OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

14/02/26

Open turnamen perdana Putri Mandalika Cup PTMSI Loteng sukses

 
Open turnamen perdana Putri Mandalika Cup PTMSI Loteng sukses

OPSINTB.com - Final Turnamen Putri Mandalika Cup Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Pengurus Cabang Lombok Tengah (Loteng) digelar di GOR Qamarul Huda Desa Bagu, Kecamatan Pringgarata, Sabtu (14/2/2026).


Turnamen yang berlangsung dari 12-14 Februari tersebut diikuti 300 lebih peserta dari tiga kategori. Untuk kategori Divisi 4 atau penghobi diikuti 180 peserta. Kategori Ganda Mix Divisi diikuti 80 peserta, dan kategori U-13 diikuti 40 peserta.


Panitia Turnamen Putri Mandalika Cup PTMSI Loteng, Surya Azani, menjabarkan setiap kategori yang dipertandingkan mempunyai tujuan masing-masing. Misalkan, kata dia, untuk kategori Ganda Mix Divisi; bertujuan mempersiapkan bakat-bakat muda untuk mengikuti Porprov. Kategori Divisi 4; bertujuan melihat dan mengetahui peminat olahraga tenis meja.


‘’Ketiga, tujuan dari kategori U-13 ini; melihat bibit-bibit untuk kami bentuk. Kemudian setelah itu memberikan pelatihan untuk adik-adik ini,’’ papar Azan, panggilan akrabnya.


Azan yang juga ditugaskan pada Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) tersebut menyebut, ke depan PTMSI Loteng berencana akan mengadakan turnamen yang lebar akbar lagi, semisal turnamen tenis meja se-NTB.


PTSMI Pengcab Loteng belum lama terbentuk. Kendati demikian, PTSMI Loteng menargetkan dapat mempersembahkan tiga medali emas pada ajang Porprov yang rencananya akan digelar Juli 2026 mendatang.


Sejauh ini, PTMSI telah menjaring empat atlet putra dan putri berprestasi untuk diberangkatkan ke Porprov NTB.


Senada disampaikan Ketua Umum PTSMI Loteng, Murdani. Dia mengatakan, turnamen ini diharapkan menjadi ajang seleksi atlet tenis meja putra putri terbaik Loteng untuk diorbitkan ke level yang lebih tinggi.


‘’Dengan adanya turnamen ini, kami berharap bisa menjaring bibit petenis meja putra putri Loteng untuk diorbitkan, baik di level provinsi maupun nasional,’’ kata Murdani.


Untuk lebih menggaungkan lagi olahraga tenis meja di Loteng, PTMSI Loteng di bawah pembinaan Murdani akan melakukan road show ke setiap kecamatan, serta mengadakan turnamen lanjutan di tiap-tiap kecamatan.


‘’Ya, untuk menambah gairah dan minat orang terhadap olahraga tenis meja ini, karena olahraga ini tidak mengenal usia. Ini olahraga bisa dimainkan oleh usia dini hingga orang tua,’’ ujarnya.


Turnamen Putri Mandalika Cup PTMSI Loteng dari pembukaan hingga final telah terselenggara dengan baik. Turnamen ini menyediakan hadiah belasan juta rupiah, sertifikat, dan piala.


‘’Terimakasih yang sebesar-besarnya saya ucapkan kepada atlet kita se-Loteng, yang telah berpartisipasi,’’ tutup Murdani. (wan)

Kejutan di Musancab PDI Perjuangan Lotim, Rachmat beri kode periode terakhir pimpin partai

 
Kejutan di Musancab PDI Perjuangan Lotim, Rachmat beri kode periode terakhir pimpin partai

OPSINTB.com - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Lombok Timur menggelar Musyawarah Anak Cabang di Gedung Wanita Selong, Sabtu (14/2/2026). Tak sekadar forum organisasi, musyawarah ini menjadi ruang refleksi sejarah sekaligus meneguhkan komitmen para kader untuk terus menempel erat pada rakyat.


Musyawarah Anak Cabang PDI Perjuangan se Kabupaten Lombok Timur tersebut dibuka Ketua DPD PDI Perjuangan NTB H Rachmat Hidayat, dengan rangkaian sakral dan menggugah. Kirab panji partai, hening cipta yang dipimpin Ahmad Amrullah Sekretaris DPC PDIP Lombok Timur yang juga Anggota DPRD Lotim, suasana gegap gempita kader, hingga pembacaan Dedication of Life Bung Karno. Nuansa ideologis terasa kuat, seolah mengajak seluruh kader senantiasa menengok kembali akar perjuangan partai.


Sebanyak 777 peserta hadir memenuhi arena Musancab, terdiri dari pengurus PAC dan ranting se-Lombok Timur, termasuk ketua PAC lama dan baru yang akan dilantik. Kehadiran penuh kader ini menandakan kesiapan struktur partai besutan Prof. Hj. Megawati Soekarno Putri ini hingga ke akar rumput. Tak lupa hadir pula pengurus inti DPD PDIP NTB, DPC PDIP Lombok Timur, dan Anggota DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten Lombok Timur dari PDI Perjuangan.


Ketua DPC PDI Perjuangan Lombok Timur Ahmad Sukro dalam laporannya mengungkapkan, Musancab ini merupakan momentum kebangkitan dan introspeksi bersama.


“Kita harus jujur melihat diri sendiri. Ini saatnya bangkit, memperbaiki struktur partai dari atas sampai ranting. Kita tidak ingin PDI Perjuangan dianggap tidak ada,” tegasnya.


Ia mengingatkan, Lombok Timur memiliki posisi historis dalam perjalanan PDI Perjuangan di NTB. “Di sinilah sejarah itu dibangun. Jangan sampai kita membuat malu perjuangan para pendahulu. Lombok Timur harus jadi sesuatu yang berbeda dibanding DPC lainnya,” ujarnya, disambut pekikan siap dari para kader.


Semangat para kader semakin membara saat Ketua DPD PDI Perjuangan NTB H. Rachmat Hidayat menyampaikan arahan. Anggota DPR RI empat periode ini memberi kejutan kepada para kader dengan secara khusus mengundang para pejuang partai era 1980-an, sebuah masa ketika PDI Perjuangan berjuang keras di bawah tekanan rezim otoriter Orde Baru dan berhasil meraih enam kursi DPRD di Lombok Timur.


Hanya saja, partai ini kemudian didzolimi, karena haknya untuk mendapat kursi pimpinan DPRD ditelikung penguasa. Kursi Pimpinan DPRD Lombok Timur justru dialihkan penguasa ke Partai Persatuan Pembangunan yang hanya memiliki lima kursi. Sejak saat itu, perlawanan kader-kader Banteng di Lombok Timur pada pemerintahan Orde Baru kian trengginas. Fraksi PDI Perjuangan selalu menyatakan Minderheit Nota pada kebijakan pemerintah yang jelas-jelas menelikung rakyat.


Rachmat menegaskan, kehadiran para pejuang partai tersebut bukanlah seremonial belaka, melainkan pengingat nilai dasar perjuangan. Para pejuang partai itu kata dia, bukan cerita masa lalu, mereka adalah fondasi partai. Di masa sulit, mereka tidak menyerah.


Politisi kharismatik Bumi Gora ini menegaskan bahwa partai besar tidak boleh tercerabut dari sejarahnya. Nilai keberanian, militansi, dan keberpihakan pada rakyat yang diwariskan para pejuang lama harus menjadi pedoman kader hari ini.


“Dari daerah inilah perlawanan itu dibangun. Kita pernah enam kursi, di masa yang tidak mudah. Sekarang tinggal tiga, tapi jangan pernah merasa kecil. Dari tiga kita bisa kembali ke enam,” ujar Rachmat dengan suara bergetar penuh semangat.


Ia mengingatkan kejayaan masa lalu bukan untuk diratapi, melainkan dijadikan bahan bakar perjuangan. Menurutnya, kunci kebangkitan ada pada konsistensi kader untuk turun langsung ke masyarakat.


“Jangan hanya pandai bicara di forum. Temui rakyat, dengarkan keluhan mereka, dekati tokoh masyarakat. Partai ini hidup kalau kadernya hidup di tengah rakyat,” tegasnya.


Rachmat juga menekankan pentingnya pemberdayaan PAC dan ranting sebagai mesin utama gerakan partai. Ia bahkan meminta pengurus berdiri dan diabsen satu per satu, sebagai simbol kesiapan struktur menghadapi tantangan politik ke depan.


Tak kalah penting, ia menyoroti generasi muda sebagai harapan baru. Pemilu 2029 disebutnya sebagai momentum kebangkitan anak muda di PDI Perjuangan.


“Zamannya anak muda. Mereka independen, cerdas, dan kritis. Kalau kita tidak mendekati mereka dari sekarang, kita akan tertinggal,” katanya, disambut tepuk tangan panjang peserta Musancab.


Musancab PDI Perjuangan Lombok Timur ini merupakan agenda lima tahunan sesuai amanat kongres partai. Lebih dari itu, Musancab menjadi titik awal konsolidasi, menyatukan kembali ingatan sejarah, dan menyalakan api perjuangan kader untuk mengembalikan kejayaan partai dengan satu pesan utama, kembali ke rakyat, bersama rakyat.


*Kode Periode Terakhir*


Dalam arahannya, Rachmat Hidayat juga menyampaikan pernyataan penting yang menjadi kode bahwa dirinya mungkin akan menjalani periode terakhir sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan NTB. Ia menegaskan akan memanfaatkan sisa masa kepemimpinannya untuk turun langsung ke lapangan. Menyambangi masyarakat di setiap kecamatan di Lombok Timur dan juga di Pulau Lombok.


“Ini periode terakhir saya. Saya akan keliling kecamatan di seluruh Lombok Timur dan juga Pulau Lombok. Saya ingin memastikan PAC dan ranting hidup, bergerak, dan benar-benar bersama rakyat,” tegasnya.


Rachmat belum lama dikukuhkan kembali memangku amanah sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan NTB. Politisi lintas zaman ini akan mengakhiri periode lima tahun kepemimpinan pada 2030. Ia tercatat tanpa jeda berkhidmat memimpin PDI Perjuangan NTB semenjak tahun 2000 silam.


Karena itu, Rachmat mengaku sangat bangga melihat komposisi peserta Musancab yang didominasi kader muda, khususnya dari Lombok Timur. Menurutnya, hal tersebut menjadi sinyal kuat bahwa regenerasi di tubuh partai berjalan dan harus terus diperkuat.


Rachmat menekankan bahwa kader muda tidak cukup hanya hadir secara jumlah, tetapi harus ditempa melalui kerja nyata di PAC dan ranting, dengan satu prinsip utama yakni menempel di rakyat, mendengar, dan bekerja bersama masyarakat.


Itu sebabnya, mendapati semangat membara para kader-kader muda di hadapannya, Rachmat tak ragu bahwa sudah saatnya dirinya menegaskan kepemimpinan transisional yang sadar regenerasi, memastikan estafet partai tidak putus dan kader muda siap mengambil peran.


Langkah Rachmat yang menghadiran pejuang senior juga menjadi upaya mengikat memori kolektif partai, agar kader muda tidak tercerabut dari nilai ideologis dan sejarah perjuangan. Sebab, tanpa fondasi ini, regenerasi berisiko menjadi sekadar pergantian usia, bukan kesinambungan nilai. (red)

13/02/26

Sebulan ambruk, jembatan penghubung Pringgasela dan Masbagik belum diperbaiki

 
Sebulan ambruk, jembatan penghubung Pringgasela dan Masbagik belum diperbaiki

OPSINTB.com - Sudah masuk satu bulan jembatan penghubung antara Desa Benteng Selatan, Kecamatan Masbagik, dan Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, yang ambruk pada Sabtu malam (10/1/2026) lalu, tak kunjung diperbaiki. Tak plak kondisi itu dikeluhkan warga setempat karena aktivitas sehari-hari masih terganggu. 


Salah seorang warga, Indari mengatakan jembatan tersebut roboh pada 11 Januari 2026. Hingga kini, belum ada tanda-tanda perbaikan lanjutan dari pihak terkait.


“Sudah sebulan lebih tapi tidak kunjung diperbaiki. Kalau mau ke pasar atau mengantar anak sekolah harus memutar sekitar dua kilometer,” ucapnya saat ditemui, Jumat (12/2/2026).


Indari mengungkapkan, sekitar dua minggu lalu sempat didatangkan alat berat ke lokasi, namun hingga saat ini pengerjaan tidak dilanjutkan tanpa penjelasan yang jelas. 


Jembatan darurat dari bambu yang sempat dibuat warga justru dibongkar karena mengira perbaikan akan segera dilakukan.


“Kalau tidak salah dua minggu lalu alat berat datang, tapi entah kenapa tidak dilanjutkan lagi pengerjaannya,” tuturnya


Keluhan serupa disampaikan Vira. Ia mengatakan ketiadaan jembatan membuat warga harus menggunakan jalur alternatif yang kondisinya rusak parah dan berlubang.


“Biasanya muter lewat jalan lain, tapi jalannya rusak parah, banyak bebatuan dan berlubang,” terangnya.


Tak hanya menghambat mobilitas warga, putusnya jembatan juga berdampak pada distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG). 


Azwar, salah satu pemilik dapur penyedia MBG di kawasan tersebut, mengaku kesulitan menyalurkan makanan ke penerima manfaat yang berada di seberang jembatan, terutama saat musim hujan.


“Kalau musim hujan seperti sekarang, jalan alternatif jadi licin. Mobil pendistribusian kadang kesulitan mengantar menu MBG ke seberang,” jelasnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Timur, Ahmad Dewanto, mengatakan pihaknya masih menunggu kepastian dari Pemerintah Provinsi NTB terkait penanganan jembatan tersebut.


“Kami masih menunggu dari PUPR Provinsi karena pengerjaannya dari sana. Untuk alat berat itu kami belum tahu. Besok saya turun cek ke lokasi,” ujarnya. (zaa)

Wabup Loteng: GPM akses masyarakat untuk peroleh bahan pangan dengan harga terjangkau

 
Wabup Loteng: GPM akses masyarakat untuk peroleh bahan pangan dengan harga terjangkau

OPSINTB.com - Gerakan Pangan Murah (GPM) berskala nasional digelar pada Jumat (13/2/2026). GPM dipantau langsung Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman melalui zoom. Di Lombok Tengah (Loteng), GPM digelar di Kantor Camat Praya Tengah, dan dihadiri Wakil Bupati Loteng H Muhammad Nursiah dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tri Widiawati.


Dalam kesempatan itu, Nursiah menyampaikan, tujuan dari GPM ini adalah untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.


‘’GPM ini merupakan kegiatan dari upaya mendukung ketahanan pangan daerah dengan mengedepankan peran serta masyarakat dalam menciptakan ketersediaan pangan yang mandiri,’’ kata Nursiah.


Lanjutnya, bahan pangan murah tidak hanya diperoleh di pasar, tetapi bisa diperoleh secara mandiri. Misalnya dengan menanam berbagai jenis sayuran dengan memanfaatkan pekarangan. Oleh sebab itu, dia mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah dengan sebaik mungkin.


‘’Manfaaatkan pekarangan untuk tanam cabai, tomat, terong, dan lain sebagainya untuk mendukung ketahanan pangan pemerintah. Secara mandiri, keluarga dapat menyiapkan bibit yang mudah didapat dan ditanam,’’ imbuhnya.


Camat Praya Tengah, Lalu Muhammad Saleh, mengatakan GPM ini mengedepankan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lintas sektor untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.


‘’Serta mendorong penin kemandirian pangan keluarga kita,’’ ucap Saleh.


Adapun kegiatan yang digelar di Kantor Camat Praya Tengah ini, kata dia, diharapkan dapat menjadi contoh untuk desa-desa lainnya dalam menerapkan gerakan serupa.


Dia berharap, GPM ini dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap stabilitas harga pangan di masyarakat serta mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan ketahanan pangan yang lebih kuat di wilayah ini. (iwn)

Loteng & Lotim sepakati kerjasama pencegahan dan penanggulangan kebakaran di perbatasan

Loteng & Lotim sepakati kerjasama pencegahan dan penanggulangan kebakaran di perbatasan
OPSINTB.com – Pemkab Loteng dan Pemkab Lotim menandatangani nota kesepakatan terkait pencegahan, pengendalian, dan penyelamatan kebakaran di wilayah perbatasan kedua daerah.

Penandatanganan berlangsung di ruang kerja Bupati Loteng pada Jumat (13/2/2026). Acara ini disaksikan langsung Bupati Loteng H Lalu Pathul Bahri, jajaran perangkat daerah, dan perwakilan Dinas Pemadam Kebakaran kedua daerah.

Bupati Pathul menegaskan, kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerjasama lintas daerah, khususnya dalam menghadapi potensi kebakaran dan bencana nonkebakaran yang rawan terjadi di perbatasan.

Dengan kesepakatan ini, Pathul berharap kedua daerah dapat meningkatkan kesiapsiagaan, kemampuan petugas, dan keselamatan dalam bertugas dengan saling bertukar informasi atau latihan penanggulangan kebakaran bersama.

‘’Kolaborasi antar daerah menjadi kunci dalam upaya pencegahan dan pengendalian bencana, sekaligus berkomitmen bersama untuk memperkuat layanan pemadam kebakaran dan penyelamatan secara terpadu,’’ tandas Pathul. (wan)

Pemprov NTB dan DJKN perkuat sinergi optimalkan aset dan piutang daerah

 
Pemprov NTB dan DJKN perkuat sinergi optimalkan aset dan piutang daerah

OPSINTB.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB memperkuat sinergi dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Gedung Kanwil DJKN Balinusra, Kamis (12/2/2026).


Kerja sama tersebut difokuskan pada peningkatan tata kelola barang milik daerah (BMD) dan penyelesaian piutang daerah sebagai langkah strategis menghadapi tren penurunan Transfer ke Daerah (TKD) serta memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).


Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan perlunya perubahan paradigma pengelolaan aset daerah dari sekadar pusat biaya menjadi sumber penerimaan.


“Logika aset ini kan pemanfaatan, bukan pemeliharaan. Jadi harusnya tidak jadi cost center, tetapi jadi profit center. Kita ingin shifting ke paradigma baru bahwa aset itu dikelola semaksimal mungkin untuk membantu menaikkan PAD,” ujarnya.


Ia mengungkapkan, Pemprov NTB mengelola sekitar 1.700 persil tanah dengan estimasi nilai mencapai puluhan triliun rupiah. Namun, optimalisasi pemanfaatan masih terkendala akurasi data dan keterbatasan appraisal.


“Kekhawatiran kami adalah keinginan kami untuk melakukan pemanfaatan aset, tapi data kami parah dan appraisal kami lemah. Kami khawatir kalau melompat ke pemanfaatan nanti akhirnya memanfaatkan undervalue,” katanya.


Untuk memperkuat tata kelola, Pemprov NTB telah menyiapkan 19 pejabat fungsional penilai yang akan didampingi secara teknis oleh DJKN.


Kepala Kanwil DJKN Balinusra Sudarsono menyatakan kesiapan mendukung penyelesaian piutang daerah yang kerap menjadi temuan dalam audit laporan keuangan.


“Piutang daerah itu kalau ada di LKPD akan mengganggu laporan keuangan daerah Bapak, yang biasanya menjadi temuan BPK. Kami siap untuk menyelesaikannya setelah ini diurus oleh Pemprov secara maksimal dan mentok, limpahkan ke kami, kami akan proses melalui KPKNL,” jelasnya.


Saat ini tercatat 34 berkas piutang dengan nilai sekitar Rp11 miliar sedang diproses di KPKNL Mataram.


Selain itu, DJKN juga menawarkan kolaborasi penilaian sumber daya alam untuk pengembangan pasar karbon melalui IDX Karbon serta skema pembiayaan kreatif melalui PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) untuk proyek infrastruktur publik berbasis KPBU. (red)

Dukung penanganan sampah nasional, Loteng launching Gerakan Indonesia ASRI

 
Dukung penanganan sampah nasional, Loteng launching Gerakan Indonesia ASRI

OPSINTB.com - Lombok Tengah melaunching gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Launching ini sebagai salah satu komitmen daerah dalam mendukung sinergi penanganan sampah nasional. Upaya itu tampak dalam kegiatan yang dilakukan di Pantai Tanjung Aan, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Jumat (13/2/2026).


‘’Tanjung Aan menjadi salah satu destinasi unggulan sekaligus area strategis yang membutuhkan perhatian serius dalam pengelolaan sampah,’’ terang Bupati Loteng, H Lalu Pathul Bahri di lokasi.


Dijelaskannya, Gerakan Indonesia ASRI merupakan arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah se-Indonesia beberapa waktu lalu.


Gerakan ASRI akan dilaksanakan setiap bulan pada hari Jumat pekan ketiga, dengan melibatkan unsur ASN lingkup Pemkab Loteng, TNI/Polri, pelajar, hingga mahasiswa.


‘’Gerakan ini menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,’’ tambahnya.


Pantauan dari lokasi, ratusan peserta antusias mengikuti gerakan perdana ini. Sampah plastik menjadi prioritas, karena sangat berpotensi merusak ekosistem dan menurunkan kualitas destinasi wisata.


Aksi ini sekaligus menjadi simbol dimulainya gerakan kolektif yang akan digelar secara rutin di berbagai lokasi strategis lainnya di Gumi Tatas Tuhu Trasna.


‘’Gerakan Indonesia ASRI bukan hanya tentang kebersihan, tetapi tentang membangun kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan dan kelestarian alam bagi generasi mendatang,’’ ucap Miq Hul.


Miq Hul berharap gerakan ini menjadi budaya masyarakat Loteng. Bukan hanya sekadar seremoni lalu ditinggalkan. Sebab, kata dia, perubahan besar dalam pengelolaan sampah harus dimulai dari kebiasaan kecil secara individu maupun keluarga.


‘’Melalui gerakan ini, kami berharap tercipta gerakan berkelanjutan yang mampu mendorong perubahan nyata. Menjadikan Loteng daerah yang ASRI serta berkontribusi pada upaya nasional mewujudkan Indonesia bersih dan lestari,’’ pungkas Miq Hul. (iwn)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama