OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

08/05/26

Kabar baik! RSUD Soedjono Selong segera hadirkan layanan cathlab

 
Kabar baik! RSUD Soedjono Selong segera hadirkan layanan cathlab

OPSINTB.com - RSUD dr R Soedjono Selong terus mematangkan persiapan pelayanan catheterization laboratory (cathlab) sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan khususnya penanganan penyakit jantung dan kasus kegawatdaruratan lainnya di Kabupaten Lombok Timur.


Dalam proses persiapan tersebut, RSUD dr R Soedjono Selong mendapat pendampingan dari RSUD Provinsi NTB sebagai rumah sakit pengampu. Pendampingan dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana prasarana, sumber daya manusia, hingga standar pelayanan cathlab dapat berjalan sesuai ketentuan dan standar pelayanan kesehatan.


Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr R Soedjono Selong, dr H Anjasmoro menyampaikan, kehadiran layanan cathlab nantinya diharapkan mampu mempercepat penanganan pasien penyakit jantung tanpa harus dirujuk ke luar daerah.


“Persiapan layanan cathlab ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Lombok Timur. Dengan adanya pendampingan dari RSUD Provinsi NTB sebagai rumah sakit pengampu, kami optimistis layanan ini dapat segera beroperasi dengan optimal,” ujarnya.


Selain mempersiapkan alat kesehatan dan ruangan pelayanan, rumah sakit juga menyiapkan tenaga medis dan tenaga pendukung yang akan bertugas dalam pelayanan cathlab. Koordinasi dan pendampingan secara intensif terus dilakukan agar seluruh tahapan berjalan sesuai target.


Sementara itu, pihak RSUD Provinsi NTB menyatakan dukungannya terhadap pengembangan layanan cathlab di RSUD dr R Soedjono Selong. Kehadiran layanan tersebut dinilai penting untuk memperluas akses pelayanan jantung bagi masyarakat di wilayah timur Pulau Lombok.


Dengan hadirnya layanan cathlab di RSUD dr R Soedjono Selong, masyarakat diharapkan nantinya dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih cepat, tepat, dan dekat dengan tempat tinggal mereka, khususnya dalam penanganan kasus-kasus kardiovaskular yang membutuhkan tindakan segera. (red)

Sukses besar! GT World Challenge Asia 2026 di Sirkuit Mandalika tembus 12.522 penonton

 
Sukses besar! Penonton GT World Challenge Asia 2026 di The Mandalika meningkat signifikan

OPSINTB.com - Ajang balap internasional GT World Challenge Asia 2026 yang berlangsung di Mandalika International Circuit pada 1–3 Mei 2026 berhasil menyedot perhatian masyarakat dan wisatawan. Tercatat, 12.522 pengunjung hadir dan menyaksikan langsung deru mobil-mobil grand tourer yang berpacu di lintasan sirkuit. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 9.000 pengunjung. Tingginya minat penonton terlihat dari padatnya area grandstand hingga paddock di sepanjang akhir pekan balapan. 


Event ini ikut menyumbang dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Berdasar data dari sejumlah hotel di kawasan The Mandalika dan sekitarnya, tingkat okupansi selama periode 1–3 Mei 2026 mencapai rata-rata 86,6 persen, dengan beberapa hotel seperti Montana, Novotel dan Bale Secha mencatat tingkat hunian hingga 100 persen. Tingginya okupansi itu memperlihatkan kontribusi event internasional mampu mendongkrak perekonomian, kuliner, transportasi, akomodasi dan aktivitas ekonomi masyarakat lokal.


Selain itu, GT World Challenge Asia 2026 turut melibatkan 402 tenaga kerja lokal dari Nusa Tenggara Barat di berbagai aspek operasional. Mulai dari tenaga pendukung, marshal, race control, hingga tim medis. Sebanyak 250 masyarakat lokal juga berpartisipasi dalam opening ceremony yang mengangkat unsur budaya dan semangat sportainment khas The Mandalika. Partisipasi ekonomi masyarakat turut terlihat melalui kehadiran 17 pelaku UMKM di kawasan sirkuit yang menyediakan berbagai produk dan kuliner selama balapan berlangsung bagi pengunjung. 


GT World Challenge Asia 2026 mendapat dukungan dari Bank Mandiri sebagai partner pengembangan sport tourism di The Mandalika. Sementara itu, ajang Krida Agya Kartini Race hadir bekerja sama dengan Pegadaian sebagai bentuk dukungan terhadap partisipasi perempuan di dunia motorsport.


Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, memaparkan keberhasilan penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 adalah bukti bahwa KEK Mandalika terus berkembang sebagai destinasi sport tourism berkelas dunia, yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan daerah. “Penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 bukan hanya menghadirkan ajang balap internasional, tapi juga memberikan multiplier effect bagi kawasan dan masyarakat sekitar. Mulai dari peningkatan kunjungan wisatawan, okupansi hotel, aktivitas UMKM, hingga penyerapan tenaga kerja lokal. Tingginya animo masyarakat selama event pun menunjukkan bahwa The Mandalika semakin kuat sebagai destinasi sportainment unggulan Indonesia yang mampu menghadirkan pengalaman motorsport kelas dunia. Ini menjadi bagian dari upaya memperkuat The Mandalika sebagai Indonesia’s Premier Sportainment Destination, ” ujar Troy.


Sementara itu, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association, Priandhi Satria, menyampaikan apresiasi atas dukungan lintas sektor yang berperan besar dalam menyukseskan event tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 di The Mandalika, mulai dari peserta balap, pemerintah, aparat keamanan, media, hingga masyarakat yang hadir meramaikan event ini. Dengan sinergi yang kuat, kami optimis The Mandalika akan terus berkembang sebagai salah satu destinasi motorsport unggulan di kawasan Asia,” ujarnya.


Priandhi juga mengapresiasi partisipasi berbagai tim balap, termasuk dari kategori supporting race seperti Krida Agya Kartini Race, Superstar Sportscar Series, Subaru BRZ Super Series, dan Radical Time Attack. Kehadiran berbagai kelas balapan tersebut dinilai memperkaya pengalaman motorsport di The Mandalika sekaligus menarik minat penonton dari berbagai kalangan.


Keberhasilan GT World Challenge Asia 2026 turut didukung kolaborasi lintas sektor bersama aparat keamanan, regulator, pemerintah daerah, serta berbagai institusi pendukung operasional kawasan dan event internasional. Dukungan itu menjadi bagian penting dalam memastikan penyelenggaraan acara berjalan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh peserta maupun pengunjung.


GT World Challenge Asia 2026 di The Mandalika kian menegaskan posisi Mandalika International Circuit sebagai salah satu venue motorsport strategis di kawasan Asia, yang mampu menghadirkan balapan grand tourer bertaraf internasional dengan standar penyelenggaraan kelas dunia. Kehadiran tim dan pembalap internasional, dukungan penonton yang tinggi, serta atmosfer balapan yang kompetitif menjadi bukti bahwa The Mandalika terus berkembang sebagai destinasi unggulan untuk penyelenggaraan event motorsport internasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di peta sport tourism dunia. (red)

Seksi IDP luncurkan desain publikasi MTQ XXXI NTB 2026

 
Seksi IDP luncurkan desain publikasi MTQ XXXI NTB 2026

OPSINTB.com - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bersama Bagian Humas dan Protokol Sekretariat DPRD Loteng selaku penanggung jawab Seksi Informasi, Dokumentasi, dan Publikasi (IDP) MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026 resmi meluncurkan desain spanduk, baliho, dan flyer media sosial untuk mendukung publikasi pelaksanaan MTQ yang akan digelar pada 9-15 Juni 2026 di Loteng.


Peluncuran desain publikasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat syiar dan gaung pelaksanaan MTQ XXXI NTB agar semakin dikenal luas oleh masyarakat. Desain baliho dan spanduk yang telah disiapkan dapat diakses secara terbuka melalui tautan https://bit.ly/Baliho_MTQ_2026.


Kepala Diskominfo Loteng, H Lalu Herdan, berharap agar seluruh elemen masyarakat ikut berpartisipasi mempromosikan pelaksanaan MTQ XXXI NTB 2026.


‘’Kami sudah menyiapkan materi baliho, spanduk, dan flyer media sosial yang dapat diakses oleh semua pihak sebagai bahan publikasi agar syiar MTQ pada Juni mendatang semakin besar,’’ ujarnya.


Ia juga mengajak seluruh instansi pemerintah, lembaga, komunitas, hingga masyarakat umum untuk turut memasang baliho dan spanduk di lingkungan masing-masing serta membagikan flyer melalui media sosial sebagai bentuk dukungan menyukseskan MTQ XXXI NTB di Loteng.


Melalui keterlibatan berbagai pihak dalam penyebarluasan informasi dan publikasi, diharapkan pelaksanaan MTQ XXXI NTB 2026 di Loteng dapat berlangsung meriah, sukses, dan memberikan dampak positif bagi syiar Islam serta promosi daerah.

Komisi III DPRD Loteng: Taman Biao harus bebas dari parkir truk ekspedisi

 
Komisi III DPRD Loteng: Taman Biao harus bebas dari parkir truk ekspedisi

OPSINTB.com - Komisi III DPRD Loteng meminta Pemda Loteng khususnya Dinas Perhubungan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menertibkan Taman Biao, Kecamatan Praya dari parkir truk ekspedisi.


Kecelakaan truk ekspedisi bermuatan puluhan ton jagung pada Rabu (6/5) karena rem blong, yang menyebabkan sopir menabrakkan truk ke papan reklame untuk berhenti darurat membuka mata banyak orang bahwa Taman Biao bisa menjadi area rawan.


‘’Apalagi di sana kawasan pendidikan, bahaya bagi para pelajar jika ini tidak dirapikan. Pemprov NTB dan Pemda Loteng harus koordinasi, karena itu jalan provinsi dan juga kabupaten,’’ kata Sekretaris Komisi III DPRD Loteng, Ki Agus Azhar, Jumat (8/6/2026).


Ia menilai penataan jalur di lokasi tersebut wajib dilakukan untuk mengurangi kemacetan dan resiko kecelakaan, seperti insiden truk ekspedisi kemarin.


Menurut eks Kepala Desa Barabali itu, kondisi ini diperparah juga dengan ketiadaan traffic light, yang menyebabkan arus kendaraan sering kacau.


‘’Untuk itu, truk tidak boleh parkir di sana, karena akan mempersempit jalur,’’ katanya.


Ia menambahkan, penataan jalur Taman Biao sangat penting, sebab lokasi ini menjadi pintu gerbang utama masuk Kota Praya. ‘’Itu (Taman Biao) sekaligus citra kabupaten,’’ ucapnya.


Seorang pengusaha transportasi Loteng, Nasrullah, menyayangkan sikap Pemda yang acuh terhadap kondisi lalu lintas di Biao. Ia mengibaratkan Biao seperti Pasar Senen, yang penuh dengan truk parkir setiap hari.


‘’Polisi jaga saja tidak ada,’’ geramnya.


Menurut dia, ruwetnya lalu lintas di Bundaran Biao disebabkan arus kendaraan dari wilayah barat (Praya) ke timur, yang bertemu kendaraan dari arah Kopang yang masuk Kota Praya, sebab memakai satu jalur. Ditambah lagi truk ekspedisi sering parkir di bahu jalan, sehingga menyebabkan jalur menyempit.


‘’Saya tidak mengerti kenapa truk-truk itu diperbolehkan parkir di sana,’’ keluh Nasrullah.


Posisi jalur lingkar Biao disebutnya juga sangat vital. Sebab, menjadi jalur truk ekspedisi dari Pelabuhan Kayangan, yang menuju Lembar atau Mataram.


Sebagai informasi, Taman Biao merupakan salah satu ikon Kota Praya. Jalur sekelilingnya juga sekaligus menjadi pintu masuk ke Kota Praya dan sebagai jalur penting mobilitas kendaraan antar kabupaten. (wan)

Bupati Iron himbau warga hemat listrik dari pukul 18.00 sampai 21.00 Wita

 
Bupati Iron himbau warga hemat listrik dari pukul 18.00 sampai 21.00 Wita

OPSINTB.com - Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin mengimbau agar masyarakat mengurangi penggunaan listrik pada jam-jam tertentu. Himbauan ini menyusul adanya gangguan mesin listrik di Jeranjang yang saat ini sedang dalam proses perbaikan.


Himbauan tersebut disampaikan setelah adanya diskusi antara Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dengan pihak PLN terkait upaya menjaga kestabilan pasokan listrik selama masa perbaikan berlangsung.


"Karena itu, himbauan saya berdasarkan diskusi dengan pihak PLN adalah agar masyarakat mengurangi penggunaan daya listrik, terutama pada pukul 18.00 sampai 21.00 Wita," ucap H Iron, Kamis (7/5/2026).


Menurutnya, efesiensi penggunaan listrik pada jam-jam sibuk tersebut akan sangat membantu agar pemadaman tidak meluas dan pasokan listrik tetap dapat terjaga secara merata.


H Iron juga menyampaikan bahwa gangguan yang terjadi berasal dari salah satu mesin listrik di Jeranjang yang mulai diperbaiki sejak Senin lalu. Ia meminta masyarakat tidak panik apabila terjadi pemadaman listrik di sejumlah wilayah di Lombok Timur.


"Kalau ada pemadaman, masyarakat tidak usah panik karena pemadamannya tidak lama, mungkin hanya sekitar setengah jam sampai satu jam," katanya.


Ia menegaskan bahwa pemadaman yang terjadi bersifat sementara dan tidak akan berlangsung lama seperti pemadaman pada masa lalu yang bisa mencapai berjam-jam.


Selain itu, masyarakat juga diminta melakukan langkah antisipasi, seperti menyiapkan alat penerangan alternatif maupun genset apabila diperlukan.


"Masyarakat kami harapkan maklum dan bersabar karena ini semata-mata untuk memperbaiki alat yang mengalami kerusakan," pungkasnya. (zaa).

07/05/26

Tren penyebarang kasus HIV di Lotim mengkhawatirkan

 
Tren penyebarang kasus HIV di Lotim mengkhawatirkan

OPSINTB.com - Tren penyebaran virus HIV/AIDS di wilayah kerja Puskesmas Selong, Lombok Timur memasuki fase yang mengkhawatirkan. Penyakit menular ini sebelumnya didominasi kelompok pekerja luar daerah, namun kini mulai menyasar usia produktif hingga remaja. 


Maraknya penularan ini ditengarai akibat maraknya praktik prostitusi daring melalui aplikasi online. Bahaya laten virus satu ini tengah mengintai di Gumi Patuh Karya.


Kepala Puskesmas Selong, Baiq Lilik Setiawati mengungkapkan, pada triwulan pertama tahun 2026 pihaknya telah menemukan satu kasus baru HIV. Padahal, target yang diharapkan tahun ini adalah nihil kasus baru.


"Jadi target nol itu sudah pecah, karena tahun 2025 ada dua orang," ucap Lilik saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (7/5/2026).


Berdasarkan data kumulatif, saat ini terdapat 16 penderita HIV yang berada dalam pembinaan pihak puskesmas. Sebagian di antaranya bukan warga asli Selong, namun tetap memilih menjalani pengobatan dan koordinasi di puskesmas tersebut karena merasa nyaman dengan pelayanan serta jaminan kerahasiaan pasien.


Menurut Lilik, pola penularan HIV kini mengalami pergeseran. Jika sebelumnya banyak ditemukan pada warga yang memiliki riwayat bekerja di luar daerah, kini penularan justru mulai banyak terjadi di kalangan usia sekolah melalui interaksi di dunia maya.


"Sekarang penyebarannya sudah mulai beranjak ke usia-usia muda. Informasi yang kita dapatkan dari penderita, pemicunya dari online. Jadi pemesanan-pemesanan itu lewat online," terangnya.


Menurutnya, pelajar tingkat SMA menjadi kelompok yang cukup rentan. Hal itu dilatarbelakangi gaya hidup yang semakin bebas.


Hal itu terbukti dengan kasus baru diketahui setelah penderita mengalami gejala Infeksi Saluran Kemih (ISK).



Sebagai langkah pencegahan, Puskesmas Selong memperkuat edukasi dan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Para siswa diberikan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, batasan tubuh, serta risiko perilaku seks bebas.


Selain HIV/AIDS, pihak puskesmas juga mencatat tingginya angka kasus sifilis atau yang dikenal masyarakat sebagai raja singa. 


Kata Baiq Lilik, penyakit ini berbeda dengan HIV. Sifilis, paparbya, masih dapat disembuhkan secara total apabila penderita menjalani pengobatan rutin dan teratur.


Untuk menjangkau kelompok berisiko, pihak puskesmas rutin menggelar pemeriksaan kesehatan di ruang publik, termasuk di taman kota Selong.


"Kami punya program sekali sebulan pemeriksaan di taman kota Selong. Kami turun untuk menyasar kelompok berisiko, termasuk pemeriksaan infeksi lainnya,"terangnya


Terkait penanganan terhadap 16 penderita HIV yang masuk dalam daftar pembinaan, pihak puskesmas menegaskan tidak menerapkan karantina seperti pada masa pandemi COVID-19.


Penanganan lebih difokuskan pada pendampingan, edukasi, serta upaya memutus rantai penularan.


"Penanganannya tidak ada karantina karena ini masalah privasi, tidak boleh dipublikasikan. Alhamdulillah mereka proaktif, sehingga kita terus berikan edukasi agar tidak menyebarkan lagi ke orang lain. Kita juga minta mereka berterus terang kepada pasangan masing-masing," pungkasnya. (zaa)

Damkartan Loteng bakal tambah pos di setiap kecamatan

 
inas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Lombok Tengah (Loteng) bakal menambah pos pemadam di masing-masing kecamatan.

OPSINTB.com - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Lombok Tengah (Loteng) bakal menambah pos pemadam di masing-masing kecamatan. Penambahan tersebut sebagai tindakan responsif ketika terjadi musibah kebakaran.


‘’Idealnya 12 pos. Satu kecamatan satu pos,’’ kata Kepala Dinas Damkartan Loteng, Supardan saat dikonfirmasi pada Kamis (7/5/2026).


Ia mengatakan, sampai saat ini Damkartan masih mengandalkan empat pos. Di antaranya: Pos Kuta di ITDC, Pos Praya Timur, Pos Batukliang, dan Pos Jonggat. Sementara armada yang tersedia hanya berjumlah tujuh unit.


Dengan keterbatasan tersebut, satu pos bisa mengampu beberapa kecamatan. Sebagai contoh, Pos Praya Timur mengampu Kecamatan Praya Tengah dan Janapria.


‘’Syaratnya satu pos itu dua armada sebenarnya, tetapi kita baru punya tujuh ini,’’ imbuhnya.


Selain keterbatasan armada, Damkartan juga masih mengalami keterbatasan personel. Hanya saja untuk masalah personel, Damkartan merekrut dan melatih relawan di masing-masing kecamatan.


‘’Idealnya satu pos 18 personel. Itu belum terpenuhi, tapi kita latih relawan dan masyarakat. 12 kecamatan itu, insyaallah kita rekrut relawan,’’ ujarnya.


Sebagai informasi, kasus kebakaran di Loteng menjadi yang tertinggi dari 10 kabupaten/kota di NTB. Sampai Mei 2026 saja, kasus kebakaran sudah mencapai 87 kasus.


Dengan kasus terbanyak di Kecamatan Pujut dan Praya Timur. Untuk di Kecamatan Pujut, kasus banyak disebabkan oleh para petani yang membuka lahan dengan cara membakar.


‘’Kalau di Praya Timur kita dapat banyak laporan kebakaran open tembakau,’’ terang Supardan.


Selain akan menambah pos, sebagai langkah antisipasi terhadap serangan api, Damkartan juga rutin melakukan sosialisasi. Terutama kepada para petani yang sedang membuka lahan.


‘’Terutama daerah selatan. Para petani yang membuka lahan untuk tanam jagung,’’ tandasnya. (wan)

Dunia usaha dan mitra nyatakan dukungan terhadap pendidikan inklusif di Loteng

 
Dunia usaha dan mitra nyatakan dukungan terhadap pendidikan inklusif di Loteng
OPSINTB.com - Pemkab Lombok Tengah (Loteng) melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar diskusi lanjutan dalam mendukung pendidikan inklusif bebasis data.

Diskusi bertema ‘’Dukungan CSR untuk Pendidikan Inklusif Berbasis Data Kabupaten Lombok Tengah’’ dilakukan di Ruang Rapat Setda Loteng pada Rabu (6/5/2026).

‘’Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara Pemda, dunia usaha, dan mitra untuk memperkuat dukungan terhadap pendidikan inklusif di Loteng,’’ kata perwakilan Bapperida Loteng, Lalu Winarna.

Menurutnya, kegiatan ini bertujuan menggalang partisipasi masyarakat dalam menyelesaikan persoalan putus sekolah yang masih menjadi tantangan Pemda.

Dengan demikian, Winarna berharap, dukungan terhadap pendidikan inklusif akan semakin kuat, sehingga seluruh anak termasuk yang berkebutuhan khusus bisa memperoleh pendidikan yang layak dan sesuai kebutuhannya.

Asisten I Setda Loteng, Lalu Muliawan, mengatakan Pemkab sepenuhnya mendukung pendidikan inklusif, khususnya dengan penyediaan alat bantu, peningkatan aksesibilitas, dan penguatan kapasitas guru berkebutuhan khusus.

‘’Langkah ini sangat penting untuk memastikan anak-anak berkebutuhan khusus memperoleh layanan pendidikan yang optimal dan sesuai kebutuhan mereka,’’ ujar Muliawan.

Kata dia, anak-anak dengan hambatan fungsional beresiko semakin termarjinalkan dalam pendidikan tanpa dukungan memadai.

Sementara itu, Kabid SD Disdik Loteng, H Jumadi, menjabarkan hasil temuan Program Profil Belajar Siswa (PBS). Dari 9 ribu anak yang telah mengikuti proses skrining awal di berbagai jenjang pendidikan (TK-SMA), ada sekitar 5 ribu anak yang memiliki hambatan fungsional dalam belajar.

Adapun dari hasil skrining lanjutan, sekitar 600 anak membutuhkan intervensi segera. ‘’Agar mereka memperoleh layanan pendidikan sesuai kebutuhan mereka,’’ ucap Jumadi.

Menindaklanjuti temuan tersebut, CSR yang hadir seperti di antaranya: RS Adikarsa mendukung melalui skema UHC. Adapun PDAM Loteng melakukan pendampingan melalui Tulus Angen Community. Selanjutnya ITDC telah memiliki Mandalika Children Learning Center (MCLC). Serta Baznas melalui Program Tastura Peduli.

Dengan diskusi lanjutan itu, akan terbangun sinergi lintas sektor yang semakin kuat dalam menghadirkan pendidikan inklusif yang adil dan responsif terhadap kebutuhan seluruh anak Loteng. (iwn)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama