OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

28/03/26

Anak penderita hydrocephalus di Desa Kawo bakal segera dapat penanganan medis

 
Anak penderita hydrocephalus di Desa Kawo bakal segera dapat penanganan medis

OPSINTB.com - Nur Azizah (11), anak penderita hydrocephalus asal Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng) dipastikan akan segera mendapatkan perawatan medis. Dalam waktu dekat, ia atas bantuan Pemda Loteng akan dirujuk ke RSUD Mandalika.


Nur selama ini dirawat oleh sang kakak di sebuah rumah sederhana dengan segala keterbatasan. Diketahui, ibu Nur telah lama meninggal dunia, sedangkan ayahnya kini telah menikah lagi.


‘’Keluarga merawat dengan penuh kasih, tanpa lelah, tanpa menyerah. Namun, kita tahu perjuangan ini tidaklah ringan,’’ kata Wakil Bupati Loteng, H Muhammad Nursiah saat mengunjungi kediaman Nur, Jumat (27/3/2026) pagi.


Kisah Nur sendiri viral setelah warga setempat yang peduli dengan kondisinya membagikannya di media sosial. Bahkan warga melakukan penggalangan dana untuk sekadar membantu perekonomian Nur dan sang kakak.


Pemda sendiri, selain memastikan akan segera melakukan penanganan medis terhadap Nur, juga memberikan bantuan paket kandang ayam petelur mini. Lengkap dengan pakan hingga masa produksi.


‘’Bukan sekadar bantuan, tetapi sebuah ikhtiar kecil agar keluarga memiliki tambahan penghasilan untuk terus bertahan dan berharap,’’ imbuh Nursiah.


Pemdes Kawo memastikan keluarga Nur telah terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat Progam Keluarga Harapan serta menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK). 


Pemdes berharap, kondisi ini menjadi perhatian serius Pemda agar intervensi yang diberikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi berkelanjutan.


Kepala Dinas Kesehatan Loteng, dr Mamang Bagiansyah, menyatakan pihaknya akan terus memantau kondisi kesehatan Nur melalui layanan kesehatan yang tersedia.


‘’Pendampingan medis akan dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisinya tetap terkontrol,’’ kata dia.


Melalui langkah ini, Pemkab Loteng menegaskan komitmen dalam memperkuat perlindungan sosial, menurunkan angka kemiskinan, dan menghadirkan layanan inklusif berkeadilan bagi masyarakat. (wan)

27/03/26

Lombok jadi tuan rumah Rakornas BPR Syariah, Gubernur Iqbal dorong pelibatan UMKM lokal

 
Lombok jadi tuan rumah Rakornas BPR Syariah, Gubernur Iqbal dorong pelibatan UMKM lokal

OPSINTB.com - Lombok dipastikan akan menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Syariah Seluruh Indonesia (HIMBARSI) tahun 2026. 


Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyambut positif rencana tersebut dan menyatakan komitmen pemerintah provinsi untuk mendukung penuh pelaksanaan kegiatan berskala nasional itu.


"Kami menyambut baik dan sangat mendukung pelaksanaan Rakornas BPR Syariah di Lombok. Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran ekonomi syariah sekaligus mempromosikan daerah kita ke tingkat nasional," ujarnya usai audiensi dengan di Ruang Rapat Kantor Gubernur pada Jumat, 27 Maret 2026.


Ia juga menegaskan bahwa Pemprov NTB siap memberikan dukungan, baik dari sisi fasilitas maupun kolaborasi lintas sektor, termasuk mendorong keterlibatan pelaku UMKM dalam rangkaian kegiatan.


"Kami ingin kegiatan ini tidak hanya berhenti pada forum, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pengembangan UMKM dan ekonomi daerah. BPR Syariah ke depan harus semakin kuat, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman," kata Iqbal.


Sementara itu, Ketua Panitia Rakornas, Ivan Eroka Yuliadji, yang juga Direktur BPR Syariah Tulen Amanah, menjelaskan bahwa kegiatan ini akan dihadiri oleh sekitar 174 BPR Syariah dari seluruh Indonesia.


"Yang akan hadir insya Allah dari 174 BPR Syariah seluruh Indonesia yang akan memenuhi Lombok ini," ujarnya.


Rangkaian kegiatan akan dimulai pada 19 April 2026 dengan kedatangan peserta dan penyelenggaraan UMKM Fest yang dipusatkan di area Car Free Day Jalan Udayana, Kota Mataram. Acara tersebut akan melibatkan pelaku usaha lokal dan masyarakat umum.


Adapun agenda utama Rakornas akan berlangsung pada 20 April dan direncanakan dibuka langsung oleh Gubernur NTB. Kegiatan akan ditutup pada 21 April 2026.


Selain Rakornas, juga akan digelar BPR Syariah Summit 2026 yang mengangkat sejumlah topik strategis, mulai dari pengembangan bisnis, teknologi informasi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.


"Di BPR Syariah Summit nanti ada beberapa agenda, kami bagi menjadi tiga topik, mulai dari bisnis, IT, dan pengembangan SDM. Peserta bisa memilih topik yang akan diikuti," ungkapnya.


Sebagai bagian dari promosi daerah, panitia juga menyiapkan agenda kunjungan ke UMKM serta kegiatan wisata untuk memperkenalkan potensi Lombok kepada peserta dari seluruh Indonesia.


"Kami juga akan mengunjungi beberapa UMKM dan tadabur alam ke destinasi wisata di Lombok. Jadi sekaligus memperkenalkan Lombok kepada Indonesia, sesuai tema kami dari Lombok untuk Indonesia," katanya.


Ivan menambahkan, pihaknya juga menggandeng Bank NTB Syariah dalam penyelenggaraan UMKM Fest yang akan digelar di depan kantor bank tersebut, serta melibatkan tiga BPR Syariah lokal sebagai tuan rumah.


"Insya Allah nanti di Car Free Day di depan kantor Bank NTB Syariah, UMKM Fest akan kita adakan. BPR Syariah di Lombok seperti Patuh Beramal, Dinar Asri, dan Tulen Amanah akan menjadi tuan rumah," ujarnya.


Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi NTB, termasuk penyediaan lokasi kegiatan dan fasilitasi pelibatan UMKM.


"Dukungan Pemprov luar biasa, termasuk dari Bank NTB Syariah yang memberikan venue dan membantu menghadirkan UMKM untuk meramaikan kegiatan," pungkasnya. (red)

Audiensi ke KSP, Bupati Iron harapkan kunjungan Presiden Prabowo ke Lombok Timur terwujud

 
Bupati lotim haerul warisin

OPSINTB.com - Bupati Lombok Timur melakukan audiensi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Deputi II Bidang Perekonomian dan Pangan Kantor Staf Presiden (KSP) Popy Rufaidah, pada Kamis (26/3/2026).


Dalam kunjungannya Bupati H Haerul Warisin sangat berharap presiden dapat hadir di Lombok Timur meresmikan sejumlah proyek strategis. 



"Kami sangat berharap rencana kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Lombok Timur dapat segera terwujud untuk meresmikan berbagai program strategis, seperti Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), hingga Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda," ucapnya 


Ia juga menyebut, Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) yang berada di kawasan Ekas diproyeksikan dapat menjadi  percontohan bagi KNMP lainnya. Dia menegaskan, Pemda berkomitmen untuk mendukung agenda pemerintah pusat, agar dapat berjalan efektif di Lombok Timur. 


"Ini adalah bagian dari upaya kami untuk memperkuat sinergi antara pusat dan daerah sesuai komitmen Pemda dalam setiap program, utamanya sektor ekonomi,"katanya


Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Lotim ini menyinggung sejumlah isu seperti  bidang ekonomi dan pangan khususnya dampak positif dan perkembagan pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG) terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat dan angka pengangguran. 


"Tidak heran, sebab jumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Lombok Timur adalah yang terbanyak di NTB,"ujarnya


Untuk diketahui, kunjungan ini adalah kunjungan ke 2 Bupati Haerul Warisin ke KSP setelah audiensi dengan Kedeputian I dan III pada Oktober 2025 lalu. (zaa)

Penyaluran DD di Loteng baru 94 desa

 
Penyaluran DD di Loteng baru 94 desa

OPSINTB.com - Penyaluran Dana Desa (DD) di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) hingga triwulan I (Januari–Maret) 2026 menunjukkan capaian yang signifikan. Hingga Rabu, 25 Maret 2026, sebanyak 94 desa telah menerima penyaluran DD. Sementara 48 desa lainnya masih belum tersalurkan.


Berdasarkan data yang dihimpun, total pagu DD Loteng 2026 mencapai Rp 51.975.746.000, dengan realisasi penyaluran ke Rekening Kas Desa (RKD) hingga saat ini sebesar Rp 18.183.136.400.


Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Loteng, Baiq Murniati, menyampaikan secara umum proses penyaluran berjalan lancar tanpa kendala dari sisi teknis maupun sistem.


‘’Alhamdulillah, penyaluran DD berjalan lancar. Sampai saat ini sudah 94 desa yang tersalurkan,’’ ujarnya.


Ia menjelaskan, belum tersalurkannya DD di 48 desa tersebut bukan disebabkan oleh gangguan sistem, melainkan karena desa yang bersangkutan belum mengajukan permohonan pencairan.


Menurutnya, sebagian besar desa masih terkendala pada penyelesaian laporan tahun anggaran sebelumnya yang belum rampung.


‘’Sebagian besar karena laporan tahun sebelumnya belum selesai disusun dan disampaikan, sehingga desa belum bisa mengajukan permohonan,’’ jelasnya.


Lebih lanjut ditegaskan, dari sisi sistem penyaluran tidak ditemukan kendala. Proses berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan, sehingga hambatan yang terjadi murni bersumber dari kesiapan administrasi desa.


‘’Kalau kendala di sistem tidak ada masalah. Ini murni karena desa belum siap dalam penyelesaian laporan tahun sebelumnya,” tambahnya.


Pemkab Loteng melalui DPMD terus mendorong percepatan penyelesaian laporan desa, agar seluruh desa dapat segera mengakses DD secara merata dan tepat waktu. Penyaluran yang optimal diharapkan mampu mendukung pembangunan desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (wan)

KPP Pratama Praya dan Kodim 1620/Lombok Tengah koordinasi tingkatkan kepatuhan pelaporan pajak

 
KPP Pratama Praya dan Kodim 1620/Lombok Tengah koordinasi tingkatkan kepatuhan pelaporan pajak

OPSINTB.com - Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Praya berkoordinasi dengan Kodim 1620/Lombok Tengah terkait optimalisasi kepatuhan pelaporan pajak. Hal ini dalam rangka meningkatkan penerimaan negara dari sektor perpajakan.


Koordinasi kedua institusi tersebut berlangsung di Praya pada Kamis (26/3/2026), dalam suasana penuh sinergi serta strategis untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban membayar pajak.


‘’Kolaborasi antara instansi perpajakan dan aparat kewilayahan dinilai penting untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efektif,’’ ujar Kepala KPP Pratama Praya, Zaldi Haris.


Lebih lanjut, dia menyampaikan, kerjasama lintas sektor menjadi kunci dalam mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak. Pihaknya akan terus berupaya memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk TNI.


‘’Guna memastikan pesan pentingnya pajak dapat tersampaikan secara optimal kepada masyarakat,’’ tutup Zaldi.


Sementara itu, Dandim 1620/Lombok Tengah, Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti menyebut, pihaknya mendukung program-program yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait kewajiban perpajakan. Dia mencontohkan, seperti melalui pendekatan teritorial serta sosialisasi kepada masyarakat di wilayah binaan.


‘’Melalui sinergi ini, diharapkan tercipta peningkatan kepatuhan perpajakan yang berkelanjutan, sekaligus mendukung pembangunan daerah dan nasional melalui optimalisasi penerimaan negara dari sektor pajak,’’ sebutnya. (wan)

26/03/26

Sistem irigasi tetes jadi solusi kekeringan di wilayah Suela

 

OPSINTB.com - Sebagian besar wilayah Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, didominasi oleh lahan kering. Kondisi ini tentu memiliki tantangan tersendiri.


Kondisinya yang demikian, wilayah ini dikenal penghasil tembakau. Kendati demikian persoalan pertanian tetap saja jadi masalah utama. 


Lantaran itu, solusi yang sifat jangka panjang, utamanya masalah air. Hal ini demi kemajuan pertanian setempat.


Salah satu terobosan yang digaungkan oleh Speaker Kampung melalui jurnalis warga setempat untuk mengubah paradigma pertanian konvensional menuju ekonomi hijau melalui penerapan sistem irigasi tetes.


Direktur Yayasan Speaker Kampung Hajad Guna Roasmadi mengatakan, sistem irigasi tetes bukan hanya solusi efisiensi air, tetapi juga merupakan langkah nyata dalam membangun ketahanan pangan yang ramah lingkungan. Menurutnya warga khususnya petani tak bisa terus bergantung pada musim penghujan.


“Lahan kering di Suela mencapai lebih dari 70 persen dari total lahan pertanian," papar pria yang karib disapa Eros ini, Rabu (25/03/2026).


Menurutnya jika tetap menggunakan cara konvensional, hasil panen akan selalu tidak menentu. Irigasi tetes, kata dia, adalah jawaban. 


Sistem itu, ucapnya, merupakan ekonomi hijau yang sesungguhnya. Tak hanya menghemat air juga meningkatkan produktivitas dan menjaga ekosistem tanah.


Ekonomi hijau, imbuhnya adalah pendekatan pembangunan yang menekankan pada efisiensi sumber daya, rendah karbon, serta inklusivitas sosial. 


Dalam konteks pertanian, sistem irigasi tetes mampu menyalurkan air langsung ke akar tanaman melalui selang berlubang kecil yang terhubung dengan tandon atau sumber air terdekat. 


Teknis ini terbukti mampu mengurangi konsumsi air hingga 50 persen lebih dibandingkan sistem penyiraman konvensional, sekaligus meningkatkan efektivitas pemupukan.


"Saya dua tahun bertani di lahan pertanian, sambil mempelajari solusi lahan kering yang selama ini tidak digarap saat musim panas, setelah saya pelajari irigasi tetes ini adalah solusinya," ungkapnya.


Irigasi tetes ini harus dikampanyekan yang digalakkan oleh Speaker Kampung yang berperan sebagai jembatan aspirasi antara masyarakat dan pemerintah agar bisa dilakukan oleh para petani.


"Irigasi tetes di lahan kering di Kecamatan Suela harus digunakan dengan derigen dengan menyiapkan Reservoar air hujan. Idealnya dalam 1 hektar ada 5 are untuk kolam penampungan air untuk irigasi tetes selama musim kemarau akan terpenuhi," jelas Eros 


Mewakili Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur, Kabid Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura 

 Zukiadi, yang turut hadir dalam diskusi tersebut menyatakan dukungan penuh terhadap kampanye ini. 


Ia mengatakan pemerintah daerah tengah menyiapkan program pendampingan dan bantuan paket irigasi tetes bagi desa-desa yang memiliki potensi lahan kering dengan akses air terbatas.


“Kami apresiasi langkah Speaker Kampung yang proaktif mengedukasi petani. Ini sejalan dengan visi kabupaten dalam mempercepat adopsi teknologi pertanian adaptif perubahan iklim,” ujarnya.


Ke depan, diharapkan kampanye ekonomi hijau melalui irigasi tetes dapat meluas ke seluruh desa di Kecamatan Suela. Dengan dominasi lahan kering yang ada, efisiensi air menjadi kunci utama untuk meningkatkan indeks pertanaman dan kesejahteraan petani tanpa merusak lingkungan


Bidang produksi tanaman pangan dan hortikultura. Namun, terdapat bidang lain yang menangani prasarana, yaitu Bidang PSP (Prasarana dan Sarana Pertanian).


Menurutnya, persoalan irigasi dan prasarana lainnya secara domain tugas berada di bidang tersebut.


“Nanti akan saya sampaikan dan laporkan kepada Bapak Kadis pertanian, mengenai program ini," ujarnya. (zaa)

25/03/26

Bupati Lombok Timur sebut stok LPG 3 kg masih aman

 
Bupati Lombok Timur sebut stok LPG 3 kg masih aman

OPSINTB.com - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memastikan ketersediaan LPG 3 kilogram tetap aman dan tidak terjadi lonjakan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), meskipun terjadi peningkatan kebutuhan selama bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.


Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, menegaskan bahwa tidak ditemukan praktik penjualan LPG 3 kg dengan harga yang melampaui HET di lapangan.


Menurutnya, jika masyarakat sempat mengalami kesulitan memperoleh gas bersubsidi tersebut, hal itu lebih disebabkan oleh peningkatan konsumsi.


"Tidak ada kelangkaan dan harga LPG tetap berada di HET. Kalaupun terjadi penggunaan sedikit berlebih, itu merupakan imbas dari meningkatnya kebutuhan selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri," ucapnya, Rabu (25/3/2026).


Ia juga mengatakan bahwa arus mudik masyarakat yang kembali ke kampung halaman turut mempengaruhi lonjakan permintaan LPG di daerah. Meski demikian, pemerintah memastikan pasokan tetap terkendali.


Dari sisi distribusi, Pertamina melalui Sales Branch Manager Rayon 1 NTB, Tommy Wisnu Ramdan, menyampaikan bahwa stok LPG baik di depot maupun agen dalam kondisi aman.


"Untuk wilayah Lombok, penyaluran mencapai sekitar 35 ribu tabung per hari. Khusus menjelang hari raya, kami telah menyiapkan hingga 250 persen dari alokasi harian," jelasnya.


Ia juga mencontohkan peningkatan distribusi di SPBU Sikur, yang biasanya menyalurkan sekitar 50 metrik ton per hari, kini ditingkatkan menjadi 80 metrik ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.


Pada Rabu (25/3/2026) katanya, sebanyak 17.900 tabung LPG 3 kg tambahan disalurkan di Lombok Timur. Dengan penambahan tersebut, total distribusi LPG 3 kg pada hari itu mencapai sekitar 50 ribu tabung.


Pemerintah daerah bersama Pertamina pun mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap membeli LPG sesuai kebutuhan, serta memastikan pembelian dilakukan di pangkalan resmi. (zaa)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama