Lombok Timur

28/02/26

Bupati Iron jelaskan alasan hadiah umrah untuk dua kades dalam lomba Ramadan

 
Bupati Iron jelaskan alasan hadiah umrah untuk dua kades dalam lomba Ramadan

OPSINTB.com – Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, angkat bicara terkait pro kontra pemberian hadiah umrah kepada dua kepala desa (kades) dalam lomba lampion dan kebersihan desa selama bulan Ramadan.


Menurut H Iron, hadiah umrah tersebut diberikan kepada kepala desa karena mereka merupakan penanggung jawab utama pemerintahan ditingkat desa, termasuk dalam mengoordinasikan berbagai kegiatan masyarakat.


“Ada yang mempertanyakan kenapa lomba lampion dan kebersihan desa di bulan Ramadan hadiahnya umrah untuk kepala desa. Karena kepala desa adalah pimpinan di desa, dia yang mengomandoi, dia yang memerintah dan bertanggung jawab atas kegiatan di wilayahnya,” ucap H Haerul, Jumat (27/2/2026)


Ia menjelaskan, kegiatan lampion yang meriah selama Ramadan tetap melibatkan pemuda dan seluruh elemen masyarakat. Namun, secara struktural seluruh kegiatan tersebut berada di bawah koordinasi pemerintah desa yang dipimpin kepala desa.


“Pemuda dan masyarakat itu bagian dari pemerintahan desa juga. Jadi kepala desa tetap menjadi penggerak dan penanggung jawabnya,” katanya.


H Iron menambahkan, hadiah umrah tersebut hanya diberikan kepada dua kepala desa, dari wilayah utara dan satu dari wilayah selatan Lombok Timur. Penilaian akan dilakukan oleh tim yang akan segera dibentuk.


“Nanti tim akan menyebar untuk melakukan penilaian secara independen, tidak ada keberpihakan. Desa mana yang terbaik dan paling bersih, itulah yang berhak mendapatkan hadiah umrah,” jelasnya.


Ia juga menegaskan bahwa hadiah umrah tersebut bukan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, pembiayaan hadiah sepenuhnya berasal dari donatur dan bukan menggunakan uang rakyat.


“Hadiah ini bukan dari uang APBD, bukan dari uang rakyat. Ini dari  donatur," pungkasnya. (zaa)

Rukhidatun Aini, siswi cantik SMPN 3 Montong Gading raih medali emas di Olimpiade GSO

 
Rukhidatun Aini, siswi cantik SMPN 3 Montong Gading raih medali emas di Olimpiade GSO

OPSINTB.com - Sekilas Rukhidatun Aini, nampak sederhana. Tutur bahasanya dan pembawaannya menunjukan dia hanya anak biasa-biasa saja.


Mungkin karena berasal dari dusun, jadi pembawaannya persis seperti anak kampung seusianya. Tak ada yang nampak istimewa dari perangainya. 


Rukhidatun Aini, tinggal di Montong Tanggo, Desa Montong Betok, Kecamatan Montong Gading dari keluarga petani. Mungkin itu faktor yang membentuknya.


Hidup dan perangainya boleh sederhana, tapi tidak dengan prestasinya. Aini, sapaan akrabnya sebagai salah satu orang yang membawa harum nama tempat tinggalnya, sekolah, bahkan daerah. 


Pasalnya, remaja 15 tahun ini mampu menaklukan kompetisi nasional. Tak tanggung, dirinya meraih medali emas dalam ajang olimpiade tingkat nasional Garuda Science Olympiad (GSO) dan mewakili Nusa Tenggara Barat.


Siswi kelas sembilan yang berprestasi dari SMP Negeri 3 Montong Gading ini, membuktikan keterbatasan bukan penghalang untuk mengubur mimpi. Tekad serta semangatnya yang sekuat baja, mampu melewati batasan itu.


Prestasinya di panggung nasional itu, berawal dari media sosial. Perjalanan Aini menuju medali emas bermula dari informasi yang ia dapatkan melalui teman-temannya. 


"Seorang teman mengirimkan tautan pendaftaran lomba beserta kisi-kisi materi yang bisa dipelajari," ucapnya saat ditemui di sekolahnya, Sabtu (28/2/2026).


Awalnya, ia hanya mencoba untuk daftarkan diri tak ada target karena dirinya sadar dari kampung. Meski tak ada goals, dirinya tetap belajar dari kisi-kisi yang dibagikan. 


Bagai gayung bersambut, usahanya membuahkan hasil. Pada tahap awal di tingkat provinsi, ia berhasil meraih juara tiga. Prestasi itu menjadi motivasi untuk terus melangkah lebih jauh.


"Waktu itu saya daftar lagi karena ingin menambah sertifikat supaya bisa masuk sekolah impian," terangnya.


Kompetisi tingkat nasional diikuti lebih dari 200 peserta per grup, dengan total peserta diperkirakan mencapai ribuan dari seluruh Indonesia. 


Dari Lombok Timur, Aini menjadi salah satu yang berhasil menembus seleksi hingga tingkat nasional.


Di balik keberhasilannya, ada cerita perjuangan yang sederhana namun penuh makna. Tantangan terbesarnya bukan soal materi pelajaran, melainkan keterbatasan fasilitas.


“Cuma HP lowbat sama nggak ada kuota,” katanya sambil tersenyum simpul.


Untuk persiapan lomba, Aini belajar mandiri. Ia menyalin kisi-kisi materi dan memperdalam pelajaran yang sudah dipelajari di sekolah. 


Saat mengalami kesulitan, akuinya, dirinya bertanya kepada guru. Sesuai mata pelajaran yang dilombakan meliputi Bahasa Indonesia, Pendidikan Agama Islam, dan Bahasa Inggris.


Aini memang aktif mengikuti berbagai olimpiade tingkat nasional. Meski tidak selalu meraih juara, ia tetap mendapatkan sertifikat sebagai peserta. 


"Sudah lima hingga enam kali saya mengikuti olimpiade nasional," ujarnya.


Sementara itu, Prestasinya tak hanya di bidang akademik. Ia juga pernah mengikuti seleksi undangan dari institusi kepolisian setelah adanya sosialisasi di sekolah. 


Dari delapan pendaftar, hanya tiga yang lolos seleksi administrasi dengan syarat nilai di atas 8,5 pada mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA. 


"Saya juga termasuk salah satunya yang lolos seleksi,"bebernya


Waka Kesiswaan SMP Negeri 3 Montong Gading, Hilman, mengungkapkan rasa bangga atas prestasi siswinya tersebut.


"Alhamdulillah, prestasi ini sangat membanggakan dan kami berharap bisa menjadi motivasi bagi adik-adik kelasnya, khususnya kelas 7 dan 8, untuk terus berjuang meraih prestasi di berbagai bidang," ujarnya.


Menurutnya, sekolah memiliki banyak program pengembangan diri melalui konsep Sekolah Penggerak dan project ekstrakurikuler setiap semester.


Program tersebut mencakup keterampilan tata boga, pembibitan tanaman, perikanan, hingga pelestarian budaya seperti adat sorong serah menggunakan bahasa halus Sasak.


Tak hanya akademik, pembinaan karakter juga menjadi prioritas. Sekolah aktif menggalakkan program anti-bullying, pembinaan keagamaan seperti tahfiz dan seni baca Al-Qur’an, serta gerakan peduli lingkungan melalui program grebek sampah dan pengolahan sampah plastik menjadi produk kreatif.


“Pesan yang selalu kami tanamkan kepada siswa adalah masa depan yang baik dipersiapkan dengan baik. Belajar giat, bersosialisasi dengan baik, aktif dan kreatif dalam pembelajaran,” kata Hilman.


Secara akademik maupun non-akademik, SMP Negeri 3 Montong Gading dikenal sebagai salah satu sekolah yang unggul di Kecamatan Montong Gading. 


"Kita bahkan kerap mewakili Lombok Timur hingga tingkat provinsi dalam berbagai lomba," tandasnya. (zaa)

Lelang randis di Lombok Timur akan dimulai awal Maret

 
Lelang randis di Lombok Timur akan dimulai awal Maret

OPSINTB.com - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Kasubdit Pemindah Tanganan dan Pengamanan Aset Daerah, memastikan proses pelelangan kendaraan dinas dan barang milik daerah saat ini masih dalam tahap administrasi dan verifikasi.


Kasubdit Pemindah Tanganan dan Pengamanan Aset Daerah Kabupaten Lombok Timur, Yunia, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan lelang secara online ke KPKNL Mataram sejak Jumat pekan lalu. Di hari yang sama, pihaknya juga menerima perbaikan dari lembaga tersebut. 


"Saat ini kami masih dalam proses perbaikan dan pengunggahan dokumen secara online. Insya Allah hari ini selesai dan tinggal menunggu verifikasi kembali," ucapnya Sabtu (28/2/2026).


Menurutnya, proses unggah dokumen memerlukan waktu karena seluruh berkas kendaraan, termasuk BPKB dan STNK, harus diunggah secara lengkap ke sistem. Sejak Senin lalu hingga hari ini, tim masih melakukan proses tersebut.


Setelah pengajuan online diverifikasi kata Yunia, pihaknya akan menyerahkan berkas fisik ke KPKNL Mataram untuk kemudian menunggu jadwal resmi pelaksanaan lelang. 


"Kemungkinan lelang dimulai minggu depan atau awal Maret," jelasnya.


Yunia menegaskan, lelang akan diumumkan secara terbuka dan dapat diikuti masyarakat Lombok Timur maupun luar daerah. Peserta cukup membuat akun pada situs resmi lelang pemerintah.


Ia juga mengingatkan agar masyarakat segera membuat akun karena proses verifikasi akun oleh KPKNL memerlukan waktu. Jika terdapat kendala verifikasi, masyarakat dapat menghubungi layanan pelanggan KPKNL Mataram untuk mendapatkan penjelasan.


Sistem penawaran dan uang jaminan dalam mekanisme lelang, peserta diwajibkan disetorkan sebelum mengikuti proses bidding. Langkah itu tak membuat otomatis menjadikan peserta sebagai pemenang.


“Namanya lelang, ada proses tawar-menawar. Siapa yang menawar dengan harga tertinggi sampai batas waktu yang ditentukan, dia yang menjadi pemenang,” tegasnya.


Pemenang lelang wajib melunasi sisa pembayaran sesuai harga penawaran tertinggi. Setelah pelunasan dan pengambilan kuitansi di KPKNL Mataram, barulah kendaraan beserta dokumen seperti BPKB dan STNK dapat diserahterimakan.


Kendaraan lama hingga besi

rongsokan barang yang dilelang terdiri atas dua kategori, yakni dijual per unit dan dalam bentuk besi rongsokan. 


"Untuk besi rongsokan, penjualan dilakukan berdasarkan berat dengan harga yang telah ditetapkan,"terangnya


Sebagian kendaraan yang dilelang merupakan aset lama, bahkan ada yang berasal dari tahun 1980-an dan 1990-an, yang selama ini tersimpan di gudang masing-masing instansi.


Yunia menegaskan bahwa penghapusan kendaraan dinas tidak dapat dilakukan secara langsung tanpa melalui proses lelang resmi. Penentuan harga pun dilakukan oleh penilai independen, bukan oleh pemerintah daerah.


“Apapun kondisinya, baik masih lengkap maupun tidak ada STNK atau BPKB, harga akan disesuaikan oleh penilai berdasarkan kondisi saat penilaian,” bebernya. (zaa)

27/02/26

Bocah 4 tahun yang terseret arus di Selong ditemukan di Sumbawa, Bupati Lotim fasilitasi penjemputan

 
Bocah 4 tahun yang terseret arus di Selong ditemukan di Sumbawa, Bupati Lotim fasilitasi penjemputan

OPSINTB.com - Akhirnya Azril Filah Busairi (4) tahun yang tersert arus air drainase di Selong, Kecamatan Selong, Lombok Timur pada Selasa (24/2/2026) lalu ditemukan, setelah 5 hari menghilang. Azril ditemukan di Pulau Moyo, Kabupaten Sumbawa.


Kabar penemuan tersebut disampaikan pada Jumat malam (27/2/2026), sekitar pukul 20.00 Wita. 


Mendapatkan informasi tersebut, Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, langsung mendatangi rumah keluarga korban di Kelurahan Selong, untuk memberikan dukungan serta memastikan seluruh biaya penjemputan anak tersebut ditanggung oleh pemerintah daerah.


Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin mengaku bersyukur atas kabar ditemukannya anak yang sempat hilang setelah terseret arus air tersebut.


"Saya atas nama pemerintah sangat bersyukur mendengar informasi bahwa anak kecil yang hanyut dan berhari-hari dicari oleh Tim sar, polisi, tentara, dan seluruh elemen masyarakat akhirnya ditemukan di Pulau Moyo," terang Bupati Haerul Warisin pada Jumat malam.


Sebagai manusia, kata dia, memang tak boleh tidak percaya, karena tidak ada yang mustahil di dunia ini. Ia berharap anak yang ditemukan tersebut benar merupakan warga Selong yang selama ini dicari, sehingga keluarga dapat segera merasa tenang. 


Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, siap memfasilitasi seluruh kebutuhan penjemputan, mulai dari kendaraan hingga biaya bahan bakar dan akomodasi.


"Kita 100 persen menanggulangi seluruh biaya. Ini bentuk tanggung jawab pemerintah dalam melindungi masyarakat," tegasnya.



Selain itu, Bupati juga mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat musim hujan. Ia menyoroti kondisi saluran air dan sungai di wilayah Selong yang kerap meluap dan berbahaya.


"Ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Orang tua harus betul-betul menjaga anak-anaknya, jangan sampai bermain di kali saat musim hujan. Apalagi pada usia yang belum mampu menolong diri sendiri, itu sangat berbahaya," katanya.


Sementara itu, ayah korban, Busairin, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Lombok Timur atas perhatian dan bantuan yang diberikan. 


Ia mengatakan, pemerintah daerah telah menjanjikan seluruh biaya dan akomodasi untuk keberangkatan ke Sumbawa guna menjemput anaknya.


Busairin juga menceritakan kronologi awal kejadian. Saat itu, korban sempat bertengkar dengan adiknya. Azril keluar rumah tanpa sepengetahuannya.


“Saya tidak tahu dia keluar rumah karena saat itu saya sedang tidur. Tahu-tahu sudah tidak ada,” ujarnya.


Azril Filah Busairi merupakan anak pertama dari istri yang kedua. Hingga kini, pihak keluarga bersiap untuk berangkat ke Sumbawa guna memastikan anak tersebut. (zaa)

Menteri KKP kunjungi KNMP Ekas Buana, setujui SPBN dan bakal memberikan 10 kapal untuk nelayan

 
Menteri KKP kunjungi KNMP Ekas Buana, setujui SPBN dan bakal memberikan 10 kapal untuk nelayan

OPSINTB.com - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, melakukan kunjungan kerja ke Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Jumat (27/2/2026).


Dalam kunjungan tersebut, Menteri menyetujui usulan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) serta bantuan 10 unit kapal bagi nelayan setempat.


Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kunjungan dan perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat pesisir di Lombok Timur.


"Atas nama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dan masyarakat, kami menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya, matur tampiasih atas kunjungan kerja Bapak Menteri di Desa Ekas Buana," ucap Bupati Haerul Warisin.


Orang nomor satu di Gumi Patuh Karya itu memaparkan, Kabupaten Lombok Timur memiliki panjang garis pantai sekitar 220 kilometer yang menyimpan potensi besar di sektor perikanan tangkap, budidaya, hingga pariwisata bahari. 


Di wilayah Ekas Buana, imbuhnya, masyarakat mengembangkan budidaya lobster dan ikan kerapu dengan keramba jaring apung, sekaligus menjadi kawasan wisata surfing dan kuliner terapung. 


Bupati menegaskan keberadaan daripada kampung nelayan merah putih masih ada kekurangan diantaranya yang merupakan kebutuhan mendesak nelayan. Utamanya terkait ketersediaan bahan bakar dan sarana tangkap.


“Yang pertama adalah SPBN. tentu sangat sulit dari pertamina izinnya. Mudah-mudahan izin kami dapatkan sehingga BUMD kami, PT Energi Selaparang, bisa mendirikan SPBN di sini,” katanya.


Saat menjabat Wakil Bupati Lotim periode 2013–2018, kenangnya, pihaknya telah membangun dua SPBN yang dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), masing-masing berlokasi di Tanjung Luar dan Pelabuhan Haji.


Tanjung luar, kata dia, saat ini menjadi salah satu dari empat desa yang sedang diusulkan untuk berdirinya kampung nelayan merah putih ada 4 lokasi.


Selain SPBN, Bupati juga memohon bantuan kapal dan mesin bagi nelayan yang sebagian besar dalam kondisi rusak.


"Kapalnya tidak ada, mesin-mesin banyak yang hancur. Mudah-mudahan kami bisa dibantu, Pak Menteri,"ungkapnya.


Dalam kesempatan itu H Haerul, menyinggung angka kemiskinan di Lombok Timur yang masih berada di kisaran 13,43 persen lebih dari total penduduk sekitar 1,5 juta jiwa. Kontribusi cukup besar, terangnya, berasal dari masyarakat nelayan. 


Namun demikian dirinya meyakini dengan adanya kampung nelayan, sebanyak 10 ton ikan yang bisa disimpan. Pada saat tangkapan bayak tidak usah di jual taruh disitu tetap Mahal. 


Nantinya akan dikembalikan dengan tata niaga koperasi, Pemkab Lotim akan turun tangan memanfaatkan badan usaha milik daerah untuk membantu.


Selanjutnya, dirinya menyebut prihal program Makan Bergizi Gratis (MBG), menurutnya dari seluruh Kabupaten di NTB Lombok Timur paling banyak dapurnya lebih daripada 250 buah.


"Bisa dihitung pak Mentri, penduduk kami satu setengah juta, mbg kami 250 lebih. Berapa kebutuhan ikannya, berapa kebutuhan udangnya, berapa kebutuhan sayurnya dan sebagainya. Nah, sehingga tentu alhamdulillah, KNP-KNP seperti ini masih kami butuhkan,"ujarnya


Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono memastikan, pemerintah pusat akan membantu kebutuhan nelayan di wilayah tersebut.


"Permintaan Pak Bupati untuk SPBN nanti segera kita tindak lanjuti. Yang mengelola adalah pemerintah daerah melalui BUMD," tegasnya.


Terkait sarana tangkap, Menteri menyatakan KKP akan menyalurkan bantuan 10 unit kapal lengkap dengan mesin. Kalau kapalnya masih bagus tapi mesinnya rusak, pihaknya akan mebantu mesinnya.


Menteri juga menyoroti banyaknya keramba di perairan Ekas dan meminta jajaran direktorat terkait untuk melakukan penataan serta memberikan dukungan tambahan.


Ia mengingatkan masyarakat agar menjaga fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih yang telah dibangun pemerintah.


"Kalau senang dibangun kampung nelayan ini, tolong dijaga dan dikelola dengan baik. Ini milik saudara-saudara semua, dibangun untuk memerangi kemiskinan," katanya.


Selain itu, Menteri mendorong agar benih bening lobster (BBL) tidak lagi dijual keluar, melainkan dibudidayakan di dalam negeri agar memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.


"Kalau enggak punya keramba, minta sama pak Jejen. Kalau enggak bisa akses pak Jejen melalui pak bupati, ya langsung akan kita bantu," tandasnya. (zaa)

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama