OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

03/09/26

TK Avicenna boyong dua juara di lomba gerak jalan tingkat kecamatan

 
TK Avicenna boyong dua juara di lomba gerak jalan tingkat kecamatan

OPSINTB.com - TK Avicenna Institute Songak, ukir prestasi membagakan. Bagaimana tidak, dua gelar juara berhasil diamankan sekaligus pada gerak jalan tingkat PAUD tingkat Kecamatan Sakra. 


Masing-masing juara I kategori putri dan juara III kategori putra. Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi para guru dan tenaga pendidik TK Avicenna yang mengusung motto Lincah, Kreatif, dan Bahagia.


Dalam perlombaan yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut, penampilan siswa-siswi TK Avicenna mampu menyedot perhatian warga. Dengan penuh semangat, anak-anak tampil lincah dan kompak saat menyusuri rute lomba.


Antusiasme warga yang menyaksikan dari sepanjang jalan pun semakin menambah semangat para peserta didik. Meski masih berusia dini, mereka mampu menunjukkan kekompakan dan keberanian tampil di hadapan masyarakat.


Kepala TK Avicenna Institute Songak, Sakiah, mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari semangat dan antusiasme anak didiknya selama menjalani persiapan. Latihan dilakukan cukup lama sebelum pelaksanaan lomba.


“Alhamdulillah, TK Avicenna Institute Songak mendapatkan juara I putri dan juara III putra dalam lomba gerak jalan tingkat PAUD se-Kecamatan Sakra dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-81,” katanya, Rabu (2/9/2026)


Menurut Sakiah, prestasi tersebut merupakan buah dari kerja keras para guru dalam membimbing anak-anak. Semangat peserta didik yang mau belajar dan mengikuti setiap proses latihan juga menjadi kunci keberhasilan.


Dia pun memberikan apresiasi kepada seluruh anak didik dan guru yang telah bekerja keras mempersiapkan penampilan tersebut.


“Terima kasih anak-anak hebat TK Avicenna dan para guru yang telah membimbing generasi emas anak bangsa. Berkat kegigihan anak didik, kami bisa hadir di panggung ini. Semua berkat kerja keras dan keikhlasan para guru serta semangat anak-anak yang mau belajar,” ujarnya.


Sakiah berharap prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan sesaat. Namun, dapat menjadi motivasi bagi peserta didik untuk terus berani tampil, belajar, berkarya dan mengembangkan potensi sejak usia dini.


Lomba gerak jalan tingkat PAUD sendiri menjadi salah satu agenda rutin yang digelar setiap Agustus untuk menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan RI. Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menanamkan semangat kebersamaan, kedisiplinan dan cinta tanah air kepada anak-anak sejak dini. (kin)

02/09/26

Dikes Lombok Timur kejar kelengkapan 14 jenis Nakes

 
Dikes Lombok Timur kejar kelengkapan 14 jenis Nakes

OPSINTB.com - Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Timur, memastikan ketersediaan tenaga kesehatan (Nakes) di Puskesmas Sakra Timur saat ini telah memenuhi standar minimal, baik dari sisi jenis maupun jumlah tenaga kesehatan.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, H Lalu Aries Fahrozi mengatakan, pemenuhan tenaga kesehatan tersebut menjadi salah satu persyaratan penting agar puskesmas dapat menjalankan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.


“Sejauh ini ketersediaan jumlah tenaga kesehatan di Puskesmas Sakra Timur sudah memenuhi unsur standar minimal, baik dari sisi jenis maupun jumlah,” ujar Lalu Aries Fahrozi, Rabu (2/9/2026). 


Selain tenaga kesehatan, pihaknya juga memastikan ketersediaan alat kesehatan di Puskesmas Sakara Timur telah memenuhi persyaratan. Seluruh fasilitas dan alat kesehatan tersebut telah dilakukan visitasi dan datanya dimasukkan ke dalam sistem sebagai dasar pemenuhan standar pelayanan.


Menurutnya, saat ini Dinas Kesehatan masih mengacu pada Permenkes Nomor 19 Tahun 2024 terkait standar tenaga kesehatan di puskesmas. Dalam aturan tersebut terdapat 14 jenis tenaga kesehatan yang secara bertahap harus dipenuhi.


“Yang belum ada di sini seperti psikolog klinis, fisioterapi, kemudian ada beberapa lagi. Kita akan lengkapi sesuai dengan Permenkes 19 Tahun 2024,” jelasnya.


Untuk tenaga dokter, Aries menyebut Puskesmas Sakara Timur telah memenuhi standar minimal dengan memiliki sedikitnya dua dokter.


Namun, jika mengacu pada standar pelayanan BPJS, kebutuhan dokter masih cukup besar. Dengan ketentuan satu dokter melayani sekitar 5 ribupenduduk, jumlah dokter yang ideal tentu harus disesuaikan dengan jumlah penduduk yang menjadi sasaran pelayanan.


“Kalau mengacu kepada standar BPJS, satu dokter melayani 5 ribu penduduk, tentu kita masih kurang. Kalau mau sesuai standar 1 berbanding 5 ribu, mungkin kita membutuhkan empat atau lima dokter,” katanya.


Meski demikian, Dinkes Lombok Timur memilih memenuhi standar minimal terlebih dahulu agar pelayanan dapat berjalan dan kerja sama dengan BPJS Kesehatan dapat diproses.


Aries menjelaskan, setelah memperoleh izin operasional, Puskesmas Sakra Timur akan menjalankan pelayanan terlebih dahulu selama minimal tiga bulan. Setelah itu, puskesmas dapat mengajukan proses akreditasi.


“Kalau setelah izin operasional keluar, secara paralel kita lakukan layanan. Minimal tiga bulan, setelah tiga bulan baru boleh mengajukan akreditasi,” ujarnya.


Puskesmas Sakara Timur ditargetkan mulai memberikan pelayanan pada September 2026. Dengan demikian, sekitar November 2026 masa operasional tiga bulan tersebut diharapkan telah terpenuhi dan proses akreditasi dapat diajukan.


“Insyaallah bulan November sudah tiga bulan, kita ajukan akreditasi. Insyaallah bulan Desember hasil akreditasi bisa keluar,” jelas Aries.


Setelah proses akreditasi selesai, Dikes Lombok Timur juga akan mengajukan kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Targetnya, kerja sama tersebut dapat terealisasi pada Desember 2026 sehingga pada Januari 2027 Puskesmas Sakra Timur sudah dapat melayani peserta BPJS.


Dengan beroperasinya puskesmas tersebut, masyarakat dari empat desa yang selama ini mendapatkan layanan di Puskesmas Lepak diharapkan dapat dialihkan atau dimigrasikan ke Puskesmas Sakra Timur.


“Harapannya awal 2027 sudah bisa bekerja sama dengan BPJS, sehingga nanti penduduk dari empat desa itu bisa kita migrasikan ke sini. Sementara ini masih mendapatkan layanan di Puskesmas Lepak,” pungkasnya. (zaa)

Wamen Fahri Hamzah khawatir warga Sade bangun rumah adat secara mandiri

 
Wamen Fahri Hamzah khawatir warga Sade bangun rumah adat secara mandiri

OPSINTB.com - Rencana warga Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng) yang akan mulai membangun rumah adat mulai besok pagi mendapat perhatian khusus Wakil Menteri Perumahan Fahri Hamzah.


Menurut dia, pembangunan bisa menjadi masalah karena infrastruktur belum ditangani. Dalam artian, Fahri melanjutkan, fasilitas dasar atau prasarana publik seperti jalan, saluran air, dan jaringan listrik belum diperbaiki pemerintah.


Sebab, ia tak mau Desa Sade dibangun hanya untuk sesaat. ''Kita mau ini (Sade, red) selamanya. Makanya kami akan kerjasama dengan Pemda untuk mengatasi persoalan jangka pendek,'' kata Wamen Fahri di sela kunjungannya ke Sade, Rabu siang (2/9/2026).


Oleh sebab itu, pihaknya akan menunggu tim dari Universitas Mataram (Unram) mempresentasikan hasil desainnya, yang kemudian nanti akan dibahas dengan lintas kementerian.


Kendati demikian, ia mempersilakan warga membangun artshop masing-masing agar kebutuhan dasar dan perekonomian kembali hidup.


''Yang merupakan kebutuhan-kebutuhan dasar, yang punya dagangan dan sebagainya tetap harus berdagang. Kita juga tidak bisa melarang,'' ujarnya.


Di balik itu, Fahri tetap khawatir jika warga kekeh membangun rumah adat secara mandiri. Sebab, kata dia, bentuk asli bisa hilang, keamanan, keindahan, dan kebersihan tidak tercapai jika infrastruktur dasar belum diselesaikan.


''Sehingga nanti desa ini nanti hanya menjadi desa biasa. Kita tetap maunya desa ini bahkan lebih baik dari yang lalu, sehingga kunjungan wisata akan jauh lebih banyak dan tertarik datang ke sini,'' papar Fahri.


Sementara itu, Bupati Loteng, H Lalu Pathul Bahri mengatakan, penanaman tiang sebagai penanda dimulainya pembangunan rumah adat besok sesuai hari baik menurut kepercayaan warga Sade.


''Ini mengambil hari barokah, yang sudah dihitung oleh leluhur dan orang tua yang ilmunya sampai di trah (masyarakat Sade saat ini, red) ini,'' jelas Pathul.


Kata Pathul, rumah adat Sade sendiri belum akan dibangun secara menyeluruh. Pihaknya masih menunggu desain, yang dalam waktu dekat akan selesai kemudian didiskusikan secara menyeluruh.


Adapun dalam catatan terbaru yang dikeluarkan Pemda Loteng, kebakaran Desa Adat Sade mengakibatkan 8 Lumbung Alang, 69 artshop, 1 bale beleq, 1 gerbang adat, 1 lumbung gamelan, 75 rumah, 1 masjid, 4 berugak sekenem, dan 6 berugak sekepat hangus terbakar.


''Jumlah KK 75, dengan jumlah penduduk lebih kurang 300 jiwa,'' tutup Bupati. (iwn)

01/09/26

Resmikan Puskesmas Sakra Timur senilai Rp 12 Miliar, Bupati Iron: Nakes yang tidak melayani dengan baik akan dipindah ke Sambelia

 
Resmikan Puskesmas Sakra Timur senilai Rp 12 Miliar, Bupati Iron: Nakes yang tidak melayani dengan baik akan dipindah ke Sambelia

OPSINTB.com - Puskesmas Sakra Timur resmi beroperasi. Peresmian gedung senilai Rp 12 miliar itu menambah fasilitas kesehatan di Lombok Timur. 


Peresmian gedung yang berada di Desa Gelanggang, Kecamatan Sakra Timur itu dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah yakni Bupati Lombok Timur, Kepala Dinas Perizinan, Kepala Dinas Pertanian, Direktur Utama RSUD dr R Soedjono Selong, Direktur Utama RS Keruak, Direktur Utama RS Labuhan Haji, Direktur Utama RS Selaparang, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Selong, Kepala Puskesmas Lepak, Kepala Puskesmas Sakra Timur, Forkopimcam, para kepala desa, serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda setempat.


Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin menegaskan, pembangunan gedung yang megah bukan menjadi tujuan akhir. Tapi yang paling penting ialah manfaat dan pelayanan terbaik bagi masyarakat. 


"Saya meminta seluruh tenaga kesehatan, mulai dari dokter, bidan, perawat, kepala puskesmas hingga jajaran lainnya, memberikan pelayanan yang ramah, cepat dan humanis," kata Bupati Iron dalam sambutannya, Selasa (1/9/2026). 


Menurutnya, masyarakat yang datang ke puskesmas tidak hanya membutuhkan obat, tetapi juga perhatian dan kepedulian dari petugas kesehatan. 


Mereka, kata dia, ingin mendapatkan sapaan, teguran, dan pelayanan. Begitu juga orang tua yang datang dalam kondisi sakit, mereka membutuhkan perhatian dan tindakan yang cepat.


Bupati Iron juga mengingatkan petugas kesehatan agar tidak mempersulit masyarakat dalam mendapatkan pelayanan hanya karena persoalan administrasi BPJS Kesehatan.


"Layani dulu, urusan BPJS belakangan. Jangan masyarakat yang sedang sakit justru dipersulit dengan pertanyaan BPJS-nya mana," tegasnya.


Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus berupaya memenuhi kewajiban pembayaran BPJS Kesehatan. Menurutnya, beban anggaran yang harus disiapkan pemerintah daerah untuk BPJS terus meningkat setiap tahun.


Bupati Iron menyebut pada 2021 pembayaran BPJS lebih dari Rp 22 miliar, kemudian sekitar Rp 30 miliar pada 2022. Pada 2023 membayar senilai Rp 28,7 miliar, sementara tahun 2024 sudah mulai tinggi karena ada tuntutan UHC dan lainnya sehingga menbayar menjadi sekitar Rp 87 miliar, pada 2025 kita membayar Rp 88 miliar.


Bahkan, kata dia, pemerintah daerah saat ini menghadapi kebutuhan pembayaran sekitar Rp125 miliar kepada BPJS Kesehatan.


"Pemerintah capek mencari uang, melakukan efisiensi segala macam, supaya Rp 125 miliar ini bisa kita berikan kepada BPJS, agar masyarakat bisa dirawat dengan gampang menggunakan BPJS," katanya.


Karena itu, ia meminta seluruh jajaran kesehatan memahami bahwa jabatan yang diemban pada hakikatnya merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat.


"Kita mau jadi bupati, kepala dinas, camat, kapolsek, kepala BPJS Kesehatan dan sebagainya, hakikatnya adalah pelayan masyarakat," tegasnya.


Ia menekankan, pemerintah bukanlah penguasa yang harus dilayani masyarakat. Sebaliknya, pemerintah hadir untuk memberikan pelayanan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.


"Bupati itu pelayan masyarakat. Camat pelayan masyarakat, kepala desa juga pelayan masyarakat. Masyarakat adalah yang paling utama untuk kita perhatikan," ujarnya.


Bupati Iron juga menegaskan jika petugas kesehat macam-macam dalam melayani. Masyarakat diminta lapor dan langsung Whatsapp dirinya.


"Kalau betul petugas itu, tidak baik, tidak cepat melayani buat kesulitan masyarakat, wajib, orang itu pindah ke Sambelia,"tuturnya


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur H. L. Aries Fahrozi mengatakan keberadaan Puskesmas Sakra Timur diharapkan dapat membagi beban pelayanan yang selama ini ditangani Puskesmas Lepak.


"Beban Puskesmas Lepak sudah terbagi sekarang ke Puskesmas Sakra Timur. Harapan kita tentu kualitas layanan kesehatan di Puskesmas yang ada di Sakra Timur ini semakin baik, semakin bermutu," bebernya


Ia menegaskan pelayanan kesehatan harus mengedepankan sikap ramah, humanis, senyum, sapa, sopan santun dan kesabaran.


Menurut Aries, hal tersebut menjadi arahan Bupati Lombok Timur dalam setiap pengarahan kepada jajaran kesehatan agar memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.


Ia menyebut pembangunan Puskesmas Sakra Timur telah lama didambakan masyarakat. Dengan diresmikannya gedung tersebut, pihaknya berharap pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Sakra Timur semakin optimal.


Aries juga menyampaikan bahwa Puskesmas Sakra Timur akan dipersiapkan untuk menjalani proses akreditasi dalam tiga bulan ke depan.


"Insyaallah, kami rencanakan puskesmas ini akan diakreditasi pada bulan Desember 2026," ujarnya.


Ia menjelaskan, salah satu persyaratan akreditasi adalah puskesmas telah memberikan pelayanan minimal selama tiga bulan. Dengan demikian, pelayanan yang dimulai pada September, Oktober dan November akan menjadi dasar untuk pengajuan akreditasi pada Desember 2026.


Setelah proses akreditasi selesai, Puskesmas Sakra Timur ditargetkan dapat bekerja sama dengan BPJS Kesehatan pada awal 2027.


"Insyaallah pada Januari 2027, Puskesmas Sakra Timur bisa bekerja sama dengan BPJS dan kemudian bisa mandiri sepenuhnya sebagai puskesmas yang memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, khususnya di empat desa," Pungkasnya. 


Usai penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita, bupati bersama sejumlah tamu undangan meninjau langsung kondisi gedung Sakra Timur. (zaa)

SMPN 1 Keruak borong gelar juara gerak jalan tingkat Kabupaten Lombok Timur

 
SMPN 1 Keruak borong gelar juara gerak jalan tingkat Kabupaten Lombok Timur

OPSINTB.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa-siswi SMPN 1 Keruak. Kali ini, melalui tim gerak jalan putra dan putri, sekolah tersebut berhasil mengharumkan nama sekolah dengan meraih Juara umum tingkat Kabupaten Lombok Timur, pada lomba gerak jalan yang digelar Pemerintah Daerah dalam rangka memeriahkan dan menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026.


Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa siswa-siswi SMPN 1 Keruak memiliki kemampuan, semangat, serta daya saing yang tinggi, tidak hanya di tingkat Kecamatan, tetapi juga mampu menunjukkan kualitas terbaiknya di tingkat Kabupaten.


Sebelumnya, tim gerak jalan SMPN 1 Keruak telah membuktikan kemampuan mereka dengan menjadi juara umum di tingkat Kecamatan dengan memboyong 6 piala juara 1 dan 6 piala juara 2 dari 12 mata lomba yang diikuti. Prestasi tersebut kemudian kembali dipertahankan bahkan ditingkatkan dengan keberhasilan meraih posisi tertinggi pada kompetisi tingkat Kabupaten Lombok Timur.


Dalam ajang tersebut, tim gerak jalan SMPN 1 Keruak mampu bersaing dengan puluhan peserta dari berbagai sekolah negeri maupun sekolah favorit di Kabupaten Lombok Timur. Dengan kekompakan, kedisiplinan, ketepatan gerakan, serta semangat juang yang tinggi, tim putra dan putri SMPN 1 Keruak akhirnya berhasil membawa pulang piala Juara I.


Kepala SMPN 1 Keruak, Hj Sopiatun menyebut bahwa prestasi tersebut tentunya tidak diraih secara instan. Berbagai persiapan dan latihan dilakukan secara intensif oleh para siswa di bawah bimbingan pelatih dan pembina. Dukungan penuh dari pihak sekolah juga menjadi salah satu faktor penting di balik keberhasilan tersebut.


“Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membawa kita menjadi juara, mulai dari semua guru, pelatih dan pembina serta dukungan dari Alumni SMPN 1 Keruak,“ ujarnya, Selasa (1/9/2026).


Sopiatun juga mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian yang berhasil diraih oleh para siswa, sehingga mengharumkan nama sekolah.


“Meski berhasil meraih hasil terbaik, kami tidak ingin terlena dan berbesar hati secara berlebihan. Keberhasilan tersebut justru menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas siswa dan mengembangkan potensi mereka di berbagai bidang,“ jelasnya.


Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan (Wakasis), Sapril NM menyampaikan ucapan syukur yang mendalam karena perjuangan dan proses panjang yang dilalui membutuhkan hasil.


“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan merasa bangga atas torehan prestasi ini. Semua lelah dan peluh sudah terobati dengan rasa bangga dan bahagia nama sekolah kami disebut dalam pengumuman pemenang lomba gerak jalan indah tingkat Kabupaten Lombok Timur,” ungkapnya.


Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh anggota tim, pelatih, pembina, serta dukungan dari berbagai pihak yang telah memberikan motivasi kepada para siswa selama menjalani proses latihan hingga mengikuti perlombaan.


“Kami berharap keberhasilan tim gerak jalan ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh siswa SMPN 1 Keruak untuk terus berusaha, disiplin, dan berani mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Prestasi ini juga tidak terlepas dari pembinaan di sekolah melalui 25 ekstrakurikuler yang tersedia,“ katanya.


Sapril menambahkan, prestasi di bidang non akademik tersebut juga menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat, kemampuan, kedisiplinan, kerja sama, serta karakter.


**“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berjuang dan mendukung kegiatan-kegiatan akademik maupun nonakademik di SMPN 1 Keruak, khususnya kepala sekolah,” tambahnya.


Sedangkan koordinator lomba, Ikhwanuddin percaya bahwa hasil yang diperoleh merupakan bentuk keseriusan sekolah, dalam mendukung segala bentuk kegiatan lomba, baik dari persiapan sampai pelaksanaan. Semangat dan kegigihan siswa juga sangat berperan dalam mewujudkan prestasi untuk sekolah.


“Keberhasilan tim gerak jalan putra dan putri SMPN 1 Keruak diharapkan menjadi momentum untuk meraih prestasi lainnya. Dengan semangat kebersamaan dan dukungan seluruh keluarga besar sekolah, SMPN 1 Keruak optimistis dapat terus mencetak generasi-generasi berprestasi yang mampu mengharumkan nama sekolah, Kecamatan Keruak, hingga Kabupaten Lombok Timur,“ tandasnya.


Iwan juga menegaskan bahwa prestasi bukan hanya tentang sebuah piala, melainkan menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, kekompakan, dan semangat pantang menyerah mampu membawa siswa-siswi SMPN 1 Keruak menuju puncak prestasi. (red)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama