OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

23/05/26

Atap ruang kelas SDN 1 Jerowaru ambruk

 
Atap ruang kelas SDN 1 Jerowaru ambruk

OPSINTB.com - Atap ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Jerowaru ambruk. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.


Pihak sekolah tidak menggunakan ruangan tersebut, sebab kondisi bangunan yang telah lapuk termakan usia. Langkah itu diambil untuk menghindari hal yang tidak diinginkan menyangkut keselamatan siswa.


Kepala sekolah SDN 1 Jerowaru, H. Muhyi mengatakan, dirinya memang menaruh perhatian serius terhadap kondisi ruang kelas tersebut. Dia khawatir sewaktu-waktu keadaan bangunan itu bisa memakan korban.


"Begitu melihat kondisi kelas, saya langsung berpikir ini bahaya, bisa makan korban kalau dibiarkan," ucapnya Sabtu (23/5/2026).


Lantaran rasa khawatir itu, pihaknya mengambil langkah untuk mengosongkan kelas tersebut. Proses belajar dipindahkan ke ruang lain yang dianggap lebih aman.


Dikatakannya, ruang kelas itu sebelumnya digunakan oleh kelas 1. Bagian bangunan yang pertama kali roboh justru berada di area teras luar, tempat siswa kerap berlalu-lalang. 


Kejadian itu berlangsung pagi hari, saat para siswa disebut sedang berkegiatan di luar kelas. Situasi tersebut secara tak langsung menyelamatkan mereka dari kemungkinan tragedi yang lebih besar.


Peristiwa ambruknya atap diduga dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Jerowaru semalaman. Kayu penyangga atap yang telah lapuk akhirnya tak mampu lagi menahan beban bangunan.


"Kayu-kayunya sudah habis lapuk. Ini benar-benar termakan usia. Sudah belasan tahun tidak pernah direnovasi," jelasnya.


Menurut informasi yang diterima pihak sekolah, kondisi bangunan yang membahayakan ini sebenarnya telah lama dilaporkan oleh guru-guru sebelumnya. Namun, laporan tersebut disebut tak pernah mendapat penanganan serius.


Pasca kejadian, pihak sekolah langsung bergerak cepat dengan membuat laporan resmi ke pemerintah kabupaten melalui pihak terkait, berharap ada perhatian segera terhadap kondisi sekolah yang dinilai sangat memprihatinkan.


Kini, siswa kelas 1 terpaksa belajar dengan sistem bergabung bersama kelas 2 secara bergantian. Situasi ini dinilai jauh dari ideal dan membuat proses belajar mengajar menjadi tidak efektif.


"Kalau begini otomatis tidak efektif. Tapi kami tidak punya pilihan demi keselamatan anak-anak," ujar Muhyi.


Dirinya sekitar dua bulan bertugas di sekolah tersebut. Dirinya melihat tak hanya satu ruang kelas yang kondisinya memprihatinkan, hampir seluruh fasilitas sekolah disebut dalam kondisi rusak berat.


Faktor tanah bergaram di wilayah Jerowaru memperparah kerusakan bangunan. Dinding sekolah mengalami keropos, kusen lapuk, hingga rangka jendela yang nyaris tak layak pakai.


"Kalau direnovasi, harus total. Hampir 80 sampai 90 persen bangunan sudah tidak layak," tegasnya.


Saat ini, jumlah siswa aktif di SDN 1 Jerowaru berkisar lebih dari 100 orang. Pihak sekolah khawatir kondisi bangunan yang rusak parah akan membuat para orang tua enggan mendaftarkan anak mereka ke sekolah tersebut, terlebih jumlah siswa beberapa sekolah sekitar terus bertambah.


Dia berharap besar kepada pemerintah agar segera turun tangan sebelum tragedi serupa benar-benar menelan korban.


Bayang-bayang ancaman bangunan rapuh kini menghantui aktivitas belajar di SDN 1 Jerowaru. Di tengah keterbatasan, para guru tetap berjuang menjaga pendidikan berjalan meski keselamatan menjadi taruhan setiap harinya.


"Paling tidak rehab berat agar guru dan siswa bisa belajar aman dan nyaman. Jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan," pungkasnya. (zaa)

Lalu Nurdin tak ingin menyerah dengan kondisi alam

 
Lalu Nurdin tak ingin menyerah dengan kondisi alam

OPSINTB.com - Hujan malam itu tak kunjung reda. Bahkan tanah pekarangan tak sanggup menghisapnya.


Malam itu hanya gelisah merebut licik tahta ketenangan. Membuat mata tak bisa terpejam seperti biasanya.


Sesekali Lalu Nurdin, menengok dari jendela. Berharap hujan segera reda, disambut pagi tiba.


Tak lama adzan subuh berkumandang. Hati semakin berkecamuk, bergetar seperti pertemuan dua insan yang saling cinta.


Matahari baru saja menampakan diri. Langkah Lalu Nurdin, gegap menuju ke sawah miliknya.


Sesampainya, sorot matanya kosong. Langkahnya goyah lunglai.


Kerutan di wajahnya menghitam. Melihat kondisi tembakaunya yang sudah layu.


Petani tembakau di Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), 3 kali gagal panen akibat cuaca tak menentu. 


Hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut menyebabkan tanaman tembakau layu hingga mati, sehingga petani mengalami kerugian mencapai juta rupiah.


"Beberapa hari ini hujannya cukup deras dan intens, cuaca tak menentu sehingga tanaman tembakau milik saya tiba-tiba layu. Kalau sudah begini kondisinya sudah tidak bisa dipanen karena pasti akan mati," terang Lalu Nurdin, saat ditemui di sawahnya, kemarin Rabu (20/5/2026).


Dia menceritakan, sudah tiga kali menanam tapi layu terus. Tak mau menyerah dirinya kembali tanam, tapi hal serupa terjadi juga.


Tapi peristiwa itu tak membuatnya menyerah. Dia terus menanam tembakau berharap ada secercah harap, minimal kembali modal.


Pada penanaman pertama dirinya mengaku mengalami kerugian lebih dari Rp 5 juta setelah tanaman tembakaunya mati diguyur hujan.


Kemudian ia menanam kembali pada penanaman kedua, ia kembali merugi lebih dari Rp 3 juta lebih karena tanaman kembali gagal tumbuh akibat guyuran hujan. 


"Ketiga kali saya menanam kembali diguyur hujan dan mati dengan kerugian mencapai lebih dari Rp 2 juta lebih,"katanya


Tanaman tembakau memang diketahui sangat rentan terhadap curah hujan tinggi. Terlebih varietas ini tidak cocok ditanam dalam kondisi tanah yang terlalu banyak air. 


Akibatnya, batang hingga akar tanaman membusuk dan menyebabkan tanaman layu hingga mati.


Sambil menunjukkan tanaman tembakaunya yang mengering, Nurdin mengatakan akar tanaman sudah membusuk sehingga tidak lagi bisa bertahan hidup.



"Ini saja sudah kering karena akarnya sudah busuk, jadi sudah tidak bisa hidup lagi," katanya.


Akibat kondisi tersebut, Nurdin memperkirakan total merugi ditaksir lebih dari Rp10 juta. Kerugian itu meliputi biaya pembelian bibit, pupuk, obat-obatan, hingga upah buruh tani di lahan seluas 35 are.


Nurdin mengaku dirinya bersama petani lainnya mulai menanam tembakau karena memperkirakan musim kemarau akan segera tiba, sesuai prediksi cuaca. 


Namun, kondisi di lapangan justru berbeda karena wilayah Lombok Timur masih sering diguyur hujan lebat.


“Biasanya bulan Mei kami sudah mulai menanam tembakau karena akan masuk musim kemarau. Tapi beberapa hari ini hujan cukup lebat, jadi di luar perkiraan,” tutup Nurdi sambil melihat tembakaunya  yang sudah mulai kusut. (zaa)

Pemprov NTB tegaskan komitmen dukung percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG)

 
Pemprov NTB tegaskan komitmen dukung percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG)

OPSINTB.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi generasi muda sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat.


Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi pelaksanaan MBG yang digelar di Hotel Lombok Raya, Mataram, pada Rabu (22/05/2026). Rapat dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, Badan Gizi Nasional (BGN), Satgas MBG, serta para mitra penyelenggara program di NTB.


Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda NTB, Fathul Gani menegaskan, Satgas MBG berfungsi sebagai fasilitator dan penghubung untuk memastikan kebijakan pemerintah pusat berjalan efektif di daerah.


“Satgas bertugas menjembatani koordinasi agar kebijakan dapat terlaksana dengan baik. Seluruh pihak diharapkan bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing serta mengoptimalkan peran unsur-unsur formal di lapangan,” ujarnya.


Menurut Fathul Gani, Program Makan Bergizi Gratis merupakan program nasional yang memerlukan kolaborasi semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah sebagai representasi pemerintah pusat di wilayahnya. Sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program ini.


Dukungan Penuh dari Pemerintah Pusat


Sementara itu, Penasihat Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Erwin Chahara Rusmana menegaskan, Program MBG adalah program strategis nasional yang berkelanjutan dan tetap menjadi prioritas pemerintah.


Erwin menjelaskan bahwa berbagai isu terkait keberlanjutan dan penyesuaian anggaran tidak akan memengaruhi pelaksanaan program inti MBG. Penyesuaian hanya dilakukan pada program pendukung, sementara anggaran operasional dapur, pengadaan makanan dan minuman, serta kebutuhan mitra tetap berjalan normal.


“Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi mikro, memperluas perputaran ekonomi di tingkat bawah, serta mendukung pemerataan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.


Erwin juga mengapresiasi capaian Provinsi NTB yang dinilai sebagai salah satu provinsi dengan perkembangan pelaksanaan MBG yang baik, berkat dukungan pemerintah daerah, mitra, dan masyarakat.


NTB Berkinerja Baik dalam Penyelenggaraan MBG


Pada kesempatan yang sama, Inspektur III Inspektorat Utama (Ittama) BGN, Rudyanto menyampaikan, NTB termasuk daerah dengan pertumbuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan dapur MBG yang cukup pesat di Indonesia.


Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan kuat Pemprov NTB serta keberanian para mitra yang ikut berpartisipasi sejak awal meski menghadapi berbagai tantangan.


Rudyanto menegaskan bahwa cakupan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis masih perlu terus diperluas mengingat jumlah peserta didik yang harus dilayani masih sangat besar, mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, hingga pondok pesantren.


Untuk mendukung keberlanjutan program, pemerintah daerah didorong memperkuat sinergi dengan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan guna memastikan ketersediaan bahan pangan yang memadai dan berkelanjutan.


“Jangan sampai ketika jumlah SPPG bertambah, kita justru mengalami kekurangan pasokan pangan. Oleh karena itu, sektor pertanian, peternakan, dan perikanan harus dipersiapkan sejak dini,” tegas Rudyanto.


Pemprov NTB Perkuat Ketahanan Pangan Lokal


Sejalan dengan itu, Pemprov NTB terus mendorong penguatan ketahanan pangan daerah melalui optimalisasi potensi lokal. Pemerintah menargetkan sedikitnya 30 persen kebutuhan pangan untuk MBG dapat dipenuhi dari produksi daerah sendiri, sehingga mengurangi ketergantungan pasokan dari luar wilayah.


Gerakan pemanfaatan lahan pekarangan juga terus digalakkan dengan melibatkan PKK, kelompok masyarakat, organisasi desa/kelurahan, hingga gerakan pramuka untuk mengembangkan komoditas pangan produktif.


Selain pertanian, pengembangan budidaya perikanan dan peternakan seperti lele, patin, dan komoditas pangan lainnya juga didorong untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.


Pemerintah juga mengingatkan seluruh pengelola dapur MBG agar mengelola anggaran negara secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran demi menjaga kualitas layanan serta memastikan manfaat program dirasakan secara optimal oleh masyarakat. (red)

22/05/26

Polres Loteng bekuk 5 tersangka narkoba, 2 di antaranya pengedar

 
Polres Loteng bekuk 5 tersangka narkoba, 2 di antaranya pengedar

OPSINTB.com - Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Lombok Tengah membekuk lima terduga pelaku penyalahgunaan narkotika di Kecamatan Praya Timur dan Jonggat. Dari tangan mereka disita 70,1 gram narkotika jenis sabu.


‘’Kelima terduga pelaku dibekuk pada hari dan waktu yang berbeda,’’ kata Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Loteng, AKP Mulyadi melalui keterangan tertulis, Jumat (22/5/2026).


Lima terduga yang ditangkap itu adalah PP, 34 tahun, MTH (28), yang berasal dari Kecamatan Praya Timur dan M (44), WA (25) serta S (36) dari Kecamatan Jonggat.


Kata Mulyadi, penangkapan pertama terjadi pada Senin (18/5) pukul 20.00 WITA, polisi membekuk PP dan MTH di Desa Sengkerang. ‘’Setelah kami geledah, tim menemukan dua klip bening diduga berisi sabu dengan berat kotor 2,83 gram, lima HP, alat hisap, dan sebendel plastik bening,’’ kata dia.


Mulyadi melanjutkan, berselang sehari kemudian atau pada Rabu (20/5) pukul 12.00 WITA, tim menangkap M, WA, dan S. Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan empat klip plastik bening diduga berisi sabu seberat 67,27 gram, sebuah dompet, alat hisap, dan sebendel plastik bening.


‘’Kedua penangkapan berawal dari informasi warga, yang kemudian kami tindak lanjuti,’’ ujarnya.


Dari hasil interogasi, dua dari lima pelaku yang ditangkap adalah pengedar. ‘’P pengedar di Praya Timur sedangkan M pengedar di Kecamatan Jonggat,’’ terang Mulyadi.


‘’Para tersangka saat ini telah mendekam di balik jeruji besi untuk penyelidikan lanjutan,’’ AKP Mulyadi. (wan)

21/05/26

Bimtek penulisan berita, upaya Pemda dorong transparansi publik

 
Bimtek penulisan berita, upaya Pemda dorong transparansi publik

OPSINTB.com - Pemda Loteng menyelenggarakan bimtek penulisan berita bagi admin perangkat daerah. Bimtek ini berlangsung di Ruang Rapat Inspektorat Loteng pada Kamis (21/5/2026), melibatkan admin perangkat daerah di lingkungan Pemda Loteng.


Bimtek ini terselenggara atas inisiasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Loteng. Pelatihan ini dibuka langsung Wabup Loteng, H Muhammad Nursiah dan Kepala Diskominfo, H Lalu Herdan.


Dalam sambutannya, Nursiah menekankan pentingnya peningkatan admin perangkat daerah dalam menyampaikan capaian program kepada masyarakat melalui media digital. ‘’Sehingga, informasi pemerintah lebih transparan dan mudah diakses publik,’’ ungkap Nursiah.


Hal ini, Nursiah melanjutkan, juga adalah bagian dari amanah Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang menjamin hak masyarakat mendapatkan informasi secara transparan.


‘’Publikasi yang rutin dan akurat akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Pemda serta mempermudah masyarakat mengikuti setiap program yang dijalankan,’’ ujarnya.


Sementara itu, Kepala Diskominfo, berharap publikasi kegiatan perangkat daerah dapat meningkat signifikan. Pihaknya, kata dia, akan terus memantau dan mendampingi perangkat daerah untuk memastikan informasi sampai ke publik, baik secara langsung maupun melalui website.


‘’Bimtek ini tak hanya memberikan kemampuan teknis menulis berita, tetapi menjadi sarana untuk menegaskan komitmen Pemda dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan publik melalui publikasi digital,’’ ucap Herdan.


Dalam prakteknya, peserta bimtek ditantang membuat konten berita menggunakan aplikasi Nubita, yang nantinya akan terintegrasi langsung dengan website masing-masing OPD. Cukup memasukkan data sesuai prinsip 5W+1H, berita dan informasi kegiatan sudah dapat tersaji secara otomatis pada website.


Hal ini akan mempermudah publik mengikuti setiap program pemerintah dengan mudah, kata Herdan.


Adapun dari hasil evaluasi Diskominfo, dari total 32 website perangkat daerah, sembilan di antaranya masih aktif dan sisanya tidak aktif. Sedangkan dari 12 website kecamatan, dua di antaranya aktif dan sisanya belum beroperasi optimal.


Sembilan website perangkat daerah yang aktif kemudian diberikan sertifikat. Seluruh OPD tersebut adalah: Dinsos, Disnakertrans, DLH, Diskominfo, Dukcapil, Dispora, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Dinas Pertanian, dan Sekretariat DPRD. Sedangkan dua kecamatan yang aktif adalah: Kecamatan Praya dan Jonggat. (wan)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama