OPSINTB.com | News References -->

Headline

Link Banner

Politik

Hukum

Nasional

24/09/22

Pria asal Sayang-Sayang curi motor di Midang

 
Pria asal Sayang-Sayang curi motor di Midang

OPSINTB.com - Polsek Gunungsari melakukan konferensi pers atas pengungkapan kasus pencurian sepeda motor (curanmor) di wilayah Dusun Midang, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (24/9/2022).

Dalam konferensi pers tersebut Kapolsek Gunungsari, Kompol Agus Eka Artha Sudjana menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada 21 September 2022 sesuai laporan korban yang disampaikan di Polsek Gunungsari.

Berdasarkan keterangan pelapor bahwa pada hari tersebut anak pelapor pergi mandi ke sungai dengan menggunakan sepeda motor merk Honda Beat. Saat di tepi sungai anak korban memarkirkan sepeda motor di pinggir kali dengan mengonci stang.

Setelah beberapa menit kemudian anak korban selesai mandi dan langsung menuju ketempat dimana sepeda motornya diparkir. Akan tetapi anak korban kaget ketika melihat sepeda motornya sudah tidak terparkir di tempat semula.

"Atas peristiwa itu korban karena merasa kehilangan, selanjutnya melaporkan ke Polsek Gunungsari," ungkapnya.

Berdasarkan laporan tersebut Tim Opsnal Polsek Gunungsari mulai melakukan penyelidikan dan akhirnya mendapat petunjuk saat tim menemukan barang bukti sepeda motor yang mirip dengan laporan yang masuk di Polsek.

"Setelah ditelusuri dan mengetahui pemilik sepeda motor tersebut akhirnya mendapat keterangan dari pemilik sepeda motor bahwa ia menerima gadai dari seseorang," jelasnya.

Atas keterangan pemilik sepeda motor tim mengetahui keberadaan terduga yang menggadai sepeda motor tersebut. Dan langsung dilakukan pengamanan terhadap terduga.

Dari keterangan terduga pelaku berinisial S (22) laki-laki asal Kelurahan Sayang Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram mengakui telah melakukan pencurian tersebut bersama seorang rekannya bernama T (21) laki-laki asal Lingkungan Lendang Kelor, Kelurahan Sayang Sayang.

"Namun yang diamankan di Polsek Gunungsari adalah S, sementara T lebih dulu diamankan Polres Lombok Utara atas tindak pidana lain," jelas Agus.

Bersama tersangka barang bukti sepeda motor serta surat-surat dari korban telah diamankan di Polsek Gunungsari. 

Untuk terduga S diancam pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. (red)

Cerita Sukiman, berpidato disambut gelak tawa

 
Cerita Sukiman, berpidato disambut gelak tawa

Foto : Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy. (PKP Lotim)

OPSINTB.com - Mungkin tak berlebihan jika menyebut gaya berpidato, HM Sukiman Azmy, mirip dengan salah seorang ulama kondang yang dijuluki da'i sejuta umat yakni almarhum Zainuddin MZ. 

Dari cara menyampaikan, pilihan kata yang diambil, lengkungan irama, hingga celetukan pesan yang disampaikan sedikit mirip. Begitu juga dengan kalimat jokes yang dikeluarkan tak jarang disambut gelak tawa.

Seperti malam itu, ketika ia menyampaikan sambutan di Pondok Pesantren Baiturrohim Kabar, Desa Kabar, Kecamatan Sakra. 

Di hadapan ratusan orang yang hadir ia menceritakan ihwal perjalanan Sukiman remaja saat bersekolah. Tentu kisah ini jarang terdengar dimana-mana. Meski hanya cerita singkat, tapi ia berhasil menghipnotis serta mengocok perut. Membuat suasana santai penuh dengan persaudaraan. 

Kendati sedikit lucu, pesan yang disampaikannya sangat erat dan bermakna, khususnya bagi santri di Ponpes tersebut.

Bupati dua periode di Kabupaten Lombok Timur ini, bercerita pada waktu duduk di Sekolah Dasar (SD), dirinya termasuk orang yang pintar. Membuatnya tak bersekolah dengan siswa pada umumnya pada waktu itu.

Mantan Komandan Kodim 1605/Selong 2004 ini, menyelesaikan sekolah dasar itu dalam kurun hanya empat tahun saja.

"Dari kelas 3, loncat ke kelas 5. Di kelas 5 saya ujian, jadi empat tahun saya SD," tutur Sukiman, yang membuat suasana hening sejenak.

Kisah lucu Sukiman remaja, berawal dari saat ia duduk di bangku Tsanawiyah, tepatnya di kelas 2A. Di kelasnya, pria kelahiran 30 Mei 1957 itu, terbilang paling muda.

Tak hanya dari segi umur tergolong paling muda, tapi juga dari postur tubuh sedikit gemuk dan nampak pendek.

Tempat ia bersekolah, ada program muhadhoroh (pidato) bagi siswa. Yang haruskan siswa berpidato di depan kelas secara bergiliran sesuai dengan jadwal.

Pada masa itu, tuturnya, tidak ada yang berani maju di kelasnya, yakni di kelas 2A. Seperti yang ia sebut yakni H Muhsan, Ma'sum, dan masih banyak yang lain. Tapi satu pun tak ada yang berani.

Karena, ia memberanikan diri untuk mengangkat tangan, lalu maju. Pada masa itu Sukiman remaja hanya menyampaikan pembuka dan penutup dalam pidatonya.

"Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh, Alhamdulillahirobbil'alaamin. Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh," beber isi pidatonya yang disambut gelak tawa.

Tak plak membuat guru dan satu teman sekelasnya tertawa. Tapi sebutnya, Sukiman remaja sudah berani memunculkan diri dimana saat semua orang tak ada yang berani.

Dan setelah itu dirinya mempelajari teknik pidato. "Baru saya belajar cara orang berpidato yang benar," ujarnya.

Dari disambut gelak tawa itu, sekarang ia menjadi salah satu orator yang diperhitungkan. Hal itu bisa dilihat dari ceramah-ceramahnya, atau pidato arahannya di setiap momentum. Tak heran banyak orang yang menyebut Sukiman, salah satu macan panggung dari timur. (kin)

23/09/22

Soal jebolnya gerbang dewan, Bupati Lotim sebut salah kita

 
Soal jebolnya gerbang dewan, Bupati Lotim sebut salah kita

Foto : Massa aksi copot gerbang gedung DPRD Lotim. (fik/opsintb.com)

OPSINTB.com - Jebolnya gerbang kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur, lantaran aksi beberapa hari yang lalu, prihal menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi mendapat perhatian dari Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy.

Menurutnya, tindakan itu disebutnya perbuatan anarkis. Sebab kata dia, tak ada salahnya barang tersebut. Kejadian itu lantaran tak ditemui anggota dewan. 

"Itu juga salahnya kita, apa salahnya sih adik-adik itu diterima dengan baik di dalam," kata HM Sukiman Azmy, saat ditemui usai menghadiri acara di Ponpes Baiturrahim Kabar, Kamis malam (22/9/2022).

Orang nomor satu di Gumi Patuh Karya ini mengatakan, seharusnya massa diajak bicara baik-baik di dalam. Menerima saran dari mereka.

Kebijakan itu disebutnya merupakan keputusan Pemerintah Pusat, bukan Pemda. Ketika mereka diterima dan menunjukan bukti surat yang diajukan ke pemerintah pusat, selesai masalahnya.

Tapi, kata dia, tak ada yang menerima dan dihadang meledak kemarahan mereka. Terlebih lagi dipengaruhi oleh psikologis di lapangan.

"Sudah panas, lapar kalau sudah seperti itu, tentu emosi keluar," ujarnyam

Lain halnya jika diterima dengan baik sembari minum air dan makan kue, menurutnya mereka bakal diam. (kin)

Bupati Lotim buka Pospeda tingkat kabupaten di Ponpes Baiturrahim Kabar

 
Bupati Lotim buka Pospeda tingkat kabupaten di Ponpes Baiturrahim Kabar

OPSINTB.com - Pekan Olahraga dan Seni (Pospeda) antar Pesantren tingkat Kabupaten Lombok Timur resmi digelar. Kegiatan ini, diselenggarakan oleh Forum Kerjasama Pondok Pesantren (FKSPP) Lotim dan Kementrian Agama (Kemenag).

Kegiatan ini diselenggarakan di Yayasan Pondok Pesantren Baiturrahim Kabar, Desa Kabar, Kecamatan Sakra, Lotim, Kamis malam (22/9/2022).

Ketua Panitia Pospeda, Ustaz Muh Khitam Zam zami menerangkan, Pospeda ini diikuti oleh sebanyak 523 orang peserta. Jumlah tersebut berasal dari 44 pondok pesantren yang ada di Lotim.

"Tidak semua pesantren yang mengikuti Pospeda ini karena berbagai persoalan, salah satunya karena waktu pemberitahuannya juga terlalu mepet," ujar Usatz Muh Khitam Zam Zami, ditemui sela kesibukannya di Ponpes Baiturrahim Kabar.

Dikatakan, animo Ponpes untuk mengikuti acara teraebut sangat tinggi. Masing-masing pesantren mengutus santrinya sampai 30 orang.

Dalam kegiatan ini, setidaknya 9 cabang yang dilombakan. Mulai dari seni yakni lomba pidato bahasa Indonesia, Pidato Bahasa Inggeris, Pidato Bahasa Arab, Filem Video Pendak, Hadroh dan Kaligrafi.

Sementara mata lomba bidang olahraga yakni lari 100 dan 200 meter, lompat jauh, tolak peluru dan pencak silat.

Kegiatan Popenas ini, kata dia, sebenarnya merupakan kali ke 9 digelar. Namun informasi terkait penyelenggaraan sebelumnya tak sampai ke ponpes di Lotim, buntutnya pesantren tidak pernah tahu ada Pospeda di Gumi Patuh Karya.

"Ternyata selama ini kita kena prank, kita kira Pospenas ini merupakan yang pertama kali ternyata sudah ke-9 kali, bukan kami tidak tahu informasi tapi informasi itu sengaja ditutup ke Pesantren. Sehingga ketua FKSPP mengajak kita untuk menyelenggarakan Pospenas ini dan Alhamdulillah bisa berjalan," ungkapnya.

Tidak hanya itu, lanjut Pria yang karib disapa Ustaz Ami, dirinya ditunjuk sebagai ketua hari Seni kemarin.  Panitia sebelumnya merasa pesimis jika Pospeda ini tidak bisa berjalan, dikarenakan minimnya anggaran yang dimiliki FKSPP ditambah lagi tak adanya suport anggaran dari kemenag Lotim sehingga kepanitiaan itu diambil alih.

Dirinya berharap dengan adanya Pospenas ini, bisa mengembangkan bakat dan kreativitas para santri di Lotim.

"Saya berharap pada tahun depan acara Pospenas di Lotim bisa dilakukan lebih meriah lagi dan diikuti oleh seluruh santri yang ada di Lotim," ujarnya

Sementara itu Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy menyampaikan kegiatan Pospenas ini dianggap sangat penting dilakukan. Sebab menurutnya pada ajang Pospenas ini merupakan sebuah kesempatan bagi para santri untuk memupuk bakatnya dan menonjolkan jati diri para santri.

"Kegiatan ini saya anggap sangat penting karena dalam Pospenas ini ada dua unsur disini yakni olahraga dan seni. Orang mengatakan dengan olahraga kita sehat dengan seni membuat hidup akan jadi lebih indah," ungkapnya.

Selain itu, Pospenas ini menurutnya juga sebagai momentum untuk para santri memupuk rasa percaya dirinya untuk tampil dan berbicara di depan orang banyaknya, sehingga terbiasa berbicara didepan umum.

Ia menceritakan pengalaman beberapa bulan lalu saat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang dimeriahkan di Lotim, dan dihadiri oleh Kementerian Sosial dan sejumlah pejabat lainnya. Dimana pada acara itu Mentri sosial meminta kepada para anak-anak Lotim yang hadir dalam acar itu untuk menyampaikan keinginan dan harapan mereka kepada menteri Susi, namun tidak ada satupun anak-anak yang mau bicara untuk menyampaikan keinginan mereka.

"Saya waktu itu sangat malu sekali, ini pengalaman buruk kita, dari ratusan anak yang hadir itu, dari tingkat SD sampai SMA itu, tidak ada uang berani ngomong padahal apapun yang mereka minta waktu itu pasti akan dikasih. Karena tidak ada yang mau bicara ibu menteri langsung bertanya ke saya, kenapa anak-anak tidak berani ngomong, itu menyedihkan saya," bebernya mengisahkan waktu itu .

Popenas ini menurutnya secara tidak langsung akan memupuk ketangkasan, kecerdasan dan meningkatkan rasa percaya diri terhadap para santri. Sehingga pengalaman pada acara HAN itu tidak terulang lagi. Ia meminta agar acara seperti ini sering-sering di adakan baik tingkat Desa, Kecamatan, bahkan tingkat Provinsi.

"Dengan acara ini maka anak-anak kita nanti akan tampil dan disaksikan oleh para penoton dan juri, jadi di sana mental dan rasa percaya dirinya akan dibentuk," ungkapnya.

Sebagai bentuk komitmen dan suport terhadap acara itu, Pemda Lotim akan siap memberikan support dana untuk melangsungkan acar-acara sepeti itu yang akan berdampak langsung terhadap para santri di Lotim. (kin)

Puluhan wartawan di Lotim turun aksi kecam kekerasan pers

 
Puluhan wartawan di Lotim turun aksi kecam kekerasan pers

Foto : Akasi teatrikal wartawan di Lombok Timur, protes kekerasan pers. (istimewa) 

OPSINTB.com - Puluhan Wartawan dari berbagai organisasi wartawan menggelar aksi solidaritas terhadap kasus kekerasan dua jurnalis Karawang, Jawa Barat. 

Para wartawan berorasi dan melakukan aksi teatrikal sebagai bentuk protes aksi kekerasan yang dilakukan oknum pejabat Pemkab Karawang terhadap jurnalis di Simpang Empat Taman Rinjani Selong, Lombok Timur (Lotim), Jumat (23/09/2022). 

"Kami mengecam tindakan kekerasan oknum pejabat Karawang terhadap dua jurnalis," ucap Ketua FWMO Lotim, Syamsurrijal saat berorasi. 

Karena itu, dia meminta aparat kepolisian mengusut tuntas dan menindak tegas siapa saja oknum yang melakukan aksi kekerasan terhadap dua wartawan di Karawang. 

"Kita minta penegak hukum usut tuntas kasus ini seadil adiknya," tandas Rijal. 

Menurutnya, aksi oknum pejabat yang diduga melakukan penculikan dan penganiayaan jauh dari batas kemanusiaan. Tidak hanya melakukan pengancaman, tapi penculikan dan penganiayaan. 

Setelah berorasi di simpang empat Taman Rinjani Selong, para wartawan bergeser ke Polres Lombok Timur. 

Ketua Forum Jurnalis Lombok Timur (FJLT) Rusliadi mengatakan aksi ini sebagai bentuk solidaritas antara sesama wartawan. Karena bagaimanapun, ujarnya, wartawan dalam menjalankan tugas dilindungi undang undang dan menjadi bagian penting dalam pilar demokrasi. 

"Karena itu, kami menuntut aparat kepolisian mengusut tuntas kasus ini," tandasnya.

Setelah berorasi, para wartawan diterima Wakapolres Lombok Timur, Kompol Zaky Magfur. Dia berkomitmen akan menyampaikan aspirasi para wartawan ke Polda dan diteruskan ke Mabes Polri. 

Diberitakan sebelumnya, dugaan penculikan dan penganiayaan 
dua wartawan di Karawang, Gusti Sevta Gumilar dan Zaenal Mustofa terjadi, Sabtu (17/9/2022) malam hingga Minggu (18/9/2022) dini hari.

Aksi kekerasan ini diduga dilakukan sejumlah orang dan oknum pejabat Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat. (yan)

Perda Ormas sedang dirancang, diharapkan mampu berkomitmen bangun Lombok Tengah

 
Perda Ormas sedang dirancang, diharapkan mampu berkomitmen bangun Lombok Tengah

OPSINTB.com - Bakesbangpol Lombok Tengah sedang dalam tahapan penyusunan naskah akademik rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang pemberdayaan, pembinaan, dan pengawasan organisasi masyarakat (Ormas).

Kepala Bakesbangpol Lombok Tengah, Murdi AP mengatakan, tujuan penyusunan Ranperda tersebut untuk membangun sinergi antara pemerintah, ormas, dan dunia usaha dalam membangun daerah ini.

''Salah satu bentuk pembinaan ialah pemberian bantuan dana hibah,'' kata Murdi di Praya, Kamis (22/9/2022).

Murdi menyebut sejauh ini progres pembentukan Ranperda masih dalam tahapan penyusunan naskah akademik. Pihaknya menargetkan pada tahun ini rancangannya sudah rampung bersama pasal dan ayat-ayatnya.

Lebih lanjut Murdi menjelaskan, dalam Undang-undang No 13 tahun 2022 tentang perubahan Undang-undang No 11 tahun 2011 Pasal 96 menyebutkan dalam proses penyusunan peraturan perundang-undangan yang di dalamnya termasuk peraturan daerah (Perda), prosesnya penyusunannya harus melibatkan masyarakat yang menjadi sasaran kebijakan dalam hal ini Ormas.

''Nah! Inilah yang sedang kita laksanakan,'' jelas dia.

Dalam tahapan penyusunan Ranperda ini, terang Murdi, dihimpun juga pendapat dari Ormas itu sendiri. Misalnya akan ada upaya penertiban bagi Ormas yang melanggar atau berbuat onar. Sebaliknya, jika Ormas tersebut berpartisipasi dan berprestasi ikut membangun daerah ini, akan diganjar penghargaan.

''Ada penghargaan. Bentuknya apa? Bisa program, bisa hibah, dan macam-macamlah. Itulah yang akan dituangkan dalam Perdanya,'' terangnya.

Terpisah, Ketua Ormas Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Hj Baiq Muliati mengungkapkan, Ormas memang harus banyak dilibatkan. Lebih lagi dalam hal membela kepentingan masyarakat bawah. Dirinya yang sering terlibat dan tau persis permasalahan di bawah hanya menjadi penonton saja.

Ia mencontohkan, pelibatannya dalam Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) ia sering dikecewakan karena pada saat proses tersebut telah rampung, dirinya hanya menjadi penonton atau tanpa dilibatkan.

''Saya yang sering terlibat dan tau persis permasalahan di bawah hanya menjadi penonton saja,'' ungkap mantan Kades Jembe, Kecamatan Janapria ini. (wan)

22/09/22

Pemda Lotim bakal evaluasi besar-besaran tenaga honorer

 
Pemda Lotim bakal evaluasi besar-besaran tenaga honorer

OPSINTB.com - Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy mengatakan, ada tiga solusi terkait dengan nasib tenaga honorer di daerah. Pertama, akan diangkat semua namu itu disebutnya tidak mungkin. 

Kedua, diangkat secara selektif. Ketiga, tak diangkat semua.

"Tapi kita memilih opsi kedua, diangkat tapi selektif," ujar HM Sukiman Azmy, kepada awak media usai menghadiri acara di Gedung DPRD Kabupaten Lombok Timur, Kamis (22/9/2022).

Hal itu sesuai rapat Asosiasi Pemerintah Daerah (Pmeda) bersama Menteri Pendayagunaan dan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), terkait dengan nasib tenaga honorer.

Terkait dengan jumlah yang bakal diangkat, sesuai dengan kemampuan anggaran daerah. Tenaga honorer yang berhak mengikuti seleksi PPPK yakni minimal satu tahun.

Saat ditanya soal banyaknya honorer baru, dirinya mengaku tak mengetahui.

Honorer, kata dia, harus semestinya tanda tangan bupati. Tapi sekarang Kepala Sekolah (Kepsek) ngangkat, Kantor UPTD Dikbud juga melakukan hal yang sama. Dan itu dilakukan disebutnya secara diam-diam.

Untuk pengangkatan PPPK, nantinya bakal diseleksi di BPKSDM, berikut dengan apa persyaratan dan kriterianya. Hal itu juga menjadi bagian dari evaluasi besar-besaran.

"Otomatis karena sekian puluh ribu honorer kita, lalu kemampuan daerah kita 100 mau bilang apa?, Itu yang kita angkat," tutup Sukiman. (kin)

Di gubuk kecil Dusun Menurik lokasi khalwat TGH Mutawalli

 
Di gubuk kecil Dusun Menurik lokasi khalwat TGH Mutawalli

OPSINTB.com - Kenangan masa lalu begitu saja hinggap dalam ingatan. Tentang Perjalanan seorang tokoh di tanah Lombok.

Cerita tentang perjuangannya yang begitu masyhur nan bersahaja. Membuat namanya selalu hidup dalam benak.

Andai kenangan tentangnya dilacak, semua orang menginginkannya. Bahkan ingin duduk dengannya, meski hanya bertatap muka.

Begitulah perasaan yang hinggap sesampai di sebuah gubuk berukuran 2x2 meter di pelosok Dusun Manurik, Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur yang terlihat biasa saja. 

Namun siapa sangka, gubuk sederhana itu merupakan tempat berkhalwat seorang ulama besar nan karismatik di Lombok. Ia adalah pendiri pondok pesantren Darrul Yatama Walmasakin (Dayama) Jerowaru, TGH Muhammad Mutawalli Yahya Al-kalimi.

Bangunan kecil, hanya berisikan ranjang berbahan kayu itu dulunya sebagai lokasi berkhalwat ulama yang karib disapa Datok Mutawalli ini.

"Almarhum TGH Mutawalli bisa berkhalwat berbulan lamanya di dalam rumah ini," kata Amaq Arep, penjaga rumah, Rabu (21/9/2022).

Ia menuturkan, tempat ini ditempati sebelum menetap di Jerowaru. Rumah ini lokasi pertama ia singgah seperjalanan dari Paek. 

Dan gubuk kecil ini dijadikan sebagai tempat berkhalwat bagi almarhum. Hingga menjelang akhir hayatnya.

Kendati demikian, tak banyak yang tahu tempat ini termasuk warga setempat. Hanya beberapa orang keturunannya saja yang mengetahui perihal ini.

Amaq Arep menuturkan, TGH Mutawalli memang sempat berpesan untuk tidak menyiarkan lokasi petilasan tersebut.

"Ada masanya kelak, masyarakat akan tahu lokasi ini. Begitu kata almarhum," kisah Amaq Arep.

Selaku orang yang dipercaya untuk menjaga petilasan tersebut, Amaq Arep hanya berani membuka petilasan tersebut saat ada firasat atau petunjuk yang didapatkannya. Seperti saat sejumlah awak media mengunjungi lokasi ini.

Pintu yang biasanya tertutup rapat, ditemukan dalam keadaan terbuka dengan sendirinya. Seolah-olah mempersilahkan awak media untuk menilik ke dalam petilasan tersebut.

"Ini tidak pernah saya buka. Tapi pas kita ke sini, kan kita temukan dalam keadaan terbuka," ucapnya.

Pada lokasi ini juga sempat dibangun tempat berkhalwat oleh keturunan TGH Mutawalli. Namun, dirusak oleh pihak-pihak yang ingin menguasai lokasi tersebut.

Bahkan petilasan TGH Mutawalli ini sempat juga ingin dirusak oleh pihak-pihak tersebut. Namun, kejadian aneh menimpa alat berat yang akan digunakan untuk merubuhkan petilasan ini.

Alat berat yang digunakan tiba-tiba saja terbenam ke dalam tanah. Bahkan operator alat berat tersebut berlari ketakutan dan enggan kembali ke lokasi untuk mengambil alat berat. Alat berat ini kemudian diambil oleh operator lain.

"Entah apa yang dilihat oleh operator itu, sampai dia tidak mau kembali lagi ke tempat ini," tuturnya.

Tanah ini, sejak tahun 2009 menjadi incaran banyak pihak, bahkan Amaq Arep bersama anak keturunannya sering mendapatkan teror dan intimidasi dari pihak yang ingin merebut tanah itu dari tangannya. 12 tahun mendapatkan hal serupa Amaq Arep mengaku kenyang dengan hal semacam itu. (kin)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama