OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

31/07/26

Faktul Syari'ah IAI Hamzanwadi Pancor pertajam literasi investasi

 
Faktul Syari'ah IAI Hamzanwadi Pancor pertajam literasi investasi

OPSINTB.com - Perbincangan pasar modal, sedang trand. Tak hanya dikalangan pelaku investasi tapi juga bagi orang biasa.


Melihat trand itu, Fakultas Syariah, Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor, gelar Sekolah Pasar Modal yang ditujukan bagi mahasiswa dan dosen.


Kegiatan yang berlangsung di aula kampus IAI Hamzanwadi Pancor ini mengusung tema literasi investasi pasar modal syariah dalam mewujudkan generasi akademisi yang cerdas finansial dan berintegritas. 


Tak hanya itu, sekolah pasar modal kali ini berkolaborasi dengan IDX, ID Clear, Indonesia SIPF, dan Phillip Sekuritas.


Dekan Fakultas Syariah, M Indra Gunawan menjelaskan, kegiatan ini menjadi salah satu instrumen penting bagi mahasiswa, khususnya di fakultas syariah yang noatebe bergelut dengan pembelajaran pasar modal. Kegiatan itu diasbutnya sebagai salah satu wadah untuk meningkatkan kompetensi akademiknya. 


Dia berharap, usai kegiatan ini peserta baik yang berasal dari dosen maupun mahasiswa bisa praktik secara langsung, agar ilmu yang didapatkan langsung terealisasi dengan baik.


"Mudah-mudahan dengan adanya sekolah pasar modal ini wawasan dan ilmu pengetahuannya semakin luas," kata M Indra Guanawan, Jumat (31/7/2026)


Wakil Rektor I IAIH Pancor, Dr. H. Abd. Hayyi Akrom mengatakan, kegiatan seperti ini harus lebih sering diadakan guna memperkuat kemampuan literasi akademis mahasiswa secara praktisi tentang pasar modal dan investasi.


Kegiatan semacam ini penting sebab dapat dipraktikkan secara langsung. Jadi mahasiswa bisa memahami kerja-kerja pasar modal.


Salah satunya dengan cara melakukan study tour ke pusat IDX, supaya dapat mengetahui bagaimana cara kerja pasar modal. 


"Saya meminta kepada fakultas syariah ke depannya agar mengadakan agenda studi tour untuk mahasiswa supaya ilmu dan pengalamannya seimbang," pintanya. 


Terakhir, dia menegaskan supaya mahasiswa berhati-hati dengan tawaran-tawaran investasi yang belum jelas legalitas dan keamanannya. Sebab, diakuinya saat ini banyak model investasi bodong di tengah masyarakat.


Walapun pengawasan sudah sangat ketat dalam berbagai macam investasi, tapi ada saja celah oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. 


"Sebagaimana kita ketahui saat ini banyak masyarakat kita yang menjadi korban dari investasi bodong. Itulah yang harus kita waspadai, hal ini terjadi karena kurangnya literasi dan pemahaman di tengah-tengah masyarakat kita" ucapnya. (kin)

Ayah anak yang viral bantah telantarkan anak

 
Ayah anak yang viral bantah telantarkan anak

Foto: Tangkapan layar postingan yang viral di medsos (kiri), Riska bersama ayahnya (Ruhman) saat berlibur di kolam renang (kanan).


OPSINTB.com - Bagaimana tidak menyayat hati, di umurnya yang belia harus menghadapi kerasnya hidup. Kebahagiaannya direbut oleh ego kedua orang tuanya. 


Bocah umur kelas 2 sekolah dasar harus menghudpi adeknya 3 tahun. Demi kehidupan itu sang kakak rela memulung. 


Kisah anak perempuan ini viral setelah menyebar di beberapa akun media sosial dengan berbagai narasi. Seperti akun instagram pesantrenyatim misalnya, yang menarasikan ditelantarkan orang tua setelah bercerai, bocah kelas 2 SD rela mulung sepulang sekolah demi upah 5 ribu biar adeknya umur 3 tahun bisa makan walau tanpa lauk. 


"Aku kangen ibu setiap kuhubungi selalu ditolak, kalau ayah sudah nikah," tulis akun pesantrenyatim, narasi serupa juga tulis oleh akun rumpi_gosip.


Sementara akun Agus Wijaya, mengaku nyesek melihat kejadian ini. Akun ini juga menyematkan hasil tangkap layar akun intagram folksped yang mengaku mendapat info dari aplikasi Tiktok. 


Bahkan akun ini menyebut langsung alamat yang bersangkutan. Dari keterangan IG itu bocah kelas 2 SD itu bernama Riska, alamat Bandok, Wanasaba, Lombok Timur. 


"Dari seragam sekolah tertulis, SDN 1 Bandok. Semoga ada orang baik yang dapat meringankan beban hidupnya di umur segitu," tulis akun folksped. 


Melihat kondisi di berbagai akun itu dengan narasi penelataran, banyak orang merasa geram. Akun Marni ra misalnya, ia meminta agar polisi mengusut kasus itu. 


"Suruh polisi cari bapakx (bapaknya), biar bertanggung jawab apalagi orang tuanya masih skitaran (sekitaran) Lotim," tulis Marni ra. 


Lain lagi dengan Al Hafiz Al Hafiz, mewanti agar pemilik akun wasapada karena bisa jadi pemerintah setempat marah. Seperti kasus Zaki yang tidak diberikan membuka donasi. 


Sedangkan akun Zihab, terheran, kasus serupa biasanya dilihat di TV namun ternyata terjadi di sekitarnya. 


"Lah paran jaq leq tv doang taok ne dengar berita (saya kira di TV aja ada dengar berita ini), tapi ternyata di lingkungan sekitar kita ada juga, tapi infonya divalidasi dulu jangan-jangan strategi untuk menjatuhkan lawan, aran jaq wah mulai (karena sudah mulai) mengatur setrategi menjelang Pilkades," ucapnya. 


Berbeda dengan Akun Era She, mengaku dari Bandok dan justeru membantah kejadian itu. 


"Tiang endah langan (saya juga dari) Bandok pak guru, tapi memang benar seperti pelungguh de (kamu) bilang, berita yang beredar kurang sesuai dengan kenyataan," tulis Era She.


Opsintb.com menghubungi, Ruhman, ayah Riska untuk mengetahui kebenarannya. Dia menuding postingan beberapa akun tersebut mencemarkan nama baiknya dan keluarga. Bahkan saat pertama mengetahui info viral itu, dia langsung sakit. Kemudian langsung mengambil keputusan untuk pulang dari perantauan di Bali.


Ruhman kembali meluruskan informasi yang beredar. Dia mengaku hanya memiliki satu anak, tidak seperti yang diberitakan di media sosial. Sementara salah satu pemeran anak dalam info yang viral itu, bukan adik Riska. Sebab ia hanya memiliki satu anak, yakni Riska.


"Intinya semua informasi yang beredar di platform media sosial itu tidak benar. Saya heran kok bisa viral di Instagram,” terangnya, Jumat (31/7/2026).


Terkait nafkah, Ruhman mengaku tidak pernah alfa mengirimkan uang untuk buah hatinya yang kini berusia sekitar 10 tahun itu.


"Saya tidak pernah telantarkan anak saya. Saya tetap menafkahi dia, perminggu itu saya transfer tak pernah kurang sebesar Rp 300 ribu, tergantung rizki saya. Ini masih banyak bukti riwayat transfer di mobile banking saya.”


“Saya juga sering nengokin anak saya,” terang Ruhman sembari menunjukkan foto momen bahagianya bersama sang buah hati tercinta.


Sebagai bentuk tanggung jawab, dirinya tak hanya mengirimi uang namun juga sudah meminta kepada mantan mertuanya agar anak itu dikembalikan kepadanya. Dengan alasan tertentu, niat baiknya tidak diamini.


Karena postingan itu dirinya mengaku mental anaknya terganggu lantaran mendapat bulian di sekolah. Bahkan Risak sempat tidak masuk sekolah karena malu.


Meski demikan, Ruhmana akan menyelesaikan persoalan itu secara kekeluargaan terlebih dahulu. Dirinya ingin beritikad baik mempertanyakan pelaku atau akun medsos yang menuduh mereka menelantarkan anak. Namun jika tidak ada itikad baik, ia terpaksa harus tempuh jalur hukum. 


"Kalau saya melapor ke lembaga perlindungan anak, mereka kena," ucapnya.


Dia menuturkan, saat ini Riska tinggal berlima bersama nenek dan tiga keluarga lainnya di Desa Bandok Daya, Kecamatan Wanasba, Lombok Timur. (yan)

Sumbawa Barat cetak sejarah, Pilkades Serentak 2026 sepenuhnya e-voting

 

Sumbawa Barat cetak sejarah, Pilkades Serentak 2026 sepenuhnya e-voting

OPSINTB.com - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat memastikan seluruh Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 akan menggunakan sistem electronic voting (e-voting). Kebijakan ini menjadikan Sumbawa Barat sebagai kabupaten pertama di Nusa Tenggara Barat yang menerapkan e-voting di seluruh desa peserta Pilkades.


Dikutip dari media Kabarmediacitra, Bupati Sumbawa Barat, Amar Nurmansyah mengatakan, awalnya penerapan e-voting di pilkades serentak tahun 2026 ini sebagai percontohan di satu, dua desa.


Namun, setelah pihaknya bertemu dan berkonsultasi terkait hal tersebut ke DPRD, Kementrian Dalam Negeri serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), diputuskan pada Pilkades Serentak 2026 menggunakan sistem e-voting secara menyeluruh.


“Kita sudah memutuskan bahwa Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Sumbawa Barat menggunakan e-voting. Mungkin ini yang pertama di NTB, bahkan bisa menjadi kabupaten ketiga di Indonesia yang menerapkannya,” ucap Amar dalam arahannya di Forum Yasinan, Kamis malam (30/7/2026).


Ia menyebut bahwa biaya dan mobilisasi peralatan pelaksanaan e-voting di satu atau dua desa tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan secara menyeluruh di desa. Sehingga dengan itu pihaknya memutuskan menerapkan e-voting secara menyeluruh di pilkades serentak tahun ini.


“Awalnya kita ingin membuat pilot project satu atau dua desa. Tetapi setelah konsultasi dengan DPRD, Kemendagri, dan BRIN, ternyata mobilisasi peralatannya sama saja dengan 21 Desa serempak. Akhirnya kita putuskan seluruh Pilkades Serentak 2026 menggunakan e-voting,” jelasnya.


Ia menyebut, pelaksanaan pilkades serentak ini direncanakam di bulan Oktober 2026 ini. Sahingga ia meminta semua OPD terkait untuk segera menuntaskan berbagai persiapan selama dua bulan ini seiring dengan tahapan pilkades yang sedang berjalan.


Ia menekankan pentingnya penyusunan pola sosialisasi dan demonstrasi penggunaan e-voting agar masyarakat memahami mekanisme pemungutan suara sebelum hari pelaksanaan.


“Saya minta Agustus ini seluruh persiapan sudah dibakukan, mulai dari pola sosialisasi hingga demonstrasi penggunaan e-voting, sehingga tidak ada kesulitan saat pelaksanaan nanti,” tegasnya.


Menurut Amar, penggunaan e-voting akan meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pilkades karena mampu meminimalkan kesalahan dalam proses pemungutan suara.


“Kalau sudah menggunakan e-voting, tidak ada lagi suara rusak, tidak ada yang mencoblos dua pilihan atau mencoblos semua. Prinsip one man, one vote benar-benar terjamin, sehingga kualitas suara masyarakat juga lebih terjamin,” katanya.


Amar berharap seluruh OPD terkait dapat berkolaborasi untuk mempercepat sosialisasi dan simulasi penggunaan e-voting kepada masyarakat. 


"Dengan persiapan yang matang, kita optimistis pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 di Kabupaten Sumbawa Barat dapat berlangsung lancar, transparan, dan menjadi contoh penerapan teknologi dalam penyelenggaraan demokrasi di tingkat desa," pungkasnya. (red)

Nama SMA Negeri 1 Suralaga harum di kejuaraan pencak silat Masmirah 2026

 
Nama SMA Negeri 1 Suralaga harum di kejuaraan pencak silat Masmirah 2026

OPSINTB.com - Di balik prestasi, selalu saja ada kisah yang patut dijadikan pelajaran. Mulai disiplin, totalitas, pengorbanan, keringat, hingga rasa sakit. 


Semua itu demi mimpi untuk mencetak generasi pemenang, menjadi orang diperhitungkan di masa depan. Seperti semangat siswa SMA Negeri 1 Suralaga. 


Karena kegigihannya, mereka bisa membawa harum nama sekolah dengan memborong medali dan meraih predikat juara umum pada Kejuaraan Pencak Silat Piala Masmirah Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2026.  


Prestasi itu tak hanya menambah koleksi medali dan piala di lemari sekolah. Melainkan, capaian tersebut menjadi simbol keberhasilan SMAN 1 Suralaga dalam membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, bermental juara, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. 


Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa prestasi tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dibangun dari disiplin, kerja keras, latihan yang konsisten, serta dukungan para pelatih, guru, dan orang tua.


"Alhamdulillah, rasa bangga dan syukur kami haturkan atas prestasi luar biasa yang kembali ditorehkan oleh putra-putri terbaik SMAN 1 Suralaga. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi dan menjaga sportivitas," ucap Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Suralaga, Darwin dengan bangga, Jumat (31/7/2026).


Menurut Darwin, gelar juara umum tersebut merupakan hasil sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembinaan atlet. 


Ia mengatakan, keberhasilan itu bukan hanya menambah koleksi piala sekolah. Tetapi juga menjadi bukti keberhasilan SMAN 1 Suralaga dalam mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, dan bermental juara.


Prestasi tersebut diraih berkat penampilan gemilang para atlet, yang mengharumkan nama sekolah tersebut diantaranya Anismatul Ain, Sindi Aulia, Nurdiana, Aulia, serta rekan-rekan atlet lainnya yang tampil penuh semangat dan dedikasi di setiap pertandingan. 


Darwin berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus mengembangkan potensi. 


"Baik itu di bidang akademik maupun nonakademik, sehingga mampu bersaing di tingkat regional hingga nasional," ujarnya. 


Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Suralaga, Jueni, S.Pd., menegaskan bahwa prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan ekstrakurikuler, khususnya pencak silat.


"Arena pertandingan adalah tempat membuktikan kualitas, bukan sekadar menunjukkan keberanian," ucapnya. 


Prestasi luar biasa yang ditorehkan siswa-siswi SMAN 1 Suralagapada Kejuaraan Piala Masmirah Lombok Tengah sebutnya menjadi pesan tegas bahwa pihaknya datang bukan untuk menjadi pelengkap, tetapi untuk menjadi penantang di setiap kompetisi. 


Ia menambahkan, pembinaan ekstrakurikuler pencak silat akan terus diperkuat agar mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi. Bahkan, pihaknya menantang seluruh ekstrakurikuler di lingkungan sekolah untuk terus meningkatkan prestasi di bidang masing-masing.


"Jangan pernah puas dengan satu kemenangan, karena setiap prestasi adalah awal dari target yang lebih tinggi. Terus berlatih, terus bertarung, terus berprestasi, dan buktikan bahwa nama SMAN 1 Suralaga akan selalu diperhitungkan di mana pun kita bertanding," tegas Jueni. (zaa)

30/07/26

Jangan coba-coba judol & pinjol ilegal! Diskominfo Loteng edukasi siswa-siswi SMAN 1 Prabarda

 
Jangan coba-coba judol & pinjol ilegal! Diskominfo Loteng edukasi siswa-siswi SMAN 1 Prabarda

OPSINTB.com - Diskominfo Lombok Tengah (Loteng) mengintensifkan literasi digital kepada siswa-siswi SMAN 1 Praya Barat Daya untuk mencegah praktek judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal.


Edukasi disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Informasi Publik (PIKP) Diskominfo Loteng, Iswandy Khairy Ramen. Kegiatan yang dilakukan bekerjasama dengan mahasiswa KKN Universitas Mataram itu mengusung tema “Cerdas Digital, Masa Depan Aman: Membentengi Generasi Muda dari Jeratan Judol dan Pinjol”.


Pria yang karib disapa Wendy itu mengingatkan siswa-siswi agar bijak dalam mengakses media sosial. Konten yang sering diklik akan mempengaruhi rekomendasi yang terus muncul di beranda pengguna.


“Apabila kita sering mengklik konten tertentu, konten serupa akan terus muncul di beranda. Karena itu, biasakan memilih dan mengakses konten bermanfaat,” kata Wendy baru-baru ini.


Ia bilang, judol telah menyasar berbagai kelompok usia. Berdasarkan data, 200 ribu anak muda terindikasi mengakses aplikasi judol, dan 80 ribu orang di antaranya masih di bawah umur.


“Kerugian akibat judol tahun ini mendekati Rp1.000 triliun. Masyarakat menengah ke bawah paling rentan terdampak,” ungkap pria asal Desa Prako, Kecamatan Praya Tengah itu.


Oleh sebab itu, ia menegaskan kepada siswa-siswi untuk tidak sampai mengakses konten judol. Sebab, konten judol membuat penasaran hingga pengakses ingin terus bermain.


“Judol menjual harapan palsu. Sedangkan pinjol memakai uang masa depan. Masa depan kalian lebih berharga dari satu klik,” tegas Wendy.


Sementara itu, Kepala SMAN 1 Praya Barat Daya, Baiq Budiati mengajak siswa-siswinya memahami dampak negatif setiap aplikasi digital bila salah digunakan.


Perkembangan informasi yang cepat, kata dia, membuat aplikasi dan media sosial mudah diakses siapa saja. Kemudahan tersebut harus diimbangi pengetahuan, kehati-hatian, dan kemampuan memilih konten yang bermanfaat.


“Dengan akses yang cepat, kalian harus memahami manfaat sekaligus dampak negatifnya apabila digunakan secara tidak tepat,” katanya.


Di akhir acara, para siswa diajak membangun komitmen anti judol dan pinjol melalui empat langkah sederhana, yakni stop sebelum mencoba, menolak ajakan dan tautan mencurigakan, memblokir akun yang merugikan, dan memberitahukan persoalan kepada orang yang dipercaya. (wan)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama