OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

13/08/26

Dugaan pungli di Pelabuhan Kayangan, Gampar minta APH usut tuntas

 
Dugaan pungli di Pelabuhan Kayangan, Gampar minta APH usut tuntas

OPSINTB.com - Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemuda Anti Rasuah (GAMPAR), datangi Mapolres Lombok Timur. Aksi tersebut berkaitan dengan dugaan pungutan liar (Pungli) di Pelabuhan Kayangan.


Korlap aksi Gempar, Junaidi mengatakan, kegiatan pungli tersebut sudah berlangsung lama. Setiap sopir yang masuk, dimintai sejumlah uang oleh oknum salah satu koperasi suwasta di Lotim. 


"Kami merasa resah atas apa yang dialami para sopir yang beraktivitas di pelabuhan kayangan, karena mendzolimi hak para sopir," ujar Juned, dalam orasinya di depan Mapolres Lombok Timur, Kamis (13/8/2026). 


Juned menduga, keberadaan Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) yang bertugas di lokasi itu terkesan lalai dalam menjalankan tugasn. Dia menyangkan KP3 tak mengetahui kegiatan dugaan pungli di Pelabuhan Kayangan itu. 


Dia mejelaskan, aksi itu digelar berangkat dari hasil kajian dan investigasi yang tidak sebenatar. Menggali dari para sopir yang melewati pelabuhan. 


Sopir, imbuhnua, merasa dirugikan akibat dimintai sejumlah uang padahal diloket tiket gerbang masuk pelabuha sdh melakukan transaksi pembayaran. Lantaran itu Gampar, kata dia, menuntut agar APH mngusut tuntas kegiatan yang melanggar hukum tersebut.


"Ini kan aneh, kami mendapat informasi ASDP saja tidak tahu kegiatan dugaan pungutan liar itu, padahal itu terjadi diwilayah mereka," terangnya.


APH khususnya KP3 Kayangan yang bertugas dipelabuhan, kata dia, jangan tutup mata atas segala dugaan tindakan melawan hukum yang secara nyata dipertontonkan. Dia meminta aparat usut sampai tuntas dugaan kasus tersebut. 


"Bila perlu tangkap dan penjarakan oknum-oknum itu melakukan dugaan tindakan melawan hukum didepan mata," tegasnya. 


Salah seorang sopir yang enggan disebutkan identitasnya mengaku telah beberapa kali diminta membayar saat beroperasi di kawasan Pelabuhan Kayangan. Padahal, dirinya tidak pernah terdaftar sebagai anggota koperasi.


"Kami bukan anggota koperasi, tetapi tetap diminta membayar. Yang kami pertanyakan, apa dasar pungutan itu kepada kami," 


Dia mengaku selama ini memilih memenuhi permintaan tersebut agar aktivitas transportasi tidak terganggu. Namun, mereka berharap ada kejelasan mengenai dasar penerapan pungutan terhadap pengendara yang bukan anggota koperasi.


Keresahan para pengendara itu mencuat setelah beredarnya surat himbauan Koperasi Jasa Transportasi Tiga Berlian Kayangan yang memuat besaran kontribusi Rp 200 ribu untuk bus besar atau medium dan Rp 100 ribu untuk kendaraan jenis Hiace maupun Elf. (kin)

CKG di Lotim mencapai 46 persen, tertinggi di NTB

 
CKG di Lotim mencapai 46 persen, tertinggi di NTB

OPSINTB.com - Pemerintah terus gencar galakan program cek kesehatan gratis (CKG) bagi masyarakat. Pemeriksaan untuk dilakukan untuk deteksi dini resiko penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, hingga gangguan kesehatan lainnya yang kerap terlambat diketahui masyarakat.


Melalui pemeriksaan gratis, masyarakat dapat segera mengetahui kondisi kesehatannya dan mendapatkan tindak lanjut apabila ditemukan risiko penyakit tertentu.


Untuk memperluas cakupan pelayanan, Dinas Kesehatan tidak hanya mengandalkan pelayanan di puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya. Strategi jemput bola dilakukan agar layanan kesehatan bisa menjangkau masyarakat secara lebih luas, terutama warga yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan atau yang selama ini jarang melakukan pemeriksaan kesehatan.


Sekretaris Dinas Kesehatan Lombok Timur, Syaiful Idris, mengatakan capaian cek kesehatan gratis telah mencapai 46 persen dari jumlah penduduk. Jumlah itu menjadi salah satu daerah dengan capaian tertinggi di NTB. 


"Target kita sekitar 60 persen. Dibandingkan tahun kemarin dengan periode yang sama, target tahun ini memang meningkat," ujar Syaiful Idris, Kamis (13/8/2026). 


Menurut Syaiful, pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Pemeriksaan kesehatan gratis kini tidak hanya dilakukan melalui posyandu. 


"Tetapi juga melibatkan kecamatan, desa, lembaga pemerintahan, hingga sejumlah institusi lainnya," ucapnya. (zaa)

Gerakan Aktifkan Posyandu, Dinkes Lombok Timur tekankan pentingnya deteksi dini kesehatan

 
Gerakan Aktifkan Posyandu, Dinkes Lombok Timur tekankan pentingnya deteksi dini kesehatan

OPSINTB.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur mendorong masyarakat untuk kembali mengaktifkan dan memanfaatkan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai pusat pelayanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat.


Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Lombok Timur, Syaiful Idris, saat menghadiri kegiatan Gerakan Aktifkan Posyandu di Desa Kembang Kerang Daya, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur, pada Kamis (13/8/2026).


Syaiful mengatakan, kegiatan tersebut bukan berarti posyandu selama ini tidak aktif. Namun, gerakan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kembali peran dan pemanfaatan posyandu oleh masyarakat.


"Posyandu sekarang bukan sekadar tempat menimbang atau imunisasi. Pelayanannya sudah paripurna, melayani siklus hidup mulai dari bayi, balita hingga lansia," kata Syaiful.


Menurutnya, posyandu merupakan sarana pelayanan kesehatan yang paling praktis dan memiliki akses paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak hanya datang ketika membutuhkan pengobatan, tetapi memanfaatkannya untuk melakukan deteksi dini terhadap kondisi kesehatan.


Syaiful menegaskan, posyandu bukan tempat pembagian obat. Apabila dalam pemeriksaan ditemukan adanya masalah atau kasus kesehatan, pasien akan mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dan dirujuk ke Puskesmas apabila diperlukan.


"Bukan berarti harus dikasih obat. Yang penting ada penemuan kasus terlebih dahulu. Posyandu ini untuk mengetahui secara dini atau deteksi dini," jelasnya.


Ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam penguatan posyandu, terutama terkait kesejahteraan kader serta sarana dan prasarana. 


Sebagian posyandu di Lombok Timur disebutnya masih menggunakan rumah kepala wilayah, teras rumah warga, atau tempat lain karena belum memiliki bangunan khusus.


"Kami berharap posyandu dapat memiliki tempat pelayanan sendiri sehingga kegiatan pelayanan masyarakat dapat berlangsung lebih optimal dan tidak terganggu kegiatan lainnya," ucapnya. 


Kepala Desa Kembang Kerang Daya, Irawan Ansori, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap kehadiran jajaran Dinas Kesehatan Lotim itu, dapat memberikan semangat kepada para kader posyandu sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan.


"Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan hari ini bisa lebih peka terhadap kesehatan masing-masing," harapnya. 


Ansori mengatakan, seluruh posyandu di Desa Kembang Kerang Daya pada dasarnya sudah berjalan. Namun, tingkat partisipasi masyarakat masih menjadi tantangan.


Tak hanya soal posyandu bahkan, untuk kegiatan desa lainnya, masyarakat terkadang masih harus berulang kali diingatkan agar hadir. 


Karena itu, ia berharap kegiatan Gerakan Aktifkan Posyandu dapat meningkatkan semangat kader sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan layanan posyandu.


Ansori menambahkan, keberadaan posyandu sangat penting karena menjadi salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa. Pemerintah desa juga terus berkoordinasi dengan Puskesmas untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dapat berjalan dengan baik.


"Posyandu sudah ada sejak dulu. Yang kami harapkan, Posyandu ini terus dimanfaatkan karena pelayanan kesehatan paling dekat dengan masyarakat ada di tingkat desa," pungkasnya. (zaa)

Ngaji akademik IAI Hamzanwadi, cara mengajar Maulana Syiekh masih relevan di zaman modern

 
Ngaji akademik IAI Hamzanwadi, cara mengajar Maulana Syiekh masih relevan di zaman modern

OPSINTB.com - Institut Agama Islam (IAI) Hamzanwadi Pancor gelar visiting lecturer dan ngaji akademik untuk para dosen. Hajatannya untuk meningkatkan kapasistas para pengajar di kampus itu saat menjalankan tugas pendidikan, penelitian serta pengabdian dalam masyarakat. 


Wakil Rektor I IAIH Pancor, Dr H Abdul Hayyi Akrom mengatakan, civitas akademika IAIH Pancor memiliki banyak teladan yang dapat dijadikan rujukan dalam menjalankan profesi sebagai dosen. Khususnya dari sosok pendiri Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah, Maulana Syekh Tuan Guru KH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.


Maulana Syekh disebutnya, merupakan sosok ulama, mursyid sekaligus pejuang yang meninggalkan nilai-nilai perjuangan dan akademik yang relevan untuk terus dikaji serta diteladani oleh para dosen.


Ia menegaskan, tradisi akademik dan keilmuan harus terus dihidupkan di lingkungan IAI Hamzanwadi Pancor. Terlebih, nama besar Hamzanwadi melekat dengan sosok ulama dan ilmuwan yang memiliki reputasi luas, baik dalam dunia keislaman maupun dalam konteks bernegara. 


"Nilai-nilai perjuangan dan nilai-nilai akademik yang ditinggalkan Maulana Syekh sangat lengkap untuk kita kaji dan kita tiru dalam menjalani profesi sebagai seorang dosen," ucap Abdul Hayyi, Rabu (12/8/2026).


Abdul Hayyi mengatakan kegiatan visiting lecturer dan ngaji akademik tersebut sejalan dengan arahan Rektor IAI Hamzanadi Pancor agar civitas akademika terus mengembangkan kapasitas diri.


Ia berharap tradisi belajar yang terus dibangun dapat membuka ruang kebermanfaatan yang lebih luas bagi civitas akademika dan masyarakat.


Bagi civitas akademika IAI Hamzanwadi Pancor, menghidupkan tradisi belajar dan memaksimalkan profesi dosen disebutnya merupakan bagian dari meneruskan perjuangan Maulana Syekh Tuan Guru KH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. 


Dalam kegiatan tersebut, hadir Guru Besar Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq UIN KHAS, Jember, Prof. Dr. Muhammad Husnur Rofiq, M.Pd. Ia merupakan mantan Rektor IAIN Jember periode 2004–2012 serta dikenal aktif dalam pengembangan manajemen pendidikan Islam.


Dalam kesempatan itu juga kedua belah pihak melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara IAI Hamzanwadi Pancor dan UIN KHAS Jember. 


Kerja sama tersebut mencakup berbagai bidang, di antaranya pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dan peningkatan sumber daya manusia, serta dengan pertukaran cenderamata antara kedua institusi sebagai simbol penguatan hubungan kerja sama dan sinergi dalam bidang pendidikan tinggi.


Dalam pemaparannya, Prof. Muhammad Husnur Rofiq menekankan pentingnya dosen untuk terus memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kapasitas diri, baik melalui literasi maupun pengembangan keilmuan.


Ia menilai sosok Hamzanwadi dapat menjadi inspirasi bagi dosen IAI Hamzanwadi Pancor dalam melakukan transformasi dan merevitalisasi nilai-nilai perjuangan serta keilmuan yang diwariskan Maulana Syekh.


Sementara itu, Direktur Pascasarjana IAI Hamzanwadi Pancor, Prof. Dr. Muhammad Taufik, M.Ag., yang juga merupakan  menekankan bahwa profesi dosen harus dipandang sebagai bagian dari ibadah.


Menurutnya, mengajarkan ilmu yang bermanfaat kepada orang lain merupakan profesi mulia. Karena itu, dosen dituntut untuk menjalankan tugasnya dengan sungguh-sungguh serta terus belajar meningkatkan kompetensi.


Ia menambahkan, semakin tinggi kapasitas seorang dosen, semakin besar pula manfaat ilmu yang dapat diberikan kepada mahasiswa dan masyarakat.


"Profesi dosen adalah bagian dari ibadah yang mulia, yakni mengajarkan ilmu-ilmu yang bermanfaat kepada sesama," jelasnya. (kin)

12/08/26

Lombok Timur tertinggi secara nasional dafkan diri di portal Perlinsos

 

Lombok Timur tertinggi secara nasional dafkan diri di portal Perlinsos

OPSINTB.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, H Muhammad Juaini Taofik, mengatakan pergerakan pendaftaran masyarakat melalui aplikasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Lotim dalam dua hari terakhir menjadi yang tertinggi secara nasional. Hal itu disebutnya setelah ASN ikut turun langsung untuk mendampingi warga. 


"Ada 43 daerah yang dijadikan uji coba aplikasi Perlindungan dua hari yang lalu dan hari kemarin, kita ini pergerakan kita tertinggi," kata Juaini Taofik, Rabu (12/8/2026). 


Hingga saat tadi malam jumlah masyarakat yang telah terdaftar melalui aplikasi tersebut mencapai sekitar 101.000 kepala keluarga (KK).


Target awal, terangnya, pendaftaran menyasar sekitar 140.000 KK yang masuk dalam desil 1 hingga desil 4. Namun demikian, arahan dari bupati kata dia, tak berhenti diangka itu namun semua KK di Lotim. 


Ia berharap media turut membantu menyebarluaskan informasi mengenai pendaftaran aplikasi tersebut kepada masyarakat, termasuk kepada keluarga masing-masing. Sebab, kata dia, melaluu portal itu warga bakal mengetagui layak atau tidak mengakses bantuan. 


"Apakah inclusion error tidak atau dalam exclusion error," bebernya


Juaini menambahkan, antusiasme masyarakat untuk melakukan pendaftaran sangat tinggi, terutama di wilayah Sambelia dan sejumlah kecamatan pinggiran.


Menurutnya, kehadiran ASN di kantor-kantor desa mendapat respons positif dari masyarakat. Proses pelayanan tersebut bahkan disebut berlangsung seperti pelayanan posyandu.


Yang patut disyukuri, kata Juaini, masyarakat tidak semata-mata datang karena ingin segera menerima bantuan. Banyak warga yang datang hanya untuk mengetahui apakah dirinya masuk dalam kategori layak atau tidak sebagai penerima bantuan sosial.


Tingginya pergerakan pendaftaran Lombok Timur bahkan mendapat perhatian dari staf Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.


"Saya dapat WA dari stafnya Pak Luhut, karena Pak Luhut kan monitor terus ini pergerakan dari Perlinsos ini untuk yang dua hari ini," ungkapnya.


Berdasarkan pemantauan tersebut, Lombok Timur menjadi salah satu daerah dengan pergerakan pendaftaran tertinggi. 


Dalam daftar tiga daerah dengan pergerakan pendaftaran terbesar, Lombok Timur berada di posisi teratas, disusul Makassar dan Sumedang.


Juaini merinci, dalam satu hari, Lombok Timur mencatat pendaftaran sebanyak 18.977 KK. Sementara Makassar mencapai 16.419 KK dan Sumedang sebanyak 16.060 KK.


Ia menyebut tiga daerah tersebut sebagai wilayah dengan jumlah pendaftaran terbesar yang mampu mendaftarkan warganya ke dalam aplikasi.


Juaini mengingatkan bahwa waktu pendaftaran tidak banyak karena proses tersebut ditargetkan selesai pada 31 Agustus 2026. Karena itu, ia meminta masyarakat segera melakukan pendaftaran secara mandiri.


"Kita mohonlah ada pemberitaan penyebarluasan," pintanya


Untuk pendaftaran melalui jalur mandiri, salah satu syarat yang harus dilakukan masyarakat adalah mengaktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).


Bagi masyarakat yang belum dapat mengaktivasi IKD secara mandiri, pemerintah telah menyiapkan bantuan melalui ASN yang saat ini bekerja di kantor-kantor desa.


Selain ASN, masyarakat juga dapat memanfaatkan kader posyandu yang telah diaktifkan IKD nya untuk membantu proses tersebut.


Ia berharap seluruh masyarakat Lombok Timur dapat terdaftar dalam aplikasi pelayanan sosial sebelum batas waktu yang telah ditentukan.


“Sehingga 501.146 KK di Lombok Timur ini harapan kita 31 Agustus semuanya sudah terdaftar di aplikasi pelayanan sosial,” pungkasnya. (zaa)

Kick off MotoGP Mandalika 2026: NTB perkuat sinergi, infrastruktur dan pariwisata

 
Kick off MotoGP Mandalika 2026: NTB perkuat sinergi, infrastruktur dan pariwisata

OPSINTB.com - Pemprov NTB bersama seluruh pemangku kepentingan mematangkan persiapan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi dan kick off yang berlangsung di Lantai 6 Bank NTB Syariah pada Rabu (12/8/2026).


MotoGP Mandalika 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 dengan target lebih dari 145.000 penonton selama tiga hari penyelenggaraan. Persiapan dilakukan jauh lebih awal untuk memastikan aspek teknis, keamanan, infrastruktur, transportasi, akomodasi, kesehatan, pariwisata, promosi, hingga pemberdayaan masyarakat dapat dipersiapkan secara terpadu.


Gubernur NTB, H Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, persiapan tidak boleh menunggu hingga satu atau dua bulan sebelum pelaksanaan. Seluruh persoalan harus dipetakan sejak awal, dilengkapi checklist, penanggung jawab atau PIC, serta target penyelesaian yang jelas.


“Setiap persoalan harus ada PIC-nya dan memiliki target penyelesaian, kalau dalam waktu yang ditentukan belum selesai, harus segera dieskalasikan,” tegas Gubernur Iqbal.


Dalam rapat tersebut, ITDC dan MGPA diminta menyampaikan posisi serta perkembangan masing-masing bidang. Hasilnya akan menjadi dasar koordinasi lintas sektor bersama pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTB, pemerintah kabupaten/kota, aparat keamanan, sektor pariwisata, transportasi, kesehatan, UMKM, dan pemangku kepentingan lainnya.


Gubernur Iqbal juga meminta seluruh pihak menyiapkan berbagai skenario, termasuk kemungkinan kehadiran Presiden Republik Indonesia. Meskipun belum terdapat kepastian, kesiapan harus dilakukan sejak awal agar seluruh kebutuhan dapat segera ditindaklanjuti apabila agenda tersebut telah dipastikan.


Salah satu perhatian utama adalah kesiapan akomodasi. Pemerintah bersama penyelenggara akan melakukan pemetaan hotel, wisma, homestay, asrama, dan fasilitas akomodasi lainnya untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan kamar selama MotoGP.


Kebutuhan akomodasi tidak hanya untuk penonton, tetapi juga peserta, tamu undangan, tenaga medis, perwakilan instansi, tenaga operasional, serta berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan.


“NTB harus semakin terbiasa menjadi tuan rumah event internasional. Ketersediaan akomodasi yang cukup dan terjangkau harus menjadi bagian dari ekosistem pariwisata dan event yang berkelanjutan,” ujar Gubernur.


Persoalan infrastruktur, khususnya akses jalan menuju kawasan Mandalika, juga menjadi perhatian. Gubernur Iqbal telah berkoordinasi dengan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum untuk memastikan penanganan ruas jalan yang dibutuhkan sebelum pelaksanaan MotoGP.


Untuk jangka panjang, pemerintah juga mendorong penanganan infrastruktur secara permanen sehingga perbaikan tidak hanya dilakukan melalui pola tambal sulam.


Direktur Utama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Ahmad Fajar, mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi NTB terhadap keberlanjutan MotoGP Mandalika.


Ia menyampaikan bahwa MotoGP telah berkembang menjadi ekosistem ekonomi yang memberikan dampak luas. “MotoGP bukan lagi sekadar event olahraga, tetapi sudah menjadi ekosistem ekonomi yang menggerakkan banyak sektor,” ujarnya.


Berdasarkan riset Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), penyelenggaraan MotoGP 2025 memberikan dampak ekonomi sekitar Rp4,96 triliun. Dampak tersebut dirasakan di berbagai sektor seperti perhotelan, transportasi, UMKM, tenaga kerja, dan pariwisata di Mataram, Senggigi, dan wilayah lainnya di NTB.


MotoGP 2025 juga melibatkan ratusan UMKM serta ribuan tenaga kerja, volunteer, dan marshal. Dari sisi promosi, event ini memberikan eksposur global bagi Mandalika dan NTB melalui siaran internasional.


Karena itu, MotoGP 2026 diarahkan untuk memberikan dampak yang lebih luas melalui konsep “Beyond Grand Prix, Discover Paradise”, sekaligus memperkuat semangat Race in Paradise dan #MandalikaMendunia.


Konsep tersebut menempatkan MotoGP sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan destinasi wisata NTB. Wisatawan diharapkan tidak hanya datang untuk menonton balapan, tetapi juga memperpanjang masa tinggal dan menikmati destinasi, kuliner, serta ekonomi kreatif di NTB.


Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP Mandalika), Troy Reza Warokka, menjelaskan bahwa dukungan lintas sektor dalam persiapan MotoGP 2026 dikelompokkan ke dalam tiga klaster utama.


Klaster pertama mencakup keamanan, ketertiban, dan pengawalan, termasuk pengamanan mobilitas penonton, shuttle bus dan hub, area event dan camping ground, serta pengawalan logistik dari pelabuhan dan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid menuju sirkuit.


Klaster kedua meliputi infrastruktur, promosi, pariwisata, dan layanan medis, termasuk penyediaan sekitar 130 unit shuttle bus, perbaikan akses jalan, rambu lalu lintas, penerangan, serta kesiapan tenaga medis.


Di sektor pariwisata dilakukan kurasi homestay, promosi perhotelan, serta penguatan promosi melalui berbagai kanal pemerintah, bandara, pelabuhan, dan media luar ruang.


Klaster ketiga mencakup event, pemberdayaan masyarakat, dan koordinasi, seperti Riders Parade, Opening Ceremony, Festival MotoGP, hingga program edukasi dan pemberdayaan masyarakat.


Sejumlah musisi nasional juga dijadwalkan memeriahkan MotoGP 2026, di antaranya Judika, Juicy Luicy, Tipe-X, dan Happy Asmara.


Penyelenggaraan MotoGP 2026 juga diarahkan semakin inklusif. Fasilitas luxury camp akan disiapkan bagi penonton disabilitas, lengkap dengan kamar mandi dan kebutuhan pendukung lainnya.


“Disabilitas akan kita fasilitasi dengan baik, termasuk skema Buy One Get One untuk pendamping agar aksesibilitas semakin inklusif,” ujar Troy.


Program tiket khusus dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia juga tengah difinalisasi, termasuk jumlah tiket yang akan disediakan.


Pemberdayaan masyarakat turut diperkuat melalui keterlibatan UMKM lokal, program kebersihan bersama ASN, siswa dan komunitas, serta berbagai kegiatan edukasi bagi generasi muda seperti Riders Goes to School dan Students Go to Paddock.


Gubernur NTB menekankan pentingnya promosi pariwisata yang lebih agresif dan terintegrasi. Pasar potensial seperti Kuala Lumpur, Singapura, Makassar, Yogyakarta, Bali, dan NTT akan menjadi fokus promosi.


“Setiap daerah dengan konektivitas langsung ke NTB harus kita anggap sebagai pasar yang harus digarap secara serius melalui promosi bersama,” jelas Gubernur Iqbal.


Promosi akan diperkuat melalui kolaborasi pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, serta penguatan konten digital yang tidak hanya informatif, tetapi juga bersifat penjualan.


Selain itu, Gubernur Iqbal juga menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas penerbangan. “Saya akan berkoordinasi dengan maskapai di Jakarta untuk memastikan penambahan penerbangan selama periode MotoGP,” ujarnya.


Pengembangan layanan bandara melalui sistem automatic gate atau e-gate juga didorong untuk meningkatkan efisiensi pelayanan penumpang sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi pertumbuhan pariwisata NTB.


Seluruh pihak sepakat bahwa keberhasilan MotoGP tidak hanya diukur dari kelancaran balapan, tetapi juga dari dampaknya bagi masyarakat.


Gubernur Iqbal menegaskan pentingnya kolaborasi dan inisiatif bersama. “Tidak ada satu orang yang harus melakukan semuanya. Kita semua harus memiliki inisiatif, memperbaiki diri, dan bersama-sama melakukan perubahan,” tegasnya.


Dengan persiapan yang lebih awal, sinergi lintas sektor, dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 diharapkan memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia serta mendorong NTB semakin maju, inklusif, dan berdaya saing. (red)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama