OPSINTB.com | News References

Headline

Politik

Hukum

Nasional

26/04/26

Soto Sasak Amaq Sahdan, warisan rasa 1986 yang tak lekang zaman

 
Soto Sasak Amaq Sahdan, warisan rasa 1986 yang tak lekang zaman

OPSINTB.com - Dunia kuliner berkembang begitu cepat. Dari yang lokal hingga makanan khas mancanegara. 


Cita rasanya bisa dinikmati di berbagai tempat. Mendapatkannya pun sangat mudah.


Semisal makanan ala-ala Korea, Jepang, China bahkan hingga makanan khas negara-negara eropa. Semuanya bisa didapat dengan cepat.


Di tengah gempuran berbagai varian rasa yang menggoda lidah, kuliner lokal tetap menjadi primadona. Salah satunya ialah soto. 


Aromanya yang khas masih sanggup membuat selera makan meronta, meski kadang perut dalam kondisi kenyang. Tak berlebih makanan satu ini sudah melegenda keberadaannya sanggup melintasi zaman.


Di suatu hari, sekira pukul 09.30 Wita di Pasar Tanjung Teros, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur, aroma soto menusuk hidung. Baunya yang semerbak membuat selera makan meronta.


Soto Sasak Amaq Sahdan namanya. Warung ini menjadi salah satu yang tertua di lokasi pasar itu.


Berdiri sejak tahun 1986 silam, telah diwarisi beberapa generasi. Tak heran warung kecil ini disebut sebagai ikon kuliner Pasar Tanjung Teros.


Bagi para pedagang di lokasi itu, sejak pagi hari, aroma kuah gurih yang khas sudah menggoda. Mengundang para pengunjung untuk singgah. 


Soto ini menjadi pilihan favorit, baik sebagai menu sarapan maupun makan siang. Lapak yang sederhana ini hampir tak pernah sepi pembeli.


"Alhamdulillah, pembeli tidak pernah sepi," kata Insanul Kamil, salah seorang pewaris racikan soto ini saat ditemui opsintb.com di tengah kesibukannya melayani pembeli, Sabtu (25/04/2026).


Menurutnya, tingginya minat pembeli tidak lepas dari keunikan soto yang mereka sajikan. Jika pada umumnya kuliner satu ini menggunakan bihun.


Berbeda dari kebanyakan soto pada umumnya, Soto Sasak Amaq Sahdan tidak menggunakan bihun. Namun tetap menghadirkan cita rasa khas yang disukai banyak orang. 


Sebagai gantinya, komposisinya terdiri dari potongan daging sapi yang empuk, lontong, toge segar, serta racikan bumbu khas yang menghadirkan cita rasa autentik di lidah masyarakat Sasak pada umumnya.


Perpaduan sederhana namun pas ini justru menjadi kekuatan utama. Kuahnya yang gurih, daging yang lembut, serta rempah-rempah yang meresap menjadikannya memiliki karakter tersendiri yang sulit ditemukan di tempat lain.


Menariknya, dengan cita rasa khas tersebut, harga yang ditawarkan tetap ramah di kantong. Satu porsi soto rata-rata dijual seharga Rp15 ribu, bahkan pembeli masih bisa menikmatinya dengan harga Rp10 ribu. 


Meski terjangkau, kualitas rasa tetap terjaga, membuat pelanggan terus berdatangan. 


"Harga tetap kami jaga agar semua kalangan bisa menikmati, meskipun harga bahan baku terus berubah," jelas Insan.


Hari Minggu, tuturnya, menjadi momen paling ramai. Aktivitas pasar yang meningkat turut mendongkrak jumlah pengunjung yang ingin mencicipi soto legendaris ini.


Sementara pada hari biasa, suasana cenderung lebih tenang, meski tetap ada pelanggan setia yang datang silih berganti.


Tak hanya warga sekitar Tanjung Teros, pelanggan Soto Sasak Amaq Sahdan juga datang dari berbagai daerah lain.


Popularitasnya telah menyebar luas, terutama karena cita rasa yang konsisten sejak pertama kali berdiri. Soto ini bukan sekadar usaha kuliner biasa, melainkan warisan turun-temurun.


Kini, usaha tersebut telah memasuki generasi ketiga. Insan, yang merupakan lulusan sarjana, memilih untuk melanjutkan usaha keluarga sebagai bentuk penghormatan dan upaya melestarikan peninggalan sang kakek yang telah dirintis dengan penuh perjuangan.


Keaslian rasa menjadi hal yang paling dijaga. Sejak awal berdiri hingga sekarang, tidak ada perubahan berarti dalam resep maupun cara pengolahannya. 


Bahkan, suasana tempat yang sederhana tetap dipertahankan, menghadirkan nuansa tempo dulu yang autentik. 


Peralatan memasak seperti panci, kompor berbahan minyak tanah pun masih digunakan hingga kini, menjadi saksi perjalanan panjang usaha tersebut. 


"Kami berusaha menjaga rasa ini tetap sama seperti dulu, karena ini adalah warisan keluarga yang harus kami pertahankan," katanya


Bagi Insan, mempertahankan tradisi bukan berarti berhenti berkembang. Ke depan, ia berencana untuk mengembangkan usahanya dengan membuka cabang di berbagai daerah. 


"Ke depan, kami ingin membuka cabang agar Soto Sasak Amaq Sahdan bisa dinikmati lebih luas oleh masyarakat," terangnya.


Di balik kesederhanaannya, Soto Sasak Amaq Sahdan menyimpan cerita tentang ketekunan, warisan keluarga, dan konsistensi rasa yang mampu bertahan di tengah perubahan zaman. Sebuah bukti bahwa cita rasa autentik selalu memiliki tempat di hati para penikmatnya.


"Saya akan selalu mempertahankan cita rasa yang sejak dulu dipertahankan," pungkasnya. (zaa)

24/04/26

Petani jagung Lombok Timur keluhkan minimnya peran Bulog dalam penyerapan hasil panen

 
Petani jagung Lombok Timur keluhkan minimnya peran Bulog dalam penyerapan hasil panen

OPSINTB.com - Petani jagung di Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, mengeluhkan tidak adanya peran  Bulog dalam menyerap hasil panen. Padahal, badan usaha bagian logistik pangan ini memiliki tugas untuk menjaga stabilitas harga melalui skema Harga Pembelian Pemerintah (HPP).


Selama ini, petani setempat mengaku hanya bergantung pada tengkulak untuk menjual hasil panen. Kondisi tersebut membuat harga jual jagung tidak optimal dan jauh dari harapan petani.


Abdul Hanan, seorang petani di Desa Gunung Malang mengungkapkan, selama bertahun-tahun Bulog tidak pernah hadir langsung di wilayah mereka.


“Enggak ada Bulog datang, jualnya enggak langsung ke Bulog hanya tengkulak aja yang datang ke sini, selama ini sampai empat belas tahun ndak pernah,” ucapnya Jumat (24/4/2026).


Ia menduga salah satu penyebab Bulog tidak masuk ke wilayah mereka adalah kondisi infrastruktur yang kurang memadai, terutama jalan usaha tani yang rusak dan sulit dilalui kendaraan besar.


Abdul Hanan menegaskan, para petani memiliki harapan besar agar Bulog bisa turun langsung membeli hasil panen mereka tanpa melalui perantara tengkulak.


“Berarti ada harapan, kita mau Bulog yang menyerap, besar sekali harapan untuk Bulog yang ambil,” katanya.


Harga jagung yang diterima petani di pinggir jalan berkisar antara Rp 5.250 hingga Rp 5.300 per kilogram, sementara jika dijual melalui tengkulak bisa lebih rendah.


Dia berharap pemerintah melalui Bulog dapat segera hadir di tengah petani, memberikan kepastian harga, serta memutus ketergantungan pada tengkulak.


“Saya pengin sekali Bulog ngambil langsung, enggak tengkulak. Pingin sekali,” pungkasnya. (zaa)

Pemkab Loteng dan BPS perkuat sinergi data melalui pencanangan Desa Cantik

 
Pemkab Loteng dan BPS perkuat sinergi data melalui pencanangan Desa Cantik

OPSINTB.com - Dua desa dan satu kelurahan di Kecamatan Praya, Lombok Tengah (Loteng) terpilih sebagai lokasi sosialisasi dan pencanangan Desa/Kelurahan Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026. Sosialisasi tersebut di lakukan atas sinergi Pemkab Loteng dan Badan Pusat Statistik (BPS) di Kantor Desa Mertak Tombok, Kecamatan Praya, Kamis (23/4/2026).


‘’Desa Mertak Tombok, Desa Montong Terep dan Kelurahan Praya resmi ditetapkan sebagai desa/kelurahan binaan Desa Cantik 2026,’’ ucap Wabup Loteng, H Muhammad Nursiah saat membuka kegiatan sosialisasi tersebut.


Penetapan ini, Nursiah menjelaskan, menjadi langkah awal dalam penguatan tata kelola data pada tingkat desa/kelurahan.


Menurutnya, desa/kelurahan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan sekaligus sumber utama data sektoral.


‘’Oleh sebab itu, penguatan literasi statistik dan pengelolaan data yang baik menjadi kunci dalam menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran,’’ ujarnya.


Sementara itu, Kepala BPS Provinsi NTB, Wahyudin, mengatakan masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengelolaan data pada tingkat desa. Salah satu contoh, kata dia, terbatasnya sumber daya manusia dan belum optimalnya standar data. 


Kondisi ini mendorong perlunya peningkatan kapasitas statistik melalui Program Desa Cantik.


‘’Pembangunan yang efektif harus didukung sumber daya manusia dan data yang akurat serta berkualitas. Dengan demikian, setiap program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,’’ kata Wahyudin.


Ia berharap melalui sinergi ini, desa/kelurahan bisa menjadi produsen data yang andal dan mampu memanfaatkan data sebagai dasar perencanaan pembangunan.


‘’Program Desa Cantik menjadi bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan pembangunan desa/kelurahan agar lebih terarah, efektif dan berkelanjutan melalui penguatan data yang valid dan terintegrasi,’’ harap Wahyudin. (iwn)

Rakor MBG NTB, Sekda Abul Chair: Perkuat kelembagaan dan patuhi SOP!

 
Rakor MBG NTB, Sekda Abul Chair: Perkuat kelembagaan dan patuhi SOP!

OPSINTB.com - Rakor Satgas Makanan Gizi Gratis (MBG) tingkat Provinsi NTB digelar Ruang Rapat Sangkareang, Kantor Gubernur NTB di Mataram pada Kamis (23/4/2026). Rakor dibuka Sekda Provinsi NTB H Abul Chair, dihadiri Asisten I Setdaprov NTB Fathul Gani selaku Ketua SatgasProv NTB. Rakor juga mengikutsertakan seluruh OPD terkait Pemprov NTB, Kasatgas Kabupaten/Kota se NTB, Koordinator MBG NTB dan dari unsur steakholder terkait lainnya.


Kepada peserta Rakor Sekda Abul Chair mengingatkan untuk menjalankan mandat dan amanah dari Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Rakabuming Raka dalam mencerdaskan, menyehatkan generasi penerus bangsa melalui program mulia pemerintah yakni Makanan Gizi Gratis (MBG). Semua pihak harus mempunyai komitmen kuat untuk lebih memperhatikan generasi bangsa ke depan menjadi lebih baik.

 

“Jangan sampai kita terjangkit akan penyakit “Tau-Tau”, dimana kita alfa abai akan tugas dan kewajiban kita untuk menjadikan generasi kita ke depan menjadi generasi yang sehat, kuat dan bermental prima. Jangan sampai kita abai, tau-tau angka stunting kita masih tinggi, derajat kesehatan kita masih rendah, angka kemiskinan kita juga masih tinggi, derajat kesehatan generasi kita secara umum juga menjadi sorotan. Kita harus memberikan kontribusi, memberikan solusi untuk mengatasi hal-hal demikian,” tandasnya mengingatkan.


Abul Chair yang sebelumnya Kepala BPKP Jawa Timur ini juga menyebutkan, perintah Alloh dalam Alquran untuk menjadi kewajiban semua manusia, kewajiban orangtua, kewajiban aparatur negara untuk tidak meninggalkan generasi dalam keadaan yang masih lemah. Namun takutlah kalian ketika meninggalkan generasi anda yang masih lemah, tanggungjawab moral untuk mencerdaskan dan menyehatkan generasi tertinggal dan diabaikan begitu saja.


“Karena itu sebagai aparatur negara yang dipercaya berada dalam struktur pemerintahan dimana Presiden Prabowo Subianto melalui program MBG nya diamanahkan untuk mencetak generasi-generasi bangsa Indonesia ke depan menjadi anak-anak yang produktif khususnya di NTB sangatlah tepat. Berharap ke depan tidak ditemukan lagi anak-anak mengalami kurang gizi, miskin secara ekonomi, miskin ilmu, lemah iman, lemah fisik dan lainnya. Tugas kita Bersama menjadikan generasi kita menjadi lebih baik, cerdas, tekun dan sehat ke depannya,” ujar Abu Chair yang Alumni Universitas Jember ini.


Karena itu, lanjut Abul Chair yang pernah bertugas sebagai Pegawai BPKP di Irian Jaya, sekarang Provinsi Papua ini mengingatkan, dalam pelaksanaannya tugas penting keberadaan Satgas baik ditingkat provinsi kabupaten/kota se NTB menjadi motivasi, memberikan penguatan terhadap eksistensi pelaksanaan tugas-tugas di lapangan. Bagaimana Satgas di kabupaten/kota juga bisa mengontrol, mengevaluasi pelaksanaanya di wilayah masing-masing dan berjalan dengan sebaik-baiknya.  


Dia juga mengingatkan, selain itu dalam pelaksanaan program MBG di lapangan juga harus tetap mempedomani aturan-aturan yang sudah digariskan, bagaimana tata kelola pelaksanaannya, penataan kelembagaan, standarisasi pelaksanaannya, SOP yang harus dipatuhi bersama.


“Artinya tak ada satupun yang dalam pelaksanaannya keluar dari SOP yang sudah ditentukan. Dengan mengikuti SOP yang sudah ada tentu saja akan lebih mudah dalam mengevaluasi, memonitoring dan menemukan solusinya secara memadai. Bukannya untuk mencari-cari kesalahan tapi sama-sama berkontribusi dan berkiprah nyata untuk membangun generasi bangsa kita. MBG ini menjadi ujung tombak mencetak sumberdaya manusia ke depan yang diharapkan menjadi lebih baik. Mengingat anggaran yang disiapkan pemerintah tidaklah kecil,” jelas Abu Chair.


Sekda Abul Chair juga menekankan untuk pemenuhan kebutuhan pangan dalam pelaksanaan MBG disuplay dari NTB. Hal ini mengingat NTB kaya akan hasil-hasil produksi dari pertanian, peternakan maupun sumberdaya perikanan baik laut maupun darat. “Bisa dibayangkan dampaknya akan perputaran ekonomi tentu akan cukup tinggi bagi masyarakat NTB,” tutupnya. 

Kepala Satgas MBG Provinsi NTB, H Fathul Gani sebelumnya melaporkan, Rakor MBG kali ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi dan kesamaan langkah dalam mensukseskan pelaksanaan program nasional di wilayah Nusa Tengara Barat. Persoalan-persoalan dan kendala-kendala di lapangan yang ditemukan untum segera dikoordinasikan dan dievaluasi agar pelaksanaannya bisa berjalan sebagaimana diharapkan.


Sekda pada Kabupaten/Kota selaku Kasatgas di wilayanya masing-masing kata Fathul Gani yang juga Asisten I Setdaprov NTB memiliki kewenangan penuh untuk mengelola pelaksanaan MBG yang tentunya mematuhi aturan yang sudah ditetapkan agar berjalan dengan sebaik-baiknya. “Pemprov NTB selaku perwakilan pemerintah pusat di daerah akan terus mendorong Pemkab/Pemkot se NTB untuk memberikan sosialisasi dan memberikan kemamfaatan bagi penerima manfaat di masing-masing kabupaten/Kota. 


Fathul Gani yang sebelumnya Kasat Pol PP NTB ini juga menyebutkan, berdasarkan data terakhir, ada beberapa dapur yang sudah dibuka kembali, terutama yang telah memenuhi SLHS dan IPAL. Saat ini tersisa 126 dapur yang belum dibuka karena belum memenuhi dua syarat tersebut.


Terkait hal ini ia berharap agar ratusan dapur yang belum dibuka bisa menyelesaikan syarat tersebut pada April ini, sehingga bisa beroperasi kembali. Karena dampaknya ribuan penerima manfaat ikut diliburkan imbas penutupan dapur tersebut. "Penerima tidak menerima dan tidak dialihkan," kata Gani yang juga Asisten I Setda NTB ini. (red)

Puluhan siswa di Lombok Timur diduga keracunan usai konsumsi menu MBG, 21 dirawat di puskesmas

 
Puluhan siswa di Lombok Timur diduga keracunan usai konsumsi menu MBG, 21 dirawat di puskesmas

OPSINTB.com - Puluhan siswa di Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Siswa mengeluhkan gejala seperti mual dan muntah, sehingga harus segera mendapatkan penanganan medis.


Saat ini, para siswa tersebut dilaporkan tengah menjalani perawatan di Puskesmas Pengadangan, Jumat (24/04/2026).


Kepala Puskesmas Pengadangan, Suhamdi Ahmad saat dihubungi melalui sambungan telpon, membenarkan adanya dugaan keracunan belasan siswa. Dia menuturka, dari pengakuan siswa, mereka mengalami gejala pusing, mual, dan nyeri perut.


"Saat ini lagi ditangani, sebanyak 21 siswa-siswi, masih diobservasi," ucap Suhamadi Ahmad.


Koordinator Wilayah (Korwil) Lombok Timur, Agamawan Salam, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyampaikan laporan terkait dugaan keracunan telah diterima dan saat ini pihak terkait tengah melakukan penanganan di lapangan.


"Benar, saat ini sedang diperiksa. Laporannya sudah masuk, Pak Sekwil bersama Pak Kapokcam sudah berada di lapangan untuk melakukan pengecekan," ujar Agam.


Hingga berita ini diturunkan, jumlah pasti siswa yang terdampak masih dalam pendataan oleh pihak terkait. Tenaga medis di Puskesmas Pengadangan terus memberikan penanganan kepada para siswa yang mengalami gejala keracunan.


Sementara itu, pihak berwenang juga dikabarkan tengah menelusuri penyebab pasti dugaan keracunan tersebut, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap menu makanan MBG yang dikonsumsi siswa. (zaa)

23/04/26

Baznas RI panen raya jagung di Lombok Timur, perkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan umat

 
Baznas RI panen raya jagung di Lombok Timur, perkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan umat

OPSINTB.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI melaksanakan panen raya lumbung pangan Baznas jagung varietas Advanta (ADV) Jago. Kegiatan itu berlangsung di Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, pada Kamis (24/4/2026). 


Gelaran ini menjadi simbol komitmen Baznas dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Ketua Baznas RI, H. Sodik Mudjahid menyampaikan, rasa syukur atas terlaksananya panen raya tersebut berkat dukungan dan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.


"Alhamdulillah, dukungan dan kerjasama dengan Bupati Lombok Timur yang punya komitmen yang luar biasa kepada rakyatnya, kami Baznas hari ini secara simbolik melakukan panen raya jagung," ucapnya ditengah panen raya jagung.


Ia menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Baznas kepada bangsa, khususnya dalam mendukung program presiden yakni ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.


Di lain sisi, bagi Baznas kegiatan ini adalah sebagai salah satu laporan pertanggungjawaban kepada para muzaki 


Menurutnya, hasil panen tersebut telah dirasakan langsung oleh para mustahik yang selama ini mengelola lahan pertanian.


"Mohon doanya dari semua dan dukungan dari semua bisnis semakin berkembang, sehingga semakin banyak rakyat kita, umat kita yang ter sejahterakan oleh berbagai program Baznas," katanya.


Untuk sementara, luas lahan yang dikelola mencapai 50 hektare jagung dan 20 hektare padi. Secara nasional, program lumbung pangan Baznas telah tersebar di sekitar 80 titik dan akan terus dikembangkan.


Kesuksesan di Lombok Timur, kata dia, akan menjadi tambahan semangat bukan saja kepada Baznas, tapi juga bagi para muzaki untuk terus memberikan zakat infak sedekahnya.


Selain sektor pertanian jagung dan padi, Baznas juga mengembangkan berbagai program lain seperti peternakan sapi, perikanan, UMKM, rumah sehat, serta pendidikan.


Terkait dukungan pembiayaan, bebernya, pengembangan sektor pertanian tidak selalu dalam bentuk uang, melainkan melalui sinergi program dengan berbagai pihak.


"Oh, itu nanti tentu dengan dukungan bapak bupati, kita pikirkan serapnya termasuk bagaimana kita bersinergi dengan pusat demand yang luar biasa di desa-desa, yakni MBG itu di kerjasamakan dengan MBG antara yang tadi kami bina para penduduk lokal,"ujarnya.


Panen raya ini merupakan panen perdana di Lombok Timur untuk tahun 2026 dan diharapkan menjadi pemicu semangat bagi daerah lain.


Ia mengakui bahwa tingkat keberhasilan pembinaan UMKM secara umum masih berada di kisaran 50 sampai 60 persen. Sehingga diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkannya.


Oleh sebab itu pihaknya  bekerja sama dengan kementerian, termasuk dengan BSI. 


"Karena perbankan dianggap cukup bagus dalam pembinaan UMKM untuk meningkatkan keberhasilan di atas 50 persen," ujarnya.


Sementara itu, Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin menyampaikan, apresiasi atas kunjungan dan dukungan Baznas RI, serta berharap kerja sama ini terus berlanjut.


"Kita berharap akan terus terjalin hubungan kerjasama yang baik dan pembinaan-pembinaan dari pusat tentu ke daerah sangat kami harapkan secara berkesinambungan," terang Bupati Iron.


Ke depan, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap program lumbung pangan dapat diperluas dengan dukungan dari Baznas. Pihaknya juga bakal memberikan hal serupa berupa pupuk NPK gratis kepada kelompok tani sebagai penyemangat.


Ia menegaskan bahwa Lombok Timur merupakan salah satu daerah penyangga pangan nasional yang memiliki surplus produksi.


“Jadi kita tidak kekurangan hasil beras maupun jagung, bahkan produksi kita dibawa keluar karena tidak habis dikonsumsi,” beber Iron. (zaa)

Foto

WISATA

PENDIDIKAN

BUDAYA

EKONOMI

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama