OPSINTB.com | News References -->

Headline

Politik

Hukum

Nasional

Jumat, 27 Mei 2022

Hebat, mahasiswa NTB raih medali emas di Malaysia

 
Hebat, mahasiswa NTB raih medali emas di Malaysia

OPSINTB.com - Mahasiswa Awarde Beasiswa LPP-NTB berhasil meraih penghargaan medali emas dalam kompetisi yang cukup bergengsi di Malaysia yaitu Minggu Penyelidikan dan Inovasi (MPI).

MPI merupakan kompetisi produk yang mengundang para siswa, mahasiswa, ataupun peneliti dari setiap kampus yang ada di Malaysia. Program tersebut diinisiasi oleh 3 universitas besar Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Universiti Malaysia Terengganu (UMT), dan Universiti Kampus TATI (TATIUC).

Salah satu mahasiswa Awarde Beasiswa LPP-NTB, Roi Boy Jon mengatakan proses seleksi program MPI ini tidaklah mudah dan terbilang ketat. Jadi menurutnya sesuatu yang membanggakan jika projek inovasi yang digagas oleh anak-anak NTB dapat diapresiasi bahkan menjadi juara.

"Kami benar-benar tidak menyangka bisa mendapat penghargaan bergengsi ini, melihat banyaknya peserta yang mempunyai inovasi yang luar biasa. Tentunya kami merasa bangga karena inovasi yang kami buat bisa di terima oleh masyarakat Malaysia secara luas dan ini menjadi kebanggaan karena nama Indonesia bisa masuk menjadi perbincangan dalam lomba tahunan yang di adakan oleh kampus seluruh Malaysia," ucapnya.

Perlu diketahui dalam proses seleksinya ditahun ini terdapat 300 peserta dari seluruh Universitas Malaysia yang mendaftar diajang MPI kali ini. Yang selanjutnya akan dipilih sebanyak 65 projek inovasi yang dapat dipaparkan atau dipresentasikan. (red)

18 UMKM dilibatkan dalam CWP AAU 2022 di Alun-Alun Tastura Praya

 
18 UMKM dilibatkan dalam CWP AAU 2022 di Alun-Alun Tastura Praya

OPSINTB.com - Sebanyak 18 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diberikan kesempatan untuk memamerkan produk dan hasil karyanya dalam acara Cakra Wahana Paksa Akademi Angkatan Udara (CWP AAU) 2022 di Alun-Alun Tastura Kota Praya, Lombok Tengah.

"UMKM yang bisa masuk hanya 18. Semuanya dari Lombok Tengah saja," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Lombok Tengah, H Hartono, Jumat (27/5/2022).

Selaku penanggungjawab UMKM pada acara tersebut, jelasnya, tentunya UMKM yang masuk merupakan UMKM pilihan. Hanya saja, untuk acara ini pihaknya membatasi jumlahnya. Disebabkan acara tersebut hanya akan diselenggarakan sehari saja.

Adapun UMKM yang diberikan kesempatan, merupakan UMKM dari bidang kuria dan kuliner.

"Tentunya mereka-mereka ini adalah pelaku UMKM pilihan yang ada di daerah ini," imbuhnya.

Sementara itu, Samsir yang merupakan pemilik UMKM Batik Sasambo, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut menjelaskan, terpilihnya UMKM Batik Sasambo karena produksi Batik Sasambo di Lombok Tengah hanya ada di UMKM miliknya.

Dia menjelaskan, sebelum kegiatan tersebut digelar, pihaknya terlebih dahulu dipanggil oleh Dinas Perindag serta Dinas Koperasi dan UKM untuk diberikan arahan.

"Istilahnya memang kita dipilih oleh Disperindag. Jadi kami di sini UMKM yang terpilih karena memang even ini sebentar," jelas Samsir.

Acara CWP AAU 2022 merupakan parade marching band yang akan digelar pada sore ini di Kota Praya. Acara ini akan dihadiri Gubernur Provinsi NTB, Dr Zulkieflimansyah dan Gubernur AAU MARSDA TNI Eko Dono Indarto. (red)

Penyebar foto hoax korban pemanahan di Mataram minta maaf

 
Penyebar foto hoax korban pemanahan di Mataram minta maaf

OPSINTB.com -  Akibat Foto dan informasi tidak benar tersebar di salah satu akun Facebook milik EH (39) pria asal Gerung, Lombok Barat dan UW (39) pria asal Kecamatan Kuripan Lombok Barat yang diposting beberapa hari lalu yang mengakibatkan timbulnya keresahan dalam lingkungan masyarakat kota Mataram akhirnya terjawab.

Berdasarkan hasil kerja keras Tim Opsnal Sat Reskrim Polresta Mataram, akhirnya berhasil mengamankan dua pelaku tersebut yang menjadi sumber foto dan informasi hoax.

Sesuai pernyataan pelaku EH (pemilik akun Facebook) bahwa foto tersebut discreenshot dari status WhatsApp rekannya (UW). Kemudian diupload menjadi status di akun Facebook milik EH dengan menambahkan narasi bahwa foto tersebut adalah korban pemanahan di Kota Mataram.

"Itu saya upload untuk menghimbau masyarakat untuk berhati-hati, dan memang saya sendiri tidak tau foto korban tersebut merupakan peristiwa benar atau tidak terjadi di Mataram," jelas EH saat di wawancarai media ini usai Konferensi pers yang digelar Polresta Mataram, Kamis (26/05/2022).

EH pun pada kesempatan itu menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat kota Mataram atas apa yang saya posting di akun Facebook milik pribadinya.

"Saya tidak menyangka akan menimbulkan keresahan seperti ini akibat postingan saya di FB tersebut. Untuk itu saya mohon maaf kepada masyarakat," keluhnya.

EH akhirnya menyadari bahwa apa yang telah dilakukanya itu salah, namun dirinya tegas menyatakan tidak ada maksud sedikit pun untuk membuat provokasi, ini murni di lakukan hanya sekedar untuk mengingatkan.

"Mohon maaf atas kejadian ini, sejujurnya saya tidak ada maksud lain menyebarkan foto dan narasi seperti itu di status saya tersebut melainkan hanya untuk mengingatkan masyarakat," tegas EH.

Ia pun mengatakan rasa penyesalan atas kejadian tersebut. Dan didepan awak media lainnya EH berjanji tidak akan mengulangi hal semacam ini dengan menyebarkan foto yang belum tau kebenarannya, serta informasi yang tidak benar.

"Ya, saya sampaikan mohon maaf pak kepada seluruh masyarakat, dan saya menghimbau kepada masyarakat lainnya agar jangan mencontohi apa yang saya lakukan ini," jelas EH di depan wartawan.

Terkait hasil pemeriksaan tim penyidik, EH pemilik akun FB dan UW pemilik status WhatsApp menyerahkan sepenuh kepada polisi.

"Kami menunggu hasil penyidikan, apapun hasilnya nanti  kami akan serahkan sepenuhnya kepada penyidik,"pungkas keduanya. (red)

700 kadus di Loteng dapat motor dari bupati

 
700 kadus di Loteng dapat motor dari bupati

OPSINTB.com - Acara simbolis penyerahan 1.825 motor untuk kepala dusun atau kepala lingkungan digelar di Alun-Alun Tastura Kota Praya, Lombok Tengah (Loteng) pada Jumat (27/5/2022). Acara diawali dengan senam bersama Forkopimda Loteng, Kapolres Loteng, Dandim 1620 Loteng, Kepala Kemenag, Kepala Pengadilan Negeri Loteng, Camat, dan Taruna Latsitardanus.

Bupati Loteng, Lalu Pathul Bahri mengatakan, sepeda motor merek Supra X 125 yang diserahkan untuk kepala dusun atau kepala lingkungan tersebut harus dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat di kekadusan tersebut. Bukan digunakan hanya untuk kepala dusun semata.

"Motor itu untuk kepentingan masyarakat di kekadusan tersebut. Jadi kalau ada keperluan atau kepentingan, bisa dipinjam dan digunakan oleh masyarakat," kata Bupati.

Motor-motor tersebut akan diserahkan secara bertahap. Untuk tahap pertama, jelas Bupati, jumlahnya 700 unit sepeda motor. Sedangkan untuk anggaran secara keseluruhan mencapai Rp 12 miliar. 

Terkait pro kontra atau adanya penolakan dari beberapa kepala desa beberapa waktu lalu, Bupati membantah dan tidak mau menanggapi hal itu.

"Tidak ada yang nolak. Ini untuk masyarakat," kilahnya.

Sekda Loteng Lalu Firman Wijaya menambahkan, penyerahan motor untuk kepala dusun atau kepala lingkungan pada tahap pertama ini dilihat berdasarkan persentase jumlah kekadusan di masing-masing desa. Misalnya, kata Sekda, jika dalam satu desa ada sepuluh kepala dusun, maka yang dapat hanya tiga kepala dusun saja.

"Di satu desa itu berdasarkan persentasenya. Untuk tahap sekarang 30 persen. Jadi kalau di satu desa itu ada sepuluh kepala dusun, maka yang dapat hanya tiga," terangnya.

Acara serah terima dilakukan dan diwakili oleh beberapa kepala dusun dari masing-masing desa. Untuk tahap pertama, beberapa desa yang menerima berasal dari Kecamatan Jonggat, Kecamatan Pringgarata, Kecamatan Praya Timur, Kecamatan Pujut, Praya Tengah, dan Kecamatan Kopang. (wan)

Dua buruh Pasar Paokmotong meninggal tersengat listrik

 
Dua buruh Pasar Paokmotong meninggal tersengat listrik

OPSINTB.com - Dua orang buruh Pasar Paok Motong, yakni Agus Septin Hadi (21) dan Sahtum (35) yang merupakan warga Gubuk Bagek Gaet, Dusun Paokmotong Utara, Desa Paokmotong, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur meninggal dunia lantaran tersengat arus listrik, Kamis (26/5/2022).

Kapolsek Masbagik, AKP Ery Armunanto SH mengatakan, kronologis kejadian tersebut, berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 15.20 wita bertempat di Pasar Paokmotong tepatnya di stand lapak depan, korban Agus Septian Hadi sedang merapikan ikatan keranjang tomat yang terbungkus karung warna putih.

"Namun karena licin akibat hujan, tiba-tiba korban Agus terpeleset dan secara spontan memegang tiang lapak yang terbuat dari rangka baja dengan kedua tangannya," ungkapnya kapolsek, Jumat (27/5/2022).

Melihat kejadian itu, saksi Ridwan yang memperhatika tubuh korban bergetar (kejang-red), mengira korban sedang bercanda. Namun pada saat ia mencoba menolong korban dengan memegangnya, ia pun merasakan ada sengatan arus listrik sehingga langsung dilepas.

Melihat kejadian itu saksi Hamdan yang berusaha mendekati korban Agus yang masih memegang tiang, dilarang oleh saksi Ridwan sambil berteriak "Awas ada strum listrik,". Mendengar teriakan itu, korban Sahtum datang dan langsung berusaha menolong dengan cara memeluk sambil menarik tubuh korban.

"Korban Sahtum ikut tersengat aliran listrik kemudian saksi Ridwan kembali berteriak agar stop kontak listrik dimatikan dan barulah kedua tubuh korban terlepas dari tiang lapak pasar yg terbuat dari alumunium tersebut," jelasnya.

lanjutnya, para buruh lainnya berusaha menolong keduanya dengan membawa ke Puskesmas Masbagik menggunakan mobil cary open cup milik seorang warga bernama Zen. 

Lebih jauh ia menerangkan, situasi kejadian pada saat kedua korban tersengat aliran listrik sedang hujan dan bahan tiang dan atap stan pasar berbahan baja ringan (spandek), akibatnya kedua korban meninggal karena sengatan aliran listrik yang aliran kabelnya terkelupas dan menempel pada kanal spandek.

Sementara itu, berdasarkan keterangan tenaga medis Puskesmas Masbagik kedua korban saat dilakukan pemeriksaan sudah meninggal dunia dan diduga sudah meninggal di tempat kejadian.

"Pihak keluarga menolak untuk dilakukan proses otopsi," terangnya kapolsek. (fik)

Kamis, 26 Mei 2022

Kejuaraan provinsi catur NTB ke-21 resmi dibuka

 
Kejuaraan provinsi catur NTB ke-21 resmi dibuka

OPSINTB.com - Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) catur tingkat Provinsi NTB untuk yang ke-21 secara resmi dibuka, pada Kamis (26/5/2022) di Aula Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Selong, Kabupaten Lombok Timur. 

Hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum Percasi NTB HM Syamsul Luthfi, Ketua KONI NTB, KONI Kabupaten Lombok Timur, Kepala Dispora Kabupaten Lombok Timur, Kepala Dispora Provinsi NTB yang sekaligus mewakili membuka acara. 

Dalam sambutannya, HM Syamsul Lutfi menegaskan bahwa pihaknya akan berupaya keras untuk melakukan pembinaan yang berjenjang bagi para atlet catur, baik di tingkat sekolah maupun di kelas-kelas junior untuk mempersiapkan bibit unggul di masa yang akan datang. 

"Kita akan berupaya untuk memasarkan olahraga catur, terutama di sekolah-sekolah. Tidak hanya di Kabupaten Lombok Timur, melainkan di seluruh NTB," ujarnya.

Dengan cara itu, ia berharap bisa meningkatkan minat dan semangat para generasi muda untuk gemar dengan olahraga catur. Pasalnya, kata Anggota DPR-RI Dapil NTB ini, olahraga catur cukup banyak mendulang emas dalam setiap penyelenggaraan PON. 

Menurut dia, kalau pengurus KONI NTB serius untuk memikirkan target pencapaian maksimal di masa yang akan datang, maka cabang olahraga (cabor) catur bisa diprioritaskan untuk kembali merebut banyak penghargaan.

Karena biasanya, kata dia, daerah yang masuk lima besar dalam  PON saat ini adalah daerah-daerah yang banyak memperhatikan cabor yang banyak meraih medali emas, seperti cabor atletik, menembak. Termasuk juga catur. 

"Hal ini mungkin harus menjadi pemikiran kita semua, terutama para pengurus KONI dan pengurus cabor-cabor di Provinsi NTB untuk memikirkan desain besar olahraga daerah," tegasnya.

Kaitannya dengan itu, Syamsul Luthfi mendorong supaya desain besar olahraga nasional yang sudah dibuat oleh pemerintah harus dijadikan pemicu dalam membuat desain olahraga daerah. 

Apalagi, tandasnya, pada bulan Februari lalu Undang-Undang Keolahragaan sudah disahkan oleh legislatif di mana di sana, kata dia, banyak hal baru yang menjadi perhatian pemerintah termasuk mengenai masa depan atlet itu sendiri dan juga bagaimana bentuk pembinaan olahraga yang harus dilakukan. 

"Ke depan kita ingin desain olahraga daerah di NTB ini harus disesuaikan dengan kebutuhan desain besar olahraga nasional. Terlebih bahwa tahun 2045 nanti Indonesia ingin masuk dalam 10 besar di Olimpiade. Oleh karena harus dipikirkan mulai dari sekarang," tutupnya.

Kejurprov yabg akan diselenggarakan mulai tanggal 26 hingga 31 Mei 2022 ini diikuti oleh 93 atlet dari semua kabupaten kota se NTB. (yan)

Kisah mistis Desa Besari di Lombok, hilang misterius dan sering muncul tiba-tiba

 
Kisah Mistis Desa Besari di Lombok, hilang misterius dan sering muncul tiba-tiba

OPSINTB.com - Lombok memiliki beragam budaya dan tradisi. Banyak juga legenda dan kisah-kisah turun temurun yang diyakini masyarakat hingga saat ini. Salah satu kisah yang sangat mistis adalah Desa Besari, sebuah desa yang secara misterius menghilang.

Untuk menguak kebenaran dari kisah tersebut, Lembaga Kajian Sosial dan Politik M16 dan PDIP NTB melakukan ekspedisi mistis mengungkap kebenaran . Ekspedisi tersebut melibatkan paranormal.

Ketua DPD PDIP NTB, Rachmat Hidayat mengatakan ekspedisi mistis tersebut dilakukan untuk mengedukasi generasi muda agar mencintai budaya leluhurnya. 

"Ini agar generasi muda tidak kehilangan arah. Mereka lebih mencintai kebudayaan dan adat istiadat leluhur," ujarnya, Rabu (25/5/2022) 

Ekspedisi mistis tersebut juga menggandeng seorang paranormal, Ustad Nasir. Dari hasil penerawangan di Desa Besari, dia melihat aktivitas penduduk gaib yang hingga saat ini masih ada.

"Saat ini penduduk beraktivitas seperti berniaga dan bertani. Penduduk serupa dengan manusia biasa, namun wujud mereka tidak kasat mata," ujar Ustad Nasir.

Ustad Nasir juga mendeskripsikan batas wilayah Desa Besari berdasarkan hasil penelusurannya secara non sains. Dari sana kebenaran demi kebenaran mulai terungkap. Cerita yang disampaikan melalui penerawangan gaib serupa yang disampaikan pemangku adat setempat.

Asal usul Desa Besari yang Hilang

Desa Besari dipercaya berada di Dusun Kertaraharja, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Desa dan penduduknya diyakini berpindah alam ke alam gaib.

Pemangku Adat Dusun Kertaraharja, Amiq Kholid mengatakan asal usul hilangnya Desa Besari pada akhir abad ke 17. Saat itu Kerajaan Karangasem telah berhasil menaklukkan Mataram dengan mendirikan pusat kerajaan di Cakranegara Mataram.

Raja melihat Kedatuan (Kerajaan) Besari sangat makmur dengan penduduk berniaga dan bertani. Mereka kemudian menawarkan kerjasama. Namun Datu (Raja) Besari menolak tawaran tersebut, karena berpikir tidak menguntungkan bagi Kedatuan Besari.

Raja Karangasem mengutus sebagian besar prajurit untuk menginvasi Besari. 

"Kemudian Datu Besari mengirim 100 hingga 200 prajurit untuk ke daerah pintu masuk kedatuan untuk bernegosiasi dengan Karangasem agar tidak terjadi pertumpahan darah," kata Amiq Kholid.

Tawaran perdamaian ditolak oleh Karangasem. Akhirnya, )Datu Besari memerintahkan seluruh penduduk agar berkumpul membawa ternak mereka ke Kedaton. 

"Saat semua kumpul, datu mengambil batok kelapa diisi air dan didoakan. Kemudian air tersebut digunakan untuk menyirami seluruh Kedatuan tersebut. Dengan kehendak Allah SWT Kedatuan Besari hilang dan berubah menjadi hutan," ujarnya.

Sejak saat itu Desa Besari menghilang. Para prajurit yang sebelumnya berada di luar bersedih karena mereka ditinggalkan. Namun suara misterius dari bekas Kedatuan Besari muncul menasehati prajurit.

"Suara itu muncul, mengatakan jika semua orang ikut hilang, siapa yang akan menceritakan kisah ini ke generasi berikutnya," kata Amiq Kholid.

Dari kejadian tersebut, hingga saat ini secara turun temurun kisah hilangnya Desa Besari menjadi cerita masyarakat setempat.

Museum Desa

Amiq Kholid juga mendirikan sebuah museum yang diberi nama Museum Desa Genggelang. Di sana, beberapa benda peninggalan Kedatuan Besari dapat dijumpai.

Benda-benda tersebut berupa rompi raja Besari hingga lampu minyak. Di sana juga ada lontar yang mengisahkan kedatuan pertama di Lombok dan peta batas wilayah kedatuan.

Ada juga tempat tinta yang digunakan Carik (sekretaris negara), alat khitan zaman dulu, gelang, aneka piring dan lainnya.

"Ada juga papan Warige untuk ilmu astronomi atau perbintangan zaman dulu," ujarnya.

Cerita Mistis

Meskipun Desa Besari telah hilang, namun desa tersebut sering muncul dan menunjukkan wujud kepada orang luar desa yang berada di sana.

Saat gempa Lombok 2018, Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Jawa Barat membentuk posko di pintu masuk Air Terjun Kerta Gangga yang berada sangat dekat di lokasi Desa Besari. Relawan gempa melayani pengobatan untuk masyarakat.

"Anehnya banyak warga datang berobat jam 2 dini hari sampai subuh," ujar Amiq Kholid.

Pasien-pasien yang berobat di sana justru sangat asing dan bukan berasal dari Desa Ganggelang. Keesokan harinya saat dokter melihat catatan nama pasien, nama pada catatan tersebut justru menghilang sendiri.

Tim dokter dan tentara yang bertugas di posko relawan sangat heran atas kejadian tersebut. 

Beberapa hari berselang, posko relawan tersebut mendapat telepon dari Jakarta karena ada komplain tidak melayani penduduk Desa Genggelang untuk berobat. Itu membuat tentara yang bertugas mendatangi Kepala Desa Genggelang.

"Dua tentara yang bertugas di posko bertanya, kok ada komplain mereka tidak melayani masyarakat. Padahal setiap dini hari banyak masyarakat berobat," ujarnya.

Saat Kepala Desa Genggelang bertanya, masyarakat mana yang berobat, para relawan posko kesehatan tersebut menyebut nama  Desa Besari. Ini tentu menjadi keanehan karena desa itu tidak ada secara nyata.

Ada juga cerita penjual tikar yang pertama kali masuk ke Desa Besari dan mendapatkan keuntungan besar. Jualannya habis terjual. Namun keesokan hari akan berdagang ke sana, dia menjumpai seorang penduduk Desa Genggelang.

"Warga tanya pedagang itu mau ke mana, kemudian dijawab mau ke Besari. Warga langsung menjelaskan tidak ada desa di sana," katanya.

Seketika itu pedagang itu sadar. Desa yang sebelumnya dilihat berubah menjadi hutan.

Penggalian Arkeologi

Sementara itu Direktur Lembaga Kajian Sosial Politik Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH menambahkan,  untuk action plan selanjutnya setelah ekspedisi mistis ini berhasil mengungkapkan telaah dari sisi non sains atau metafisika,  yakni lewat penerawangan dengan ditemukannya dugaan kuat lokasi situs desa besari yang hilang yakni letak benteng,  bentuk bangunan petilasan dan wujud bangunan lainnya. Maka untuk membuktikan kebenaran eksistensi desa besari , perlu dilakukan penggalian arkeologi  situs desa besari , apalagi di kawasan tersebut ditemukan prasasti atau bekas pondasi masjid kuno dikedatuhan besari. Hal ini tentu untuk mengungkap lebih jauh rahasia desa besari yang seutuhnya.

"Maka menjadi tugas sains yakni Arkeolog untuk memetakan landscape desa besari yang hilang guna mencari reruntuhan petilasan lain di kawasan tersebut," ungkapnya. (red)

Izin numpang BAB, ternyata warga Sumbawa ini gantung diri

 
Izin numpang BAB, ternyata warga Sumbawa ini gantung diri

OPSINTB.com - Seorang warga Desa Tangkam Pulit, Kecamatan Batulanteh, Sumbawa ditemukan tewas gantung diri menggunakan tali tambang di lokasi kebun jati, Dusun Sering Ai Beta, Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes, Sumbawa pada Rabu (25/5/22) sekitar pukul 16.00.

Kasi Humas Polres Sumbawa AKP Sumardi saat dikonfirmasi melalui Kapolsek Sumbawa, IPDA Eko Riyono membenarkan adanya peristiwa gantung diri tersebut.

Eko mengatakan, "Korban pertama kali ditemukan tewas gantung diri oleh Ahmad (36) warga Desa Tangkam Pulit. Saat ditemukan oleh  Ahmad, korban sudah dalam posisi tergantung dibawah pohon senokling dengan keadaan sudah tidak bernyawa."

Adapun kronologis kejadian, sekitar pukul 13.00 wita, korban ijin kepada istri Ahmad untuk pergi buang air besar (BAB). Namun sampai dengan pukul 15.30 wita, korban tidak kunjung kembali. Saat dihubungi, nomor HP korban tidak aktif sehingga Ahmad berinisiatif mencari korban bersama Iskandar ke arah lokasi kebun jati secara berpencar. Sekitar pukul 16.00 wita, Ahmad menemukan korban sudah dalam posisi tergantung di atas pohon senokling dalam keadaan tewas. Selanjutnya Ahmad kembali ke rumahnya untuk memberitahukan kepada warga sekitar untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian.

Kemudian, kata IPDA Eko, sekitar Pukul 17.00 wita, anggota tiba di TKP untuk melakukan olah TKP.

"Setelah melakukan olah TKP, Team Polres dibantu oleh warga setempat menurunkan korban dan membawa korban ke RSUD Kabupaten Sumbawa untuk dilakukan visum," ungkap Ipda Eko.

Berdasarkan hasil visum, korban diduga meninggal sekitar 5 jam yang lalu akibat jeratan di bagian leher dan tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan dalam tubuh korban.

Lanjut IPDA Eko, "Barusan jam 23.30 wita di RSUD, jenazah diserahkan, keluarganya sudah ikhklas dan menolak dilakukan otopsi, selanjutnya akan dimakamkan di kampungnya esok hari," ungkapnya. 

"Untuk sementara, korban diduga gantung diri dan belum diketahui penyebabnya," tutup Ipda Eko. (red)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama