OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

16/06/26

Stan terbatas, banyak UMKM gagal tertampung di Festival 1 Muharam Lombok Timur

 
Stan terbatas, banyak UMKM gagal tertampung di Festival 1 Muharam Lombok Timur

OPSINTB.com - Wakil Bupati Lombok Timur, Edwin Hadiwijaya, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memberikan ruang lebih besar kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam pelaksanaan Festival 1 Muharam 1448 Hijriah. Hal itu disampaikan wabup saat membuka festival yang dipusatkan di Gor Muslimin, Porda, Lombok Timur pada Selasa (16/6/2026).


Edwin mengatakan, semangat hijrah yang diusung dalam peringatan Tahun Baru Islam tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan waktu, tetapi juga perpindahan tempat dan perubahan menuju kondisi yang lebih baik.


"Tadi disitir dari Profesor Ridwan bahwa hijrah itu bukan hanya perpindahan waktu, tetapi juga perpindahan tempat. Dari Lapangan Nasional kita berpindah ke Gor Muslimin. Alhamdulillah, kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik," ucapnya.


Dalam kesempatan tersebut, Edwin menyoroti tingginya antusiasme pelaku UMKM yang ingin berpartisipasi. Namun, keterbatasan jumlah stan membuat sebagian pelaku usaha belum dapat terakomodasi.


Ia pun meminta OPD yang tidak terlalu membutuhkan ruang pamer untuk mengalah dan memberikan tempatnya kepada UMKM.


"Jangan sampai mengecewakan masyarakat. Mari OPD mengalah dan memberikan ruang kepada UMKM. Pelayanan seperti cek kesehatan gratis dan layanan publik masih bisa, tetapi beberapa OPD yang tidak terlalu membutuhkan stan sebaiknya memberikan tempatnya kepada UMKM," tegas Edwin.


Menurutnya, geliat ekonomi di Lombok Timur menunjukkan perkembangan yang positif. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi daerah mengalami peningkatan signifikan dari akhir tahun 2025 hingga triwulan pertama tahun 2026.


"Ekonomi kita cukup bergerak dari sisi pertumbuhan. Akhir Desember 2025 berada di angka 4 koma sekian persen, dan akhir triwulan pertama naik menjadi 7 koma sekian persen. Namun, dari sisi kesejahteraan masyarakat, kita masih perlu bekerja keras lagi," katanya.


Edwin menjelaskan, indikator kesejahteraan masyarakat dapat dilihat melalui data desil yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS).


"Desil satu sampai desil lima menunjukkan tingkat kesejahteraan masyarakat kita, bukan sekadar tingkat pendapatan atau penghasilannya. Ini yang akan menjadi perhatian dalam program-program pembangunan ke depan," jelasnya.


Ia menilai festival dan berbagai kegiatan serupa perlu terus dikembangkan di seluruh kecamatan karena mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.


Sebagai contoh, ia menyebut kegiatan Karpri Night di Kecamatan Pringgabaya yang dinilai berhasil memunculkan sentra ekonomi masyarakat.


"Festival-festival seperti ini perlu kita tumbuhkembangkan di berbagai wilayah kecamatan. Ekonomi kreatif yang tumbuh dan digandeng dengan kegiatan seperti ini, insyaallah akan semakin mengembangkan Lombok Timur menuju Lombok Timur yang smart," ujarnya.


Di akhir sambutannya, Edwin menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan rangkaian kegiatan dalam waktu yang relatif singkat.


"Panitia bekerja bukan dalam hitungan minggu, tetapi dalam hitungan hari untuk mempersiapkan seluruh kegiatan ini. Kami menyampaikan terima kasih atas kerja keras panitia dan seluruh tim pendukung yang telah menyukseskan Festival 1 Muharam 1448 Hijriah,"bebernya


Dengan mengucapkan basmalah, Edwin secara resmi membuka Festival 1 Muharam 1448 Hijriah.


"Dengan memohon izin dan rida Allah Subhanahu Wa Ta'ala, seraya mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Festival 1 Muharam 1448 Hijriah kami nyatakan dibuka," pungkasnya. (zaa)

Lombok Timur peringkat dua MTQ NTB, Bupati Iron beri bonus Rp 1 Miliar

 
Lombok Timur peringkat dua MTQ NTB, Bupati Iron beri bonus Rp 1 Miliar

OPSINTB.com - Perjuangan panjang dan kerja keras yang tak kenal lelah akhirnya membuahkan hasil manis. Kafilah Kabupaten Lombok Timur sukses mencatat lompatan prestasi yang membanggakan pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).


Dengan raihan 177 poin, Lombok Timur berhasil menempati posisi juara umum kedua, melesat jauh dari peringkat ketujuh yang diraih pada penyelenggaraan sebelumnya. Posisi puncak masih ditempati tuan rumah, Kabupaten Lombok Tengah, dengan perolehan 245 poin.


Keberhasilan tersebut menjadi catatan bersejarah bagi Lombok Timur sekaligus membuktikan bahwa pembinaan yang dilakukan selama ini mulai menunjukkan hasil nyata.


Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, yang hadir langsung pada malam penutupan MTQ XXXI di Bencingah Masmirah, Kabupaten Lombok Tengah, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh pihak yang telah berjuang mengharumkan nama daerah.


Ia memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para peserta, pelatih, official, pengurus LPTQ, hingga masyarakat Lombok Timur yang turut memanjatkan doa demi keberhasilan kafilah.


"Ini adalah hasil dari kegigihan LPTQ dan kegigihan para peserta yang terus belajar dan berlatih. Mudah-mudahan ke depan akan semakin baik lagi," ujar Bupati Iron Senin (15/6/2026), 


Meski berhasil meraih prestasi membanggakan, Bupati menegaskan bahwa Lombok Timur tidak akan berpuas diri. Evaluasi menyeluruh akan tetap dilakukan sebagai bekal untuk meraih hasil yang lebih tinggi pada ajang-ajang berikutnya.


Menurutnya, MTQ tahun ini telah memberikan gambaran yang jelas mengenai langkah-langkah strategis yang harus dilakukan pemerintah daerah bersama LPTQ guna meningkatkan kualitas pembinaan para qari dan qariah.


Sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan para peserta, Bupati pun memastikan Rp 1 miliar akan diserahkan kepada LPTQ sebagai bentuk apresiasi kepada para juara. 


Sementara itu, penutupan MTQ XXXI tingkat Provinsi NTB juga dihadiri Wakil Gubernur NTB, Indah Damayanti Putri, yang menyerahkan piala juara umum kepada Kabupaten Lombok Tengah.


Dalam sambutannya, Wakil Gubernur mengingatkan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan untuk mencari yang terbaik di antara para kafilah. 


Lebih dari itu, MTQ menjadi momentum penting untuk mengingatkan seluruh masyarakat NTB, khususnya para orang tua, agar terus menanamkan pendidikan Al-Qur'an di tengah derasnya arus perkembangan zaman.


Menurutnya, Al-Qur'an merupakan benteng yang kokoh bagi lahirnya generasi Islam yang akan melanjutkan estafet pembangunan daerah di masa depan.


"Esensi MTQ adalah mempererat persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta membangun persatuan di tengah masyarakat NTB,"katanya


Melihat potensi besar yang ditunjukkan para peserta, Wakil Gubernur optimistis para juara yang lahir pada MTQ tahun ini tidak hanya akan bersinar di tingkat provinsi, tetapi juga siap menjadi duta yang membawa nama harum NTB di panggung nasional.


"Saya mengapresiasi kepada seluruh bupati dan wali kota se-NTB, panitia penyelenggara, aparat keamanan, serta masyarakat yang telah menyukseskan pelaksanaan MTQ XXXI,"ujarnya


Ia pun berharap Nusa Tenggara Barat kembali dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ tingkat nasional di masa mendatang. (zaa)

Lombok Tengah juara umum MTQ XXXI, teguhkan ikhtiar NTB menuju serambi Al-Qur’an

 
Lombok Tengah juara umum MTQ XXXI, teguhkan ikhtiar NTB menuju serambi Al-Qur’an

OPSINTB.com - Wakil Gubernur NTB, Hj Indah Dhamayanti Putri, secara resmi menutup Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI tingkat Provinsi NTB Tahun 2026 di Bencingah Agung Masmirah Kabupaten Lombok Tengah, Senin (15/6/2026). Bertepatan dengan malam pergantian 1 Muharram 1448 Hijriah, penutupan MTQ menjadi momentum strategis untuk menguatkan komitmen membumikan nilai-nilai Al-Qur’an sekaligus meneguhkan ikhtiar mewujudkan NTB sebagai Serambi Al-Qur’an. Pada kesempatan yang sama, Kabupaten Lombok Tengah mencatatkan prestasi membanggakan dengan sukses sebagai tuan rumah sekaligus keluar sebagai Juara Umum MTQ XXXI.


Dalam sambutannya, Wakil Gubernur yang karib disapa Umi Dinda ini menegaskan bahwa MTQ tidak boleh dipandang semata sebagai ajang perlombaan membaca, menghafal, atau memahami Al-Qur’an. Lebih dari itu, MTQ merupakan ikhtiar membangun peradaban Qur'ani dengan menyiapkan generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, sumber akhlak, dan fondasi pembangunan daerah.


“Insya Allah, Al-Qur’an akan menjadi benteng yang kokoh bagi generasi-generasi Islami yang kelak mewarisi estafet pembangunan di NTB,” ujar Umi Dinda.


Menurutnya, ukuran keberhasilan MTQ tidak hanya ditentukan oleh siapa yang meraih gelar juara, tetapi juga oleh semakin kuatnya kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, tumbuhnya persaudaraan di antara seluruh kabupaten dan kota, serta lahirnya semangat untuk mengamalkan nilai-nilai Qur'ani dalam kehidupan sehari-hari.


Karena itu, Pemerintah Provinsi NTB terus mendorong agar MTQ menjadi bagian dari gerakan pembinaan Al-Qur’an yang berkelanjutan. Upaya tersebut sejalan dengan visi besar menjadikan NTB sebagai Serambi Al-Qur’an, yakni daerah yang tidak hanya melahirkan qari, qariah, mufassir, mufassirah, hafiz, dan hafizah berprestasi, tetapi juga masyarakat yang menjadikan ajaran Al-Qur’an sebagai inspirasi dalam membangun kehidupan yang religius, harmonis, dan berkemajuan.


Umi Dinda, juga menyampaikan apresiasi kepada Dewan Hakim, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), panitia pelaksana, aparat keamanan, pemerintah kabupaten dan kota, serta seluruh peserta yang telah menyukseskan penyelenggaraan MTQ dengan tertib, aman, dan penuh kekhidmatan. Ia berharap para juara yang lahir dari MTQ XXXI mampu menjadi duta terbaik NTB di tingkat nasional sekaligus mengembalikan tradisi prestasi daerah di panggung Musabaqah Tilawatil Qur’an Indonesia.


Sementara itu, Bupati Lombok Tengah, H Lalu Pathul Bahri menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan MTQ XXXI di daerahnya. Menurutnya, berakhirnya musabaqah bukan berarti berakhir pula gema Al-Qur’an, melainkan menjadi awal untuk semakin membumikan ajaran dan akhlak Qur'ani dalam kehidupan masyarakat.


Ia juga mengapresiasi penilaian jajaran Kementerian Agama Republik Indonesia yang menyebut penyelenggaraan MTQ XXXI NTB memiliki kualitas dan atmosfer setara dengan MTQ tingkat nasional. Bagi Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, apresiasi tersebut merupakan kehormatan sekaligus amanah untuk terus meningkatkan pembinaan Al-Qur’an dan menjaga tradisi prestasi yang telah diraih.


Prestasi membanggakan juga ditorehkan oleh Kabupaten Lombok Tengah, yang berhasil meraih Juara Umum MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026 dengan perolehan 245 poin, sekaligus melengkapi keberhasilannya sebagai tuan rumah. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Lombok Timur dengan 177 poin, disusul Kabupaten Lombok Barat (147 poin), Kabupaten Bima (142 poin), Kabupaten Sumbawa Barat (141 poin), Kabupaten Sumbawa (102 poin), Kota Mataram (101 poin), Kota Bima (87 poin), Kabupaten Dompu (58 poin), dan Kabupaten Lombok Utara (42 poin).

Hasil tersebut mencerminkan semakin berkembangnya pembinaan Tilawatil Qur’an di seluruh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat. Lebih dari sekadar kompetisi, MTQ telah menjadi ruang memperkuat silaturahmi, meningkatkan kualitas pembinaan, serta memotivasi setiap daerah untuk terus melahirkan generasi Qurani yang unggul dan berprestasi.


Mengakhiri sambutannya, Wakil Gubernur mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai sarana memperkuat keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan memperkokoh sinergi membangun NTB yang religius, harmonis, maju, dan mendunia. Ia menegaskan bahwa semangat MTQ tidak boleh berhenti di arena perlombaan, tetapi harus terus hidup dalam keluarga, lembaga pendidikan, pemerintahan, dan kehidupan sosial sebagai bagian dari ikhtiar membumikan Al-Qur’an.


Dengan berakhirnya MTQ XXXI, perlombaan memang telah usai, namun ikhtiar membangun peradaban Qur’ani di Nusa Tenggara Barat justru memasuki babak yang lebih penting: menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai fondasi dalam membangun karakter masyarakat, memperkuat persatuan, dan mewujudkan cita-cita besar NTB sebagai Serambi Al-Qur’an yang membawa rahmat dan kemaslahatan bagi semua. (red)

Loteng rajai MTQ NTB 2026, gema Qur’an diminta tak redup

 
Loteng rajai MTQ NTB 2026, gema Qur’an diminta tak redup
Foto: Masyarakat tumpah ruah menyaksikan malam penutupan MTQ XXXI NTB 2026 di Bencingah Agung.

OPSINTB.com - Wakil Gubernur NTB, Indah Damayanti Putri resmi menutup MTQ XXXI NTB 2026 di Praya, Lombok Tengah (Loteng), Senin malam (15/6/2026). 


Dalam event dua tahunan ini, tuan rumah kembali tak terbendung, dengan menjadi juara umum MTQ XXXI NTB usai mengoleksi 14 emas. Kabupaten Lombok Timur membayangi di posisi kedua, Lombok Barat di posisi ketiga, sementara Lombok Utara menduduki posisi paling buncit.


Wagub Indah menyerahkan piala bergilir kepada Bupati Loteng H Lalu Pathul Bahri di tengah riuh tepuk tangan, menandai rekor juara berturut-turut usai sebelumnya menjadi juara di Kabupaten Sumbawa Barat.


Pada momen ini, Wagub Indah menegaskan MTQ XXXI NTB 2026 sejatinya adalah pengingat bahwa kemajuan zaman tidak boleh menggeser Al-Qur’an. Ia juga mengingatkan para orang tua dan warga NTB; di zaman yang terus maju agar tidak lupa menanamkan Al-Qur’an kepada anak-anak.


‘’Tentunya Al-Qur’an insyaallah akan menjadi benteng yang sangat baik bagi generasi islami yang akan mewarisi estafet pembangunan di NTB,’’ sebutnya.


Wagub juga memberikan apresiasi ke 10 kabupaten/kota peserta MTQ XXXI. Baginya, juara bukan segalanya. Yang penting, setiap daerah sudah membuktikan punya qari dan qari’ah untuk dibanggakan.


‘’Sehingga akan tumbuh rasa persaudaraan, kebersamaan di antara seluruh masyarakat NTB,’’ ujarnya.


Sementara itu, Bupati Loteng, H Lalu Pathul Bahri mengingatkan, berakhirnya MTQ XXXI NTB 2026 bukan berarti gema Al-Qur’an ikut mereda. Justru, lanjut dia, penutupan ini harus menjadi awal menggaungkan Al-Qur’an menjadi lebih besar.


‘’Penutupan MTQ bukan akhir gema Al-Qur’an. Mari menggemakan Al-Qur’an di tengah-tengah kita dan masyarakat NTB secara umum,’’ ajak Pathul. 


Lanjut Pathul, suksesnya MTQ menuai apresiasi Direktur Penerangan Agama Islam RI. Sehingga, ia optimis NTB layak dipercaya menggelar MTQ tingkat internasional.


‘’Dan tentunya jika ini terjadi bisa diselenggarakan di Mandalika kebanggaan kita bersama,’’ kata Pathul. 


Disebutkan, dengan akar keislaman yang mengakar dan deretan qari dan qari’ah terbaik, mereka diharapkan menjadi teladan dan ilmunya mengalir ke masyarakat.


Sejalan dengan harapan Gubernur, yang ingin menjadikan NTB serambi Al-Qur’an. Yang bukan sekadar sebutan, tetapi tercermin dalam akhlak masyarakatnya sehari-hari.


‘’NTB ini punya akar keislaman yang kuat. Punya qari dan qari’ah terbaik. Tapi, jangan hanya indah suaranya, akhlaknya juga harus mulia, dan ilmunya harus mengalir ke masyarakat,’’ tutup Miq Hul. (wan)

15/06/26

Festival 1 Muharam 1448 H di Lombok Timur meriah, 1.448 dulang jadi simbol kebersamaan dan kebangkitan ekonomi

Festival 1 Muharam 1448 H di Lombok Timur meriah, 1.448 dulang jadi simbol kebersamaan dan kebangkitan ekonomi

OPSINTB.com - Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin didampingi Wabup H Moh Edwin Hadiwijaya mengajak seluruh masyarakat menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah dengan penuh semangat melalui Festival 1 Muharam yang digelar secara meriah di Lombok Timur, Senin (15/6/2026).


Ribuan peserta dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekolah, hingga berbagai elemen masyarakat turut ambil bagian dalam pawai akbar yang menjadi pembuka rangkaian perayaan tersebut.


Salah satu yang paling menyita perhatian adalah parade 1.448 dulang yang menjadi simbol kuat kebersamaan dan identitas budaya masyarakat Sasak.


Angka 1.448 dipilih bukan tanpa alasan. Jumlah tersebut disesuaikan dengan tahun baru dalam kalender Islam yang kini memasuki tahun 1448 Hijriah.


Dalam tradisi Sasak, dulang merupakan wadah bundar yang terbuat dari kayu, seng, maupun kuningan yang biasa digunakan untuk menyajikan hidangan. Namun, lebih dari sekadar alat makan, dulang menjadi simbol persatuan, gotong royong, dan kebersamaan masyarakat.


Parade budaya itu dipimpin langsung oleh Bupati Lombok Timur, didampingi istrinya, serta Wakil Bupati Moh Edwin Hadiwijaya bersama istrinya, serta seluruh pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga turut memeriahkan kegiatan tersebut.


Bupati Haerul Warisin mengatakan bahwa Festival 1 Muharam 1448 H diawali dengan pawai yang melibatkan seluruh OPD dan sejumlah sekolah di sekitar Kota Selong.


"Untuk Festival 1 Muharam tahun 1448 Hijriah, pertama kita awali dengan kegiatan pawai yang diikuti seluruh OPD dan beberapa sekolah yang tidak terlalu jauh dari kota. Kemudian kita hadirkan simbol 1448 Hijriah melalui 1.448 dulang," ucapnya saat diwawancarai opsintb.com di sela acara tersebut.


Ia membeberkan, pawai itu sengaja digelar untuk membangkitkan semangat masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Islam.


“Tujuannya untuk menyemarakkan, supaya masyarakat mengetahui bahwa 1 Muharam memang harus kita rayakan bersama. Kita juga mengingatkan masyarakat agar tetap melaksanakan pawai takbir sebagai bentuk syiar Islam dan kebersamaan," katanya.


Tak hanya menjadi perayaan keagamaan, festival ini juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian daerah.


Selama satu pekan pelaksanaan, berbagai kegiatan disiapkan mulai dari pameran, bazar UMKM, hingga hiburan seni dan budaya.


Menurut Bupati Iron, momentum tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan pendapatan dan memperkenalkan produk unggulan Lombok Timur.


"Selama satu minggu ada pameran, UMKM, serta hiburan, baik musik tradisional maupun hiburan nasional. Kita berharap UMKM bergerak dan ekonomi masyarakat ikut tumbuh," ujarnya.


Kemeriahan festival semakin lengkap dengan kehadiran sejumlah artis nasional yang akan menghibur masyarakat. Salah satunya grup musik Gigi, yang dipastikan tampil di Lombok Timur.


"Kami mengundang tiga penyanyi nasional, ada Band Gigi, dan beberapa artis lainnya. Tunggu dan siap untuk hadir," pungkasnya. (zaa)

Dibuat takjub, Lotara sebut MTQ Loteng layak jadi rujukan

 
Dibuat takjub, Lotara sebut MTQ Loteng layak jadi rujukan

Foto: Kafilah Lotara saat menikmati liburan di Benang Stokel. (wan)


OPSINTB.com - MTQ XXXI NTB 2026 di Lombok Tengah (Loteng) banjir pujian dari kafilah se-NTB. Salah satunya datang dari Ketua Kafilah Lombok Utara (Lotara), Lalu Agoes Tahrudin. Menurut dia, pelaksanaan MTQ di Gumi Tatas Tuhu Trasna bukan sekadar sukses, tetapi patut ditiru daerah lain.


Agoes menilai Loteng sukses secara teknis sekaligus maksimal dalam melayani para kafilah dari awal datang hingga pulang. Koordinasi yang baik antara panitia dan OPD pendamping kafilah disebut sukses.


‘’Panitia dan OPD pendamping dari awal lomba sangat responsif, ramah, registrasi, transportasi, akomodasi, dan layanan kesehatan selama perlombaan berjalan dengan baik,’’ ungkap Agoes, Senin (15/6/2026).


Agoes sendiri angkat topi buat panitia lomba. Dari pawai ta’aruf hingga pelaksanaan lomba yang diikuti di setiap majelis, jelas dia, sudah diatur sebaik mungkin.


‘’Totalitas pelayanan, kami acungi jempol untuk panitia. Semuanya diatur rapi dan berjalan baik,’’ imbuhnya.


Keterlibatan masyarakat dalam MTQ XXXI juga menjadi modal, sehingga Loteng punya kapasitas menggelar agenda besar tingkat provinsi hingga nasional.


‘’Ini bukan soal sukses aja. MTQ di Lombok Tengah memberikan contoh ke daerah lain bagaimana membuat event yang profesional dan melayani masyarakat dengan baik,’’ katanya.


Suksesnya Loteng menjadi tuan rumah membuat ia kepincut. Lombok Utara akan segera melakukan studi banding mengenai manajemen MTQ, sebagai persiapan jika ditunjuk menjadi tuan rumah tingkat provinsi.


MTQ XXXI NTB 2026 tak sekadar melahirkan juara, tetapi mengukuhkan Loteng sebagai tuan rumah yang layanannya membanggakan. (wan)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama