OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

30/03/26

Bupati Iron pastikan tak ada pegawai dirumahkan di tengah efisiensi

 
Bupati Iron pastikan tak ada pegawai dirumahkan di tengah efisiensi

OPSINTB.com - Di tengah efesiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Lombok Kabupaten Lombok Timur memilih tak akan merumahkan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kabar ini sekaligus menjawab isu soal adanya pemutusan kontrak bagi pegawai tersebut.


Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin menegaskan, Pemkab Lombok Timur tidak akan merumahkan PPPK, meskipun ada tekanan efisiensi anggaran.


"Jangankan PPPK, yang non-database saja tidak kita rumahkan," ucap Bupati Lotim, H Haerul Warisin, Senin (30/3/2026).


Kondisi di Lombok Timur sebutnya  berbeda. Pemerintah daerah masih mampu membayar gaji pegawai selama tetap menggunakan pola lama ditengah efesiensi tanpa perlu menganut sistem yang baru. 


Dikatakannya, sebagai langkah efisiensi, pemerintah daerah berencana akan mengurangi bekerja masuk kantor. Pihaknya akan menerapkan sistem kerja daring.


Semisal kata dia, di Dinas Koprasi, dari total 50 pegawai di satu kantor itu, 25 orang akan bekerja masuk kantor dan 25 lainnya bekerja dari rumah.


Namun, ia mengingatkan bahwa sistem kerja dari rumah harus dijalankan dengan disiplin.


“Kalau bekerja di rumah, jangan pergi mancing. Itu sama saja menghabiskan BBM,” tegasnya.


"Sementara itu, untuk tenaga pendidik mekanismenya tetap, nanti pihaknya akan kita atur," imbuhnya. (zaa)

Sandiwara Radio bangkit, tradisi Peresean jadi cerita utama

 
Sandiwara Radio bangkit, tradisi Peresean jadi cerita utama

OPSINTB.com - Tradisi peresean khas masyarakat Sasak kini merambah medium baru. 


Warisan budaya yang selama ini identik dengan arena pertarungan rotan tersebut diangkat menjadi serial sandiwara radio bertajuk “Napas Peresean dalam Sandiwara Radio”.


Program ini dikemas dalam bentuk drama audio berseri yang menampilkan kisah kehidupan para pepadu—tokoh sentral dalam tradisi peresean yang sarat nilai keberanian, kehormatan, dan persaudaraan. 


Produksi ini turut melibatkan penyiar senior, pemain sandiwara radio, serta kreator konten berpengalaman di Nusa Tenggara Barat (NTB).


“Program ini menghadirkan kisah dramatik tentang dunia para pepadu, para petarung dalam tradisi peresean yang dikenal sebagai simbol keberanian, kehormatan, dan persaudaraan. 


Melalui pendekatan sandiwara radio, tradisi tersebut dihadirkan kembali dalam bentuk cerita yang menyoroti sisi kemanusiaan para pelakunya,” ungkap M. Sukri ‘Ray Aruman’ selaku inisiator sekaligus produser audio dramania Napas Peresean dalam Sandiwara Radio.


Sukri menegaskan, penggarapan program ini dilakukan melalui proses riset panjang. Tim kecil dibentuk untuk melakukan kajian pustaka, mengumpulkan cerita lama, hingga mewawancarai sejumlah pihak yang memahami perjalanan para pepadu.


“Sebagai produser, saya membentuk tim kecil  yang melakukan kajian pustaka, mengumpulkan cerita-cerita lama, dan melakukan berbagai wawancara dengan pihak-pihak yang mengetahui perjalanan hidup para pepadu,” jelasnya.


Dalam pengembangan cerita, Sukri menggandeng jurnalis senior NTB Buyung Sutan Muhlis yang dipercaya menulis naskah. Naskah sandiwara radio tersebut kini telah rampung dan siap diproduksi.


”Alhamdulillah, naskah sandiwara sudah tuntas beliau tulis dan siap produksi,” ujarnya.


Libatkan Tim Kreatif Berpengalaman


Produksi drama audio ini diperkuat oleh tim kreatif lintas generasi. Dedi Suhadi didapuk sebagai sutradara. 


Ia dikenal sebagai praktisi media yang berpengalaman dalam produksi program siaran, dengan kemampuan membangun ritme dramatik dan mengarahkan aktor suara secara kuat.


Di posisi narator, hadir Esdarita, penyiar senior yang pernah berkiprah di RRI Mataram.


 Sosoknya dikenal sebagai salah satu suara ikonik radio di NTB, dengan karakter vokal yang kuat dan pengalaman panjang dalam membangun kedekatan emosional dengan pendengar.


Sementara itu, aspek teknis produksi seperti desain audio, musik, dan montage ditangani oleh Zamy Sangga Firdaus, kreator audio visual muda yang dikenal adaptif terhadap perkembangan konten digital dan piawai meramu atmosfer dramatik melalui suara.


Kolaborasi ini juga akan melibatkan penyiar legendaris serta pemain sandiwara radio yang pernah berjaya di era radio. Langkah ini dinilai sebagai upaya menghidupkan kembali kejayaan sandiwara radio sekaligus menjaga kualitas artistik produksi.


“Dengan menghadirkan kembali para aktor suara berpengalaman, saya berharap drama radio ini memiliki kualitas artistik yang kuat sekaligus menghadirkan nostalgia bagi generasi yang pernah hidup bersama kejayaan radio,” tandasnya.


Untuk menjaring talenta, tim produksi menggandeng komunitas veteran penyiar seperti Tenda Siar NTB dan Komunitas Penyiar Radio Kita. Proses audisi tengah disiapkan 5untuk mendapatkan pengisi suara terbaik


“Insyaallah proses audisi pengisi suara akan menghasilkan talent terbaik,” sebutnya.


Angkat Sisi Humanis Kehidupan Pepadu


Serial Napas Peresean direncanakan hadir dalam tujuh episode. Cerita berfokus pada perjalanan seorang anak yang tumbuh di lingkungan peresean, belajar tentang keberanian, luka, persahabatan, hingga makna kehormatan.


Produksi ini tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya lokal kepada publik luas melalui medium audio yang imajinatif.


“Saya membayangkan bagaimana kisah-kisah heroik para pepadu Peresean dapat dihidupkan kembali melalui medium audio,” ulas Sukri.


Ia menambahkan, radio memiliki kekuatan membangun imajinasi, sebagaimana era kejayaan sandiwara radio pada dekade 1980–1990-an.


“Kita ingin menghadirkan kembali pengalaman itu,  tetapi dengan cerita dari Lombok, dengan napas budaya Sasak yang kuat. Sebuah drama yang bukan hanya menghadirkan pertarungan, tetapi juga ymenampilkan perjalanan hidup, persahabatan, rivalitas, dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi Peresean,” tandasnya.


Program ini mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Indonesiana dan LPDP. Dukungan tersebut dinilai sebagai bentuk ruang bagi inisiatif kreatif dalam merawat warisan budaya.


“Dukungan ini menjadi bukti bahwa negara memberi ruang bagi inisiatif kreatif masyarakat dalam merawat warisan budaya. Bagi saya pribadi, dukungan ini bukan sekadar bantuan program. 


Ini adalah kepercayaan bahwa cerita-cerita dari Lombok layak untuk diangkat dan dibagikan kepada publik yang lebih luas,” imbuhnya.


Tentang Program


Judul: Napas Presean dalam Sandiwara Radio

Jumlah Episode: 7

 Episode


Produser: M. Sukri AR


Penulis Naskah dan Ide Cerita:

Buyung Sutan Muhlis


Pembawa Cerita/Narator:

Esdarita


Teknik dan Montage:

Zami Sangga Firdaus


Sutradara :

Dedi Suhadi

Didukung oleh:

Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia

melalui Program Dana Indonesiana

29/03/26

Bupati Pathul: Lebaran Topat harus dibudayakan dan menjadi wadah silaturahmi

 
Bupati Pathul: Lebaran Topat harus dibudayakan dan menjadi wadah silaturahmi

OPSINTB.com - Lantunan salawat dari grup marawis alumni santri Salafiyah Assafi’iyah Situbondo, Jawa Timur membuka acara perayaan Lebaran Topat di Bencingah Agung Masmirah Komplek Kantor Bupati Lombok Tengah pada Sabtu (28/3/2026).


Selanjutnya, TGH Supardan Khalil memberikan tausiah kepada ribuan aparatur sipil negara yang hadir di acara tersebut. Adapun pemda setempat mengadakan acara Lebaran Topat di Bencingah Agung adalah untuk memperkenalkan tempat ini kepada masyarakat.


Bencingah Agung dibangun dan dihajatkan menjadi venue utama MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB di Loteng pada pertengahan Juni 2026 mendatang.


Dalam sambutannya, Bupati Loteng H Lalu Pathul Bahri, mengatakan Lebaran Topat adalah sebuah tradisi, yang di dalamnya lebih mengutamakan silaturahmi atau halal bihalal.


‘’Yang nanti akan menjadi sebuah budaya dan diteruskan para generasi berikutnya,’’ ujar Miq Hul panggilan karib bupati.


Pathul kemudian bercerita tentang awal mula tercetusnya halal bihalal di Indonesia. Halal bihalal, Pathul menuturkan, adalah ide dari Presiden Sukarno. Kemudian dicetuskan KH Wahab Hasbullah. Tetapi, karena yang datang silaturahmi banyak dari kalangan non muslim, maka oleh KH Wahab Hasbullah dikemas menjadi kata ‘’halal bihalal’’.


‘’Tradisi budaya ini setiap tahun berharap terus dikembangkan. Sehingga, setiap tahun kita terus bersilaturahmi, berijtima’, halal bihalal untuk memupuk semangat kebersamaan di antara kita,’’ ucap Pathul.


Dalam acara ini juga diumumkan hasil sementara sayembara desain logo dan piala MTQ XXXI mendatang. Dimana sayembara ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. 


Sejumlah peserta dari Pulau Jawa dan lain-lain telah mengirim hasil desain mereka. Panitia menegaskan seluruh karya yang masuk telah melalui proses seleksi ketat dengan mempertimbangkan aspek filosofi, estetika, dan kesesuaian dengan nilai-nilai MTQ XXXI Loteng.


Hasil sayembara, kata panitia, akan diumumkan pada 4 April 2026 di acara car free night (CFN). Lebaran Topat tak lengkap tanpa hidangan ketupat. Dalam hal ini panitia telah meminta para ASN untuk membawa nampan saji berisi ketupat serta aneka hidangan lainnya untuk dinikmati bersama usai acara. (wan)

Ribuan jamaah hadiri Hultah ke-26 Majelis Dzikir Al Hisnul Mani’, Gubernur Iqbal minta doa jamaah agar tetap amanah dan adil pimpin NTB

 
Ribuan jamaah hadiri Hultah ke-26 Majelis Dzikir Al Husnul Mani’, Gubernur Iqbal minta doa jamaah agar tetap amanah dan adil pimpin NTB

OPSINTB.com - Suasana peringatan Hultah ke 26 Majlis Majelis Dzikir Al Hisnul Mani’ NW Pancor Manis yang digelar di Pondok Pesantren Daarunniyah Assa’idah, Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Pasalnya kegiatan ini dihadiri oleh ribuan jemaah. 



Ditengah ribuan jemaah kehadiran Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, membuat suasana pertemuan itu semakin spesial. Terlebih lagi orang nomor satu di Gumi Gora ini, menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya kepemimpinan yang dilandasi kejernihan hati, serta komitmen pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan di NTB.


Acara Hultah kali ini juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan sosial, seperti donor darah, sunatan massal, operasi mata, hingga pawai ta’aruf.


Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.


Pendiri Sekaligus Ketua YPP Daarunniyah Assa'idah NW Pancor Manis, TGH M Jamiluddin Syahid Al Yazidi mengatakan, di Hultah yang ke 26 ponpes akan trus dikembangkan kedepannya dan mengajak masyarakat dan kaum muslimin pada umumnya untuk jangan lupa doa.


"Doa itu perlu, terutama sekali memanage rohani dengan majlis zikir yang ada di Pancor manis ini, bukan hanya mengajak sekedar berdoa tetapi bagaimana mengatur rohaninya agar mereka bisa sabar dan bersyukur dalam kehidupan sehari-hari menghadapi cobaan," ucap TGH M Jamiluddin Syahid Al Yazidi, Ahad (29/03/2026).


Ponpes trus mensuport dalam mendukung kegiatan pemerintah sesuai dengan bidang. Khususnya di pendidikan pihaknya akan sukseskan apa yang dicita-citakan oleh pemerintah daerah.


Tak hanya pendidikan lanjutnya, juga dalam bagian yang lainnya seperti pengentasan kemiskinan juga kerohanian. Menurutnya, Allah SWT, sudah janji kemiskinan itu bisa selesai kalau masyarakatnya berdoa dan beristigfar serta berzikir.


Dari pihak pemerintah, ujarnya, pengentasan kemiskinan dengan ikhtiar zahiriah, mereka mencari link-link secara nyata juga dengan menggunakan pendekatan kerohanian.


Tuan Guru Jamil berharap, pihaknya bisa ditengah-tengah ditengah-tengah masyarakat. 


"Mudah-mudahan masyarakat legowo dengan sekian bayaknya perbedaan, tetapi dalam berzikir dan beristigfar jelas tidak ada perbedaan," terangnya.


"Terutama Gubernur kita Pak Iqbal hajatnya Makmur mendunia, kami akan support dan memberi dukungan," imbuhnya.


Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal mengungkapkan, kedekatan emosionalnya dengan pengasuh majelis itu. Ia mengaku merasakan ketenangan dan kenyamanan saat berinteraksi, serta menilai sosok tersebut sebagai pribadi yang menjaga kebersihan hati dan menjauhi ghibah.


"Ada rasa tenang ketika berbincang. Beliau tidak pernah membicarakan keburukan orang lain. Ini adalah contoh kejernihan hati yang perlu kita teladani," ungkapnya.


Dalam sambutannya, gubernur menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh jamaah, seraya memohon doa agar diberikan kekuatan dan keistiqamahan dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin.


Ia menegaskan bahwa dalam beberapa tahun ke depan, pemerintah provinsi akan memfokuskan pembangunan pada desa-desa, mengingat NTB masih termasuk dalam 12 provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia.


"Tidak ada pilihan selain menyelesaikan persoalan kemiskinan. Ini bukan hanya tugas administratif, tetapi juga kewajiban moral dan keimanan," tegasnya.


Gubernur Iqbal juga menceritakan pengalamannya saat bertemu masyarakat miskin di lapangan, termasuk seorang lansia yang hidup dalam keterbatasan namun tetap teguh secara spiritual. 


Hal tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya pengentasan kemiskinan.


Ia juga memberikan apresiasi kepada Majelis Dzikir Al Hisnul Mani’ yang telah eksis selama 26 tahun, sebagai bukti konsistensi dalam menebarkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat. (zaa)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama