OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

24/08/26

Tinggalkan bahan tradisional, Pemkab Loteng rencana rombak rumah Adat Sade pakai material tahan api

 
Tinggalkan bahan tradisional, Pemkab Loteng rencana rombak rumah Adat Sade pakai material tahan api

OPSINTB.com - Pemkab Lombok Tengah (Loteng) berencana mengganti ciri khas rumah-rumah Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut dari yang biasanya beratap alang-alang dan berdinding pagar bambu ke bahan-bahan yang tak mudah terbakar.


''Kalau kemarin rumah itu dibuat dari alang-alang, ke depan perlu didiskusikan agar tidak terdampak dan terjadi hal-hal yang seperti ini, yang menyeluruh dalam hitungan menit,'' kata Bupati Loteng, H Lalu Pathul Bahri, Senin (24/8/2026).


Rencana itu, Pathul melanjutkan, harus didiskusikan dengan para budayawan, ahli, dan tokoh adat.


''Perlu kita diskusikan dengan mereka apakah kita pertahankan atap ilalang dengan konsekuensi seperti ini atau kita ganti dengan yang lebih modern,'' imbuhnya.


Kebakaran Desa Adat Sade menyebabkan 120 rumah beserta art shop, masjid, dan museum hanya menyisakan puing-puing. Pemda sendiri masih menghitung jumlah kerugian.


''Belum bisa dihitung ya. Nanti kami bersama teman-teman menghitung lebih jauh supaya tidak begitu jauh miss-nya,'' ujarnya.


Terkait rencana perubahan ciri khas rumah adat itu, seorang warga Adat Sade 1 bernama Bagi menyatakan sepenuhnya menyerahkan keputusan tersebut kepada Pemda dan Kepala Adat.


''Kami ikut saja bagaimana baiknya. Kami warga Desa Adat Sade di sini kompak,'' ucap Bagi.


Disinggung terkait biaya yang dihabiskan untuk membangun sebuah rumah adat, Bagi menjelaskan tak mempermasalahkan biaya, tetapi masalahnya alang-alang kini sulit didapat.


''Berapapun biayanya, kami siap. Tapi, bahan-bahan seperti ilalang sekarang jarang sekali. Kadang kita pesan dulu ke desa tetangga. Itupun kalau dapat,'' terangnya.


Pantauan opsintb.com di lokasi, dapur umum dari Kodim 1620/Loteng sudah mulai beroperasi di depan kantor desa setempat. Mereka dibantu para mahasiswa Poltekpar Lombok.


Sementara itu, di lokasi kebakaran tim dari kepolisian sudah melakukan olah TKP dan memasang garis polisi di titik pertama kemunculan api. (iwn)

DPRD Lombok Timur minta Dishub lebih serius tindak truk lebih tonase

 
DPRD Lombok Timur minta Dishub lebih serius tindak truk lebih tonase

OPSINTB.com - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur, Nurhasanah, menyoroti masih banyaknya truk pengangkut material yang melintas dengan muatan melebihi kapasitas atau tonase yang telah ditentukan.


Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan infrastruktur jalan di sejumlah desa cepat mengalami kerusakan. Bahkan, perbaikan jalan yang dilakukan pemerintah dinilai tidak akan bertahan lama jika kendaraan dengan muatan berlebih terus melintas.


"Di desa-desa ini, seberapa pun diperbaiki oleh pemerintah, tetap dilalui tonase yang berat, melebihi tonase. Kalau kualitas jalan betul-betul diperhatikan, memang ada ketentuan nanti dari DPRD sebagai bentuk perbaikan infrastruktur yang paten," kata Nurhasanah, Senin, (24/8/2026).


Ia mengatakan, berdasarkan kondisi di lapangan, masih ditemukan truk yang kapasitas muatannya tidak sesuai dengan ketentuan. Karena itu, DPRD mendorong pemerintah daerah meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan angkutan, khususnya truk yang membawa material.


Nurhasanah menyebut pihaknya sebelumnya telah melakukan rapat kerja bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan untuk mendorong pengawasan serta penertiban truk yang melintas dengan tonase berlebih.


"Kita sudah pernah rapat kerja dengan Satpol PP. Kita juga dorong perhubungan untuk mengawasi dan mengontrol terkait truk-truk yang tidak sesuai tonase yang lewat," ujarnya.


Ia berharap pengawasan di lapangan dapat dilakukan secara lebih serius. Menurutnya, penertiban kendaraan dengan muatan berlebih penting dilakukan agar anggaran pemerintah untuk pembangunan dan perbaikan jalan tidak sia-sia.


Nurhasanah juga mengatakan pihaknya berencana kembali mendorong persoalan tersebut dalam pembahasan anggaran. Hal itu dinilai penting untuk memperkuat pengawasan terhadap kendaraan berat yang melintas di wilayah Lombok Timur.


"Insya Allah nanti akan kita bahas, apalagi sekarang sedang ada pembahasan anggaran. Ini akan kita sampaikan dalam rapat kerja komisi untuk tetap mendorong hal tersebut karena kalau kita tidak betul-betul mengawasi, akan sangat berdampak terhadap kualitas jalan," bebernya


Terkait kewenangan penindakan, Nurhasanah mengatakan Dinas Perhubungan memiliki kewenangan untuk menindak kendaraan yang melanggar ketentuan tonase. Ia juga mendorong koordinasi dengan Satpol PP agar pengawasan dan penertiban dapat berjalan lebih maksimal.


"Kita minta kepada Dishub untuk menindak tegas truk yang melintasi dengan tonase yang tidak sesuai kapasitas. Mungkin nanti bisa bekerja sama dengan Satpol PP," tegasnya. (zaa)

Posyandu Kerabat untuk remaja hebat

 
Posyandu Kerabat untuk remaja hebat

OPSINTB.com - Rina Hastuti tak pernah menyangka namanya disebut sebagai peringkat satu kader posyandu berprestasi bidang kesehatan. Nominasi ini menjadikan Rina sebagai kader terbaik Provinsi NTB dan berhak maju ke tingkat nasional.


Keberhasilan Rina menjadi tren positif bagi posyandu di Gumi Patuh Karya. Dalam perjalanannya, Lombok Timur sudah tiga kali mewakili NTB di tingkat nasional dalam urusan posyandu.


Tahun 2023, Shalatiyah, kader Posyandu Serumpun Bambu 1 Desa Labuhan Lombok, dengan inovasi “Bioskop Kita”.


Tahun 2024, Baiq Nurullah Hidayati, kader Posyandu Saroja Desa Rarang, dengan inovasi “Tancap Terus” (singkatan dari Taman Baca Posyandu untuk Generasi Penerus).


Pada tahun 2026 ini giliran Rina Hastuti, kader Posyandu Pelangi Rinjani di Lingkungan Bagek Longgek Barat, Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong, yang melenggang ke tingkat nasional dengan inovasi Kelas Remaja Hebat (Kerabat).


Tak heran, posyandu di Kabupaten Lombok Timur menjadi perbincangan hangat. Hal ini disebabkan oleh deretan prestasi dan inovasinya dalam melayani kesehatan masyarakat di tingkat paling dasar.


Kepada opsintbcom, Rina Hastuti menuturkan bahwa semuanya berangkat dari keresahan melihat nol kehadiran remaja saat posyandu. Padahal program posyandu saat ini sudah terintegrasi layanan primer (ILP) yang melayani seluruh siklus hidup, mulai dari bayi, balita, ibu hamil, remaja usia sekolah, usia produktif, hingga lansia.


“Mengamati beberapa tahun terakhir, mereka (rekan-rekan kader Rina) tidak pernah melihat sasaran anak-anak remaja ini datang ke posyandu,” tutur Rina kepada opsintbcom melalui sambungan telepon, Sabtu malam (21/8/2026).


Diakuinya, usia remaja di lingkungan itu memang tengah bersekolah. Akibatnya setiap tahun dalam laporannya, angka kehadiran tetap nol.


Oleh karena itu, Rina mencoba memutar otak agar anak usia remaja bisa hadir saat posyandu untuk memeriksakan kesehatan mereka setiap sebulan sekali. Dari situlah, inovasi Kerabat lahir, menyasar remaja yang berusia 10 sampai 18 tahun, bahkan hingga 25 tahun.


Untuk mewujudkan pelayanan remaja itu, Posyandu Pelangi Rinjani berkolaborasi lintas sektor, salah satunya dengan BKKBN.


Setelah inovasi itu diterapkan, perubahan pun datang. Akhirnya angka nol pecah telur dengan bertambahnya kehadiran usia remaja di lokasi posyandu tersebut.


“Alhamdulillah, berangkat dari nol jadi 5, 7, 8, 10, 11 orang. Alhamdulillah semakin bertambah. Bulan kemarin alhamdulillah sampai 30 orang,” sebutnya.


Menjalankan program ini tak semudah membalikkan telapak tangan. Tantangan utamanya adalah waktu. Sebab, kata dia, usia remaja tengah aktif bersekolah saat jadwal posyandu tiba. Terlebih, biasanya program posyandu dilaksanakan pagi hari.


Oleh karena itu, khusus untuk remaja, pihaknya mengagendakan kegiatan sore hari, saat lebih banyak dari mereka sudah tidak lagi memiliki kesibukan.


Itu pun, tuturnya, masih ada beberapa remaja yang bersekolah atau mengikuti kegiatan sekolah hingga sore hari. Namun, hal tersebut tidak membuat para kader di lingkungan tersebut patah semangat. Mereka terus berjalan perlahan, yang pada akhirnya berhasil memecah telur.


Syukurnya, imbuh Rina, mereka saling mengajak satu sama lain dan bertukar cerita perihal pelayanan yang didapat di posyandu. Sehingga, angka kehadiran tiap bulannya mengalami tren positif.


Keberhasilan inovasi Kerabat juga lantaran keterlibatan banyak pihak, seperti Kepala Lingkungan, RT, kader, Pemerintah Kelurahan Rakam, Kecamatan Selong, Puskesmas, komunitas parenting (Kren) Lombok, Duta Gender, UPT DP3AK Selong, hingga dukungan dari Dinas Kesehatan.


“Kalau tidak ada dukungan lintas sektor ini, Kerabat tidak akan jalan,” terangnya.


Dengan datang ke posyandu, remaja-remaja di lingkungan setempat mendapatkan layanan kesehatan, seperti pengukuran berat dan tinggi badan, lingkar perut, dan screening anemia. 


Paling penting, data-data seperti anemia dijadikan bahan untuk mengambil langkah guna menyelamatkan generasi muda. Dengan melakukan screening, pihaknya jadi mengetahui jumlah penderita anemia di lingkungan itu. Kemudian, mereka yang menderita anemia diberikan tablet tambah darah dari Puskesmas.


“Kita tugasnya mendampingi agar mereka meminum obat secara rutin. Sebab, remaja usia sekolah rentan terkena anemia. Lebih jauh lagi, Kerabat menjadi salah satu langkah memutus stunting yang dilakukan dari hulu,” ucapnya.


Dia berharap program Kerabat terus hidup dan dilaksanakan secara rutin. Begitu juga dengan dukungan lintas sektor, mulai dari orang tua, tokoh masyarakat, guru, dan tenaga pendidik lainnya, agar ikut mendorong program ini terus dilakukan.


Dia meyakini generasi emas 2045 bisa tercapai jika dipersiapkan dengan matang mulai dari saat ini.


Dia menyerukan agar para remaja, khususnya di lingkungan tersebut, terus aktif datang ke posyandu untuk memeriksakan kesehatan secara rutin. Sebab, program Kerabat bukan hanya untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara umum, tetapi juga bisa melahirkan remaja tangguh yang tidak mudah terpapar isu-isu narkoba atau penyimpangan perilaku remaja lainnya.


“Kami juga para kader berharap ada bimbingan atau dibekali dengan pengetahuan agar bisa menjadi kader atau pendamping yang baik untuk anak remaja,” harapnya. (kin)

Tanggap bencana! Bank NTB Syariah bantu korban kebakaran Desa Adat Sade

 
Tanggap bencana! Bank NTB Syariah bantu korban kebakaran Desa Adat Sade

OPSINTB.com - Bank NTB Syariah bergerak cepat menyalurkan bantuan tanggap darurat berupa pasokan air bersih dan paket sembako bagi masyarakat terdampak musibah kebakaran di kawasan cagar budaya Desa Adat Sade, Dusun Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Minggu (23/8/2026).


​Aksi tanggap bencana ini direalisasikan melalui koordinasi jaringan kantor operasional Bank NTB Syariah di wilayah kerja terkait, yakni Kantor Cabang (KC) Praya dan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Pujut, guna memastikan distribusi bantuan berjalan cepat dan tepat sasaran.


​Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Desa Adat Sade sekaligus menegaskan komitmen perbankan dalam mendampingi warga di masa darurat.


​"Kami atas nama manajemen dan seluruh insan Bank NTB Syariah menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa saudara-saudara kita di Desa Adat Sade. Sebagai bentuk kepedulian sosial dan keprihatinan kami, Bank NTB Syariah langsung bergerak menyalurkan bantuan pasokan air bersih serta paket sembako untuk meringankan beban kebutuhan pokok warga terdampak di pengungsian.


​Penyaluran bantuan ini kami jalankan melalui koordinasi antara Kantor Cabang Praya dan Kantor Cabang Pembantu Pujut sebagai unit kerja terdekat di wilayah operasional kami. Kami terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah, serta tokoh masyarakat setempat agar penanganan darurat dan proses pemulihan kawasan Sade dapat berlangsung dengan baik."


​Bantuan pasokan air bersih dan paket sembako tersebut difokuskan untuk pemenuhan gizi, ketersediaan sanitasi, serta konsumsi harian warga terdampak selama masa darurat. Bank NTB Syariah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi di lapangan guna memberikan dukungan pemulihan lanjutan bagi masyarakat terdampak. (red)

23/08/26

Warga Desa Adat Sade terdampak kebakaran akan diungsikan ke rusus dan gedung KDMP

 
Warga Desa Adat Sade terdampak kebakaran akan diungsikan ke rusus dan gedung KDMP

OPSINTB.com - Masjid Nur Syahada Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng) menjadi saksi bisu keganasan api yang melahap seluruh rumah Desa Adat Sade pada Sabtu malam (22/8/2026) pukul 22.05 WITA.


Tidak ada lagi yang tersisa. Tumpukan Al-Qur'an didekat mimbar hanya tinggal abu. Meski samar-samar beberapa huruf masih terlihat. Pun dengan tiang-tiang penyangga, saat opsintb.com datang, asap dan bara api membuat tak betah berlama-lama.


''Belum setahun direhab Pak. Bulan Januari 2026 lalu selesai rehab,'' kata Dimas, warga sekitar lokasi.


Masjid Nur Syahada adalah masjid utama bagi masyarakat yang bermukim di sekitar desa adat. Masjid yang terletak di posisi timur desa adat ini juga sering dikunjungi wisatawan. 


Di sudut lain, galeri, art shop, dan Museum Sade juga tak bersisa. Di museum ini, hasil tenun karya penenun desa adat disimpan. 


''Kain sesek dan pernak-pernik di museum dan galeri habis terbakar,'' ujar Amaq Emi.


Sementara, dari hasil rapat tindak lanjut kebakaran yang digelar Minggu pagi (23/8) di kantor desa setempat, Pemda Loteng telah memetakan titik pengungsian sementara warga terdampak.


''Nanti kita manfaatkan rumah khusus (rusus) di selatan kantor desa dan gedung KDMP yang belum beroperasi,'' kata Bupati Loteng, H Lalu Pathul Bahri.


Pathul menyebut, korban terdampak kebakaran berjumlah 120 kepala keluarga, yang terdiri atas 320 jiwa. 


''Ada 120 rumah yang terlalap habis, termasuk masjid, dan museumnya,'' ungkapnya.


Api melahap habis seluruh rumah di Desa Adat Sade, Sabtu malam. Menurut Rembun, warga setempat, titik api mulai muncul dari rumahnya yang berada di tengah-tengah permukiman.


''Waktu itu saya sedang ngecas HP, lalu saya tinggal tidur sebentar. Tau-taunya api sudah menyala di atap rumah saya,'' tuturnya.


Posisi rumah yang berdesakan dan atap rumah yang terbuat dari alang-alang serta berpagarkan bambu menyebabkan api dengan cepat melahap rumah.


''Tidak sampai 30 menit semua rumah sudah habis terbakar,'' ungkap Rembun.


Untuk sementara, ia dan warga desa adat lain mengungsi ke rumah sanak saudara, dan sebagiannya mendirikan tenda-tenda di persawahan dekat rumah adat.


''Kalau pakaian hanya tinggal yang melekat di badan saja yang tersisa,'' tutup Rembun. (iwn)

Pimpinan DPR tinjau lokasi kebakaran Desa Adat Sade, serahkan bantuan dan siapkan revitalisasi

 
Pimpinan DPR tinjau lokasi kebakaran Desa Adat Sade, serahkan bantuan dan siapkan revitalisasi

OPSINTB.com - Kebakaran besar melanda Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu (22/8/2026) malam. 


Sedikitnya 120 bangunan yang sebagian besar berbahan kayu, bambu, bedek, dan beratap ilalang hangus terbakar. Tidak ada korban jiwa, namun warga masih mengais puing-puing sisa rumah mereka hingga Minggu (23/8/2026).


Begitu menerima kabar kebakaran, Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati langsung menuju lokasi kejadian. 


Setibanya di Desa Adat Sade, Sari meninjau area terdampak, berdialog dengan warga, dan melihat langsung proses pembersihan material sisa kebakaran.


Dalam kunjungannya, Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menyerahkan bantuan uang tunai Rp 200 juta serta 100 paket sembako kepada warga terdampak.


 Ia juga memastikan bahwa bantuan lanjutan akan diberikan melalui program pemerintah pusat.


“Saya sudah berkoordinasi agar revitalisasi pembangunan di Desa Adat Sade dapat segera dilakukan. Ini bukan sekadar musibah bagi satu desa, tetapi duka bagi kita semua,” ujar Sari.


 Ia menegaskan bahwa pemulihan kawasan adat tersebut akan menjadi perhatian khusus.


Selain menyerahkan bantuan, Sari mengunjungi posko kesehatan untuk memastikan layanan bagi warga terdampak berjalan cepat dan tepat.


Respons Cepat Pemerintah Desa dan Aparat Pemadam


Kepala Desa Rambitan, Lalu Winakse, mengapresiasi kehadiran Sari Yuliati yang turun langsung ke lokasi kebakaran.


“Terima kasih kepada Ibu Sari yang turun langsung menyapa warga dan memberikan bantuan uang serta sembako. Kehadiran beliau memberi semangat bagi warga,” ujarnya.


Winakse menjelaskan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 22.00 Wita. 


Ia berada di lokasi saat api mulai membesar dan segera berkoordinasi dengan aparat terkait untuk mengevakuasi warga.


Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lombok Tengah, Supardan, mengatakan pihaknya mengerahkan petugas dan mobil pemadam ke lokasi. 


Arus lalu lintas di Jalan Raya Sengkol–Mandalika sempat terganggu akibat proses pemadaman.


“Petugas sudah menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan pemadaman,” ujarnya.


Pemadaman Berlanjut Hingga Pagi


Kepala BPBD Lombok Tengah, Ridwan Maruf, menyebut pemadaman berlangsung hingga Minggu pagi. 


Petugas gabungan TNI–Polri, pemerintah daerah, dan warga bekerja membersihkan material sisa kebakaran.


“Hingga pagi hari ini petugas masih memadamkan kepulan asap sisa kebakaran. Mobil tangki air juga diturunkan untuk membantu proses pendinginan,” katanya.


Ridwan menambahkan bahwa penyebab kebakaran belum dapat dipastikan.


 “Apakah akibat arus pendek listrik atau faktor lain, masih dalam penyelidikan,” ujarnya.


Desa Adat Sade: Ikon Wisata yang Terluka


Desa Adat Sade dikenal sebagai salah satu ikon wisata budaya Lombok. 


Rumah-rumah tradisionalnya yang khas kini sebagian besar tinggal puing. 


Warga berharap pemulihan dapat dilakukan segera agar aktivitas kehidupan dan pariwisata dapat kembali berjalan. (red)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama