OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

20/08/26

Tingkatkan ekonomi lokal, Tim Universitas Cordova sulap ikan gabus Desa Meraran jadi bakso premium

 

Tingkatkan ekonomi lokal, Tim Universitas Cordova sulap ikan gabus Desa Meraran jadi bakso premium

OPSINTB.com - Tim dosen dari Universitas Cordova yang diketuai oleh Lidiawati, bersama anggota Sahratullah, dan Sumarlin, melaksanakan program pemberdayaan berbasis masyarakat di Desa Meraran, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat. Program yang berlangsung pada 19 Juli 2026 ini menyasar Kelompok Wanita Istri Nelayan sebagai mitra utama untuk menciptakan produk unggulan desa.


Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh melimpahnya potensi ikan gabus (Channa striata) di Danau Lebo’ Desa Meraran yang selama ini hanya dijual segar atau menjadi ikan asin tradisional dengan nilai jual rendah. Padahal, ikan gabus memiliki kandungan protein dan albumin yang sangat tinggi, yang bermanfaat bagi penyembuhan luka dan kesehatan balita. Untuk meningkatkan nilai tambah tersebut, tim pengabdian memberikan solusi berupa diversifikasi produk menjadi bakso ikan gabus yang higienis dan memiliki daya simpan lebih lama. 


Proses pemberdayaan dilakukan melalui lima tahapan sistematis, mulai dari persiapan, sosialisasi, hingga pelatihan teknis produksi dan manajemen. Masyarakat tidak hanya diajarkan cara mengolah ikan, tetapi juga didukung dengan implementasi teknologi tepat guna, seperti penggunaan mesin penggiling daging stainless steel, mesin pencetak bakso otomatis, dan teknologi pengemasan vakum (vacuum sealer).


"Kami ingin mengubah paradigma mitra dari sekadar penjual ikan mentah menjadi produsen pangan olahan premium," ujar tim pelaksana dalam laporannya. 


Hasilnya sangat signifikan, kapasitas produksi kelompok kini meningkat drastis mencapai ±5 kg per mingu atau sekitar 1500 butir bakso. Selain itu, produk "Bakso Ikan Gabus Meraran" kini memiliki desain label kemasan yang informatif dan dipasarkan secara digital melalui WhatsApp Business serta media sosial.

Foto: Kelompok Wanita Istri Nelayan Desa Meraran ubah ikan gabus jadi bakso premium.

Keberhasilan program ini juga diperkuat dengan adanya jejaring kemitraan strategis. Bakso ikan gabus tersebut telah disepakati untuk menjadi menu tambahan di Posyandu melalui kerja sama dengan BUMDes Meraran sebagai upaya pencegahan stunting di desa.


Melalui program ini, diharapkan Kelompok Istri Nelayan Desa Meraran dapat terus mandiri secara ekonomi dan menjadikan bakso ikan gabus sebagai ikon produk lokal yang berdaya saing tinggi, sejalan dengan konsep One Village One Product (OVOP). (red)

Gazali Alba 05, penyebar wabah fomo

 
Gazali Alba 05, penyebar wabah fomo

OPSINTB.com - Di negeri yang sudah kebal terhadap berita korupsi dan bencana alam, ternyata masih ada satu hal yang mampu membuat warga Lombok panik massal. Bukan juga gempa, banjir atau harga BBM naik.


Tapi cukup satu laki-laki, semua riuh itu tercipta. Gazali Alba 05 membuka mulut massa pun menyemut. 


Lelaki asal Panggongan, Sakra Barat, itu tak perlu aneh-aneh, tapi cukup berdiri di atas panggung sambil memegang mic, maka seluruh ekosistem digital pulau ini langsung mengalami kerusakan sistem. 


Namanya Gazali, vokalis Alba 05. Membuat alogritma kriting dibuatnya. Atau, dalam bahasa yang lebih jujur, virus FOMO (Fear of Missing Out) berbentuk manusia yang paling efektif sepanjang sejarah NTB.


Setiap kali ia menyanyi, gejala-gejalanya selalu sama. Jantung netizen berdegup tidak teratur. Ibu jari gemetar membuka TikTok. Status WhatsApp grup desa berubah menjadi pusat komando darurat. 


“Siapa yang di lokasi? Tolong live!”, “Ada yang rekam full enggak?”, “Aku ketinggalan lagi, hidupku sia-sia,".


Seolah-olah jika tidak menyaksikan Gazali merintih di lagu Berangen malam itu, mereka akan kehilangan hak sebagai warga Sasak seutuhnya.


Yang paling menggelikan, wabah ini sama sekali tidak membutuhkan vaksin. Justru semakin banyak orang yang “terinfeksi”, semakin cepat penularannya. 


Satu video short berdurasi 30 detik sudah cukup untuk menjangkiti ribuan orang dalam hitungan jam. Orang yang kemarin masih sibuk mengejek konten cringe, hari ini sudah menulis caption panjang penuh air mata palsu. “Baper banget sumpah”, tulis mereka, sambil diam-diam menghitung berapa banyak saweran yang masuk ke panggung.


Dan di sinilah ironi paling kejamnya. Budaya yang dahulu dinikmati dengan tenang di bawah pohon beringin, kini berubah menjadi konten darurat 24 jam. 


Gazali tidak perlu mengeluarkan statement, tidak perlu drama, tidak perlu skandal. Cukup ia menyanyi dengan wajah sedikit sedih, maka algoritma dan netizen akan bekerja sendiri menjadi mesin propaganda FOMO paling canggih. Ia hanya berdiri di sana. Kita yang sibuk menghancurkan kewarasan sendiri.


Sebenarnya, jika diteliti lebih dalam, Gazali hanyalah gejala. Penyakit aslinya adalah kita. Kita yang sudah terlalu kosong, terlalu lapar akan validasi emosional, terlalu takut ketinggalan apa pun yang sedang viral. Maka ketika muncul seseorang yang suaranya “enak didengar sambil nangis”, kita langsung menjadikannya “nabi”. “Nabi” FOMO.


“Nabi” yang diutus khusus untuk mengingatkan kita betapa rentannya jiwa-jiwa yang sudah kecanduan notifikasi.


Jadi, selamat datang di era baru. Era di mana satu vokalis cilokak dari desa kecil mampu membuat satu pulau mengalami panic attack kolektif setiap minggu. Gazali tidak sedang menyanyi. Ia sedang menyebarkan wabah. Dan kita, dengan sukarela, antre menjadi pasien berikutnya. (red)

19/08/26

Pemkab Loteng bidik angka kemiskinan turun jadi 10,30 persen di 2026 dengan strategi 3 pintu

Pemkab Loteng bidik angka kemiskinan turun jadi 10,30 persen di 2026 dengan strategi 3 pintu

OPSINTB.com - Wakil Bupati Loteng, H Muhammad Nursiah menyebut, angka kemiskinan Loteng pada 2025 menyentuh angka 10,68 persen. Angka tersebut menempatkan daerah ini berada di urutan ketiga terendah di NTB setelah Kota Mataram dengan persentase 10,55 dan Kota Bima 10,61 persen.


''Angka itu turun dari 12,07 persen pada 2024. Target kita kemiskinan kembali turun sekitar 10,31 persen di 2026,'' sebut Wabup Nursiah dalam evaluasi program penanggulangan kemiskinan daerah di ballroom kantor bupati setempat, Rabu (19/8/2026).


Ia mengatakan, kendati mengalami penurunan Pemda akan terus memberikan perhatian khusus terhadap wilayah yang memiliki kantong kemiskinan cukup tinggi.


Beberapa contoh, Nursiah melanjutkan, Kecamatan Pujut memiliki angka 11,77 persen atau 16.037 jiwa, Kecamatan Jonggat 10,25 persen atau 13.960 jiwa, dan Praya Barat 10,17 persen atau 13.858 jiwa.


''Ke depan, kita akan terapkan strategi ''3 pintu''. Strategi tersebut diarahkan agar program pemerintah menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,'' ulasnya.


Adapun pintu pertama difokuskan pada pengurangan beban pengeluaran masyarakat melalui JKN, BPJS Ketenagakerjaan, bantuan pangan, pasar murah, dan BLT.


Pintu kedua diarahkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pelatihan kerja, pengembangan UMKM dan IKM, peternakan, perikanan, dan program padat karya.


''Sementara pintu ketiga kita fokus pada pengurangan kantong kemiskinan melalui perbaikan RTLH, penyediaan air minum, sanitasi, dan peningkatan akses pendidikan,'' papar Nursiah.


Pihaknya berharap, melalui 3 pintu itu, kemiskinan diharapkan tidak hanya turun, tapi memberikan dampak nyata berupa berkurangnya beban hidup masyarakat, peluang pendapatan meningkat, serta membaiknya kualitas hunian dan layanan dasar.


Sementara itu, Kepala BPS Loteng, M Jupri Sardi menyatakan, salah satu indikator kemiskinan dapat dilihat dari tingkat konsumsi masyarakat miskin berdasarkan hasil survei lapangan.


Oleh sebab itu, kolaborasi stakeholder terkait dalam mempercepat kemiskinan ekstrem harus digenjot maksimal.


''Program penanggulangan kemiskinan perlu dilaksanakan menggunakan indikator yang terukur, sehingga intervensi pemerintah dapat semakin tepat sasaran,'' pungkasnya. (iwn)

Satpol PP Loteng bongkar sejumlah lapak ilegal di Leneng

 
Satpol PP Loteng bongkar sejumlah lapak ilegal di Leneng

OPSINTB.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lombok Tengah (Loteng) membongkar lapak pedagang ilegal yang berdiri di bahu jalan Lingkungan Tebero, Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya, Rabu (19/8/2026).


Kepala Satpol PP Loteng, Zaenal Mustakim berujar, pembongkaran tersebut adalah bentuk kolaborasi dan sinergi Pol PP dengan pemangku wilayah. Karena ke depan, Kelurahan Leneng harus bersih dari pelanggaran peraturan daerah (Perda).


''Kami melakukan penertiban terhadap Perda Nomor 6 Tahun 2012 tentang Kawasan Tertib Trantibum, yang kami mulai dari Kelurahan Leneng,'' ujar Zaenal.


Ia menyebut, ada beberapa lapak pedagang yang dibongkar. Terkait pembongkaran ini, sebelumnya sudah disosialisasikan dengan pedagang sejak sebulan lalu. Namun, karena mereka membandel dan tak mengindahkan sosialisasi itu, pihaknya pun bertindak tegas.


''Tentu penertiban hari ini sudah kami sosialisasi. Kami sudah sosialisasi di kantor lurah menghadirkan kepala lingkungan dan perwakilan pedagang,'' tambahnya.


Pihaknya mengimbau, para pedagang tetap berjualan, tapi sesuai tempat yang benar. Ia menambahkan, penindakan ini adalah juga dari laporan dan pemantauan pihaknya sejak tahun-tahun sebelumnya. 


''Setelah penertiban, tentu kami akan lakukan pengawalan secara rutin bersama masyarakat, Pol PP, dan kelurahan,'' kata dia.


Senada disampaikan Lurah Leneng, Tris Naning Hati. Ia mengatakan, penertiban ini bagian dari komitmen menjadikan Kelurahan Leneng sebagai kawasan tertib Perda.


''Sebelumnya kami kolaborasi dengan kepala lingkungan titik-titik yang rawan pelanggaran. Kemudian kaling mensosialisasikan ke para pedagang,'' kata Tris.


Pantauan opsintb.com, sejumlah pedagang yang lapaknya dibongkar hanya bisa pasrah. Namun, beberapa orang di antaranya memilih melakukan pembongkaran secara mandiri.


''Tidak apa-apa, kami yang salah,'' kata seorang pedagang sayur-mayur.


Pembongkaran sempat dipertanyakan anggota DPRD Loteng H Ahmad Supli. Ia mendatangi langsung lokasi penertiban. Ia mengatakan, pembongkaran ini tidak sesuai momen, karena masih dalam suasana euforia perayaan kemerdekaan.


''Momennya tidak tepat ini. Kita masih 17-an. Kurang tepat ini,'' sergahnya.


Namun, setelah dijelaskan Kepala Satpol PP, Supli akhirnya pergi meninggalkan lokasi. (wan)

Mentan gelontorkan Rp 55,6 miliar perkuat produksi bawang putih di Lombok Timur

 
Mentan gelontorkan Rp 55,6 miliar perkuat produksi bawang putih di Lombok Timur

OPSINTB.com - Kementerian Pertanian (Kementan) memberi dukungan Rp55,65 miliar untuk pengembangan kawasan di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Bantuan tersebut diarahkan untuk memperluas areal tanam sekaligus memperkuat sarana produksi petani.


Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, dukungan terhadap pengembangan bawang putih akan terus diperkuat, termasuk untuk memastikan kebutuhan benih guna mendukung peningkatan produksi dalam negeri. Jika ketersediaan dalam negeri kurang imbuhnya bakal di upayakan impor. 


“Terima kasih kepada Pak Kapolri dan jajarannya, Kapolda seluruh Indonesia dalam dukungan untuk swasembada bawang putih,” kata Mentan Amran usai menghadiri penanaman bawang putih serentak di 17 provinsi yang dipusatkan di Sembalun, Lombok Timur, Rabu (19/8/2026).


Dukungan Kementan di Lotim meliputi pengembangan kawasan bawang putih seluas 658 hektare senilai Rp52,64 miliar. 


Selain itu, memberikan 15 unit irigasi perpompaan, 9 unit hand traktor, dan 17 unit pompa air. Total dukungan mencapai Rp55,65 miliar.


Bantuan tersebut menjadi bagian dari penguatan produksi bawang putih nasional di tengah tingginya ketergantungan terhadap impor.


Dia membeberkan, produksi bawang putih dalam negeri saat ini berada di kisaran 39 hingga 40 ribu ton. Sementara kebutuhan nasional mencapai sekitar 600 ribu ton per tahun. 


"Ketergantungan impor masih berada di kisaran 90 sampai 95 persen," paparnya. 


Penanaman bawang putih serentak yang dipusatkan di Sembalun merupakan bagian dari kegiatan ketahanan pangan Polri dan mencakup potensi lahan sekitar 2.593,1 hektare yang tersebar di 17 provinsi. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan panen bawang putih dan peresmian gudang ketahanan pangan Polri.


Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, mengaku mengapresiasi kerja Mentan dan jajarannya dalam mendorong swasembada pangan nasional.


“Alhamdulillah dipimpin Bapak Mentan kita semakin hari bisa terus meningkatkan apa yang diharapkan atau diperintahkan Bapak Presiden Prabowo untuk swasembada,” ujar Sigit.


Ia mengatakan capaian swasembada pada sejumlah komoditas menjadi kebanggaan bersama. Namun, bawang putih masih menjadi tantangan karena produksi dalam negeri masih jauh di bawah kebutuhan nasional. 


Indonesia, kata dia, pernah mencapai swasembada bawang putih, dirinya berharap kejayaan itulah dapat kembali diwujudkan.


Di lain sisi, Sigit sadar bahwa misi ini menjadi tantangan tersendiri untuk bisa menunaikan tugas mulia tersebut. 


Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi, melontarkan pujian yang sama terhadap kerja Mentan Amran dan jajarannya. Menurut legeslator yang karib disapa Titiek Soeharto ini mengatakan capaian tersebut perlu dilanjutkan dengan komoditas lain seperti kedelai, dan gula.


“Apresiasi juga kepada Mentan Amran dan jajaran yang bekerja keras sehingga kita bisa swasembada beras, swasembada jagung, swasembada telur, dan lainnya,” ujar Titiek.


Titiek mengingatkan bahwa Indonesia pernah mencapai masa kejayaan bawang putih pada 1994–1995. Saat itu, produksi dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan nasional.


Menurutnya, pengalaman tersebut harus menjadi motivasi untuk kembali mengejar swasembada.


Ia menekankan, penanaman bawang putih harus menjadi awal gerakan yang konsisten dan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial, namun harus tetap memastikan petani memperoleh pendapatan yang layak.


Dengan dukungan pengembangan kawasan, sarana produksi, serta ketersediaan benih, pengembangan bawang putih diharapkan dapat terus diperluas sehingga target swasembada dapat diwujudkan secara bertahap dan berkelanjutan.


“Pertanyaan sederhana kita, kita pernah swasembada, mengapa kita tidak mampu lagi untuk swasembada?” tegas Titiek. (kin)

Ribuan kupon dan hiburan seru sambut hari jadi Lombok Timur

 
Pemkab bersiap merayakan hari jadi Kabupaten Lombok Timur

OPSINTB.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, siap melaksanakan peryaan hari jadi kabupaten bejuluk Gumi Patuh Karya ini. Berbagai kegiatan telah disiapkan seperti 10 ribu kupon bagi masyarakat yang hadir, hingga hiburan dengan mengundang musisi lokal. 


Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, mengaku sering ditanya soal peryaan hari kelahiran Gumi Patuh Karya oleh bupati dan wali kota saat tengah menghadiri acara. Menurutnya, ketiadaan perayaan itu bukan tanpa alasan namun harus mengacu pada sejarah yang benar. 


"Sejarah ini yang akan kita warisan ke anak cucu kita," ujar H Haerul Warisin, kepada awak media, Rabu (19/8/2026). 


Dia memaparkan, hari jadi Lombok Timur sudah diperdakan yakni jatuh pada tanggal 31 Agustus. Tahun ini, kata dia, pemerintah bakal menggelar peringatannya meski tak masuk pada anggara  induk maupun perubahan. 


Peringatan itu, kata pria yang karib disapa H Iron ini, bakal digelar secara yang sesederhana mungkin. Mengingat juga berada di penghujung anggaran. 


Dia memaparkan, keputusan 31 Agustus itu, setelah melalui serangakaian FGD hingga diskusi-diskusi berbagai kalangan. Pemda mengacu kepada Staatblad zaman Hindia Belanda, karean menurutnya hanya itu dasar yang paling jelas. 


Berdasarkan Staatsblad Nomor 181 Tahun 1895, tertulis jelas Lombok Timur lahir 31 Agust 1895 yang menetapkan daerah langsung yang diperintah oleh Hindia Belanda. 


Kemudian berita resmi itu disempurnakan dengan Staatblad Nomor 185 Tahun 1895 dimana Lombok diberikan status Afdeeling, dengan ibukota Ampenan. 


Dalam afdeeling ini Lombok dibagi menjadi dua Onder Afdeeling yaitu Onder Afdeeling Lombok Timur dengan ibukota Sisi’, Labuhan Haji dan Onder Afdeeling Lombok Barat dengan ibukota Mataram, masing-masing Onder Afdeeling diperintah oleh seorang Contreleur (Kontrolir).


Selanjutnya dengan Staatblad Nomor 248 Tahun 1898 diadakan perubahan kembali terhadap Afdeeling Lombok yang semula 2 (dua) menjadi 3 (tiga) Onder Afdeeling yaitu Lombok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur.


Merujuk dari lembaran pemerintahan Hindia Belanda itu, Lombok Timur sudah berusia 131 tahun pada tahun ini. 


Sementara berdasarkan Pembentukan Daerah Swatantra tingkat II,  Undang-Undang Nomor 64 dan 69 Tahun 1958, Lotim baru berumur 68 tahun. Secara yuridis formal maka Daerah Swatantra Tingkat II Lombok Timur terbentuk pada tanggal 14 Agustus 1958.


H Iron mengatakan, dalam pelaksanaan hari jadi itu pemerintah berencana mengundang mantan Gubernur NTB dua periode, Dr Zainul Majdi, MA atau yang karib disapa Tuan Guru Bajang. Sebab, kata Iron, TGB merupakan orang sudah pari purna di dunia pemerintahan. 


"Ini yang sedang kita ikhtiarkan, semoga beliau bisa hadir," ucapnya. (kin)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama