Lombok Timur

18/04/26

Sekda harap masjid jadi pusat peradaban, tak hanya sarana ibadah

 
Sekda harap masjid jadi pusat peradaban, tak hanya sarana ibadah

OPSINTB.com - Dalam perjalanannya masjid menjadi sentra peradaban. Sejarah panjang itu telah dibuktikan puluhan abad yang lalu.  


Mulai dari kehidupan ekonomi umat, perkembangan ilmu pengetahuan, hingga pembahasan strategi perang. Perannya sangat nyata bagi kemandirian umat.


Belakangan peran masjid bergeser, jika dibandingkan pase awal keberadaannya. Saat ini, bangunan yang dijuluki rumah Allah itu, kebanyakan hanya dijadikan sebagai tempat ibadah dan menumpuk amal.


Peran penting berupa peradaban itu, sangat diharapkan kembali. Sebab, tak hanya bisa membantu sesama tapi juga mengokohkan kepribadian umat.


Hal itu yang diharapkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, H Muhammad Juaini Taofik. Dirinya menyoroti  pentingnya integritas pengurus masjid. 


Ia menilai pengelolaan masjid di Pancor memiliki standar transparansi yang tinggi dan patut menjadi contoh. Bahkan, kata dia, pemerintah justru harus belajar manajemen dari pengurus rumah Allah itu. 


"Pengurus bekerja sungguh-sungguh tanpa gaji, namun mampu menjaga amanah secara luar biasa. Tradisi transparansi di Pancor merupakan standar moral yang sangat tinggi," tegas Sekda saat menghadiri pelantikan pengurus Masjid Besar At-Taqwa Pancor periode 2026-2030, Jumat malam (17/4/2026). 


Dengan jumlah penduduk Lombok Timur yang mendekati 1,5 juta jiwa, dirinya menekankan keterlibatan semua pihak khususnya pengurus masjid.  pemerintah, terang Ofik, tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun peradaban sosial. 


"Saya berharap Masjid Besar At-Taqwa Pancor dapat berperan sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat," pungkasnya.


Acara pelantikan tersebut turut dihadiri Camat Selong, Lurah Pancor, jajaran pengurus Masjid Besar At-Taqwa Pancor masa bakti 2026 sampai 2030, tokoh agama, tokoh masyarakat Kelurahan Pancor, serta jamaah calon haji.


Dalam kesempatan itu dia memaparkan, sejumlah rencana strategis pemerintah daerah dalam pengembangan masjid dan kawasan sekitarnya. Salah satunya dengan revitalisasi Masjid Agung Al-Mujahidin Selong. 


Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 30 miliar untuk revitalisasi Masjid Agung Al-Mujahidin Selong yang akan dikucurkan selama tiga tahun berturut-turut. 


Revitalisasi tersebut sekaligus mengintegrasikan kawasan masjid dengan Taman Tugu Selong.


"Anggaran sebesar Rp 30 miliar telah dialokasikan untuk revitalisasi Masjid Agung Al-Mujahidin Selong agar dapat mengikuti perkembangan zaman dan terintegrasi dengan kawasan Taman Tugu," jelasnya.


Di lain sisi, pemerintah juga merencanakan integrasi Masjid Besar At-Taqwa Pancor dengan ruang terbuka publik di sekitarnya. 


Konsep tersebut mengacu pada penataan Masjid Besar Masbagik yang kini telah terhubung dengan ruang publik.


Terkait rencana perluasan lahan masjid itu, pemerintah daerah tengah melakukan kajian administratif dan prosedur pengelolaan aset agar proses hibah atau pemanfaatan lahan dapat dilakukan secara akuntabel. 


Tahapan tersebut umumnya diawali dengan penyerahan hak pengelolaan selama dua tahun sebelum menjadi hibah penuh.


"Pak Bupati telah memberikan petunjuk agar kajian ini segera diselesaikan sehingga aset tersebut dapat dikelola secara optimal oleh pengurus masjid demi kemaslahatan jamaah," paparnya.


"Pemerintah daerah, berkomitmen mendukung pengembangan masjid strategis melalui pendanaan APBD maupun fasilitasi aset," pungkasnya. (zaa)

Penyalahgunaan gas elpiji 3 kg terbongkar, usaha ini jadi sorotan

 
Penyalahgunaan gas elpiji 3 kg terbongkar, usaha ini jadi sorotan

OPSINTB.com - Sengkarut kelangkaan LPG 3 kilo gram di Lombok Timur, sepertinya sudah menemui benang merah. Setelah sidak ditemukan sekitar ribuan tong melon digunakan oleh pengusaha peternak ayam. 


Menemukan hal itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Timur, gelar sosialisasi penggunaan gas elpiji 3 kilogram kepada kelompok peternak ayam di daerah ini. 


Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (17/04/2026) di Pendopo Bupati sebagai tindak lanjut dari persoalan sulitnya masyarakat mendapatkan elpiji subsidi beberapa waktu terakhir.


Merujuk pada edaran Pertamina, kandang ayam termasuk salah satu objek yang tidak diperbolehkan menggunakan elpiji subsidi. Di Lombok Timur, keberadaan kelompok peternak ayam dinilai sangat krusial dalam mendukung perekonomian daerah. 


Oleh karena itu, Pemda berupaya mencari titik keseimbangan sekaligus memberikan solusi terbaik bagi semua pihak.


Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin yang hadir dalam sosialisasi tersebut menyampaikan bahwa berdasarkan hasil evaluasi, kasus kelangkaan seperti ini tidak terjadi pada tahun 2025 lalu. Saat itu, paparnya, stok elpiji dari Pertamina mencukupi. 


Di lain sisi tidak ditemukan faktor yang dapat memicu kekhawatiran kenaikan harga maupun kondisi geopolitik. Dengan demikian, masyarakat tidak melakukan pembelian berlebih atau panic buying. 


"Saat ini, penggunaan elpiji bersubsidi semakin meluas, termasuk oleh pihak yang tidak sesuai peruntukannya," ucap Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin.


Bupati menegaskan, pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan dalam menentukan agen, jumlah pangkalan, maupun kuota elpiji, karena hal tersebut merupakan kewenangan Pertamina. 


Pihaknya, kata dia, hanya bisa mengusulkan penambahan kuota sebagai solusi sementara.


Sebelumnya, Pemkab Lotim telah mengeluarkan edaran mengenai sasaran pengguna elpiji subsidi, yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin.


Sementara bagi peternak dan pelaku usaha seperti hotel, restoran, jasa las, usaha pertanian, tidak diperkenankan menggunakannya. 


"Untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan, Satgas Elpiji yang telah dibentuk akan melakukan pengawasan di lapangan," ujarnya.


Bupati berharap para peternak secara bertahap beralih menggunakan elpiji non subsidi. Dia meminta agar mereka menyiapkan tabung sampai aturannya keluar.


Pemda juga telah mengusulkan kepada pemerintah pusat agar pembelian elpiji subsidi didasarkan pada desil, yakni hanya untuk masyarakat yang masuk dalam desil satu hingga lima.


"Kami berharap masyarakat di luar kategori tersebut mulai beralih ke elpiji non subsidi, termasuk para peternak," terang Iron.


Menurut Bupati, peternak merupakan mitra penting pemerintah dalam memenuhi kebutuhan daging ayam dan telur masyarakat. 


Oleh sebab itu, Pemda berencana membantu proses penukaran tabung gas elpiji bagi peternak, sebagaimana yang telah dilakukan pada kelompok ternak di Kecamatan Suralaga.


Kedepan, ujarnya, jika peternak merasa tidak nyaman dirinya meminta agar mereka melapor untuk dicarikan solusi. Sebab, kata dia, bagian dari menjadi tugas pemerintah.


Bupati berharap para peternak dapat memahami kondisi saat ini dan mendukung langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah daerah. 


"Itulah pentingnya kita memiliki pemahaman yang sama, sehingga Lotim SMART tetap menjadi tujuan kita bersama," tutupnya.


Kegiatan sosialisasi yang diisi dengan dialog ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lombok Timur, Kasat Pol PP, serta sejumlah pimpinan OPD terkait. (zaa)

15/04/26

Dishub Lotim kembalikan trayek bus BIZAM, Pancor, dan Sembalun

 
Dishub Lotim kembalikan trayek bus BIZAM, Pancor, dan Sembalun

OPSINTB.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lombok Timur kembali mengoperasikan trayek kendaraan yang menghubungkan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Pancor, hingga Sembalun.


Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), khususnya kawasan Mandalika.


Kepala Dinas Perhubungan Lombok Timur, Safwan menjelaskan, layanan transportasi tersebut sebelumnya sempat dioperasikan oleh DAMRI dengan skema komersial. 


Namun pada tahun 2026, terjadi perubahan signifikan dengan diterapkannya sistem subsidi serta pergantian operator.


“Untuk tahun 2026 ini, dalam rangka mendukung KSPN, pemerintah membuka kembali jalur tersebut dengan sistem subsidi. Di mana nanti akan difasilitasi oleh PT Sinar Jaya yang memenangkan tender untuk menangani ini,” ucapnya Safwan, Rabu (15/4/026).


Safwan menjelaskan, armada yang digunakan telah disesuaikan dengan kondisi geografis jalur menuju Sembalun yang dikenal menanjak dan berkelok. Minibus jenis Hiace, menggantikan bus besar yang dinilai kurang cocok untuk medan tersebut.


Dari sisi tarif, masyarakat dan wisatawan dapat menikmati layanan ini dengan harga terjangkau, yakni Rp 20.700 untuk rute BIL ke Sembalun maupun sebaliknya, selama penumpang tidak turun di tengah perjalanan. 


"Skema tarif ini disebut mirip dengan sistem layanan berbasis koridor seperti Transjakarta," terangnya.


Saat ini, layanan sudah mulai berjalan secara bertahap sejak pekan lalu. Namun, pihak Dishub masih menunggu kepastian jadwal operasional harian serta rencana peluncuran resmi dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).


“Secara bertahap sudah berjalan sejak Jumat kemarin, tetapi kami masih menunggu informasi resmi terkait jadwal dan launching,” jelasnya.


Adapun rute yang kini dioperasikan merupakan hasil pengembangan dari rencana awal.


Jika sebelumnya dirancang langsung dari BIZAM ke Sembalun, namun pihaknya mengusulkan agar jalur dialihkan melalui Pancor. Usulan tersebut disetujui, sehingga rute yang berlaku saat ini adalah BIZAM, Pancor, Sembalun.


Ia menyebut, saat ini tersedia tiga unit armada, namun baru dua yang beroperasi karena satu unit masih dalam proses pencarian pengemudi. 


"Seluruh armada sementara ditempatkan di Mataram," papar Safwan. (zaa)

Ketua DPRD Lombok Timur ikuti retret nasional di Akmil Magelang

 
Ketua DPRD Lombok Timur ikuti retret nasional di Akmil Magelang

Foto: Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur, Muhammad Yusri.


OPSINTB.com - Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur, Muhammad Yusri mengikuti retret kursus pemantapan pimpinan daerah (KPPD) yang digelar oleh Lemhanas RI.


Retret diikuti oleh Ketua DPRD seluruh Indonesia pada 15-19 April 2026 di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah.


Muhammad Yusri menilai kegiatan ini sangat penting guna memperkuat kapasitas kepemimpinan pimpinan DPRD dalam menyelaraskan pembangunan daerah dengan arah kebijakan nasional.


“Kegiatan ini juga penting untuk memperdalam wawasan kebangsaan kami selaku pimpinan legislatif, agar dapat membawa dampak positif bagi peningkatan kinerja DPRD Kabupaten Lombok Timur,” imbuhnya.


Dalam mengukti retret, Yusri hanya melakukan persiapan sesuai dengan apa yang dipersyaratkan dalam retret Ketua DPRD seluruh Indonesia tersebut. Termasuk persiapan mental. 


“Tidak ada persiapan khusus, sebab seluruh teknis pelaksanaan sudah diatur oleh penyelenggara,” kata politisi Partai Gerindra ini.


Dalam kegiatan tersebut, para Ketua DPRD dari seluruh Indonesia mendapatkan pembekalan strategis, antara lain peningkatan wawasan kebangsaan dan semangat persatuan dalam bingkai NKRI.


Selain itu, peserta juga akan memperdalam pemahaman terkait fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan guna mendukung kinerja pemerintah daerah, khususnya dalam mendorong agenda strategis nasional seperti Asta Cita Presiden RI.


Materi lain yang disampaikan mencakup peningkatan kewaspadaan nasional dalam menghadapi dinamika geopolitik global, serta penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam menjaga stabilitas pembangunan di daerah.


Kegiatan tersebut juga rencananya akan dibuka langsung oleh Presiden RI, H Prabowo Subianto, pada Kamis (16/4/2026), sekaligus memberikan arahan strategis kepada seluruh peserta. (yan)

14/04/26

Kawanan anjing liar serang anak 11 tahun

 
Kawanan anjing liar serang anak 11 tahun

OPSINTB.com - Anak 11 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah diduga diserang kawanan anjing liar. Peristiwa itu berlangsung sekira pukul 16.00 Wita, berlokasi di Dusun Presak, Desa Semaya, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur pada Senin (13/4/2026).


Korban diketahui bernama Riadil Jinan, siswa kelas IV MI Darul Fikri Gelogor Semaya. 


Peristiwa tragis tersebut terjadi saat korban tengah bermain layang-layang bersama temannya di area persawahan yang berjarak sekitar 600 meter dari rumahnya.


Menurut keterangan saksi, secara tiba-tiba empat ekor anjing liar menyerang korban. Melihat kejadian itu yang bersangkutan segera berteriak meminta pertolongan. 


Mendengar teriakan itu, salah seorang warga yang berada tidak jauh dari lokasi tersebut berusaha menolong. Nahasnya yang bersangkutan pun tak luput dari ganasnya serangan gerombolan anjing itu. Buntutnya dia mengalami luka gigitan di bagian tangan.


Usai kawanan anjing itu bisa dapat diusir, Riadil Jinan kemudian dilarikan ke Puskesmas Sikur oleh warga untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun korban dinyatakan meninggal dunia sebelum tiba di fasilitas kesehatan akibat kehabisan darah.


Hasil visum sementara yang dilakukan oleh tenaga medis Puskesmas Sikur menunjukkan bahwa korban mengalami luka gigitan serius di bagian leher, punggung, dan perut yang menyebabkan pendarahan hebat.


Kasi Humas Polres Lombok Timur melalui Kapolsek Sikur, AKP Saiful Hadi, mengamini kejadian tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah penanganan, termasuk visum et repertum, koordinasi dengan unit Inafis Polres Lombok Timur, serta bersama pihak kecamatan dan petugas kesehatan hewan melakukan pengecekan lokasi kejadian dan penanganan terhadap anjing liar yang berpotensi membahayakan masyarakat.


Pihaknya menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi ancaman hewan liar di lingkungan sekitar. Kepolisian bersama instansi terkait, kata dia, saat ini terus melakukan upaya penanganan guna mencegah kejadian serupa.


“Ini merupakan musibah yang sangat memprihatinkan," ucapnya.


Pihak keluarga korban diketahui telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menyatakan tidak akan menempuh jalur hukum serta menolak dilakukan autopsi. (zaa)

13/04/26

Gagal di perantauan, pulang sukses jadi petani anggur dan melon

 
Gagal di perantauan, pulang sukses jadi petani anggur dan melon

OPSINTB.com - Tidak semua orang berhasil merantau. Kadang harus pulang dengan tangan hampa atau bahkan balik kampung hanya nama. 


Belum lagi, kehidupan di perantauan tidak begitu enak. Rasa dahaga, lapar, sakit mereka harus rasakan. 


Di lain sisi, jika gagal tak hanya tidak membawa uang. Tapi juga harus kuat jadi buah bibir tetangga.


Seperti yang dialami Husni Mubarak, pulang tanpa hasil. Sesampai di kampung halaman ia harus merasakan lagi sulitnya ekonomi lantaran gempuran virus Corona 19 (Covid 19).


Saat situasi sulit itu, dirinya mengambil langkah berani. Husni Mubarak, justru terfikir menjadi petani.


Laki-laki Desa Lenek Duren, Kecamatan Lenek, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (NTB) ini justru mengembangkan usaha pembibitan anggur dan bertani melon.


Kini, usaha yang dimulai tahun 2019 lalu menjadi salah satu lokasi wisata pilihan. Pengunjung di tempat itu bisa memetik buah anggur dan melon secara langsung. 


Dalam kondisi tanpa modal, ia mulai mencari peluang lewat media sosial. Ketertarikannya pada tanaman anggur menjadi titik balik kehidupannya.


Ia memulai dengan menjual bibit anggur lokal dengan harga Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu. Dari hasil kecil itu, ia mulai mengembangkan usaha dengan membeli varietas anggur impor.


"Di sinilah saya mulai belajar teknik grafting atau sambung pucuk untuk memperbanyak bibit," kata Husni Mubarak, saat ditemui opsintb.com, Minggu ( 12/04/2026).


Percobaan awalnya tidak langsung berhasil. Dari 200 sambungan, hanya 6 yang hidup. Namun justru dari itulah usaha mulai berkembang.


"Enam itu jadi modal, dan ternyata pasarnya bagus," katanya.


Harga bibit pun terus meningkat. Dari Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu, bahkan ada varietas baru yang mencapai Rp 1 juta per bibit. Dari hasil penjualan bibit anggur, Husni berhasil membangun greenhouse dan memperluas usahanya.


Awalnya, ia hanya fokus pada pembibitan, bukan produksi buah. Namun seiring waktu, permintaan bibit mulai menurun. Dirinya pun mencoba beralih ke produksi buah anggur.


Tak disangka, pasar buah justru lebih menjanjikan. Dengan promosi sederhana melalui media sosial, pembeli mulai berdatangan.


Kini, konsep wisata petik anggur yang ia jalankan justru kewalahan memenuhi permintaan.


"Buah malah kurang, kadang harus dipesan dulu," ujarnya.


Melihat peluang yang lebih luas, Husni kemudian mencoba menanam melon. Hasilnya bahkan lebih menjanjikan dibanding anggur.


Menurutnya, melon lebih diminati karena harganya lebih terjangkau. Dengan berat rata-rata 1,2 kilogram, satu buah melon bisa dibeli berkisar Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu.


"Kalau anggur kan mahal, Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu per kilo. Kalau melon lebih terjangkau untuk semua kalangan," jelasnya.


Dari manajemen justru dirinya menerapkan strategi unik dengan membuahkan dua melon dalam satu tanaman agar pengunjung bisa membeli lebih dari satu varian.


Saat ini, terdapat empat varietas utama melon yang ditanam, seperti lavender, sweet honey, dan beberapa jenis lainnya. 


Sedangkan anggur total varietas yang ditanam mencapai sekitar sepuluh jenis, termasuk Santi, Erli, Adora, Jupiter, Trans, Julian, Akademik, Gosbi, Epres, dan Retros.


Konsep wisata petik sendiri menjadi daya tarik utama. Pengunjung bisa langsung memilih dan memetik buah yang diinginkan.


"Populasi 222 tanaman saja bisa habis setengah hari kalau ramai," ungkapnya.


Pengunjung datang dari berbagai daerah, mulai dari Mataram, Lombok Tengah, hingga Lombok Utara. Bahkan ada yang rela datang jauh hanya untuk merasakan pengalaman petik buah langsung di kebun.


"Dari KLU datang ke sini, beli 10 sampai 12 kilo," terangnya.


Meski begitu, tidak semua pengunjung membeli dalam jumlah besar. Banyak juga yang hanya membeli satu atau dua buah.


Untuk edukasi, Husni hanya memberikan arahan sederhana terkait tingkat kematangan buah saat dipetik.


Perjalanan usahanya tentu tidak selalu mulus. Tantangan terbesar justru datang dari lingkungan sekitar.


Banyak orang yang meragukan pilihannya. Bahkan sampai orang tuanya sendiri.


"Dulu banyak yang bilang ngapain tanam begini, nggak bisa dijual. Dibilang ini kerjaan orang gila," tuturnya sambil tersenyum.


Namun ia tetap melanjutkan usahanya dengan tekad kuat. Seiring waktu, hasil yang terlihat membuat orang-orang di sekitarnya mulai mendukung, bahkan memberikan lahan untuk dikembangkan.


Menurut Husni, tantangan utama dalam memulai usaha hanyalah dua hal yakni modal dan cibiran orang.


Ia mengakui, keberhasilannya tidak lepas dari proses belajar. Dengan latar belakang pendidikan SMP, ia aktif berdiskusi dengan sesama petani, baik secara langsung maupun melalui media sosial.


"Saya nggak malu untuk nanya,” ungkapnya.


Dalam satu kali panen anggur, ia bisa meraih keuntungan bersih sekitar Rp 30 juta dengan masa panen enam bulan.


Sementara melon, dengan masa panen sekitar dua hingga tiga bulan, awalnya hanya menghasilkan Rp 5 juta karena masih tahap belajar.


Kini, usahanya terus berkembang, membuktikan bahwa keberanian untuk mencoba dan konsistensi dapat mengubah keterbatasan menjadi peluang. (zaa)

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama