Lombok Timur

31/03/26

Pemberangkatan haji Lombok Timur tetap normal di tengah situasi Timur Tengah

 
Pemberangkatan haji Lombok Timur tetap normal di tengah situasi Timur Tengah

OPSINTB.com - Di tengah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, memunculkan kekhawatiran khususnya bagi jemaah haji asal Lombok Timur. Pasalnya, perang hingga saat ini masih berkecamuk.


Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lombok Timur, H. Makinuddin menegaskan, hingga saat ini tidak ada perubahan jadwal maupun tahapan pemberangkatan jemaah haji tahun 2026.


"Persiapan tetap berjalan seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Semua tahapan berlangsung normal, terutama dalam penyelesaian dokumen jemaah yang saat ini sudah hampir 100 persen," ucap H Makinuddin saat ditemui opsintb.com diruang kerjanya. Senin, (30/3/2026).


Ia menjelaskan, jadwal keberangkatan kloter pertama masih sesuai rencana, yakni masuk asrama haji pada 21 April 2026. Hingga kini, belum ada informasi resmi terkait perubahan dari pemerintah pusat maupun otoritas Arab Saudi.


Pihaknya, kata dia, mengikuti arahan dari pusat dan perkembangan dari Arab Saudi. Sampai sekarang tidak ada perubahan rencana.


"Yang terpenting adalah keselamatan jemaah," katanya.


Jumlah jemaah haji Lombok Timur tahun ini tercatat sekitar 1.401 orang, setelah adanya penyesuaian dari jumlah awal 1.392 jemaah. 


Jumlah tersebut masih berpotensi berubah seiring adanya kemungkinan pengunduran diri jemaah dari daerah lain.


Saat ini, pihak Kementerian juga tengah melakukan pembagian koper untuk kloter pertama sebagai bagian dari tahapan akhir persiapan keberangkatan.


Terkait kondisi di Arab Saudi, pemerintah memastikan bahwa wilayah tujuan ibadah telah disterilkan dan dinyatakan aman bagi jemaah haji. 


Hal ini juga diperkuat dengan kebijakan pemulangan jemaah umrah yang dijadwalkan selesai paling lambat 18 April 2026 guna menyambut kedatangan jemaah haji.


Makinuddin menambahkan, pemerintah akan terus melakukan pengawasan, termasuk terhadap penyelenggara perjalanan ibadah, guna memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah.


Untuk pembagian kloter, jemaah Lombok Timur akan tergabung dalam beberapa kelompok terbang, yakni kloter 1, 6, dan 19 secara penuh, serta kloter gabungan dengan daerah lain seperti Lombok Tengah dan Kota Mataram.


Ia juga menyebutkan bahwa penyelenggaraan haji tahun 2026 mengusung tagline ramah lansia, disabilitas, dan perempuan, sebagai bentuk peningkatan pelayanan kepada seluruh jemaah.


“Harapan kita, semua berjalan lancar dan jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman tanpa gangguan,” tutupnya. (zaa)

Pelatihan Higiene dan Sanitasi digelar, SPPG Lenek 002 perkuat keamanan program MBG

 
Pelatihan Higiene dan Sanitasi digelar, SPPG Lenek 002 perkuat keamanan program MBG

OPSINTB.com - Dalam upaya menjamin keamanan, kebersihan, dan nilai gizi makanan bagi sasaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG), SPPG Tiga Sama Ridho Birridho Lenek 002 menggelar Pelatihan Higiene dan Sanitasi Penjamah Makanan. 


Kegiatan ini dilaksanakan di halaman SPPG Lenek 002 dan diikuti oleh seluruh relawan pengelola makanan, tim masak, serta staf pendukung.


Kepala SPPG Tiga Sama Ridho Birridho Lenek 002, Nabila Afrok, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah proaktif untuk memastikan seluruh penjamah pangan memahami prinsip keamanan pangan sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).


"Pelatihan ini penting agar seluruh tim memahami bagaimana mengelola makanan yang aman dan sesuai standar, sehingga kualitas makanan tetap terjaga," ujarnya.


Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi penting, di antaranya higiene perorangan seperti penggunaan alat pelindung diri (APD) berupa celemek, masker, dan sarung tangan, serta praktik cuci tangan dan pemantauan kesehatan penjamah makanan. 


Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan tentang sanitasi peralatan, termasuk teknik pembersihan dan disinfeksi alat masak.


Materi lainnya mencakup teknik pengolahan makanan agar kandungan gizi tidak hilang serta pencegahan kontaminasi silang, hingga tata cara penyimpanan bahan pangan mentah dan matang secara benar.


Pemateri kegiatan, Normala Candra Puspita, menegaskan bahwa pelatihan ini bersifat wajib bagi seluruh penjamah makanan.


“Pelatihan ini wajib diikuti untuk memastikan bahwa makanan yang disajikan tidak hanya enak, tetapi juga aman, bersih, dan gizinya terjaga. Makanan sehat dimulai dari penjamah pangan yang terlatih,” jelasnya.


Melalui pelatihan intensif ini, para relawan diharapkan mampu menerapkan standar operasional prosedur (SOP) higienitas secara konsisten dalam setiap proses pengolahan makanan. 


"Hal ini sangat penting untuk mendukung keberhasilan program pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat," ujarnya.


Kegiatan pelatihan ditutup dengan simulasi penanganan makanan yang aman. Sebagai bentuk apresiasi dan bukti partisipasi, seluruh peserta akan menerima sertifikat setelah kegiatan berakhir. (red)

30/03/26

Bupati Iron pastikan tak ada pegawai dirumahkan di tengah efisiensi

 
Bupati Iron pastikan tak ada pegawai dirumahkan di tengah efisiensi

OPSINTB.com - Di tengah efesiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Lombok Kabupaten Lombok Timur memilih tak akan merumahkan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kabar ini sekaligus menjawab isu soal adanya pemutusan kontrak bagi pegawai tersebut.


Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin menegaskan, Pemkab Lombok Timur tidak akan merumahkan PPPK, meskipun ada tekanan efisiensi anggaran.


"Jangankan PPPK, yang non-database saja tidak kita rumahkan," ucap Bupati Lotim, H Haerul Warisin, Senin (30/3/2026).


Kondisi di Lombok Timur sebutnya  berbeda. Pemerintah daerah masih mampu membayar gaji pegawai selama tetap menggunakan pola lama ditengah efesiensi tanpa perlu menganut sistem yang baru. 


Dikatakannya, sebagai langkah efisiensi, pemerintah daerah berencana akan mengurangi bekerja masuk kantor. Pihaknya akan menerapkan sistem kerja daring.


Semisal kata dia, di Dinas Koprasi, dari total 50 pegawai di satu kantor itu, 25 orang akan bekerja masuk kantor dan 25 lainnya bekerja dari rumah.


Namun, ia mengingatkan bahwa sistem kerja dari rumah harus dijalankan dengan disiplin.


“Kalau bekerja di rumah, jangan pergi mancing. Itu sama saja menghabiskan BBM,” tegasnya.


"Sementara itu, untuk tenaga pendidik mekanismenya tetap, nanti pihaknya akan kita atur," imbuhnya. (zaa)

29/03/26

Ribuan jamaah hadiri Hultah ke-26 Majelis Dzikir Al Hisnul Mani’, Gubernur Iqbal minta doa jamaah agar tetap amanah dan adil pimpin NTB

 
Ribuan jamaah hadiri Hultah ke-26 Majelis Dzikir Al Husnul Mani’, Gubernur Iqbal minta doa jamaah agar tetap amanah dan adil pimpin NTB

OPSINTB.com - Suasana peringatan Hultah ke 26 Majlis Majelis Dzikir Al Hisnul Mani’ NW Pancor Manis yang digelar di Pondok Pesantren Daarunniyah Assa’idah, Desa Dasan Lekong, Kecamatan Sukamulia, berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Pasalnya kegiatan ini dihadiri oleh ribuan jemaah. 



Ditengah ribuan jemaah kehadiran Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, membuat suasana pertemuan itu semakin spesial. Terlebih lagi orang nomor satu di Gumi Gora ini, menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya kepemimpinan yang dilandasi kejernihan hati, serta komitmen pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan di NTB.


Acara Hultah kali ini juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan sosial, seperti donor darah, sunatan massal, operasi mata, hingga pawai ta’aruf.


Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat.


Pendiri Sekaligus Ketua YPP Daarunniyah Assa'idah NW Pancor Manis, TGH M Jamiluddin Syahid Al Yazidi mengatakan, di Hultah yang ke 26 ponpes akan trus dikembangkan kedepannya dan mengajak masyarakat dan kaum muslimin pada umumnya untuk jangan lupa doa.


"Doa itu perlu, terutama sekali memanage rohani dengan majlis zikir yang ada di Pancor manis ini, bukan hanya mengajak sekedar berdoa tetapi bagaimana mengatur rohaninya agar mereka bisa sabar dan bersyukur dalam kehidupan sehari-hari menghadapi cobaan," ucap TGH M Jamiluddin Syahid Al Yazidi, Ahad (29/03/2026).


Ponpes trus mensuport dalam mendukung kegiatan pemerintah sesuai dengan bidang. Khususnya di pendidikan pihaknya akan sukseskan apa yang dicita-citakan oleh pemerintah daerah.


Tak hanya pendidikan lanjutnya, juga dalam bagian yang lainnya seperti pengentasan kemiskinan juga kerohanian. Menurutnya, Allah SWT, sudah janji kemiskinan itu bisa selesai kalau masyarakatnya berdoa dan beristigfar serta berzikir.


Dari pihak pemerintah, ujarnya, pengentasan kemiskinan dengan ikhtiar zahiriah, mereka mencari link-link secara nyata juga dengan menggunakan pendekatan kerohanian.


Tuan Guru Jamil berharap, pihaknya bisa ditengah-tengah ditengah-tengah masyarakat. 


"Mudah-mudahan masyarakat legowo dengan sekian bayaknya perbedaan, tetapi dalam berzikir dan beristigfar jelas tidak ada perbedaan," terangnya.


"Terutama Gubernur kita Pak Iqbal hajatnya Makmur mendunia, kami akan support dan memberi dukungan," imbuhnya.


Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal mengungkapkan, kedekatan emosionalnya dengan pengasuh majelis itu. Ia mengaku merasakan ketenangan dan kenyamanan saat berinteraksi, serta menilai sosok tersebut sebagai pribadi yang menjaga kebersihan hati dan menjauhi ghibah.


"Ada rasa tenang ketika berbincang. Beliau tidak pernah membicarakan keburukan orang lain. Ini adalah contoh kejernihan hati yang perlu kita teladani," ungkapnya.


Dalam sambutannya, gubernur menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh jamaah, seraya memohon doa agar diberikan kekuatan dan keistiqamahan dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin.


Ia menegaskan bahwa dalam beberapa tahun ke depan, pemerintah provinsi akan memfokuskan pembangunan pada desa-desa, mengingat NTB masih termasuk dalam 12 provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia.


"Tidak ada pilihan selain menyelesaikan persoalan kemiskinan. Ini bukan hanya tugas administratif, tetapi juga kewajiban moral dan keimanan," tegasnya.


Gubernur Iqbal juga menceritakan pengalamannya saat bertemu masyarakat miskin di lapangan, termasuk seorang lansia yang hidup dalam keterbatasan namun tetap teguh secara spiritual. 


Hal tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya pengentasan kemiskinan.


Ia juga memberikan apresiasi kepada Majelis Dzikir Al Hisnul Mani’ yang telah eksis selama 26 tahun, sebagai bukti konsistensi dalam menebarkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat. (zaa)

27/03/26

Audiensi ke KSP, Bupati Iron harapkan kunjungan Presiden Prabowo ke Lombok Timur terwujud

 
Bupati lotim haerul warisin

OPSINTB.com - Bupati Lombok Timur melakukan audiensi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Deputi II Bidang Perekonomian dan Pangan Kantor Staf Presiden (KSP) Popy Rufaidah, pada Kamis (26/3/2026).


Dalam kunjungannya Bupati H Haerul Warisin sangat berharap presiden dapat hadir di Lombok Timur meresmikan sejumlah proyek strategis. 



"Kami sangat berharap rencana kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Lombok Timur dapat segera terwujud untuk meresmikan berbagai program strategis, seperti Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), hingga Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda," ucapnya 


Ia juga menyebut, Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) yang berada di kawasan Ekas diproyeksikan dapat menjadi  percontohan bagi KNMP lainnya. Dia menegaskan, Pemda berkomitmen untuk mendukung agenda pemerintah pusat, agar dapat berjalan efektif di Lombok Timur. 


"Ini adalah bagian dari upaya kami untuk memperkuat sinergi antara pusat dan daerah sesuai komitmen Pemda dalam setiap program, utamanya sektor ekonomi,"katanya


Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Lotim ini menyinggung sejumlah isu seperti  bidang ekonomi dan pangan khususnya dampak positif dan perkembagan pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG) terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat dan angka pengangguran. 


"Tidak heran, sebab jumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Lombok Timur adalah yang terbanyak di NTB,"ujarnya


Untuk diketahui, kunjungan ini adalah kunjungan ke 2 Bupati Haerul Warisin ke KSP setelah audiensi dengan Kedeputian I dan III pada Oktober 2025 lalu. (zaa)

26/03/26

Sistem irigasi tetes jadi solusi kekeringan di wilayah Suela

 

OPSINTB.com - Sebagian besar wilayah Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, didominasi oleh lahan kering. Kondisi ini tentu memiliki tantangan tersendiri.


Kondisinya yang demikian, wilayah ini dikenal penghasil tembakau. Kendati demikian persoalan pertanian tetap saja jadi masalah utama. 


Lantaran itu, solusi yang sifat jangka panjang, utamanya masalah air. Hal ini demi kemajuan pertanian setempat.


Salah satu terobosan yang digaungkan oleh Speaker Kampung melalui jurnalis warga setempat untuk mengubah paradigma pertanian konvensional menuju ekonomi hijau melalui penerapan sistem irigasi tetes.


Direktur Yayasan Speaker Kampung Hajad Guna Roasmadi mengatakan, sistem irigasi tetes bukan hanya solusi efisiensi air, tetapi juga merupakan langkah nyata dalam membangun ketahanan pangan yang ramah lingkungan. Menurutnya warga khususnya petani tak bisa terus bergantung pada musim penghujan.


“Lahan kering di Suela mencapai lebih dari 70 persen dari total lahan pertanian," papar pria yang karib disapa Eros ini, Rabu (25/03/2026).


Menurutnya jika tetap menggunakan cara konvensional, hasil panen akan selalu tidak menentu. Irigasi tetes, kata dia, adalah jawaban. 


Sistem itu, ucapnya, merupakan ekonomi hijau yang sesungguhnya. Tak hanya menghemat air juga meningkatkan produktivitas dan menjaga ekosistem tanah.


Ekonomi hijau, imbuhnya adalah pendekatan pembangunan yang menekankan pada efisiensi sumber daya, rendah karbon, serta inklusivitas sosial. 


Dalam konteks pertanian, sistem irigasi tetes mampu menyalurkan air langsung ke akar tanaman melalui selang berlubang kecil yang terhubung dengan tandon atau sumber air terdekat. 


Teknis ini terbukti mampu mengurangi konsumsi air hingga 50 persen lebih dibandingkan sistem penyiraman konvensional, sekaligus meningkatkan efektivitas pemupukan.


"Saya dua tahun bertani di lahan pertanian, sambil mempelajari solusi lahan kering yang selama ini tidak digarap saat musim panas, setelah saya pelajari irigasi tetes ini adalah solusinya," ungkapnya.


Irigasi tetes ini harus dikampanyekan yang digalakkan oleh Speaker Kampung yang berperan sebagai jembatan aspirasi antara masyarakat dan pemerintah agar bisa dilakukan oleh para petani.


"Irigasi tetes di lahan kering di Kecamatan Suela harus digunakan dengan derigen dengan menyiapkan Reservoar air hujan. Idealnya dalam 1 hektar ada 5 are untuk kolam penampungan air untuk irigasi tetes selama musim kemarau akan terpenuhi," jelas Eros 


Mewakili Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur, Kabid Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura 

 Zukiadi, yang turut hadir dalam diskusi tersebut menyatakan dukungan penuh terhadap kampanye ini. 


Ia mengatakan pemerintah daerah tengah menyiapkan program pendampingan dan bantuan paket irigasi tetes bagi desa-desa yang memiliki potensi lahan kering dengan akses air terbatas.


“Kami apresiasi langkah Speaker Kampung yang proaktif mengedukasi petani. Ini sejalan dengan visi kabupaten dalam mempercepat adopsi teknologi pertanian adaptif perubahan iklim,” ujarnya.


Ke depan, diharapkan kampanye ekonomi hijau melalui irigasi tetes dapat meluas ke seluruh desa di Kecamatan Suela. Dengan dominasi lahan kering yang ada, efisiensi air menjadi kunci utama untuk meningkatkan indeks pertanaman dan kesejahteraan petani tanpa merusak lingkungan


Bidang produksi tanaman pangan dan hortikultura. Namun, terdapat bidang lain yang menangani prasarana, yaitu Bidang PSP (Prasarana dan Sarana Pertanian).


Menurutnya, persoalan irigasi dan prasarana lainnya secara domain tugas berada di bidang tersebut.


“Nanti akan saya sampaikan dan laporkan kepada Bapak Kadis pertanian, mengenai program ini," ujarnya. (zaa)

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama