OPSINTB.com | News References -->

Headline

Link Banner
Link Banner

Politik

Hukum

Nasional

Jumat, 30 Juli 2021

Kecelakaan maut di Lombok Tengah, satu pemotor tewas di tempat

 
Kecelakaan maut di Lombok Tengah, satu pemotor tewas di tempat

OPSINTB.com - Kecelakaan lalulintas (lakalantas) yang terjadi di jalan raya Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah mengakibat pengendara sepeda motor Yamaha Mio J, Nurdin (46) meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP), Jumat (30/07/2021) sekitar pukul 12.30 wita.

Korban lakalantas Nurdin, warga Dusun Otak Dese Desa Mantang, Kecamatan Batukliang meninggal dunia akibat luka parah di bagian kepala dan kaki akibat kecelakaan maut itu.

Kapolres Lombok Tengah melalui Kasat Lantas, AKP Donny Wira Setiawan mengungkapkan, korban Nurdin menabrak kendaraan truk box dengan nomor polisi AD 9334 BE yang melaju ke arah barat dengan kecepatan cukup tinggi.

"Truk Box datang dari timur menuju barat dengan kecepatan tinggi, sehingga pada saat menemukan tikungan di Aik Darek, sopir truk box tidak dapat mengendalikan kendaraannya. Bahkan sempat melebar ke kanan dan sempat bersenggolan dengan mobil Dum truk Nopol DR 8543 ZZ  sehingga menabrak tembok bangunan kantor yang ada di lokasi kejadian," jelas Kasat Lantas.

Menurut Kasat Lantas, setelah truk box yang dikemudikan Suwardi (52) warga Kabupaten Sragen, Jawa Tengah itu menyenggol Dum Truk, barulah korban Nurdin datang dari arah barat dengan kecepatan tinggi pula dan menabrak bagian belakang kendaraan truk box, sehingga terjatuh dan meregang nyawa.

Setelah kejadian itu, kata Kasat Lantas, pengemudi truk box kemudian mengamankan diri ke Mapolsek Batukliang.

"Piket SPKT Polsek Batukliang langsung bergegas menuju lokasi kejadian dan menggelar olah TKP serta mengurai kemacetan arus lalu lintas," kata AKP Donny WS.

Saat kejadian, lanjut AKP Donny, pengemudi truk box ditemani dua orang rekannya yang juga berasal dari Kabupaten Sragen Jawa Tengah, yakni Hasan (19) dan Soleh (20) tahun.

Kasat Lantas berharap agar para pengendara tetap mengutamakan keselamatan dan tertib lalulintas selama dalam perjalanan. 

"Jangan terlalu ngebut, terlebih pada jalan umum yang ramai kendaraan," ucapnya. (red)

Damkar-mat Lotim terus berupaya tingkatkan pelayanan terbaik

 
Damkar-mat Lotim terus berupaya tingkatkan pelayanan terbaik

OPSINTB.com - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar-mat) Lombok Timur terjun ke setiap Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) yang ada di kecamatan, Jumat (30/7/2021).

Kepala Bidang Pencegahan pada Damkar-mat Lombok Timur, Athar mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya Kepala Dinas Damkar-mat Lombok Timur, untuk memaksimalkan tugas para anggota di WMK kecamatan. Agar bisa memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat.

"Kegiatan ini juga bertujuan untuk melihat kondisi fisik sarana yang ada termasuk memberikan pengarahan kepada anggota untuk melaksanakan tugas mereka secara maksimal di tengah pandemi covid-19," ucapnya.

Pada kesempatan itu, Athar dan tim melihat kondisi armada mobil pemadam, kesediaan air, dan listrik di pos-pos WMK yang ada di kecamatan, termasuk kesiagaan anggota.

"Semoga ke depannya sarana prasarana Pos induk dan pos-pos WMK di kecamatan terpenuhi kekurangannya secara signifikan, paling tidak mereka memenuhi kebutuhan pelayanan prima kepada masyarakat se-Lombok Timur di bidang pemadam dan penyelamatan," harapnya.

Hal itu, kata dia, sesuai dengan amanat/Peraturan Bupati Lotim No 56 Tahun 2020 tentang Kedudukan dan Fungsi Damkar-mat dan amanat Permendagri No 16 Tahun 2020 Tentang Nomenklatur Pembentukan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan di Provinsi dan Kabupaten. (zaa)

Hina Nakes, pemilik akun Facebook Ovin Wulandari dipolisikan

 
Hina Nakes, pemilik akun Facebook Ovin Wulandari dipolisikan

OPSINTB.com - Pemilik akun Facebook Ovin Wulandari resmi dilapor ke Polres Bima Kota oleh sejumlah organisasi profesi Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kota Bima.

Organisasi profesi yang melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bima Kota, Jumat (30/7/2021) pagi ini, ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota dan Kabupaten Bima dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota dan Kabupaten Bima.

Puluhan pengurus berbagai organisasi profesi Nakes ini, melaporkan pemilik akun Facebook Ovin Wulandari karena telah menghina profesi mereka.

Didampingi pengacaranya M Haekal, puluhan pengurus organisasi profesi Nakes ini, merasa tidak terima dan hina oleh pemilik akun tersebut.

Sebagaimana diketahui Ovin Wulandari dalam postingannya pada Kamis (29/7) sore kemarin, tertulis kalimat dalam bahasa Bima yang pada intinya berkata-kata kasar yang  menghina profesi Nakes.

Kata-kata dan kalimat yang tertulis dalam postingan pemilik akun Facebook Ovin Wulandari yang menggunakan bahasa Bima itu, berbau umpatan, hinaan dan cacian yang teramat kasar dan keras.

"Atas dasar itulah klien kami melapor pemilik akun Ovin Wulandari, kerena telah berkata-kata kasar dan menghina serta mengumpat klien kami," ujar Haekal di sela-sela menemani kliennya melapor di SPKT Polres Bima Kota.

Dipastikan Haekal, pelaporan atas kasus penghinaan dan pencemaran nama baik pribadi dan profesi kliennya, akan dituntaskan hingga ada kepastian hukum bagi pemilik akun tersebut. Terkonfirmasi laporan organisasi profesi itu bernomor Aduan K/425/VII/2021/NTB/Res Bima Kota, atas nama pelapor dr H M Ali selaku Ketua IDI Kota Bima. (red)

Persoalan GTI, masyarakat Gili Trawangan : Lindungi kami pak gubernur

 
Persoalan GTI, Masyarakat Gili Trawangan : Lindungi kami pak Gubernur

OPSINTB.com - Masyarakat Gili Terawangan, menyampaikan harapannya kepada Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah, saat kunjungan dan silaturahmi ke desa Gili Indah, Kabupaten KLU, Jum'at (30/07/2021).

Beberapa di antara perwakilan masyarakat saat dialog menyampaikan curahan hatinya kepada Doktor Zul sapaan Gubernur, mengenai lahan seluas 65 Ha milik Pemrov NTB yang dikelola oleh PT. GTI.

Kepala Dusun Gili Terawangan, Husni menyampaikan rasa bangganya atas kunjungan Gubernur NTB.

"Baru kali ini kami bisa berdialog dengan Gubernur Zulkieflimansyah," katanya.

Apalagi dengan adanya persoalan ini, kedatangan Gubernur mampu memberikan ketenangan secara psikologi kepada masyarakat.

Ia berharap masyarakat yang telah menempati Gili Trawangan, diberikan sertifikat sebagai bukti keberpihakan negara terhadap rakyatnya.

"Termasuk persoalan GTI ini juga pemerintah berpihak kepada masyarakat," tutupnya.

Sementara itu, Hadi salah seorang masyarakat, meminta Gubernur meninjau kembali tentang asal muasal dan kepemilikan HGU sehingga terbit izin kontrak kepada GTI

"Sehingga keputusan tentang pengelolaan lahan berpihak kepada masyarakat," kata Hadi. 

Karena sejak nenek moyang banyak generasi seangkatannya lahir dan besar di Gili Trawangan.  

Sementara mewakili kaum perempuan, Dilla(37) warga Gili, memohon agar pemerintah bersama Gubernur melindungi hak-haknya sebagai warga negara.

"Kami mohon sebagai masyarakat lindungi kami Pak Gubernur, kami lahir dan besar disini," curhatnya.

Betapa tidak nyamannya anak-anak yang akan menempuh pendidikan di Gili Trawangan ini. Masa depan anak-anak sangat tergantung dari penyelesaian masalah ini.

"Begitupun keinginan masyarakat untuk tenang mencari nafkah," tutupnya.

Hal senada disampikan Hasan, Koordinator Komite Sekolah se-Gili Trawangan. Ia mengaku bahwa ada 3 sekolah tingkat TK/Paud, SD, SMP dan SMA dengan jumlah siswa 450 peserta didik.

Ia menilai bila persoalan ini berlanjut maka proses pendidikan akan terganggu. Maka ia berharap agar persoalan PT.GTI dapat terselesaikan dengan memihak kepada kepentingan anak-anak bangsa ini.

"Anak-anak ini generasi penerus bangsa. Maka mari kita jaga dan rawat mereka. Masa depan anak-anak dan Gili Trawangan ada pada pemerintah.
Kami yakin pemerintah melindungi masyarakatnya," tutupnya.

Lain halnya dengan Ady, ia menegaskan lebih baik putus kontrak dari pada tetap mempertahankan adendum.

"PT. GTI ini sudah melanggar kesepakatan, maka  GTI wajib putus kontrak. Ini keinginan rakyat," pintanya.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menanggapi dengan penuh keramahan atas pertanyaan masyarakatnya.

Ia menegaskan akan terus berusaha dan berjuang untuk membela dan berpihak kepada aturan dan kesepatan untuk melindungi dan memberikan rasa aman masyarakat.

"Kami akan selesaikan dengan baik secara bertahap, satu persatu benang kusut ini," ucap Doktor zul.

Jadi mohon untuk tetap  tenang dan menjaga keadaan agar tetap kondusif. Masyarakat dapat menyampaikan semua aspirasinya. (red)

Waduh! Cafe di Labuhan Haji kantongi izin jual miras

 
Waduh! Cafe di Labuhan Haji kantongi izin jual miras

OPSINTB.com - Melihat bahaya minuman keras (miras), pemerintah dan kepolisian gencar membasmi dan melarang mengonsumsi serta memperjual belikan miras. Termasuk di Lombok Timur. Sebab Perda Lombok Timur Nomer 8 Tahun 2002 dengan tegas melarang peredaran miras, termasuk di tempat wisata.

Namun sekarang, Perda itu seolah tidak bergeming. Pasalnya, sejumlah cafe di Labuhan Haji mengantongi izin jual miras.

Kapolsek Labuhan Haji, Syukur mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan ke sejumlah cafe di Labuhan Haji. Dan ditemukan cafe menjual miras. Karena itu, kapolsek memanggil sejumlah pengelola cafe untuk dimintai keterangan.  

"Kami sudah panggil pengelola cafe. Mereka datang dan membawa dokumen. Dan benar, mereka punya izin. Izinnya langsung dari pusat," kata Kapolsek, Kamis (29/7/2021).

Kapolsek menegaskan, izin jual miras yang dimaksud adalah miras golongan A dengan kadar alkohol 1 samapi 5 persen. Atau sejenis bir. 

"Ok tidak masalah karena mereka sudah punya izin. Tapi kalau kami temukan mereka menjual miras tidak sesuai ketentuan, maka terpaksa akan kami tindak tegas," imbuhnya.

Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kabupaten Lombok Timur melalui Kabit Sarana dan Pelaku Distribusi, Mirza Sophian mengatakan, Disprindag tidak pernah memberikan izin terkait penjualan miras jenis alkohol golongan 5 di cafe yang ada di Labuhan Haji. 

Kata dia, izin itu hanya dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Sementara Disprindag hanya mengeluarkan rekomendasi. Dan itu pun ia belum pernah mengeluarkan. 

"Jadi kalau ada izin yang keluar ditemukan ya silahkan dikonfirmasi ke Dinas DPMPTS. Kami tidak pernah keluarkan rekomendasi," katanya, Jumat (30/7).

Ia juga katakan, memang pernah ada pengajuan dari DPMPTSP untuk meminta rekomendasi dari Disperindag, namun setelah disurvey ternyata ada syarat yang tidak dipenuhi oleh cafe-cafe tersebut sehingga pihaknya tidak pernah mengeluarkan rekomendasi. 

"Nah kita tidak tahu kalau tidak ada rekomendasi, kalau keluar izin kita disini juga tidak tahu," tutupnya.

Sementara Kepala DPMPTSP Lombok Timur, Muksin mengaku tidak pernah mengeluarkan izin jual miras terhadap cafe-cafe yang dimaksud.

Kata dia, izin jual miras terhadap sejumlah cafe di Labuhan Haji sudah lama dicabut. Jika sekarang pemilik cafe mengantongi izin, bisa saja itu dikeluarkan oleh pusat. Sebab saat ini izin bisa diurus sendiri dengan sangat mudah lewat OSS. Meskipun daerah tidak mengizinkan, pusat tetap bisa mengeluarkan izin. Termasuk izin jual miras.

"Regulasi yang ada, begitu ada ketidak sesuaian anatar di atas dan di bawah. Maka yang di bawah ngalah. Itu aturan UU. Maka daerah tidak boleh ngotot juga. Tapi yang jelas kami tidak pernah mengeluarkan izin jual miras," pungkas Muksin. (zaa)

Foto : ilustrasi

Kamis, 29 Juli 2021

Ratusan warga Suryawangi antre bansos beras 10 kg

 
Ratusan warga Suryawangi antre bansos beras 10 kg

OPSINTB.com - Ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kelurahan Suryawangi, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur,  menunggu jatah untuk mendapatkan bantuan beras 10 kg dari Kementrian Sosial (Kemensos), Kamis (29/7/2021). 

Bantuan tersebut membuat semua masyarakat sangat bersyukur, terutama di masa pandemi ini.

Salah seorang warga setempat, Mustamin mengaku merasa senang ketika mendapatkan beras bantuan ini, dikarenakan bantuan ini sangat membantu dirinya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. 

"Kita merasa sangat bersyukur mendapatkan bantuan ini," ucapnya.

Bantuan yang ia dapatkan ini, katanya, nantinya digunakan untuk kebutuhan sehari-harinya terlebih di saat ini adanya pembatasan (PPKM) Mikro Imbangan yang membuat penghasilan sehari-hari menjadi merosot.

"Bantuan ini sangat kita butuhkan mengingat penghasilan kita sehari-hari kurang diakibatkan dengan adanya Covid. Mencari Nafkah keluar sangat terbatas," katanya.

Mustamin berharap, bantuan serupa bisa terus disalurkan oleh pemerintah, mengingat sulitnya mencari nafkah. 

Sementara itu Pendamping PKH, Abdul Kudus menerangkan, bantuan ini diberikan oleh Kemensos lewat Bulog yang diperuntukan kepada KPM yang ada di Kelurahan Suyawangi.

Ia juga menyebutkan, yang menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) sebanyak 201 KPM. Sementara penerima bantuan PKH sebanyak 339 KPM, masing-masing mendapatkan 10 kg dengan kualitas beras medium. 

"KPM kita di Suryawangi, mereka mendapatkan bantuan sama-sama 10 kg dengan kualitas beras medium," ucapnya

Kudus berharap agar bantuan beras ini mampu menunjang kebutuhan setiap hari selama PPKM Mikro Imbangan diberlakukan. (zaa)

Salurkan bansos, Bang Zul apresiasi Kapolda NTB

 
Salurkan Bansos, Bang Zul apresiasi Kapolda NTB

OPSINTB.com - Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah memberikan apresiasi kepada Kapolda NTB, Irjen Pol Moh Iqbal, atas pemberian Bantuan Sosial (Bansos) kepada Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkabtimnas), Bintara Pembina Potensi Dirgantara (Babinpotdirga), Lurah atau Kepala Desa se-Kota Mataram.

"Kami memberikan apresiasi kepada Polda NTB atas bantuan sosial yang diberikan. Satu apresiasi yang kadang kala lupa diberikan, padahal sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu memberikan kebaikan kepada kita semua," kata Bang Zul saat memberikan sambutan dalam apel pendistribusian Bantuan Sosial dalam rangka memperingati pengabdian ke-30 Tahun Alumni Akademi Kepolisian Angkatan 91 Batalyom Bhara Daksa Polda NTB, yang berlangsung di Lapangan Baha Daksa Polda NTB, Kamis (29/07/2021).

Sementara itu, Kapolda NTB mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk mendarmabaktikan pengabdian dengan melakukan berbagai kegiatan sosial.

"Kami ingin mendarmabaktikan sisa-sia pengabdian kami hari ini dengan simbol-simbol dimasa pandemi ini, setidaknya kami ikut serta membantu, melaksanakan vaksinasi masal yang sudah tervaksin sebanyak 1.054 masyarakat," jelasnya.

Ia juga menuturkan bahwa Polda NTB telah memberikan bantuan sosial kepada bebrapa masyarakat yang terkena dampak pamdemi Covid-19, seperti Pedagang Kaki Lima (PKL), Kusir Cidomo, Ojek, Tukang Parkir dan sebagainya,  dengan total 2.500 bantuan sosial.

"Menyempatkan diri datang ke RSUD Provinsi NTB memberikan semangat kepada Nakes, memberi kue dan bunga, kami ingin memberikan simbol respek kepada masyarakat dan tenaga kesehatan," ungkapnya. (red)

Bantu kembangkan ekonomi kreatif Desa Saribaye, Mahasiswa KKN Tematik Unram membuat Lilin Aromaterapi

 
Lilin Aromaterapi

Oleh :

KKN Tematik Unram Desa Saribaye Periode Juni-Agustus 2021, Kamis (28 Juli 2021).

Universitas Mataram (Unram) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan kembali program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Periode Juni-Agustus 2021 yang tersebar di beberapa lokasi, salah satu di antaranya berada di Desa Saribaye, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. 

Di samping untuk menuntaskan salah satu mata kuliah wajib, Mahasiswa KKN juga memiliki tujuan melakukan pengembangan kewirausahaan kreatif dari desa untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat desa, dikarenakan tema besar dari kegiatan KKN Unram kali ini ialah 'Kewirausahaan'.

Terpilihnya tema tersebut karena Desa Saribaye menjadi mitra LPPM Unram dalam kegiatan Program Pengabdian Desa Mitra (PPDM) sejak tahun 2019-2021. Kegiatan PPDM tersebut diadakan untuk mengembangkan Desa Saribaye sebagai sentra agro-ekowisata. Ada banyak kegiatan yang dilakukan, salah satunya adalah mengembangkan budidaya Lebah Madu Trigona. Hal ini menjadikan Desa Saribaye sebagai salah satu produsen Madu Trigona.

Melimpahnya potensi hasil perkebunan buah-buahan Desa Saribaye menjadikan Madu Trigona sebagai salah satu produk unggulan yang dimiliki desa ini. Tanaman buah-buahan ini merupakan sumber pakan utama bagi lebah Madu Trigona. Dalam pengelolaannya, pihak Unram menjalankan pengembangan ekonomi ini dengan melibatkan berbagai macam peranan masyarakat desa, mulai dari pihak perangkat desa, komunitas petani, komunitas buruh, Karang Taruna desa, dan mengajak seluruh masyarakat desa untuk berpartisipasi dalam pengembangan budidaya Lebah Madu Trigona ini.

Pada saat proses pemanenan madu, lebah ternak tersebut akan menyisakan limbah yang berasal dari sarangnya yang disebut dengan beeswax. Beeswax tersebut dianggap tidak berguna dikarenakan masyarakat desa tidak mengetahui kegunaan dari beeswax tersebut sehingga tidak dimanfaatkan dan berakhir dengan dibuang begitu saja. 

Namun, dapat diketahui bahwa limbah tersebut bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna. Beeswax sendiri sebenarnya memiliki banyak kegunaan, salah satunya sebagai bahan baku pembuatan lilin. 

Mahasiswa KKN Unram kemudian berinisiatif untuk melakukan pemanfaatan terhadap limbah beeswax tersebut. Berkolaborasi dengan komunitas Karang Taruna Desa Saribaye, Mahsiswa KKN mengolah limbah dari beeswax tersebut menjadi produk Lilin Aromaterapi, yang dimana hal ini memiliki nilai ekonomis serta menguntungkan bagi masyarakat desa.

Sebagai bahan dasar pembuatan Lilin Aromaterapi, Beeswax tadi awalnya dilelehkan, kemudian dicampurkan dengan pewarna dan beberapa tetesan fragrance oil. Setelah semua bahan tercampur, tuangkan larutan lilin ke dalam wadah. Tambahkan beberapa helai bunga kering sebagai hiasan, lalu letakkan lilin di suhu ruangan agar lilin tidak retak. Tunggu sekitar 4-5 jam, lilin akan dingin dan memadat.

Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi oleh Kelompok KKN Unram Bersama Karang Taruna Desa Saribaye
Workshop Pembuatan Lilin Aromaterapi oleh Kelompok KKN Unram Bersama Karang Taruna Desa Saribaye

Mengandung fragrance oil sebagai bahan pewangi, Lilin Aromaterapi ini sangat cocok dipakai untuk mereka yang memiliki masalah stress dan kecemasan berlebih, dikarenakan fungsi dari fragrance oil sendiri yaitu sebagai refreshing dan relaxing.

Lilin Aromaterapi ini digemari oleh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari kalangan pemuda hingga orang tua. Selain dari masyarakat, Lilin Aromaterapi juga banyak diminati oleh industri pariwisata, khususnya pada skala domestik, seperti perhotelan, spa dan massage. 

Untuk pemasaran dari produk Lilin Aromaterapi ini, kelompok KKN Desa Saribaye menggunakan berbagai media, khususnya pada pemasaran digital berbasis e-commerce, salah satunya NTB Mall yang merupakan platform jual beli online dan berfokus untuk memasarkan produk-produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) wilayah Nusa Tenggara Barat. 

Selain memasarkan produk Lilin Aromaterapi melalui berbagai media dan e-commerce, kelompok KKN juga menjalin kerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Saribaye sebagai trade and distribution center. 

Dengan dibuatnya produk Lilin Aromaterapi ini, Mahasiswa KKN bersama masyarakat Desa Saribaye berharap dapat menjadi salah satu bentuk ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan perekonomian desa. 

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama