OPSINTB.com | News References -->

Headline

Politik

Hukum

Nasional

07/02/23

Berlarutnya mutasi lingkup Pemda Loteng diduga ada peran tokoh agama dan masyarakat

 
Berlarutnya mutasi lingkup Pemda Loteng diduga ada peran tokoh agama dan masyarakat

OPSINTB.com - Isu mutasi di lingkup Pemda Loteng belakangan menjadi perbincangan hangat sejumlah pihak. Kabarnya, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengetahui dirinya akan dimutasi mendatangi sejumlah tokoh agama maupun tokoh masyarakat untuk melobi agar tak dimutasi.

Faktor kedekatan sejumlah tokoh agama maupun tokoh masyarakat dengan pihak yang berkepentingan melakukan mutasi seperti menjadi tameng bagi para ASN.

Hal itupun diamini oleh Sekda Loteng, Lalu Firman Wijaya. Firman sendiri tak mempermasalahkan hal itu, karena menurutnya hal itu merupakan ikhtiar.

''Iya yang namanya ikhtiar orang; lobi-lobi boleh,'' kata Firman Wijaya pada wartawan di Praya, Selasa (7/2/2023).

Meskipun demikian, lanjut Firman, keputusan berada di tangan bupati dan wakilnya. Menurutnya, keputusan bupati dan wakilnya sudah sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Bagi ASN yang berupaya melobi untuk dinaikkan jabatannya, Firman mengingatkan agar tidak melakukan hal itu. Karena, Pemda Loteng telah mendapatkan kepercayaan dari pemerintah pusat sudah melakukan mutasi sesuai dengan persyaratan dan kualitas ASN (Sistem Merit).

''Tetap kami perhatikan. Kalau memang tidak layak secara kepangkatan, sistem kerja, tidak mungkin kami kedepankan,'' tegas Firman.

Kata Firman, mutasi sendiri akan dilakukan secepatnya. Paling tidak usai event Bau Nyale. 

Sementara itu, Bupati Loteng, H Lalu Pathul Bahri enggan menanggapi isu (mutasi) ini. Kepada sejumlah awak media saat wawancara door stop di depan ruang kerjanya, bupati tak menanggapi pertanyaan awak media.

''Apa itu?,'' ucapnya. (wan)

Pemkab Lombok Tengah gelar rapat akhir Bau Nyale, ini hasilnya

 
Pemkab Lombok Tengah gelar rapat akhir Bau Nyale, ini hasilnya

OPSINTB.com - Pemkab Lombok Tengah (Loteng) menggelar acara rapat akhir event Bau Nyale di Ruang Rapat Kantor Bupati pada Selasa (7/2/2023).

Dalam rapat tersebut, Sekda Loteng, Lalu Firman Wijaya yang bertindak sebagai pemimpin rapat menekankan masalah pengamanan. Menurutnya, keamanan menjadi salah satu faktor terlaksananya event Bau Nyale agar berjalan lancar.

''Pertama masalah pengamanan. Baik pengamanan terhadap orang dan barang,'' kata Sekda.

Lanjut Sekda, sesuai rencana event Bau Nyale akan dilaksanakan di dua lokasi. Pertama di Pantai Tanjung Aan dan kedua di Pantai Seger. 

Khusus Pantai Aan, Pemkab sudah menyiapkan panggung hiburan dan lebih diprioritaskan untuk khalayak ramai, seperti para pengunjung dari daerah lain, sehingga di Pantai Aan, event Bau Nyale akan diisi dengan acara hiburan dengan mendatangkan band lokal (Amtenar) dan lain-lain.

''Malam puncaknya di Aan karena ada sejumlah hiburan,'' imbuh Sekda.

Sedangkan di Pantai Seger, terang Sekda, diperuntukkan untuk pertunjukan budaya, seperti pertunjukan wayang kulit, cilokak, dan berbagai ritual budaya lokal lainnya.

Pemkab pun memastikan Pantai Seger sebagai lokasi pertunjukan budaya akan ramai dikunjungi masyarakat dan wisatawan. Untuk itu, pemkab memastikan sudah merencanakan rekayasa lalulintas pengunjung dan wisatawan ke Pantai Seger.

''Yang butuh atensi adalah di Seger untuk aksesnya,'' tekan Sekda.

Untuk itu, Pemkab mengimbau masyarakat yang akan menyaksikan pertunjukan budaya untuk melewati timur muara. Mengingat akses jalan dari Hotel Fullman akan ditutup karena jembatan yang tak memadai.

''Masyarakat kami arahkan melalui gate 2 dan gate 3. Sehingga masyarakat diimbau untuk melalui timur muara Pantai Seger,'' himbau mantan Kadis PUPR itu.

Event Bau Nyale di Loteng akan dilakukan pada 11-13 Februari. Event ini juga menjadi rangkaian acara pembuka event WSBK di Sirkuit Mandalika.

Konon, sejumlah menteri akan datang menghadiri event ini. ''Menparekraf dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dipastikan hadir,'' Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Loteng, H Lendek Jayadi menambahkan. (wan)

Ini kronologis lengkap jatuhnya pemancing tebing di Teluk Ujung

 
Ini kronologis lengkap jatuhnya pemancing tebing di Teluk Ujung

OPSINTB.com - Kamisun (35), laki-laki warga Dusun Gunung Timba, Desa Denggen Timur, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur yang merupakan seorang pemancing tebing terpeleset dan jatuh di laut Teluk Ujung, Gunung Tunak, Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah pada Minggu (05/02/2023) sekitar pukul 22.00 wita.

Kapolres Lombok Tengah melalui Kapolsek Kawasan Mandalika, AKP I Made Dimas Widyantara dalam keterangan resminya membenarkan peristiwa tersebut.

Dimas menyampaikan kronologis kejadiannya berdasarkan keterangan saksi atau rekan korban yakni Sopian Hadi (30), pada Minggu (05/02) pukul 17.00 wita, korban bersama rekannya masuk kawasan TWA Gunung Tunak menuju ke Teluk Ujung untuk memancing ikan.

Setelah sampai di lokasi sekitar pukul 18.00 wita, korban memarkirkan kendaraan di perbukitan kemudian bersama rekannya bergegas turun menggunakan tali yang telah diikat sampai ke pinggir tebing yang akan dijadikan lokasi pemancingan. 

Pada pukul 19.00 wita, mereka  mempersiapkan alat pancing dan setelah semuanya sudah siap korban bersama rekannya naik ke atas dan berdiam diri di sebuah lubang sambil menunggu pancingan.

"Pada saat itu rekan korban memberi tahu korban bahwa air mulai pasang namun tidak dihiraukan oleh korban," kata Dimas.

Sekitar pukul 21.30 wita, korban merasakan pancingnya ditarik ikan sehingga korban langsung turun untuk mengambil ikan tersebut dan mengambil box untuk menyimpan ikannya namun pancing korban terkait karang sehingga korban turun ditemani rekannya untuk memperbaiki pancing yang tersangkut di batu karang.

Pada saat itu datang ombak yang pertama menghantam korban bersama rekannya namun masih bisa selamat, setelah itu korban tetap berusaha untuk memperbaiki pancing yang terkait batu karang dan rekan korban naik keatas untuk menghindari ombak.

Tidak berselang lama kembali datang ombak yang kedua dan cukup besar menghantam korban sehingga korban terjatuh ke laut, korbanpun berteriak meminta rekannya untuk mengambil tali.

"Rekan korban bergegas mengambil tali dan sempat melihat korban sudah berada di laut, setelah mendapatkan tali rekan korban langsung melempar tali tersebut ke arah korban namun tidak sampai karena korban makin ketengah," ungkapnya.

"Korban terus berteriak meminta tolong sehingga rekan korban pergi mencari bantuan ke warga sekitar, ia bertemu dengan salah satu warga kemudian langsung menuju lokasi," sambung Dimas.

Namun setelah di lokasi, korban sudah tidak kelihatan, kemudian rekan korban langsung menghubungi keluarga untuk memberitahukan bahwa korban jatuh ke laut dan terseret ombak. 

Menerima laporan tentang peristiwa tersebut Kapolsek Kawasan Mandalika langsung melakukan kordinasi dengan Basarnas, kemudian bersama personil Polsek Kawasan Mandalika langsung menuju lokasi untuk melakukan cek TKP serta meminta keterangan saksi.

"Lokasi tersebut curam, arus dan ombak yang relatif tinggi" jelas AKP Dimas.

Sampai berita ini dimuat proses pencarian korban masih berlangsung baik dari Basarnas, Kepolisian dan dibantu warga sekitar menggunakan alat seadanya. 

"Pencarian terkendala oleh cuaca, hujan dan angin kencang serta ombak yang tinggi" tutup Kapolsek. (red)

06/02/23

Iman Suryo Wibowo, anak tukang tambal ban yang punya banyak perusahaan

 
Iman Suryo Wibowo, anak tukang tambal ban yang punya banyak perusahaan

OPSINTB.com - Terlahir dari keluarga tukang tambal ban, Iman Suryo Wibowo, menjadi buah bibir di Kota Bima. Di muda, dia menjadi pengusaha dengan pencapaian gemilang. Iman adalah bukti, dengan kerja keras, mereka yang berasal dari keluarga biasa, mampu menjadi figur yang luar biasa.

"Kan hidup itu memang harus dari bawah. Karena hidup itu butuh proses," kata Iman, mengawali perbincangan, Sabtu (4/2/2023) malam.

Menjelang pergantian hari, Imam baru sampai di rumahnya di Kelurahan Dara, Kecamatan Rasana'E Barat, Kota Bima. Di akhir pekan, Iman rupanya masih melakukan aktivitas yang padat. Menjawab dan membaca sejumlah pesan yang masuk di telepon genggamnya pun, secara seksama baru sempat dia lakukan saat itu.

"Kebetulan saya sedang membuka lini bisnis yang baru. Jadi butuh koordinasi intensif," katanya.

Bekerja keras adalah habitat Imam. Sewaktu masih duduk di bangku SD pun, dia sudah terbiasa menukar waktu bermainnya, untuk memilih bekerja dan menghasilkan uang. Orang tuanya memang mendidiknya demikian.

"Saya memang dididik berbeda oleh almarhum ayah. Sejak SD, saya kalau mau ada uang, maka saya harus bekerja," kata Iman.

Pemuda 37 tahun ini, lahir dan besar di Kota Bima. Namun, ayahnya, Saripan, adalah perantau di sana. Imam anak terakhir dari tiga bersaudara. Saat kedua orang tuanya merantau ke Bima di era 1980-an, dua kakak Iman masih kecil-kecil.

Iman menuturkan, ayahnya tidak tamat sekolah dasar. Datang ke bima pun untuk menjadi tukang tambal ban. Dari tambal ban, ayahnya membuka bengkel. Melayani ganti dan tambah oli. Lalu berkembang lagi dan membuka usaha vulkanisir ban, yakni usaha ban bekas yang dilapisi dengan kompon baru sehingga terlihat seperti ban baru. Usaha yang diberi nama Ulet Jaya itu, melayani ban vulkanisir untuk truk dan kendaraan pikap.

Semenjak masih SD, Iman sudah membantu seluruh pekerjaan ayahnya. Mulai dari tambal ban, ganti dan tambah oli, hingga vulkanisir ban. Hal yang dia lakukan hingga duduk di bangku SMA. Tangan dingin ayahnya, membuat Ulet Jaya semakin berkembang. Seiring perkembangan usaha itu, ekonomi keluarga Iman mulai membaik. Tapi bukan berarti Imam boleh berleha-leha.

Iman ingat persis. Selepas pulang sekolah, dia sudah ada untuk bekerja di tempat usaha ayahnya, dan baru pulang pada pukul 17.00 Wita. Dia tak bermain bersama teman-temannya. Padahal, banyak teman sebayanya datang mengajak untuk sekadar main playstation, atau jalan-jalan naik sepeda motor berkeliling-keliling.

"Saya bahkan sampai dijauhi teman-teman. Tapi itu dulu ya… Kalau sekarang tidak," kata Iman tertawa mengenang masa-masa itu.

Selepas menamatkan sekolah menengah, Imam melanjutkan pendidikan tinggi di Universias Tujuh Belas Agustus (Untag) Surabaya. Imam mengambil jurusan ekonomi dengan konsentrasi pemasaran. Pada 2008, dia menamatkan studi, lalu kembali ka kampung halaman.

Oleh ayahnya, Iman lalu diberi tanggung jawab menjadi manajer di Ulet Jaya. Pelan dan pasti, usaha Ulet Jaya kian berkembang pesat. Usaha bengkel tersebut kian membesar. Sudah ada pula usaha pengelasan dan mesin bubut. Sampai kemudian pada tahun 2014, sang ayahanda berpulang, dipanggil Yang Maha Kuasa, yang menjadikan Ulet Jaya sepenuhnya tanggung jawab Iman.

Di bawah kendali Iman, Ulet Jaya melakukan sejumlah ekspansi bisnis. Hingga kini, tercatat tak kurang dari 20 jenis lini bisnis yang dikelola Imam. Ulet Jaya pun telah menjadi perseroan terbatas, dan menjadi perusahaan induk dari anak-anak usaha di bawahnya. Seluruh usaha itu berpusat di Kota Bima.

"Saya sudah terlalu cinta sama kampung halaman saya. Saya sudah terlalu cinta sama Kota Bima," kata Iman soal lini bisnisnya yang seluruhnya berpusat di kota terbesar di timur NTB tersebut.

Toh, meski memiliki pusat usaha di Kota Bima, bukan berarti Iman tak memiliki jejaring pengusaha di tingkat nasional. Usaha kacang mete milik Imam misalnya, sudah bermitra dengan pengusaha di Pulau Jawa untuk ekspor kacang mete ke berbagai negara. Dalam waktu dekat, Imam juga akan mendirikan Akademi Futsal di Kota Bima. Akademi itu merupakan franchise V8, akademi futsal yang didirikan legenda fustal Indonesia, Vennard Hutabarat.

"Sebentar lagi sudah penandatanganan MoU," ungkap Iman.

Baik Imam dan Vennard, keduanya adalah karib. Iman memang penggila sepakbola. Dia bahkan memiliki klub futsal dengan nama yang masyhur di Kota Bima. Klub futsal tersebut malang melintang dalam berbagai kompetisi di Bumi Gora. Secara khusus, Imam juga membangun dua lapangan futsal di Kota Bima. Dan hingga saat ini, memasuki periode kedua, Imam masih mendapatkan kepercayaan memimpin Asosiasi Futsal Kota Bima.

Menjadi pemimpin perusahaan dan mapan di usia yang masih begitu muda, Iman mengaku semuanya tak lepas dari didikan orang tuanya. Imam mengaku, sedari kecil, ayahnya telah menanamkan kultur dan mindset entrepreneurship. Dalam hal kultur, ayahnya mengajarkan pentingnya kerja keras, ulet, kerja cerdas, dan tuntas. Berani mengambil risiko dengan tiada henti menekankan, bahwa di balik risiko ada kesuksesan yang menunggu.

Pun begitu tentang mindset. Iman diajarkan tentang tanggung jawab. Pantang pulang sebelum masalah diselesaikan. Diajarkan cekatan, diajarkan tentang pentingnya etos kerja. Tidak lupa salat dan ibadah dan terus berikhtiar dan mensyukuri apa yang didapat hari ini, dan besok berusaha lebih giat lagi.

Iman bahkan menuturkan, saat ayahnya masih hidup dan dirinya menjadi manajer di Ulet Jaya, ayah tiga putra ini tak ubahnya seperti karyawan pada umumnya. Bukan petantang petenteng. Imam bekerja dan mendapat gaji seperti karyawan lainnya. Selain itu, Iman setiap satu kali dalam sepekan, diharuskan untuk menginap di mess para pekerja. Hidup membaur bersama mereka. Mengetahui problem harian yang mereka hadapi. Menjadi orang pertama yang mengetahui dan membantu para pekerja ketika mereka sedang sakit.

Semua itu kata Iman, dilakukan ayahnya dalam mendidik dirinya, agar jika memimpin perusahaan, Imam sudah tahu apa yang akan dilakukan pada saat hendak mengambil keputusan. Tahu cara terbaik ketika hendak memberi perintah kepada karyawan.

Seluruh hal tersebut pun, hingga kini masih dipraktikkan Iman. Tentu ada modifikasi sejumlah hal. Mengingat perkembangan zaman yang sedemikian pesat, mengharuskan sejumlah hal di-update dan dilakukan dengan cara yang berbeda namun memiliki tujuan yang sama.

Karena itu, sebagai owner PT Ulet Jaya, Iman yang memiliki 300 karyawan, kini selalu memastikan seluruh pekerjanya benar-benar bisa bekerja dengan suasana yang nyaman. Sehingga menjadikan mereka tetap produktif. Bahkan kini, dua orang karyawannya, masih merupakan generasi pertama Ulet Jaya, yang bahu membahu bersama ayahandanya membangun usaha.

Buat Iman, jika mereka kini masih nyaman bekerja di Ulet Jaya, bukan semata karena mereka karyawan yang loyal belaka. Namun, karena kultur kerja yang nyaman. Dan mereka tahu, bahwa Ulet Jaya dipimpin oleh orang yang tepat, dan mampu menjadikan Ulet Jaya kian berkembang pesat.

Sementara itu, dari seluruh hal yang ditanamkan ayahandanya, hal yang tak boleh ditawar-tawar kata Iman, adalah pentingnya berbagi kepada sesama. Begitulah cara terbaik untuk bersyukur kepada Sang Pencipta.

Itu sebabnya, Ulet Jaya kini memiliki program Jumat Berkah. Yakni sebuah program yang membantu sesama setiap hari Jumat. PT Ulet Jaya dan seluruh anak usahanya juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosial di tengah-tengah masyarakat. Misalnya berbagi sembako kepada warga yang membutuhkan. Iman juga menyiapkan bantuan untuk para penyandang disabilitas. Bahkan, kini, Iman bekerja sama dengan Satuan Lalu Lintas di Polres Bima Kota, menyiapkan dua lusin helm dengan standar SNI setiap dua bulan, untuk kemudian dibagi-bagikan kepada warga sebagai bagian dari kampanye pentingnya berkendara dengan aman dan nyaman serta tertib lalu lintas.

"Sudah menjadi komitmen Ulet Jaya, untuk terus melakukan kegiatan berbagi ini tanpa henti," imbuh Iman.

Karena itu, jika kini, Iman menjadi buah bibir di Kota Bima, adalah buah dari kerja kerasnya. Pada Imam-lah, para generasi muda seharusnya menoleh. Sebab, usia muda bukanlah penghalang untuk berbuat besar bagi kemajuan daerah dan juga bagi masyarakat. (red)

Bupati Sukiman ajak masyarakat memaksimalkan fungsi masjid

 
Bupati Sukiman ajak masyarakat optimalisasi fungsi masjid

OPSINTB.com - Bupati Lombok Timur, HM Sukiman Azmy menghadiri kegiatan peletakkan batu pertama pembangunan Masjid Ponpes Daarusy Syifaa’ Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Senin (6/2/2023).

Pada kesempatan itu bupati menyampaikan, sebuah pondok pesantren (Ponpes) disebut Ponpes apabila memenuhi persyaratan, seperti adanya pondok tempat anak-anak ditampung dan menginap, adanya madrasah, adanya kyai yang menunggu 24 jam, adanya masjid, dan majelis taklim. 

Karena itulah bupati menyambut baik pembangunan masjid di Ponpes ini. Ia berharap proses pembangunan masjid itu selesai dalam waktu 6 bulan agar dapat digunakan warga Ponpes di bulan Syawal mendatang.
 
Bupati pun menjelaskan peran masjid pada masa Rasulullah SAW. "Semua aktivitas dilakukan di masjid," tutur Bupati. 

Masjid tidak hanya dijadikan tempat sholat, tetapi juga untuk bermusyawarah, menahan para tawanan, serta dijadikan sebagai klinik kesehatan. Keberadaan masjid pada era Rasulullah lebih tepat dikatakan sebagai institusi yang membangun peradaban umat islam yang modern. 

"Semoga masjid dapat kembali menjadi sentra aktivitas agar dapat menyatu dengan kehidupan," harap Bupati Sukiman.

Bupati tak lupa menyampaikan apresiasi kepada yayasan dan lembaga yang mendukung pembangunan masjid tersebut, yakni Yayasan Al-Ummah. Yayasan ini telah membantu berdirinya  sejumlah masjid di Lombok Timur.

Sementara itu, Ketua Yayasan Ponpes Daarusy Syifaa', Husen Abdullah menyampaikan apresiasi kepada semua pihak, termasuk Bupati dan Pemda Lombok Timur yang memfasilitasi pembangunan masjid tersebut. Ia mengakui, 335 santri masih melaksanakan shalat di masjid masyarakat, karena tidak punya masjid khusus Ponpes. 

"Yang namanya Ponpes harus 24 jam. Alhamdulillah sekarang dapat terwujud sehingga menambah sarana anak-anak di sini," katanya. 

Kegiatan itu dihadiri pula Camat Labuhan Haji, Kepala Desa Tirtanadi, wali murid, tokoh agama, serta tokoh masyarakat. (red)

05/02/23

Panwaslu Kecamatan Wanasaba lantik 14 orang PKD

 
Panwaslu Kecamatan Wanasaba lantik 14 orang PKD

OPSINTB.com - Panwaslu Kecamatan Wanasaba gelar pelantikan dan pengambilan sumpah janji 14 orang anggota Panwaslu Kelurahan/Desa (PKD) se-Kecamatan Wanasaba. 

Acara tersebut bertempat di aula Kantor Camat Wanasaba pada Ahad (05/02/2033). Hadir dalam kesempatan tersebut Panwaslu Kecamatan Wanasaba, Camat Wanasaba, Kapolsek Wanasaba, KUA Kecamatan Wanasaba, Banpos Ramil Wanasaba.

Acara pelantikan ini dimulai dari pengambilan sumpah janji, dilanjutkan dengan pelantikan dan penandatanganan fakta integritas.

Dalam sambutannya Camat Wanasaba, Sadikin menyampaikan, dalam pengawasan nantinya diharapkan agar bekerja sesuai dengan apa yang sudah diatur dalam undang-undang.

"Saudara/i yang dilantik ini harus menjunjung tinggi regulasi aturan di masing-masing desa," ujarnya.

Ia juga menerangkan, pemilu ini tidak akan dikatakan jujur adil jika pengawas tidak tegas dalam menindak sesuatu.

"Dalam bertugas, tentu banyak sekali yang akan kalian temukan di lapangan," tambah Camat Wanasaba.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kecamatan Wanasaba, Hamidi menyampaikan, setelah dilantik, PKD sudah ada tugas yang menunggu, sehingga diminta untuk bekerja dan bekerja.

"Tugas ini diberikan anggota PKD setelah dilantik, dan sudah menjadi partner kerja kita di kecamatan," ungkapnya.

Lanjut Hamidi, selesai bimtek pada hari Selasa esok, PKD diharapkan agar berkoordinasi dengan stakeholder terkait di desa masing-masing.

Ditempat yang sama, Kapolsek Kecamatan Wanasaba, Zulkipli menyampaikan, dalam pengawasan esoknya PKD akan berhadapan dengan orang-orang yang lebih memahami aturan.

"Ingat yang bapak ibu hadapi besok orang yang lebih berpengalaman, bisa jadi dia lebih memahami aturan-aturan dari kita," ungkapnya.

Terakhir ia berharap agar selesai pelantikan PKD segera menyambung silaturahmi dan emosional, agar saat bekerja tidak ada halangan dan rintangan.

"Komitmen kami, saya dan anggota siap membantu untuk melancarkan tugas-tugas saudara/i sekalian," pungkasnya. (red)

Dekatkan pelayanan kepada pelaku usaha, Sekda Lotim launching PMPTSP Mobile

 
Dekatkan pelayanan kepada pelaku usaha, Sekda Lotim launching PMPTSP Mobile

OPSINTB.com - Sekda Kabupaten Lombok Timur, HM Juaini Taofik me-launching pelayanan perizinan berusaha secara mobile/langsung ke lapangan di arena Car Free Day (CFD) Taman Rinjani Kota Selong, Minggu(05/02/2023). Pelayanan Langsung di lapangan tersebut dilakukan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lombok Timur dimaksudkan untuk mendekatkan pelayanan kepada pelaku usaha.

Kepala DPMPTSP Kabupaten Lombok Timur, Husnul Basri di sela-sela pelayanan di car free day mengatakan, kegiatan PMPTSP Mobile untuk menegaskan tentang paradigma baru dunia perizinan yang berbasis online dengan sistem Online Singel Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) perizinan online berusaha berbasis risiko dan bisa diakses secara mandiri oleh pelaku usaha melalui oss.go.id

"Dalam pelayanan langsung di lapangan ini, kita sampaikan juga  ke masyarakat/pelaku usaha jenis resiko usaha, terdiri dari risiko rendah, menengah rendah, menengah tinggi dan risiko tinggi. Khusus untuk  risiko rendah seperti usaha perseorangan dalam bentuk UD untuk jualan kios warung misalnya, cukup  mendapatkan izin berupa Nomor Induk Berusaha (NIB) itulah izin pengganti SIUP dan TDP yang kita kenal dulu secara manual," jelasnya.

Sementara itu Sekda Kabupaten Lombok Timur menjelaskan, apa yang dilakukan jajaran Dinas PTSP Lombok Timur dengan mendekatkan pelayanan kepada pelaku usaha merupakan bentuk implementasi dari sektor perizinan yang responsif cepat dan tepat. Paradigma baru pemerintahan harus hadir di tengah-tengah masyarakat untuk melayani dengan cepat. 

"Saya liat apa yang dilakukan oleh teman-teman di Dinas PTSP dengan melakukan pelayanan langsung ke lapangan, ini membuktikan upaya mendekatkan pelayanan kepada pelaku usaha. Mungkin ada pikiran ngurus izin usaha ribet dan sulit ternyata tidak, jika lengkap syarat seperti KTP, NPWP pelaku usaha dengan cepat mendapatkan dokumen perizinan berupa NIB dan dokumen lainnya," kata Sekda Lotim yang akrab disapa Kak Ofik.

Ia berharap kegiatan pelayanan rutin turun langsung ke lapangan, menjadi kegiatan rutin DPMPTS dan kegiatan ini dirasakan sangat besar manfaatnya oleh masyarakat terutama para pelaku usaha.

PMPTSP Mobile berlangsung semarak dan dimeriahkan juga dengan penampilan line dance dari organisasi senam Ikatan Line Dance Indonesia (ILDI) Kabupaten Lombok Timur. (red)

Panwaslu Kelurahan/Desa se-Kecamatan Labuhan Haji resmi dilantik

 
Panwaslu Kelurahan/Desa se-Kecamatan Labuhan haji resmi dilantik

OPSINTB.com - Sebanyak 12 Panwaslu Kelurahan/Desa (PKD) Kecamatan Labuhan Haji resmi dilantik pada Minggu (5/2/2023), di aula kantor camat setempat.

Hadir pada pelantikan, perwakilan dari Bawaslu Lombok Timur, Camat Labuhan Haji Baiq Lian Krisna Yutarti, Kapolsek Labuhan Haji IPTU Abdusyukur, Danramil Labuhan Haji, Panwascam Labuhan Haji Lalu Ismail Fahmi, Anggota Komisioner Panwascam Satriawan, dan M Subhan.

Ketua Panwascam Labuhan Haji, Lalu Ismail Fahmi memberikan selamat atas dilantiknya PKD se-Kecamatan Labuhan Haji.

Untuk itu ia berpesan kepada 12 PKD yang dilantik supaya mengoptimalkan koordinasi dengan Panwascam Labuhan Haji. 

"Kami berpesan kepada 12 orang PKD ini untuk terus berkoodinasi dengan kami dan jangan sampai putus koordinasi tersebut," ucap Ketua Panwascam Labuhan Haji pada Sambutanya.

Bahkan, ia juga berpesan kepada 12 PKD yang dilantik supaya menegakkan asas-asas integritas dan netralitas sebagai petugas ad-hoc Bawaslu di desa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Setelah dilantik rekan-rekan langsung bekerja di desa masing-masing dengan mengedepankan tugas wewenang dan kewajiban sesuai dengan peraturan perundang-undangan," pungkasnya.

Ia menambahkan, PKD juga harus tegas mengawasi dan mencegah terjadinya pelanggaran Pemilu di tengah masyarakat se-Kecamatan Labuhan Haji.

"Saya berharap kepada temen-temen PKD yang dilantik hari ini bisa menjadi tonggak Bawaslu di pemerintahan tingkat Kelurahan dan Desa, karena teman-teman telah melalui filtrasi sebelumnya di tahap seleksi administrasi dan wawancara," katanya.

Sementara itu, Camat Labuhan Haji, Baiq Lian Krisna Yutarti dalam sambutanya berharap agar seluruh PKD yang telah dilantik mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab. 

"Tadi ketika dilantik rekan-rekan sudah mengucapkan sumpah, yang tentunya sumpah itu tidak hanya diucapkan di mulut, karena pertanggung jawaban sumpah itu begitu luar biasa," terangnya.

Untuk itu, ia mengharapkan 12 PKD yang sudah dilantik tersebut, bisa terus berdedikasi, berintegritas tinggi dan juga melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. 

"Mudah-mudahan rekan-rekan bisa semua menjalankan tugas dengan rasa tanggung jawab dan berintegritas tinggi, koordinasi ke depannya juga tolong terus dilakukan kepada kepala desa dan lurah di tempat masing-masing bertugas," pungkasnya. 

Berikut nama-nama 12 PKD yang dilantik se-Kecamatan Labuhan Haji, yakni Nasri di Desa Teros, Kurnianti Desa Korleko Selatan, Muh Zainal Abidin Desa Labuhan Haji, Ahmad Riadi Desa Korleko, Mahsun Kelurahan Ijobalit, Gubran di Desa Tirtanadi, L Muh Ali Qadri di kelurahan Geres. 

Kemudian Zulkipli di Desa Kertasari, Humaidi Desa Penedagandor, Hilul Masahun Desa Banjar sari, Zainul Fikri Kelurahan Suryawangi, Anggita Dwiyantari W di Kelurahan Tanjung. (zaa)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama