OPSINTB.com - Diskominfo Lombok Tengah (Loteng) mengintensifkan literasi digital kepada siswa-siswi SMAN 1 Praya Barat Daya untuk mencegah praktek judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal.
Edukasi disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Informasi Publik (PIKP) Diskominfo Loteng, Iswandy Khairy Ramen. Kegiatan yang dilakukan bekerjasama dengan mahasiswa KKN Universitas Mataram itu mengusung tema “Cerdas Digital, Masa Depan Aman: Membentengi Generasi Muda dari Jeratan Judol dan Pinjol”.
Pria yang karib disapa Wendy itu mengingatkan siswa-siswi agar bijak dalam mengakses media sosial. Konten yang sering diklik akan mempengaruhi rekomendasi yang terus muncul di beranda pengguna.
“Apabila kita sering mengklik konten tertentu, konten serupa akan terus muncul di beranda. Karena itu, biasakan memilih dan mengakses konten bermanfaat,” kata Wendy baru-baru ini.
Ia bilang, judol telah menyasar berbagai kelompok usia. Berdasarkan data, 200 ribu anak muda terindikasi mengakses aplikasi judol, dan 80 ribu orang di antaranya masih di bawah umur.
“Kerugian akibat judol tahun ini mendekati Rp1.000 triliun. Masyarakat menengah ke bawah paling rentan terdampak,” ungkap pria asal Desa Prako, Kecamatan Praya Tengah itu.
Oleh sebab itu, ia menegaskan kepada siswa-siswi untuk tidak sampai mengakses konten judol. Sebab, konten judol membuat penasaran hingga pengakses ingin terus bermain.
“Judol menjual harapan palsu. Sedangkan pinjol memakai uang masa depan. Masa depan kalian lebih berharga dari satu klik,” tegas Wendy.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Praya Barat Daya, Baiq Budiati mengajak siswa-siswinya memahami dampak negatif setiap aplikasi digital bila salah digunakan.
Perkembangan informasi yang cepat, kata dia, membuat aplikasi dan media sosial mudah diakses siapa saja. Kemudahan tersebut harus diimbangi pengetahuan, kehati-hatian, dan kemampuan memilih konten yang bermanfaat.
“Dengan akses yang cepat, kalian harus memahami manfaat sekaligus dampak negatifnya apabila digunakan secara tidak tepat,” katanya.
Di akhir acara, para siswa diajak membangun komitmen anti judol dan pinjol melalui empat langkah sederhana, yakni stop sebelum mencoba, menolak ajakan dan tautan mencurigakan, memblokir akun yang merugikan, dan memberitahukan persoalan kepada orang yang dipercaya. (wan)






follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami