OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

23/02/26

Pemprov NTB jamin TPG dan THR guru cair, Aka: Kami memahami kegelisahan para guru

 
Pemprov NTB jamin TPG dan THR guru cair, Aka: Kami memahami kegelisahan para guru

OPSINTB.com - Pemprov NTB memastikan bahwa seluruh guru tetap akan menerima Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tunjangan Hari Raya (THR) Tahun Anggaran 2025. Keterlambatan pencairan yang masih terjadi hingga awal 2026 bukan disebabkan unsur kesengajaan, melainkan akibat proses penyesuaian anggaran yang harus dijalani sesuai mekanisme hukum yang berlaku.


Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Pemprov NTB sekaligus Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB, H Ahsanul Khalik, menanggapi berbagai pertanyaan dan keluhan guru yang ramai disampaikan, termasuk melalui media sosial.


“Kami memahami kegelisahan para guru. Namun perlu kami luruskan, keterlambatan ini bukan karena kelalaian pemerintah daerah. Ada proses sistem anggaran yang harus dilalui agar pencairan dilakukan secara sah dan tidak menimbulkan persoalan administratif maupun hukum di kemudian hari,” ujar Ahsanul Khalik yang karib disapa Aka.


Ia menjelaskan, sumber persoalan bermula dari masuknya anggaran TPG dan THR guru provinsi ke kas daerah yang datang lebih lambat dibandingkan anggaran serupa untuk guru kabupaten/kota. Di kabupaten/kota, dana tersebut telah masuk sebelum penetapan APBD 2026 sehingga dapat langsung diakomodasi dan dicairkan lebih cepat.


Sementara itu, untuk guru di bawah kewenangan provinsi, dana TPG dan THR baru diterima setelah APBD 2026 ditetapkan. Kondisi tersebut membuat anggaran tidak bisa langsung dibelanjakan, melainkan harus melalui mekanisme pergeseran APBD terlebih dahulu.


“Proses pergeseran ini sedang berjalan. Namun perlu dipahami, pergeseran anggaran tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri oleh satu perangkat daerah. Semua OPD harus menyelesaikan input secara bersamaan. Saat ini seluruh perangkat daerah sedang bekerja mempercepat proses tersebut,” jelas Aka.


Selain itu, terdapat kekurangan anggaran lebih dari Rp1 miliar yang harus terlebih dahulu dikonsolidasikan agar pembayaran dapat dilakukan secara utuh kepada seluruh guru sesuai data yang ada.


“Ini bukan sekedar soal teknis keuangan, tetapi soal kepatuhan pada prosedur hukum. Kita ingin memastikan tidak ada kesalahan administrasi dan tidak menimbulkan risiko hukum bagi para pelaksana,” tambahnya.


Pemprov NTB menegaskan bahwa tidak ada satu pun guru yang akan diabaikan haknya. Seluruh pembayaran TPG dan THR akan direalisasikan setelah proses pergeseran anggaran rampung.


“Yang pasti, semua guru akan menerima haknya. Pemerintah hanya membutuhkan waktu untuk menuntaskan tahapan sesuai aturan,” tegas Aka.


Atas kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi NTB menyampaikan permohonan ma'af kepada seluruh guru di Nusa Tenggara Barat.


“Sebagai Juru Bicara atas nama Pemerintah Provinsi NTB, saya menyampaikan permohonan ma'af yang sebesar-besarnya kepada para guru di mana pun berada, dari ujung barat Pantai Pondok Perasi Ampenan hingga ujung timur pesisir Sape Bima. Kami mohon bersabar. Begitu pergeseran anggaran selesai, pembayaran akan segera dilakukan, “InsyaAllah minggu ini sudah berproses untuk pencairan mudah-mudahan kamis ini sudah bisa diajukan pencairannya ke BKAD,” pungkasnya. (red)

Reses di Desa Sintung, Dewan Murdani serap aspirasi kaum muda

 
DPRD Lombok Tengah Murdani

OPSINTB.com - Anggota Komisi II DPRD Lombok Tengah (Loteng) dari Fraksi NasDem, Murdani, melaksanakan reses di enam titik di Daerah Pemilihan V (Jonggat-Pringgarata) beberapa pekan lalu. Salah satu titik tersebut berada di Dusun Karang Jangkong, Desa Sintung, Kecamatan Pringgarata.


Kunjungan Murdani ke Karang Jangkong merupakan bagian dari agenda reses untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, khususnya kaum muda. Dani mengatakan telah menampung beragam aspirasi para pemuda, salah satu yang paling krusial adalah terkait mengurangi angka pengangguran.


‘’Oleh sebab itu, mereka minta diberikan bantuan modal usaha dan pelatihan keterampilan, semisal tata rias, tata boga, bengkel, dan lain-lain,’’ kata Dani melalui pesan WhatsApp, Senin (23/2/2026).


Dani melanjutkan, aspirasi penting lainnya seperti perbaikan jalan lingkungan, perbaikan lampu penerangan lingkungan, rabat jalan, dan pengelolaan sampah yang belum optimal juga menjadi perhatian. Terlebih saat ini transfer pusat ke desa dikurangi, sehingga desa dipastikan tidak dapat memenuhi program perbaikan tersebut.


‘’Oleh sebab itu mereka sampaikan aspirasi melalui kami. Itu akan kami tampung dan perjuangkan pada program berikutnya,’’ ujar Dani.


Tak kalah penting, beberapa isu sosial juga menjadi aspirasi para pemuda, seperti permintaan perhatian kepada guru ngaji serta perhatian terhadap kegiatan keagamaan.


‘’Ini harus dicarikan jalan keluarnya. Oleh karena itu, semua aspirasi yang diserap akan dikompilasi dan tabulasi oleh tim saya untuk nanti diarahkan ke OPD mana diusulkan, dan insyaallah akan terealisasi pada tahun anggaran berikutnya,’’ tandas Murdani. (iwn)

22/02/26

Tangani banjir di Dusun Sungkun, Bupati Lombok Timur berencana bikin waduk dan relokasi warga

 
Tangani banjir di Dusun Sungkun, Bupati Lombok Timur berencana bikin waduk dan relokasi warga

OPSINTB.com - Banjir di Dusun Sungkun, Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, telah merendam pemukiman warga selama dua pekan. Melihat kondisi itu, Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, tidak tinggal diam, air dibuang dengan cara dipompa.


Selain itu, orang nomor satu di Gumi Patuh Karya ini berencana membangun waduk besar sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir tahunan yang kerap terjadi di wilayah tersebut.


"Banjir kali ini merupakan yang terparah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,"ucap Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, kepada opsintb.com, Sabtu (21/2/2026).


Bupati menjelaskan, ketinggian air mencapai lebih dari 60 sentimeter dan telah mengganggu aktivitas masyarakat secara signifikan.


Diakuinya, lokasi itu menjadi langganan banjir tiap tahunnya, tetapi tidak pernah setinggi sekarang. Dirinya menduga hal ini lantaran intensitas hujan buntutnya kondisinya semakin parah.


Akibat banjir yang tak kunjung surut selama lebih dari dua minggu, pemerintah daerah telah mengevakuasi warga ke sejumlah lokasi pengungsian. 


Untuk penanganan lebih lanjut, Bupati Haerul mengaku telah berkoordinasi dengan kepala desa setempat dan berjanji akan kembali mengunjungi lokasi guna memastikan langkah tindak lanjut.


"Salah satu solusi kita akan rencanakan membangun waduk berukuran besar dan cukup dalam di kawasan tersebut. Waduk tersebut nantinya diharapkan mampu menampung debit air saat musim hujan sehingga dapat mengurangi risiko banjir di masa mendatang," jelasnya.


Selain berfungsi sebagai pengendali banjir kata Bupati, waduk ini juga direncanakan dapat dimanfaatkan untuk budidaya ikan saat musim penghujan.


Pemerintah Kabupaten Lombok Timur juga berencana merelokasi warga terdampak ke lokasi yang lebih aman. Opsi lahan milik pemerintah daerah tengah disiapkan sebagai tempat relokasi. 


"Jika diperlukan, pemerintah akan mencarikan lahan tambahan untuk memastikan warga mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman," ujarnya.


"Saaya berharap langkah ini dapat menjadi solusi permanen atas persoalan banjir yang selama ini meresahkan masyarakat," pungkasnya. (zaa)

21/02/26

Pemkab Loteng awali Safari Ramadhan dari Batukliang dan Janapria

 
Pemkab Loteng awali Safari Ramadhan dari Batukliang dan Janapria

OPSINTB.com - Kegiatan Safari Ramadhan yang merupakan program rutin Pemkab Lombok Tengah (Loteng) telah dimulai pada malam ketiga Ramadhan 1447 Hijriah atau Jumat (20/2/2026).


Tim A yang dipimpin Bupati Loteng, H Lalu Pathul Bahri bergerak ke Masjid Al Huda Desa Mantang, Kecamatan Batukliang. Sedangkan Tim B yang dipimpin Wakil Bupati, H Muhammad Nursiah melakukan safari di Masjid Al Abror Desa Janapria, Kecamatan Janapria.


Untuk diketahui, Safari Ramadhan tahun ini dilakukan sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Di mana pada pelaksanaan tahun ini safari dilakukan di masjid setelah pelaksanaan salat isya serta tarawih berjamaah bersama masyarakat. Sedangkan pada tahun sebelumnya, safari dilakukan di ruang terbuka kantor camat setempat.


Dalam Safari Ramadhan tahun ini, Pemkab Loteng akan memberikan santunan terhadap 100 orang anak yatim-piatu di masing-masing kecamatan.


Dalam sambutannya, Pathul menyampaikan beberapa program pemerintah yang sedang berjalan dan diharapkan akan memberikan dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. 


Selain itu, program pembangunan yang dikerjakan pada anggaran pemerintah daerah 2026 di Kecamatan Batukliang adalah seperti infrastruktur, baik itu jalan, fasilitas pendidikan, dan kesehatan.


‘’Koperasi Desa Merah Putih dan sekolah rakyat akan kita bangun di Desa Beber,’’ kata Pathul.


Sementara itu, dari Masjid Al Abror Desa Janapria, Wakil Bupati, H Muhammad Nursiah menyampaikan, safari kali ini menjadi kesempatan bertatap muka antara masyarakat dan seluruh unsur pelayanan. ‘’Terutama pihak desa dengan para kepala perangkat daerah agar koordinasi lebih mudah, baik terkait kesehatan, jalan, dan pendidikan,’’ ujar Nursiah.


Masyarakat juga menyampaikan beberapa keluhan. Semisal kerusakan jalan Montong Gamang-Praya Timur akibat tingginya curah hujan dan mobilisasi kendaraan. Selain itu, kalangan pemuda berharap adanya penambahan fasilitas lapangan, karena saat ini hanya tersedia satu lapangan di Desa Janapria yang belum menampung seluruh aktivitas kepemudaan.


‘’Kami harap Safari Ramadhan ini menjadi ruang dialog sekaligus langkah konkret pemerintah dalam merespon kebutuhan warga,’’ kata salah seorang pemuda. (wan)

20/02/26

Investor tegaskan komitmen, Lombok disiapkan jadi kawasan Eco Tourism berkelas dunia

 
Investor tegaskan komitmen, Lombok disiapkan jadi kawasan Eco Tourism berkelas dunia

OPSINTB.com - Komitmen pengembangan pariwisata berkelanjutan di Lombok kembali ditegaskan dalam pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dan manajemen PT Lombok Property Ventures. Pertemuan tersebut dihadiri Wakil Bupati Lombok Tengah bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait sebagai bentuk penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan investor.


President Director PT Lombok Property Ventures, Anas Moukhlis menyampaikan, pihaknya memiliki visi jangka panjang menjadikan Lombok sebagai kawasan eco tourism berkelas dunia. Menurutnya, pengembangan dilakukan dengan tetap menjaga kelestarian alam, budaya, serta keseimbangan sosial masyarakat sekitar kawasan.


Dalam waktu dekat, perusahaan akan membuka Mandala Eco Resort dan Jaya Vila Resort sebagai proyek percontohan kawasan wisata ramah lingkungan. Kedua resort tersebut dirancang dengan konsep pembangunan berkelanjutan, mengedepankan efisiensi energi, pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, serta desain arsitektur yang menyatu dengan karakter alam Lombok.


Selain itu, sejumlah proyek lanjutan seperti Mandala Terraces, Mandala Signature, Luxury Cliff, dan The Nest Project saat ini tengah memasuki tahap perizinan. Seluruh proyek tersebut dirancang terintegrasi guna membentuk ekosistem pariwisata premium berbasis prinsip eco tourism.


Di sisi lain, pembangunan AWANARA Resort di kawasan Pengantap juga terus menunjukkan progres. Kawasan ini akan dikembangkan secara bertahap dengan target sekitar 255 unit vila, menyesuaikan kebutuhan dan permintaan pasar.


Skala pengembangan tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan daya tarik investasi, membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dari total rencana pengembangan, kontribusi pajak yang diperkirakan disetorkan kepada pemerintah daerah mencapai sekitar Rp21 miliar per tahun.


Sementara itu, Asset & Legal Manager PT Lombok Property Ventures, Busran Ekamayadi, M.Tr.Par, memastikan seluruh perizinan proyek masih dalam proses penyelesaian sesuai regulasi yang berlaku. 


" Perusahaan berkomitmen menjalankan seluruh tahapan administrasi secara transparan dan taat hukum sebagai bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik." tegas Busran Ekamayadi, Jumat, 20 Februari 2026.


Dengan dukungan pemerintah daerah dan komitmen investasi berkelanjutan, Lombok diharapkan terus berkembang sebagai destinasi eco tourism unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, tanpa mengesampingkan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. (red)

Teluk Ekas Lombok resmi jadi pusat riset rumput laut dunia

 
Teluk Ekas Lombok resmi jadi pusat riset rumput laut dunia

OPSINTB.com - Pemerintah Pusat menetapkan Teluk Ekas, Lombok Timur, sebagai lokasi International Tropical Seaweed Research Center (ITSRC) atau Pusat Riset Rumput Laut Tropis Dunia, sebagai bagian dari strategi nasional penguatan ekonomi pesisir dan hilirisasi sektor kelautan.


Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie menegaskan, penguatan riset rumput laut merupakan langkah strategis untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat rumput laut dunia, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pembangunan ITSRC di Teluk Ekas menjadi fondasi awal membangun ekosistem riset bertaraf global sekaligus mendorong transformasi ekonomi pesisir berbasis ilmu pengetahuan.


Indonesia saat ini merupakan produsen rumput laut tropis terbesar di dunia dengan penguasaan sekitar 75 persen pasar global. Nilai ekonomi rumput laut dunia mencapai sekitar 12 miliar dolar AS per tahun dan diproyeksikan terus meningkat. Namun, posisi tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan penguatan riset dan hilirisasi di dalam negeri. Karena itu, ITSRC dirancang sebagai simpul kolaborasi nasional dan internasional, termasuk kerja sama dengan University of California, Berkeley, serta Beijing Genomics Institute (BGI) dari Tiongkok. BGI berkomitmen mendukung pendanaan sekitar Rp3 miliar untuk dua tahun pertama, sementara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengalokasikan Rp1,5 miliar pada tahap awal.


Sejumlah fasilitas akan dibangun di kawasan ITSRC, antara lain gedung penelitian, asrama peneliti internasional, apotek, serta sarana pendukung lainnya. Secara ekologis, Teluk Ekas dinilai ideal sebagai living laboratory karena memiliki sistem teluk tropis yang relatif terlindung dengan sirkulasi air yang baik. Kawasan ini juga potensial untuk pengembangan berbagai jenis rumput laut, seperti Kappaphycus, Caulerpa, Ulva, dan Halymenia.


Menindaklanjuti penetapan tersebut, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyambut positif kehadiran ITSRC di Teluk Ekas. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Muslim, menyampaikan apresiasi atas hadirnya pusat riset bertaraf internasional tersebut, yang diharapkan menjadi solusi atas persoalan klasik budidaya rumput laut, khususnya kelangkaan bibit unggul.


“Pemprov NTB sangat mengapresiasi kehadiran laboratorium rumput laut ini. Selama ini salah satu kendala utama petani adalah keterbatasan bibit berkualitas. Dengan adanya ITSRC, kami berharap masalah tersebut bisa teratasi. Ke depan, pusat riset ini juga diharapkan menjadi pusat penelitian, pendidikan, dan pelatihan bagi masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan pengembangan rumput laut di NTB,” ujarnya.


Ia menambahkan, NTB memiliki potensi besar sebagai sentra budidaya rumput laut nasional. Karena itu, kolaborasi riset, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta transfer teknologi dari ITSRC diyakini akan mempercepat peningkatan produktivitas sekaligus kesejahteraan masyarakat pesisir.


Sebagai bagian dari penguatan riset dan pengabdian berbasis potensi daerah, Universitas Mataram turut berperan dalam pengembangan ITSRC Ekas Buana Lombok Timur. ITSRC akan dikembangkan sebagai pusat riset rumput laut bertaraf internasional melalui kolaborasi dengan para peneliti dunia, dilengkapi laboratorium, sarana riset, hingga dukungan kapal penelitian.


Selain pusat riset rumput laut, Universitas Mataram juga membangun Klinik Spesialis Kedokteran Kelautan sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan wilayah kepulauan sekaligus mendukung pengembangan pendidikan dokter spesialis, agar masyarakat pesisir—khususnya di Lombok Timur—dapat memperoleh akses layanan medis yang lebih dekat dan berkualitas.


Melalui kehadiran ITSRC, Pemprov NTB optimistis Teluk Ekas akan berkembang sebagai pusat inovasi rumput laut tropis dunia, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi pesisir yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat. (red)

Gubernur Iqbal mutasi 392 pejabat: Harus komitmen terhadap sumpah jabatan!

 
Gubernur Iqbal mutasi 392 pejabat: Harus komitmen terhadap sumpah jabatan!

OPSINTB.com - Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, melantik dan mengambil sumpah jabatan pejabat Eselon III dan Eselon IV di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB. Pelantikan berlangsung di Aula Tambora, Kantor Gubernur NTB, Jumat (20/2/2026), sebagai bagian dari langkah penataan organisasi dan penguatan kinerja birokrasi.


Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Iqbal memutasi sebanyak 392 pejabat Eselon III dan IV OPD lingkup Pemprov NTB. Rinciannya, 147 pejabat Eselon III dan 245 pejabat Eselon IV. Mutasi sekaligus pengambilan sumpah/janji jabatan ini turut dihadiri pejabat Eselon I, II, serta ratusan pejabat administrator dan pengawas. Para pejabat yang dilantik ditargetkan mulai menjalankan tugas pada Senin (23/2/2026) mendatang. 


Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan pentingnya komitmen, integritas, serta penguatan sistem karier berjenjang dalam birokrasi.


Gubernur menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari proses penataan organisasi menyusul perampingan struktur sesuai arahan pemerintah pusat. Konsekuensinya, sejumlah jabatan struktural mengalami penghapusan sehingga terjadi penyesuaian posisi di berbagai OPD.


“Rotasi dan mutasi adalah hal yang biasa dalam birokrasi. Yang terpenting adalah komitmen terhadap sumpah dan janji jabatan yang telah diucapkan,” tegasnya.


Sebagai bagian dari proses seleksi, Pemprov NTB telah melaksanakan mekanisme uji kompetensi (beauty contest) guna memetakan potensi aparatur secara lebih objektif. Gubernur menjelaskan bahwa hasil uji kompetensi, profil kepegawaian, serta catatan inspektorat menjadi bahan pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan.


Ia menekankan, bahwa jabatan Eselon III memiliki peran strategis sebagai pengambil keputusan dan pelaksana kebijakan, sekaligus menjadi tahapan penting menuju jabatan Eselon II. Oleh karena itu, pejabat Eselon III dipandang sebagai calon pemimpin masa depan di lingkungan Pemprov NTB.


“Saya ingin sistem karier berjenjang berjalan dengan baik. Harapannya, suatu saat pejabat Eselon II di setiap OPD berasal dari kader terbaik Eselon III di OPD tersebut,” ujarnya.


Sementara itu, Eselon IV disebut sebagai jabatan kaderisasi awal. Gubernur menitipkan kepada para pejabat Eselon III untuk membina dan mengembangkan pejabat Eselon IV sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan.


Ke depan, Pemerintah Provinsi NTB juga akan lebih mendorong penguatan jabatan fungsional. Sistem kerja akan disesuaikan agar jabatan fungsional semakin menarik dan memberikan ruang pengembangan karier yang lebih luas bagi ASN.


Dalam penutup sambutannya, Gubernur memberikan pesan moral kepada seluruh pejabat yang dilantik agar bekerja dengan hati, namun tidak memasukkan persoalan pekerjaan ke dalam hati. Ia mengingatkan bahwa seorang pemimpin tidak mungkin dapat menyenangkan semua pihak.


“Jika dihadapkan pada pilihan antara kemampuan intelektual dan komitmen, pilihlah komitmen. Kemampuan bisa dibangun, tetapi komitmen lahir dari integritas dan niat yang bersih,” pesannya.


Gubernur juga mengingatkan agar para ASN tidak menggantungkan karier kepada siapa pun, melainkan membangun kepercayaan diri, bekerja dengan kinerja terbaik, serta menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.


Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penguatan organisasi, peningkatan profesionalisme aparatur, dan percepatan kinerja pelayanan publik di Provinsi NTB. (red)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama