OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

06/05/26

Tunjangan sertifikasi guru PAI belum cair, Komisi IV bakal suarakan ke pusat

 
Tunjangan sertifikasi guru PAI belum cair, Komisi IV bakal suarakan ke pusat

OPSINTB.com - Tunjangan profesi guru (TPG) Pendidikan Agama Islam baik PPPK dan PNS pada sekolah dasar negeri (SDN) di Loteng belum dicairkan per Januari 2026. 


Puluhan guru yang tergabung dalam Forum Komunikasi Guru Pendidikan Agama Islam (FK-GPAI) akhirnya mengadukan masalah tersebut ke DPRD Loteng pada Rabu (6/5/2026).


Dalam hearing yang dihadiri pihak Kemenag, Disdik, dan anggota Komisi IV itu, FK-GPAI menyatakan tidak menemukan titik temu terkait masalah itu.


‘’Belum menemukan kesimpulan. Tidak ada hasilnya,’’ kata Koordinator FK-GPAI, Hardi pada wartawan.


Menurut Hardi, pemerintah seharusnya membayar TPG secara berkeadilan atau dibayar per bulan. Dan menurut pengakuan sejumlah guru pada opsintb.com, pembayaran yang dilakukan pemerintah tidak merata. Ada yang sudah dibayar sebulan, dua bulan, bahkan ada yang belum sama sekali.


Adapun TPG, Hardi melanjutkan, pembayarannya variatif, sesuai gaji pokok. ‘’Sekitar 200-an guru yang belum dibayar.’’


H Salim, Kasi Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren Kemenag Loteng menyatakan telah mengusulkan sisa tunggakan gaji ke Kementerian Agama. Ia menyebut, masalah ini tidak hanya terjadi di Loteng, tetapi di kabupaten/kota lain se-Indonesia.


‘’Ini berlaku nasional. Bukan Loteng saja,’’ tegas Salim.


Ia mengemukakan, masalah ini sedang menjadi pembahasan pemerintah pusat. Oleh sebab itu, Salim meminta para guru menunggu dan sabar.


Adapun kebutuhan Kemenag Loteng untuk membayar gaji guru selama setahun mencapai Rp21,7 miliar. ‘’Sudah diusulkan per 31 Desember 2025,’’ tutup Salim.


Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Loteng, Wirman Hamzani, menyebut siap memperjuangkan sertifikasi FK-GPAI Loteng yang belum dibayar.


‘’Kalau bisa kami kawal sampai ke pusat. Perlu pendampingan dari Komisi IV? Kami siap!’’ tegasnya.


Perihal pernyataan Kemenag mengenai belum cairnya anggaran untuk pembayaran sertifikasi, kata Hamzan, adalah alasan yang tidak mendasar. Secara administrasi, menurut dia, Kemenag sudah bekerja sesuai prosedur: bersurat ke pemerintah pusat terkait penunggakan masalah gaji.


Hanya saja, Kemenag tidak mengawal masalah ini secara langsung. ‘’Tapi pengawalan sampai sejauh mana? Maksimal tidak koordinasi dengan pemerintah pusat? Itu yang kami harapkan,’’ sesal Hamzan.


Komisi IV dan FK-GPAI akan terus berkoordinasi mengawal masalah ini. ‘’Kasihan guru-guru kita ini,’’ tutup Hamzan. (wan)

Hendak pulang sekolah, bocah 7 tahun dinodai kakek 56 tahun di area pemakaman

 
Hendak pulang sekolah, bocah 7 tahun dinodai kakek 56 tahun di area pemakaman

OPSINTB.com - ​Senin siang sekitar 11.00 Wita, 4 Mei 2026 kemarin, seharusnya menjadi waktu bahagia bagi bocah perempuan 7 tahun.   Menikmati waktu istirahat sepulang sekolah. 


Seperti hari-hari biasa, bocah perempuan itu melangkah dengan riang, menyusuri jalan desa dikawasan Montong Gading, Lombok Timur. 


Namun, ketenangan siang itu mendadak hancur, berubah menjadi mimpi buruk yang mungkin akan membekas panjang dalam ingatan bocah tersebut.


​Siang itu, langkah kecilnya terhenti. Seorang pria paruh baya berusia 56 tahun inisial AK yang selama ini dikenal sebagai petani, muncul dengan niat keji. 


Tanpa belas kasihan, kakek ini menghadang langkah anak 7 tahun itu. Bukan sekadar menghalangi langkah, AK mengeluarkan ancaman yang membuat nyali korban itu ciut seketika. 


Bukan hanya dengan ucapan ancaman itu datang. Tapi sebuah sabit ditangan pelaku menghadap ke wajah korban. 


Anak umur segitu, dihadapi peristiwa semacam itu yang ada hanya perasaan terancam. 


Dalam kondisi ketakutan, korban tak berdaya ketika pelaku menyeretnya menjauh dari jalan umum, menuju ke area pemakaman yang sepi.


​Di tempat yang sunyi dan jauh dari jangkauan pandangan warga itulah pelaku melancarkan aksi bejatnya dengan memegang serta menggigit bagian payudara korban dibalik pakaiannya. 


Tidak berhenti di situ, pelaku kemudian membuka celana korban dan memasukkan jarinya ke dalam kemaluan korban. Setelah melampiaskan nafsunya, pelaku membiarkan korban pergi.


Sesampainya di rumah, korban tidak lagi ceria. Membuat orang tua anak perempuan itu curiga.


Singkat cerita, kejadian itu dikethaui oleh orang tua korban. Tak mau berlama-lama pelaku dilaporkan atas tindak kejahatan tersebut ke SPKT Polres Lombok Timur pada pukul 15.00 Wita.


​Merespons laporan tersebut, Tim Opsnal Polres Lombok Timur bergerak cepat melakukan penyelidikan dan pengejaran. Pelaku akhirnya berhasil diamankan di rumahnya pada pukul 19.30 Wita.

​Kasat Reskrim Polres Lotim, Iptu Arie Kusnandar, membenarkan bahwa saat ini tersangka telah mendekam di balik jeruji besi. 


Ia menegaskan, pihaknya tidak akan menoleransi tindakan asusila, apalagi terhadap anak di bawah umur.


​“Saat ini pelaku telah diamankan di Polres Lombok Timur. Kami berkomitmen untuk memproses kasus ini sesuai aturan hukum yang berlaku. Yang terpenting sekarang adalah memastikan korban mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang tepat untuk memulihkan traumanya,” ucap Arie dengan nada tegas. (zaa)

Diperiksa Jaksa, Sekda Loteng irit bicara

 
Diperiksa Jaksa, Sekda Loteng irit bicara

OPSINTB.com - Sebuah Toyota Fortuner berjalan pelan memasuki Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah (Loteng). Seorang ajudan berbadan tegap sigap membuka pintu mobil. Tak berselang lama, Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng, H Lalu Firman Wijaya (LFW) keluar dari dalam Kantor Kejaksaan. 


LFW hari ini, Selasa (5/5/2026) memenuhi panggilan Jaksa untuk diperiksa sebagai saksi dugaan korupsi pengadaan truk sampah pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan pengelolaan APBDes. LFW diperiksa kurang lebih lima jam.


Saat dikonfirmasi wartawan, LFW irit bicara. ‘’Nanti tanya penyidiknya,’’ ujar LFW. Ia juga enggan menjawab pertanyaan wartawan perihal tahun pengadaan dump truk tersebut. ‘’Saya lupa,’’ jawab LFW.


Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen Kejari Loteng, Alfa Dera membenarkan bahwa LFW dipanggil dengan kapasitas sebagai saksi oleh Penyidik Tindak Pidana Khusus.


Kata Alfa Dera, LFW diperiksa langsung Kasi Jampidsus Dimas Praja Subroto. Sebagaimana keterangan penyidik, ujar Alfa Dera, LFW diperiksa terkait pengadaan dump truk.


LFW, jelas dia, dicecar puluhan pertanyaan. ‘’Nanti untuk informasi teknisnya akan kami sampaikan setelah informasi dari Seksi Jampidsus,’’ jelas dia.


Pihaknya menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, tetapi sepanjang bersangkutan masih dibutuhkan keterangannya, maka kapasitasnya sama di mata hukum.


Selain LFW, pada hari yang sama, Kejaksaan juga memanggil eks Kepala DLH, Amir Ali. Berbeda dengan LFW, Amir Ali hanya diperiksa sebentar lalu pergi meninggalkan Kantor Kejaksaan.


‘’Memang dalam beberapa hari ini, dalam rangka pemberkasan percepatan seluruh perkara penyidikan yang telah kami tangani, telah memanggil beberapa saksi-saksi,’’ terangnya.


Terkait penetapan calon tersangka, Kejaksaan belum berani memutuskan siapa saja yang terlibat. ‘’Yang pasti jika sudah ada perbuatan melawan hukum, kemudian sudah ada kerugian negara tentu akan diputuskan siapa yang bertanggung jawab.’’


‘’Sepanjang didukung dengan dua alat bukti, semuanya sama di mata hukum,’’ tegas Alfa Dera. (wan)

Pemda Lombok Tengah bakal evaluasi WFH

 
Pemda Lombok Tengah bakal evaluasi WFH

OPSINTB.com - Kebijakan work from home (WFH) dan work from office (WFO) bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemda Lombok Tengah masih berjalan lancar tanpa kendala.


‘’Kebijakan bekerja dari rumah dari pertama sampai hari ini; tidak ada sih laporan yang mengganggu pelayanan masyarakat dan pekerjaan. Aman dan tetap jalan,’’ kata Wakil Bupati Lombok Tengah, H Muhammad Nursiah pada opsintb.com, Selasa (5/5/2026).


WFH dan WFO diterapkan sebagai imbas efesiensi energi. Dalam penerapannya, ASN diharuskan WFH setiap Jumat.


Tetapi, Nursiah melanjutkan, WFH tidak berlaku bagi seluruh ASN lingkungan Pemda Lombok Tengah. Untuk ASN eselon III tetap diwajibkan masuk.


‘’Kalau kepala dinas tetap masuk untuk mengurus segala pekerjaan yang berhubungan dengan dinasnya,’’ imbuhnya.


Kendati belum ada kendala, kata suami dari Hj Winarsih itu, pihaknya akan tetap melakukan evaluasi sesuai mekanisme pekerjaan. 


‘’Tetap evaluasi untuk menemukan apa saja hambatan, keterbatasan dan tantangan. Apakah dari hasil evaluasi itu nanti ada perbaikan; SOP-nya misalnya, komunikasinya, dan lain sebagainya,’’ kata Nursiah.


Budiarta, seorang ASN Dinas Pendidikan mengatakan kendati kebijakan tersebut telah berlaku, Budiarta diwajibkan melakukan absen online pada jam masuk (6-8 pagi) dan absen pulang (15.00-16.00).


‘’Absen tetap sebagai laporan kendati WFH,’’ kata Budiarta.


Selain itu, lanjut ASN kelahiran Kecamatan Pujut itu, perangkat kerja seperti laptop dan lain-lain selalu standby agar jika ada perintah dari atasan segera diselesaikan.


‘’Selebihnya tidak ada kendala lain,’’ terangnya.


WFH juga disambut baik ASN Lombok Tengah yang berasal dari luar daerah. Fathurrahman, seorang ASN Dinas Komunikasi dan Informatika asal Desa Kabar, Kecamatan Sakra, Lombok Timur menyatakan merasa terbantu dengan kebijakan ini. 


Selain efesiensi energi, kata Man panggilan akrabnya, dia juga bisa hemat tenaga. ‘’Ya, menurut saya kebijakan ini membantu kami ASN Lombok Tengah yang berasal dari luar daerah,’’ tutup Man. (iwn)

05/05/26

Korban kebakaran Pasar Pringgabaya mulai terima bantuan Rp 2 juta dari Pemda Lotim

 
Korban kebakaran Pasar Pringgabaya mulai terima bantuan Rp 2 juta dari Pemda Lotim

OPSINTB.com - Bupati Kabupaten Lombok Timur, H Haerul Warisin didampingi Sekretaris Daerah, HM Juaini Taofik menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak musibah kebakaran di Pasar Pringgbaya, Kecamatan Pringgabaya, Selasa (5/05/2026).


Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Camat Pringgabaya itu merupakan bagian dari Program Pemberdayaan (Asnaf Miskin) yang diinisiasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Timur.


Dalam sambutannya, Bupati H Haerul Warisin, menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir langsung dilokasi sesaat setelah kejadian kebakaran. Saat berlangsungnya peristiwa itu, paparnya, dirinya tengah berada di Jakarta.


"Sedang memperjuangkan nasib 176 ribu masyarakat kepesertaan BPJS Kesehatannya dinonaktifkan," ucap Bupati Iron.


Pasca kebakaran, lanjut Iron, pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mengembalikan fungsi pasar agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan normal. 


Pemerintah, terangnya, menginginkan pasar itu segera normal kembali. Namun demikian, harus melalui perencanaan, anggaran hingga aturan-aturan yang harus dipatuhi.


Lantaran itu dirinya meminta masyarakat untuk bersabar karena seluruh kebijakan harus melalui prosedur yang berlaku. 


Pada kesempatan tersebut, bantuan tunai sebesar Rp 2 juta per orang diserahkan melalui BAZNAS kepada para korban.


Bupati Iron mengakui bahwa jumlah tersebut mungkin tidak sebanding dengan kerugian material yang dialami, terutama bagi para pedagang besar. Namun, bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk kepedulian, menjaga silaturahmi, serta memberikan dukungan moral.


"Kami tetap akan mengembalikan apa yang menjadi kebutuhan bapak-ibu di pasar itu, tapi plungguh sabar," pintanya. (zaa)

04/05/26

3 jemaah haji Lombok Tengah batal berangkat

 
3 jemaah haji Lombok Tengah batal berangkat

OPSINTB.com - Tiga calon jemaah haji (CJH) asal Lombok Tengah dipastikan batal berangkat tahun ini. Dari jumlah tersebut, seorang di antaranya meninggal dunia, sedangkan dua lainnya harus menunda dikarenakan sakit.


‘’Total ada tiga. Yang terakhir kemarin ada di kloter 07 setelah diperiksa ada tuberkulosis (TB),’’ terang Kepala Kantor Kementrian Haji Lombok Tengah, H Lalu Syamsul Hadi pada wartawan, Senin (4/5/2026).


Syamsul Hadi menambahkan pembatalan keberangkatan terjadi menjelang persiapan akhir. Bahkan seorang di antaranya telah berada di Asrama Haji, tetapi terpaksa dijemput oleh keluarganya karena dilaporkan sakit.


‘’Dan sekarang masih dirawat di RSU Provinsi Mataram. Kami pastikan tertunda ke tahun depan,’’ imbuh mantan Kepala KUA Kecamatan Pujut tersebut.


Kendati tiga CJH tersebut batal berangkat, kuota CJH Lombok Tengah tetap terpenuhi karena diisi langsung oleh CJH kabupaten lain.


‘’Dua orang yang sakit diisi CJH kabupaten lain, sedangkan yang meninggal dunia digantikan anaknya,’’ ujarnya.


Kata Syamsul, sebagian besar CJH Lombok Tengah tahun ini telah berusia lanjut. Mereka telah diterbangkan pada kloter 02 dan 07. Syamsul merinci, CJH lansia yang telah berangkat berjumlah 68 orang. 26 orang berangkat di kloter 02, dan 42 orang berangkat di kloter 07.


‘’Lansia menjadi prioritas untuk diberangkatkan 2026 ini,’’ kata dia.


Adapun kloter tersisa, yakni kloter 12 akan diberangkatkan pada 6 Mei mendatang. Mereka akan tergabung bersama CJH asal Kabupaten Lombok Timur. Sekira pukul 6 pagi, mereka dipastikan sudah tiba di Asrama Haji.


‘’Kloter 12 langsung menuju Jeddah. Masuk gelombang kedua,’’ ucapnya.


Kemudian pemberangkatan terakhir, yakni kloter 15 akan berangkat pada 9 Mei dan bakda magrib sudah sampai di Asrama Haji.


Sesuai laporan ketua kloter di Arab Saudi, Syamsul melanjutkan, saat ini kondisi seluruh jamaah dalam kondisi sehat. Tidak ada kendala yang dihadapi oleh para jamaah. Hanya saja pembagian kamar belum merata.


‘’Pembagian kamar merata. Mereka harus sabar menunggu,’’ tandasnya. (iwn)

IOA donasi Rp 1,1 miliar untuk kemajuan pendidikan dasar di Loteng

 
IOA donasi Rp 1,1 miliar untuk kemajuan pendidikan dasar di Loteng

OPSINTB.com - Empat puluh peserta Lombok Charity Ride (LCR) akhirnya tiba di Kantor Bupati Lombok Tengah (Loteng), Senin pagi (4/5/2026). LCR digagas oleh Perkumpulan Indonesian Overseas Alumni (IOA). Para pesepeda yang berasal dari berbagai kota di Indonesia ini mengelilingi Pulau Lombok selama dua hari (2-3 Mei 2026) dengan menempuh rute sejauh 374 kilometer.


Panitia LCR, Adrie Evril, menyatakan tujuan dari LCR adalah menggabungkan kegiatan olahraga, wisata, sekaligus donasi untuk peningkatan kualitas pendidikan di Loteng, seperti pelatihan guru dan kepala sekolah dasar.


Adrie melaporkan, selama di perjalanan yang dimulai dari Sirkuit Mandalika, seluruh peserta tidak ada yang mengalami kecelakaan.


‘’Yang penting dari laporan ini; nggak usah panjang-panjang, yaitu zero accident zero fatality. Semua tiba dengan selamat,'' ujar Adrie.


Chairman IOA, Eka Tanuwijaya, menyatakan dana yang terkumpul dari hasil donasi ini mencapai Rp 1,1 miliar lebih. Eka menyatakan merasa sangat terharu oleh dukungan pemerintah, baik provinsi maupun daerah.


Donasi yang terkumpul, jelas Eka, akan dimanfaatkan untuk pendidikan guru dan kepala sekolah dasar di Loteng. ‘’Karena guru SD itu adalah cikal bakal dari pembentukan karakter,’’ Eka menjelaskan.


Pelatihan guru dan kepala sekolah dasar di Loteng, lanjut Eka, telah dimulai sejak Januari 2026. Sebanyak enam ribu orang guru ditargetkan akan mengikuti pelatihan ini, dengan perkiraan waktu selesai 10 tahun.


‘’Guru di zona utara, tengah dan selatan Loteng akan dididik rata,’’ Eka Tanuwijaya.


Sementara itu, Bupati Loteng, H Lalu Pathul Bahri, menyatakan rasa terima kasih seluas-luasnya kepada IOA atas dukungannya memajukan dunia pendidikan dasar Loteng.


Sebab, kata Pathul, tugas pemerintah sangat banyak dan berat. Sehingga, jika tidak didukung oleh semua pihak, maka akan sulit bagi pemerintah menyelesaikannya.


‘’Karena itu, saya sebagai pelayan masyarakat, beserta kepala dinas seluruh OPD di Loteng mengucapkan terima kasih yang seluas-luasnya atas kehadiran para pesepeda dan IOA yang telah berdonasi untuk kemajuan pendidikan dasar di Loteng,’’ demikian Pathul. (wan)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama