OPSINTB.com | News References -->

Headline

Link Banner

Politik

Hukum

Nasional

21/07/24

Warga Alas Sumbawa titipkan harapan besar untuk Rohmi-Firin di ajang Roadshow Mi6

 
Mi6 sumbawa

OPSINTB.com - Roadshow Episode III yang digelar Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 di Pulau Sumbawa berlangsung sukses. Roadshow yang digelar di Kecamatan Alas, wilayah yang selama ini dikenal sebagai barometer politik di Kabupaten Sumbawa itu benar-benar telah menjelma menjadi ”Rumah Aspirasi” bagi masyarakat Sumbawa untuk calon Gubernur dan Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Djalilah dan HW Musyafirin.


Roadshow yang berlangsung pada Sabtu, 20 Juli 2024 malam, di rumah salah seorang warga, Advokad Neki Hendrata di Lenang Datu, desa Dalam, Kecamatan Alas - Sumbawa Besar tersebut, dibanjiri para tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan dari kalangan pondok pesantren. Total hadir untuk menyampaikan aspirasi secara langsung sedikitnya 80 orang warga.


Kegiatan yang dipandu Agus Adrianto, salah satu tokoh muda penggagas dan deklarator pemekaran wilayah Kabupaten Sumbawa Barat  ini diawali dengan pemberian santunan kepada 15 orang anak yatim dan janda kurang mampu. M Yakub yang merupakan Pariwa (Sesepuh) Adat Sumbawa, didaulat untuk menyerahkan santunan tersebut dengan didampingi Direktur MI6 Bambang Mei Finarwanto.


Kegembiraan terpancar sangat jelas dari wajah-wajah anak anak yatim dan janda kurang mampu penerima bantuan tersebut. Ucapan rasa syukur dan terima kasih meluncur dari mereka.


Usai penyerahan santunan, acara kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog, yang merupakan bagian inti dari Roadshow Mi6 yakni untuk menyerap aspirasi masyarakat menyongsong Pemilihan Gubernur NTB tahun 2024.


Mengawali sesi dialog, Daeng Ako, panggilan akrab M Yakub, menceritakan kedekatannya secara personal baik dengan Hj Sitti Rohmi Djalilah maupun Musyafirin. Daeng Ako yang lama mengabdi di Kabupaten Sumbawa Barat ini sangat mengenal kepemimpinan Musyafirin yang telah terbukti membuat gebrakan perubahan di KSB.


Keberpihakan Musyafirin terhadap isu-isu yang menyentuh rakyat kecil tidak diragukan lagi. Dia memberi contoh, saat baru memimpin di Sumbawa Barat, Musyafirin melakukan gebrakan jambanisasi untuk meningkatkan standar kebersihan dan kesehatan masyarakat. Demikian juga di bidang infrastruktur yang dengan kasat mata publik dapat melihat percepatan pembangunan di KSB sungguh sangat baik.


Selama dua periode memimpin Bumi Pariri Lema Bariri, Musyafirin kata Daeng Ako, juga telah menunjukkan berbagai gebrakan dan inovasi yang membuatnya mendapatkan banyak penghargaan tingkat nasional atas prestasinya.


"Saya berani mempertanggungjawabkan bahwa Musyafirin benar-benar menunjukkan komitmennya untuk rakyat," ujar adik Sultan Sumbawa tersebut.


Selanjutnya, Bambang Mei Finarwanto, Direktur Mi6, mengungkapkan alasan Mi6 melakukan pemetaan isu strategis dari masyarakat di Alas. Menurut analis politik kawakan Bumi Gora yang karib disapa Didu ini, pemetaan isu strategis sangat penting untuk mendukung kepemimpinan Rohmi-Firin ke depan dalam menyusun kebijakan dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Tidak diragukan lagi, Rohmi-Firin adalah pasangan calon gubernur NTB yang memiliki rekam jejak kepemimpinan yang teruji. Keduanya juga menunjukkan keseimbangan representasi kewilayahan dan gender.


"Menyerap aspirasi sebanyak-banyaknya dari masyarakat membantu calon kepala daerah memahami beragam kebutuhan dan masalah yang ada, sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih komprehensif dan tepat sasaran," ucap Didu.


Mantan Eksekutif Daerah Walhi NTB dua periode ini mengungkapkan, aspirasi masyarakat adalah cerminan dari realitas sosial dan ekonomi yang ada. Dengan menyerap dan mengintegrasikannya dalam platform politik, calon pemimpin dapat menciptakan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan.


Ditegaskan Didu, dengan mendengarkan suara rakyat, calon Gubernur dan Wakil Gubernur seperti Rohmi-Firin, akan dapat memahami kebutuhan dan harapan warga. Dengan begitu, kebijakan yang dihasilkan oleh pasangan ini manakala nanti benar-benar mendapat mandat dari masyarakat Bumi Gora untuk memimpin NTB, maka akan benar-benar mewakili kepentingan publik.


"Roadshow ini menjadi jembatan antara kandidat dan warga. Wadah yang memungkinkan kandidat mendengar langsung kebutuhan, keinginan, dan masalah yang dihadapi warga, sehingga bisa merumuskan kebijakan yang lebih relevan dan tepat sasaran," ucap Didu.


Kongres Rakyat


Berbagai aspirasi pun bermunculan dalam Roadshow ini. Mashur, salah seorang tokoh masyarakat Alas terlihat sangat bersemangat dan antusias dengan digelarnya Roadshow ini. Dengan berapi-api, tokoh yang merupakan Tim Teknis Data dan Tabulasi Lembaga Survei Indonesia ini menyatakan bahwa Alas adalah salah satu centrum politik Sumbawa. Karena itu sangat penting segera membentuk tim berjenjang bagi pasangan Rohmi-Firin hingga tingkat dusun. Apalagi waktu konsolidasi pemenangan hanya 4 bulan.


Mashur yang pernah menjadi tim pemenangan pasangan TGB-Amin pada Pilgub 2023 ini pun sangat yakin dengan potensi kemenangan Rohmi-Firin. Alasannya, Rohmi-Firin lebih dikenal masyarakat dibanding paslon lain ditambah lagi dengan dengan popularitas Musyafirin yang dinilai berhasil memimpin Kabupaten Sumbawa Barat. Popularitas pasangan Rohmi-Firin tinggal didorong selangkah lagi untuk memastikan masyarakat akar rumput mencoblos Rohmi-Firin di hari H pemungutan suara pada 27 November nanti.


Dia menyatakan, Alas sebagai barometer politik Sumbawa dan basis kuat pemilih Rohmi-Firin harus membuat gebrakan. Mahsur mengusulkan agar difasilitasi untuk menyelenggarakan Kongres Rakyat Alas, sebagai bukti konsolidasi kekuatan dukungan masyarakat di Kecamatan Alas.


Mahrim, perwakilan masyarakat lainnya, dengan terang benderang menyatakan tidak puas dengan kepemimpinan sebelumnya yang tidak menunjukkan dampak positif pembangunan di Alas. Karenanya, perlu mendukung kepemimpinan baru Rohmi-Firin.


Isu di bidang infrastruktur cukup mengemuka dalam pertemuan ini. Beberapa warga menyampaikan harapannya untuk peningkatan pembangunan jalan, irigasi, penyediaan air bersih dan penerangan jalan. Dayat misalnya, mengaku iri dengan pembangunan infrastruktur di Sumbawa Barat. Selama dua periode kepemimpinan Musyafirin di sana, terlihat perubahan yang berkelanjutan.


Senada dengan Dayat, Alwi, warga lainnya juga mengeluhkan kualitas jalan di pedesaan yang belum memadai. Selain itu perlu didukung dengan penerangan jalan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga.


Sementara itu, Ibu Aweng, seorang janda kepala keluarga, menyambut gembira pemimpin perempuan seperti Rohmi. Dia berharap pemimpin perempuan akan lebih peka dengan masalah perempuan seperti yang dihadapinya. Sebagai janda, ia sering menghadapi tekanan psikologis ketika banyak bekerja jauh dari rumah apalagi sampai malam hari.


Tidak mudah menjadi janda sekaligus kepala keluarga karena selain bertanggung jawab mengurus keluarga juga menjadi tulang punggung menafkahi keluarga. Karena itu Ibu Aweng berharap Rohmi-Firin memberikan perhatian dengan program pemberdayaan perempuan terutama perempuan kepala keluarga.


Memungkasi aspirasi warga, Herman Muis seorang pelatih tinju dan wasit mengungkapkan isi hatinya. Menurutnya, Sumbawa memiliki potensi bakat petinju yang luar biasa. Namun, karena tidak ada pembinaan dan sarana latihan yang memadai, talenta-talenta muda gagal bersinar.


Herman Muis yang telah banyak berkiprah di tingkat nasional ini mengaku telah mengorbitkan atlet binaannya di level nasional. Kini ia ingin mengabdikan kemampuanya untuk mengembangkan olahraga tinju di NTB.


"Jangan sampai talenta terbaik yang kita miliki justru ‘dibajak’ membela provinsi lain karena tidak mendapat perhatian di sini," tegasnya.


Dialog warga untuk pemetaan isu strategis di Kecamatan Alas ini berlangsung berlangsung hingga lebih dari dua jam. Dialog ini pun ditutup tanggapan Bambang Mei Finarwanto selaku inisiator dialog warga dalam Roadshow ini.


Direktur MI6 ini menjelaskan, seluruh aspirasi yang mengemuka dalam Roadshow ini sumber informasi berharga bagi pasangan Rohmi-Firin terkait isu-isu dan prioritas warga di Kabupaten Sumbawa. Ditegaskan Didu, aspirasi tersebut membantu pasangan Rohmi-Firin memahami kebutuhan dan keinginan masyarakat secara lebih mendalam.


Secara khusus, Didu sangat mengapresiasi semangat warga untuk menyelenggarakan Kongres Rakyat Alas untuk meneguhkan dukungan pada pasangan Rohmi-Firin. Didu menegaskan, akan tersampaikan secara langsung kepada pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah dan HW Musyafirin dan bisa digelar sebelum pendaftaran resmi ke Komisi Pemilihan Umum.


Kepada seluruh warga yang hadir, Didu juga menyampaikan, Mi6 akan mempublikasikan hasil pemetaan isu strategis di wilayah Alas ini agar diketahui publik di Bumi Gora secara luas. Tak lupa, Didu juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada penyelenggara yang telah begitu sukses menggelar dialog warga Kecamatan Alas untuk pemetaan isu strategis ini.


"Pemetaan isu strategis ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa aspirasi dan harapan masyarakat di Kabupaten Sumbawa benar-benar tercermin dalam rencana dan kebijakan pemerintahan Rohmi-Firin. Pemetaan ini bukan hanya tentang mengidentifikasi masalah, tetapi juga tentang menemukan peluang untuk perbaikan dan pengembangan di tengah masyarakat," tutup Didu. (red)

Gawe Adat Inan Dowe, upaya bangkitkan kembali anyaman bambu Desa Loyok

 
Gawe adat inen dowe

Foto: Warga Desa Loyok membuat kerajinan anyaman bambu, mempersiapkan event Gawe Adat Inan Dowe. (istimewa)


OPSINTB.com - Minggu pagi, matahari baru saja ukuran sepenggalah. Sinarnya, belum cukup menghapus rasa dingin.


Suasana sepagi itu, aktivitas warga di Desa Loyok, Kecamatan Sikur, mulai berdenyut. Sejumlah pengerajin bambu, mengeluarkan alat dan bahan untuk membuat anyaman.


Loyok, memang sedari dulu dikenal dengan hasil kerajinannya, yang berbahan dasar bambu. Bahkan, buah tangan pengerajin menguasai pasar pulau Bali.


Tak hanya pengerajin, warga Loyok secara umum, jika mengingat kenangan itu di sorot matanya nampak keceriaan.


Tapi, ingatan itu terhapus seketika ketika warga di desa itu mengingat peristiwa Bom Bali. Kenangan itu, seakan menjadi trauma bahkan mungkin bagi masyarakat di situ, mampir saja diingatnya tak sudi.


Bagaimana tidak, pasca peristiwa Bom Bali, pengerajin anyaman bambu di desa itu mulai lesu. Art shop banyak yang tutup, bahkan sampai gulung tikar.


"Saat ini para pengerajin yang biasa menjadikan anyaman bambu ini sebagai mata pencaharian, berubah hanyalah sebagai selingan," kata salah seorang warga setempat, Arul, kepada opsintb.com.


Mereka, imbuhnya, memegang alat serta membuat motif anyaman ketika tak ada pekerjaan yang lain. Sebagian dari mereka banyak alih profesi sebagai petani.


"Kami pemuda cukup perihatin, kalau terus-terusan seperti itu pengerajin akan punah, dan hanya tinggal kenangan," ujarnya.


Melihat hal itu, para pemuda yang tergabung dalam organisasi Pemuda Pemerhati Budaya Desa Loyok (PPBDL), membuat langkah besar untuk menjaga asa para pengerajin. Mereka berharap dengan kegiatan itu, ada secercah cahaya yang dapat dilihat.


"Kami sebagai generasi penerus, merasa bertanggung jawab terkait anyaman bambu ini karena merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang kami, sehingga inilah tujuan kami membuat semacam event budaya yang kami sebut Gawe Adat Inan Dowe," ungkap Ketua Panitia, Lalu Arya Karma.


Dia menjelaskan, kata Inan Dowe diambil dari Bahasa Sasak. Inan Berarti Ibu, dan Dowe bermakna kepunyaan, sehingga kalau dalam bahasa Indonesia artinya "kepunyaan ibu". 


Geben sebutan hasil kerajinan itu, kata dia, merupakan kepunyaan ibu, atau nenek moyang orang Loyok. Maka dari itu dalam event ini akan dipamerkan proses pembuatannya dari awal sampai akhir.


Maka dari itu lanjutnya, dengan adanya Event ini diharapkan mampu membangkitkan kembali gairah para pengerajin anyaman bambu, terutama para generasi penerus yang akan datang sehingga kerajinan khas Loyok akan terus terjaga.


"Jadi kami hanya ingin mempertegas, bahwa Geben ini memang aslinya dari Loyok, karena kami menemukan dibeberapa wilayah banyak yang mengeklaim bahwa kerajinan tangan Geben ini punya mereka, tentunya ini harus dipertegas, dan kami akan tampilkan ratusan Geben Khas Loyok," ujarnya.


Gawe Adat Inan Dowe rencananya bakal digelar tanggal 24-25 Juli 2024, yang dipusatkan di Lapangan umum desa Loyok. Dengan mengangkat tema "Topang Lotim Berkemajuan, Melalui Adat Budaya.


"Semoga ini menjadi awal bangkitnya anyaman bambu desa Loyok dan dapat menopang kembali perekonomian masyarakat," harapnya.


Dikatakannya, prosesi dan konsepnya sudah jadi tinggal dijalankan. Tentunya, dirinya sangat bangga melihat antusias para pemuda mensukseskan kegiatan tersebut. Walaupun diakuinya, sempat molor dari rencana sebelumnya.


"Karena sebelumnya event ini akan kami adakan pada bulan Juni, namun ada beberapa kendala teknis yang belum selesai sehingga terpaksa di undur sampai bulan Juli," ungkapnya.


Dirinya mengucapkan terimakasihnya kepada pemerintah Kabupaten Lombok Timur, khususnya kepada Pj Bupati, Kepala Dinas Pariwisata, kepala UPT Dikbud Sikur, Pemdes Desa Loyok dan sejumlah sponsor yang telah membantu mensuport acara ini.


"Semoga event ini kedepannya masuk dalam salah satu kalender Pariwisata, dan dapat ikut andil memajukan Pariwisata di Kabupaten Lombok Timur," pungkasnya. (red)

Ribuan warga Labuan Haji ikuti jalan sehat untuk meriahkan Hut RI Ke-79

 
Jalan sehat labuhan haji

OPSINTB.com - Dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan 17 Agustus 45, ke-79, ribuan masyarakat dari berbagai desa di Labuhan Haji ikuti jalan sehat dan donor darah, yang diselenggarakan oleh pemerintah Kecamatan Labuhan Haji, Minggu (21/7/2024).


Kegiatan tersebut, star dari lapangan umum Tanjung, finish di Kantor Camat Labuhan Haji. Peserta membawa kupon untuk dilakukan undian, akan mendapatkan berbagai hadiah.


Camat Labuhan Haji, Baiq Lian  Krisna Yutarti, dalam kesempatan itu mengucapkan terimakasih atas partisipasi masyarakat Labuban Haji yang mengikuti jalan sehat.  Karena kegiatan ini, sebutnya, adalah pembuka dari seluruh rangkaian kegiatan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke 79 tahun.


"Kegiatan-kegiatan agustusan kita selenggarakan di kecamatan dimulai dari sekarang ini tanggal 21 Juli sampai dengan 15 Agustus 2024 puncaknya pada tanggal 17 yaitu upacara di Dermaga Labuhan Haji setelah itu ada resepsi hari Ultah Kemerdekaan,"Ucapnya Minggu (21/7/2024).


Baiq Lian, berharap, semua masyarakat ikut andil dalam memeriahkan, dalam setiap rangkaian kegiatan yang dilaksanakan.


"Ini adalah gawe kita, ini adalah rumah kita jadi mari kita ramaikan dan meriahkan kegitan kita dalam menyambut hari Kemerdekaan Indonesia tahun ini," harapnya


Dirinya mengingatkan kepada semua peserta, ketika sudah memasuki bulan Agustus agar semua memasang Bendera Merah Putih di rumah.


"Mari kita meriahkan hari kemerdekaan tahun ini supaya lebih semangat dan lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya," pungkasnya.


Dalam kesempatan itu ia berpesan, pada tanggal 23 Juli akan ada kegiatan Pekan Imunisasi Nasional Polio. Anak ibu yang memiliki usia 0 sampai 7 tahun untuk nantinya di bawa ke pos PIN terdekat yang jadwalnya sudah ada, baik dari wilayah puskesmas Korleko maupun Puskesmas Labuhan Haji.


"Saya mengharapkan tidak ada satupun anak sasaran tidak datang ke pos pin terdekat, karena nanti kalau tidak datang akan dilakukan sweeping oleh petugas sehingga anak sasaran ini seratus persen mendapatkan vaksin polio pada tahun ini," tutupnya. (zaa)

Lazismu Lombok Timur, berikan bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa berprestasi

 
Lazismu lotim

OPSINTB.com - Lembaga Amil, Zakat, Infaq, dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Lombok Timur menggelar program pentasyarufan bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa berprestasi yang terkendala dengan biaya pendidikan. Acara ini dilaksanakan di kampus Institut Teknologi, Sosial dan Kesehatan Muhammadiyah (ITSKes) Selong, Sabtu (20/7/2024).


Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Ketua Lazismu Lombok Timur, Nurul Savika, kepada perwakilan mahasiswa penerima bantuan. 


Dalam sambutannya, Nurul Savika menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya program ini. Ia berharap program ini dapat membantu meringankan beban biaya pendidikan bagi mahasiswa ditengah isu kenaikan UKT PTN yang terjadi, sehingga mahasiswa dapat fokus pada studi dan meraih cita-cita mereka.


"Kami berharap praktik baik ini dapat terus dilakukan, sehingga banyak generasi muda yang dapat terus meraih cita-citanya," ujar Nurul Savika.


Nurul Savika juga mengajak kepada semua pihak untuk melakukan kolaborasi ikut serta dalam program yang termasuk dalam pemberdayaan Masyarakat tersebut. Ia yakin bahwa sekecil apapun bantuan yang diberikan akan sangat bermanfaat bagi mereka.


"Mari kita bersama-sama membantu generasi muda untuk meraih cita-cita mereka, semoga dapat terjalin kerjasama yang baik antar semua pihak seperti yang terjalin antara lazsimu dengan kampus ITSKES Muhammadiyah selong hari ini. Yakinlah, tidak pernah sebuah kebaikan dibalas selain dari kebaikan itu sendiri," ajak Nurul Savika.


Program pentasyarufan bantuan biaya pendidikan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Lazismu Lombok Timur untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Lazismu Lombok Timur berharap program ini dapat menjadi inspirasi untuk selalu ikut serta dalam Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. 


Salah satu mahasiswa penerima bantuan, Muhammad Zainul Majdi, merasa sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia mengatakan bahwa bantuan ini akan sangat membantu meringankan beban biaya pendidikannya.


"Saya sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh lazsimu Lombok timur melalui programnya. Bantuan ini akan sangat membantu saya untuk menyelesaikan studi saya," ujar Majdi.


Muhammad Zainul Majdi yang juga merupakan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa ITSKes Muhammadiyah Selong ini berjanji akan memanfaatkan bantuan ini sebaik mungkin dan akan terus belajar dengan giat agar dapat meraih cita-citanya. (red)

20/07/24

Apakah dr Hasbi berani mundur?

 
Kasus raud soedjono selong

OPSINTB.com - Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Soedjono Selong, membantah penyebab meninggalnya Khairul Wardi (7 tahun), warga Kembang Kerang, Kecamatan Aikmel akibat terlambat ditangani oleh dokter setempat lantaran belum membayar administrasi sebesar Rp1 juta.


Direktur RSUD Raden Soedjono Selong, dr HM Hasbi Santoso mengklaim, peristiwa tersebut tak ada hubungan dengan tidak membayarnya administrasi. Pihaknya, kata dia, tidak ada masalah prosedur semacam itu.


"Di prosedur kita tidak ada maslah pembayaran," kata pria yang karib disapa dr Hasbi itu, kepada awak media di kantornya, Sabtu siang (20/07/2024).


Pihaknya justru, imbuhnya, ingin mengetahui adanya asumsi yang mengatakan tidak dibayar, tak dilakukan CT-Scan. Semisal di balik dari sisi lain, ucapnya, pada pukul setengah lima mereka memiliki uang, maka tidak akan dilakukan hal CT-scan, sebab pasien dalam keadaan kejang.


"Di sini pelayanan kami tidak ada pelayanan yang katakanlah pasien ini orang mampu, orang kaya raya, dibayar dulu, tidak ada," tegasnya.


Di lansir dari, kicknews.today, kepada media tersebut dirinya siap mundur jika ada warga Lombok Timur, yang sakit tak punya biaya lalu tidak ditangani cepat di RSUD Raden Soedjono Selong ini.


"Tidak ada itu, saya siap mundur dari direktur apabila ada warga Lombok Timur yang sakit tidak punya biaya lalu tidak ditangani cepat di RSUD Soejono Selong ini. Kalau ada yang keritis atau dalam kondisi tidak sadar tidak boleh dibawa ke CT-Scan. Yang bersangkutan sudah sakit radang di bagian kepala tidak boleh dibawa ke CT-Scan," ucapnya dikutip dari kicknews.today.


Terpisah, Kepala Desa Kembang Kerang, Yahya Putra mengatakan, tak ingin memperpanjang lebar hal-hal semacam itu. Pihak rumah sakit, kata dia, harusnya legowo mengakui kesalahan.


"Ini alsan mereka membenarkan diri saja. Tinggal mereka bilang kami akan perbaiki, jangan lagi begini, ribet," ketusnya.


Dia khawatir, lanjutnya, masyarakat ditanya prihal yang dialami itu. Pasti, kata dia, akan polos menceritakan peristiwa itu.


Dirinya, hanya ingin tak ada lagi kejadian serupa yang menimpa warga nantinya. 


"Jangan membenarkan diri dengan hal-hal itu. Ayo kita sama-sama instrospeksi diri," ucapnya.


Terkait CT-scan justru berbeda antara pihak rumah sakit, dr Hasbi dengan keterangan Kades Kembang Kerang, Yahya Putra. 


Menurut dr Hasbi, tidak boleh dilakukan CT-scan karena anak dalam kondisi kejang. Sedangkan, Kades Kembang Kerang mengatakan, CT-Scan merupakan permintaan dari dokter yang menangani pasien tersebut, dengan catatan harus membayar uang administrasi sebesar Rp1 juta. Lantaran itu yang menyebabkan CT-scan tertunda, hingga nyawa Khairul Wardi melayang. (zaa)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama