OPSINTB.com - Dalam perjalanannya masjid menjadi sentra peradaban. Sejarah panjang itu telah dibuktikan puluhan abad yang lalu.
Mulai dari kehidupan ekonomi umat, perkembangan ilmu pengetahuan, hingga pembahasan strategi perang. Perannya sangat nyata bagi kemandirian umat.
Belakangan peran masjid bergeser, jika dibandingkan pase awal keberadaannya. Saat ini, bangunan yang dijuluki rumah Allah itu, kebanyakan hanya dijadikan sebagai tempat ibadah dan menumpuk amal.
Peran penting berupa peradaban itu, sangat diharapkan kembali. Sebab, tak hanya bisa membantu sesama tapi juga mengokohkan kepribadian umat.
Hal itu yang diharapkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, H Muhammad Juaini Taofik. Dirinya menyoroti pentingnya integritas pengurus masjid.
Ia menilai pengelolaan masjid di Pancor memiliki standar transparansi yang tinggi dan patut menjadi contoh. Bahkan, kata dia, pemerintah justru harus belajar manajemen dari pengurus rumah Allah itu.
"Pengurus bekerja sungguh-sungguh tanpa gaji, namun mampu menjaga amanah secara luar biasa. Tradisi transparansi di Pancor merupakan standar moral yang sangat tinggi," tegas Sekda saat menghadiri pelantikan pengurus Masjid Besar At-Taqwa Pancor periode 2026-2030, Jumat malam (17/4/2026).
Dengan jumlah penduduk Lombok Timur yang mendekati 1,5 juta jiwa, dirinya menekankan keterlibatan semua pihak khususnya pengurus masjid. pemerintah, terang Ofik, tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun peradaban sosial.
"Saya berharap Masjid Besar At-Taqwa Pancor dapat berperan sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat," pungkasnya.
Acara pelantikan tersebut turut dihadiri Camat Selong, Lurah Pancor, jajaran pengurus Masjid Besar At-Taqwa Pancor masa bakti 2026 sampai 2030, tokoh agama, tokoh masyarakat Kelurahan Pancor, serta jamaah calon haji.
Dalam kesempatan itu dia memaparkan, sejumlah rencana strategis pemerintah daerah dalam pengembangan masjid dan kawasan sekitarnya. Salah satunya dengan revitalisasi Masjid Agung Al-Mujahidin Selong.
Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 30 miliar untuk revitalisasi Masjid Agung Al-Mujahidin Selong yang akan dikucurkan selama tiga tahun berturut-turut.
Revitalisasi tersebut sekaligus mengintegrasikan kawasan masjid dengan Taman Tugu Selong.
"Anggaran sebesar Rp 30 miliar telah dialokasikan untuk revitalisasi Masjid Agung Al-Mujahidin Selong agar dapat mengikuti perkembangan zaman dan terintegrasi dengan kawasan Taman Tugu," jelasnya.
Di lain sisi, pemerintah juga merencanakan integrasi Masjid Besar At-Taqwa Pancor dengan ruang terbuka publik di sekitarnya.
Konsep tersebut mengacu pada penataan Masjid Besar Masbagik yang kini telah terhubung dengan ruang publik.
Terkait rencana perluasan lahan masjid itu, pemerintah daerah tengah melakukan kajian administratif dan prosedur pengelolaan aset agar proses hibah atau pemanfaatan lahan dapat dilakukan secara akuntabel.
Tahapan tersebut umumnya diawali dengan penyerahan hak pengelolaan selama dua tahun sebelum menjadi hibah penuh.
"Pak Bupati telah memberikan petunjuk agar kajian ini segera diselesaikan sehingga aset tersebut dapat dikelola secara optimal oleh pengurus masjid demi kemaslahatan jamaah," paparnya.
"Pemerintah daerah, berkomitmen mendukung pengembangan masjid strategis melalui pendanaan APBD maupun fasilitasi aset," pungkasnya. (zaa)






follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami