Lombok Timur

29/11/25

Ummi Rohmi sampikan pesan khusus kepada 1.200 wisudawan Universitas Hamzanwadi

 
Ummi Rohmi sampikan pesan khusus kepada 1.200 wisudawan Universitas Hamzanwadi

OPSUNTB.com - Wisuda ke 10 Universitas Hamzanwadi, sukses digelar. Dalam kesempatan itu, sejumlah poin penting disampaikan oleh Rektor Universitas Hamzanwadi, Dr Sitti Rohmi Djalilah.


Ummi Rohmi sapaan akrabnya menegaskan, momen wisuda tahun ini bertepatan dengan peringatan hari guru. Peringatan ini kata dia, memiliki makna khusus bagi kampus yang berakar dari dunia pendidikan.


Universitas Hamzanwadi, kata Ummi, sejak dahulu semasa STKIP, kampus itu telah melahirkan banyak tenaga pendidik yang kini mengabdi di berbagai wilayah, khususnya di Nusa Tenggara Barat. 


“Guru itu punya arti besar. Banyak alumni Hamzanwadi yang sudah puluhan tahun mengabdi. Momen Hari Guru ini kita rayakan dengan penuh rasa syukur,” ucap Ummi Rohmi, kepada awak media ditemui usai acara pada Sabtu (29/11/2025).


Di lain sisi, rasa syukur juga atas berbagai pencapaian kampus, termasuk hadirnya Fakultas Kedokteran serta Program Studi Pendidikan Khusus untuk Disabilitas prodi yang jumlahnya masih sangat sedikit di Indonesia.


Berbagai capaian tersebut, sebutnya, menjadi dorongan bagi kampus untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan. 


“Pencapaian ini bukan untuk disombongkan, tapi untuk memacu kita bekerja lebih keras dan lebih berkualitas dalam melayani masyarakat,” tegasnya.


Ummi Rohmi mengingatkan kepada 1.287 wisudawan agar lebih adaptif. Pasalnya tantangan dunia kerja ke depan semakin kompleks tidak lagi terpaku pada satu bidang sesuai jurusan.


Semisal banyak lulusan teknik jadi pimpinan cabang, lulusan ekonomi jadi pengusaha sukses. Kuncinya, terangnya, adalah adaptif terhadap peluang.


Universitas Hamzanwadi, bebernya, saat ini tengah melakukan pembenahan besar-besaran, baik pada struktur organisasi maupun arah pengembangan kampus. Hal ini dilakukan sebagai langkah menuju transformasi dari teaching university menjadi research university.


Sebagai penguatan, kampus ini menghadirkan tiga Center of Excellent. Yakni pertama literasi digital, mahasiswa dipastikan tidak gagap teknologi dan mampu mengikuti perkembangan zaman.


Kedua, kemampuan bahasa asing, mahasiswa ditekankan terus meningkatkan dan menguasai bahasa internasional.


Ketiga, entrepreneurship, hal ini disebutnya penting untuk menanamkan jiwa kewirausahaan agar lulusan mampu menciptakan peluang kerja sendiri.


"Untuk mendukungnya, kampus juga menyediakan mata kuliah kewirausahaan, program inkubator bisnis, hingga pendampingan pengembangan usaha bagi mahasiswa," sebut Ummi Rohmi.


Selain itu, Universitas Hamzanwadi juga memiliki Halal Center yang berfungsi membantu UMKM mendapatkan sertifikasi halal dengan lebih mudah. 


Dia menekankan, proses sertifikasi halal seharusnya tidak menjadi hambatan bagi pelaku usaha.


“UMKM harusnya mudah mendapatkan sertifikat halal. Banyak produk kita sebenarnya sudah halal secara praktik, tapi untuk bersaing di pasar, sertifikat halal tetap penting,” jelasnya


Ummi Rohmi berharap, seluruh lulusan terus membawa semangat perubahan, inovasi, serta kontribusi nyata bagi masyarakat. 


Transformasi besar yang dilakukan Universitas Hamzanwadi diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mencetak generasi unggul yang siap bersaing di era digital dan global. (zaa)

28/11/25

Tangis haru warga Desa Anjani penerima bantuan Mahyani dari Baznas NTB

 
Tangis haru warga Desa Anjani penerima bantuan Mahyani dari Baznas NTB

OPSINTB.com - Rasa syukur Inak Sedan dan Seri Ayu, membumbung ke langit. Tangisnya pecah, tak tertahan.


Bagaimana tidak, dua warga Gubuk Kepah Dusun Anjani Barat, Desa Anjani, Kecamatan Suralaga ini, tak perlu was-was lagi tinggal di rumahnya sendiri. Kini mereka bisa menikmati masa tua di gubuk itu.


Kebahagiaan begitu nampak saat mereka menerima kondisi rumahnya yang layak ditinggali. Mereka merupakan penerima program Rumah Layak Huni (Mahyani) dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Nusa Tenggara Barat (NTB).


Perwakilan keluarga, Quratul Aini menceritakan betapa besar perubahan emosional yang dirasakan oleh Inak Sedah setelah menerima rumah baru tersebut.


“Beliau sangat bahagia. Setiap kali bertemu saya, rasanya ingin memeluk saya, seolah saya ini anaknya sendiri," kata Quratul Aini, Jumat (28/11/2025).


Saking bahagianya mendapat rumah layak huni ini, dia seperti menemukan harapan baru. Selama ini, Inak Sedah hidup sebatang kara dan menempati rumah yang jauh dari kata layak. Berbagai upaya pengajuan bantuan dari pemerintah sebelumnya tidak pernah terealisasi.


Dia menuturkan, dulu sering diajukan ke dinas sosial, tapi belum pernah tersentuh sama sekali. Tidak pernah dapat bantuan apa pun. 


Untuk menyambung hidup, Inak Sedah, sesekali bekerja mengambil kayu bakar di Sungai Belimbing, itu pun jika ada yang membeli. 


Usianya kini diperkirakan mencapai 90 tahun, sehingga aktivitas mencari nafkah semakin sulit dilakukan.


"Yang paling dibutuhkan ya rumah, juga kebutuhan makan sehari-hari karena beliau tidak punya pekerjaan,” jelasnya.


Sementara itu, Ketua Baznas Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal Murad menyampaikan, bantuan rumah ini merupakan bagian dari program prioritas Baznas dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik.


“Alhamdulillah, kami merasa berbahagia karena dapat menjalankan amanah para muzaki yang berzakat, berinfak, dan bersedekah melalui Baznas NTB. Rumah layak huni adalah salah satu program utama kami untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujar Iqbal.


Ia menjelaskan, setiap penerima melalui proses verifikasi ketat untuk memastikan bahwa bantuan diberikan kepada warga yang paling layak.


Tahun ini, kami membangun sekitar 340 unit rumah layak huni di seluruh Provinsi NTB, ditambah dukungan dari Baznas RI sebanyak 9 unit rumah.


Setiap unit rumah dibangun dengan skema biaya Rp 20 juta untuk bahan banguna dan Rp 5 juta untuk upah pekerja. Iqbal menegaskan, besaran tersebut tidak bersifat penuh, sebab keberhasilan pembangunan juga sangat mengandalkan gotong royong warga sekitar.


Pihaknya selalu mendorong partisipasi masyarakat, agar proses pembangunan bukan hanya dikerjakan oleh tukang, tetapi juga menjadi bentuk kebersamaan warga. Dengan dana 25 juta, diharapkan hasilnya bisa jauh lebih maksimal.


Di banyak lokasi, bebernya, dukungan warga sekitar tidak hanya berupa tenaga, tetapi juga bantuan perabotan rumah tangga. Skema kolaboratif ini menjadi kekuatan utama yang membuat pembangunan rumah lebih cepat dan lebih baik dari standar bantuan.


“Harapan kami, rumah yang dibangun bukan sekadar tempat tinggal, tetapi menjadi sumber kebahagiaan dan awal kehidupan yang lebih baik bagi penerimanya,” tutup Iqbal. (zaa)

Polemik bantuan UMKM, Kadis Koperasi Lotim sebut sudah sesuai prosedur

 
Polemik bantuan UMKM, Kadis Koperasi Lotim sebut sudah sesuai prosedur

OPSINTB.com - Sejak dilaunching bantuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Lombok Timur disambut gelombang protes oleh warga. Massa menuding penyaluran program anyar tersebut tak tepat sasaran.


Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lombok Timur, Baiq Farida Apriani mengatakan, seluruh proses penyaluran telah mengikuti prosedur dan mekanisme yang ditetapkan pemerintah. Menurutnya, dinamika di lapangan wajar terjadi mengingat jumlah usulan yang masuk sangat besar, sementara kemampuan verifikasi terbatas.


“Yang tidak layak bisa saja dianggap layak, dan yang layak tidak mendapatkan, karena ini kan sudah barang terjadi. Kalau kita kembali mengulang dari awal, tentu tidak akan pernah selesai,” ucapnya kepada opsintb.com, Jumat (28/11/2025).


Dia mengatakan, rezeki setiap orang sudah diatur, sehingga jika belum mendapatkan bantuan kali ini, masyarakat tetap berpeluang memperoleh program lain di masa mendatang. Bisa saja, imbuhnya, hadir dalam bentuk berbeda dan mungkin lebih baik.


Farida beberkan, proses penerimaan usulan dilakukan secara terbuka. Dinas telah mengirim surat resmi kepada seluruh desa dan kelurahan pada Maret lalu. Isinya pemberitahuan mengenai adanya bantuan modal UMKM dan imbauan agar masyarakat mengajukan proposal tanpa dipungut biaya.


“Bahasa dalam surat itu jelas, semua desa sudah dilayangkan pada jauh-jauh hari. Mungkin saja informasinya tidak sampai ke masyarakat,” tuturnya.


Ia juga menegaskan, perangkat desa semestinya mengetahui warganya yang mengajukan bantuan, sebab setiap pengusul wajib melampirkan surat keterangan usaha dari desa. 


Namun fakta di lapangan, kata Farida, tidak selalu demikian, karena setelah proposal diterima, sebagian warga tidak melapor kembali ke desa ketika bantuan cair.


Menanggapi isu kerabat pejabat desa atau pihak tertentu yang memperoleh bantuan, Kadis menegaskan bahwa proses verifikasi tidak didasarkan pada hubungan keluarga.


“Usulan mencapai 50 ribu orang, sedangkan kita manusia punya keterbatasan. Saat verifikasi, kita tidak melihat itu kerabat siapa. Yang penting ada usaha dan memenuhi persyaratan, maka bisa tercover dalam verifikasi,” jelasnya.


Terkait kemungkinan data NIK tidak cocok saat pencairan, Farida mengatakan hal itu telah diminimalisasi melalui sinkronisasi saat penandatanganan SPJ.


“Kalau NIK dan nama tidak sama, itu tidak bisa masuk. Tapi sejauh ini hampir tidak ada yang tidak cocok. Yang sering terjadi justru masalah nomor rekening mati atau salah ketik,” ungkapnya.


Apabila rekening bermasalah, pemilik bantuan wajib memperbaikinya, karena dana transfer masuk langsung ke rekening masing-masing penerima tanpa melalui dinas.


Farida menuturkan bahwa bantuan modal UMKM yang diterima masyarakat berada di kisaran Rp 600 ribu hingga Rp 640 ribu per orang, dengan nilai rata-rata Rp 630 ribu.


Proses pencairan dilakukan per kecamatan dan diajukan ke PPKA setelah SPJ lengkap.


“Begitu selesai satu kecamatan, kita langsung ajukan. Karena ini kan masuk ke rekening pribadi masing-masing,” pungkasnya. (kin)

27/11/25

Bawaslu terus perluas sayap bentuk kader pengawas partisipatif

 
Bawaslu lombok timur

OPSINTB.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terus berkomitmen, mencetak generasi demokrasi yang berintegritas. Hal ini diwujudkan melalui giat pendidikan pengawas partisipatif. Pelatihan yang dilakukan secara continue ini diikuti oleh 40 orang dari berbagai unsur. 


Ketua Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (Parmas) Bawaslu NTB, Hasan Basri, ditemui opsintb.com di sela kunjungan kerjanya di Lombok Timur mengatakan, secara regulasi di Undang-Undang 7 tentang Pemilu, aturan turunannya yakni Perbawaslu 2 juga diatur mengenai pengawasan partisipatif. 


"Banyak bentuknya pengawasan partisipatif itu, seperti KKN Tematik, pojok pengawasan, kampung anti politik uang dan politisasi sara," ujar Hasan Basri, Rabu (26/11/2025).


Semua itu, imbuhnya, merupakan bentuk-bentuk pengawasan partisipatif. Baru-baru ini Bawaslu Provinsi menggelar pendidikan pengawasan partisipatif secara daring.


Kegiatan itu, kata dia, merupakan instruksi langsung dari Bawaslu Republik Indonesia. Dari sepuluh kabupaten kota, didapati 3 yang telah melakukan kegiatan tersebut dengan secara luring atau langsung. Yakni Kota Mataram, Lombok Barat, serta Lombok Tengah.


Sisanya 7 Kabupaten kota seperti Lombok Timur, KLU, KSB, Sumbawa, Dompu, Kota Bima, dan Kabupaten Bima. Yang dibagi menjadi tiga sesi.


"Khusus Lotim, berjalan dengan baik dan diikuti oleh 40 orang," katanya.


Setidaknya ada tiga materi yang diterima yakni startegi pencegahan dan pengawasan. Substansinya ialah bagaimana tidak ada pelanggaran, maupun sengketa proses pemilu. Kedua, mekanisme pelaporan terakhir membangun kekuatan jaringan atau membuat komunitas.


Sebab P2P yang digelar memang dihajatkan untuk komunitas yang telah mau berfungsi dan bergerak. Outputnya, bagi yang telah mengikuti pendidikan itu bisa bersama Bawaslu.


Dia memberikan contoh, di tengah non tahapan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. Bawaslu Lotim, kata dia, akan melibatkan kader pengawasan partisipatif untuk ikut mengawasi kegiatan tersebut.


Yang mengikuti pelatihan kata dia, dari macam latar belakang seperti guru hingga mubaligh. Mereka, bebernya, bisa menyelipkan di ceramah-ceramah soal bahaya politik uang dan politisasi sara.


"Karena di Bawaslu kekuatan demokrasi, kebaikan-kebaikan demokrasi itu tidak cukup dilakukan saat ada tahapan saja tapi harus berkelanjutan," ujar Hasan.


Justeru dengan tidak adanya tahapan mulai dari nilai profesionalitas, integritas, kejujuran, keadilan harus dibudayakan atau menjadi hebit. Sehingga begitu Pemilu atau Pilkada mereka sudah faham. 


Pihaknya sepenuhnya sadar, dalam kerja-kerja pengawasan dan penindakan atas laporan itu tidak bisa dikerjakan sendiri oleh penyelenggara pemilu.


"Makanya penting untuk semua pihak kita kolaborasi, termasuk kader pengawasan partisipatif," ucapnya.


Bagi dirinya, kader pengawasan partisipatif ibarat pengawas kultural karena mereka tanpa gaji dan SK. Mereka merupakan prophetic, mujahid demokrasi.


Mereka telah membuat rencana tindak lanjut yang dibuat oleh kader pengawasan. Lantaran itu dirinya turun untuk monitoring.


"Apakah RTL itu sudah dilaksanakan apa belum, jika sudah Alhamdulillah tapi jika belum apa kendalanya," pungkasnya. (kin)

Harmoni Metu Telu, Bupati Iron seperti pulang ke kampung sendiri

 
Harmoni Metu Telu, Bupati Iron seperti pulang ke kampung sendiri

OPSINTB.com - Langit berselimut awan hitam. Hujan pun tak kunjung reda.


Rintik kecilnya membasahi jalan beraspal. Airnya sanggup mengenai lubang-lubang kecil ditengah hotmik itu.


Tak plak membuat suasana sedikit dingin dibagian utara kaki Rinjani. Tepatnya di Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, Lotim.


Pukul 15.30 waktu setempat. Hujan dengan rintik kecilnya masih mengguyur desa itu. Dinginnya pun masih terasa, buktinya banyak warga ditemani segelas kopi hanya untuk hangatkan badan.


Setengah jam berlalu. Masih dengan suasana dingin, tak menyurutkan mereka untuk menggelar ritual.


Seketika perempatan sebagai titik lokasi acara, dipadati warga. Mulai anak-anak, muda, tua laki dan perempuan memadati lokasi.


Kaum pria mengenakan baju putih, sapuq (ikat kepala) berselimut kain tenun berwarna hijau. Sedang perempuan berpakaian hitam jenis lambung dalam versi lengkap.


Tak ketinggalan dua pemimpin Lombok Timur juga turut hadir dengan kostum yang sama. Yakni Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin dan Wakil Bupati, H Moh Edwin Hadiwijaya. Keduanya ditemani pasangan masing-masing.


Layaknya rakyat, bupati dan wakil bupati serta istri mengikuti berbagai proses ritus di desa itu. Mulai tradisi midang, ritual metu telu, Betetulak hingga menikmati berbagai tontonan kesenian.


Di Desa Pengadangan, dua pemimpin ini melebur dengan rakyat untuk melaksanakan nilai warisan nenek moyang. Acara yang diikutinya ialah Pesona Budaya Pengadangan VII, mengangkat tema Metu Telu Nafas Harmoni di Tanah Sasak.


"Saya kalau di Pengadangan seperti pulang ke rumah sendiri," kata Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, Rabu (26/11/2025).


Dia menceritakan, dirinya memang sering ke Pengadangan semasa sekolah. Pada tahun 78 hingga 80, saat libur sekolah pasti ke desa ini.


Baik datang sekedar tidur, dan main bersama rekan sebayanya. Tak heran jika dia datang diberikan selimut dan dibuatkan sayur yang khusus.


Jadi Pengadangan ia rasakan seperti desa sendiri. Lantaran itu dia berpesan acara tersebut agar terus dilaksanakan. 


Dia menekankan selain pelaksanaan kegiatan harus ditekankan dengan moral. Sebab, menurutnya, kegiatan itu tak hanya seremonial atau sekedar ramai-ramaian, tapi bentuk komitmen bersama menjaga budaya dan lestarikan.


Sebab budaya, kata Iron, akan membawa kepada keselamatan. Lantaran melalui hal itu persatuan dan kesatuan bisa dijaga.


"Pemerintah akan memperhatikan kegiatan ini, karena ini kegiatan positif," ucapnya.


Menurutnya kegiatan itu merupakan salah satu atraksi wisata. Lantaran itu dirinya menekankan kepada Dinas Pariwisata untuk membawa tamu mancanegara lebih banyak lagi.


Dikatakan Iron, tak semua desa punya hal semacam itu. Di Lotim, lanjutnya, hanya beberapa saja yang memilikinya.


Untuk mendukung hal itu, pihaknya berencana membangun vila di kawasan Timbanuh, sebagai tempat penginapan.


Lantaran itu dirinya kembali berpesan budaya itu jangan sampai pudar. Tapi harus diperjelas kembali dan terus dilaksanakan.


"Kita perjelas kembali, kita terus laksanakan," tekan H Iron.


Sementara itu, Kepala Desa Pengadangan, Iskandar, menerangkan metu telu bukan berarti waktu telu. Namun, merupakan pertemuan tiga unsur penting dalam bersosial masyarakat.


Yakni unsur agama, budaya, dan pemerintahan. Hukum ketiganya, kata dia, juga harus dipatuhi.


"Ketiga tokoh ini bersatu dan seirama. Insya Allah dengan begitu persatuan dan kesatuan akan utuh," ujarnya. (kin)

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama