OPSINTB.com - Pengurus Daerah Muhammadiyah Lombok Timur, gelar Syawalan. Kegiatan tersebut mengusung tema Konsolidasi dan Harmonisasi menuju Semangat Islam Berkemajuan.
Agenda tersebut diawali dengan pengukuhan majelis dan lembaga di jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lombok Timur diantaranya Majelis Tarjih Tajdid dan Tabligh (MT3), Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS), Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI), Lembaga Pengembangan Cabang, Rating dan Pemberdayaan Masjid (LPCR PM) serta Pengukuhan Pimpinan Cabang Muhammadiyah se Kabupaten Lombok Timur.
Ketua Panitia Syawalan Keluarga Besar Muhammadiyah Lombok Timur, Abdul Ghofur Ramdhoni, dalam laporannya mengatakan, latar belakang pelaksanaan kegiatan itu ialah tindak lanjut Safari Ramadhan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lombok Timur, dengan mengunjungi semua cabang.
"Kegiatan ini untuk mempererat harmonisasi di semua pimpinan dan silaturrahim semua keluarga Muhammadiyah Lombok Timur," kata Abdul Ghofur Ramdhoni, dalam sambutannya yang berlangsung di ISTKes Muhammadiyah Selong, Sabtu (4/4/2026).
Dia berharap gelaran ini semakin menumbuhkan semangat ber Muhammadiyah. "Semoga semangat kita semakin ditingkatkan," harapnya.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lombok Timur, Roma Hidayat, dalam kalam hikmah Syawal menyampaikan, semangat tajdid di Muhammadiyah ini semestinya menjadi ruh dalam ber organisasi. Sehingga kader-kader tidak ikut-ikutan tanpa dasar.
Seperti keadaan saat ini, imbuhnya, seakan-akan di Muhammadiyah tidak berjenggot itu dianggap salah. "Padahal perintah Rasullah itu:
خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ، وَفِّرُوا اللِّحَى، وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ
(Khaliful musyrikina, waffirul liha, wa ahfusy syawariba) "Selisihilah kaum musyrikin, biarkanlah jenggot lebat, dan cukurlah kumis," papar Roma.
Dia menerangkan, titik penegasan dalam hadist ini menyelisihi kaum musyrikin. Coba dilihat kaum Yahudi saat ini seperti apa.
Menurutnya, kader Muhammadiyah harus mampu dan mempunyai critical thinking, sehingga tidak cepat menghukumi sesuatu.
Dia mengajak agar semua warga persyarikatan untuk memiliki kemampuan critical reading. Sehingga mampu untuk memilih dan memilah berdasarkan berbagai sumber yang ada terlebih yang ada di Tarjih.
"Itulah ciri Muhammadiyah yang saya tau," ucapnya.
Diakatakannya, saat Ramadhan diri tengah di didik, diwisuda pada Idul Fitri. Lantaran itu dirinya mengajak kembali pada prilaku berhati-hati pasca lebaran kemudian refleksi diri dalam ber Muhammadiyah.
"Saya mengajak kader ideologi dan biologis untuk kembali ber Muhammadiyah," ajaknya.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan diskusi dan penyampaian-penyampaian dari masing-masing cabang terkait kondisi persyarikatan dengan tujuan perbaikan-perbaikan dan penguatan Muhammadiyah Lombok Timur. (red)






follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami