OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

30/07/26

Jangan coba-coba judol & pinjol ilegal! Diskominfo Loteng edukasi siswa-siswi SMAN 1 Prabarda

 
Jangan coba-coba judol & pinjol ilegal! Diskominfo Loteng edukasi siswa-siswi SMAN 1 Prabarda

OPSINTB.com - Diskominfo Lombok Tengah (Loteng) mengintensifkan literasi digital kepada siswa-siswi SMAN 1 Praya Barat Daya untuk mencegah praktek judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal.


Edukasi disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Informasi Publik (PIKP) Diskominfo Loteng, Iswandy Khairy Ramen. Kegiatan yang dilakukan bekerjasama dengan mahasiswa KKN Universitas Mataram itu mengusung tema “Cerdas Digital, Masa Depan Aman: Membentengi Generasi Muda dari Jeratan Judol dan Pinjol”.


Pria yang karib disapa Wendy itu mengingatkan siswa-siswi agar bijak dalam mengakses media sosial. Konten yang sering diklik akan mempengaruhi rekomendasi yang terus muncul di beranda pengguna.


“Apabila kita sering mengklik konten tertentu, konten serupa akan terus muncul di beranda. Karena itu, biasakan memilih dan mengakses konten bermanfaat,” kata Wendy baru-baru ini.


Ia bilang, judol telah menyasar berbagai kelompok usia. Berdasarkan data, 200 ribu anak muda terindikasi mengakses aplikasi judol, dan 80 ribu orang di antaranya masih di bawah umur.


“Kerugian akibat judol tahun ini mendekati Rp1.000 triliun. Masyarakat menengah ke bawah paling rentan terdampak,” ungkap pria asal Desa Prako, Kecamatan Praya Tengah itu.


Oleh sebab itu, ia menegaskan kepada siswa-siswi untuk tidak sampai mengakses konten judol. Sebab, konten judol membuat penasaran hingga pengakses ingin terus bermain.


“Judol menjual harapan palsu. Sedangkan pinjol memakai uang masa depan. Masa depan kalian lebih berharga dari satu klik,” tegas Wendy.


Sementara itu, Kepala SMAN 1 Praya Barat Daya, Baiq Budiati mengajak siswa-siswinya memahami dampak negatif setiap aplikasi digital bila salah digunakan.


Perkembangan informasi yang cepat, kata dia, membuat aplikasi dan media sosial mudah diakses siapa saja. Kemudahan tersebut harus diimbangi pengetahuan, kehati-hatian, dan kemampuan memilih konten yang bermanfaat.


“Dengan akses yang cepat, kalian harus memahami manfaat sekaligus dampak negatifnya apabila digunakan secara tidak tepat,” katanya.


Di akhir acara, para siswa diajak membangun komitmen anti judol dan pinjol melalui empat langkah sederhana, yakni stop sebelum mencoba, menolak ajakan dan tautan mencurigakan, memblokir akun yang merugikan, dan memberitahukan persoalan kepada orang yang dipercaya. (wan)

Cegah pinjol ilegal dan judi online, Pemprov NTB perkuat perlindungan masyarakat

 
Cegah pinjol ilegal dan judi online, Pemprov NTB perkuat perlindungan masyarakat

OPSINTB.com - Maraknya pinjaman online ilegal serta judi online menjadi ancaman ekstrem pada masyarakat rentan di NTB. Pemprov NTB bersama Komisi 1 DPRD NTB berupaya mencari solusi pencegahan dan penanggulangan melalui kegiatan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pencegahan Penanggulangan Terhadap Pinjaman atau Pendanaan Berbasis Teknologi Informasi Ilegal serta judi online, bertempat di Ruang Rapat Wane Sekretariat DPRD NTB, Kamis (30/7/2026).


Kepala Diskominfotik sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik (AKA) mengungkapkan, kasus pinjol ilegal dan judol sudah merusak semua sendi kehidupan masyarat baik ekonomi hingga prilaku sosial. Untuk itu dirinya menjelaskan, Pemprov NTB dalam hal ini berfungsi sebagai command center terkait kasus aduan pinjol dan judol.


“Kami di Kominfotik menjadi pusat informasi pengaduan, dan memfasilitasi bahkan mendampingi masyarakat untuk melakukan pelaporan jika diperlukan di pihak berwajib,” ujar AKA sapaan akrab Kadis Kominfotik ini.


AKA menambahkan, selain melakukan koordinasi lintas sektoral, Pemprov NTB dibawah Diskominfotik akan melakukan monitoring dan pengawasan pada ruang digital serta memperkuat kerja sama dengan Pihak kepolisian serta kementerian Komdigi RI. Upaya tersebut akan diaplikasikan dengan menggalakan literasi digital secara menyeluruh ke masyarakat.


“Pada kasus judol ilegal ini pencegahannya harus mulai dari hulu sampai hilir. Sebagai mitigasi kita giatkan literasi, disamping melakukan pemetaan aplikasi yang terafilliasi terhadap judol dan pinjol ilegal di NTB,” ungkapnya kemudian.


Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi 1 DPRD NTB, TGH Achmad Muchlis menyebut bahwa Rancangan Peraturan Daerah terkait pinjol illegal dan judol ini merupakan pertama dan satu satunya di Indonesia. Ia menilai hadirnya Raperda ini menjadi bukti komitmen bahwa negara hadir dalam rangka mencegah maraknya pinjol ilegal dan judol.


“NTB termasuk darurat pinjol dan judol maka perlu dibuat peraturan,” tandasnya.


Muchlis juga menyarankan dalam memaksimalkan pencegahan judol dan pinjol ilegal, untuk segera dibentuk Satgas untuk mendeteksi kasus judol dan pinjol ilegal di NTB.


“Setelah Raperda ini disahkan maka perlu Satgas untuk memberantas, terdiri dari dinas atau lembaga terkait. Kami di DPRD khususnya di komisi 1 sudah juga dilakukan sosialisasi kepada masyarakat di daerah pemilihan masing masing,” lanjutnya.


Kegiatan ini turut dihadiri Subdit siber Polda NTB serta tenaga ahli akademisi dari universitas Mataram. (red)

Raih mendali emas Porprov, Shello berharap Pemkab Lotim bangun lintasan Sepatu Roda

 
Raih mendali emas Porprov, Shello berharap Pemkab Lotim bangun lintasan Sepatu Roda

OPSINTB.com - Shellonitha Cahaya Putri Darmawan, meluncur kencang bersama sepatu rodanya. Sesekali remaja yang karib disapa Shello ini mengatur kesimbangan. 


Tatapannya tajam. Sepertinya tidak mau melewatkan setiap sudut track pada ajang Proprov NTB 2026.


Shello nampak telaten mengendalikan roda pada sepatunya. Tak heran setiap suguhan atraksinya nampak indah saat menaklukan roller sport stadium ajang pekan olahraga paling bergesi di Nusa Tenggara Barat ini. 


Kepiawaiannya dalam mengolah roda sepatu kecil itu membuatnya bisa menaklukan stiap track. Mengantarkannya sebagai atlet sepatu roda peraih emas pada ajang tersebut. 


Tapi dibalik kilau medali emas yang berhasil dipersembahkan untuk Kabupaten Lombok Timur pada ajang Porprov NTB 2026, tersimpan kisah perjuangan panjang seorang atlet muda yang sejak kecil tak pernah menyerah mengejar mimpinya. 


Shello merupakan atlet binaan Rinjani Inline Skater Lombok Timur. Saat ini dirinya masih duduk di bangku kelas IX SMP Negeri 1 Selong.


Tak banyak yang mengetahui, kecintaan Shello terhadap sepatu roda telah tumbuh sejak usianya baru menginjak empat tahun. 


Shello telah mencoba berbagai aktivitas untuk mengasah bakatnya. Mulai dari musik, bela diri hingga modeling. 


Namun diantara semua itu, sepatu roda menjadi tempatnya menemukan bakat sekaligus rasa percaya diri.


"Sepatu roda membuat saya merasa lebih percaya diri. Selain itu, atlet sepatu roda di Lombok Timur masih sangat sedikit, sehingga saya melihat ini sebagai peluang besar untuk terus berkembang dan berprestasi," ucap Shello, Kamis (30/7/2026).


Perjalanan menuju podium juara tentu tidak mudah. Pada Porprov 2023, saat masih duduk di bangku kelas V SD, Shello juga sudah dipercaya mewakili Lombok Timur dalam cabor sepatu roda. 


Saat itu ia hanya mampu membawa pulang medali perunggu. Namun kegagalan tersebut tidak membuat semangatnya padam.


Tiga tahun kemudian, perjuangan itu akhirnya terbayar lunas. Pada Porprov NTB 2026, Shello sukses mempersembahkan medali emas untuk Lombok Timur pada nomor Speed Slalom. Sebuah pencapaian yang menjadi kebanggaan bagi dirinya, keluarga, pelatih, dan daerah.


Prestasi tersebut kini menjadi pijakan untuk mengejar mimpi yang lebih besar. Shello berharap dapat terus meningkatkan kemampuan sehingga dipercaya mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.


Di balik prestasi gemilang itu, ada kenyataan yang masih harus dihadapi para atlet sepatu roda di Lombok Timur. Hingga kini mereka belum memiliki lintasan latihan yang tetap dan layak.


Dalam sepekan, Shello berlatih tiga kali. Setiap Rabu dan Jumat sore ia berlatih di GOR Hamzanwadi. Sedangkan Minggu pagi memanfaatkan kegiatan Car Free Day di depan Kantor BRI Cabang Selong. 


Tidak jarang latihan harus dilakukan di jalan raya karena keterbatasan fasilitas.


"Kendala terbesar kami adalah tidak memiliki tempat latihan tetap. Kadang kami harus berpindah-pindah tempat, bahkan menggunakan jalan raya untuk berlatih. Tentu kondisi ini membuat latihan tidak bisa maksimal dan memiliki risiko bagi keselamatan atlet," katanya


Menurut Shello, kondisi tersebut sangat disayangkan mengingat olahraga sepatu roda memiliki potensi besar melahirkan atlet-atlet berprestasi bagi Lombok Timur. Tanpa dukungan fasilitas yang memadai, perjuangan para atlet akan semakin berat.


Ia pun berharap keberhasilan meraih medali emas dapat menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk membangun lintasan sepatu roda yang representatif.


"Bapak bupati dapat memberikan perhatian kepada komunitas sepatu roda Lombok Timur dengan menyediakan tempat latihan yang layak. Kami ingin berlatih dengan aman dan maksimal tanpa harus berpindah-pindah tempat," harap Shello.


Bagi Shello, medali emas bukanlah akhir dari perjuangan. Justru prestasi itu menjadi awal dari mimpi yang lebih besar, sekaligus harapan agar generasi atlet sepatu roda Lombok Timur memiliki rumah latihan yang layak untuk melahirkan lebih banyak juara di masa depan. (zaa)

Kabid Binamarga kelaim warga Suryawangi yang menolak perbaikan jalan tahun ini

 
Kabid Binamarga kelaim warga Suryawangi yang menolak perbaikan jalan tahun ini

OPSINTB.com - Mimpi warga Kelurahah Suryawangi, Kecamatan Labuhan Haji, menikmati jalan mulus tahun ini tidak bisa terwujud. Pasal selain anggaran, masyarakat setempat juga menolak adanya perbaikan jalan jalur Lingkungan Loang Sawak hingga Lingkungan Dasan Bantek. 



Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Lombok Timur, Aprian mengatakan, jalan yang ada di kelurahan Suryawangi khususnya di jalan jalur Lingkungan Loang Sawak menuju Dasan Bantek belum bisa diperbaiki tahun ini lanataran terbentur anggaran.


"Usulan memang tetep ada namun uang tidak ada untuk memperbaiki, jadi tidak tau cara kita," ucapnya, Kamis (30/7/2026).


Diakatakannya, meski pihak pemerintah setempat sudah bersurat namun ada skala prioritas yang harus diselesaikan terlebih dahulu. 


Di lain sisi, hingga saat ini, kata dia, ruas jalan Loang Sawak tahun ini belum masuk dalam perbaikan anggaran 2026 ini


"Perbaikan jalan di Loang Sawak itu belum ada pak," katanya. 


Aprian menujukkan street view jalan yang ada di wilayah itu. Hasilnya ruas itu dikategorikan rusak berat.


"Jalan ini emang rusak berat, tidak bisa kalau jalan itu kita tambal-tambal saja, susah kita pak, ini harus kita Rekon dia," ucapnya sambil melihat peta street view jalan lewat gawai miliknya.


Kendati demikian kondisi rusak semacam itu disebutnya banyak. Seperti ruas Terara-Santong yang sampai 10 tahunan belum diperbaiki.


"Kita perbaiki jalan mana yang proritas dulu setelah itu ada survei LHR dan mana yang strategis," terangnya. 


Di sisi lain, dia mengklaim justeru warga di wilayah itu yang menolak agar ruas serta gorong-gorong yang rusak jangan sampai diperbaiki. Sebab jalur itu disebutnya jalan kendaraan pengangkut materi. 


"Jangan diperbaiki jalan ini pak, soalnya dari sini saja dam truck lewat, begitu kata warga di sana bilang kesaya," sebutnya. 


Terpisah Lurah Suryawangi, M Mawardi, kepada opsintb.com belum lama ini mengatakan bahwa agar jalan yang ada di Lingkungan Loang Sawak hingga Dasan Bantek itu segera untuk diperbaiki, lantaran jalan tersebut menururnya sudah rusak parah.


Dari pemerintahan yang dulu hingga sampai saat ini ia menjabat sebagai Lurah, pihaknya tetap menyurati pihak terkait dengan bermaksut agar secepatnya diperbaiki.


"Dari pihak kecamatan sudah merespons dan juga akan mengawal proposalnya untuk perbaikan jalan, karena kita ingin juga di pinggir jalan ada penerangan lampunya, itu yang kita harapkan," pungkasnya. (zaa)

Sempat keruh, air pelanggan PDAM wilayah Penujak jernih lagi

 
Sempat keruh, air pelanggan PDAM wilayah Penujak jernih lagi

OPSINTB.com - Kepala Bidang Produksi Perumdam Tirta Ardhia Rinjani Lombok Tengah (Loteng), Aan Alfian memastikan kualitas air yang didistribusikan ke pelanggan wilayah Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat telah jernih.


Pernyataan Aan menindaklanjuti klaim warga bahwa air yang disalurkan berwarna hijau keruh. “Air yang didistribusikan ke pelanggan wilayah Desa Penujak telah kembali normal (jernih) setelah sempat mengalami kekeruhan beberapa hari lalu,” ujar Aan, Kamis (30/7/2026).


Kata dia, dari hasil pemantauan terbaru, tingkat kekeruhan menunjukkan angka 2,52 NTU. Menurutnya, nilai tersebut berada di bawah batas maksimum 5 NTU sesuai standar kualitas air.


“Sehingga memenuhi persyaratan parameter kekeruhan yang berlaku,” tambahnya.


Aan menyebut, begitu menerima aduan masyarakat, dirinya langsung mendapat titah dari Dirut untuk cek lokasi. Kemudian pihaknya segera melakukan proses pengolahan WTP Penujak serta memperkuat monitoring kualitas air hingga kondisi distribusi normal.


“Hasil pengukuran menggunakan Turbidity Meter menunjukkan kualitas air yang saat ini didistribusikan dalam kategori baik,” terangnya.


Pihaknya berkomitmen terus menjaga kualitas air agar tetap jernih, aman, dan memenuhi standar pelayanan kepada seluruh pelanggan. Ia juga meminta maaf atas gangguan kualitas air yang sempat memicu kehebohan.


“Kondisi itu murni faktor alam dan perubahan pola pengambilan air baku yang berada di luar kondisi,” katanya.


Ke depan, Aan melanjutkan, sebagai antisipasi PDAM akan meningkatkan kegiatan flushing jaringan pipa serta pengurasan endapan secara berkala.


“Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kualitas air yang diterima pelanggan tetap terjaga,” ujar dia.


Jernihnya distribusi air diakui seorang warga bernama Yuliani. Warga Dusun Toro tersebut mengatakan, air yang mengalir ke rumahnya kini telah jernih. “Kemarin biasanya tiba-tiba hijau gitu. Alhamdulillah sekarang sudah bagus,” katanya.


PDAM mengimbau masyarakat tak segan melapor jika kualitas dan distribusi air buruk. Himbauan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas layanan. (wan)

Pasar Tematik Bilebante diresmikan, wadah pelaku UMKM lokal pasarkan hasil produksi

 
Pasar Tematik Bilebante diresmikan, wadah pelaku UMKM lokal pasarkan hasil produksi

OPSINTB.com - Desa Wisata Bilebante, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah terus berbenah. Terbaru, pemerintah desa (Pemdes) meresmikan Pasar Tematik di Dusun Tapon Timur, Kamis (30/7/2026).


Dengan peresmian serta tasyakuran Pasar Tematik ini, Pemdes berharap pelaku UMKM setempat bisa menjual hasil produksinya di lokasi tersebut.


“Bisa menjual hasil produk-produknya di Pasar Tematik Bilebante ini. Mulai dari kuliner, kerajinan tangan, dan sebagainya,” kata Kepala Desa Bilebante, Asrok Mudailun.


Ia menilai, Pasar Tematik dapat menjadi penopang pariwisata di desanya. Karena selain Pasar Tematik ini, Pemdes sebelumnya juga telah meresmikan Pasar Pancingan, menyediakan homestay, kafe, pemandian, wisata herbal, dan lain-lain.


“Semua paket wisata di Bilebante ini dijual menjadi satu paket. Di mana jika para wisatawan sudah lelah atau capek beraktivitas, seperti naik ATV dan bersepeda, otomatis mereka akan mencari makanan.”


“Jika lapar, atau ingin mencari oleh-oleh, datanglah ke Pasar Tematik ini,” ucapnya.


Sebelum diresmikan, Asrok melanjutkan, Pasar Tematik hanya dibuka dua kali dalam sepekan, yakni hari Sabtu-Minggu. Namun, setelah diresmikan, Pemdes berencana membuka setiap hari.


“Agar pelaku UMKM bisa menjual semua produk-produknya setiap hari, sehingga ekonomi warga juga berkembang,” ujarnya.


Ia mengatakan, membangun Pasar Tematik tak semudah membalik telapak tangan. Banyak tantangan yang harus dihadapi. Oleh sebab itu, pihaknya telah menggandeng sejumlah perusahaan sebagai sponsor.


Dari hasil kunjungan wisatawan, pelaku UMKM di pasar ini dalam sehari dapat mengantongi laba bersih rata-rata Rp200-250 ribu.


Uniknya, dalam transaksi di Pasar Tematik ini, wisatawan hanya boleh bertransaksi dengan menggunakan “kepeng”. Kepeng terbuat dari kayu menyerupai koin, dengan nilai 5 untuk Rp5.000, 10 untuk nilai Rp10.000-15.000.


Kepeng tersebut tentunya harus ditukar di pengelola yang berjaga di pintu masuk. “Tujuannya adalah untuk mengetahui berapa perputaran uang yang diperoleh pelaku UMKM,” terangnya. (iwn)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama