Lombok Timur

26/03/26

Sistem irigasi tetes jadi solusi kekeringan di wilayah Suela

 

OPSINTB.com - Sebagian besar wilayah Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, didominasi oleh lahan kering. Kondisi ini tentu memiliki tantangan tersendiri.


Kondisinya yang demikian, wilayah ini dikenal penghasil tembakau. Kendati demikian persoalan pertanian tetap saja jadi masalah utama. 


Lantaran itu, solusi yang sifat jangka panjang, utamanya masalah air. Hal ini demi kemajuan pertanian setempat.


Salah satu terobosan yang digaungkan oleh Speaker Kampung melalui jurnalis warga setempat untuk mengubah paradigma pertanian konvensional menuju ekonomi hijau melalui penerapan sistem irigasi tetes.


Direktur Yayasan Speaker Kampung Hajad Guna Roasmadi mengatakan, sistem irigasi tetes bukan hanya solusi efisiensi air, tetapi juga merupakan langkah nyata dalam membangun ketahanan pangan yang ramah lingkungan. Menurutnya warga khususnya petani tak bisa terus bergantung pada musim penghujan.


“Lahan kering di Suela mencapai lebih dari 70 persen dari total lahan pertanian," papar pria yang karib disapa Eros ini, Rabu (25/03/2026).


Menurutnya jika tetap menggunakan cara konvensional, hasil panen akan selalu tidak menentu. Irigasi tetes, kata dia, adalah jawaban. 


Sistem itu, ucapnya, merupakan ekonomi hijau yang sesungguhnya. Tak hanya menghemat air juga meningkatkan produktivitas dan menjaga ekosistem tanah.


Ekonomi hijau, imbuhnya adalah pendekatan pembangunan yang menekankan pada efisiensi sumber daya, rendah karbon, serta inklusivitas sosial. 


Dalam konteks pertanian, sistem irigasi tetes mampu menyalurkan air langsung ke akar tanaman melalui selang berlubang kecil yang terhubung dengan tandon atau sumber air terdekat. 


Teknis ini terbukti mampu mengurangi konsumsi air hingga 50 persen lebih dibandingkan sistem penyiraman konvensional, sekaligus meningkatkan efektivitas pemupukan.


"Saya dua tahun bertani di lahan pertanian, sambil mempelajari solusi lahan kering yang selama ini tidak digarap saat musim panas, setelah saya pelajari irigasi tetes ini adalah solusinya," ungkapnya.


Irigasi tetes ini harus dikampanyekan yang digalakkan oleh Speaker Kampung yang berperan sebagai jembatan aspirasi antara masyarakat dan pemerintah agar bisa dilakukan oleh para petani.


"Irigasi tetes di lahan kering di Kecamatan Suela harus digunakan dengan derigen dengan menyiapkan Reservoar air hujan. Idealnya dalam 1 hektar ada 5 are untuk kolam penampungan air untuk irigasi tetes selama musim kemarau akan terpenuhi," jelas Eros 


Mewakili Kepala Dinas Pertanian Lombok Timur, Kabid Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura 

 Zukiadi, yang turut hadir dalam diskusi tersebut menyatakan dukungan penuh terhadap kampanye ini. 


Ia mengatakan pemerintah daerah tengah menyiapkan program pendampingan dan bantuan paket irigasi tetes bagi desa-desa yang memiliki potensi lahan kering dengan akses air terbatas.


“Kami apresiasi langkah Speaker Kampung yang proaktif mengedukasi petani. Ini sejalan dengan visi kabupaten dalam mempercepat adopsi teknologi pertanian adaptif perubahan iklim,” ujarnya.


Ke depan, diharapkan kampanye ekonomi hijau melalui irigasi tetes dapat meluas ke seluruh desa di Kecamatan Suela. Dengan dominasi lahan kering yang ada, efisiensi air menjadi kunci utama untuk meningkatkan indeks pertanaman dan kesejahteraan petani tanpa merusak lingkungan


Bidang produksi tanaman pangan dan hortikultura. Namun, terdapat bidang lain yang menangani prasarana, yaitu Bidang PSP (Prasarana dan Sarana Pertanian).


Menurutnya, persoalan irigasi dan prasarana lainnya secara domain tugas berada di bidang tersebut.


“Nanti akan saya sampaikan dan laporkan kepada Bapak Kadis pertanian, mengenai program ini," ujarnya. (zaa)

25/03/26

Bupati Lombok Timur sebut stok LPG 3 kg masih aman

 
Bupati Lombok Timur sebut stok LPG 3 kg masih aman

OPSINTB.com - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memastikan ketersediaan LPG 3 kilogram tetap aman dan tidak terjadi lonjakan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), meskipun terjadi peningkatan kebutuhan selama bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.


Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, menegaskan bahwa tidak ditemukan praktik penjualan LPG 3 kg dengan harga yang melampaui HET di lapangan.


Menurutnya, jika masyarakat sempat mengalami kesulitan memperoleh gas bersubsidi tersebut, hal itu lebih disebabkan oleh peningkatan konsumsi.


"Tidak ada kelangkaan dan harga LPG tetap berada di HET. Kalaupun terjadi penggunaan sedikit berlebih, itu merupakan imbas dari meningkatnya kebutuhan selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri," ucapnya, Rabu (25/3/2026).


Ia juga mengatakan bahwa arus mudik masyarakat yang kembali ke kampung halaman turut mempengaruhi lonjakan permintaan LPG di daerah. Meski demikian, pemerintah memastikan pasokan tetap terkendali.


Dari sisi distribusi, Pertamina melalui Sales Branch Manager Rayon 1 NTB, Tommy Wisnu Ramdan, menyampaikan bahwa stok LPG baik di depot maupun agen dalam kondisi aman.


"Untuk wilayah Lombok, penyaluran mencapai sekitar 35 ribu tabung per hari. Khusus menjelang hari raya, kami telah menyiapkan hingga 250 persen dari alokasi harian," jelasnya.


Ia juga mencontohkan peningkatan distribusi di SPBU Sikur, yang biasanya menyalurkan sekitar 50 metrik ton per hari, kini ditingkatkan menjadi 80 metrik ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.


Pada Rabu (25/3/2026) katanya, sebanyak 17.900 tabung LPG 3 kg tambahan disalurkan di Lombok Timur. Dengan penambahan tersebut, total distribusi LPG 3 kg pada hari itu mencapai sekitar 50 ribu tabung.


Pemerintah daerah bersama Pertamina pun mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap membeli LPG sesuai kebutuhan, serta memastikan pembelian dilakukan di pangkalan resmi. (zaa)

24/03/26

Kardi masih menanti rumah yang layak untuk ditempati

Keluarga miskin

OPSINTB.com - Aroma sisa makanan kemarin menerobos celah kecil dinding gedek. Sesekali asap putih mengepul dari celah asbes yang telah lapuk.


Gubuk reyot itu tak hanya dijadikan tempat tinggal. Tapi juga, sebagai dapur untuk makan setiap harinya.


Atap asbes lapuk itu, bocor saat diterjang hujang. Terlebih, saat musim panca roba seperti saat ini.


Kendati demikian, mereka tetap bertahan. Rasa sabar bersama doa yang terus terpatri hanya untuk mendapati tempat tinggal yang layak untuk ditempati.


Begitulah potret rumah memilukan milik Kardi, warga Dusun Mekar Mulya, Dasan Tinggi, Desa Sambelia, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. 


Keluarga Kardi hingga kini masih harus bertahan di rumah yang jauh dari kata layak huni, meski telah 17 tahun membina rumah tangga.


Selama belasan tahun, Kardi berjuang sebagai tulang punggung keluarga dengan bekerja serabutan di kampungnya. Ia pernah menjadi buruh harian hingga bekerja di ladang milik orang lain. 


Namun, penghasilan yang tidak menentu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tanpa mampu memperbaiki kondisi rumah yang semakin rapuh dimakan usia.


Sekitar lima tahun lalu, Kardi mengambil keputusan besar dengan merantau menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Malaysia. Harapan untuk memperbaiki ekonomi keluarga sekaligus membangun rumah layak huni menjadi alasan utamanya.


Namun realita berkata lain. Selama bekerja sebagai PMI, penghasilan yang diperoleh tidak sesuai harapan. Bahkan untuk kebutuhan sehari-hari keluarga pun masih terasa berat.


"Gajinya di sana tidak sesuai harapan. Untuk kebutuhan sehari-hari saja masih sulit, apalagi membangun rumah," ungkap salah seorang dari keluarganya, Selasa (24/03/2026).


Ironisnya, di tengah berbagai program pemerintah terkait penanggulangan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), kondisi rumah Kardi belum tersentuh bantuan.


Padahal, berbagai program dari pemerintah desa hingga pusat, termasuk bantuan sosial dari lembaga seperti Baznas, terus digencarkan.


"Hal ini menimbulkan pertanyaan dikalangan warga, mengapa keluarga yang jelas membutuhkan justru belum mendapat perhatian?," tanyanya.


Sementara itu, istri Kardi tetap setia menunggu di rumah sederhana mereka. Dengan penuh kesabaran, ia menjalani hari-hari dalam keterbatasan sambil berharap adanya bantuan yang datang.


"Istrinya hanya bisa bersabar dan berdoa. Ia berharap suatu hari ada perhatian dari pemerintah atau dermawan," jelasnya. (zaa)


 

20/03/26

Manajemen RSUD Soedjono Selong terapkan piket bergilir selama libur lebaran dan nyepi

 
Manajemen RSUD Soedjono Selong terapkan piket bergilir selama libur lebaran dan nyepi

OPSINTB.com - Guna memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal selama masa libur panjang, manajemen RSUD dr R Soedjono Selong menerapkan sistem piket bergilir bagi jajaran manajemen. Kebijakan ini diberlakukan selama libur Hari Raya Idulfitri dan Hari Raya Nyepi.


Langkah tersebut diambil sebagai bentuk komitmen rumah sakit dalam menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama di tengah potensi peningkatan kebutuhan layanan kesehatan saat periode libur. 


Dengan sistem piket bergilir, setiap unsur manajemen tetap siaga untuk melakukan pengawasan serta pengambilan keputusan apabila diperlukan.


Direktur RSUD dr R Soedjono Selong, dr Anjasmoro menyampaikan, kebijakan ini bertujuan agar seluruh layanan tetap berjalan lancar, baik di Instalasi Gawat Darurat (IGD), rawat inap, maupun unit layanan lainnya.


"Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal selama libur Lebaran dan Nyepi. Oleh karena itu, manajemen tetap siaga melalui sistem piket bergilir," ucapnya, Jumat (20/3/2026).


Selain jajaran manajemen, tenaga medis dan tenaga kesehatan juga telah disiagakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.  Hal ini dilakukan agar pelayanan kepada pasien tidak mengalami gangguan. 


"Termasuk dalam menghadapi kemungkinan lonjakan pasien, khususnya kasus-kasus darurat," kata dr Anjasmoro, Jumat (20/03/2026).


Kepala Bagian Humas RSUD dr R Soedjono Selong, Muksan Efendi menambahkan, kebijakan piket yang diterapkan merupakan bentuk respons cepat dan tanggap dari manajemen dalam menjaga kualitas layanan selama masa libur.


Pihak rumah sakit, kata dia, juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan selama libur.


"Serta tidak ragu memanfaatkan fasilitas layanan kesehatan apabila dibutuhkan," ucap Muksan.


Dengan diterapkannya sistem piket bergilir ini, diharapkan seluruh layanan di RSUD dr R Soedjono Selong tetap berjalan optimal, responsif, dan profesional sepanjang libur Lebaran dan Nyepi. (zaa)

Pemkab Lotim buka sayembara arsitek pembangunan Gedung Wanita dan Taman Rinjani Selong

 
Pemkab Lotim buka sayembara arsitek pembangunan Gedung Wanita dan Taman Rinjani Selong

OPSINTB.com - Di tengah geliat pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melangkah lebih jauh dari sekadar membangun. Mereka ingin menciptakan ikon, sebuah wajah baru bagi Kota Selong di Gumi Patuh Karya, simbol itu tak hanya menjadi kebanggaan namun juga merepresentasikan semangat.


Langkah itu dimulai dengan peluncuran sayembara desain arsitektur tingkat nasional untuk pembangunan Gedung Serbaguna (Gedung Wanita) Selong sekaligus penataan ulang lanskap Taman Rinjani. 


Sayembara ini bukan sekadar kompetisi, tetapi undangan terbuka bagi para arsitek Indonesia untuk menuangkan imajinasi dan gagasan terbaik mereka.


Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lombok Timur, Dewanto Hadi menegaskan, fasilitas yang ada saat ini sudah tidak lagi memadai untuk menampung kegiatan. 


"Kondisi Gedung Wanita saat ini sudah tidak mencukupi untuk acara-acara skala besar. Oleh karena itu, kita membutuhkan gedung baru yang multifungsi," ucap Dewanto Hadi, belum lama ini.


Sayembara ini dibuka bagi seluruh arsitek profesional di seluruh Indonesia untuk membawa ide-ide segar dalam pembangunan daerah. Pemerintah daerah, ucapnya, telah menyiapkan apresiasi fantastis bagi para pemenang dengan total hadiah mencapai ratusan juta; juara satu sebesar Rp 150 juta, juara dua Rp 100 juta, dan juara III Rp 75 Juta.


"Target rampung tahun 2027. Proses pendaftaran telah dibuka sejak 16 Maret dan akan berlangsung hingga 4 April 2026," katanya.


Gedung serbaguna baru ini nantinya dirancang untuk menampung hingga 3 ribu orang dapat digunakan untuk berbagai keperluan dan kegiatan. Sementara itu, revitalisasi Taman Rinjani akan diarahkan menjadi ruang terbuka hijau yang lebih luas dan modern.


"Proyek ini menjadi salah satu program prioritas daerah yang diharapkan mampu meningkatkan estetika kota sekaligus fungsi pelayanan publik," tutup Dewanto. (zaa)

18/03/26

Kak Ofik terima SK perpanjangan jabatan sebagai Sekda Lombok Timur

 
Kak Ofik terima SK perpanjangan jabatan sebagai Sekda Lombok Timur

OPSINTB.com - Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) perpanjangan jabatan H Muhammad Juaini Taofik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda). Hal itu setelah mendapati persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).


Momen penting ini berlangsung di Pendopo Bupati dirangkaikan dengan acara pembayaran zakat serentak di lingkup Pemerintah Daerah dan masyarakat Lombok Timur. Penyerahan SK tersebut turut didampingi oleh Wakil Bupati, H Moh Edwin Hadiwiaya, Rabu (18/3/2026).


Bupati Lombok Timu, H Haerul Warisin mengatakan, keputusan memperpanjang masa jabatan Juaini Taofik (Kak Ofik) bukanlah tanpa alasan. Menurutnya, keputusan ini merupakan hasil evaluasi mendalam terhadap kinerja selama setahun terakhir


Menurut pria yang karib disapa H Iron ini, selama satu tahun satu bulan menjabat sebagai bupati, dirinya terus memantau kinerja yang bersangkutan. Dirinya melihat adanya komunikasi yang baik lintas OPD. 


"Saya melihat komunikasi dan kerja sama antar perangkat daerah berjalan sangat baik di bawah kepemimpinan beliau sebagai Sekda," ucap Haji Iron di hadapan para tamu undangan.


Orang nomor satu di Gumi Patuh Karya ini menjelaskan, peran Sekda sangat krusial sebagai dapur pemerintahan yang harus mampu merawat stabilitas dan gerak roda birokrasi. Juaini Taofik dinilai mampu memberikan dukungan penuh terhadap tugas-tugas bupati dalam memajukan daerah.


Beberapa poin krusial yang menjadi penilaian tim Panitia Seleksi (Pansel) meliputi Strategi dalam memajukan Lombok Timur, Kemampuan mengelola koordinasi lintas sektor secara harmonis, dan Kepatuhan terhadap regulasi dan administrasi yang berlaku.


"Pertanyaan dari tim Pansel sangat tajam, termasuk bagaimana menjadi dapur yang baik untuk merawat semuanya. Ternyata, beliau lulus dan saat diajukan ke pusat, semuanya clear secara aturan. Tidak ada masalah, maka langsung kita tetapkan," tegasnya


Pemilihan waktu penyerahan SK yang bertepatan dengan Nuzulul Qur'an dan pembayaran zakat ini seolah menjadi simbol keberkahan bagi birokrasi di Lombok Timur.


Dengan diperpanjangnya jabatan Juaini Taofik, diharapkan akselerasi program pembangunan daerah dapat terus terjaga tanpa hambatan transisi kepemimpinan di tingkat sekretariat daerah. (zaa)

17/03/26

Organisasi nasional dan internasional siap perkuat program pembangunan di Lombok Timur

 
Organisasi nasional dan internasional siap perkuat program pembangunan di Lombok Timur

OPSINTB.com - Pemerintah Daerah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lombok Timur membuka ruang kerja sama dengan berbagai lembaga nasional maupun internasional. Hal ini dilakukan guna memperkuat pembangunan dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan sosial.


Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kabupaten Lombok Timur, Lalu Bagus Wikrama menyampaikan, sejumlah organisasi saat ini tengah menjalin dan memperpanjang kerja sama dengan pemerintah daerah.


Beberapa lembaga baru akan mulai melaksanakan kegiatan di Lombok Timur, sementara sebagian lainnya melanjutkan program yang telah berjalan sebelumnya.


Salah satu organisasi yang akan memulai kegiatan adalah International Organization for Migration (IOM), sebuah organisasi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bergerak dalam penanganan isu migran.


“Lombok Timur menjadi salah satu dari dua kabupaten di Indonesia yang menjadi lokus kegiatan IOM, selain Kabupaten Cilacap,” kata Wikrama, Selasa (17/03/2026)


Lalu Bagus menjelaskan, pemilihan Lombok Timur sebagai lokasi program, karena salah satu wilayah dengan jumlah pekerja migran yang cukup tinggi.


Melalui program tersebut, IOM akan membantu memperkuat tata kelola migrasi pekerja migran, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten hingga desa.


Penguatan tata kelola tersebut tidak hanya menyasar organisasi pemerintah, tetapi juga perusahaan penyalur pekerja migran serta masyarakat yang terlibat dalam proses migrasi.


“Harapannya, tata kelola pekerja migran di Lombok Timur bisa berjalan lebih baik sehingga tidak terjadi lagi persoalan yang merugikan para pekerja migran,” ujarnya.


Program tersebut direncanakan mulai diluncurkan pada pertengahan Mei tahun 2026. Saat ini tim IOM, kata dia, masih melakukan asesmen untuk memetakan kondisi di lapangan sebelum pelaksanaan kegiatan dimulai.


Selain itu, lembaga filantropi Dompet Dhuafa juga akan mulai menjalankan program di Lombok Timur pada tahun ini. Kegiatan yang direncanakan difokuskan pada penguatan kesehatan remaja.


Menurut Lalu Bagus, program tersebut dinilai penting karena kelompok remaja membutuhkan pembinaan dan penguatan agar mampu menjaga kesehatan serta kualitas hidupnya.


“Saat ini mereka juga masih melakukan asesmen untuk menentukan fokus kegiatan yang akan dilaksanakan di Lombok Timur,” katanya.


Pelaksanaan program tersebut nantinya akan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar kegiatan berjalan secara terkoordinasi dan komprehensif.


Di sisi lain, organisasi Seameo recfon juga akan memperpanjang kerja samanya dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.


Program tersebut telah berjalan sejak tahun 2020 dan dinilai memberikan sejumlah dampak positif bagi masyarakat.


Lalu Bagus menyebutkan, kerja sama tersebut selama ini berkontribusi dalam penguatan konvergensi penanganan stunting serta peningkatan ketahanan masyarakat terhadap bencana.


“Sejak 2020 hingga sekarang sudah banyak perubahan yang dilakukan, terutama dalam penguatan konvergensi stunting dan respon terhadap kondisi bencana,” ujarnya.


Ke depan, pemerintah daerah berharap berbagai program dari lembaga-lembaga tersebut mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari peningkatan tata kelola pekerja migran, perbaikan kesehatan remaja, hingga penguatan ketahanan terhadap bencana.


Pemerintah daerah, lanjutnya, akan tetap melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh mitra kerja sama tersebut.


“Monitoring dan evaluasi penting dilakukan untuk melihat sejauh mana progres kegiatan serta memastikan target yang ditetapkan dapat tercapai,” kata Wikrama.


Adapun lokasi pelaksanaan program nantinya akan difokuskan pada desa-desa dengan jumlah pekerja migran tinggi, serta wilayah yang masih memiliki angka stunting relatif tinggi di Kabupaten Lombok Timur. (zaa)

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama