OPSINTB.com - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, H Abdul Mu'ti, meresmikan Rumah Sakit Ummat PKU Muhammadiyah Lombok Timur yang berlokasi di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Minggu (17/5/2026).
Peresmian tersebut turut dihadiri dan di dampingi orang nomer 1 di Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal serta Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, Muhammad Juaini Taofik.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menilai Muhammadiyah memiliki kekuatan besar dalam membangun berbagai amal usaha termasuk fasilitas kesehatan. Semua itu, kata dia, berkat semangat voluntarisme atau kesukarelaan yang kuat.
"Muhammadiyah itu kalau membangun sesuatu tidak perlu uang, melainkan cuma perlu modal niat," ucap Iqbal.
Ia menjelaskan, sejak awal berdiri, Muhammadiyah dikenal memiliki akar gerakan sosial berbasis pengabdian. Menurutnya, karakter tersebut membuat berbagai proyek besar dapat diselesaikan dalam waktu relatif cepat.
Sebagai alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ucapnya, dirinya mengaku memahami bagaimana ekosistem besar organisasi tersebut tumbuh dengan semangat kolektif dan tekad kuat.
Mantan Duta Besar Indonesia untuk Turki itu juga menyinggung kontribusi besar akademisi Muhammadiyah di dunia pendidikan tinggi. Menurutnya, banyak pengajar berkualitas dari persyarikatan yang berkiprah di berbagai universitas ternama.
Di sektor kesehatan, Iqbal mencontohkan keberhasilan pengelolaan Rumah Sakit Mutiara Sukma, dinilainya memiliki manajemen keuangan terbaik di antara lima rumah sakit milik Pemerintah Provinsi NTB.
"Fasilitas medis milik pemprov berjumlah lima unit dan yang terbaik dari segi manajemen pengelolaan keuangan adalah Mutiara Sukma," ungkapnya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, optimistis Rumah Sakit Ummat PKU Muhammadiyah Lombok Timur dapat berkembang pesat dengan dukungan manajemen yang baik serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga Kecamatan Sikur dan sekitarnya.
Iqbal menegaskan bahwa fasilitas kesehatan Muhammadiyah selama ini dikenal memiliki pelayanan profesional dan berintegritas tinggi. Ia berharap kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan Muhammadiyah dapat terus dijaga.
"Aspek trust atau tingkat kepercayaan umat yang sangat tinggi merupakan modal paling mahal dan tidak berwujud. Mudah-mudahan kita tetap bisa menjaga ketat seluruh bentuk kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat selama ini," terangnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Abdul Mu'ti, dalam sambutannya memaparkan bahwa rumah sakit dibangun sebagai salah satu bukti jika Muhammadiyah sudah berniat sulit dihentikan.
"Kadang bedanya tipis antara niat dan nekat. Rancangan 100 miliar, mulainya 100 juta, tapi selesai juga,” ujarnya
Ia menegaskan, Muhammadiyah kini mengembangkan sistem yang kuat membantu yang lemah. Rumah sakit di Lombok Utara dan Lombok Timur adalah contohnya.
Bantuan alat, ambulance, hingga pendampingan terus dilakukan agar layanan kesehatan menjangkau masyarakat yang sulit mengakses fasilitas.
Dia memaparkan, Muhammadiyah kini memiliki 127 rumah sakit, pabrik infus sendiri, dan kapal rumah sakit terapung untuk menjangkau pulau-pulau terpencil. Ke depan, organisasi kelahiran 1912 itu berencana mengembangkan pabrik obat agar biaya layanan kesehatan bisa lebih terjangkau.
Ia berharap rumah sakit baru di Lombok Timur ini bisa menjadi tempat masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang baik. Dalam kesempatan itu dirinya mengingatkan, membangun budaya sehat jauh lebih penting daripada sekadar menambah jumlah rumah sakit.
“Hampir semua doa kita itu minta sehat. Kalau mau hidup sehat, perhatikan apa yang kamu makan. Karena semua makanan itu akan bercerita pada tubuh kita,” tutupnya. (zaa)





follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami