OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

12/07/26

Tak hanya potensi akademik, peserta PKL IAI Hamzanwadi Pancor harus profesional dan adaptif

 
Tak hanya potensi akademik, peserta PKL IAI Hamzanwadi Pancor harus profesional dan adaptif

OPSINTB.com - Fakultas Dakwah dan Komunikasi Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor gelar pembekalan PKL atau magang bagi mahasiswa yang akan melaksanakan praktik di berbagai instansi pemerintah, swasta, lembaga dakwah, media massa, dan industri kreatif.


Kegiatan yang berlangsung di Aula IAIH Pancor ini menjadi bagian dari upaya fakultas dalam mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi akademik, profesionalisme, etika kerja, serta kemampuan beradaptasi dengan budaya kerja di dunia profesional.


Pembekalan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I IAIH Pancor, Dr Abdul Hayyi Akrom, mengatakan profesionalisme mahasiswa saat praktik ialah etika, adaptasi, dan budaya kerja. Tujuannya, imbuh Hayyi, membangun kesiapan mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan sekaligus membentuk karakter kerja yang profesional, bertanggung jawab, komunikatif, serta mampu menjaga nama baik almamater.


Dia menegaskan bahwa PKL bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi merupakan momentum penting untuk membangun pengalaman profesional dan memperkuat kompetensi mahasiswa sesuai kebutuhan dunia kerja. 


"Saya mengajak seluruh peserta untuk menjaga integritas, disiplin, serta menunjukkan akhlak yang baik selama berada di lokasi magang," kata Dr Abdul Hayyi Akrom, dihadapan Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, para dosen, panitia, serta seluruh mahasiswa peserta magang. 


Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Dr. Suaidi, menekankan mahasiswa FDK harus mampu menjadi representasi kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, etika profesi, serta semangat kolaborasi. Menurutnya, pengalaman di lapangan akan menjadi bekal penting dalam membangun karier setelah lulus.


Melalui pembekalan ini, mahasiswa memperoleh penguatan mengenai etika profesi, budaya organisasi, komunikasi di lingkungan kerja, adaptasi terhadap dunia industri, tata tertib PKL, penyusunan laporan, hingga strategi membangun relasi profesional dengan instansi mitra. 


"Pembekalan merupakan tahapan penting sebelum mahasiswa diterjunkan ke lokasi PKL agar mampu menjalankan tugas secara optimal, sebagaimana praktik yang umum diterapkan dalam penyelenggaraan PKL di perguruan tinggi," ucapnya. 


Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAI Hamzanwadi Pancor berharap pelaksanaan PKL atau magang tahun 2026 mampu menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan dunia kerja, memiliki kompetensi komunikasi yang unggul, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, lembaga, dan dunia industri. (kin)

9.200 pelari serbu Mandalika, buktikan Pocari Sweat Run jadi magnet sport tourism nasional

 
9.200 pelari serbu Mandalika, buktikan Pocari Sweat Run jadi magnet sport tourism nasional

OPSINTB.com - Pocari Sweat Run Lombok 2026 kembali membuktikan perannya sebagai motor sport tourism NTB. Sebanyak 9.200 pelari memadati Pertamina Mandalika Internasional Sirkuit, Lombok Tengah pada Sabtu (11/7/2026).


Lebih dari sekadar ajang olahraga, kegiatan ini menggerakkan pariwisata, perhotelan, transportasi, kuliner, UMKM, hingga ekonomi kreatif NTB.


Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, berbagai penyempurnaan dilakukan berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya. Pemprov menargetkan Pocari Sweat Run berkembang menjadi ajang lari bertaraf internasional.


‘’Kita belajar banyak dari penyelenggaraan tahun lalu dan melakukan perbaikan. Harapan kita, event ini nantinya menjadi world class marathon, sehingga semakin banyak peserta mancanegara yang datang ke NTB,’’ kata Iqbal.


Iqbal menegaskan, pengembangan sport tourism menjadi strategi Pemda untuk mendongkrak daya saing pariwisata dan memperluas dampak ekonomi. Kehadiran ribuan peserta diharapkan membuat wisatawan lebih lama tinggal dan menikmati kuliner, UMKM, hingga budaya NTB.


‘’Event olahraga tidak hanya menghadirkan ribuan peserta, tapi juga memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat. Karena itu, kami akan terus memperbanyak agenda olahraga berskala nasional maupun internasional di Mandalika,’’ imbuhnya.


Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Taufik Hidayat menyatakan dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan sport tourism di NTB. Menurut dia, olahraga kini menjadi gaya hidup dan penggerak ekonomi daerah.


‘’Kehadiran 9.200 pelari tentu berdampak pada tingkat hunian hotel, transportasi hingga sektor usaha lainnya. Ini menjadi kebahagiaan bagi NTB karena sport tourism mampu menggerakkan ekonomi daerah,’’ sebut mantan juara Olimpiade Bulutangkis itu.


Sementara itu, Direktur Operasi ITDC, Troy R Warokka bilang, kawasan The Mandalika terus dipersiapkan sebagai destinasi sport tourism terintegrasi. Buktinya okupansi hotel saat Pocari Sweat Run mencapai 100 persen.


‘’Seluruh fasilitas ini saling terintegrasi sehingga kawasan Mandalika semakin siap menjadi pusat penyelenggaraan berbagai event olahraga dan wisata,’’ kata Troy.


Marketing Direktur PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati mengungkap, sekitar 72 persen peserta Pocari Sweat Run berasal dari luar Pulau Lombok, dan 28 persen lainnya peserta lokal.


‘’Kami berharap para peserta tidak hanya datang untuk berlari, tapi juga menikmati pantai, gunung, kuliner, dan berbagai destinasi wisata Lombok sehingga manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat,’’ papar Wina.


Tingginya jumlah peserta dari luar daerah, menurut Wina, menjadi bukti besarnya daya tarik Mandalika sebagai destinasi sport tourism nasional. Penyelenggaraan Pocari Sweat Run juga telah diselaraskan dengan kalender lari nasional dan internasional agar tidak berbenturan dengan event besar lainnya. (wan)

11/07/26

Nafas sengau pariwisata Lombok Timur

 
Nafas sengau pariwisata Lombok Timur

Foto: Dua bule sedang nyiong (sangrai) kopi khas Lombok Timur menggunakan wajan tanah liat yang disebut kete. Kopi ini dinamakan “Kopi Siong Kete”. (istimewa)


OPSINTB.com - ‘Hidup segan mati tak mau’. Begitulah kondisi pariwisata Lombok Timur. Bagaimana tidak, di tengah musim high season kabarnya pun jarang terdengar atau mungkin saja sengaja dilupakan. Padahal Lombok Timur tak kekurangan destinasi yang harus dikunjungi, penginapan juga cukup, tempat kuliner hingga lokasi penjual cindra mata juga tak kalah banyak. Namun tetap saja nafas pariwsiata di Gumi Patuh Karya seperti sengau. 


"Kita tidak kekurangan destinasi, penginapan puluhan bahkan bisa mengentuh seratus setiap tahunnya juga bertambah, hanya kita kurang inovasi," kata salah seorang pelaku pariwisata Lotim, Yogi Birrul Walid Sugandi, ditemui opsintb.com di tengah kesibukannya belum lama ini. 


Tak hanya monotonnya destinasi, tapi juga atraksi wisata pun mengalami stagnasi, tidak ada inovasi. Terlebih belakangan, pelaku wisata cukup susah mendapatkan tamu asing. 


Menurutnya, faktor utamanya ialah perang antara Iran Amerika yang bersukutu Israel. Lantaran, tamu-tamu khususnya Eropa banyak yang melakuman cancel tiket mereka biasanya satu tahun sebelum berkunjung tiket sudah dipesan. 


Dikatakan Yogi, hingga saat ini multiplier effect ekonomk dari sektor ini juga belum bisa dirasakan. Sebab, peranan desa wisata yang dulu-dulu diinisiasi yang diniatkan untuk inovasi desa wisata baru tak berjalan. 


Dia mencontohkan di Labuan Haji yang tak memilikk perkembangan apa pun. Termasuk di Ekas misalnya, menjanjikan tata kelola surfing, malah hingga saat ini hilang kabar. 


Selanjutnya dalam Rencana Induk Pembangunan  Kepariwisataan (RiParKap), Sembalun dihajatkan menjadi destinasi terpadu juga tidak pernah terwujud. Desa Penakak, Masbagik Timur dan sekitar direncakan sebagai centra kearipan lokal berupa kerajinan malah kembali seperti dulu, pelaku berusaha dan memasarkan hasilnya secara mandiri. 


Paling parah di Bukit Kayangan, yang dulunya menjadi salah satu destinasi pilihan hanya tersisa barang ronsokan. 


Melalui tim ahli cagar budaya juga tidak berkembang lantaran tidak ada suport. Seharusnya dengan hasil dari TACB menjadikan wisata budaya baru yang bisa dikunjungi, namun karena tak ada dukungan jadi tugasnya hanya penelitian dan seminar. 


Jadi, kata Yogi, narasi-narasi tim cagar budaya menjadikan lokasi situs sebagai lokasi kunjungan sebagai wisata edukasi jadi hanya omong kosong. 


"Dulu kan kita serius sekali dengan kolaborasi Pemprov, Pemda, kepolisian menginginkan pelayanan seperti di gili malah kembali ke nol,” ungkapnya.


Lain lagi, akademisi Prodi Pariwisata Universitas Hamzanwadi, Qori Bayyinaturrosyi mengatakan, citra wisata Lombok Timur turun drastis. Artinya, dari ambisi orientasi pariwisata sudah hilang. 


Menurutnya, secara global perkembangan pariwisata tergantung kebijakan politik. Karena setiap rezim memiliki inti bisnis. 


"Zaman Jokowi inti bisnis untuk mendukung APBN adalah pariwisata," kata pria yang karib disapa Qori. 


Tak heran pada masa orang Solo itu, pariwisata berada nomor dua setelah pajak sebagai penyumbang APBN terbesar. Misinya seperti membangun sepuluu Bali baru, hingga IKN. 


Tapi pada masa Prabowo, pariwisata bukan jadi inti bisnis. Kebijakan itu rentetannya ke daerah, apalagi sistem kebijakan imperatif seperti sekarang ini. 


Di daerah khususnya Lombok Timur, orientasi pariwisata pun tidak tergambarkan. Secara simbol, terangnya, pemerintah memiliki perangkatnya namun tak mempunyai kemampuan untuk itu, malah keseringan blunder. 


Dia memisalkan seperti kasus pengusiran boatman di tengah laut dan rest area Pusuk, menjadi contoh salah eksekusi karena ketidak pemahaman dalam dunia pariwisata. 


Dia mamaparkan sebuah jurnal tahun 2009 hasil riset pusat study pariwisata UGM di 30 kabupaten kota se Indonesia mengenai birokrasi kepariwisataan di setiap daerah. 


Dalam jurnal itu, Lombok Timur menempati nomor dua dari bawah setah Papua. Alhasil ada atau tidaknya dinas yang mengurus pariwisata di daerah tidak memberikan apa pun. 


"Ada atau tidaknya dinas pariwisata di daerah tidak memberikan kontribusi signifikan bagi sektor pariwisata," ujarnya. 


Kemajuan pariwisata di Gumi Patuh Karya, disebabkan oleh peran komunitas bukan dari pemerintahnya. Menurutnya hal itu bisa diukur dari pendapatan Dinas Pariwisata hingga pertengahan semester belum mencapai target. Dari target Rp 600 juta baru mendapat sekitar Rp 150 juta. 


Soal kunjungan, sebutnya, saat high season itu pasti meningkat. Begitu juga dengan revisit intention hanya wisatawan lokal, namun bagi mancanegara paling banyak dua kali itu pun jika ada aset atau kolega dan terpengaruh oleh leader pengelola. 


Selanjutnya, yang menjadi pekerjaan rumah pariwisata Lombok Timur ialah penghubung antara destinasi dengan pusat seperti kuliner, rest area, hingga pusat belanja untuk cendra mata belum terintegtasi. Kondisi itu disebutnya sering menjadi keluhan wisatawan. 


Dia mencontohkan, wisatawan sudah mengatur rute perjalanan seperti ke Pantai Pink atau ke Gili Kondo, tapi hunian hotel harus ke Selong atau tidak ke wilayah Jeruk Manis dan Tetebatu. 


"Orang ke selatan harus geser jauh, perjalanan wisatawan kehabisan energi di jalan," ucap Qori.


Dia mengatakan miniatur wisata Lombok Timur hanya di lingkaran Tetebatu dan Jeruk Manis. Sebab, di lokasi itu orang bisa dengan mudah mendapatkan yang dicari. 


"Ya, Tetebatu ini miniatur Lombok Timur. Sembalun yang jadi persoalan lama, tinggal wisatawan. Pokoknya pariwisata sudah turun," pungkasnya. (kin)

Tanamkan adab dan cinta budaya, MOP Ponpes Darul Istiqomah NWDI Juet hadirkan edukasi seni tradisional

 
Tanamkan adab dan cinta budaya, MOP Ponpes Darul Istiqomah NWDI Juet hadirkan edukasi seni tradisional

OPSINTB.com - Alunan musik tradisional Cilokak mencuri perhatian di halaman Yayasan Pondok Pesantren Darul Istiqomah NWDI Juet, Desa Lepak Timur, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur, NTB pada Jumat (10/7/2026) kemarin.


Sejumlah seniman lokal, seperti Gazali, Guru Ahim, dan Iwan dari grup Cilokak Alba 05, tampil menghibur sekaligus memperkenalkan seni tradisi Lombok kepada ratusan santri baru.


Penampilan kesenian tradisional tersebut menjadi salah satu rangkaian Masa Orientasi Pesantren (MOP) bagi siswa baru MTs dan MA. Kegiatan yang berlangsung Bukan sekadar hiburan, kehadiran Cilokak menjadi media dakwah budaya yang sarat pesan.


Pembina MOP, Zulkarnain mengatakan, kegiatan ini bertujuan mengenalkan kekayaan budaya Lombok kepada para santri yang berasal dari berbagai daerah. 


Menurutnya, pondok ingin menanamkan rasa cinta terhadap budaya lokal sekaligus mengajarkan pentingnya menghargai para seniman yang menjaga warisan leluhur.


"Kami ingin santri mengenal budaya daerahnya sendiri, melestarikannya, serta menghargai para pelaku seni. Kehadiran Cilokak bukan untuk mengurangi nilai-nilai pendidikan di pesantren, tetapi menjadi bagian dari pendidikan karakter yang sejalan dengan pembentukan adab," ucap, Zulkarnain Disela kegiatan MOP, Sabtu (11/7/2026).


Di tengah persaingan dunia pendidikan, Pondok Pesantren Darul Istiqomah NWDI Juet terus menunjukkan jati dirinya sebagai lembaga pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan, akhlak, dan pelestarian budaya.


Kepercayaan masyarakat terhadap pondok ini juga terus meningkat. Pada tahun ajaran 2026/2027, jumlah peserta didik baru mengalami kenaikan signifikan. 


"Pada tahun ini MTs menerima 125 siswa baru, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 76 siswa. Sementara MA menerima 72 siswa baru," katanya.


Menariknya, para santri tidak hanya berasal dari Lombok Timur. Pondok ini juga menerima peserta didik dari Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Lombok Barat, serta berbagai kecamatan di kabupaten setempat. 


Hal itu menjadi bukti bahwa Darul Istiqomah NWDI Juet semakin dikenal sebagai pesantren yang tidak hanya mengutamakan pendidikan agama, tetapi juga membentuk karakter dan melahirkan generasi berprestasi.


"Kita di pondok pesantren ini, ingin menamapilkan perbedaan dari pondok-pondok lain," jelasnya.


Didirikan pada tahun 2001, Pondok Pesantren Darul Istiqomah NWDI Juet dikenal dengan budaya disiplin yang kuat.


Pembelajaran adab menjadi ciri khas melalui pengajian kitab Ta'limul Muta'allim, pembinaan Suluk Asasiyah, serta penerapan kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari.


Komitmen tersebut telah melahirkan berbagai prestasi. Salah satunya adalah keberhasilan santri meraih Juara Harapan pada ajang Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Internasional di Wajo, Sulawesi Selatan, sebuah kompetisi bergengsi yang mempertemukan para santri terbaik.


Berbagai capaian itu semakin mengukuhkan Pondok Pesantren Darul Istiqomah NWDI Juet sebagai salah satu pilihan masyarakat dalam menitipkan pendidikan putra-putrinya. 


Di tengah arus modernisasi, pesantren ini membuktikan bahwa pendidikan berkualitas tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari keberhasilan membentuk pribadi yang beradab, berprestasi, dan tetap mencintai budaya daerahnya. (zaa)

Tindak lanjuti arahan presiden, Gubernur NTB gerak cepat bahas program strategis

 
Tindak lanjuti arahan presiden, Gubernur NTB gerak cepat bahas program strategis

OPSINTB.com - Seusai mendampingi Presiden Republik Indonesia meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Jumat (10/7/2026), Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H Lalu Muhamad Iqbal, langsung bergerak cepat menindaklanjuti komitmen Presiden.


Gubernur NTB Miq Iqbal menggelar pembahasan intensif bersama Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, untuk mempercepat berbagai program strategis pembangunan daerah. Langkah ini menjadi tindak lanjut konkret atas dukungan yang lebih besar dari pemerintah pusat bagi percepatan pembangunan di Nusa Tenggara Barat.


“Dalam sambutan maupun saat berbicara langsung kepada saya, Bapak Presiden menyampaikan keinginan untuk memberikan dukungan yang lebih besar bagi NTB,” ujar Gubernur NTB yang akrab disapa Miq Iqbal.


Menurut Miq Iqbal, arahan Presiden tersebut menjadi momentum penting untuk mempercepat penyelesaian program prioritas yang dibutuhkan masyarakat NTB. Komitmen tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui komunikasi intensif dengan berbagai kementerian agar dapat diwujudkan dalam bentuk kebijakan, program, dan dukungan nyata.


Agenda Strategis Pembangunan NTB yang Dibahas


Dalam pertemuan tersebut, Gubernur NTB mengangkat beberapa agenda prioritas pembangunan, antara lain:

•  Keberlanjutan MotoGP dan pengembangan Sirkuit Mandalika

•  Penyediaan air bersih di kawasan pesisir selatan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa

•  Revitalisasi bendungan, embung, dan jaringan irigasi

•  Pengembangan energi terbarukan

•  Percepatan pembangunan infrastruktur jalan, termasuk proyek strategis Jalan Port to Port Lembar–Kayangan


Miq Iqbal menegaskan bahwa seluruh agenda tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan peningkatan investasi, ketahanan pangan, penyediaan air baku, pengembangan pariwisata, peningkatan konektivitas wilayah, serta pemerataan pembangunan di NTB.


Koordinasi dengan Menteri Teknis


Tidak berhenti pada pembahasan dengan Menteri Sekretaris Negara, Miq Iqbal juga langsung melakukan koordinasi dengan menteri teknis yang mendampingi Presiden, di antaranya Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Koordinasi ini dilakukan untuk mempercepat pembahasan teknis berbagai program prioritas sesuai kewenangan masing-masing kementerian.


“Komitmen Presiden merupakan peluang besar bagi NTB. Tugas kami sekarang adalah mengawal dan menindaklanjutinya melalui koordinasi yang intensif dengan kementerian terkait agar dukungan tersebut benar-benar terwujud dalam bentuk program, anggaran, dan pembangunan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Miq Iqbal.


Gubernur NTB memastikan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah akan terus diperkuat. Seluruh arahan dan komitmen Presiden akan dikawal hingga menjadi program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat.


Melalui kolaborasi yang semakin erat, berbagai agenda strategis di bidang infrastruktur, ketahanan pangan, penyediaan air bersih, energi terbarukan, konektivitas wilayah, dan penguatan pariwisata diharapkan dapat dipercepat. Semua itu menjadi fondasi menuju Nusa Tenggara Barat yang makmur dan mendunia. (red)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama