OPSINTB.com | News References -->

Headline

Politik

Hukum

Nasional

Monday, April 12, 2021

Aliansi Mahasiswa Lombok Tengah keluhkan lambatnya respons Dewan

 
Aliansi Mahasiswa Lombok Tengah keluhkan lambatnya respons DPRD

OPSINTB.com - 18 Paguyuban Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kabupaten Lombok Tengah kembali mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Lombok Tengah imbas dari tidak adanya respon terhadap permohonan audiensi pekan lalu.

Lambatnya respon dan konfirmasi yang diberikan pihak DRPD Kabupaten Lombok Tengah terhadap permohonan audiensi Aliansi Mahasiswa Lombok Tengah membuat mereka kecewa. Pasalnya, permohonan audiensi yang diajukan melalui surat yang telah diajukan seminggu yang lalu, tepatnya Selasa, 6 April 2021.

Sampai dengan Senin pagi (12/04/2021) belum ada jawaban dan kepastian yang diberikan pihak DPRD Kabupaten Lombok Tengah. Aliansi Mahasiswa yang terdiri atas 18 paguyuban mahasiswa se-Kabupaten Lombok Tengah ini merupakan wadah gerakan mahasiswa yang baik dalam lingkup Kabupaten, Kecamatan, maupun Desa. 

Wahyu Adiguna, koordinator I Aliansi Mahasiswa Kabupaten Lombok Tengah menyayangkan sikap kurang responsifnya pihak DPRD Kab. Lombok Tengah dalam menanggapi usulan aliansi mahasiswa. "Jujur kami kecewa, surat kami sampaikan minggu lalu, disposisinya baru hari ini, komunikasinya kurang baik, jangan sampai aspirasi mahasiswa Lombok Tengah ini dianggap remeh," tegas mahasiswa yang kerap disapa Wahyu itu.

Wahyu melanjutkan bahwa permohonan audiensi ini mesti disikapi secara serius oleh DPRD Kab. Lombok Tengah. "DPRD harus memastikan terealisasinya kegiatan audiensi bersama Aliansi Mahasiswa Lombok Tengah dengan catatan mesti menghadirkan dinas-dinas terkait tanpa terkecuali, tuntutan yang kami angkat merupakan isu strategis mahasiswa Loteng," jelas koordinator I Aliansi Mahasiswa Lombok Tengah itu.

Pihak DPRD Kabupaten Lombok Tengah baru memberikan jawaban terkait permohonan audiensi pada hari ini, Senin (12/04/2021). Hal ini dikarenakan jadwal anggota dewan minggu ini berbenturan dengan tugas lain yang telah dijadwalkan jauh hari sebelumnya yakni untuk menyelesaikan LKPJ. 

Humas Aliansi Mahasiswa Lombok Tengah, Lalu Aryapanji Adipatiwardana juga menyangkan lambatnya respon DPRD ini. "Sikap yang lamban seperti ini perlu dievaluasi. Dulu juga teman" mahasiswa Lombok Tengah di Malang sempat minta audensi masalah asrama di Malang, polanya hampir sama, saling  lempar wewenang," pungkas Panji.

Permohonan audiensi Mahasiswa Lombok Tengah telah dijawab oleh pihak DPRD Kabupaten Lombok Tengah. Audiensi dijadwalkan akan dilakukan pada Senin pekan depan (19/04). (red)

Segera gelar Munas, IKA Unram perkuat silaturahmi dan sinergitas

 
Segera gelar Munas, IKA Unram perkuat silaturahmi dan sinergitas

OPSINTB.com - Ikatan Keluarga Alumni Universitas Mataram (IKA Unram) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) 29-30 Mei 2021 di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua Panitia Munas IKA Unram, Lalu Athari Fathullah menjelaskan kegiatan Munas akan dilaksanakan secara offline sesuai protokol kesehatan  mengingat masih Pandemi Covid-19.

"Dijadwalkan Munas IKA Unram dilaksanakan 29-30 Mei 2021 di Mataram. Tidak tertutup digelar secara hybrid, artinya ada dihadiri offline secara terbatas dan ada juga yang hadir via online. Tentu semua dengan menerapkan standar prokes, karena masih dalam masa pandemi," kata Athari didampingi Sekretaris dan Bendum  Panitia Munas IKA Unram Amri Nuryadin dan Nasiva, Senin (12/4/2021) di Mataram.

Menurutnya, selain evaluasi dan perencanaan program ke depan, dalam Munas juga akan dilaksanakan pemilihan Ketua Umum dan jajaran kepengurusan IKA Unram untuk periode 2020-2024.

Athar menambahkan Munas IKA Unram untuk Ketua SC dipegang oleh Iwan Harsono dan Sekretaris SC Ali Ustman Ahim. Saat ini persiapan Munas terus dilakukan. Para alumni Unram yang tergabung dalam IKA Unram dapat mengambil bagian dalam mensukseskan kegiatan Munas tahun ini.

Sementara Ketua Umum IKA Unram, Sirra Prayuna mengatakan Munas IKA Unram digelar empat tahun sekali sebagai wadah silaturahmi nasional para alumni Universitas Mataram.

Sirra yang menjabat Ketum IKA Unram 2016-2020 berharap momentum ini bisa menjadi perekat ikatan para alumni, sekaligus membangun sinergitas di semua bidang.

"Unram ini kan almamater yang luar biasa dan banyak membesarkan tokoh-tokoh daerah maupun di kancah nasional. Para alumni harus bisa bersinergi satu sama lain untuk berkontibusi kepada kampus, masyarakat, daerah, bangsa dan negara ini. Terutama pengabdian pada aspek- aspek sosial dan kerja kemanusiaan," papar Sirra Prayuna.

Sirra berharap, dalam Munas kali ini banyak alumni berprestasi bisa dan bersedia untuk maju dalam bursa Calon Ketua Umum untuk periode selanjutnya.

Hal yang sama ditekankan Sekjen IKA Unram Cukup Wibowo, 

Cukup mengatakan, IKA Unram harus selalu bisa menunjukan eksistensi positifnya. Pemikiran dan gagasan serta ide-ide IKA Unram bisa menjadi referensi pembangunan daerah dan nasional, di sejumlah bidang.

"Bukan hanya kegiatan sosial, bantuan-bantuan atau semacamnya. Tetapi ide dan gagasan para alumni Unram harus mampu menjadi referensi. Dan selama ini juga sudah kita buktikan," pungkasnya. (red)

Fendi ditemukan tewas di jalan raya Lombok Tengah

 
Fendi ditemukan tewas di jalan raya Lombok Tengah

OPSINTB.com - Seorang pria asal Desa Batujai, Fendi (18) ditemukan sudah tidak bernyawa di jalan raya Dusun Montong Mulia, Desa Darek, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah.

Kapolsek Praya Barat, AKP Hery Indrayanto menjelaskan, korban ditemukan pada hari Senin (12/4/2021) pukul 06.00 wita oleh Amaq Jihan.

"Saat Amaq Jihan hendak keluar rumah, ia melihat ada sepeda motor terparkir di pinggir jalan menghadap kearah timur. Mengetahui itu Amaq Jihan memanggil warga. Bersama warga dilakukan pengecekan awal terhadap korban dan sudah tidak bernyawa," jelas Hery.

Mengetahui korban sudah tidak bernafas, warga langsung menghubungi Puskesmas Batujai. Korban pun dibawa ke Puskesmas Batujai menggunakan mobil ambulance.

"Hasil pengecekan medis di Puskesmas Batujai, korban nyatakan sudah meninggal dunia," ungkapnya.

Belum diketahui penyebab pasti kematian korban. Pihak kepolisian sendiri sejauh ini telah melakukan tindakan, yakni mendatangi lokasi penemuan, berkoordinasi dengan Puskesmas Batujai, evakuasi korban dibawa ke Puskesmas Batujai, melakukan koordinasi dengan Dokter Jaga di Puskesmas tentang Kondisi korban.

"Perkembangan selanjutnya akan kami Laporkan," tutup Kapolsek. (red)

Pramuka Peduli Lotim kirim bantuan untuk korban banjir di Bima

 
Pramuka Peduli Lotim kirim bantuan untuk korban banjir di Bima

OPSINTB.com - Tim Satgas Pramuka Peduli Lombok Timur (Lotim) menyalurkan bantuan untuk korban bencana alam banjir bandang di Kabupaten Bima, NTB, Ahad (11/4/2021).

Penyerahan bantuan dipimpin oleh Ziadatul Khair, Wakil ketua Satgas Pramuka Peduli, didampingi Waka Binamuda Kwarcab Lombok Timur.

Bantuan diserahkan secara simbolis di Posko Satgas Pramuka Peduli Bima yang terletak di Kantor Camat Belo, Bima, NTB.

Pada kesempatan itu, Munajat selaku Andalan Cabang Kwarcab Bima, koordinator posko menerima bantuan tersebut untuk disalurkan ke posko-posko pengungsian.

Bantuan yang diberikan berupa Bahan makanan seperti beras, sayur-sayuran, mie instan yang merupakan kebutuhan mendesak warga terdampak bencana alam menjadi prioritas dalam penyaluran bantuan Pramuka Peduli Lombok Timur.

Kebutuhan lain seperti sabun mandi, sabun cuci, racun nyamuk dan lainnya juga dibagikan kepada masyarakat.

"Pramuka Peduli Lotim, terus berkomitmen untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang ditimpa musibah bencana alam. Kita melakukan penggalangan dana dari sekolah- sekolah di masing-masing Kwarran. Kalau dana terkumpul dirasa cukup, kita kirim lagi," Kata Ziadatul Khair, Senin (12/4/2021).

Untuk itu, dia mengajak seluruh anggota Pramuka maupun Masyarakat untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTB, NTT.

Donasi dapat disalurkan melalui:
BRI 0157 0101 4937 539
a.n. Pramuka Peduli Kwarcab Lotim. Konfirmasi WA 087844247354. Donasi juga bisa melalui kitabisa.com/pramukapedulilotim. (rji)

Sunday, April 11, 2021

Kehabisan bekal saat buron 45 hari, emak-emak asal Mataram ditangkap

 
Kehabisan bekal saat buron 45 hari, emak-emak asal Mataram ditangkap

OPSINTB.com - Satresnarkoba Polresta Mataram berhasil menangkap RA (33) warga Karang Bagu, Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Sabtu (10/4/2021). RA ditangkap setelah 45 hari berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO)n

"RA menjadi DPO kasus kepemilikan 15 gram sabu di Karang Bagu. Sekitar 1,5 bulan dia buron," ungkap Kapolresta Mataram, Kombes Pol Heri Wahyudi. 

RA cukup lihai bersembunyi. Karena sudah 45 hari diburu Kepolisian. Namun petugas tidak kehabisan akal, petugas memancing RA keluar dari persembunyian setelah menangkap salah satu kerabatnya di kasus serupa. 

"Kami meminta ayah pelaku untuk berkomunikasi dengan dia. Lalu dia mau ke Mataram. Pelaku terlihat di Jalan Langko dan langsung dicegat," tuturnya. 

RA langsung diintrogasi. Ibu dua anak itu mengaku awalnya kabur ke Praya Lombok Tengah. Dengan berbekal dua potong baju. RA menyewa kos satu juta per bulan.

"Dia juga sempat tinggal di temannya. Lalu pindah ke Sekotong Lombok Barat. Ya seperti nomaden begitu dia pindah-pindah. Kos dia tahu setelah membaca pengumuman yang banyak di pinggir jalan," katanya.                  
 
Selama buron, RA menjual perhiasan yang dimiliki untuk bertahan hidup. Tapi dengan kebutuhan yang sangat banyak. Uang yang dia punya semakin menipis. Ditambah sulit mencari bantuan dengan statusnya yang buron. 

"RA ini sudah kehabisan uang. Tidak kuat lagi dia kabur itu. Selama buron dia titip dua anaknya dikeluarganya," tuturnya. 

RA menyandang status buron sejak 27 Februari silam. Saat itu, Kepolisian melakukan penggerebekan di rumah RA. Tapi RA yang terkenal lihai mengetahui kedatangan petugas dan berhasil melarikan diri. Petugas hanya mendapati setumpuk barang bukti. Antara lain, 16 klip plastik bening yang diduga sabu 15 gram. Sejumlah alat konsumsi sabu. Serta uang tunai Rp 28 juta yang diduga hasil transaksi sabu. 

"Setelah tertangkap, RA mengakui barang itu miliknya. Itu didapatkannya dari seorang bandar berinisial RD," terang Heri.      
Setelah tertangkap, RA memilih irit berbicara. "Saya menyesal," ucap RA.

Dengan perbuatannya itu, RA terancam dijerat pasal 114 ayat (1) dan pasal 112 ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. (red)

Saturday, April 10, 2021

Di balik sengkarut Rp 10 milyar, Bank NTB Syariah tuai pujian OJK

 
Di balik sengkarut Rp 10 milyar, Bank NTB Syariah tuai pujian OJK

OPSINTB.com - Di balik dugaan raibnya dana Rp 10 miliar milik Bank NTB Syariah yang diduga digelapkan oknum penyelia pelayanan nontunai, namun Bank NTB Syariah menuai banyak pujian dan apresiasi.

Baru-baru ini, Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi memuji Direktur Utama Bank NTB Syariah, Kukuh Rahardjo. Mori mengatakan, dugaan penggelapan Rp10 miliar tidak terlepas dari peran Kukuh Rahardjo yang melakukan tracing sekian ribu transaksi untuk menemukan transaksi mencurigakan.

"Munculnya temuan sebesar Rp10 miliar berkat dilakukan tracing sekian ribu transaksi diduga mencurigakan oleh manajemen Bank NTB Syariah di bawah kepemimpinan Kukuh Rahardjo. Justru kita harus apresiasi keberhasilan dalam melakukan pengungkapan terhadap masalah ini," ujar Mori, dilansir dari Garda Asakota.

Kukuh Rahardjo juga mengatakan permasalahan tersebut saat ini sedang ditangani aparat penegak hukum atau APH. Kasus tersebut memang bersifat dugaan, dan sepenuhnya diserahkan ke APH.

"Permasalahan ini sebenarnya masih dugaan temuan atas dugaan penyalahgunaan kewenangan yang terjadi di salah satu cabang Bank NTB Syariah. Itu salah satu dampak dari perbaikan bisnis sejak Bank NTB Syariah berkonversi," katanya, Sabtu (10/4/2021) di Mataram.

Dia mengucapkan terimakasih atas apresiasi yang diberikan dewan agar Bank NTB Syariah tetap semangat.

"Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh stakeholder termasuk wakil rakyat kami di DPRD Kabupaten/kota dan provinsi," ujarnya.

Sejak laporan diajukan ke APH, saat ini kata Kukuh, kepolisian telah mulai mendalami kasus tersebut 

"Memang sejak berapa hari lalu kami sudah melaporkan ke APH, dan APH sudah menindaklanjuti dengan melakukan investigasi terhadap petugas terkait," ujarnya.

Kukuh mengatakan, Bank NTB Syariah akan terus melanjutkan ikhtiar dalam meningkatkan pertumbuhan. Karena, sejak berkonversi dari konvensional ke syariah, pertumbuhan Bank NTB Syariah terus mengalami kemajuan.

"Kedua, kami lebih berpikir untuk melanjutkan ikhtiar kami meningkatkan pertumbuhan yang sejak dua tahun terakhir saat kami berkonversi menjadi Bank NTB Syariah, Alhamdulillah pertumbuhan kami jauh di atas rata-rata," ungkapnya.

Itu katanya berkata dukungan nasabah yang mempercayai Bank NTB Syariah. "Kami sangat menghargai nasabah-nasabah kami dan dewan yang memberikan kepercayaan dan dukungan kepada kami untuk melaporkan ke APH," imbuhnya.

Bank NTB Syariah enggan larut dalam persoalan dugaan fraud di salah satu cabang. Bank tersebut akan terus melanjutkan ikhtiar meningkatkan pertumbuhan.

"Kami tidak mau larut terhadap permasalahan ini, karena yang kami pikirkan adalah bagaimana caranya pertumbuhan yang sudah terjadi dua tahun ini dapat berlangsung terus," katanya.

Pertumbuhan di Atas Rata-Rata Nasional

Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah, Muhamad Usman, mengatakan kemajuan bisnis Bank NTB Syariah terus menunjukkan kemajuan dari sebelum berkonversi.

"Dua tahun yang lalu biasa kita reborn pada bulan Mei atau Juni. Tapi tahun ini Alhamdulillah kita di bulan Januari berada di posisi Desember sehingga ada kemajuan dari pertumbuhan bisnis kita," jelasnya.

Itu tidak terlepas dari kepercayaan nasabah terhadap Bank NTB Syariah. Bahkan, nasabah sama sekali tidak khawatir terhadap sengkarut yang dialami bank saat ini.

"Masyarakat tetap memberikan kepercayaan. Itu menjadi suatu modal bagi kami untuk terus tumbuh," katanya 

Pihak OJK pun menuaikan apresiasi terhadap peningkatan pertumbuhan bisnis bank tersebut. Itu karena dari sisi pembiayaan dan dana, Bank NTB Syariah melesat maju di atas rata-rata nasional.

"Beberapa hari lalu pihak OJK mengapresiasi pertumbuhan bisnis kami sampai dengan tahun 2020, baik dari sisi pembiayaan maupun sisi dana di atas rata-rata pertumbuhan nasional," ungkapnya.

"Dari sisi pembiayaan di nasional negatif (minus 2), tapi kita justru positif sampai 14,8 persen," katanya.

Begitu juga di sisi aset atau dana pertumbuhan nasional sekitar 7 persen, sementara Bank NTB Syariah melesat naik di atasnya.

"Aset nasional tumbuh 7 persen, kalau kita 20 persen," jelasnya.

Bank NTB Syariah juga menyediakan program saat menghadapi pandemi. Program yang berakhir Maret 2021 lalu adalah apresiasi terhadap pahlawan COVID-19.

"Kita juga ada program Covid sampai bulan Maret kemarin. Itu nasabah atau masyarakat yang kita anggap sebagai pahlawan Covid kita berikan tarif spesial, biaya spesial," ujarnya.

Kini, Bank NTB Syariah tengah menyiapkan program menyambut Ramadhan 2021. Tentunya, akan lebih fokus memajukan pertumbuhan bisnis. (red)

Niat sambut Ramadhan, warga Loteng tewas kesetrum lampu hias jalan

 
Niat sambut Ramadhan, warga Loteng tewas kesetrum lampu hias jalan

OPSINTB.com - Kejadian tragis menimpa Ahmad Faisal (18), warga Dusun Mensoran, Desa Aik Bukaq, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah.

Korban diduga kesetrum dan mengakibatkannya tewas saat memasang lampu hias jalan, meski sempat mendapat pertolongan medis di Puskesmas.

Kapolres Lombok Tengah, AKBP Esty Setyo Nugroho melalui Kapolsek Batukliang Utara, IPTU Sri Bagyo mengungkapkan, kejadian tersebut bermula saat korban bersama teman-temannya hendak memasang lampu hias jalan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan.

"Pada hari Jumat tanggal 9 April 2021 sekitar pukul 18.30 wita, korban membawa bambu yang sudah terpasang lampu hias dan tidak sengaja menyentuh kabel tegangan menengah," kata IPTU Sri Bagyo.

Dijelaskan, meski sempat dibawa ke Puskesmas Teratak untuk mendapat pertolongan medis, namun nyawanya tidak dapat tertolong.

"Seluruh keluarga bersepakat untuk tidak melakukan Outopsi. Keluarga korban menyadari bahwa kejadian itu adalah musibah. Korban akan  dimakamkan hari Sabtu tanggal 10 April 2021 selepas Sholat Ashar di pemakaman Umum Dusun Mensoran Desa Aik Bukaq Kecamatan Batukliang Utara," terangnya. (red)

Thursday, April 8, 2021

Kompak, 3 saudara kandung di Mataram jadi pengedar sabu

 
Kompak, 3 saudara kandung di Mataram jadi pengedar sabu
  
OPSINTB.com - Peredaran Narkoba jenis sabu di Karang Bagu, Kelurahan Karang Taliwang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram tidak ada habisnya. Dibuktikan oleh Satresnarkoba Polresta Mataram yang menangkap empat orang pelaku.

Parahnya, tiga dari empat pelaku yang ditangkap itu berstatus saudara kandung. Ketiga kakak beradik dan satu rekannya kompak mengedarkan Narkotika jenis sabu. Keempatnya kini mendekam dijeruji penjara Polresta Mataram. 

Tiga saudara kandung ini berinisial AP (21), HS (26) dan HP (31). Satu pelaku lainnya berinisial YH (19). Keempatnya warga Karang Bagu. 

"Kami mengamankan empat orang. Semuanya dari Karang Bagu. Tiga di antaranya saudara kandung yang mengedarkan Narkotika jenis sabu," ungkap Kasat Resnarkoba Polresta Mataram, AKP I Made Yogi Purusa Utama, Kamis (08/04/2021). 

Penangkapan dilaksanakan Rabu malam (07/04/2021) sekitar pukul 20.25 wita. Berdasarkan informasi masyarakat, YH dicegat Kepolisian. Disaksikan oleh Kepala Lingkungan setempat. Penggeledahan dimulai petugas dan didapati sejumlah klip plastik bening yang diduga sabu. Didapati pula satu bendel plastik dan satu buah pipet yang diruncingkan. 

"YH mengaku barang-barang itu didapati dari tiga saudara kandung itu," tuturnya. 

Petugas lalu mendatangi rumah ketiga bersaudara tersebut. Ketika petugas datang, ketiga saudara itu berkumpul di kamar HS. Cukup lama Made Yogi dan anak buahnya melakukan pengledahan. Niat pelaku ingin mengelabui petugas. Tapi petugas lebih pintar dan sulit dikelabui. 

Ketiga pelaku memperkenalkan modus baru menyimpan sabu. Barang haram musuh bangsa itu didapati petugas disimpan di stang motor yang tidak terpakai. Modus lainnya, layaknya nenek sihir. Sabu disimpan di ujung tongkat sapu lidi. Modus tersebut diketahui petugas dan mendapati barang bukti 10 gram sabu. 

"Kemarin kita gagalkan yang modus di bawah batu. Sekarang kita lebih jeli lagi. Sabunya disimpan di stang motor dan diujung tongkat sapu lidi," bebernya. 

Ketiga bersaudara itu semakin tidak bisa mengelak. Karena setumpuk barang bukti lainnya ditemukan petugas. Di antaranya, sejumlah plastik bening. Pipa kaca yang didalamnya masih tersisa sabu. Dua buah pipet plastik yang ujungnya sudah diruncingkan. Dua buah handphone dan uang tunai Rp 1.920.000. 

"Barang buktinya lengkap kami dapatkan. Keempat pelaku kami bawa ke Mapolresta Mataram untuk kepentingan penyidikan," katanya.

Petugas kini tengah menentukan peran keempat pelaku. Jika diduga kuat terlibat mengedarkan sabu. Keempatnya terancam dijerat pasal 114 ayat (1), pasal 112 ayat (1) dan pasal 132 ayat (1) UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman di atas 5 tahun penjara. "Kita nanti simpulkan berapa orang yang jadi tersangkanya," tukasnya.  

Terungkap dari pengakuan pelaku. Barang haram itu didapati dari pria berinisial MS warga Gunungsari Lombok Barat. 

"MS ini seorarang PNS di salah satu Dinas di Lombok Barat. Pengakuan pelaku yang kami amankan di Karang Bagu. Dia yang menyuplai sabu itu ke Karang Bagu," tegasnya. (red)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama