OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

08/07/26

Lagi! Satgas sikat rokok ilegal di dua kecamatan, puluhan ribu batang berhasil diamankan

 
Lagi! Satgas sikat rokok ilegal di dua kecamatan, puluhan ribu batang berhasil diamankan

OPSINTB.com - Tim Operasi Penegakan Hukum Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal Kabupaten Lombok Timur kembali menggencarkan pemberantasan peredaran rokok ilegal. 


Dalam operasi gabungan yang digelar pada Rabu (8/7/2026) di Kecamatan Pringgabaya dan Wanasaba, petugas berhasil menyita 60.804 batang rokok ilegal serta 870 gram tembakau iris yang diduga melanggar ketentuan cukai.


Operasi tersebut dipimpin oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lombok Timur, Salmun Rahman, yang didampingi Sekretaris Satpol PP Muhamad Irwan Agus, dengan melibatkan unsur Bea Cukai Mataram, Polres Lombok Timur, Kodim 1615/Lombok Timur, Kejaksaan Negeri Selong, serta Tim Operasi Penegakan Hukum Cukai Tembakau Kabupaten Lombok Timur.


Kasat Pol PP, Salmun Rahman mengatakan, pelaksanaan operasi tersebut berdasarkan Undang-undang nomor 39 tahun 2007 Tentang Cukai dan Surat keputusan Bupati Lombok Timur (Lotim) Nomor: 100.3.3.2/ 264/ PolPP/2025 tentang pembentukan Satuan Tugas Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal Kab.Lotim Tahun Anggaran 2026 serta Surat Perintah Nomor: 800.1.11.1/248/PolPP/2026


Dari hasil penyisiran di lapangan beber salmun, petugas menemukan 3.920 batang rokok ilegal dan 870 gram tembakau iris di wilayah Kecamatan Pringgabaya. Sementara di Kecamatan Wanasaba, petugas kembali menemukan 56.884 batang rokok ilegal. 


"Total barang bukti yang kami amankan mencapai 60.804 batang rokok ilegal dan 870 gram tembakau iris," ucapnya.


Selain melakukan penyitaan, tim juga memberikan edukasi kepada para pedagang agar tidak lagi menjual rokok polos, rokok tanpa pita cukai, maupun tembakau iris ilegal. 


Untuk pelanggaran yang baru pertama kali ditemukan, aparat masih mengedepankan langkah pembinaan dan sosialisasi langsung kepada pelaku usaha. 


"Kami menegaskan, apabila pelanggaran kembali terjadi, penindakan akan dilakukan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai," katanya.


Sementara itu, Penyidik Bea Cukai turut menerbitkan surat penyitaan terhadap barang bukti berupa Tembakau Iris (TIS), Sigaret Kretek Tangan (SKT), dan Sigaret Kretek Mesin (SKM) yang tidak dilekati pita cukai.


Operasi ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam menekan peredaran barang kena cukai ilegal yang tidak hanya merugikan penerimaan negara, tetapi juga menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat serta berpotensi membahayakan konsumen. (zaa)

Bupati Iron: Piutang pelanggan PDAM Rp 11 miliar akan dihapus

 
Bupati Iron: Piutang pelanggan PDAM Rp 11 miliar akan dihapus

OPSINTB.com - Piutang pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Timur berencana akan dihapus. Tunggakan pembayaran itu nilainya mencapai Rp 11 miliar.


Kebijakan tersebut akan dilakukan secara bijaksana dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat.


Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin menjelaskan, usulan penghapusan piutang sekitar Rp 11 miliar itu akan difokuskan kepada pelanggan PDAM dari kalangan masyarakat kurang mampu.


"Jadi mengenai usulan penghapusan yang 11 miliar di konsumen-konsumen kita itu nanti kita akan hapus dengan cara yang sangat-sangat bijaksana. Artinya apa, yang ekonomi ke bawah, yang miskin, kemudian tidak terlalu bagus ekonominya, tapi dia termasuk pelanggan PDAM misalnya," ucapnya saat di wawancarai usai RUPS Perusahaan PDAM Lombok Timur Rabu (8/7/2026).


Bupati Iron berharap pelanggan yang benar-benar kurang mampu dapat memperoleh penghapusan piutang hingga sekitar Rp 5 miliar dari total piutang yang ada.


"Di situ saya harap itu untuk dihapus ya, paling tidak sampai dengan angka 5 miliaran. Cari orang pelanggan PDAM yang kurang mampu ini, dan di angka 5 miliar dihapus. 6 miliar tetap ditagih ya," tegasnya.


Pada kesempatan yang sama, Bupati juga menyampaikan kebijakan terkait persyaratan bagi kepala unit yang ingin diangkat menjadi kepala cabang PDAM. Menurutnya, calon kepala cabang harus mampu memiliki atau membina sedikitnya 3 ribu Sambungan Rumah (SR).


"Sudah saya sebut tadi, jadi kepala unit yang sekarang ini kalau mau jadi kepala cabang harus dia punya 3 ribu SR. Tapi 3 ribu SR, nggak boleh 2 ribu, dengan syarat 3 ribu, oke ya," pungkasnya. (zaa)

Okupansi hotel di kawasan The Mandalika tembus 100 persen jelang Pocari Sweat Run Lombok 2026

 
Okupansi hotel di kawasan The Mandalika tembus 100 persen jelang Pocari Sweat Run Lombok 2026

OPSINTB.com - Menjelang penyelenggaraan Pocari Sweat Run Lombok 2026 pada 11–12 Juli 2026, tingkat okupansi sejumlah hotel di kawasan The Mandalika menunjukkan peningkatan signifikan. Sejumlah hotel seperti Raja Kuta Hotel Mandalika, Montana Oceanside Mandalika, dan JM Hotel bahkan telah mencapai 100% okupansi, sementara tingkat hunian Pullman Lombok Merujani Hotel dan Novotel Lombok Resort & Villas telah berada di atas 90%. Tingginya antusiasme peserta menjadi sinyal positif terhadap geliat sport tourism sekaligus memperkuat kesiapan kawasan dalam menyambut 9.000 pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.


Sebagai pengembang dan pengelola kawasan, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memastikan seluruh aspek operasional telah memasuki tahap final checking guna menghadirkan kawasan yang aman, nyaman, dan siap mendukung kelancaran salah satu ajang sport tourism terbesar di Indonesia.

Berbagai persiapan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari optimalisasi infrastruktur kawasan, peningkatan kualitas lingkungan, hingga penguatan aspek keamanan. Salah satu fokus utama tahun ini adalah rehabilitasi dan optimalisasi sistem penerangan, termasuk lampu tenaga surya (solar cell) di sejumlah titik kawasan agar kembali berfungsi maksimal. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pencahayaan sehingga mendukung keamanan dan kenyamanan peserta, khususnya selama persiapan maupun pelaksanaan lomba.


Selain itu, ITDC juga mengintensifkan pembersihan kawasan, penataan lanskap, pemeliharaan fasilitas umum, pengecekan utilitas, serta koordinasi teknis bersama panitia penyelenggara dan seluruh stakeholder guna memastikan seluruh fasilitas siap digunakan selama event berlangsung.

General Manager The Mandalika, Pari Wijaya, menyebut tingginya tingkat hunian hotel menjelang penyelenggaraan Pocari Sweat Run Lombok 2026 menunjukkan semakin kuatnya daya tarik The Mandalika sebagai destinasi sport tourism nasional. Karena itu, ITDC memastikan seluruh kesiapan kawasan dilakukan secara optimal agar seluruh peserta dapat menikmati pengalaman berlari yang aman, nyaman, dan berkesan.


"Pocari Sweat Run Lombok tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap aktivitas pariwisata di kawasan. Tingginya okupansi hotel menjelang penyelenggaraan event menjadi indikator meningkatnya kunjungan wisatawan ke The Mandalika. Untuk itu, kami memastikan seluruh aspek infrastruktur, kebersihan, keamanan, hingga layanan kawasan berada dalam kondisi terbaik sehingga seluruh peserta dapat menikmati pengalaman berlari yang aman, nyaman, dan berkesan. Komitmen ini sekaligus memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi sport tourism berkelas dunia yang siap menjadi tuan rumah berbagai event berskala nasional maupun internasional," ujar Pari.


Dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan Pocari Sweat Run Lombok 2026, ITDC mengerahkan 127 personel operasional yang terdiri atas tim maintenance dan teknisi kelistrikan, gardener, serta personel keamanan. Seluruh pekerjaan operasional ditargetkan rampung pada H-1 sebelum pelaksanaan event dan dilanjutkan dengan inspeksi akhir bersama panitia. Selama kegiatan berlangsung, seluruh personel juga akan bersiaga untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan penyesuaian di lapangan.


Sementara itu, Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka, Puspita Winawati menyampaikan penyelenggaraan di tahun kedua POCARI SWEAT Run Lombok ini fokus kepada para pelari untuk memberikan pengalaman berlari yang lebih baik. “Kami ingin menghadirkan pengalaman lari yang unik saat matahari terbit dan terbenam, menggabungkan tantangan trek sirkuit bertaraf internasional dengan panorama pesisir yang menjadi daya tarik utama, kualitas lintasan, hingga dukungan infrastruktur dan pengelolaan kawasan yang terus berkembang.” ujarnya.


Perubahan strategis juga dilakukan dengan menggeser waktu pelaksanaan POCARI SWEAT Run Lombok ke bulan Juli agar para peserta dapat menikmati cuaca Lombok yang lebih bersahabat dan nyaman sepanjang race. “Kolaborasi luar biasa bersama ITDC dan stakeholder yang terjalin sejak tahun lalu kini menjadi pondasi utama kami untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan event dan peningkatan kenyamanan di tahun ini. Dengan dukungan tersebut, kami optimistis POCARI SWEAT Run Lombok 2026 dan pengalaman berlari di kawasan The Mandalika akan memberikan impresi mendalam yang tak terlupakan bagi lebih dari Sembilan ribu pelari dari seluruh penjuru Nusantara,“ tambah Puspita.


Dengan berbagai persiapan yang telah memasuki tahap final, ITDC memastikan seluruh elemen di The Mandalika siap mendukung kelancaran penyelenggaraan Pocari Sweat Run Lombok 2026. Melalui kesiapan infrastruktur, operasional, dan koordinasi lintas para pemangku kepentingan, ITDC berkomitmen menghadirkan kawasan yang aman, nyaman, serta mampu memberikan pengalaman terbaik bagi ribuan pelari dan wisatawan yang akan meramaikan The Mandalika. (red)

ITDC hadirkan destinasi ramah keluarga penuh pengalaman

 
ITDC hadirkan destinasi ramah keluarga penuh pengalaman

OPSINTB.com - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua, The Mandalika, dan The Golo Mori menghadirkan rangkaian “School Holiday Celebration” bertajuk "Liburan Nyaman Penuh Makna" sebagai bagian dari perayaan liburan sekolah dan Hari Anak Nasional 2026, pada Jumat, (3/7/2026) di masing-masing kawasan yang dikelola. 


Program ini merupakan implementasi kampanye ITDC yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman liburan keluarga yang holistik melalui perpaduan aktivitas rekreasi, edukasi, budaya, dan kepedulian sosial dalam satu destinasi.


Direktur Komersial & Marketing ITDC, Febrina Mediana mengatakan, pengembangan destinasi pariwisata saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur dan atraksi wisata, tetapi juga pada penciptaan pengalaman yang memberikan nilai tambah bagi pengunjung sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat. 


“Melalui kampanye Liburan Nyaman Penuh Makna, kami ingin menghadirkan destinasi yang mampu memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga dalam satu kawasan. Kami percaya bahwa pengalaman wisata terbaik adalah pengalaman yang tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitarnya. Oleh karena itu, kami mengintegrasikan aktivitas rekreasi, edukasi, pelestarian budaya, dan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sebagai bagian dari komitmen ITDC dalam membangun destinasi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” terangnya.


Program ini merupakan bagian dari kampanye "Liburan Nyaman Penuh Makna" yang diinisiasi ITDC untuk menjawab kebutuhan wisatawan modern yang menginginkan destinasi dengan pengalaman yang lengkap, aman, nyaman, dan mudah diakses. Melalui sinergi berbagai fasilitas, atraksi, tenant, serta layanan di dalam kawasan, ITDC menghadirkan konsep curated destination experience, di mana wisatawan dapat menikmati aktivitas rekreasi, edukasi, budaya, kuliner, hingga hiburan keluarga tanpa harus berpindah lokasi.


Di kawasan The Nusa Dua menyiapkan sejumlah program dengan mengusung semangat "Dari Liburan Sekadar Tujuan, Jadi Banyak Keseruan Dalam Satu Kawasan". ITDC menghadirkan pengalaman berlibur yang tidak hanya menyenangkan bagi anak-anak, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi seluruh anggota keluarga. 


Berbagai aktivitas kreatif dan interaktif disiapkan di Peninsula Island, mulai dari Family Time Capsule, Clay Painting Workshop, Animal Exhibition, Crochet Workshop, pertunjukan seni anak, hingga Family Picnic, yang dirancang untuk mendorong kreativitas, mempererat kebersamaan keluarga, serta menciptakan pengalaman liburan yang berkesan. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut semakin memperkuat posisi The Nusa Dua sebagai destinasi wisata keluarga berkelas dunia yang menawarkan beragam pengalaman dalam satu kawasan.


Sementara di The Mandalika, semangat "Liburan Nyaman Penuh Makna" juga diwujudkan melalui berbagai aktivitas liburan keluarga, antara lain Mandalika Art Performance yang menampilkan kreativitas anak-anak dan seni budaya lokal, Swara Bazaar sebagai ruang hiburan musik akustik bagi pengunjung, Kids Activity – Student Go to Circuit yang memberikan pengalaman edukatif di Pertamina Mandalika International Circuit, hingga Mandalika Sehat yang mengajak masyarakat menikmati aktivitas olahraga bersama selama musim liburan. Rangkaian kegiatan tersebut semakin memperkuat positioning kawasan-kawasan yang dikelola ITDC sebagai destinasi yang menghadirkan pengalaman wisata yang lengkap, inklusif, dan relevan bagi seluruh anggota keluarga.


Mengisi momen libur sekolah tahun ini, The Golo Mori juga turut menghadirkan serangkaian aktivitas ramah anak melalui Coloring Activity dan Cooking Class yang dapat diikuti oleh anak-anak bersama keluarga. Beragam kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang rekreasi yang memadukan unsur kreativitas, edukasi, dan kebersamaan dalam suasana kawasan yang nyaman dan alami.


Sebagai rangkaian menuju Hari Anak Nasional 2026, The Golo Mori juga tengah menyiapkan berbagai aktivasi menarik yang akan melibatkan anak-anak dan keluarga. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen ITDC dalam menghadirkan destinasi yang tidak hanya menawarkan keindahan alam dan fasilitas berkelas, tetapi juga pengalaman yang inklusif dan ramah keluarga.


Sebagai bagian dari InJourney Group, ITDC akan terus memperkuat pengembangan destinasi berbasis experience, sustainability, dan community impact melalui berbagai program yang mengintegrasikan pariwisata, budaya, olahraga, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat. 


Tentang ITDC


PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) merupakan bagian dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney yang berfokus pada pengembangan dan pengelolaan kawasan pariwisata terintegrasi di Indonesia. ITDC mengelola tiga destinasi unggulan nasional, yaitu The Nusa Dua “Bali’s Finest Family-Friendly Resort Haven”, The Mandalika “The Ultimate Lifestyle Sportstainment Destination”, dan The Golo Mori “Sustainable Marine-Based MICE Tourism Destination”. Dengan pengalaman lebih dari 52 tahun, ITDC terus berkomitmen menghadirkan destinasi pariwisata berkelas dunia yang berkelanjutan, berdaya saing global, serta memberikan nilai tambah bagi ekonomi dan masyarakat Indonesia. (red)

RIMO RUN 2026 semarakkan HUT Ke-62 Bank NTB Syariah, wujudkan semangat transformasi dan gaya hidup sehat bersama masyarakat

 
RIMO RUN 2026 semarakkan HUT Ke-62 Bank NTB Syariah, wujudkan semangat transformasi dan gaya hidup sehat bersama masyarakat

OPSINTB.com - PT Bank NTB Syariah sukses menyelenggarakan RIMO RUN 2026 sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Bank NTB Syariah yang mengusung tema "We Are Ready for a Long Journey". Kegiatan yang berlangsung di Kantor Pusat, Bank NTB Syariah pada Sabtu (4/7/2026) ini diikuti ribuan peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, nasabah, komunitas lari, hingga jajaran pemerintah daerah.


RIMO RUN menjadi momentum bagi Bank NTB Syariah untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat melalui olahraga. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Bank NTB Syariah memperluas literasi dan inklusi keuangan digital melalui pengenalan aplikasi mobile banking terbaru, Rinjani Mobile (RIMO).


Kegiatan dibuka secara resmi oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat, H Lalu Muhamad Iqbal, didampingi jajaran Komisaris, Direksi, Dewan Pengawas Syariah, serta para pemangku kepentingan Bank NTB Syariah. Kehadiran pemerintah daerah bersama ribuan peserta menjadi wujud kolaborasi yang kuat antara Bank NTB Syariah dan seluruh elemen masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah melalui sektor keuangan syariah.


Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin menyampaikan, penyelenggaraan RIMO RUN merupakan representasi semangat transformasi Bank NTB Syariah yang tidak hanya berfokus pada penguatan bisnis, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata.


"RIMO RUN bukan sekadar ajang olahraga, tetapi menjadi simbol semangat Bank NTB Syariah untuk terus bergerak maju, bertransformasi, dan hadir semakin dekat dengan masyarakat. Melalui momentum HUT ke-62 ini, kami ingin memperkuat kolaborasi, membangun budaya hidup sehat, sekaligus memperkenalkan inovasi layanan digital yang semakin memudahkan kebutuhan transaksi masyarakat melalui aplikasi RIMO."


Nazaruddin menyampaikan bahwa tema “Ready for a Long Journey” bukan hanya menggambarkan usia Bank NTB Syariah yang telah mencapai 62 tahun, tetapi juga menjadi simbol kesiapan perusahaan untuk melanjutkan perjalanan panjang dengan arah yang jelas, penuh optimisme, dan berlandaskan nilai-nilai syariah. Filosofi jalan yang membentang menuju cakrawala mencerminkan transformasi yang terus berlanjut, matahari terbit melambangkan harapan dan peluang baru, sementara pegunungan menggambarkan keteguhan Bank NTB Syariah dalam menjaga amanah dan menghadapi berbagai tantangan. 


Dengan semangat tersebut, Bank NTB Syariah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat inovasi digital, menjaga tata kelola yang baik, serta menciptakan keberkahan dan nilai tambah bagi masyarakat, nasabah, dan seluruh pemangku kepentingan.


Melalui RIMO RUN, Bank NTB Syariah juga memperkenalkan Rinjani Mobile (RIMO) sebagai pengembangan layanan mobile banking yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman transaksi digital yang lebih mudah, cepat, aman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kehadiran RIMO merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mempercepat transformasi digital sekaligus mendukung peningkatan literasi transaksi non-tunai di Nusa Tenggara Barat.


Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan yang berlangsung meriah dengan berbagai hiburan, doorprize menarik, serta partisipasi aktif ribuan pelari yang memenuhi rute sejauh 6,2 kilometer. Tingginya partisipasi tersebut menjadi bukti bahwa sinergi antara olahraga, teknologi, dan layanan perbankan mampu membangun kedekatan yang lebih kuat antara Bank NTB Syariah dengan masyarakat.


Kemeriahan RIMO RUN 2026 semakin terasa dengan penampilan spesial grup band Amtenar yang berhasil menghibur ribuan peserta dan masyarakat yang hadir. Penampilan musik yang energik menjadi pelengkap suasana perayaan HUT ke-62 Bank NTB Syariah, menghadirkan kebersamaan, semangat, dan kegembiraan bagi seluruh peserta setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan lari. 


Kehadiran Amtenar turut menambah semarak acara sekaligus memperkuat konsep RIMO RUN sebagai ajang olahraga, hiburan, dan interaksi positif antara Bank NTB Syariah dengan masyarakat.


Ke depan, Bank NTB Syariah akan terus menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat melalui inovasi layanan, transformasi digital, peningkatan kualitas pelayanan, serta kolaborasi strategis dengan pemerintah, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan sebagai bagian dari komitmen menghadirkan Amanah untuk Berkah Bermakna. (red)

Cinta yang tak dapat dipenjara: Tahanan Polres Lombok Timur resmi menikahi kekasihnya di balik jeruji besi

 
Cinta yang tak dapat dipenjara: Tahanan Polres Lombok Timur resmi menikahi kekasihnya di balik jeruji besi

OPSINTB.com - Haru bercampur kebahagiaan, begitulah yang dirasakan oleh RK, salah seorang tahanan asal Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur. Momen sakral dengan sang pujaan hatinya NP, harus digelar di Rumah Tahanan Polres Lombok Timur. 


Pasalnya RK dan NP melangsujg ijab kabul di hotel prodeo yang berlangsung hari Sabtu (8/7/2026) lalu. Pernikahan tersebut berlangsung dengan lancar dan disaksikan oleh tokoh agama, petugas kepolisian, keluarga mempelai laki-laki dan perempuan, serta para saksi yang hadir.


Momen sakral tersebut diwarnai tangis haru dan bahagia dari keluarga yang menyaksikan langsung bersatunya kedua mempelai dalam ikatan pernikahan.


Mempelai pria berinisial RK, warga Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, yang saat ini berstatus sebagai tahanan di Rumah Tahanan Polres Lombok Timur, resmi menikahi perempuan berinisial NP, yang juga berasal dari Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur. NP sehari-hari bekerja mengurus rumah tangga.


Kasi Humas Polres Lombok Timur, IPTU Lalu Rusmaladi, menjelaskan pernikahan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu setelah pihak Polres Lombok Timur memberikan izin pelaksanaan akad nikah sebagai bentuk penghormatan terhadap hak-hak dasar setiap warga negara, termasuk mereka yang sedang menjalani proses hukum.


"Pernikahan tersebut berlangsung pada hari Sabtu. Pihak Polres Lombok Timur memberikan izin pelaksanaan akad nikah sebagai bentuk penghormatan terhadap hak-hak dasar setiap warga negara, termasuk mereka yang sedang menjalani proses hukum," tegas IPTU Lalu Rusmaladi.


Ia menambahkan bahwa pelaksanaan akad nikah tetap dilaksanakan dengan memperhatikan seluruh ketentuan keamanan serta prosedur yang berlaku di lingkungan rumah tahanan.


"Pelaksanaan pernikahan dilakukan dengan tetap memperhatikan ketentuan keamanan dan prosedur yang berlaku di lingkungan rumah tahanan," tambahnya.


Menurut IPTU Lalu Rusmaladi, kebijakan tersebut merupakan wujud kepedulian Polres Lombok Timur dalam memberikan pelayanan yang humanis tanpa mengabaikan proses hukum yang sedang dijalani oleh tahanan.


"Kebijakan tersebut menjadi wujud kepedulian kepolisian dalam memberikan pelayanan yang humanis, tanpa mengabaikan proses hukum yang sedang dijalani oleh tahanan. Dengan adanya kesempatan untuk melangsungkan pernikahan, diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi mempelai pria untuk menjalani proses hukum sekaligus memperbaiki kehidupan di masa mendatang," ujarnya.


Lebih lanjut, Polres Lombok Timur berharap masyarakat dapat melihat langkah tersebut sebagai bentuk pelayanan kepolisian yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan penghormatan terhadap hak-hak setiap individu.


"Masyarakat diharapkan dapat melihat langkah yang diambil Polres Lombok Timur sebagai bentuk pelayanan yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan penghormatan terhadap hak-hak setiap individu. Diharapkan pula, kebijakan tersebut memberikan dampak positif serta semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian dalam memberikan pelayanan yang berkeadilan dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan," pungkas IPTU Lalu Rusmaladi. (zaa)

Izin ponpes saat ini jauh lebih ketat dari sebelumnya

 
Izin ponpes saat ini jauh lebih ketat dari sebelumnya

OPSINTB.com - Beberapa waktu lalu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mewacanakan bakal melakukan moratorium sementara izin pondok pesantren. Munculnya pembicaraan ini di ruang publik buntut dari beberapa kasus yang terjadi belakangan. 


Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Timur melalui Kepala Seksi Pondok Pesantren (Pontren), H Hasan mengatakan, belum bisa berbicara lebih jauh terkait hal tersebut selama regulasi resmi belum diterbitkan.


"Adapun apa yang disampaikan oleh Bapak Kakanwil Kemenag NTB, tentu akan kami tindak lanjuti setelah ada regulasi tertulis yang menyatakan tentang hal itu," kata H Hasan, Selasa (7/7/2026). 


Kendati hingga saat ini pihaknya belum ada satu pun pondok pesantren (Ponpes) baru yang mengajukan izin pendirian. Namun harus lebih waspada dengan kejadian-kejadian yang terjadi selama ini, terutama yang menyangkut masalah Ponpes. 


Dia menerangkan, langkah moratorium yang dimaksud Kakanwil NTB sebenarnya bertujuan positif, yakni memberikan ruang bagi Kemenag Kabupaten untuk melakukan pembinaan dan pengawasan yang lebih ketat. 


Kendati masih wacana, kebijakan menjadi alarm bagi para pimpinan ponpes agar benar-benar mengelola lembaganya dengan baik dan benar. Sehingga ponpes yang baru sudah jauh lebih siap, matang, dan berkualitas. 


Hal ini juga disebutbya bagian dari cara Kemenag untuk melakukan perubahan, mengoreksi, kemudian mengevaluasi hal-hal yang berkaitan dengan pondok pesantren. Mulai dari regulasinya, penanggung jawab di pondok, termasuk fasilitas yang memang disiapkan oleh pihak ponpes. 


Berdasarkan data Kemenag Lombok Timur hingga saat ini, jumlah pondok pesantren yang resmi berdiri dan terdata mencapai 289 lembaga. Saat ini, terangnya, pihaknya tengah gencar melakukan pembinaan intensif.


Hal itu dilakukan agar seluruh ponpes benar-benar memenuhi kriteria dan syarat mutlak sebagai lembaga pesantren.


"Di lapangan masih ditemukan adanya kerancuan tipologi lembaga," paparnya.. 


Terdapat madrasah seperti MI atau MTs yang secara kultural disebut pondok pesantren oleh masyarakat, namun secara fisik belum memiliki fasilitas wajib seperti asrama atau masjid.


Sebutan pondok pesantren, kata dia, yang belum memenuhi syarat ini akan segera diberikan pemahaman agar mereka segera melengkapi persyaratan berdirinya sebuah ponpes. 


"Kami sudah dan sedang berjalan melakukan pembinaan ini," tegasnya.


Selain masalah fasilitas, pihaknya juga mencatat ada sekitar 30 lebih pondok pesantren di Lombok Timur yang aktivitas operasionalnya berjalan normal seperti biasa, namun belum terdata di sistem Education Management Information System (EMIS) Kemenag.


H Hasan mengimbau kepada masyarakat atau yayasan yang berencana mengajukan izin pendirian pondok pesantren pada tahun ini untuk mempersiapkan diri secara matang. Mengingat, proses verifikasi saat ini jauh lebih ketat dan berlapis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.


Kekuatan verifikasi lanjutnya, tidak hanya menyasar pada ketersediaan fasilitas fisik seperti masjid dan asrama yang representatif, melainkan juga menyentuh aspek figur kepengasuhan.


"Tuan gurunya (pimpinan Ponpes) sekarang harus melalui proses verifikasi secara tersendiri. Jadi, di samping verifikasi fasilitas, ada verifikasi figur dan rekam jejak yang memang agak berat," pungkasnya.


Dengan pengetatan ini, di harapkan ekosistem pondok pesantren di Gumi Patuh Karya ke depan dapat melahirkan generasi yang berkualitas dalam lingkungan belajar yang aman, legal, dan akuntabel. (kin)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama