OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

06/08/26

Klarifikasi video viral: SPBU Praya layani jeriken malam hari untuk urai kemacetan siang

 
Klarifikasi video viral: SPBU Praya layani jeriken malam hari untuk urai kemacetan siang

OPSINTB.com - Direktur SPBU Praya, Lombok Tengah, Heru Purnawan mengklarifikasi video viral yang memperlihatkan aktivitas jual beli BBM jenis Pertalite di Pertamina Praya. Dalam video yang diunggah akun Facebook Iska Kandar itu, dinarasikan Pertamina Praya hanya buka untuk pembeli jeriken saja.


Sedangkan pada siang harinya, Pertamina Praya tutup, yang kemudian diduga menjadi biang kemacetan, masyarakat pengguna motor tidak mendapatkan BBM bersubsidi Pertalite, dan bahkan harus mengantre berjam-jam.


Video tersebut kemudian dibagikan hingga ratusan kali, menjadi perbincangan, dan menimbulkan persepsi buruk di masyarakat terhadap Pertamina Praya.


“Ceritanya begini, yang memvideokan ini pakai motor tangki besar. Sudah ngisi ketiga kali, bolak-balik, sehingga tidak dikasih petugas kami. Karena keseringan, kami minta kasih jatah ke teman yang lain,” kata Heru pada wartawan Kamis (6/8/2026).


Video tersebut diambil sekitar pukul 23.00 WITA. Kata Heru, jual beli Pertalite untuk pembeli jeriken pada jam tersebut untuk mengurai kemacetan di siang hari.


“Teman-teman yang mengantre jeriken juga punya hak yang sama, sebab mereka juga mengantre dan punya barcode. Karena tidak dilayani itulah mungkin dia memvideokan,” tambahnya.


Heru mengimbau masyarakat tak perlu panik. Sebab stok Pertalite di SPBU Praya terjamin. “Jangan sampai kita buat kisruh. Intinya stok kita terjamin. Kalau perkara jeriken itu, kenapa kita ngisi malam-malam, karena siangnya yang kita utamakan kan kendaraan,” ujarnya. (wan)

Tanggapi efisiensi 2027, Pathul: Warning pemerintah daerah untuk berkarya

 
Tanggapi efisiensi 2027, Pathul: Warning pemerintah daerah untuk berkarya

OPSINTB.com - Bupati Lombok Tengah, H Lalu Pathul Bahri menanggapi dorongan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian soal efisiensi anggaran 2027. Menurut Pathul, pernyataan Mendagri tersebut sebagai warning pemerintah daerah untuk terus berkarya, menghasilkan atau mencari sumber pendapatan asli daerah (PAD) melalui potensi-potensi yang ada.


“Kami tetap berikhtiar. Kalau itu pendapat dari Pak Menteri kan, kita diberikan warning untuk berkarya. Bagaimana pendapatan daerah ini semakin bagus dan besar,” ujar Pathul Bahri dikonfirmasi Selasa (4/8/2026).


Apakah warning itu akan berdampak lebih berat terhadap kinerja daerah? Ia mengatakan, akan melihat situasi dan kondisi, sambil terus memaksimalkan sumber PAD sebelumnya.


“Tentu nanti melihat perkembangan kondisi APBD, APBN juga nanti seperti apa. Kan masih ada waktu untuk memikirkan lebih jauh,” imbuhnya.


Ia mengatakan, Pemkab tak khawatir dengan warning tersebut. Sebab, Lombok Tengah memiliki begitu banyak potensi yang bisa dikembangkan sebagai sumber PAD.


“Kita punya pariwisata, pertanian kita memadai, dan masih banyak lagi potensi kita sebagai sumber PAD,” ujarnya.


Di sisi lain, Pathul tak menampik banyak persoalan di daerah yang belum bisa ditangani. Semisal pembayaran gaji PPPK paruh waktu, dan lain sebagainya.


“Kita masih punya banyak waktu untuk memikirkannya. Sebelumnya TKD kita juga dipotong cukup besar,” katanya.


Mendagri dalam pernyataannya mendorong seluruh kepala daerah untuk melakukan efisiensi. Ia menyebut, masih terdapat sejumlah pemborosan anggaran di tingkat pemerintah daerah.


Seperti belanja operasional pegawai, anggaran pemeliharaan dan perawatan, serta belanja makan dan minum yang dinilai berlebihan. (wan)

Ratusan massa desak Polres Lotim tangkap terduga penghina Bupati Iron

 
Ratusan massa desak Polres Lotim tangkap terduga penghina Bupati Iron

OPSINTB.com - Ratusan warga dari 21 kecamatan di Lotim yang tergabung dalam Aliansi Sahabat menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Polres Lombok Timur, Kamis (6/8/2026). 


Massa mendesak kepolisian segera menangkap terduga pelaku penghinaan terhadap Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, melalui media sosial beberapa waktu lalu.


Dalam orasinya Kordum Aksi, Subhan menyampaikan agar Kapolres Lombok Timur segera menindaklanjuti laporan yang telah diajukan.


"Kami berikan deadline waktu 3×24 jam untuk menangkap pelaku dugaan penghinaan terhadap Bupati Lotim," tegas Subhan.


Ia menilai unggahan yang dilaporkan tersebut tidak hanya diduga menghina pribadi Bupati Lombok Timur, tetapi juga mengandung ujaran kebencian.


Subhan beberkan bahwa laporan terkait kasus tersebut telah disampaikan ke Polres Lombok Timur sejak Juli lalu namun hingga kini belum ada perkembangan. 


"Sudah satu bulan kita masukkan laporan ke Polres Lotim, tapi belum ada kejelasan terhadap pelakunya," katanya


Setelah menyampaikan aspirasi, perwakilan massa diterima oleh Kabag Ops Polres Lombok Timur bersama Kabag SDM, Kasat Intelkam, Dalam pertemuan tersebut, pihak kepolisian mendengarkan tuntutan yang disampaikan massa.


"Kita sampaikan tuntutannya ke pimpinan, (Kapolres-red)" kata Kabag Ops Polres Lombok Timur di hadapan peserta aksi.


Dalam kesempatan tersebut, massa juga menyerahkan dua dokumen resmi kepada pihak Polres Lombok Timur untuk ditandatangani bersama, yaituNota Kesepahaman Bersama

antara masyarakat dan Polres Lombok Timur dan Pakta Integritas

sebagai penjamin bahwa aparat penegak hukum akan memproses kasus UU ITE ini dengan ancaman pidana 6 tahun penjara secara transparan dan terukur. (zaa)

05/08/26

Sembalun Bumbung dan Lawang jadi lokasi panen raya bawang putih

 
Sembalun Bumbung dan Lawang jadi lokasi panen raya bawang putih

OPSINTB.com - Kepala Kepolisian Republik Indonesia, dijadwalkan bakal menghadiri panen bawang merah di Sembalun, Lombok Timur. Dinas Pertanian sebagai leding sektor pemerintah pun mengaku sudah siap. 


Kepala Dinas Pertanian Labupaten Lombok Timur, Lalu Kasturi mengatakan, pihaknya memang telah memaksimalkan persiapan, sudah melakukan koordinasi dengan Kapolres Lotim dan Polda NTB. 


‎"Memang pak Kapolri rencana berkunjung dalam rangka melakukan panen raya dan memberikan bantuan gudang kepada pemerintah kabupaten Lombok Timur," ucap Lalu Kasturi, ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/8/2026). 

‎Dia membeberkan, persiapan lainnya yang telah dilakukan yaitu memastikan jumlah penanaman pada lahan seluas 447 hektar pada tahun 2026 dalam kondisi siap panen.

‎Secara kedinasan dan pemerintah Kabupaten Lombok Timur, pihaknya menyambut baik kedatangan Kapolri dan Komisi IV DPR RI, Titik Soeharto.

‎"Kalau kita presentasikan persiapan kita sudah mencapai 25 persen dan taman-teman kepolisian juga sudah bergerak," jelasnya.

‎Kasturi menyampaikan, pihaknya telah menentukan dua lokasi panen raya bawang putih di kecamatan Sembalun yaitu Sembalun Bumbung dan Lawang.

‎Menurutnya, kedua titik panen tersebut merupakan lokasi yang representatif setelah dilakukan peninjauan, baik akses jalan hingga tempat parkir.

‎Dari luas lahan 447 hektar tersebut dapat menghasilkan ribuan ton bawang putih dengan akumulasi 16 ton perhektar.

‎Kunjungn bapak Kapolri, imbuhnya, langkah ini mengawal swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subinato. Untuk mencapai swasembada pangan bawang putih pada tahun 2029.


Disamping itu, ia mengaku masih kekurangan fasilitas berupa gudang untuk menampung produksi bawang putih tersebut. 

‎"Target ini tentu kita akan kawal dari semua jajaran hingga ke tingkat kecamatan," pungkasnya. (kin)

04/08/26

PUPR NTB bantah tuduhan proyek Dam Mpiri Jago di Kabupaten Bima

 
PUPR NTB bantah tuduhan proyek Dam Mpiri Jago di Kabupaten Bima

OPSINTB.com - Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membantah besaran anggaran Rp 1 miliar untuk pembangunan proyek Dam Mpiri Jago di Desa Sampungu, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima.


Informasi ini pertamakali beredar, melalui siaran video akun facebook Jager Donggo Ger.


Akun tersebut menarasikan bahwa penampakan pipa proyek Dam Mpiri Jago. Menurutnya, pekerjaan itu hanya sebatas selesai yang penting dapat untung tidak memikirkan asas manfaatnya. 


"Anggaran Rp 1 miliar lebih untuk pembangunan Dam Mpiri Jago, Desa Sampungu, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima. Kami masyarakat Desa Sampungu, mendesak pihak PUPR Provinsi agar menyelesaikan pekerjaan tersebut," tulis akun itu.


Terkait hal itu, Kepala Dinas PUPRPKP NTB, Lalu Kusuma Wijaya, mengklarifikasi hal tersebut. Dia menerangkan, setelah dilakukan kroscek proyek tersebut dikerjakan oleh PU Kabupaten Bima tahun 2025 dengan pagu Rp 197.000.000.


"Dengan adanya pemberitaan ini bahwa narasi yang tertulis dalam flyer ini adalah hoax," tegasnya. (kin)

Polisi dalami dugaan kekerasan seksual anak 5 tahun di Keruak

 
Polisi dalami dugaan kekerasan seksual anak 5 tahun di Keruak

OPSINTB.com - Aparat kepolisian Lombok Timur masih terus melakukan penyelidikan prihal dugaan kasus kekerasan seksual terhadap seorang anak berusia 5 tahun di Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur. Polisi meminta masyarakat tidak mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya karena berpotensi menimbulkan keresahan dan perpecahan di tengah masyarakat.


Kapolres Lombok Timur AKBP Ariakta Gagah Nugraha mengatakan bahwa hingga saat ini proses penyelidikan masih berlangsung. Sejumlah orang yang diduga memiliki keterkaitan dengan kasus tersebut masih menjalani pemeriksaan untuk mengungkap pelaku yang sebenarnya.


"Kami masih melakukan proses penyelidikan dan pemeriksaan terhadap beberapa terduga. Kami terus berupaya mendapatkan pelaku dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur tersebut," ucap AKBP Gagah, kepada wartawan Selasa (4/8/2026).


Dikatakannya, hingga saat ini pihaknya  masih memeriksa keterengan saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti. Lantaran itu, dia meminta untuk menunggu meski banyak informasi yang beredar tentang jumlah terduga pelaku. 


Terlebih, kata dia, saksi yang mengetahui kejadian hanya korban dan seorang teman korban yang sama-sama masih anak-anak, sehingga keterangannya masih berubah-ubah. 


"Sementara ini kami masih mendalami dua orang terduga. Kami tidak bisa asal menuduh karena belum ada kepastian maupun alat bukti yang cukup," jelasnya.


Untuk memperkuat penyelidikan, polisi telah berkoordinasi dengan kepala desa, kepala dusun, serta berupaya mencari saksi-saksi lain yang mungkin mengetahui peristiwa tersebut.


Polisi juga mengakui penyelidikan mengalami kendala karena lokasi kejadian tidak dilengkapi kamera pengawas (CCTV) dan minim saksi. Saat ini penyidik masih mengandalkan hasil visum sebagai salah satu alat bukti utama.


Karena itu, masyarakat yang memiliki informasi terkait identitas maupun keberadaan pelaku diminta segera melaporkannya kepada pihak kepolisian, bukan menyebarkannya melalui media sosial.


"Kami sangat membuka pintu bagi masyarakat yang memiliki informasi. Jika mengetahui sesuatu yang berkaitan dengan pelaku, segera sampaikan kepada kami agar dapat segera ditindaklanjuti," katanya.


Kasus tersebut menjadi perhatian serius kepolisian mengingat korbannya merupakan anak di bawah umur. Polisi juga mengimbau seluruh orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain maupun beraktivitas di luar rumah.


Orang tua diminta mengingatkan anak agar tidak mudah percaya kepada orang yang tidak dikenal, termasuk jika diberi iming-iming uang, makanan, atau hadiah yang dapat membahayakan keselamatan mereka.


"Kami mengajak seluruh masyarakat dan orang tua untuk bersama-sama menjaga anak-anak kita. Jangan sampai ada lagi anak yang menjadi korban kejadian serupa," tutupnya. (zaa)

03/08/26

Warga Darul Hijrah menuntut pengalihan arus pengangkutan material galian

 
Warga Darul Hijrah menuntut pengalihan arus pengakutan material galian

OPSINTB.com - Sejumlah warga Dusun Darul Hijrah, Desa Anjani, Kecamatab Suralaga, datangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur. Mereka bukan menolak keberadaan galian, namnun untuk mendesak pemerintah agar mengalihkan arus pengangkut material hasil galian. 


Kepala Wialayah Dusun Darul Hijrah Desa Anjani, H Moh Jeisy mengatakan, warga bukan menolak galian, melainkan meminta pemerintah agar mengalihkan arus pengangkutan material hasil aktivitas tambanMenurutnya menuju dusun Gapuk Daya, Desa Anjani. 


"Jalan sampai ke lokasi galian sekitar 1,5 kilo," terang H Moh Jeisy kepada awak, Senin (3/8/2026). 


Menurutnya, dari lokasi galian menuju Gapuk Daya sekitar 500 meter mengarah ke jalan besar, tepatnya arus ke arah Pringgasela. 


Dikatakannya, arus yang saat ini dilewati merupakan jalan ramai, lain hal dengan jalur Gapuk Daya yang cenderung lebih sepi. Terlebih lagi, sebutnya, kondisi jalan itu yang saat ini mengalami rusak parah. 


Jeisy mengaku sudah berkomunikasi dengan Kepala Wilayah Gapuk Daya prihal pengalihan arus tersebut. Kendati dia mengakui ada sebagian masyarakat yang bakal komplain akan hal itu. 


Warga setempat juga menuntut itu, lantaran salah satu tambang di wilayah itu melewati jalur Gapuk Daya, saat membawa material hasil galian. 


"Kami tidak menolak tambang, tapi pengalihan jalan aja," tegasnya.


Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Timur, Muhammad Safwan menerangkan, jalur tersebut merupakan masuk dalam jalan kabupaten kelas 3. Berat muatannya mencapai 8 ton. Artinya, jalan itu boleh dilalui oleh dum truk. Sebab merupakan berstatus jalan kabupaten. 


Kendati demikian, terangnya, harus memenuhi beberapa kewajiban salah satunya penutup material saat diangkut. 


"Mudah-mudahan bisa dilakukan pengalihan arus," harapnya. 


Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Lombok Timur, Nurhasanah mengatakan, persoalan pengalihan arus di Darul Hijrah sudah diperjuangkan warga setempat berjalan empat tahun terakhir. Lantaran itu pihaknya sudah merekomendasi agar OPD terkait dengan Pol PP untuk meninjau langsung lokasi tersebut. 


"Harus ada peralihan, karena kalau kita lihat jalan itu sudah tidak layak," kata Nurhasanah. 


Politisi partai NasDem ini menegaskan, jika warga setempat dan pihak tambang tidak menemukan kesepakatan, maka pihaknya meminta agar aktivitas tambang itu distop untuk sementara. 


"Stop dulu aktivitas pertamabangan sebelum ada solusi," terangnya. 


Sementara itu, Kasat Pol PP Kabupaten Lombok Timur, Salmun Rahman, saat berlangsungnya dialog mengatakan persoalan ini masih menjadi persoalan. Mulai dari aktivitas galian, distribusi hingga penarikan pajak. 


Dalam forum itu dirinya menegaskan sebagai solusi pengawal Perda, pihaknya siap untuk backup. 


"Kami siap backup, apalgi melebih tonase," tegas Salmun. (kin)

SMAN 1 Terara, sekolahnya para juara: Menorehkan prestasi, mengukir masa depan

 
SMAN 1 Terara, sekolahnya para juara: Menorehkan prestasi, mengukir masa depan

OPSINTB.com - Julukan sebagai sekolah para juara, nampaknya bukan hanya selogan bagi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Terara. Pasalnya sejak lahir tempat ini sebagai pencentak generasi berprestasi. 


Julukan itu lahir dari deretan prestasi yang terus mengalir dari tahun ke tahun. Tak heran bagi masyarakat Lombok Timur, sekolah ini menjadi rumah bagi para juara.


Buktinya, pemerintah pernah memberikan penghargaan BOS Kinerja, sebuah pengakuan atas tata kelola pendidikan yang berkualitas dan berprestasi.


Di bawah kepemimpinan Kepala SMAN 1 Terara, Halid S. Pd, bersama dedikasi para guru yang tak kenal lelah, sekolah ini berhasil membangun budaya kompetisi yang sehat. Setiap siswa didorong untuk berani bermimpi, berani mencoba, dan percaya bahwa mereka mampu berdiri di podium kemenangan.


Motivasi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di sekolah. Guru-guru tidak hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga menjadi penyemangat agar para siswa berani mengikuti berbagai perlombaan, baik akademik maupun nonakademik. Hasilnya pun berbicara.


Pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026, nama SMAN 1 Terara kembali bergema melalui para atlet mudanya.


Erisa Junia Putri sukses mempersembahkan medali emas pada kategori pasangan mix cabang olahraga Bridge, sekaligus medali perak pada kategori beregu mix.


Di cabang Wushu, Baiq Aura Oktaviana Lestari mengharumkan nama sekolah dengan meraih medali perak pada nomor Jianshu Putri.


Aufa Cahya Isti Falestra mempersembahkan medali perunggu dari cabang Aerobic Gymnastic.


Sementara Dinda Puji Lestari menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan membawa pulang dua medali perak dan satu medali perunggu pada cabang Hockey Outdoor.


Prestasi juga datang dari lapangan futsal. Baiq Cinta Ramadani menyumbangkan medali perak untuk futsal putri, sedangkan Ahmad Alpian meraih medali perak pada futsal putra.


Tak kalah membanggakan, Sigit Harianto berhasil berdiri di podium tertinggi dengan mempersembahkan medali emas dari cabang sepak bola.


Tidak berhenti di arena olahraga, di tingkat Kabupaten Lombok Timur, Asya Avara, siswi kelas X-2, berhasil menjadi Juara I Seleksi Duta Muda Kesehatan dan BPJS RI Tahun 2026.


Dalam dunia sastra, Baiq Elva Julia Erwina menunjukkan bahwa pena juga mampu mengharumkan nama sekolah. Ia berhasil meraih Juara II Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Provinsi NTB 2026 pada cabang menulis cerpen jenjang SMA/MA/SMK.


Sementara itu, Baiq Ativa Nabila sukses meraih Juara I pada kejuaraan bola voli tingkat SMA/SMK dan umum dalam ajang SMAVOC SMAN 8 Mataram.


Prestasi lain juga hadir dari Indah Gerhana siswi kelas XII bidang PMR melalui Lomba Jurnalis PMR pada ajang PMR Wira Lokafarma se-NTB.


Rentetan capaian tersebut menjadi bukti bahwa prestasi di SMAN 1 Terara tidak lahir secara kebetulan. Di balik setiap medali dan piala, ada latihan panjang, pengorbanan, serta dukungan penuh dari sekolah.


Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Lalu Muhammad Thoyib, mengatakan bahwa sekolah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh siswa yang telah mengharumkan nama Lombok Timur di Porprov NTB 2026, baik yang berhasil meraih medali maupun yang belum.


Menurutnya, sekolah tengah menyiapkan langkah-langkah konkret untuk memberikan penghargaan sekaligus pembinaan berkelanjutan kepada para atlet muda tersebut.


"Yang terpenting bukan hanya medali yang mereka bawa pulang, tetapi bagaimana sekolah mampu memfasilitasi mereka agar terus berkembang. Kami ingin prestasi olahraga berjalan beriringan dengan prestasi akademik," ucapnya saat diwawancara opsintb.com Senin, (3/8/2026)


Ia mengakui, sekolah selalu membuka ruang bagi siswa yang harus menjalani pemusatan latihan maupun mengikuti kejuaraan. Melalui komunikasi dengan para guru, siswa tetap mendapatkan kesempatan belajar sehingga tidak tertinggal pelajaran.


Bagi SMAN 1 Terara, prestasi tidak boleh mengorbankan pendidikan. Sebaliknya, keduanya harus berjalan berdampingan.


"Kami ingin anak-anak sukses di lapangan sekaligus sukses di ruang kelas," katanya.


Dari sisi sarana, SMAN 1 Terara dinilai telah memenuhi standar pendidikan dengan raihan akreditasi unggul. Meski demikian, sekolah masih berharap adanya pengembangan fasilitas untuk beberapa cabang olahraga yang membutuhkan arena khusus seperti atletik.


Sekolah berkomitmen menjadi tempat lahirnya bibit-bibit atlet yang nantinya dapat dibina lebih lanjut di tingkat kabupaten hingga nasional.


Kata dia, dibalik setiap seragam putih abu-abu yang dikenakan para siswa, tersimpan mimpi besar untuk membawa nama daerah ke panggung yang lebih tinggi.


"SMAN 1 Terara membuktikan bahwa sekolah bukan hanya tempat mengejar nilai rapor, tetapi juga tempat menempa karakter, disiplin, dan mental juara," ujarnya. (zaa)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama