OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

23/05/26

Pemprov NTB tegaskan komitmen dukung percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG)

 
Pemprov NTB tegaskan komitmen dukung percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG)

OPSINTB.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi generasi muda sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat.


Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi pelaksanaan MBG yang digelar di Hotel Lombok Raya, Mataram, pada Rabu (22/05/2026). Rapat dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, Badan Gizi Nasional (BGN), Satgas MBG, serta para mitra penyelenggara program di NTB.


Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda NTB, Fathul Gani menegaskan, Satgas MBG berfungsi sebagai fasilitator dan penghubung untuk memastikan kebijakan pemerintah pusat berjalan efektif di daerah.


“Satgas bertugas menjembatani koordinasi agar kebijakan dapat terlaksana dengan baik. Seluruh pihak diharapkan bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing serta mengoptimalkan peran unsur-unsur formal di lapangan,” ujarnya.


Menurut Fathul Gani, Program Makan Bergizi Gratis merupakan program nasional yang memerlukan kolaborasi semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah sebagai representasi pemerintah pusat di wilayahnya. Sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program ini.


Dukungan Penuh dari Pemerintah Pusat


Sementara itu, Penasihat Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Erwin Chahara Rusmana menegaskan, Program MBG adalah program strategis nasional yang berkelanjutan dan tetap menjadi prioritas pemerintah.


Erwin menjelaskan bahwa berbagai isu terkait keberlanjutan dan penyesuaian anggaran tidak akan memengaruhi pelaksanaan program inti MBG. Penyesuaian hanya dilakukan pada program pendukung, sementara anggaran operasional dapur, pengadaan makanan dan minuman, serta kebutuhan mitra tetap berjalan normal.


“Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi mikro, memperluas perputaran ekonomi di tingkat bawah, serta mendukung pemerataan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.


Erwin juga mengapresiasi capaian Provinsi NTB yang dinilai sebagai salah satu provinsi dengan perkembangan pelaksanaan MBG yang baik, berkat dukungan pemerintah daerah, mitra, dan masyarakat.


NTB Berkinerja Baik dalam Penyelenggaraan MBG


Pada kesempatan yang sama, Inspektur III Inspektorat Utama (Ittama) BGN, Rudyanto menyampaikan, NTB termasuk daerah dengan pertumbuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan dapur MBG yang cukup pesat di Indonesia.


Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan kuat Pemprov NTB serta keberanian para mitra yang ikut berpartisipasi sejak awal meski menghadapi berbagai tantangan.


Rudyanto menegaskan bahwa cakupan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis masih perlu terus diperluas mengingat jumlah peserta didik yang harus dilayani masih sangat besar, mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, hingga pondok pesantren.


Untuk mendukung keberlanjutan program, pemerintah daerah didorong memperkuat sinergi dengan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan guna memastikan ketersediaan bahan pangan yang memadai dan berkelanjutan.


“Jangan sampai ketika jumlah SPPG bertambah, kita justru mengalami kekurangan pasokan pangan. Oleh karena itu, sektor pertanian, peternakan, dan perikanan harus dipersiapkan sejak dini,” tegas Rudyanto.


Pemprov NTB Perkuat Ketahanan Pangan Lokal


Sejalan dengan itu, Pemprov NTB terus mendorong penguatan ketahanan pangan daerah melalui optimalisasi potensi lokal. Pemerintah menargetkan sedikitnya 30 persen kebutuhan pangan untuk MBG dapat dipenuhi dari produksi daerah sendiri, sehingga mengurangi ketergantungan pasokan dari luar wilayah.


Gerakan pemanfaatan lahan pekarangan juga terus digalakkan dengan melibatkan PKK, kelompok masyarakat, organisasi desa/kelurahan, hingga gerakan pramuka untuk mengembangkan komoditas pangan produktif.


Selain pertanian, pengembangan budidaya perikanan dan peternakan seperti lele, patin, dan komoditas pangan lainnya juga didorong untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.


Pemerintah juga mengingatkan seluruh pengelola dapur MBG agar mengelola anggaran negara secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran demi menjaga kualitas layanan serta memastikan manfaat program dirasakan secara optimal oleh masyarakat. (red)

22/05/26

Polres Loteng bekuk 5 tersangka narkoba, 2 di antaranya pengedar

 
Polres Loteng bekuk 5 tersangka narkoba, 2 di antaranya pengedar

OPSINTB.com - Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Lombok Tengah membekuk lima terduga pelaku penyalahgunaan narkotika di Kecamatan Praya Timur dan Jonggat. Dari tangan mereka disita 70,1 gram narkotika jenis sabu.


‘’Kelima terduga pelaku dibekuk pada hari dan waktu yang berbeda,’’ kata Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Loteng, AKP Mulyadi melalui keterangan tertulis, Jumat (22/5/2026).


Lima terduga yang ditangkap itu adalah PP, 34 tahun, MTH (28), yang berasal dari Kecamatan Praya Timur dan M (44), WA (25) serta S (36) dari Kecamatan Jonggat.


Kata Mulyadi, penangkapan pertama terjadi pada Senin (18/5) pukul 20.00 WITA, polisi membekuk PP dan MTH di Desa Sengkerang. ‘’Setelah kami geledah, tim menemukan dua klip bening diduga berisi sabu dengan berat kotor 2,83 gram, lima HP, alat hisap, dan sebendel plastik bening,’’ kata dia.


Mulyadi melanjutkan, berselang sehari kemudian atau pada Rabu (20/5) pukul 12.00 WITA, tim menangkap M, WA, dan S. Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan empat klip plastik bening diduga berisi sabu seberat 67,27 gram, sebuah dompet, alat hisap, dan sebendel plastik bening.


‘’Kedua penangkapan berawal dari informasi warga, yang kemudian kami tindak lanjuti,’’ ujarnya.


Dari hasil interogasi, dua dari lima pelaku yang ditangkap adalah pengedar. ‘’P pengedar di Praya Timur sedangkan M pengedar di Kecamatan Jonggat,’’ terang Mulyadi.


‘’Para tersangka saat ini telah mendekam di balik jeruji besi untuk penyelidikan lanjutan,’’ AKP Mulyadi. (wan)

21/05/26

Bimtek penulisan berita, upaya Pemda dorong transparansi publik

 
Bimtek penulisan berita, upaya Pemda dorong transparansi publik

OPSINTB.com - Pemda Loteng menyelenggarakan bimtek penulisan berita bagi admin perangkat daerah. Bimtek ini berlangsung di Ruang Rapat Inspektorat Loteng pada Kamis (21/5/2026), melibatkan admin perangkat daerah di lingkungan Pemda Loteng.


Bimtek ini terselenggara atas inisiasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Loteng. Pelatihan ini dibuka langsung Wabup Loteng, H Muhammad Nursiah dan Kepala Diskominfo, H Lalu Herdan.


Dalam sambutannya, Nursiah menekankan pentingnya peningkatan admin perangkat daerah dalam menyampaikan capaian program kepada masyarakat melalui media digital. ‘’Sehingga, informasi pemerintah lebih transparan dan mudah diakses publik,’’ ungkap Nursiah.


Hal ini, Nursiah melanjutkan, juga adalah bagian dari amanah Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang menjamin hak masyarakat mendapatkan informasi secara transparan.


‘’Publikasi yang rutin dan akurat akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Pemda serta mempermudah masyarakat mengikuti setiap program yang dijalankan,’’ ujarnya.


Sementara itu, Kepala Diskominfo, berharap publikasi kegiatan perangkat daerah dapat meningkat signifikan. Pihaknya, kata dia, akan terus memantau dan mendampingi perangkat daerah untuk memastikan informasi sampai ke publik, baik secara langsung maupun melalui website.


‘’Bimtek ini tak hanya memberikan kemampuan teknis menulis berita, tetapi menjadi sarana untuk menegaskan komitmen Pemda dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan publik melalui publikasi digital,’’ ucap Herdan.


Dalam prakteknya, peserta bimtek ditantang membuat konten berita menggunakan aplikasi Nubita, yang nantinya akan terintegrasi langsung dengan website masing-masing OPD. Cukup memasukkan data sesuai prinsip 5W+1H, berita dan informasi kegiatan sudah dapat tersaji secara otomatis pada website.


Hal ini akan mempermudah publik mengikuti setiap program pemerintah dengan mudah, kata Herdan.


Adapun dari hasil evaluasi Diskominfo, dari total 32 website perangkat daerah, sembilan di antaranya masih aktif dan sisanya tidak aktif. Sedangkan dari 12 website kecamatan, dua di antaranya aktif dan sisanya belum beroperasi optimal.


Sembilan website perangkat daerah yang aktif kemudian diberikan sertifikat. Seluruh OPD tersebut adalah: Dinsos, Disnakertrans, DLH, Diskominfo, Dukcapil, Dispora, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Dinas Pertanian, dan Sekretariat DPRD. Sedangkan dua kecamatan yang aktif adalah: Kecamatan Praya dan Jonggat. (wan)

Warga antusias sambut GPM di Praya Timur

 
Warga antusias sambut GPM di Praya Timur

OPSINTB.com - Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlangsung di Kantor Camat Praya Timur, Lombok Tengah (Loteng), disambut antusias warga, Kamis (21/5/2026). Warga berbondong-bondong mendatangi kantor camat untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibanding di pasar.


GPM ini digelar Pemkab Loteng dan Badan Pangan Nasional (BPN). Wakil Bupati Loteng, H Muhammad Nursiah mengatakan, GPM ini penting guna menjaga stabilitas stok, pasokan, harga pangan sekaligus memperkuat daya beli masyarakat.


‘’Kami mengapresiasi BPN dan Dinas Ketahanan Pangan serta antusiasme warga dan UMKM yang telah hadir,’’ kata Nursiah saat dihubungi di lokasi.


Ia berharap, GPM dapat dilaksanakan secara rutin dan bergilir di seluruh kecamatan di Loteng. Sehingga, dengan pelaksanaan yang berkelanjutan, manfaatnya akan lebih merata dan dirasakan langsung masyarakat, kata dia.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan Loteng, Tri Widiawati menjelaskan, kebutuhan pokok yang ditawarkan kepada warga dengan harga terjangkau di antaranya: beras SPHP Rp58.000 per pcs, beras Setra Ramos Rp75.500 per pcs, Minyakita Rp15.000 per liter, gula Maniskita Rp18.000 per kg.


Selanjutnya, minyak merk Sania Rp43.800 per dua liter, gula pasir IDM Rp15.500 per pcs, susu Indomilk Rp14.400 per pcs, dan beras Kepala Super Rp74.500 per pcs.


‘’Sementara tomat dan cabai tersedia dengan harga menyesuaikan lokasi,’’ jelas Tri.


Ia menambahkan, GPM merupakan langkah nyata pemda untuk memastikan ketersediaan pangan tetap aman dan terkendali menjelang Hari Raya Idul Adha. ‘’Memastikan harga pangan tetap aman dan terkendali jelang perayaan hari besar keagamaan,’’ Tri menambahkan.


Sejumlah warga yang umumnya kalangan ibu rumah tangga yang tinggal dekat dengan lokasi GPM mengaku sangat terbantu.


Nur, salah seorang ibu rumah tangga ditemui saat sedang berbelanja berbagai kebutuhan seperti beras, Minyakita, telur dan gula berkata, ‘’Saya merasa senang dan terbantu dengan kegiatan GPM ini, karena berbagai barang yang dijual lebih murah dibandingkan pasaran. Semoga bisa lebih sering diadakan.’’ (wan)

Berkat TMMD ke 128, ekonomi di Paok Lombok kembali berdenyut

 
Berkat TMMD ke 128, ekonomi di Paok Lombok kembali berdenyut

OPSINTB.com - Ada suasana yang sedikit berbeda dari biasanya. Wajah-wajah warga nampak bahagia.


Bagaimana tidak, mereka yang dulunya terisolasi, harus rela memutar puluhan kilo meter untuk bisa akses jalan utama. Sekarang kondisi ini hanya tinggal kenangan.


Jalan kampung itu sekarang bisa dilalui dengan mudah. Tak hanya pejalan kaki, tapi juga barang dagangan hingga hasil pertaniannya bisa terjual langsung.


Pembangunan jalan mungkin sekadar proyek infrastruktur. Namun tidak bagi warga Paok Lombok, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, justru ini simbol harapan baru.


Harapan itu muncul atas kehadiran Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang dilaksanakan di desa tersebut. Tak hanya jalan, suasana desa juga pulih.


Bagi warga Paok Lombok, TMMD ke-128 telah meninggalkan jejak yang nyata. Tidak hanya membangun jalan, tetapi juga menumbuhkan optimisme. 


Di desa yang dulu terisolasi oleh akses terbatas, kini harapan berjalan seiring jalan yang mulai terbuka.


"Alhamdulillah, masyarakat di sini, khususnya warga Dusun Ponong, sangat bersyukur dengan adanya TNI di desa kami. Dulu jalannya susah sekali," kenang salah seorang warga Paok Lombok, Abdul Maki, saat ditemui opsintb.com, Kamis (21/05/2026).


Dengan program itu diakuinya sangat terbantu. Usahanya jadi lancar, ongkos pertanian juga lebih ringan karena hasil mudah dibawa keluar.


Berbeda dengan sebelumnya, jalan yang dilalui selama ini digunakan warga, sangat sulit dilalui, terutama saat mengangkut hasil pertanian.


Baginya, pembangunan fisik melalui program yang diprakarsai oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) ini, bukan sekadar soal akses jalan. Melainkan, perubahan nyata terhadap denyut ekonomi masyarakat desa yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian.


Kini, hasil panen lebih cepat diangkut ke pasar. Petani tak lagi harus mengeluarkan biaya besar untuk transportasi atau menghadapi medan jalan yang rusak.


"Jalan yang lebih baik telah memangkas beban sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih besar," katanya.


Meski demikian, Abdul Maki berharap pembangunan tidak berhenti sampai di sini. Ia menaruh harapan kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Timur agar kebutuhan irigasi pertanian juga menjadi perhatian serius.


Menurutnya, keberadaan saluran irigasi menjadi kebutuhan penting untuk menopang produktivitas lahan pertanian warga. Ia menyebut jaringan irigasi di wilayah tersebut membentang sekitar 1.200 meter dan mengairi ratusan petak sawah masyarakat.


"Harapan kami kepada Pak Bupati, kalau bisa irigasi yang belum ada supaya ditingkatkan lagi. Warga sangat membutuhkan untuk pertanian sawah," harapnya.


Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin menegaskan, sejumlah pekerjaan yang belum selesai dipastikan akan dituntaskan. Pemerintah daerah, kata dia, berencana melanjutkan pembiayaan melalui anggaran lanjutan, termasuk pengerasan jalan di anggaran perubahan sebelum nantinya dilakukan pengaspalan lapen pada anggaran murni berikutnya.


"Maklum, kawasan ini merupakan wilayah pertanian yang membutuhkan akses jalan layak untuk memperlancar mobilitas hasil panen warga," pungkasnya. (zaa)

RSUD dr R Soedjono Selong dapat bantuan alat deteksi dini kanker payudara

 
RSUD dr R Soedjono Selong dapat bantuan alat deteksi dini kanker payudara

OPSINTB.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soedjono Selong, menerima bantuan alat mammografi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Keberadaan alat ini menunjang layanan deteksi dini kanker payudara.


Di lain sisi, dengan bantuan alat tersebut rumah sakit milik Pemkab Lotim ini, semakin memperkuat pengembangan layanan unggulan kanker. Di lain sisi, menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan baik dari sisi fasilitas maupun kesiapan sumber daya manusia (SDM).


Direktur RSUD dr R Soedjono Selong, dr H Anjasmoro menyampaikan, kehadiran alat mammografi menjadi penguatan penting dalam menghadirkan layanan kanker yang lebih lengkap dan modern bagi masyarakat Lombok Timur.


Bantuan alat mammografi ini, imbuhnya, menjadi langkah besar dalam penguatan layanan unggulan kanker di RSUD dr R Soedjono Selong. 


"Tidak hanya alat, kami juga telah mempersiapkan SDM penunjang sehingga layanan nantinya dapat berjalan optimal,” ujar dr H Anjasmoro, Kamis (21/05/2026).


Dia menerangkan, alat mammografi merupakan perangkat radiologi khusus yang digunakan untuk mendeteksi kelainan maupun tanda awal kanker payudara secara lebih akurat. Dengan pemeriksaan yang lebih dini, peluang keberhasilan penanganan pasien juga semakin tinggi.


Selain dukungan sarana, RSUD dr R Soedjono Selong juga memastikan kesiapan tenaga kesehatan penunjang, mulai dari tenaga radiologi, dokter spesialis terkait, hingga petugas pelayanan lainnya yang akan mendukung operasional layanan mamografi.


Kesiapan SDM tersebut, paparnya, menjadi salah satu faktor penting agar layanan dapat berjalan sesuai standar mutu dan keselamatan pasien.


Menurutnya, penguatan layanan ini juga sejalan dengan pengembangan layanan kanker terpadu yang tengah dipersiapkan rumah sakit tersebut. Termasuk penguatan layanan kemoterapi dan pemeriksaan penunjang lainnya.


Dengan hadirnya alat mammografi dan dukungan SDM yang telah tersedia, pihaknya optimis masyarakat Lombok Timur akan semakin mudah mendapatkan layanan deteksi dini kanker payudara tanpa harus dirujuk ke luar daerah.


"Langkah ini menjadi bentuk komitmen RSUD dr R Soedjono Selong dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan berkualitas bagi masyarakat," pungkas Anjas. (kin)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama