Lombok Timur

04/04/26

Perkuat harmonisasi, Muhammadiyah Lombok Timur gelar Sywalan 1447 H

 
Perkuat harmonisasi, Muhammadiyah Lombok Timur gelar Sywalan 1447 H

OPSINTB.com - Pengurus Daerah Muhammadiyah Lombok Timur, gelar Syawalan. Kegiatan tersebut mengusung tema Konsolidasi dan Harmonisasi menuju Semangat Islam Berkemajuan.


Agenda tersebut diawali dengan pengukuhan majelis dan lembaga di jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lombok Timur diantaranya Majelis Tarjih Tajdid dan Tabligh (MT3), Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS), Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI), Lembaga Pengembangan Cabang,  Rating  dan Pemberdayaan Masjid (LPCR PM) serta Pengukuhan Pimpinan Cabang Muhammadiyah se Kabupaten Lombok Timur.


Ketua Panitia Syawalan Keluarga Besar Muhammadiyah Lombok Timur, Abdul Ghofur Ramdhoni, dalam laporannya mengatakan, latar belakang pelaksanaan kegiatan itu ialah tindak lanjut Safari Ramadhan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lombok Timur, dengan mengunjungi semua cabang.


"Kegiatan ini untuk mempererat harmonisasi di semua pimpinan dan silaturrahim semua keluarga Muhammadiyah Lombok Timur," kata Abdul Ghofur Ramdhoni, dalam sambutannya yang berlangsung di ISTKes Muhammadiyah Selong, Sabtu (4/4/2026).


Dia berharap gelaran ini semakin menumbuhkan semangat ber Muhammadiyah. "Semoga semangat kita semakin ditingkatkan," harapnya.


Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lombok Timur, Roma Hidayat, dalam kalam hikmah Syawal menyampaikan, semangat tajdid di Muhammadiyah ini semestinya menjadi ruh dalam ber organisasi.  Sehingga kader-kader tidak ikut-ikutan tanpa dasar. 


Seperti keadaan saat ini, imbuhnya, seakan-akan di Muhammadiyah tidak berjenggot itu dianggap salah. "Padahal perintah Rasullah itu:

خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ، وَفِّرُوا اللِّحَى، وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ

(Khaliful musyrikina, waffirul liha, wa ahfusy syawariba) "Selisihilah kaum musyrikin, biarkanlah jenggot lebat, dan cukurlah kumis," papar Roma.


Dia menerangkan, titik penegasan dalam hadist ini menyelisihi kaum musyrikin. Coba dilihat kaum Yahudi saat ini seperti apa.


Menurutnya, kader Muhammadiyah harus mampu dan mempunyai critical thinking, sehingga tidak cepat menghukumi sesuatu.


Dia mengajak agar semua warga persyarikatan untuk memiliki kemampuan critical reading.  Sehingga mampu untuk memilih dan memilah berdasarkan berbagai sumber yang ada terlebih yang ada di Tarjih. 


"Itulah ciri Muhammadiyah yang saya tau," ucapnya.


Diakatakannya, saat Ramadhan diri tengah di didik, diwisuda pada Idul Fitri. Lantaran itu dirinya mengajak kembali pada prilaku berhati-hati pasca lebaran kemudian refleksi diri dalam ber Muhammadiyah.


"Saya mengajak kader ideologi dan biologis untuk kembali ber Muhammadiyah," ajaknya. 


Kegiatan ini dilanjutkan dengan diskusi dan penyampaian-penyampaian dari masing-masing cabang terkait kondisi persyarikatan dengan tujuan perbaikan-perbaikan dan penguatan Muhammadiyah Lombok Timur. (red)

03/04/26

PLN ULPL Paokmotong membawa petaka bagi masyarakat, dari suara bising hingga polusi

 
PLN ULPL Paokmotong membawa petaka bagi masyarakat, dari suara bising hingga polusi

OPSINTB.com - Suara bising mesin Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pusat Listrik (ULPL) Paokmotong, dikeluhkan warga. Tak hanya berisik, tapi juga membawa petaka bagi masyarakat sekitar.


Mulai dari kenyamanan hingga menyangkut kesehatan warga lingkar PLN ULPL Paokmotong. Sebab dari aktivitasnya menimbulkan polusi udara hingga getaran. 


Salah seorang warga, Hasnayadi Sukran menyampaikan, penambahan mesin baru di PLTD berdampak langsung pada meningkatnya tingkat kebisingan. Ia menegaskan pentingnya dilakukan pengujian ambang batas sebelum mesin dioperasikan secara penuh.


"Kami merasakan dampaknya langsung," ujar warga setempat, Hasnayadi Sukran, dalam pertemuannya dengan pihak PLN ULPL Paokmotong, Jumat (3/04/2026).


Selain itu, warga juga menyoroti polusi udara yang telah dirasakan selama belasan tahun sejak pembangkit beroperasi. Mereka meminta pihak pengelola lebih terbuka dalam menyampaikan informasi terkait dampak operasional, termasuk emisi udara, kebisingan, serta potensi pencemaran lingkungan lainnya.


Menurut Hasnayadi, hingga kini belum ada upaya konkret dari pihak pengelola untuk mengatasi dampak tersebut. Padahal, paparnya, operasional pembangkit berpotensi menimbulkan pencemaran udara, tanah, dan air, termasuk risiko limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).


"Kami bukan menolak keberadaan PLTD karena ini program nasional. Tapi jangan sampai kami hanya menerima dampak negatif tanpa ada solusi. Hak kami sebagai warga negara untuk mendapatkan lingkungan yang sehat harus dilindungi," tegasnya.


Warga juga mendesak dilakukan uji emisi udara, kajian AMDAL, serta pengukuran tingkat kebisingan secara transparan dengan melibatkan masyarakat. Mereka menilai hal tersebut telah diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Suhirman. Ia menyebut kebisingan mesin, asap, dan getaran menjadi masalah utama yang sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, khususnya saat beristirahat di rumah.


"Rumah seharusnya jadi tempat istirahat, tapi dengan suara bising dan asap seperti ini, kami jadi tidak nyaman. Bahkan sampai harus meninggalkan rumah untuk mencari tempat yang lebih tenang," ujarnya.


Ia juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap dampak kesehatan, termasuk adanya anggota keluarganya yang mengalami gangguan paru-paru. Meski belum ada pemeriksaan menyeluruh, warga menduga kondisi tersebut berkaitan dengan kualitas udara di sekitar pembangkit.


Menanggapi hal tersebut, General Manager PLN Unit Layanan Pembangkit PLTD Paokmotong,  Kabupaten Lombok Timur, Gatra Rahendra menyatakan, pihaknya memahami keluhan masyarakat. ‎Dia menjelaskan, pembangkit listrik tersebut telah beroperasi sejak lama dan selama ini telah terjadi interaksi dengan masyarakat sekitar.


‎Terkait tuntutan pengujian dan sosialisasi, kata dia, pihak manajemen menyatakan perlu melakukan koordinasi secara berjenjang dengan di atasnya sebelum dapat memberikan penjelasan resmi kepada pemerintah desa maupun warga.


‎"Kami perlu koordinasi terstruktur ke manajemen atas terlebih dahulu. Setelah itu baru bisa kami sampaikan kembali ke kepala desa maupun masyarakat," pungkasnya.


Dalam hearing antara warga dan pihak ULPL Paokmotong yang diinisiasi Yayasan Gumi Paer Lombok itu belum menghasilkan solusi konkret atas permasalahan yang dihadapi warga. (zaa)

01/04/26

94 PNS Lombok Timur resmi dilantik, bupati tekankan integritas dan pelayanan

 
94 PNS Lombok Timur resmi dilantik, bupati tekankan integritas dan pelayanan

OPSINTB.com - Sebanyak 94 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari formasi umum cpns tahun 2024 dan lulusan IPDN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur resmi dilantik oleh Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, Rabu (1/4/2026).


Pelantikan tersebut yang berlangsung di Pendopo Bupati ditandai dengan pengambilan sumpah/janji jabatan 94 PNS.


Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) serta Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 yang telah diperbarui melalui PP Nomor 17 Tahun 2020.


Dari total 94 PNS yang dilantik, sebanyak 85 orang merupakan CPNS formasi umum tahun 2024, sementara 9 orang lainnya adalah lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri angkatan XXIX, XXX, dan XXXI. Berdasarkan golongan, 87 orang berada pada Golongan III dan 7 orang pada Golongan II.


Khusus CPNS formasi umum, terdiri atas 48 tenaga kesehatan dan 46 tenaga strategis lainnya yang akan memperkuat pelayanan di berbagai sektor pemerintahan daerah.


Bupati Haerul Warisin menegaskan bahwa status PNS yang telah diambil sumpahnya memiliki kekuatan moral dan struktural yang tinggi. 


Oleh karena itu, ia meminta seluruh PNS untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab serta mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.


"Kejujuran, kebaikan dalam bekerja, dan fokus membangun Lombok Timur harus menjadi pegangan. Tujuannya jelas, bagaimana kita bisa membawa masyarakat keluar dari kemiskinan," tegasnya.


Dirinya meyakini para PNS yang dilantik merupakan individu yang kompeten dan berintegritas. Lantaran itu bupati mendorong agar seluruh kemampuan dan ilmu pengetahuan yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kinerja pemerintah daerah.


"Curahkan kemampuan Anda untuk melayani masyarakat dan membantu pemerintah. Jika sumpah jabatan dijalankan dengan baik, maka itu tidak akan menjadi beban," pungkasnya. (zaa)

31/03/26

Permintaan buku nikah di Lotim meningkat jelang syawal, Kemenag pastikan stok aman, ini 5 kecamatan diantisipasi

 
Permintaan buku nikah di Lotim meningkat jelang syawal, Kemenag pastikan stok aman, ini 5 kecamatan diantisipasi

OPSINTB.com - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Timur mengantisipasi lonjakan permintaan buku nikah menjelang dan selama bulan Syawal dengan memastikan ketersediaan stok tetap aman. Peningkatan ini diprediksi terjadi di lima kecamatan dengan angka pernikahan tertinggi.


Kepala Seksi Bina Masyarajat (Bimas) Kantor Kemenag Lombok Timur, Lalu Miftahussurur, menyebutkan bahwa pihaknya telah memetakan wilayah dengan potensi lonjakan tertinggi, yakni Kecamatan Selong, Masbagik, Aikmel, Pringgabaya, dan Wanasaba.


"Permintaan tertinggi kita antisipasi di lima kecamatan tersebut. Kecamatan lain tidak begitu signifikan perkembangan pernikahannya," ucapnya Selasa, (31/3/2026).


Ia menjelaskan, secara umum jumlah peristiwa nikah di Lombok Timur dalam setahun berkisar antara 5 ribu hingga 6 ribu peristiwa. Namun, angka tersebut biasanya melonjak drastis setelah Hari Raya Idulfitri, di bulan Syawal.


"Rata-rata per bulan itu sekitar 400 sampai 600 peristiwa. Tapi saat Syawal bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat, bahkan bisa mencapai 1 ribu sampai 1.500 peristiwa dalam satu bulan," katanya.


Terkait ketersediaan buku nikah, Kemenag memastikan stok dalam kondisi aman. Dari total pengadaan tahun sebelumnya sebanyak 9 ribu buku, sekitar 6.300 telah didistribusikan ke Kantor Urusan Agama (KUA) di seluruh kecamatan. 


Sementara bebernya, sekitar 2.700 buku masih tersedia di kantor dan siap didistribusikan jika diperlukan.


"Yang sudah terpakai belum sampai setengah dari yang didistribusikan. Jadi untuk bulan Syawal ini Insya Allah aman," jelasnya.


Selain itu, Kemenag juga telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghindari antrean panjang pelayanan pernikahan. Seluruh penghulu diminta untuk tidak mengambil cuti setelah Lebaran dan siap menghadapi lonjakan jadwal pernikahan.


"Kami sudah rapat koordinasi sebelum Idulfitri. Semua penghulu diminta siaga dan tidak cuti agar pelayanan tetap berjalan lancar," ujarnya.


Ia juga mengimbau agar jarak antar prosesi akad nikah minimal satu jam guna menghindari keterlambatan akibat kendala teknis, seperti menunggu wali.


"Kita minta minimal jeda satu jam antar pernikahan supaya tidak saling mengganggu. Ini penting agar tidak terjadi penundaan," tegasnya.


Ke depan, Kemenag Lombok Timur juga berencana menambah stok buku nikah sekitar 8 ribu eksemplar pada pertengahan hingga akhir April untuk memastikan kebutuhan tetap terpenuhi.


“Intinya masyarakat tidak perlu khawatir, silakan menikah, stok buku nikah aman,” pungkasnya. (zaa)

Pemberangkatan haji Lombok Timur tetap normal di tengah situasi Timur Tengah

 
Pemberangkatan haji Lombok Timur tetap normal di tengah situasi Timur Tengah

OPSINTB.com - Di tengah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, memunculkan kekhawatiran khususnya bagi jemaah haji asal Lombok Timur. Pasalnya, perang hingga saat ini masih berkecamuk.


Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lombok Timur, H. Makinuddin menegaskan, hingga saat ini tidak ada perubahan jadwal maupun tahapan pemberangkatan jemaah haji tahun 2026.


"Persiapan tetap berjalan seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Semua tahapan berlangsung normal, terutama dalam penyelesaian dokumen jemaah yang saat ini sudah hampir 100 persen," ucap H Makinuddin saat ditemui opsintb.com diruang kerjanya. Senin, (30/3/2026).


Ia menjelaskan, jadwal keberangkatan kloter pertama masih sesuai rencana, yakni masuk asrama haji pada 21 April 2026. Hingga kini, belum ada informasi resmi terkait perubahan dari pemerintah pusat maupun otoritas Arab Saudi.


Pihaknya, kata dia, mengikuti arahan dari pusat dan perkembangan dari Arab Saudi. Sampai sekarang tidak ada perubahan rencana.


"Yang terpenting adalah keselamatan jemaah," katanya.


Jumlah jemaah haji Lombok Timur tahun ini tercatat sekitar 1.401 orang, setelah adanya penyesuaian dari jumlah awal 1.392 jemaah. 


Jumlah tersebut masih berpotensi berubah seiring adanya kemungkinan pengunduran diri jemaah dari daerah lain.


Saat ini, pihak Kementerian juga tengah melakukan pembagian koper untuk kloter pertama sebagai bagian dari tahapan akhir persiapan keberangkatan.


Terkait kondisi di Arab Saudi, pemerintah memastikan bahwa wilayah tujuan ibadah telah disterilkan dan dinyatakan aman bagi jemaah haji. 


Hal ini juga diperkuat dengan kebijakan pemulangan jemaah umrah yang dijadwalkan selesai paling lambat 18 April 2026 guna menyambut kedatangan jemaah haji.


Makinuddin menambahkan, pemerintah akan terus melakukan pengawasan, termasuk terhadap penyelenggara perjalanan ibadah, guna memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah.


Untuk pembagian kloter, jemaah Lombok Timur akan tergabung dalam beberapa kelompok terbang, yakni kloter 1, 6, dan 19 secara penuh, serta kloter gabungan dengan daerah lain seperti Lombok Tengah dan Kota Mataram.


Ia juga menyebutkan bahwa penyelenggaraan haji tahun 2026 mengusung tagline ramah lansia, disabilitas, dan perempuan, sebagai bentuk peningkatan pelayanan kepada seluruh jemaah.


“Harapan kita, semua berjalan lancar dan jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman tanpa gangguan,” tutupnya. (zaa)

Pelatihan Higiene dan Sanitasi digelar, SPPG Lenek 002 perkuat keamanan program MBG

 
Pelatihan Higiene dan Sanitasi digelar, SPPG Lenek 002 perkuat keamanan program MBG

OPSINTB.com - Dalam upaya menjamin keamanan, kebersihan, dan nilai gizi makanan bagi sasaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG), SPPG Tiga Sama Ridho Birridho Lenek 002 menggelar Pelatihan Higiene dan Sanitasi Penjamah Makanan. 


Kegiatan ini dilaksanakan di halaman SPPG Lenek 002 dan diikuti oleh seluruh relawan pengelola makanan, tim masak, serta staf pendukung.


Kepala SPPG Tiga Sama Ridho Birridho Lenek 002, Nabila Afrok, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah proaktif untuk memastikan seluruh penjamah pangan memahami prinsip keamanan pangan sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).


"Pelatihan ini penting agar seluruh tim memahami bagaimana mengelola makanan yang aman dan sesuai standar, sehingga kualitas makanan tetap terjaga," ujarnya.


Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi penting, di antaranya higiene perorangan seperti penggunaan alat pelindung diri (APD) berupa celemek, masker, dan sarung tangan, serta praktik cuci tangan dan pemantauan kesehatan penjamah makanan. 


Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan tentang sanitasi peralatan, termasuk teknik pembersihan dan disinfeksi alat masak.


Materi lainnya mencakup teknik pengolahan makanan agar kandungan gizi tidak hilang serta pencegahan kontaminasi silang, hingga tata cara penyimpanan bahan pangan mentah dan matang secara benar.


Pemateri kegiatan, Normala Candra Puspita, menegaskan bahwa pelatihan ini bersifat wajib bagi seluruh penjamah makanan.


“Pelatihan ini wajib diikuti untuk memastikan bahwa makanan yang disajikan tidak hanya enak, tetapi juga aman, bersih, dan gizinya terjaga. Makanan sehat dimulai dari penjamah pangan yang terlatih,” jelasnya.


Melalui pelatihan intensif ini, para relawan diharapkan mampu menerapkan standar operasional prosedur (SOP) higienitas secara konsisten dalam setiap proses pengolahan makanan. 


"Hal ini sangat penting untuk mendukung keberhasilan program pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat," ujarnya.


Kegiatan pelatihan ditutup dengan simulasi penanganan makanan yang aman. Sebagai bentuk apresiasi dan bukti partisipasi, seluruh peserta akan menerima sertifikat setelah kegiatan berakhir. (red)

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama