OPSINTB.com - Progres pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Kabupaten Lombok Timur, sudah menunjukan perkembangan yang signifikan.
Hingga bulan Mei ini pembangunan sudah mencapai 127 titik, 3 di antaranya sudah rampung atau 100 persen. Ketiga lokasi itu yakni di Bagek Payung, Lendang Nangka, dan satu lagi di Sukaraja.
"Hari ini akan diverifikasi, ditinjau dan dicek kesesuaian antara gambar dan spek dengan yang kita kerjakan oleh Tim Agrinas," ucap Komandan Kodim 1615/Lombok Timur, Letkol Inf Eky Anderson kepada opsintb.com, ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (12/5/2026).
Selain tiga titik yang rampung sepenuhnya, progres pembangunan di sejumlah lokasi lainnya juga terus berjalan. Di beberapa lokasi sudah mencapai 91 sampai 99 persen terdapat di dua titik, 81 sampai 90 persen sebanyak tiga titik, 71 sampai 80 persen sebanyak 10 titik, 61 sampai 70 persen sebanyak delapan titik.
Selanjutnya 51 sampai 60 persen sebanyak 12 titik, 41 sampai 50 persen sebanyak 17 titik, 31 sampai 40 persen sebanyak 19 titik, 21 sampai 30 persen sebanyak 16 titik, 11 persen 20 persen sebanyak 12 titik, dan progres 10 persen sebanyak 25 titik.
Eky Anderson menjelaskan, seluruh pembangunan tahap pertama sebanyak 127 titik ditargetkan selesai pada akhir Juli 2026 ini. Sedangkan target tersebut ditetapkan sebelum pidato kenegaraan pertanggungjawaban Presiden kepada MPR RI pada Agustus mendatang.
"Target tiap-tiap Kodim telah ditentukan dari atas. Jadi akhir Juli itu harus sudah selesai semuanya, 100 persen," katanya.
Presiden, terang dia, bakal melaporkan kesiapan KDKMP secara nasional dalam laporan pertanggungjawaban kepada MPR. Sementara untuk sisa 127 desa lainnya akan masuk dalam pembangunan tahap kedua setelah Juli.
Dalam pelaksanaannya, Kodim menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait klasifikasi lahan yang harus memenuhi syarat tertentu. Salah satu syarat utama adalah luas lahan minimal 1.000 meter persegi atau 10 are.
Selain itu, lokasi pembangunan harus strategis dan tidak berada di tengah sawah maupun di kawasan terpencil seperti puncak bukit atau hutan karena bangunan tersebut diproyeksikan sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Karena ini bangunan komersial, diharapkan terjadi transaksi jual beli yang merangsang pertumbuhan ekonomi. Jadi kalau dibangun di tengah sawah atau di atas bukit, siapa yang mau belanja di situ,” jelasnya.
Syarat lainnya, desa tersebut minimal memiliki 500 kepala keluarga. Namun berdasarkan data yang dimiliki Kodim, seluruh desa di Lombok Timur sudah memenuhi syarat tersebut.
Lahan yang digunakan juga harus berstatus clear and clean, artinya tidak membutuhkan proses penggalian maupun pengurukan karena tidak tersedia anggaran khusus untuk pekerjaan tersebut.
"Kami sampaikan kepada kepala desa agar secara swadaya mengajak masyarakat meratakan tanahnya karena kami tidak memiliki kemampuan untuk meratakan cut ataupun fill. Kalau tanahnya sudah rata dan luasnya cukup, Kodim langsung segera eksekusi pembangunan," ujarnya.
Selain itu, lahan pembangunan harus merupakan milik negara. Baik milik desa, pemerintah daerah, pemerintah provinsi, kementerian, maupun lembaga negara lainnya.
Tanah milik pribadi atau yang masih bersengketa, ucapnya, tidak diperbolehkan digunakan. Hal ini menurutnya, yang menyebabkan belum total 254 desa itu memiliki lahan.
Jika desa tidak memiliki lahan, pemerintah memberikan beberapa opsi, salah satunya melalui mekanisme tukar guling tanah desa. Namun proses tersebut membutuhkan appraisal atau penaksiran aset yang biayanya mencapai sekitar Rp 60 juta per lokasi.
Menurut Eky, proses appraisal dilakukan ditingkat pemerintah daerah melalui bagian aset dan Badan Pertanahan Nasional (BPN), tanpa perlu persetujuan DPRD.
Sementara terkait biaya pembangunan, ia menegaskan tidak ada angka pasti untuk setiap titik karena seluruh biaya tergantung kondisi lokasi masing-masing desa.
"Setiap titik berbeda, tiap daerah berbeda, tergantung lokasi dan jarak sumber material. Tapi kita ditetapkan pagu maksimal, artinya maksimal segini dan tidak boleh lebih," pungkasnya. (zaa)






follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami