OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

14/06/26

Jeritan pengusaha tahu: Bertahan di tengah bahan pokok serba mahal

 
Jeritan pengusaha tahu: Bertahan di tengah bahan pokok serba mahal

OPSINTB.com - Mata Haerudin, sedikit memerah. Bukan karena kemasukan debu, tapi karena sudah terbangun sejak pagi dini hari.


Baginya sudah terbangun sepagi itu sudah terbiasa. Lantaran harus memenuhi kebutuhan pelanggan.


Dari mempersiapkan perlengkapan, hingga mengaduk adonan. Tak heran, pagi menjelang siang itu tangannya masih berlumuran bercak putih.


Maklum industri tahu yang dibuatnya butuh 4 hingga 6 jam baru siap dikonsumsi.


Warga Dusun Jontlak, Desa Dangger, Kecamatan Masbagik ini keseharian dirinya sebagai pengusaha tahu. 


Desa ini, memang dikenal sebagai salah satu sentra produksi tahu di Lombok Timur. Tak heran terus melahirkan pelaku usaha yang mampu bertahan di tengah berbagai tantangan. 


Haerudin terbilang pelaku baru pada industri tahu di desa tersebut. Dirinya merintis usaha itu sekitar dua tahun terakhir.


Sebelum terjun sebagai pengusaha tahu, dirinya lebih dulu menekuni jualan beras. Berbekal pengalaman itu ia memberanikan diri membuka produksi tahu yang kini mampu bersaing dengan produsen lain yang lebih dulu dikenal masyarakat.


"Alhamdulillah sampai sekarang terus berkembang. Walaupun masih baru, saya berusaha menjaga kualitas agar bisa bersaing," ujar Haerudin, Minggu (14/6/2026).


Komitmennya menjaga kualitas membuat tahu produksinya diterima pasar. Selain dipasarkan melalui reseller ke sejumlah pasar tradisional, tahu buatan Haerudin juga menjadi pemasok untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Dalam sehari, dirinya mampu memproduksi sekitar 50 hingga 60 papan tahu dengan dua ukuran berbeda. Produksi dilakukan pada malam hari agar tetap segar saat dipasarkan besok paginya.


Di tengah perkembangan usahanya, Haerudin harus menghadapi tantangan berat berupa kenaikan harga bahan baku.


Seperti harga kedelai yang sebelumnya berkisar Rp 8 ribu hingga Rp 9 ribu per kilogram, kini mencapai Rp 11.300 hingga Rp 12 ribu per kilogram. Harga air garam pun juga melonjak dari Rp 40 ribu menjadi Rp 90 ribu per jerigen berukuran 30 liter.


Meski biaya produksi meningkat, Haerudin memilih tidak menaikkan harga jual. Ia hanya melakukan penyesuaian pada ketebalan tahu agar usaha tetap berjalan tanpa membebani konsumen.


Menurutnya, kualitas adalah modal utama untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan. Karena itu, ia selalu memilih kedelai berkualitas baik dan menggunakan metode pengolahan dengan sistem uap agar menghasilkan tahu yang lebih baik.


"Bahan baku harus benar-benar diperhatikan. Saya pilih kedelai yang bagus dan baru dipanen agar rasa tahu tetap terjaga," ucapnya.


Usaha yang dirintisnya kini mampu membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Saat ini, Haerudin mempekerjakan empat orang karyawan dan berencana menambah tenaga kerja seiring meningkatnya permintaan pasar.


Dengan keuntungan bersih yang berkisar antara Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta per hari, Haerudin optimistis usaha tahu yang dibangunnya akan terus berkembang.


Baginya, usaha ini bukan hanya tentang keuntungan, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi keluarga dan masyarakat di sekitarnya. (zaa)

The Mandalika gelar nobar gratis Piala Dunia 2026, libatkan 137 UMKM lokal

 
The Mandalika gelar nobar gratis Piala Dunia 2026, libatkan 137 UMKM lokal

OPSINTB.com - Kemeriahan FIFA World Cup 2026 dapat dinikmati masyarakat secara gratis di The Mandalika melalui program Nonton Bareng (Nobar) yang digelar selama 16 hari penuh di Bazaar Mandalika, mulai 13 hingga 28 Juni 2026. Program ini adalah hasil kerja sama antara InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan TVRI Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai pemegang hak siar resmi FIFA World Cup 2026 di Indonesia.


Selain menghadirkan pengalaman menyaksikan ajang sepak bola terbesar dunia secara bersama-sama, kegiatan ini juga diharapkan bisa meningkatkan kunjungan dan aktivitas ekonomi di Bazaar Mandalika, yang saat ini menjadi pusat aktivitas masyarakat dan wisatawan di kawasan. Sebanyak 137 pelaku usaha yang terdiri atas 96 UMKM di Creativity Zone dan 41 tenant kuliner di Culinary Zone, berpotensi merasakan manfaat dari meningkatnya jumlah pengunjung selama kegiatan nobar berlangsung.


Pengunjung dapat menikmati berbagai pertandingan menarik, yang melibatkan tim-tim unggulan dunia seperti Brasil, Argentina, Jepang, Spanyol, Uruguay, hingga Amerika Serikat sesuai jadwal resmi FIFA World Cup 2026 fase grup, yang berlangsung hingga 28 Juni 2026. Program nobar difokuskan pada pertandingan yang berlangsung pada pagi hingga siang hari, sehingga pengunjung dapat menikmati pengalaman menonton yang lebih nyaman dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya.


General Manager The Mandalika, Pari Wijaya, mengutarakan, penyelenggaraan nobar FIFA World Cup 2026 merupakan bagian dari upaya ITDC menghadirkan aktivasi kawasan yang tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal. 


"Piala dunia adalah salah satu ajang olahraga paling bergengsi dan memiliki daya tarik yang sangat besar di seluruh dunia. Melalui nobar ini, kami ingin menghadirkan ruang berkumpul yang nyaman dan inklusif bagi masyarakat sekaligus mendorong meningkatnya aktivitas di Bazaar Mandalika. Kedatangan pengunjung selama penyelenggaraan nobar diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para tenant dan pelaku UMKM yang menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi kawasan," ujar Pari.


Ia menambahkan, Bazaar Mandalika saat ini telah berkembang menjadi salah satu pusat kegiatan masyarakat di area The Mandalika yang menghadirkan beragam pilihan kuliner, produk kreatif, serta ruang interaksi bagi wisatawan dan masyarakat lokal.


"Kami melihat momentum FIFA World Cup 2026 sebagai kesempatan yang baik untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam aktivitas kawasan sekaligus memperluas peluang promosi bagi produk-produk lokal. Dengan semakin banyaknya pengunjung yang datang, kami berharap para pelaku UMKM dapat memperoleh manfaat nyata melalui peningkatan transaksi, eksposur produk, dan peluang usaha yang lebih luas. Karena itu, setiap aktivitas yang kami hadirkan di kawasan, diupayakan dapat membuka lebih banyak lagi peluang bagi masyarakat, untuk tumbuh dan berkembang bersama The Mandalika," tambahnya.


Dengan konsep terbuka dan tanpa dipungut biaya, program Nobar FIFA World Cup 2026 di Bazaar Mandalika menjadi salah satu pilihan destinasi berkumpul dan menikmati kemeriahan sepak bola dunia di Pulau Lombok. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari langkah nyata ITDC dalam menghadirkan kawasan yang hidup, melalui berbagai aktivitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat, wisatawan, serta pelaku usaha lokal, sejalan dengan komitmen dalam mendukung pengembangan destinasi pariwisata yang berkelanjutan. (red)

Raih skor fantastis, Tim Putri Lombok Timur juara Fahmil MTQ NTB 2026

 
Raih skor fantastis, Tim Putri Lombok Timur juara Fahmil MTQ NTB 2026

OPSINTB.com - Tim Fahmil Al-Qur’an putri Lombok Timur berhasil mengangkat trofi juara MTQ NTB XXXI dengan skor tertinggi 1.250. Dalam final yang berlangsung sengit, regu Sumbawa Barat menempel ketat di posisi kedua dengan 1.025 poin diikuti Lombok Tengah dengan 375 poin.


Salwa, anggota tim Putri Lombok Timur menyebut, gelar ini adalah buah dari latihan panjang selama dua tahun bersama rekannya, Yusi dan Nafila. 


‘’Bahagia banget karena tahun kemarin kami juga sempat ikut Fahmil dan qadarullah mendapat Harapan I. Setelah berjuang selama lebih dari dua tahun mencari referensi soal dan terus belajar, alhamdulillah kali ini kami bisa meraih hasil terbaik,’’ sebut Salwa, Ahad (14/6/2026).


Salwa yang menimba ilmu di SMP IT Dhiaul Fikri Sukarara mengungkap, kunci keberhasilannya adalah banyak membaca buku referensi dan tidak mengandalkan satu bank soal.


‘’Kalau diberikan referensi soal, jangan hanya belajar dari satu paket. Ambil dan pelajari sebanyak mungkin referensi karena soal yang keluar bisa berasal dari berbagai sumber,’’ ungkapnya.


Menurutnya, modal juara adalah dengan tekun belajar dan kompak. Ia juga berpesan kepada calon peserta Fahmil Qur’an untuk tidak mudah menyerah.


‘’Untuk teman-teman yang ingin ikut lomba, tetap semangat, terus belajar, dan jangan menyerah walaupun pernah kalah. Jadikan pengalaman itu sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik,’’ pesannya.


Cabang Fahmil Al-Qur’an menjadi salah satu perlombaan yang menarik perhatian dalam pelaksanaan MTQ XXXI NTB 2026. 


Selain menguji wawasan peserta tentang Al-Qur’an dan keislaman, cabang ini juga melatih kemampuan berpikir cepat, kerja sama tim, serta ketepatan dalam menjawab pertanyaan di bawah tekanan waktu. (wan)

13/06/26

Direksi PT Selaparang Finansial dibuka untuk umum, pelamar dari luar Lotim mulai mendaftar

 
Direksi PT Selaparang Finansial dibuka untuk umum, pelamar dari luar Lotim mulai mendaftar

OPSINTB.com - Proses rekrutmen terbuka untuk mengisi jabatan strategis di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Selaparang Finansial Kabupaten Lombok Timur mulai menarik minat pelamar. Hingga Jumat (12/6/2026), panitia seleksi telah menerima dua berkas pendaftaran, termasuk satu pelamar yang berasal dari Kabupaten Lombok Barat.


Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Lombok Timur, Abdullah, mengatakan proses pendaftaran yang dibuka secara nasional bertujuan menjaring kandidat terbaik yang memiliki kompetensi di bidang keuangan dan manajemen perusahaan.


"Alhamdulillah sudah ada yang masuk pendaftaran. Tadi itu kita cek baru dua orang, salah satunya berasal dari Lombok Barat, tinggal di Lombok Barat," ujarnya saat ditemui di kompleks Kantor Bupati Lombok Timur, Jumat (12/6/2026).


Menurut Abdullah, kesempatan mendaftar terbuka bagi seluruh warga negara Indonesia sesuai ketentuan yang telah ditetapkan panitia seleksi. Hal ini dilakukan agar bisa mendapatkan kandidat yang betul-betul kompeten.


Rekrutmen tersebut dilakukan untuk mengisi dua posisi penting yang masa jabatannya akan segera berakhir, yakni Direktur Utama dan Direktur Keuangan PT Selaparang Finansial pada 29 Agustus 2026.


Sementara masa jabatan Direktur Kepatuhan masih berlangsung hingga Desember 2027.


Meski terbuka secara nasional, panitia seleksi tetap memberikan perhatian khusus terhadap kualitas dan kesiapan kandidat dalam menghadapi tantangan industri keuangan daerah. Karena itu, terdapat sejumlah kualifikasi yang menjadi nilai tambah bagi para pelamar.


Abdullah menjelaskan, terdapat tiga persyaratan khusus yang diutamakan, yakni memiliki Sertifikat Direktur Tingkat II, memiliki Sertifikat Manajemen Risiko Level III, serta bersedia menandatangani kontrak kinerja.


"Memang ada persyaratan khusus di situ, tetapi diutamakan, bukan menjadi persyaratan mutlak. Ada tiga persyaratan khusus yang diutamakan di samping persyaratan umum yang ada," jelasnya.


Pendaftaran calon direksi PT Selaparang Finansial dibuka sejak 8 Juni dan akan berakhir pada 18 Juni 2026. Setelah tahapan administrasi selesai, peserta yang memenuhi syarat akan mengikuti uji kompetensi sebagai bagian dari proses seleksi.


"Nanti tanggal 18 sampai tanggal 21 Juni itu kita uji kompetensinya. Kita sudah kerja sama dengan BKD Provinsi dan lokasi utamanya nanti kita laksanakan di Mataram," pungkas Abdullah.


Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap proses seleksi terbuka ini dapat menghasilkan jajaran direksi yang profesional dan mampu memperkuat kinerja PT Selaparang Finansial sebagai salah satu BUMD strategis daerah. (zaa)

Kisruh MTQ NTB XXXI, Koordinator Dewan Hakim buka suara

 
Kisruh MTQ NTB XXXI, Koordinator Dewan Hakim buka suara

OPSINTB.com - Sorotan warganet soal kejanggalan MTQ NTB XXXI direspon. Panitia dan dewan hakim akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Lewat siaran pers, Koordinator Dewan Hakim, KH Zaidi Abdad beberkan tiga persoalan MTQ NTB. Salah satunya perbedaan penilaian dewan hakim di Majelis I.


Ia mengatakan, berdasar hasil evaluasi Majelis I menemukan beda catatan soal kesalahan jali salah satu peserta MTQ.


Dari telaah rekaman dan bahan pendukung, kata dia, Majelis I telah mengembalikan nilai sesuai pedoman perhakiman.


‘’Majelis memandang ini murni human error saat penilaian langsung. Tidak ada unsur kesengajaan atau keberpihakan,’’ kata Zaidi Abdad dalam siaran persnya, Sabtu (13/6/2026).


‘’Evaluasi dan koreksi ini justru bukti komitmen kami menjaga objektivitas dan integritas,’’ imbuhnya.


Selanjutnya terkait protes salah satu ofisial soal pertanyaan Majelis VI MTQ NTB tak terbukti. Dari hasil telaah, materi telah sesuai kisi-kisi dan bank soal.


Dewan Hakim menegaskan, bank soal MTQ berfungsi sebagai pedoman materi. Pertanyaan boleh dikembangkan selama subtansinya sama.


‘’Penilaian kami lihat dari pemahaman materi, bukan hafalan redaksi soal. Buktinya, peserta lain dapat nilai sangat baik di materi yang sama,’’ tegasnya.


Kemudian terkait tidak munculnya salah satu peserta di layar, panitia membantah ada unsur lain. Menurut dia, peserta tak tampil di layar murni karena gangguan perangkat.


Pihaknya menegaskan gangguan teknis wajar terjadi pada acara berbasis elektronik. Kejadian itu tidak disengaja dan tak menyasar peserta tertentu. Pihaknya menjadikan insiden ini bahan evaluasi untuk tingkatkan layanan teknis MTQ berikutnya.


‘’Ini jadi evaluasi kami. Layanan teknis MTQ berikutnya akan ditingkatkan agar tak terulang,’’ sebutnya.


Di atas semua dinamika penilaian, soal, dan teknis, panitia menegaskan masukan publik adalah energi untuk menjaga marwah MTQ sebagai syiar Al-Qur'an yang adil dan mempersatukan. (wan)

12/06/26

Bank NTB Syariah dukung digitalisasi Pelabuhan Senggigi melalui kerja sama sistem pembayaran digital easybook

 
Bank NTB Syariah dukung digitalisasi Pelabuhan Senggigi melalui kerja sama sistem pembayaran digital easybook

OPSINTB.com - PT Bank NTB Syariah terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi digital sektor transportasi dan pariwisata daerah melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama dengan PT Easybook Teknologi Indonesia terkait penggunaan rekening Bank NTB Syariah dalam Sistem Pembayaran Digital Easybook. 


Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya percepatan implementasi sistem e-ticketing dan digitalisasi layanan transportasi di Pelabuhan Senggigi, Kabupaten Lombok Barat.


Melalui kerja sama ini, Bank NTB Syariah akan menyediakan dukungan sistem pembayaran digital yang terintegrasi, meliputi penggunaan rekening Bank NTB Syariah, layanan QRIS, Virtual Account, serta integrasi sistem pembayaran yang mendukung transaksi tiket secara non-tunai pada platform Easybook.


Kehadiran sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi layanan, transparansi transaksi, serta kenyamanan masyarakat dan wisatawan yang menggunakan transportasi laut dari dan menuju kawasan wisata Senggigi.


Direktur Dana dan Transaksi PT Bank NTB Syariah, Adhi Susantio menyampaikan, kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam mendukung ekosistem digital daerah sekaligus memperluas penggunaan layanan transaksi keuangan syariah di sektor pariwisata dan transportasi.


“Bank NTB Syariah menyambut baik kolaborasi dengan Easybook sebagai bagian dari upaya bersama menghadirkan layanan pembayaran yang lebih mudah, aman, dan efisien bagi masyarakat. Digitalisasi e-ticketing di Pelabuhan Senggigi tidak hanya meningkatkan kualitas layanan publik, tetapi juga memperkuat ekosistem transaksi non-tunai yang transparan dan akuntabel. Kami berharap kerja sama ini dapat menjadi model pengembangan layanan digital pada sektor transportasi dan pariwisata di berbagai daerah lainnya di Nusa Tenggara Barat,” ujar Adhi, Kamis (11/6/2026).


Lebih lanjut, Adhi menjelaskan bahwa Bank NTB Syariah terus mendorong pemanfaatan layanan digital perbankan melalui berbagai kanal pembayaran yang terintegrasi guna mendukung transformasi digital pemerintah daerah, pelaku usaha, serta sektor-sektor strategis yang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.


PT Easybook Teknologi Indonesia sendiri merupakan perusahaan penyedia platform pemesanan tiket online dan sistem integrasi transportasi yang telah beroperasi di berbagai negara Asia Tenggara. Melalui sinergi ini, kedua belah pihak berkomitmen menghadirkan sistem pembayaran digital yang mendukung pengelolaan layanan transportasi yang modern, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.


Kerja sama ini diharapkan mampu mempercepat implementasi digitalisasi layanan transportasi dan pariwisata di Kabupaten Lombok Barat, sekaligus mendukung visi pembangunan daerah menuju tata kelola layanan publik yang semakin modern dan berbasis teknologi.


Poin berita:

a. Bank NTB Syariah mendukung digitalisasi Pelabuhan Senggigi melalui kerja sama sistem pembayaran digital dengan Easybook untuk implementasi e-ticketing.


b. Layanan pembayaran terintegrasi melalui QRIS, Virtual Account, dan rekening Bank NTB Syariah mendukung transaksi tiket yang lebih mudah, aman, dan transparan.


c. Kolaborasi ini memperkuat transformasi digital sektor transportasi dan pariwisata serta mendukung pengembangan ekonomi daerah di NTB. (red)

11/06/26

Ribuan warga padati arena peresean Kembang Kuning, Bupati Iron: Jangan sampai tradisi ini hilang

 
Ribuan warga padati arena peresean Kembang Kuning, Bupati Iron: Jangan sampai tradisi ini hilang

OPSINTB.com - Para jagoan berkumpul. Suara rotan beradu memecah udara sore itu. Sorak-sorai penonton bergema dari berbagai penjuru arena. Ribuan pasang mata melihat gagahnya para pepadu. 


Peresean namanya. Gelaran budaya Sasak, yang tak hanya pertunjukan adu tangkas tapi juga hiburan rakyat.


Peresean juga merupakan simbol keberanian, persaudaraan, dan identitas masyarakat Sasak yang diwariskan lintas generasi.


Kehangatan gelaran ini semakin terasa lantaran dihadiri oleh Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin ditengah arena pertarungan. Kehadiran orang nomor satu ini tentu mempertegas pentingnya gelaran itu.


Kehadirannya disambut hangat masyarakat, wisatawan mancanegara, tokoh budaya, serta para pelaku pariwisata yang memadati lokasi acara.


Rangkaian festival yang telah berlangsung sejak 29 Mei 2026 kemarin di Lapangan Umum Desa Wisata Kembang Kuning. Sebagai puncak peringatan hari ulang tahun desa tersebut.


Sepanjang festival berlangsung, antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Arena Peresean tak pernah sepi dari penonton yang ingin menyaksikan ketangkasan para pepadu memainkan rotan dan ende (perisai) dengan penuh sportivitas.


Wisatawan mancanegara pun tampak terpukau menyaksikan tradisi khas Lombok yang sarat nilai budaya tersebut.


"Peresean adalah jati diri masyarakat Sasak. Kegiatan seperti ini harus terus dilestarikan," tegas H Haerul Warisin saat hadiri acara penutupan festival peresean, Kamis (11/6/2026).


Peresean, kata dia, merupakan warisan budaya yang tidak boleh sekadar menjadi tontonan musiman. Tradisi tersebut, harus terus dijaga dan diberi ruang agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.


Dia pun berharap festival budaya ini tidak hanya digelar saat perayaan tertentu, tetapi bisa dilaksanakan hingga empat kali dalam setahun.


Komitmen itu tidak hanya disampaikan melalui kata-kata. Sebagai bentuk dukungan nyata, bupati menyerahkan bantuan kepada panitia pelaksana guna mendorong keberlanjutan kegiatan budaya di Desa Wisata Kembang Kuning.


Bagi Desa Wisata Kembang Kuning, festival tersebut bukan sekadar perayaan ulang tahun desa. Namun kegiatan ini menjadi panggung penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sasak kepada dunia sekaligus memperkuat posisi desa sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Lombok Timur.


"Peresean sebagai warisan budaya daerah dapat terus hidup dan menjadi daya tarik  yang mampu mendukung pengembangan Desa Wisata Kembang Kuning di masa mendatang," pungkasnya. (zaa)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama