OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

31/03/26

Permintaan buku nikah di Lotim meningkat jelang syawal, Kemenag pastikan stok aman, ini 5 kecamatan diantisipasi

 
Permintaan buku nikah di Lotim meningkat jelang syawal, Kemenag pastikan stok aman, ini 5 kecamatan diantisipasi

OPSINTB.com - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Timur mengantisipasi lonjakan permintaan buku nikah menjelang dan selama bulan Syawal dengan memastikan ketersediaan stok tetap aman. Peningkatan ini diprediksi terjadi di lima kecamatan dengan angka pernikahan tertinggi.


Kepala Seksi Bina Masyarajat (Bimas) Kantor Kemenag Lombok Timur, Lalu Miftahussurur, menyebutkan bahwa pihaknya telah memetakan wilayah dengan potensi lonjakan tertinggi, yakni Kecamatan Selong, Masbagik, Aikmel, Pringgabaya, dan Wanasaba.


"Permintaan tertinggi kita antisipasi di lima kecamatan tersebut. Kecamatan lain tidak begitu signifikan perkembangan pernikahannya," ucapnya Selasa, (31/3/2026).


Ia menjelaskan, secara umum jumlah peristiwa nikah di Lombok Timur dalam setahun berkisar antara 5 ribu hingga 6 ribu peristiwa. Namun, angka tersebut biasanya melonjak drastis setelah Hari Raya Idulfitri, di bulan Syawal.


"Rata-rata per bulan itu sekitar 400 sampai 600 peristiwa. Tapi saat Syawal bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat, bahkan bisa mencapai 1 ribu sampai 1.500 peristiwa dalam satu bulan," katanya.


Terkait ketersediaan buku nikah, Kemenag memastikan stok dalam kondisi aman. Dari total pengadaan tahun sebelumnya sebanyak 9 ribu buku, sekitar 6.300 telah didistribusikan ke Kantor Urusan Agama (KUA) di seluruh kecamatan. 


Sementara bebernya, sekitar 2.700 buku masih tersedia di kantor dan siap didistribusikan jika diperlukan.


"Yang sudah terpakai belum sampai setengah dari yang didistribusikan. Jadi untuk bulan Syawal ini Insya Allah aman," jelasnya.


Selain itu, Kemenag juga telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghindari antrean panjang pelayanan pernikahan. Seluruh penghulu diminta untuk tidak mengambil cuti setelah Lebaran dan siap menghadapi lonjakan jadwal pernikahan.


"Kami sudah rapat koordinasi sebelum Idulfitri. Semua penghulu diminta siaga dan tidak cuti agar pelayanan tetap berjalan lancar," ujarnya.


Ia juga mengimbau agar jarak antar prosesi akad nikah minimal satu jam guna menghindari keterlambatan akibat kendala teknis, seperti menunggu wali.


"Kita minta minimal jeda satu jam antar pernikahan supaya tidak saling mengganggu. Ini penting agar tidak terjadi penundaan," tegasnya.


Ke depan, Kemenag Lombok Timur juga berencana menambah stok buku nikah sekitar 8 ribu eksemplar pada pertengahan hingga akhir April untuk memastikan kebutuhan tetap terpenuhi.


“Intinya masyarakat tidak perlu khawatir, silakan menikah, stok buku nikah aman,” pungkasnya. (zaa)

Pemberangkatan haji Lombok Timur tetap normal di tengah situasi Timur Tengah

 
Pemberangkatan haji Lombok Timur tetap normal di tengah situasi Timur Tengah

OPSINTB.com - Di tengah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, memunculkan kekhawatiran khususnya bagi jemaah haji asal Lombok Timur. Pasalnya, perang hingga saat ini masih berkecamuk.


Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lombok Timur, H. Makinuddin menegaskan, hingga saat ini tidak ada perubahan jadwal maupun tahapan pemberangkatan jemaah haji tahun 2026.


"Persiapan tetap berjalan seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Semua tahapan berlangsung normal, terutama dalam penyelesaian dokumen jemaah yang saat ini sudah hampir 100 persen," ucap H Makinuddin saat ditemui opsintb.com diruang kerjanya. Senin, (30/3/2026).


Ia menjelaskan, jadwal keberangkatan kloter pertama masih sesuai rencana, yakni masuk asrama haji pada 21 April 2026. Hingga kini, belum ada informasi resmi terkait perubahan dari pemerintah pusat maupun otoritas Arab Saudi.


Pihaknya, kata dia, mengikuti arahan dari pusat dan perkembangan dari Arab Saudi. Sampai sekarang tidak ada perubahan rencana.


"Yang terpenting adalah keselamatan jemaah," katanya.


Jumlah jemaah haji Lombok Timur tahun ini tercatat sekitar 1.401 orang, setelah adanya penyesuaian dari jumlah awal 1.392 jemaah. 


Jumlah tersebut masih berpotensi berubah seiring adanya kemungkinan pengunduran diri jemaah dari daerah lain.


Saat ini, pihak Kementerian juga tengah melakukan pembagian koper untuk kloter pertama sebagai bagian dari tahapan akhir persiapan keberangkatan.


Terkait kondisi di Arab Saudi, pemerintah memastikan bahwa wilayah tujuan ibadah telah disterilkan dan dinyatakan aman bagi jemaah haji. 


Hal ini juga diperkuat dengan kebijakan pemulangan jemaah umrah yang dijadwalkan selesai paling lambat 18 April 2026 guna menyambut kedatangan jemaah haji.


Makinuddin menambahkan, pemerintah akan terus melakukan pengawasan, termasuk terhadap penyelenggara perjalanan ibadah, guna memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah.


Untuk pembagian kloter, jemaah Lombok Timur akan tergabung dalam beberapa kelompok terbang, yakni kloter 1, 6, dan 19 secara penuh, serta kloter gabungan dengan daerah lain seperti Lombok Tengah dan Kota Mataram.


Ia juga menyebutkan bahwa penyelenggaraan haji tahun 2026 mengusung tagline ramah lansia, disabilitas, dan perempuan, sebagai bentuk peningkatan pelayanan kepada seluruh jemaah.


“Harapan kita, semua berjalan lancar dan jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman tanpa gangguan,” tutupnya. (zaa)

Pelatihan Higiene dan Sanitasi digelar, SPPG Lenek 002 perkuat keamanan program MBG

 
Pelatihan Higiene dan Sanitasi digelar, SPPG Lenek 002 perkuat keamanan program MBG

OPSINTB.com - Dalam upaya menjamin keamanan, kebersihan, dan nilai gizi makanan bagi sasaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG), SPPG Tiga Sama Ridho Birridho Lenek 002 menggelar Pelatihan Higiene dan Sanitasi Penjamah Makanan. 


Kegiatan ini dilaksanakan di halaman SPPG Lenek 002 dan diikuti oleh seluruh relawan pengelola makanan, tim masak, serta staf pendukung.


Kepala SPPG Tiga Sama Ridho Birridho Lenek 002, Nabila Afrok, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah proaktif untuk memastikan seluruh penjamah pangan memahami prinsip keamanan pangan sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).


"Pelatihan ini penting agar seluruh tim memahami bagaimana mengelola makanan yang aman dan sesuai standar, sehingga kualitas makanan tetap terjaga," ujarnya.


Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi penting, di antaranya higiene perorangan seperti penggunaan alat pelindung diri (APD) berupa celemek, masker, dan sarung tangan, serta praktik cuci tangan dan pemantauan kesehatan penjamah makanan. 


Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan tentang sanitasi peralatan, termasuk teknik pembersihan dan disinfeksi alat masak.


Materi lainnya mencakup teknik pengolahan makanan agar kandungan gizi tidak hilang serta pencegahan kontaminasi silang, hingga tata cara penyimpanan bahan pangan mentah dan matang secara benar.


Pemateri kegiatan, Normala Candra Puspita, menegaskan bahwa pelatihan ini bersifat wajib bagi seluruh penjamah makanan.


“Pelatihan ini wajib diikuti untuk memastikan bahwa makanan yang disajikan tidak hanya enak, tetapi juga aman, bersih, dan gizinya terjaga. Makanan sehat dimulai dari penjamah pangan yang terlatih,” jelasnya.


Melalui pelatihan intensif ini, para relawan diharapkan mampu menerapkan standar operasional prosedur (SOP) higienitas secara konsisten dalam setiap proses pengolahan makanan. 


"Hal ini sangat penting untuk mendukung keberhasilan program pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat," ujarnya.


Kegiatan pelatihan ditutup dengan simulasi penanganan makanan yang aman. Sebagai bentuk apresiasi dan bukti partisipasi, seluruh peserta akan menerima sertifikat setelah kegiatan berakhir. (red)

30/03/26

Bupati Iron pastikan tak ada pegawai dirumahkan di tengah efisiensi

 
Bupati Iron pastikan tak ada pegawai dirumahkan di tengah efisiensi

OPSINTB.com - Di tengah efesiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Lombok Kabupaten Lombok Timur memilih tak akan merumahkan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kabar ini sekaligus menjawab isu soal adanya pemutusan kontrak bagi pegawai tersebut.


Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin menegaskan, Pemkab Lombok Timur tidak akan merumahkan PPPK, meskipun ada tekanan efisiensi anggaran.


"Jangankan PPPK, yang non-database saja tidak kita rumahkan," ucap Bupati Lotim, H Haerul Warisin, Senin (30/3/2026).


Kondisi di Lombok Timur sebutnya  berbeda. Pemerintah daerah masih mampu membayar gaji pegawai selama tetap menggunakan pola lama ditengah efesiensi tanpa perlu menganut sistem yang baru. 


Dikatakannya, sebagai langkah efisiensi, pemerintah daerah berencana akan mengurangi bekerja masuk kantor. Pihaknya akan menerapkan sistem kerja daring.


Semisal kata dia, di Dinas Koprasi, dari total 50 pegawai di satu kantor itu, 25 orang akan bekerja masuk kantor dan 25 lainnya bekerja dari rumah.


Namun, ia mengingatkan bahwa sistem kerja dari rumah harus dijalankan dengan disiplin.


“Kalau bekerja di rumah, jangan pergi mancing. Itu sama saja menghabiskan BBM,” tegasnya.


"Sementara itu, untuk tenaga pendidik mekanismenya tetap, nanti pihaknya akan kita atur," imbuhnya. (zaa)

Sandiwara Radio bangkit, tradisi Peresean jadi cerita utama

 
Sandiwara Radio bangkit, tradisi Peresean jadi cerita utama

OPSINTB.com - Tradisi peresean khas masyarakat Sasak kini merambah medium baru. 


Warisan budaya yang selama ini identik dengan arena pertarungan rotan tersebut diangkat menjadi serial sandiwara radio bertajuk “Napas Peresean dalam Sandiwara Radio”.


Program ini dikemas dalam bentuk drama audio berseri yang menampilkan kisah kehidupan para pepadu—tokoh sentral dalam tradisi peresean yang sarat nilai keberanian, kehormatan, dan persaudaraan. 


Produksi ini turut melibatkan penyiar senior, pemain sandiwara radio, serta kreator konten berpengalaman di Nusa Tenggara Barat (NTB).


“Program ini menghadirkan kisah dramatik tentang dunia para pepadu, para petarung dalam tradisi peresean yang dikenal sebagai simbol keberanian, kehormatan, dan persaudaraan. 


Melalui pendekatan sandiwara radio, tradisi tersebut dihadirkan kembali dalam bentuk cerita yang menyoroti sisi kemanusiaan para pelakunya,” ungkap M. Sukri ‘Ray Aruman’ selaku inisiator sekaligus produser audio dramania Napas Peresean dalam Sandiwara Radio.


Sukri menegaskan, penggarapan program ini dilakukan melalui proses riset panjang. Tim kecil dibentuk untuk melakukan kajian pustaka, mengumpulkan cerita lama, hingga mewawancarai sejumlah pihak yang memahami perjalanan para pepadu.


“Sebagai produser, saya membentuk tim kecil  yang melakukan kajian pustaka, mengumpulkan cerita-cerita lama, dan melakukan berbagai wawancara dengan pihak-pihak yang mengetahui perjalanan hidup para pepadu,” jelasnya.


Dalam pengembangan cerita, Sukri menggandeng jurnalis senior NTB Buyung Sutan Muhlis yang dipercaya menulis naskah. Naskah sandiwara radio tersebut kini telah rampung dan siap diproduksi.


”Alhamdulillah, naskah sandiwara sudah tuntas beliau tulis dan siap produksi,” ujarnya.


Libatkan Tim Kreatif Berpengalaman


Produksi drama audio ini diperkuat oleh tim kreatif lintas generasi. Dedi Suhadi didapuk sebagai sutradara. 


Ia dikenal sebagai praktisi media yang berpengalaman dalam produksi program siaran, dengan kemampuan membangun ritme dramatik dan mengarahkan aktor suara secara kuat.


Di posisi narator, hadir Esdarita, penyiar senior yang pernah berkiprah di RRI Mataram.


 Sosoknya dikenal sebagai salah satu suara ikonik radio di NTB, dengan karakter vokal yang kuat dan pengalaman panjang dalam membangun kedekatan emosional dengan pendengar.


Sementara itu, aspek teknis produksi seperti desain audio, musik, dan montage ditangani oleh Zamy Sangga Firdaus, kreator audio visual muda yang dikenal adaptif terhadap perkembangan konten digital dan piawai meramu atmosfer dramatik melalui suara.


Kolaborasi ini juga akan melibatkan penyiar legendaris serta pemain sandiwara radio yang pernah berjaya di era radio. Langkah ini dinilai sebagai upaya menghidupkan kembali kejayaan sandiwara radio sekaligus menjaga kualitas artistik produksi.


“Dengan menghadirkan kembali para aktor suara berpengalaman, saya berharap drama radio ini memiliki kualitas artistik yang kuat sekaligus menghadirkan nostalgia bagi generasi yang pernah hidup bersama kejayaan radio,” tandasnya.


Untuk menjaring talenta, tim produksi menggandeng komunitas veteran penyiar seperti Tenda Siar NTB dan Komunitas Penyiar Radio Kita. Proses audisi tengah disiapkan 5untuk mendapatkan pengisi suara terbaik


“Insyaallah proses audisi pengisi suara akan menghasilkan talent terbaik,” sebutnya.


Angkat Sisi Humanis Kehidupan Pepadu


Serial Napas Peresean direncanakan hadir dalam tujuh episode. Cerita berfokus pada perjalanan seorang anak yang tumbuh di lingkungan peresean, belajar tentang keberanian, luka, persahabatan, hingga makna kehormatan.


Produksi ini tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya lokal kepada publik luas melalui medium audio yang imajinatif.


“Saya membayangkan bagaimana kisah-kisah heroik para pepadu Peresean dapat dihidupkan kembali melalui medium audio,” ulas Sukri.


Ia menambahkan, radio memiliki kekuatan membangun imajinasi, sebagaimana era kejayaan sandiwara radio pada dekade 1980–1990-an.


“Kita ingin menghadirkan kembali pengalaman itu,  tetapi dengan cerita dari Lombok, dengan napas budaya Sasak yang kuat. Sebuah drama yang bukan hanya menghadirkan pertarungan, tetapi juga ymenampilkan perjalanan hidup, persahabatan, rivalitas, dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi Peresean,” tandasnya.


Program ini mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Indonesiana dan LPDP. Dukungan tersebut dinilai sebagai bentuk ruang bagi inisiatif kreatif dalam merawat warisan budaya.


“Dukungan ini menjadi bukti bahwa negara memberi ruang bagi inisiatif kreatif masyarakat dalam merawat warisan budaya. Bagi saya pribadi, dukungan ini bukan sekadar bantuan program. 


Ini adalah kepercayaan bahwa cerita-cerita dari Lombok layak untuk diangkat dan dibagikan kepada publik yang lebih luas,” imbuhnya.


Tentang Program


Judul: Napas Presean dalam Sandiwara Radio

Jumlah Episode: 7

 Episode


Produser: M. Sukri AR


Penulis Naskah dan Ide Cerita:

Buyung Sutan Muhlis


Pembawa Cerita/Narator:

Esdarita


Teknik dan Montage:

Zami Sangga Firdaus


Sutradara :

Dedi Suhadi

Didukung oleh:

Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia

melalui Program Dana Indonesiana

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama