OPSINTB.com | News References -->

Headline

Politik

Hukum

Nasional

Thursday, May 13, 2021

209 warga binaan Lapas Selong dapat remisi Hari Raya Idul Fitri

 
209 warga binaan Lapas Selong dapat remisi hari raya Idul Fitri

OPSINTB.com - Usai pelaksanaan shalat Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Kepala Lapas Kelas IIB Selong, Purniawal menyerahkan remisi khusus hari raya Idul Fitri kepada 209 orang warga binaan. Dengan rincian RK I (masih memiliki sisa pindana) sebanyak 208 orang dan RK II (langsung bebas) sebanyak satu orang warga binaan, Kamis (13/05/2021).

Dalam amanatnya, Purniawal menyampaikan sambutan dari Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H Laoly bahwa sistem pemasyarakatan bertujuan agar warga binaan pemasyarakatan menyadari kesalahannya, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat berperan aktif dalam pembangunan, serta dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab. 

Selain itu sistem pemasyarakatan juga menitikberatkan pada usaha perawatan, pembinaan, pendidikan dan bimbingan bagi WBP untuk memulihkan kesatuan hubungan hidup antara individu, warga binaan dan masyarakat. 

"Untuk itu melalui pemberian remisi khusus ini diharapkan agar WBP memahami betul bahwa remisi ini adalah hak yang harus diberikan oleh negara atas pencapaian yang sudah dilakukan selama menjalani pembinaan di Lapas, Rutan, dan LPKA," kata Purniawal.

Ia juga menambahkan bahwa pemberian remisi ini merupakan instrumen yang penting dalam pelaksanaan sistem pemasyarakatan untuk memberikan stimulus kepada narapidana agar berkelakuan baik. Perbaikan itu tercermin dari sikap warga binaan yang taat selama menjalani pidana, lebih disiplin, lebih produktif dan dinamis. 

"Tolak ukur pemberian remisi tidak didasarkan pada latar belakang pelanggaran hukumnya, akan tetapi didasarkan pada perilaku selama menjalani masa pidana, apabila mereka tidak berperilaku baik maka hak remisi tidak akan diberikan. Mekanisme pemberian remisi ini juga dilakukan dengan sangat transparan dan sudah berbasis sistem yang mendayagunakan teknologi informasi, dan tentunya tidak dipungut biaya apapun," ungkapnya.

Untuk kelancaran dan ketertiban pelaksanaan pemberian remisi tersebut, Purniawal telah bekerjasama dengan anggota TNI-POLRI, kegiatan tersebut juga dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku. (yan)

Wednesday, May 12, 2021

Pencuri toko Alfamart Lombok Tengah ini harus lebaran di Sel

 
Pencuri toko Alfamart Lombok Tengah ini harus lebaran di Sel

OPSINTB.com - Tim Puma Polres Lombok Tengah menangkap pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) di toko swalayan Alfamart Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah.

Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah, AKP I Putu Agus Indra mengatakan, pelaku inisial DH (22) warga Desa Sengkerang, Kecamatan Praya Timur dibekuk pada hari Selasa (11/5/2021) sekira pukul 01.00 wita.

"Pelaku ditangkap Tim Puma tanpa perlawanan, saat pelaku sedang berada di pinggir jalan raya Desa Sengkerang," katanya, Selasa.

Agus menuturkan, pelaku melancarkan aksinya pada Minggu (22/5/2020) lalu, di Alfamart Desa Ganti dengan modus operandi, pelaku mendatangi Alfamart ketika saat mau tutup. Atas kejadian itu, pelapor mengalami kerugian sekitar Rp 37 juta.

Kerugian tersebut berupa uang tunai yang berhasil diambil pelaku dari brangkas dan kasir, satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter MX dan sebuah Handphone.

"Saat kondisi sepi, pelaku DH masuk ke Alfamart lalu mengancam dengan menodong sebilah parang hingga kasir ketakutan," ujar Agus.

lanjut Agus, aksi pelaku sempat terekam CCTV dan saat ini terhadap kasus tersebut pihaknya sedang melakukan pengembangan karena menurut pengakuannya, pelaku melakukan aksinya berdua bersama temannya.

"Kita sudah mengantungi identitas pelaku yang satunya dan masih dalam proses pengejaran," jelasnya.

Terhadap pelaku DH, dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (red)

Monday, May 10, 2021

4.865 formasi CPNS Pemprov NTB, pendaftaran dibuka bulan ini

 
4.865 formasi CPNS Pemprov NTB, pendaftaran dibuka bulan ini

OPSINTB.com - Kabar gembira bagi seluruh masyarakat Provinsi NTB yang bercita - cita menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan  Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Pasalnya, pemerintah telah membuka lowongan CPNS dan PPPK di lingkungan Provinsi NTB sebanyak 4.865 formasi. 

Keseluruhan formasi terdiri dari tenaga guru (PPPK) sejumlah 4.443 formasi, tenaga kesehatan sejumlah 271 formasi dan tenaga teknis sejumlah 151 formasi. 

Informasi ini sesuai dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 555, tahun 2021, tanggal 21 April 2021 tentang kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB. 

Menurut press release yang dikeluarkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTB, M Nasir, pembukaan formasi CPNS ini diharapkan agar dapat mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan kapasitas organisasi serta mempercepat pencapaian tujuan strategis nasional. 

Oleh karenanya Pemerintah memandang  perlu menambah Pegawai Aparatur Sipil Negara dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). 

Pendaftaran seleksi akan dimulai pada tanggal 30 mei sampai dengan 13 Juni 2021. Pendaftaran seleksi pada tanggal 31 Mei 2021 sampai dengan 21 Juni 2021. Seleksi administrasi dan pengumuman hasil pada tanggal 1 Juni sampai dengan 30 Juni. Masa sanggah dari tanggal 1 Juli sampai dengan 11 Juli 2021.

Sementara itu, pelaksanaan tes CPNS akan dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan September 2021. Seleksi kompetensi PPPK Non Guru (CAT BKN) dilaksanakan pada bulan September. Seleksi kompetensi PPPK Guru (CBT Kemendikbud) dimulai dari tes pertama pada tanggal 1 Agustus 2021, tes kedua pada tanggal 2 Oktober 2021 dan tes ketiga pada tanggal 3 Desember 2021.

Selanjutnya, pelaksanaan tes SKB akan dilaksanakan pada bulan September sampai dengan Oktober. Pengumuman akhir dan masa sanggah pada bulan November 2021 dan penetapan NIP CPNS atau nomor induk PPPK pada bulan Desember 2021. (red)

NTB produksi alat rapid test, Gubernur : Harga murah dan bersaing

 
NTB produksi alat rapid test, Gubernur : Harga murah dan bersaing

OPSINTB.com - Sebanyak 4.800 unit antigen Covid-19 buatan lokal NTB disalurkan Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah, kepada 10 kabupaten/kota se-NTB.

Alat rapid test antigen yang dinamai Entram tersebut diserahkan simbolis oleh Gubernur secara daring di STIPark Banyumulek, Senin (10/05/2021), dimana masing-masing kabupaten/kota mendapatkan 480 unit Entram.

Gubernur yang akrab disapa Bang Zul ini, mengatakan, Entram adalah produk teknologi tinggi. Keyakinannya tentang potensi masyarakat NTB akhirnya dibuktikan dengan berhasil diciptakannya Rapid Test Antigen Entram ini. 

Ini juga sekaligus membuktikan bahwa program industrialisasi yang sedang berjalan ternyata tidak hanya memberikan dorongan terhadap lahirnya inovasi dalam bidang industri olahan dan permesinan, namun pada sektor kesehatan juga NTB mampu membuktikan bahwa industrialisasi telah berkembang disegala bidang.  Bahkan Gubernur yakin, bila diberi kesempatan dan sumber daya, NTB mampu membuat vaksin dan alat kesehatan lainnya. 

"Jangankan mesin-mesin sederhana, alat rapid test antigen pun bisa diproduksi oleh anak-anak NTB," ucapnya optimis.

Lebih lanjut, Bang Zul menginginkan agar alat Rapid Test Antigen Entram ini dapat diproduksi lebih banyak lagi, serta mendorong agar kabupaten/kota mulai menggunakan serta bangga dan cinta terhadap berbagai buatan produk lokal. Ia juga berharap kedepan kapasitas produksi Entram bisa lebih diperbesar untuk memenuhi kebutuhan rapid test antigen di Indonesia. 

"Rapid test Entram ini selain murah tapi berkualitas tidak kalah (mampu bersaing) dengan produk luar negeri," ujar Bang Zul. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, L Hamzi Fikri mengatakan, Laboratorium Hepatika NTB yang memproduksi Entram ini sudah mengantongi izin edar dan saat ini  didorong untuk didaftarkan dalam e-katalog. 

"Kemampuan produksinya baru 50 ribu per bulan. Sekarang ini tersisa stok sebanyak sepuluh ribu dari yang diproduksi 60 ribu tahun ini," jelas Fikri. 

Sementara itu, Mulyanto, Kepala Laboratorium Hepatika Bumi Gora mengatakan, produk karya NTB ini telah melalui proses seperti validasi dan uji lainnya. Untuk menguji akurasinya, alat ini sudah dibandingkan dengan alat rapid test komersil lainnya, dengan hasil akurasi yang sangat baik.

Bahkan menurut keterangannya, sensivitasnya alat ini lebih baik dari salah satu alat tes cepat yang beredar dipasaran. Akurasi alat ini sensivitasnya sekitar 91 persen, dengan spesifitasnya sekitar 96 persen. Artinya, dapat mendeteksi paling tidak dari 100 pasien positif, sejumlah 91 orang yang dapat dideteksi dengan produk ini.

Kalau tidak dapat dideteksi dengan alat ini, artinya jumlah virusnya sangat rendah dan tidak menular. Dibanding dengan produk lain ada yang sensivitasnya 80 persen. Produk ini juga merupakan hasil dari uji coba dengan dua produk alat komersial sebagai pembanding. 'Namun lebih bagus kita," tegasnya.

Selain itu juga, alat ini tergolong murah dan dapat langsung mendapatkan hasil sekitar 15 menit. (red)

Polresta Mataram ungkap kasus terbanyak selama Ramadhan

 
Polresta Mataram ungkap kasus terbanyak selama Ramadhan

OPSINTB.com - Polresta Mataram menggelar hasil pelaksanaan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) selama bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 H, Senin (10/5/2021).

Dalam kegiatan rutin ini lebih terfokus pada kegiatan pemberantasan Kasus 3C (Curat, Curas, dan Curanmor). 

"Hasil Ungkap kasus 3C yang digelar hari ini adalah hasil ungkap yang dilaksanakan sejak tanggal 14 April sampai 09 Mei 2021," ungkap Kapolresta Mataram, Kombes Pol Hery Wahyudi.

Hery menjelaskan, KRYD kali ini,  Polresta Mataram mengungkap sebanyak 24 kasus dengan jumlah pelaku 39 orang, yang terdiri dari pelaku dewasa sebanyak 26 orang dan 13 orang pelaku anak.  

Selain pelaku, barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 51 unit, yakni motor, kulkas, PS 3, HP, linggis, rokok, baju, karpet, tabung LPG ukuran 3 Kg serta ban motor. 

"Hasil ini dicapai berkat kerja keras dan kerjasama yang baik antara Sat Reskrim Polres dan Unit Reskrim Polsek Jajaran Polresta Mataram," ungkap Kapolresta yang didampingi Kasat Reskrim.

Dijelaskan Hery, dari jumlah kasus yang diungkap dan jumlah tersangka yang diamankan selama pelaksanaan KRYD, hasil capaian Polresta Mataram melampaui Satker lainnya se Jajaran Polda NTB. 

"Terima kepada Sat Reskrim dan jajaran atas dedikasi dan kerja kerasnya, saya sangat apresiasi," tukas Hery. (red)

Dua pemuda Lamusung diciduk Polisi di sekitar Bukit Galau

 
Dua pemuda Lamusung Sumbawa Barat diciduk Polisi di sekitar Bukit Galau

OPSINTB.com - Dua pemuda yakni AM (29) dan IM (26) warga Desa Lamusung, Kecamatan Seteluk, diamankan aparat Kepolisian Resort Sumbawa Barat. Keduanya diduga memiliki, menyimpan, menguasai Narkotika golongan I yang diduga sabu.

Kapolres Sumbawa Barat AKBP melalui Subbag Humas, Ipda Eddi Soebandi menjelaskan, AM dan IM ditangkap Timsus Polres Sumbawa Barat, pada Jum'at (7/5/2021) lalu di jalan raya tanjakan Bukit Galau, Desa Kokarlian, Kecamatan Poto Tano.

Dari tangan IM dan AM, ditemukan barang bukti berupa baut sebanyak 2 biji terletak di kantong celana sebelah kanan, 1 unit HP, kantong depan kiri uang Rp 283 ribu, 1 bungkus rokok dan korek gas, 1 unit sepeda motor tanpa Nopol dan 2 poket sabu dengan berat bruto 1,12 gram.

Dijelaskan Eddi, kronologis kejadian penangkapan yakni pada hari Jumat sekitar pukul 21.40 wita Timsus Polres Sumbawa Barat memperoleh informasi dari masyarakat bahwa adanya dua orang mengendarai sepeda motor tanpa Nopol yang diduga membawa narkoba jenis sabu dari wilayah Desa Mapin, Kecamatan Alas Barat menuju Sumbawa Barat.

"Sekitar pukul 22.10 wita Kasat Narkoba memberikan APP kepada anggota terkait CB (Cara Bertindak) di lapangan. Lalu sekitar pukul 22.46 wita Kasat Narkoba bersama anggota Timsus menuju Desa Kokarlian untuk standby dan melakukan penangkapan terhadap kedua orang terduga tersebut," jelasnya, Minggu (9/5).

Lanjut Eddi, sekitar pukul 23.23 wita bertempat di TKP melintas Sepeda serta pengendara yang sesuai dengan informasi dan anggota Timsus langsung melakukan penghadangan serta penangkapan terhadap terduga, setelah berhasil ditangkap kemudian anggota Timsus mencari saksi umum untuk menyaksikan dalam proses penggeledahan yaitu M Rifai Pegawai PDAM Taliwang, Sahrul Bahri, Honorer Pemda KSB dan M Basrul karyawan swasta.

"Setalah saksi sudah berada di TKP salah satu anggota timsus memperlihatkan surat perintah tugas kepada para saksi dan 2 orang laki-laki yang berhasil diamankan tersebut. Kemudian sekitar pukul 23.47 wita anggota Timsus melakukan penggeledahan badan dari lelaki IM dari penggeledahan badan tersebut timsus mengamankan barang berupa kantong depan kiri uang Rp 283 ribu, 1 bungkus rokok Sampoerna mild dan korek gas," terang Eddi Soebandi.

Setelah itu Eddi mengatakan, penggeledahan terhadap badan lelaki AM ditemukan barang berupa HP Nokia warna biru dan baut sebanyak dua biji.
 
Selanjutnya jelaskan Eddi, sekitar pukul 23.58 wita anggota Timsus beserta dengan 3 orang saksi dan 2 orang terduga pelaku melakukan penyisiran di sekitar TKP penangkapan dan sekitar 3 meter dari lokasi penangkapan ditemukan 2 poket sabu yang berada di tengah jalan. Dari hasil interogasi, terduga mengakui bahwa sabu tersebut miliknya yang sengaja dibuang di tengah jalan raya sebelum dilakukan penangkapan dan terduga mendapatkan sabu dari wilayah Kecamatan Alas Barat. 

"Setelah melakukan penggeledahan dan penyisiran di TKP, anggota mengamankan dan membawa ke 2 terduga lelaki tersebut beserta barang bukti menuju Polres Sumbawa Barat untuk diproses sesuai dengan hukum dan ketentuan yang berlaku," terang Eddi. (red)

Sunday, May 9, 2021

Villa Idris di Lombok Tengah terbakar, gegara daun alang-alang

 
Villa Idris di Lombok Tengah terbakar, gegara daun alang-alang

OPSINTB.com - Insiden kebakaran melanda Villa Idris di Dusun Areguling, Desa Tumpak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Minggu (9/5/2021).

"Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.30 wita dan membakar dua bangunan Villa," kata Kapolsek Kuta, IPTU Muh Fajri, Minggu, di Pujut.

Kapolsek menjelaskan, berdasrkan keterangan dari pemilik Villa yakni Lalu Idris bahwa peristiwa kebakaran tersebut berawal dari keponakannya yang baru berumur 10 tahun sedang bermain bersama temannya kemudian membakar sehelai daun alang-alang menggunakan korek api didekat bangunan.

Lanjutnya, tangan anak tersebut terkena api daun alang-alang yang dibakarnya sehingga sontak dia melemparnya dan mengenai atap bangunan Villa yang kebetulan juga terbuat dari alang-alang dan seketika api jadi membesar.

"Karena tangannya terkena api, anak tersebut spontan melempar alang-alang yang dibakarnya dan mengenai atap Villa," jelasnya.

Api berhasil dipadamkan sekitar satu setengah jam setelah kendaraan pemadam kebakaran dari BPBD Lombok Tengah tiba di lokasi serta dibantu oleh warga setempat.

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran itu melainkan kerugian materil saja yang diperkirakan sekitar Rp. 100.000.000," sebut Kapolsek.

Fajri menerangkan, korban yakni Lalu Idris sudah mengikhlaskan dan tidak akan menuntut apapun atas peristiwa tersebut, mengingat terduga pelaku pembakaran masih keponakannya sendiri. (red)

Saturday, May 8, 2021

Kunjungi posko pengamanan lebaran, gubernur berpesan prokes

 
Kunjungi posko pengamanan lebaran, gubernur berpesan prokes

OPSINTB.com - Memastikan NTB dalam keadaan aman, tidak ada kerumunan berlebih, kemacetan dan kriminalitas, Gubernur DR Zulkieflimansyah didampingi Forkopimda mengunjungi pos pengamanan Idul Fitri di simpang Karang Jangkong, Lombok Epicentrum Mall (LEM) dan simpang Kebon Roek Ampenan, Sabtu (08/05/2021).

"Mudah mudahan kita semua tetap disiplin agar Idul Fitri menyenangkan bagi kita semua," ujar Gubernur di Epicentrum Mal.  

Dikatakan Gubernur, euforia menjelang Lebaran adalah hal yang alamiah. Tugas pos penjagaan adalah sigap memastikan dan memberikan penjelasan maupun membubarkan jika ada hal yang melanggar protokol kesehatan maupun pencegahan tindak kejahatan. 

Terkait mudik, Gubernur mengatakan aturan pusat sudah jelas melarang sampai di dalam daerah. Masyarakat harus bersikap bijak demi keselamatan bersama. 

Ditambahkan Kapolda, Muhammad Ikbal, prosedur dan aturan di tempat umum sudah jelas. Yakni mengurangi kapasitas hingga 50 persen. Selain itu, Satgas Covid 19 dari masing masing institusi termasuk pengelola tempat umum terus menerus berpatroli mulai dari memberikan himbauan sampai dengan membagikan masker dan melakukan tindakan tegas yang diperlukan. 

"Intinya protokol kesehatan dan keselamatan masyarakat itu nomor satu," tegasnya. 

Dalam kunjungan keliling menggunakan sepeda listrik tersebut, Gubernur dan Forkopimda berdialog dengan petugas di pos pengamanan dan memberikan bingkisan. Diingatkan untuk tetap melakukan persiapan dan mengkondisikan situasi agar antisipasi lebih dikedepankan namun juga menjaga kesehatan diri sendiri. (red)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama