjuangan NTB H. Rachmat Hidayat menyampaikan arahan. Anggota DPR RI empat periode ini memberi kejutan kepada para kader dengan secara khusus mengundang para pejuang partai era 1980-an, sebuah masa ketika PDI Perjuangan berjuang keras di bawah tekanan rezim otoriter Orde Baru dan berhasil meraih enam kursi DPRD di Lombok Timur.


Hanya saja, partai ini kemudian didzolimi, karena haknya untuk mendapat kursi pimpinan DPRD ditelikung penguasa. Kursi Pimpinan DPRD Lombok Timur justru dialihkan penguasa ke Partai Persatuan Pembangunan yang hanya memiliki lima kursi. Sejak saat itu, perlawanan kader-kader Banteng di Lombok Timur pada pemerintahan Orde Baru kian trengginas. Fraksi PDI Perjuangan selalu menyatakan Minderheit Nota pada kebijakan pemerintah yang jelas-jelas menelikung rakyat.


Rachmat menegaskan, kehadiran para pejuang partai tersebut bukanlah seremonial belaka, melainkan pengingat nilai dasar perjuangan. Para pejuang partai itu kata dia, bukan cerita masa lalu, mereka adalah fondasi partai. Di masa sulit, mereka tidak menyerah.


Politisi kharismatik Bumi Gora ini menegaskan bahwa partai besar tidak boleh tercerabut dari sejarahnya. Nilai keberanian, militansi, dan keberpihakan pada rakyat yang diwariskan para pejuang lama harus menjadi pedoman kader hari ini.


“Dari daerah inilah perlawanan itu dibangun. Kita pernah enam kursi, di masa yang tidak mudah. Sekarang tinggal tiga, tapi jangan pernah merasa kecil. Dari tiga kita bisa kembali ke enam,” ujar Rachmat dengan suara bergetar penuh semangat.


Ia mengingatkan kejayaan masa lalu bukan untuk diratapi, melainkan dijadikan bahan bakar perjuangan. Menurutnya, kunci kebangkitan ada pada konsistensi kader untuk turun langsung ke masyarakat.


“Jangan hanya pandai bicara di forum. Temui rakyat, dengarkan keluhan mereka, dekati tokoh masyarakat. Partai ini hidup kalau kadernya hidup di tengah rakyat,” tegasnya.


Rachmat juga menekankan pentingnya pemberdayaan PAC dan ranting sebagai mesin utama gerakan partai. Ia bahkan meminta pengurus berdiri dan diabsen satu per satu, sebagai simbol kesiapan struktur menghadapi tantangan politik ke depan.


Tak kalah penting, ia menyoroti generasi muda sebagai harapan baru. Pemilu 2029 disebutnya sebagai momentum kebangkitan anak muda di PDI Perjuangan.


“Zamannya anak muda. Mereka independen, cerdas, dan kritis. Kalau kita tidak mendekati mereka dari sekarang, kita akan tertinggal,” katanya, disambut tepuk tangan panjang peserta Musancab.


Musancab PDI Perjuangan Lombok Timur ini merupakan agenda lima tahunan sesuai amanat kongres partai. Lebih dari itu, Musancab menjadi titik awal konsolidasi, menyatukan kembali ingatan sejarah, dan menyalakan api perjuangan kader untuk mengembalikan kejayaan partai dengan satu pesan utama, kembali ke rakyat, bersama rakyat.


*Kode Periode Terakhir*


Dalam arahannya, Rachmat Hidayat juga menyampaikan pernyataan penting yang menjadi kode bahwa dirinya mungkin akan menjalani periode terakhir sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan NTB. Ia menegaskan akan memanfaatkan sisa masa kepemimpinannya untuk turun langsung ke lapangan. Menyambangi masyarakat di setiap kecamatan di Lombok Timur dan juga di Pulau Lombok.


“Ini periode terakhir saya. Saya akan keliling kecamatan di seluruh Lombok Timur dan juga Pulau Lombok. Saya ingin memastikan PAC dan ranting hidup, bergerak, dan benar-benar bersama rakyat,” tegasnya.


Rachmat belum lama dikukuhkan kembali memangku amanah sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan NTB. Politisi lintas zaman ini akan mengakhiri periode lima tahun kepemimpinan pada 2030. Ia tercatat tanpa jeda berkhidmat memimpin PDI Perjuangan NTB semenjak tahun 2000 silam.


Karena itu, Rachmat mengaku sangat bangga melihat komposisi peserta Musancab yang didominasi kader muda, khususnya dari Lombok Timur. Menurutnya, hal tersebut menjadi sinyal kuat bahwa regenerasi di tubuh partai berjalan dan harus terus diperkuat.


Rachmat menekankan bahwa kader muda tidak cukup hanya hadir secara jumlah, tetapi harus ditempa melalui kerja nyata di PAC dan ranting, dengan satu prinsip utama yakni menempel di rakyat, mendengar, dan bekerja bersama masyarakat.


Itu sebabnya, mendapati semangat membara para kader-kader muda di hadapannya, Rachmat tak ragu bahwa sudah saatnya dirinya menegaskan kepemimpinan transisional yang sadar regenerasi, memastikan estafet partai tidak putus dan kader muda siap mengambil peran.


Langkah Rachmat yang menghadiran pejuang senior juga menjadi upaya mengikat memori kolektif partai, agar kader muda tidak tercerabut dari nilai ideologis dan sejarah perjuangan. Sebab, tanpa fondasi ini, regenerasi berisiko menjadi sekadar pergantian usia, bukan kesinambungan nilai. (red)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama