Lombok Timur

18/03/26

Kak Ofik terima SK perpanjangan jabatan sebagai Sekda Lombok Timur

 
Kak Ofik terima SK perpanjangan jabatan sebagai Sekda Lombok Timur

OPSINTB.com - Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) perpanjangan jabatan H Muhammad Juaini Taofik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda). Hal itu setelah mendapati persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).


Momen penting ini berlangsung di Pendopo Bupati dirangkaikan dengan acara pembayaran zakat serentak di lingkup Pemerintah Daerah dan masyarakat Lombok Timur. Penyerahan SK tersebut turut didampingi oleh Wakil Bupati, H Moh Edwin Hadiwiaya, Rabu (18/3/2026).


Bupati Lombok Timu, H Haerul Warisin mengatakan, keputusan memperpanjang masa jabatan Juaini Taofik (Kak Ofik) bukanlah tanpa alasan. Menurutnya, keputusan ini merupakan hasil evaluasi mendalam terhadap kinerja selama setahun terakhir


Menurut pria yang karib disapa H Iron ini, selama satu tahun satu bulan menjabat sebagai bupati, dirinya terus memantau kinerja yang bersangkutan. Dirinya melihat adanya komunikasi yang baik lintas OPD. 


"Saya melihat komunikasi dan kerja sama antar perangkat daerah berjalan sangat baik di bawah kepemimpinan beliau sebagai Sekda," ucap Haji Iron di hadapan para tamu undangan.


Orang nomor satu di Gumi Patuh Karya ini menjelaskan, peran Sekda sangat krusial sebagai dapur pemerintahan yang harus mampu merawat stabilitas dan gerak roda birokrasi. Juaini Taofik dinilai mampu memberikan dukungan penuh terhadap tugas-tugas bupati dalam memajukan daerah.


Beberapa poin krusial yang menjadi penilaian tim Panitia Seleksi (Pansel) meliputi Strategi dalam memajukan Lombok Timur, Kemampuan mengelola koordinasi lintas sektor secara harmonis, dan Kepatuhan terhadap regulasi dan administrasi yang berlaku.


"Pertanyaan dari tim Pansel sangat tajam, termasuk bagaimana menjadi dapur yang baik untuk merawat semuanya. Ternyata, beliau lulus dan saat diajukan ke pusat, semuanya clear secara aturan. Tidak ada masalah, maka langsung kita tetapkan," tegasnya


Pemilihan waktu penyerahan SK yang bertepatan dengan Nuzulul Qur'an dan pembayaran zakat ini seolah menjadi simbol keberkahan bagi birokrasi di Lombok Timur.


Dengan diperpanjangnya jabatan Juaini Taofik, diharapkan akselerasi program pembangunan daerah dapat terus terjaga tanpa hambatan transisi kepemimpinan di tingkat sekretariat daerah. (zaa)

17/03/26

Organisasi nasional dan internasional siap perkuat program pembangunan di Lombok Timur

 
Organisasi nasional dan internasional siap perkuat program pembangunan di Lombok Timur

OPSINTB.com - Pemerintah Daerah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lombok Timur membuka ruang kerja sama dengan berbagai lembaga nasional maupun internasional. Hal ini dilakukan guna memperkuat pembangunan dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.


Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kabupaten Lombok Timur, Lalu Bagus Wikrama menyampaikan, sejumlah organisasi saat ini tengah menjalin dan memperpanjang kerja sama dengan pemerintah daerah.


Beberapa lembaga baru akan mulai melaksanakan kegiatan di Lombok Timur, sementara sebagian lainnya melanjutkan program yang telah berjalan sebelumnya.


Salah satu organisasi yang akan memulai kegiatan adalah International Organization for Migration (IOM), sebuah organisasi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bergerak dalam penanganan isu migran.


“Lombok Timur menjadi salah satu dari dua kabupaten di Indonesia yang menjadi lokus kegiatan IOM, selain Kabupaten Cilacap,” kata Wikrama, Selasa (17/03/2026)


Lalu Bagus menjelaskan, pemilihan Lombok Timur sebagai lokasi program, karena salah satu wilayah dengan jumlah pekerja migran yang cukup tinggi.


Melalui program tersebut, IOM akan membantu memperkuat tata kelola migrasi pekerja migran, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten hingga desa.


Penguatan tata kelola tersebut tidak hanya menyasar organisasi pemerintah, tetapi juga perusahaan penyalur pekerja migran serta masyarakat yang terlibat dalam proses migrasi.


“Harapannya, tata kelola pekerja migran di Lombok Timur bisa berjalan lebih baik sehingga tidak terjadi lagi persoalan yang merugikan para pekerja migran,” ujarnya.


Program tersebut direncanakan mulai diluncurkan pada pertengahan Mei tahun 2026. Saat ini tim IOM, kata dia, masih melakukan asesmen untuk memetakan kondisi di lapangan sebelum pelaksanaan kegiatan dimulai.


Selain itu, lembaga filantropi Dompet Dhuafa juga akan mulai menjalankan program di Lombok Timur pada tahun ini. Kegiatan yang direncanakan difokuskan pada penguatan kesehatan remaja.


Menurut Lalu Bagus, program tersebut dinilai penting karena kelompok remaja membutuhkan pembinaan dan penguatan agar mampu menjaga kesehatan serta kualitas hidupnya.


“Saat ini mereka juga masih melakukan asesmen untuk menentukan fokus kegiatan yang akan dilaksanakan di Lombok Timur,” katanya.


Pelaksanaan program tersebut nantinya akan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar kegiatan berjalan secara terkoordinasi dan komprehensif.


Di sisi lain, organisasi Seameo recfon juga akan memperpanjang kerja samanya dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.


Program tersebut telah berjalan sejak tahun 2020 dan dinilai memberikan sejumlah dampak positif bagi masyarakat.


Lalu Bagus menyebutkan, kerja sama tersebut selama ini berkontribusi dalam penguatan konvergensi penanganan stunting serta peningkatan ketahanan masyarakat terhadap bencana.


“Sejak 2020 hingga sekarang sudah banyak perubahan yang dilakukan, terutama dalam penguatan konvergensi stunting dan respon terhadap kondisi bencana,” ujarnya.


Ke depan, pemerintah daerah berharap berbagai program dari lembaga-lembaga tersebut mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari peningkatan tata kelola pekerja migran, perbaikan kesehatan remaja, hingga penguatan ketahanan terhadap bencana.


Pemerintah daerah, lanjutnya, akan tetap melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh mitra kerja sama tersebut.


“Monitoring dan evaluasi penting dilakukan untuk melihat sejauh mana progres kegiatan serta memastikan target yang ditetapkan dapat tercapai,” kata Wikrama.


Adapun lokasi pelaksanaan program nantinya akan difokuskan pada desa-desa dengan jumlah pekerja migran tinggi, serta wilayah yang masih memiliki angka stunting relatif tinggi di Kabupaten Lombok Timur. (zaa)

Pertama di NTB, Loteng angkat Pejabat Eselon II dengan sistem Manajemen Talenta

 
Pertama di NTB, Loteng angkat Pejabat Eselon II dengan sistem Manajemen Talenta

OPSINTB.com - Bupati Lombok Tengah (Loteng), H Lalu Pathul Bahri melantik sembilan Pejabat Tinggi Pratama atau Eselon II di lingkungan Pemkab Loteng pada Senin (16/3/2026) sore.


Pelantikan berdasarkan SK Bupati Loteng Nomor 165 Tahun 2026. ‘’Dengan ini secara resmi melantik saudara-saudari dalam jabatan yang baru di lingkungan Pemkab Loteng. Saya percaya bahwa saudara akan melaksanakan perintah dengan sebaik-baiknya,’’ ucap Pathul.


Adapun pelantikan ini, kata dia, guna mengisi kekosongan di level pimpinan perangkat daerah di Loteng. Agar program-program kegiatan yang telah direncanakan sesuai visi misi pemda dapat berjalan maksimal.


‘’Perlu saya sampaikan juga bahwa pelantikan hari ini adalah pelantikan pertama dengan menggunakan Manajemen Talenta, sekaligus yang pertama juga di NTB,’’ terangnya.


Perlu diketahui, Pathul melanjutkan, Loteng merupakan satu-satunya daerah yang telah memperoleh rekomendasi penggunaan Manajemen Talenta dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).


‘’Alhasil kita tidak lagi menggunakan seleksi terbuka yang dilakukan oleh pansel untuk menjaring suksesor untuk menduduki Jabatan Eselon II,’’ kata dia.


Kepada para pejabat Eselon II yang dilantik hari ini, Pathul berpesan agar menjadi teladan atau rolle model di unit kerja masing-masing. ‘’Jagalah amanah ini dengan sebaik-baiknya. Kerja ikhlas, berintegritas dan jaga profesional serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.’’


Berikut sembilan nama sembilan nama Pejabat Tinggi Pratama atau Eselon II yang dilantik: Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Lalu Muhammad Hilim, Kepala Dinas Kesehatan dr Mamang Bagiansyah, Kepala Dinas Pariwisata Lalu Muhammad Hatta, Kepala DP3AP2KB H Kusriadi.


Selanjutnya Kepala DPMPTSP Dalilah, Kepala Dinas Perhubungan Hj Baiq Sri Damayanti Wiradharma, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lalu Setiawan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Muji Purwandi. (wan)

14/03/26

Anggota DPRD Lotim bersama Wabup edukasi warga Masbagik pencegahan dan penurunan stunting

 
Anggota DPRD Lotim bersama Wabup edukasi warga Masbagik pencegahan dan penurunan stunting

OPSINTB.com - Ratusan warga Kecamatan Masbagik menghadiri kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penurunan Stunting Tahun Ajaran 2026 yang digelar pada Sabtu pagi. Acara yang berlangsung di sebuah tempat umum ini merupakan inisiatif dari anggota DPRD Lombok Timur, H. Lalu Hasan Rahman, sebagai bagian dari program tahunan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, khususnya dalam mencegah stunting.


Dalam sambutannya, H. Lalu Hasan Rahman yang juga merupakan wakil rakyat dari daerah pemilihan Lombok Timur (Lotim) menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran warga. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi sekaligus mencari ilmu di bulan suci Ramadan.


"Saya jarang bertemu dengan bapak-ibu sekalian, terutama di bulan puasa. Melalui kegiatan ini, saya ingin mengumpulkan kita semua dalam kebersamaan dan silaturahmi," ujarnya.


Ia juga menyoroti pentingnya layanan kesehatan yang mudah diakses. Pada acara tersebut, pihaknya menghadirkan Kepala Puskesbeserta seluruh staf yang memberikan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat, mulai dari cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga asam urat.


"Ini gratis, padahal biasanya di tempat lain kita harus bayar Rp25.000 hingga Rp100.000 untuk satu kali cek. Alhamdulillah, hari ini Puskesmas hadir melayani kita semua," tambahnya.


H. Lalu Hasan Rahman menjelaskan bahwa kegiatan ini menyasar sejumlah dusun yang dianggap membutuhkan, namun ke depan akan terus diperluas seiring dengan komitmen bersama antara dirinya, Wakil Bupati, dan Bupati Lombok Timur. Ia juga menyebutkan program pemerintah seperti bantuan ekonomi senilai puluhan miliar rupiah untuk mengangkat derajat masyarakat.


"Kita harus bersyukur, baik yang mendapat bantuan maupun tidak. Jangan sampai saling mengumpat. Masyarakat Lombok Timur dikenal religius dan memiliki jiwa sosial tinggi, terbukti saat ada musibah, kita semua bergotong royong," pesannya.


Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Timur, H. Mohammad Edwin Hadiwijaya, yang turut hadir memberikan pemahaman mendalam mengenai stunting. Ia menjelaskan bahwa stunting adalah kondisi di mana berat badan dan tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya. Hal ini ditentukan melalui hasil penimbangan dan pengukuran di posyandu oleh para kader.


"Penyebab stunting tidak hanya dari makanan, tapi juga dari lingkungan, kebersihan, dan sanitasi. Oleh karena itu, intervensi atau perbaikan gizi menjadi salah satu langkah utama," jelas Wabup Edwin.


Ia menekankan pentingnya peran posyandu yang menjadi garda terdepan dalam memberikan makanan bergizi kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di bawah dua tahun (baduta). Program dapur bergizi atau yang dikenal dengan program EMAS (Makanan Bergizi untuk Anak Sekolah/Masyarakat) disebutnya sebagai salah satu upaya untuk menekan angka stunting.


Wabup Edwin juga mengungkapkan data bahwa terdapat tujuh desa di Lombok Timur yang masuk dalam kategori prioritas karena angka stuntingnya di atas 40 persen, bahkan ada yang mencapai 45 persen. Ketujuh desa tersebut antara lain Sakra Selatan, Kertasari (Kecamatan Labuan Haji), Desa Kabar, Teros (Labuan Haji), Sikur Selatan, Penedagandor, dan jantung.


"Alhamdulillah, untuk Kecamatan Masbagik, khususnya Masbagik Utara, masih relatif aman dan angka stuntingnya lebih baik dibanding desa-desa tersebut," ungkapnya.


Ia berharap melalui sosialisasi ini, para kader dan orang tua semakin paham dalam memantau tumbuh kembang anak serta menjaga kebersihan lingkungan. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berkomitmen untuk terus melakukan intervensi dan edukasi guna menurunkan angka stunting secara signifikan.


Kegiatan diakhiri dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan dialog interaktif antara warga, kader posyandu, serta jajaran pemerintah daerah. (adv)

13/03/26

SPPG Ketapang Raya bantah isu kurma rusak, tegaskan produk aman dan sesuai standar

 
SPPG Ketapang Raya bantah isu kurma rusak, tegaskan produk aman dan sesuai standar

OPSINTB.com - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ketapang Raya, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, dengan tegas membantah isu yang beredar di media online mengenai adanya kurma rusak yang didistribusikan kepada penerima manfaat. Pihak SPPG menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak berdasar.


Mitra dapur SPPG Ketapang Raya, Ardan Fahriza, menegaskan bahwa sebelum berita tersebut beredar, pihaknya telah memastikan kepada seluruh sekolah penerima manfaat untuk segera melaporkan apabila ditemukan kesalahan atau kerusakan pada menu yang disajikan.


"Apa yang disampaikan dalam media online itu kurang tepat. Sebelum berita itu naik, sudah kami pastikan ke semua sekolah agar segera melaporkan jika ada ditemukan kesalahan pada menu yang kami sajikan. Namun tidak ada pihak sekolah yang menyampaikan keluhan seperti yang diberitakan," ucap Ardan Fahriza. Jumat, (13/3/2026).



Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa produk yang disalurkan telah memenuhi standar kualitas yang diharapkan dan dapat diterima dengan baik oleh para penerima manfaat.


Ardan juga menegaskan bahwa sejak awal pihak dapur selalu membuka ruang bagi kritik maupun laporan dari penerima manfaat jika ditemukan menu yang tidak layak.


"Dari awal kami selalu menyampaikan kepada semua penerima manfaat bahwa pihak dapur siap menerima kritik dan akan mengganti apabila menu yang disajikan benar-benar tidak sesuai atau ditemukan kerusakan," katanya.


Terkait proses pengembalian wadah makanan atau todbeng, pihak dapur menjelaskan bahwa mekanisme tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).


Juknis tersebut, kata Ardan, telah disosialisasikan kepada setiap sekolah lengkap dengan penjelasan rinci mengenai prosedur yang harus diikuti. Hingga saat ini, belum ada satu pun sekolah yang menyampaikan keberatan terkait pelaksanaan juknis tersebut.


"Juknis tersebut sudah kami bagikan dan jelaskan kepada semua sekolah. Sampai saat ini juga belum ada sekolah yang menyampaikan keberatan terhadap pelaksanaannya," jelasnya.


Pihak SPPG Ketapang Raya juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Jika terdapat pertanyaan atau keraguan, masyarakat dipersilakan untuk melakukan klarifikasi langsung kepada pihak SPPG.


Selain itu, pihak dapur menyatakan siap memberikan informasi secara terbuka dan transparan mengenai seluruh proses distribusi dan pelayanan yang dilakukan.


"Kalaupun nantinya ada pihak yang datang untuk meminta keterangan, kami dari pihak dapur siap menerima dan memberikan penjelasan," tutupnya. (zaa)

Polres Lombok Timur buka layanan penitipan kendaraan gratis untuk warga yang mudik lebaran

 
Polres Lombok Timur buka layanan penitipan kendaraan gratis untuk warga yang mudik lebaran

OPSINTB.com – Bagi warga yang ingin mudik dan bingung khawatir dengan kendaraannya, tenang. Karena Kepolisian Resor (Polres) Lombok Timur melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) membuka layanan penitipan kendaraan gratis. 


Layanan ini diperuntukkan bagi masyarakat yang bakal mudik Lebaran Idul Fitri untuk memberikan rasa aman bagi warga yang meninggalkan rumah dalam waktu cukup lama.


Kasat Lantas Polres Lombok Timur, Abdul Rachman menjelaskan, masyarakat dapat menitipkan kendaraan langsung di Polres Lombok Timur melalui layanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).



"Mekanismenya masyarakat datang langsung ke Polres, menuju SPKT dan menyampaikan bahwa ingin menitipkan kendaraan karena akan mudik. Kendaraan tersebut bisa dititipkan selama mudik dan diambil kembali saat sudah pulang," ucapnya, Jumat (13/3/2026).


Ia mengatakan, di Lombok Timur terdapat empat titik layanan yang disiapkan. Dua di antaranya berada di pos pengamanan yang berlokasi di Terara dan Pancor.


Menurut Rachman, layanan ini diharapkan menjadi solusi bagi warga yang hendak pulang kampung tanpa membawa kendaraan, sekaligus mengantisipasi kekhawatiran masyarakat terkait keamanan kendaraan yang ditinggalkan di rumah.


"Penitipan ini gratis," tegasnya.


Ia menambahkan, pos pengamanan tersebut juga difungsikan untuk menjaga kelancaran dan kondusivitas lalu lintas, terutama menjelang Lebaran ketika aktivitas masyarakat meningkat.


"Di Terara dan Pancor banyak masyarakat yang berbelanja menjelang Idul Fitri. Oleh karena itu, pos pengamanan difungsikan untuk menjaga kondusivitas lalu lintas," katanya.


Rachman menegaskan, bagi mereka yang hendak menitipkan kendaraannya, tidak didapati ketentuan khusus yang memberatkan masyarakat. Terpenting, kata dia, kendaraan tersebut merupakan milik pribadi dan bukan kendaraan bermasalah.


Bahkan, kendaraan yang masa berlaku surat-suratnya sudah habis tetap diperbolehkan untuk dititipkan selama kepemilikannya jelas.


"Asalkan betul kendaraan milik pribadi, tidak masalah. Namun kami tetap mengharapkan kesadaran pemilik kendaraan untuk mengaktifkan kembali surat-suratnya sebagai kewajiban," jelasnya


Selain itu, pos ketiga berada di Masbagik yang difokuskan pada pelayanan untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan di simpang Masbagik.


Sementara untuk layanan penitipan kendaraan di tingkat Polsek, Rachman menyebut hal tersebut menjadi kebijakan masing-masing wilayah.


"Kalau di Polres sudah jelas ada. Untuk Polsek, itu kebijakan masing-masing," pungkasnya. (zaa)

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama