OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

02/10/26

Antisipasi gesekan konflik pilkades, Kapolres Lombok Timur siagakan pengamanan di 157 desa

 
Antisipasi gesekan konflik pilkades, Kapolres Lombok Timur siagakan pengamanan di 157 desa

OPSINTB.com - Kepolisian Resor (Polres) Lombok Timur menyiapkan sekitar 700 personel untuk mengamankan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Januari 2027 mendatang.


Kapolres Lombok Timur, AKBP Ariakta Gagah Nugraha mengatakan, persiapan pengamanan telah dilakukan sejak dini melalui berbagai langkah preemtif dan preventif, termasuk kegiatan sambang desa serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


"Polres Lombok Timur bersama seluruh Polsek jajaran juga melaksanakan kegiatan pemolisian masyarakat (Polmas), terutama di desa-desa yang akan menyelenggarakan Pilkades," ucapnya kepada opsintbcom diruang kerjanya, Jumat (2/10/2026).


Langkah itu sebutnya, merupakan tindak lanjut dari atensi Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB). Di Lotim, paparnya, tercatat sebanyak 157 desa akan melaksanakan Pilkades. 


Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, Polres Lombok Timur telah melakukan pemetaan terhadap desa-desa berdasarkan tingkat kerawanan konflik, mulai dari kategori tinggi, sedang, hingga rendah.


Menurut Ariakta, desa yang memiliki riwayat konflik atau berpotensi mengalami gesekan antar kelompok akan mendapatkan perhatian dan pengamanan lebih intensif.


"Pola pengamanan akan berpatokan pada potensi konflik yang ada. Desa yang memiliki riwayat konflik atau potensi kerawanan tinggi akan mendapatkan perhatian khusus, termasuk penempatan personel lebih banyak dibandingkan desa lainnya," jelasnya.


Pengamanan nantinya dilakukan secara bertahap, mulai dari tahapan sebelum pemungutan suara, saat pelaksanaan, hingga setelah pilkades. Polres Lombok Timur juga akan bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas).


Selain itu, Polres Lombok Timur telah melakukan sosialisasi kepada para calon kepala desa. Ke depan, kepolisian juga berencana menggelar deklarasi damai yang akan diikuti seluruh peserta Pilkades sebagai upaya mencegah konflik dan menjaga persatuan masyarakat.


Untuk mendukung pelaksanaan pengamanan, Polres Lombok Timur juga telah mengajukan permintaan bantuan personel kepada Polda NTB. Sementara itu, jumlah personel TNI yang akan dilibatkan masih menunggu pendataan lebih lanjut.


Ariakta menegaskan, pemetaan tingkat kerawanan merupakan bagian dari strategi internal kepolisian untuk menentukan kebutuhan pengamanan di setiap desa. 


Ia menyebutkan bahwa penilaian tersebut tidak dimaksudkan untuk memberikan stigma terhadap desa tertentu, melainkan sebagai langkah antisipasi agar seluruh tahapan Pilkades berjalan aman.


Kapolres juga mengimbau masyarakat Lombok Timur agar bersama-sama menjaga suasana kondusif selama proses demokrasi berlangsung.


Ia berharap Pilkades 2027 dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk memilih pemimpin desa yang mampu membawa kemajuan dan pembangunan, tanpa menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.


"Kami mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Lombok Timur agar bersama-sama menyukseskan pesta demokrasi ini dengan baik, menjunjung tinggi kekeluargaan dan kebersamaan. Jangan sampai Pilkades justru memecah persaudaraan yang selama ini sudah terjalin," tutupnya. (zaa)

Tahun 2026 janda di Lombok Timur meningkat, terbanyak istri gugat cerai suami

 
Tahun 2026 janda di Lombok Timur meningkat, terbanyak istri gugat cerai suami

OPSINTB.com - Angka perceraian di Lombok Timur meningkat. Per tanggal 30 September 2026 Pengadilan Agama (PA) Selong, mencatat 1.527 perkara. 


Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Selong, Irwan Rosayadi memaparkan, angka perceraian terdiri dari 315 perkara talak dan 1.212 perkara cerai gugat.


"Talak merupakan perkara perceraian yang diajukan oleh pihak suami, sedangkan cerai gugat diajukan oleh pihak istri," terang Irwan Rosayadi, Jumat (2/10/2026). 


Berdasarkan data tersebut, jumlah perkara cerai gugat yang dikemukakan istri masih jauh lebih tinggi dibandingkan cerai talak yang diajukan suami. Jika dibandingkan dengan data sepanjang 2025, jumlah perkara cerai talak pada 2026 juga mengalami peningkatan. 


Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 290 perkara cerai talak, sedangkan pada 2026 jumlahnya telah mencapai 315 perkara, meskipun tahun ini belum berakhir.


Sementara itu, perkara cerai gugat pada 2025 tercatat sebanyak 1.224 perkara. Hingga 30 September 2026, jumlahnya mencapai 1.212 perkara atau hanya terpaut 12 perkara dari total sepanjang tahun sebelumnya.


Irwan mengungkapkan, salah satu faktor utama yang melatarbelakangi perceraian di Lombok Timur adalah perselisihan dan pertengkaran yang terjadi secara terus-menerus.


Berdasarkan data yang disampaikan, terdapat 576 perkara yang berkaitan dengan perselisihan dan pertengkaran terus-menerus. Selain itu, sebanyak 482 perkara disebabkan oleh salah satu pihak yang meninggalkan pihak lainnya.


Sementara itu, perkara perceraian yang berkaitan dengan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tercatat sebanyak 4 perkara, sedangkan faktor ekonomi tercatat sebanyak dua perkara.


Menurut Irwan, persoalan perselingkuhan dalam rumah tangga umumnya tercakup dalam kategori perselisihan dan pertengkaran terus-menerus. Kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan persoalan lain, termasuk ketidakbertanggungjawaban suami dalam memenuhi kebutuhan nafkah keluarga.


"Perselingkuhan biasanya masuk dalam kategori perselisihan dan pertengkaran terus-menerus karena hal itu yang kemudian memicu pertengkaran antara pasangan," jelasnya.


Ia menambahkan, persoalan ekonomi dalam rumah tangga juga terkadang berkaitan dengan tidak terpenuhinya nafkah lahir, sehingga memicu konflik berkepanjangan antara suami dan istri.


Perbandingan data 2025 dan 2026 menunjukkan bahwa jumlah perkara cerai talak hingga September 2026 telah melampaui total perkara sepanjang tahun sebelumnya. Adapun jumlah cerai gugat hingga September 2026 sudah mendekati angka keseluruhan pada 2025.


Dengan masih tersisanya tiga bulan pada 2026, jumlah perkara perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama Selong masih berpotensi bertambah hingga akhir tahun. (zaa)

Mendikdasmen dan Bank NTB Syariah perkuat sinergi layanan keuangan ASN

 
Mendikdasmen dan Bank NTB Syariah perkuat sinergi layanan keuangan ASN

OPSINTB.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu'ti, menerima langsung audiensi jajaran PT Bank NTB Syariah dalam rangka memperkuat sinergi dan koordinasi terkait peningkatan layanan transaksi keuangan bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).


Audiensi tersebut dihadiri Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah Agus Suhendro dan Direktur Keuangan & Operasional Bank NTB Syariah Ajar Susanto Broto. Pertemuan yang berlangsung di Jakarta, 1 Oktober 2026, itu membahas penguatan layanan perbankan bagi guru dan tenaga kependidikan, khususnya di Provinsi NTB.


Bank NTB Syariah sebelumnya telah diberikan kepercayaan untuk mengelola rekening gaji dan tunjangan sertifikasi sebanyak 54.395 guru di Provinsi NTB. Kepercayaan tersebut menjadi salah satu landasan bagi perseroan untuk terus mengoptimalkan layanan transaksi keuangan bagi guru dan tenaga kependidikan. 


Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah, Agus Suhendro, mengatakan audiensi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan Kemendikdasmen, khususnya dalam meningkatkan layanan perbankan bagi ASN di sektor pendidikan.


“Kami berharap sinergi ini dapat terus diperkuat sehingga layanan perbankan bagi guru dan tenaga kependidikan di Nusa Tenggara Barat semakin optimal dan mampu memberikan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan transaksi keuangan,” ujar Agus.


Sementara itu, Direktur Keuangan & Operasional Bank NTB Syariah, Ajar Susanto Broto, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas layanan transaksi menjadi bagian penting dari komitmen Bank NTB Syariah dalam memberikan pengalaman layanan yang semakin mudah dan sesuai dengan kebutuhan nasabah.


Audiensi tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi Bank NTB Syariah dengan Kemendikdasmen sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan layanan perbankan bagi guru dan tenaga kependidikan di Provinsi NTB. (red)

Dorong pembelajaran digital, dosen Universitas Cordova latih guru SMKN 1 Brang Ene

 

Dorong pembelajaran digital, dosen Universitas Cordova latih guru SMKN 1 Brang Ene

OPSINTB.com - Transformasi pembelajaran digital tidak cukup hanya dengan mengenalkanteknologi. Guru juga perlu dibekali kemampuan untuk merancang bahan ajar, mengembangkan media pembelajaran, dan menerapkannya secara langsung. Upaya tersebut dilakukan dosen FakultasKeguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Cordova melalui pelatihan pengembangan E-modul berbasis Problem Based Learning (PBL) dan LMS Google Sites bagi guru SMKN 1 Brang Ene, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.


Kegiatan bertajuk “Penguatan Kompetensi Guru SMKN 1 Brang Ene melalui Pengembangan E-Modul Berbasis PBL dan LMS Google Sites untuk Pembelajaran Berkelanjutan” dilaksanakan pada 11–12 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan dengan penerapan dan pendampingan hingga akhir tahun2026.

 

Dari Pelatihan Menjadi Produk Pembelajaran


Kegiatan PKM yang dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Cordova tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi. Guru diarahkan untuk menghasilkan produk pembelajaran yang dapat digunakandalam kegiatan belajar mengajar. Tim PKM yang terdiri atas Hamdani, S. Pd., M. Pd.; Sopan Hidayat, S. Pd., M. Ed.; dan Rizka Donny Agung Saputra, S. Pd., M. Pd., merancang kegiatan dalam dua sesiyang saling berkaitan.


Pada 11 Agustus 2026, guru mendapatkan pelatihan pengembangan e-modul berbasis PBL. Guru diperkenalkan pada konsep e-modul, penyusunan materi, perancangan aktivitas pembelajaran, sertapenerapan pendekatan berbasis masalah. Sementara itu, pada 12 Agustus 2026, pelatihan dilanjutkandengan pengembangan dan pemanfaatan Google Sites sebagai ruang pembelajaran digital. Dengan pola tersebut, guru tidak hanya belajar menggunakan teknologi, tetapi juga belajar bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran.


Limbah Pertanian Menjadi Sumber Belajar


Salah satu produk yang dikembangkan dalam kegiatan tersebut adalah E-modul berbasis PBL dengan topik pembuatan pupuk kompos dari limbah pertanian. Pemilihan topik ini tidak terlepas darikeberadaan berbagai potensi dan permasalahan lingkungan di sekitar peserta didik. Limbah pertanianyang selama ini dipandang sebagai sisa kegiatan produksi dapat diangkat menjadi permasalahanpembelajaran.


Melalui e-modul tersebut, peserta didik diarahkan untuk mengenali permasalahan limbah pertanian, memahami potensi pemanfaatannya, melakukan penyelidikan, serta mempelajari proses pembuatanpupuk kompos. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajarmelalui permasalahan yang dekat dengan kehidupan mereka. Pembelajaran kemudian tidak berhentipada pemahaman konsep. Peserta didik juga diarahkan untuk berpikir kritis, mencari informasi, memecahkan masalah, dan merumuskan solusi berdasarkan kondisi lingkungan sekitar.


Menghubungkan E-Modul dengan LMS Google Sites


E-modul yang telah dikembangkan kemudian diintegrasikan dengan LMS Google Sites. Platform tersebut dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran digital untuk mengorganisasi bahan ajar dan aktivitas pembelajaran. Guru berlatih menyusun halaman pembelajaran, memasukkan bahan ajar, mengintegrasikan e-modul, serta menata aktivitas pembelajaran agar dapat diakses secara lebihterstruktur.


Integrasi ini menjadi bagian penting dalam kegiatan karena produk yang dihasilkan tidak berhentisebagai dokumen digital. E-modul ditempatkan dalam lingkungan pembelajaran digital sehingga guru memiliki pengalaman dalam menghubungkan bahan ajar, model pembelajaran, teknologi, dan aktivitasbelajar dalam satu kesatuan.

 

Pendampingan Berlanjut hingga Akhir 2026


Setelah pelatihan selesai, kegiatan tidak berhenti pada dua hari pelaksanaan. Tim PKM melanjutkanPenerapan dan pendampingan terhadap guru hingga akhir tahun 2026. Pendampingan diarahkan untukmembantu guru menerapkan produk yang telah dikembangkan, melakukan perbaikan, sertamenyesuaikan e-modul dan LMS Google Sites dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah.


Tahap pendampingan menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa pengetahuan dan keterampilanyang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam praktik. Guru juga memiliki kesempatanuntuk mengembangkan produk pembelajaran lainnya berdasarkan mata pelajaran dan karakteristikpeserta didik yang mereka hadapi. Dengan demikian, pelatihan tidak hanya menghasilkan sebuahproduk, tetapi juga membuka ruang bagi proses pengembangan dan penyempurnaan berkelanjutan.

 

Teknologi Bukan Sekadar Perangkat


Penggunaan teknologi dalam pembelajaran pada akhirnya bukan sekadar persoalan menggunakan aplikasi. Teknologi akan memberikan manfaat ketika digunakan untuk mendukung tujuan pembelajaran, membantu peserta didik memahami materi, menghadirkan permasalahan nyata, sertamemberikan ruang bagi mereka untuk aktif dalam proses belajar.


Melalui kegiatan PKM ini, pengembangan e-modul berbasis PBL dipadukan dengan LMS GoogleSites untuk membangun pengalaman pembelajaran yang lebih kontekstual dan terorganisasi. Temalimbah pertanian dan pembuatan pupuk kompos juga menunjukkan bahwa lingkungan sekitar dapat menjadi sumber belajar yang relevan. Permasalahan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari dapat diolah menjadi bagian dari proses pembelajaran.

 

Kolaborasi untuk Pembelajaran Berkelanjutan


Kegiatan PKM Universitas Cordova di SMKN 1 Brang Ene menjadi bagian dari upaya memperkuathubungan antara perguruan tinggi dan sekolah. Perguruan tinggi dapat memberikan dukungan berupapengetahuan, inovasi, dan pendampingan. Sementara itu, sekolah menjadi ruang untuk menguji, menerapkan, dan mengembangkan inovasi tersebut sesuai kebutuhan pembelajaran.


Pendampingan yang berlangsung hingga akhir 2026 diharapkan dapat memberikan ruang bagi guru untuk terus menyempurnakan produk yang telah dikembangkan. Lebih dari sekadar menghasilkan e-modul dan ruang pembelajaran digital, kegiatan ini diarahkan untuk membangun pengalaman bahwainovasi pembelajaran membutuhkan proses: dirancang, dicoba, diterapkan, dievaluasi, dan dikembangkan kembali.

 

Ending


Transformasi pembelajaran digital tidak selesai ketika pelatihan berakhir. Justru setelah pelatihan, proses penerapan dan pengembangan dimulai. Melalui e-modul berbasis PBL, LMS Google Sites, sertapendampingan berkelanjutan hingga akhir 2026, guru SMKN 1 Brang Ene memiliki ruang untuk terusmengembangkan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi sekaligus berangkat dari persoalannyata di lingkungan sekitar. Ketika teknologi bertemu dengan masalah nyata di sekitar peserta didik, pembelajaran tidak hanya menjadi lebih digital, tetapi juga lebih kontekstual dan bermakna.

 

Penulis:

Hamdani, S. Pd., M. Pd.

Sopan Hidayat, S. Pd., M. Ed.

Rizka Donny Agung Saputra, S. Pd., M. Pd.

Dosen FKIP Universitas Cordova

MotoGP terasa semakin biasa saja

 

MotoGP terasa semakin biasa saja

OPSINTB.com - Tak seperti pertama kali digelar, perhelatah MotoGP terasa biasa saja. Tidak ada riuh, baik soal tiket nonton langsung apalagi berkaitan dengan penginapan. 


Padahal jika dilihat dari jadwal para rider bakal mengaspal kurang dari dua minggu lagi. Tapi, susananya biasa saja. 


Hanya palyer yang bergentayangan di sosial media. Mulai dari bakal menghadirkan band papan atas, hingga artis lokal sekelas Gazali Alba 05 namun tetap saja tak ada riuh.


Padahal sirkuit ini salah satu lokasi balap dengan view terindah yang awalnya digadang-gadang dapat menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Nampaknya belum terwujud. 


Di Lotim misalnya, hingga saat ini okupansi hotel menjelang perhelatan MotoGP sangat minim. 


Dihubungi opsintb.com, salah satu pelaku wisata asal Tetebatu, Kusma Adnan, mengakui perhelatan balap tersebut tak berpengaruh, khususnya di wisata Tetebatu.  


"Biasa saja, yang rame hotel-hotel di seputaran Mataram dan Kute," kata pria yang karib disapa Uncle Kus ini, saat dihubungi opsintb.com via WhatsApp, Jumat (02/10/2026). 


Dia berujar, tak hanya penginapan tapi juga bookingan akomodasi masih minim, hanya mereka deket dengan lokasi saja yang mendapati dampak. Lotim, disebutnya kemungkinan hanya wilayah selatan dan seputaran Selong. 


Dia berpendapat, effect MotoGP tetap ada namun tak sebesar tahun 2021 saat kali pertama digelar. Waktu itu, ucapnya, tingkat pemesanan hunian membeludak sampai tak tertampung. 


"Tapi makin kesini, biasa-biasa saja," ucapnya. 


Dikatakannya, perlu digaris bawahi riusnya MotoGP bukan lantaran kedatangan turis, tapi para penggemar mayoritas domestik. 


Bahkan, sebutnya, banyak dari turis tidak tahu kalau di Kute ada sirkuit. Kondisi ini disebutnya wajar, lantaran mereka datang memiliki fokus yang lain. 


"Karena ini event, sudah ada fans masing-masing," tandasnya. (kin)

01/10/26

Bupati tegur keras PDAM Lotim: Jangan cuma sedot air, rawat sumber dan layani rakyat!

 
Bupati tegur keras PDAM Lotim: Jangan cuma sedot air, rawat sumber dan layani rakyat!

OPSINTB.com - Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin melontarkan teguran keras kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur. Ia meminta perusahaan daerah tersebut tidak hanya sibuk memanfaatkan sumber mata air untuk memenuhi kebutuhan pelayanan, tetapi juga wajib menjaga kelestarian sumber air dan memperhatikan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.


Pesan tersebut disampaikan Bupati dalam Rapat Koordinasi Pemanfaatan Aset dan Sumber Mata Air, Kamis (1/10/2026).


Bupati menegaskan, keberadaan sumber mata air tidak boleh dipandang sebatas aset yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pelayanan PDAM. 


Katanya, sumber air harus dirawat agar keberlangsungannya tetap terjamin, terutama menghadapi ancaman kekeringan dan penurunan debit pada musim kemarau.


"Kalau ada sumber-sumber air yang sudah kita miliki di beberapa tempat itu, tetap anda lakukan reboisasi," tegas Haerul Warisin.


Ia meminta PDAM melakukan penghijauan di sekitar sumber mata air dengan menanam pohon yang mampu menyimpan dan mengikat air. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga debit air agar tidak terus menurun.


"Tanami dengan tanaman yang menghasilkan air, yang bisa menyimpan air," katanya. 


Bupati juga menyoroti hubungan PDAM dengan masyarakat yang tinggal di sekitar sumber mata air. Menurutnya, masyarakat tidak boleh hanya menjadi pihak yang melihat sumber air di wilayah mereka dimanfaatkan, sementara manfaat sosial yang mereka rasakan minim.


Karena itu, PDAM diminta mengalokasikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk masyarakat sekitar sumber air.


"Termasuk anda pelihara juga masyarakat yang ada di sekitar sumber air. Berikan juga CSR di situ. Sekali setahun kah, misalnya, sehingga mereka merasa terayomi," ungkapnya.


Menurut Bupati, perhatian kepada masyarakat sekitar merupakan bagian penting dari menjaga keberlangsungan pengelolaan sumber air. Kesungguhan PDAM tidak hanya ditunjukkan melalui pengambilan dan distribusi air, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar sumber.


Di tengah persoalan berkurangnya debit air yang berdampak pada pelayanan masyarakat, Bupati juga meminta Direktur Utama PDAM Lombok Timur menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada pelanggan.


Permintaan maaf tersebut, kata Bupati, harus disertai penjelasan yang jelas mengenai kondisi yang terjadi sehingga masyarakat memahami penyebab terganggunya pelayanan air bersih.


Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak hanya menerima dampak dari buruknya pelayanan, tetapi juga mendapatkan informasi yang transparan mengenai kondisi sumber air dan upaya yang sedang dilakukan PDAM.


Direktur Utama PDAM Lombok Timur Sopyan Hakim sebelumnya melaporkan kurangnya debit air di sejumlah mata air sumber PDAM akibat kemarau panjang. 


Akan tetapi lanjutnya, pihaknya berupaya melakukan rekayasa jaringan sehingga dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Selong dan sekitarnya walaupun tidak seperti pada kondisi normal.


Selain itu PDAM juga menyiapkan dua tanki air untuk didistribusikan ke wilayah selatan yang mengalami kekurangan air, memanfaatkan dua mobil tanki yang dimiliki. 


"Saya berharap Pemda dapat menambah mobil tanki sebab kondisi unit yang tersedia saat ini sudah berusia lebih dari 20 tahun," bebernya. 


PDAM memiliki sumber air di tiga zona meliputi utara, tengah, dan selatan. Sejumlah sumber air mengalami penurunan debit, sementara lainnya dalam kondisi stabil. 


"Kami tengah berupaya mencari sumber-sumber air yang stabil sehingga dapat memberikan pelayanan optimal. Terlebih saat ini daftar tunggu masyarakat yang mengajukan layanan PDAM tak kurang dari dua ribu kepala keluarga," pungkasnya. (red)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama