Lombok Timur

24/04/26

Petani jagung Lombok Timur keluhkan minimnya peran Bulog dalam penyerapan hasil panen

 
Petani jagung Lombok Timur keluhkan minimnya peran Bulog dalam penyerapan hasil panen

OPSINTB.com - Petani jagung di Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, mengeluhkan tidak adanya peran  Bulog dalam menyerap hasil panen. Padahal, badan usaha bagian logistik pangan ini memiliki tugas untuk menjaga stabilitas harga melalui skema Harga Pembelian Pemerintah (HPP).


Selama ini, petani setempat mengaku hanya bergantung pada tengkulak untuk menjual hasil panen. Kondisi tersebut membuat harga jual jagung tidak optimal dan jauh dari harapan petani.


Abdul Hanan, seorang petani di Desa Gunung Malang mengungkapkan, selama bertahun-tahun Bulog tidak pernah hadir langsung di wilayah mereka.


“Enggak ada Bulog datang, jualnya enggak langsung ke Bulog hanya tengkulak aja yang datang ke sini, selama ini sampai empat belas tahun ndak pernah,” ucapnya Jumat (24/4/2026).


Ia menduga salah satu penyebab Bulog tidak masuk ke wilayah mereka adalah kondisi infrastruktur yang kurang memadai, terutama jalan usaha tani yang rusak dan sulit dilalui kendaraan besar.


Abdul Hanan menegaskan, para petani memiliki harapan besar agar Bulog bisa turun langsung membeli hasil panen mereka tanpa melalui perantara tengkulak.


“Berarti ada harapan, kita mau Bulog yang menyerap, besar sekali harapan untuk Bulog yang ambil,” katanya.


Harga jagung yang diterima petani di pinggir jalan berkisar antara Rp 5.250 hingga Rp 5.300 per kilogram, sementara jika dijual melalui tengkulak bisa lebih rendah.


Dia berharap pemerintah melalui Bulog dapat segera hadir di tengah petani, memberikan kepastian harga, serta memutus ketergantungan pada tengkulak.


“Saya pengin sekali Bulog ngambil langsung, enggak tengkulak. Pingin sekali,” pungkasnya. (zaa)

Puluhan siswa di Lombok Timur diduga keracunan usai konsumsi menu MBG, 21 dirawat di puskesmas

 
Puluhan siswa di Lombok Timur diduga keracunan usai konsumsi menu MBG, 21 dirawat di puskesmas

OPSINTB.com - Puluhan siswa di Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Siswa mengeluhkan gejala seperti mual dan muntah, sehingga harus segera mendapatkan penanganan medis.


Saat ini, para siswa tersebut dilaporkan tengah menjalani perawatan di Puskesmas Pengadangan, Jumat (24/04/2026).


Kepala Puskesmas Pengadangan, Suhamdi Ahmad saat dihubungi melalui sambungan telpon, membenarkan adanya dugaan keracunan belasan siswa. Dia menuturka, dari pengakuan siswa, mereka mengalami gejala pusing, mual, dan nyeri perut.


"Saat ini lagi ditangani, sebanyak 21 siswa-siswi, masih diobservasi," ucap Suhamadi Ahmad.


Koordinator Wilayah (Korwil) Lombok Timur, Agamawan Salam, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyampaikan laporan terkait dugaan keracunan telah diterima dan saat ini pihak terkait tengah melakukan penanganan di lapangan.


"Benar, saat ini sedang diperiksa. Laporannya sudah masuk, Pak Sekwil bersama Pak Kapokcam sudah berada di lapangan untuk melakukan pengecekan," ujar Agam.


Hingga berita ini diturunkan, jumlah pasti siswa yang terdampak masih dalam pendataan oleh pihak terkait. Tenaga medis di Puskesmas Pengadangan terus memberikan penanganan kepada para siswa yang mengalami gejala keracunan.


Sementara itu, pihak berwenang juga dikabarkan tengah menelusuri penyebab pasti dugaan keracunan tersebut, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap menu makanan MBG yang dikonsumsi siswa. (zaa)

23/04/26

Baznas RI panen raya jagung di Lombok Timur, perkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan umat

 
Baznas RI panen raya jagung di Lombok Timur, perkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan umat

OPSINTB.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI melaksanakan panen raya lumbung pangan Baznas jagung varietas Advanta (ADV) Jago. Kegiatan itu berlangsung di Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, pada Kamis (24/4/2026). 


Gelaran ini menjadi simbol komitmen Baznas dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Ketua Baznas RI, H. Sodik Mudjahid menyampaikan, rasa syukur atas terlaksananya panen raya tersebut berkat dukungan dan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.


"Alhamdulillah, dukungan dan kerjasama dengan Bupati Lombok Timur yang punya komitmen yang luar biasa kepada rakyatnya, kami Baznas hari ini secara simbolik melakukan panen raya jagung," ucapnya ditengah panen raya jagung.


Ia menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Baznas kepada bangsa, khususnya dalam mendukung program presiden yakni ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.


Di lain sisi, bagi Baznas kegiatan ini adalah sebagai salah satu laporan pertanggungjawaban kepada para muzaki 


Menurutnya, hasil panen tersebut telah dirasakan langsung oleh para mustahik yang selama ini mengelola lahan pertanian.


"Mohon doanya dari semua dan dukungan dari semua bisnis semakin berkembang, sehingga semakin banyak rakyat kita, umat kita yang ter sejahterakan oleh berbagai program Baznas," katanya.


Untuk sementara, luas lahan yang dikelola mencapai 50 hektare jagung dan 20 hektare padi. Secara nasional, program lumbung pangan Baznas telah tersebar di sekitar 80 titik dan akan terus dikembangkan.


Kesuksesan di Lombok Timur, kata dia, akan menjadi tambahan semangat bukan saja kepada Baznas, tapi juga bagi para muzaki untuk terus memberikan zakat infak sedekahnya.


Selain sektor pertanian jagung dan padi, Baznas juga mengembangkan berbagai program lain seperti peternakan sapi, perikanan, UMKM, rumah sehat, serta pendidikan.


Terkait dukungan pembiayaan, bebernya, pengembangan sektor pertanian tidak selalu dalam bentuk uang, melainkan melalui sinergi program dengan berbagai pihak.


"Oh, itu nanti tentu dengan dukungan bapak bupati, kita pikirkan serapnya termasuk bagaimana kita bersinergi dengan pusat demand yang luar biasa di desa-desa, yakni MBG itu di kerjasamakan dengan MBG antara yang tadi kami bina para penduduk lokal,"ujarnya.


Panen raya ini merupakan panen perdana di Lombok Timur untuk tahun 2026 dan diharapkan menjadi pemicu semangat bagi daerah lain.


Ia mengakui bahwa tingkat keberhasilan pembinaan UMKM secara umum masih berada di kisaran 50 sampai 60 persen. Sehingga diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkannya.


Oleh sebab itu pihaknya  bekerja sama dengan kementerian, termasuk dengan BSI. 


"Karena perbankan dianggap cukup bagus dalam pembinaan UMKM untuk meningkatkan keberhasilan di atas 50 persen," ujarnya.


Sementara itu, Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin menyampaikan, apresiasi atas kunjungan dan dukungan Baznas RI, serta berharap kerja sama ini terus berlanjut.


"Kita berharap akan terus terjalin hubungan kerjasama yang baik dan pembinaan-pembinaan dari pusat tentu ke daerah sangat kami harapkan secara berkesinambungan," terang Bupati Iron.


Ke depan, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap program lumbung pangan dapat diperluas dengan dukungan dari Baznas. Pihaknya juga bakal memberikan hal serupa berupa pupuk NPK gratis kepada kelompok tani sebagai penyemangat.


Ia menegaskan bahwa Lombok Timur merupakan salah satu daerah penyangga pangan nasional yang memiliki surplus produksi.


“Jadi kita tidak kekurangan hasil beras maupun jagung, bahkan produksi kita dibawa keluar karena tidak habis dikonsumsi,” beber Iron. (zaa)

Tembus industri global, mahasiswa Hamzanwadi berangkat magang ke Jepang

 
Tembus industri global, mahasiswa Hamzanwadi berangkat magang ke Jepang

OPSINTB.com - Universitas Hamzanwadi, napakan jejak menuju panggung nasional. Kali ini  tercatat 19 mahasiswa yang mengikuti Program Magang Internasional ke Jepang, bagi mahasiswa Program Studi Pariwisata Universitas Hamzanwadi. 


Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Kerja Sama dan Hubungan Internasional ini berlangsung di Meeting Room Rektorat Universitas Hamzanwadi, pukul 09.00–11.00 WITA, Kamis (23/04/2026).


Acara ini dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Hamzanwadi Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd, jajaran wakil rektor, Dekan Fakultas Bahasa, Seni, dan Humaniora, Koordinator Prodi Pariwisata Muhammad Ramli, M.Pd, Direktur PT Indonesia Nippon Anugrah (INA) Parman Munte, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Lombok Timur, Kepala Kantor Imigrasi Lombok Timur, serta para peserta beserta orang tua.


Sebanyak 19 mahasiswa akan diberangkatkan dalam dua kloter.  Keberangkatan pertama akan mulai tanggal 5 Mei 2026.


Program ini merupakan hasil proses panjang sejak April 2025, mulai dari sosialisasi, seleksi, wawancara, hingga pelatihan bahasa. 


Selama satu tahun, mahasiswa akan menjalani magang di industri internasional yang kemudian dikonversi menjadi dua semester perkuliahan.


Koordinator Prodi Pariwisata, Muhammad Ramli mengingatkan, agar mahasiswa tetap menjaga komitmen akademik, khususnya dalam penyelesaian tugas akhir.


"Sekaligus membuka peluang bagi batch berikutnya untuk mengikuti program serupa," terangnya. 


Dalam sambutannya, Rektor Universitas Hamzanwadi, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyampaikan, pesan penuh motivasi kepada peserta. Dia meminta seluruh peserta magang untk memanfaatkan waktu satu tahun ini sebaik mungkin.


"Tingkatkan skill dan kemampuan bahasa," pintanya.


Pengalaman seperti ini, imbuhnya, tidak bisa dibeli, tetapi akan menjadi bekal besar untuk masa depan.


Ia mengapresiasi kerja sama dengan PT INA serta membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan berbagai pihak.


"Termasuk Dinas Ketenagakerjaan dan Imigrasi Lombok Timur, guna menyiapkan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing global," terang Ummi Rohmi.


Sementara itu, Direktur PT INA, Parman Munte menyampaikan, mahasiswa akan ditempatkan di Gensen Holding dan Itoens Hotel. Dirinya optimistis mahasiswa Universitas Hamzanwadi mampu beradaptasi dengan cepat di Jepang, didukung hasil pelatihan dan seleksi yang menunjukkan kesiapan yang sangat baik.


Program ini menjadi langkah nyata Universitas Hamzanwadi dalam mendorong mahasiswa menembus batas global, sekaligus memperkuat kompetensi dan kepercayaan diri dalam menghadapi dunia kerja internasional. (zaa)

Setelah survei, Rumah Sakit Baznas Lombok Timur mendapatkan lampu hijau

 
Setelah survei, Rumah Sakit Baznas Lombok Timur mendapatkan lampu hijau

OPSINTB.com - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia (RI), melakukan survei faktual terhadap Rumah Sehat Baznas (RSB) di RSUD Lombok Timur.


Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Provinsi NTB, Ketua Baznas Lombok Timur, serta Bupati Lombok Timur yang didampingi Sekretaris Daerah.


Ketua Baznas RI, H Sodik Mudjahid menyampaikan, progres pengembangan Rumah Sehat Baznas di Lombok Timur saat ini berada pada tahap stabilisasi. Bupati Lombok Timur, terangnya, telah menyampaikan surat resmi kepada pihaknya, dan segera diproses dalam rapat pleno pengurus baru.


"Surat tersebut akan kami proses dalam pleno, Insya Allah bulan ini,"ucap Ketua Baznas RI, H Sodik Mudjahid, ditemui awak media usai survei, Kamis (23/4/2026).


Saat melakukan peninjauan lapangan, Sodik mengungkapkan ia melihat sejumlah fasilitas dan peralatan yang tersedia sudah cukup baik. Bahkan, ia secara pribadi melakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kesiapan alat-alat medis yang ada.


Alat-alat itu, sebutnya secara umum telah memenuhi standar Rumah Sehat Baznas. Kendati demikian, dirinya menekankan tantangan pengembangan fasilitas berupa infrastruktur pendukung lainnya.


Ia berharap adanya sinergi antara BAZNAS pusat, BAZNAS Provinsi NTB, serta pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan rumah sakit tersebut.


"Mudah-mudahan BAZNAS pusat, termasuk pimpinan seperti Pak Ending Syaifudin dan pimpinan wilayah NTB, bisa mendukung program pak bupati untuk kerja sama pengembangan Rumah Sehat Baznas ini," katanya


Ia menegaskan, secara ukuran dan standar, fasilitas yang ada saat ini sudah memadai. Namun, pengaturan alokasi anggaran masih perlu dibahas secara menyeluruh dalam rapat pleno, mengingat BAZNAS harus melayani kebutuhan di seluruh Indonesia.


"Kebutuhan anggaran sebenarnya sudah disampaikan kepada kami, tetapi alokasinya harus diatur secara nasional. Kita harus mempertimbangkan semua daerah," ujarnya.


Lebih lanjut, Sodik menyebut bahwa Lombok Timur menjadi salah satu daerah prioritas karena jumlah penduduknya yang tinggi serta masuk dalam kategori daerah mandiri dalam peta BAZNAS. Artinya, imbuh Sodik, selain mendapat dukungan pusat, daerah ini juga memiliki kekuatan dukungan dari tingkat provinsi dan pemerintah daerah.


Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa dukungan dari pusat akan disesuaikan dengan kondisi daerah lain yang masih membutuhkan perhatian lebih besar.


"Dukungan real dari pusat mungkin tidak sepenuhnya dialokasikan ke daerah yang sudah mandiri, karena masih ada daerah lain yang lebih membutuhkan," ucapnya.


Terkait realisasi pengembangan Rumah Sehat Baznas, Sodik menegaskan bahwa secara pribadi ia memberikan dukungan penuh. Bahkan, ia menyebut telah datang langsung bersama pimpinan BAZNAS wilayah NTB untuk melihat kondisi di lapangan.


"Secara pribadi dukungan saya maksimal. Pak gubernur juga sudah datang langsung, begitu juga pak bupati. Dukungan di Lombok Timur ini sangat kuat," katanya.


Meski begitu, ia kembali menekankan bahwa seluruh proses tetap harus mengikuti prosedur, termasuk pembahasan dalam rapat pleno dan penyesuaian dengan kemampuan anggaran secara nasional.


Bahkan saat ditanya apakah ada jaminan, 100 persen Rumah Sakit Umum Daerah Lombok Timur ini beralih status ke Rumah Sehat Bazans ia menegaskan Allah yang menjamin.


"Insya Allah kita upayakan cukup. allah yang jamin," sebutnya. (zaa)

22/04/26

Program TMMD ke 128, harapan baru pembangunan infrastruktur desa

 
Program TMMD ke 128, harapan baru pembangunan infrastruktur desa

OPSINTB.com - Dentuman suara gong, menandakan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 128 resmi dibuka. Launching ini juga bertanda harapan baru bagi masyarakat Desa Poak Lombok, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur.


Di tengah hamparan lapangan, masyarakat, aparat pemerintah, hingga jajaran TNI dan Polri berkumpul. Mereka tidak hanya menjadi saksi, tetapi juga bagian dari sebuah gerakan bersama membangun desa dengan semangat gotong royong.


Sekda Lombok Timur, HM Juaini Taufik menyampaikan, program TMMD merupakan kegiatan rutin yang sangat dinantikan masyarakat, khususnya di desa-desa yang menjadi lokasi pelaksanaan. 


Ia menegaskan, banyak usulan masyarakat yang tidak dapat diakomodasi melalui dana desa maupun gotong royong karena keterbatasan anggaran. Sehingga kehadiran TMMD menjadi solusi percepatan pembangunan.


"Kalau tidak ada TMMD, mungkin pembangunan itu baru bisa direalisasikan lima sampai sepuluh tahun lagi," kata H Muhammad Juaini Taofik, Rabu (22/04/2026).


Dengan adanya program ini yang merupakan integrasi antara pemerintah daerah dan dukungan dari Mabes TNI Angkatan Darat, pembangunan bisa dipercepat.


Ia menjelaskan dari sisi efisiensi anggaran, program TMMD mampu menghemat biaya hingga 30 persen hingga 50 persen lebih,  karena pelaksanaannya dilakukan secara swakelola, bukan melalui sistem proyek.


Menurutnya, indikator keberhasilan TMMD tidak hanya dilihat dari keterlibatan TNI, Polri, dan pemerintah daerah, tetapi juga dari partisipasi aktif masyarakat dalam gotong royong.


Selain pembangunan fisik kata Sekda, program TMMD juga memberikan dampak besar pada aspek nonfisik. Di antaranya penyuluhan tentang stunting, wawasan kebangsaan, bela negara, serta bahaya narkoba. 


Sekda menyoroti tingginya angka kasus narkoba di Lombok Timur, yang mencapai sekitar 30 sampai 40 persen dari total kasus di lembaga pemasyarakatan.


"Pencegahan narkoba harus dilakukan secara masif, bukan hanya tindakan represif. Kami sangat mengapresiasi pemilihan isu-isu nonfisik yang relevan seperti narkoba, stunting, pelayanan kesehatan, hingga kegiatan positif bagi pemuda," bebernya.


Sementara itu, Kasi Ter Korem 162/Wira Bhakti, Kolonel Czi Irawan Agung Wibowo menjelaskan, tujuan utama TMMD adalah memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. 


Program ini juga bertujuan mempercepat pembangunan di wilayah yang masih tertinggal serta meningkatkan pemberdayaan masyarakat.


"Output dari TMMD adalah percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, baik melalui kegiatan fisik maupun nonfisik yang berdampak langsung bagi masyarakat Lombok Timur," jelasnya.


Sementara itu, Komandan Kodim 1615/Lombok Timur, Letkol Inf. Eky Anderson, memaparkan sejumlah sasaran fisik dalam TMMD ke-128. Diantaranya pembangunan rabat jalan usaha tani sepanjang 60 meter untuk mempermudah akses pengangkutan hasil pertanian, serta pembuatan talud di sisi kanan dan kiri jalan sepanjang 1.130 meter atau sekitar 1,1 kilometer.


Selain itu, terdapat pula kegiatan nonfisik dan tambahan lainnya seperti pembangunan MCK, rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan 45 titik sumur bor, penanaman pohon, serta berbagai penyuluhan kepada masyarakat.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Lombok Timur atas dukungan penuh yang diberikan, baik dari sisi anggaran, tenaga, maupun fasilitas lainnya.


"Kami berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Lombok Timur yang telah mendukung penuh kegiatan TMMD ke-128, baik dari sisi anggaran, tenaga, maupun peralatan," ujarnya.


Sekretaris Desa Paok Lombok, Muhammad Kencana, menyampaikan apresiasi atas realisasi program tersebut. Ia menyebut masyarakat selama ini kesulitan mengangkut hasil pertanian karena keterbatasan akses jalan.


“Dengan adanya TMMD, masyarakat tidak lagi kesulitan membawa hasil pertanian karena sudah ada Jalan Usaha Tani. Bahkan nantinya kendaraan roda empat bisa masuk sehingga biaya angkut tidak membengkak,” katanya.


Ia menambahkan, manfaat program ini akan dirasakan oleh empat dusun, yakni Dusun Getap, Paok Lombok Selatan, Pancor Kopong, dan Pancor Kopong Lauk. Jika terdapat kekurangan anggaran, pengerjaan akan disesuaikan melalui dukungan dana desa dan swadaya masyarakat.


“Kami sampaikan terima kasih kepada Kodim 1615 dan Pemerintah Daerah yang telah merealisasikan harapan masyarakat. Ini sangat membantu peningkatan kesejahteraan petani,” tutupnya. (zaa)

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama