OPSINTB.com - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar rapat koordinasi penyiapan lahan pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kabupaten Lombok Timur, Senin (7/9/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Rapat Kodim 1615 Lombok Timur dan dihadiri Bupati Lombok Timur Haerul Warisin, Sekretaris Daerah, Dandim 1615 Lombok Timur, Kapolres Lombok Timur, serta para kepala desa dan lurah.
Rapat tersebut membahas percepatan penyediaan lahan untuk pembangunan KDKMP, khususnya desa dan kelurahan yang hingga kini belum memiliki lahan maupun belum memulai pembangunan.
Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin menegaskan, pemerintah daerah akan memaksimalkan penyelesaian persoalan lahan secara bertahap. Pemkab juga akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi terhadap desa yang masih mengalami kendala dalam penyediaan lahan.
"Ini akan kita maksimalkan di tahap dua untuk yang belum. Kita ada beberapa perwakilan yang sudah menyampaikan aspirasinya. Jawabannya nanti melalui surat, kemudian kita diskusikan dengan BPKD dan Pak Sekda terkait langkah apa yang harus kita ambil," kata H Iron.
Menurutnya, dari data awal terdapat 127 desa yang menjadi bagian dari pembangunan tahap pertama. Namun, sebagian besar pembangunan di titik tersebut telah berjalan dan jumlah yang masih memiliki persoalan penyediaan lahan terus berkurang.
"Yang belum itu 127, tetapi sebenarnya sudah berkurang. Karena yang 127 itu sudah clear dibangun oleh Pak Dandim. Hanya persentase progresnya yang berbeda-beda," katanya.
Bupati Iron mengatakan, sejumlah desa telah menyerahkan lahan dan dinilai memenuhi ketentuan. Sementara desa yang belum memperoleh persetujuan akan dicarikan alternatif penyelesaian bersama.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kekhawatiran kepala desa dalam melakukan proses tukar guling lahan. Haerul meminta kepala desa tidak perlu takut selama proses tersebut dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Banyak kepala desa yang takut melakukan tukar guling. Kita berikan penjelasan bahwa tidak usah takut, yang penting dilakukan sesuai aturan," jelasnya.
Ia menegaskan, penentuan harga dalam proses tukar guling tidak boleh dilakukan oleh pihak yang melakukan transaksi. Penilaian harus dilakukan oleh pihak yang berwenang melalui appraisal.
"Tidak boleh antara pihak satu dengan pihak lain yang menentukan. Tetapi appraisal yang menentukan," tegas H Iron.
Selain tukar guling, Pemkab Lombok Timur juga mengidentifikasi kemungkinan pemanfaatan lahan milik pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi yang berada di wilayah desa.
Menurutnya, apabila sebuah desa tidak memiliki lahan yang memadai, terdapat kemungkinan menggunakan lahan milik pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Bahkan, lahan milik badan negara yang tidak dimanfaatkan juga dapat menjadi salah satu alternatif sepanjang memenuhi aturan.
"Kita sedang mencari solusinya bersama Pak Dandim, kemudian Pak Kapolres, Pak Sekda dan yang lainnya. Kita adakan semacam penyamaan suara, supaya semuanya memiliki pemahaman yang sama," bebernya.
Ia juga membuka kemungkinan pemanfaatan lahan pecatu untuk kebutuhan tertentu, termasuk fasilitas pelayanan publik seperti Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Namun, seluruh proses tetap harus dilakukan melalui mekanisme yang sesuai, termasuk penilaian oleh appraisal.
"Kalau misalnya pecatunya bisa untuk PDAM, nanti kita bicara dengan Dirut PDAM, appraisal berapa harganya dan berapa harga tanah yang ada. Kalau cocok, silakan saja," ujarnya.
Bupati Iron menegaskan pemerintah tidak boleh ikut campur dalam menentukan harga maupun melakukan transaksi jual beli lahan.
"Yang penting kita sebagai pemimpin tidak boleh ikut campur dalam menentukan harga jual beli dan sebagainya. Transaksi tidak boleh sama sekali. Silakan appraisal yang menentukan," terangnya.
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 1615 Lombok Timur Letkol Inf. Hadiyansyah mengatakan pembangunan KDKMP tahap pertama di Lombok Timur berjalan sesuai rencana.
Ia menyebut terdapat 127 titik pembangunan pada tahap pertama. Dari jumlah tersebut, sebanyak 26 titik telah mencapai progres 100 persen, sedangkan 101 titik lainnya masih dalam proses pembangunan.
"Untuk tahap satu, ada 127 titik yang pembangunannya sudah tergelar. Ada 26 titik yang sudah mencapai 100 persen, sisanya 101 titik sedang progres," ujar Hadiyansyah.
Menurutnya, pembangunan akan terus dikebut hingga seluruh target dapat diselesaikan.
Untuk tahap kedua, lanjut Hadiyansyah, target pembangunan mencakup seluruh 254 desa dan kelurahan di Lombok Timur. Dengan demikian, masih terdapat 127 desa dan kelurahan yang menjadi sasaran pembangunan tahap berikutnya.
Ia menjelaskan, kepala desa dan penjabat kepala desa yang hadir dalam rapat tersebut menyampaikan berbagai persoalan, termasuk kendala penyediaan lahan.
"Yang hadir tadi adalah desa yang belum ada pembangunan KDKM. Seluruhnya 127. Mungkin ada yang Pj, ada yang kepala desanya," jelasnya.
Terkait desa yang belum memiliki lahan, pihak Kodim akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya Bupati Lombok Timur, untuk mencari solusi penyediaan lahan.
"Kami akan berkoordinasi secara ketat terus-menerus dengan pihak kabupaten, khususnya ke Pak Bupati, bagaimana solusi dalam ketersediaan lahan,"sebutnya
Sarana Prasarana Mulai Didistribusikan
Hadiyansyah juga menyampaikan perkembangan distribusi sarana dan prasarana KDKMP. Setidaknya terdapat 17 item sarana dan prasarana yang akan didistribusikan, mulai dari kendaraan operasional hingga perlengkapan pendukung lainnya.
Sebanyak 14 unit truk menjadi salah satu sarana yang didistribusikan. Selain itu, sejumlah perlengkapan lain juga telah disalurkan kepada koperasi yang pembangunan fisiknya telah mencapai 100 persen.
"Untuk pendistribusiannya memang tidak bisa serentak, tetapi bertahap. Yang sudah 100 persen itu sudah diterima semua," ucapnya
Menurut Hadiyansyah, sarana dan prasarana tersebut merupakan dukungan dari pemerintah pusat yang selanjutnya didistribusikan kepada KDKMP yang telah siap beroperasi.
Ia memastikan tidak ada sarana yang tertahan. Distribusi dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan masing-masing koperasi.
Untuk pembangunan tahap kedua, Hadiyansyah mengatakan proses persiapan telah dimulai, terutama dalam penyiapan lahan.
Setelah lahan disiapkan, akan dilakukan survei bersama pihak terkait, termasuk Agrinas. Lahan yang memenuhi persyaratan dan masuk dalam sistem atau portal yang ditentukan akan dilanjutkan ke tahap pembangunan.
"Setelah penyiapan lahan, nanti ada tahap selanjutnya, yaitu survei lahan dengan pihak Agrinas. Apabila Agrinas menyetujui dan lahan tersebut masuk portal, langsung kita pembangunan KDKM di desa tersebut," sebutnya
Hadiyansyah menargetkan seluruh pembangunan KDKMP di 254 desa dan kelurahan Lombok Timur dapat dimaksimalkan penyelesaiannya hingga akhir tahun.
"Tahun ini bisa 254, kami maksimalkan di akhir tahun seluruhnya selesai," tegasnya.
Ia juga memastikan sejauh ini tidak terdapat kendala terkait biaya tenaga kerja atau ongkos tukang. Seluruh proses pembangunan disebut berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
"Selama ini tidak ada kendala untuk ongkos tukang. Semua sudah sesuai dengan prosedur yang kita tetapkan," pungkasnya. (zaa)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami