Lombok Timur

13/01/26

Capaian PAD Lotim tembus 99,5 persen, bupati hadiahi 2 pegawai Bapenda umrah

 
Capaian PAD Lotim tembus 99,5 persen, bupati hadiahi 2 pegawai Bapenda umrah

OPSINTB.com - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) atas keberhasilan mereka menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga mencapai angka 99,5 persen. 


Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, ditemui di sela kunjungannya ke Bapenda memberikan apresiasi dan menyampaikan terimakasih langsung sekaligus menepati janji yang pernah diucapkan sebelumnya. 


Lanjutnya, sebagai bentuk nyata dari apresiasi tersebut, dua orang pegawai terpilih akan diberangkatkan umrah karena dinilai memiliki kinerja terbaik.


"Hari ini saya tepati janji itu. Berdasarkan rekomendasi Kepala Dinas, Sekretaris, dan para Kabid, ada dua orang yang akan langsung saya umrah kan sebagai tanda penghargaan atas dedikasi mereka," ujar bupati saat ditemui Selasa (13/1/2026).


Meskipun capaian saat ini sangat memuaskan, namun Ia menekankan bahwa angka 99,5 persen tersebut merupakan hasil kerja keras sejak bulan Maret hingga Desember. Masih ada kekurangan sebesar 0,5 persen yang berasal dari masa transisi di bulan Januari dan Februari yang harus segera dituntaskan.


Dia menegaskan, hasil itu tak boleh langsung merasa puas. Pihaknya baru akan benar-benar gembira jika capaian melampaui 100 persen. 


Dirinya minta sisa 0,5 persen ini segera dicari solusinya agar semua kewajiban pajak benar-benar clear.


Selain itu, Bupati yang akrab disapa Iron itu, juga menyoroti masih adanya wajib pajak di beberapa sektor seperti restoran dan penginapan yang belum terjangkau secara maksimal. Ia berpesan agar para petugas penagih pajak di lapangan menggunakan pendekatan yang santun dan humble.


Menurutnya, penagih pajak tidak boleh emosi. Namun harus bisa memberikan penjelasan yang baik kepada masyarakat.


"Jelaskan bahwa pajak yang mereka bayar akan kembali ke mereka dalam bentuk pembangunan jalan, sekolah, dan kepentingan publik lainnya," katanya.


Dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat akan manfaat pajak dinilai Iron menjadi salah satu kendala utama.


"Saya berharap agar petugas pajak mampu menjadi jembatan informasi yang baik untuk menghilangkan keraguan masyarakat dalam menunaikan kewajibannya," harap H Iron. (zaa)

Nurbainah, pendekar cilik asal Ijobalit ukir prestasi di kancah nasional

 
Nurbainah, pendekar cilik asal Ijobalit ukir prestasi di kancah nasional

OPSINTB.com - Nurbainah, siswi kelas 6 Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Ijobalit, Kecamatan Selong, di tengah keterbatasannya memiliki mimpi besar menjadi atlet profesional. 


Di tengah kesibukannya menenteng buku pelajaran lengkap dengan seragam merah putihnya, dan latihan pencak silat yang tak pernah ia tinggalkan. Tentu dengan mengorbankan waktu bermain seperti anak seusianya.


Di sekolah dia dikenal sebagai siswi yang rajin, santun, dan disiplin. Semangatnya pun besar, buktinya selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam pelajaran.


Di luar jam belajar, ia berlatih pencak silat dengan penuh kesungguhan, menata langkah demi langkah menuju prestasi. Kerja keras itu akhirnya berbuah manis.


Pada Kejuaraan Pencak Silat IPSI Lombok Timur Championship III Tahun 2025 tingkat nasional, yang digelar di GOR Porda Selong pada 27 sampai 29 Desember 2025 lalu, Nurbainah berhasil meraih Juara 2. Sebuah pencapaian luar biasa bagi seorang siswi sekolah dasar.


Di balik medali dan tepuk tangan, ada latihan yang melelahkan dan semangat yang tak pernah padam. Nurbainah mengaku harus pandai membagi waktu antara belajar dan berlatih.


Di usia yang masih belia, Nurbainah telah membuktikan, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. 


“Saya latihan setelah pulang sekolah dan setelah mengerjakan PR. Kadang capek, tapi saya ingat tujuan saya ingin membanggakan orang tua dan sekolah,” ucap Nurbainah dengan wajah polos, kepada opsintb.com, Selasa (13/01/2026).


Bagi Nurbainah, pencak silat bukan sekadar olahraga. Tapi bagian dari pelajaran tentang disiplin, keberanian, dan rasa percaya diri. 


Nilai-nilai itu pula membawanya ke ruang kelas, menjadikannya salah satu murid teladan di SDN 2 Ijobalit.


"Saya sangat senang dan bahagia, apalagi dukungan dari orang tua, saya lebih bersemangat," katanya.


Kepala Sekolah SDN 2 Ijobalit, Saihurahim, mengungkapkan kekagumannya atas semangat Nurbainah. Prestasi ini dianggap sebagai kado akhir tahun yang sangat istimewa bagi sekolah.


Keberhasilan Nurbainah di GOR Porda Selong, tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga membawa nama baik Kelurahan Ijobalit ke kancah nasional.


Sebagai siswi kelas 6 yang sebentar lagi akan lulus, Nurbainah telah meninggalkan warisan inspirasi yang luar biasa bagi adik-adik kelasnya.


"Dia membuktikan, dengan tekad yang kuat, seorang siswi dari Ijobalit mampu bersaing dan berdiri sejajar dengan atlet-atlet terbaik lainnya di tingkat nasional," pungkasnya. (zaa)

Rencana Bupati Iron sulap Dermaga Labuhan Haji jadi magnet investasi

 
Rencana Bupati Iron sulap Dermaga Labuhan Haji jadi magnet investasi

OPSINTB.com - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mulai melihat peluang besar pengembangan investasi Dermaga Labuhan Haji. Seiring rencana penertiban seluruh aset milik PT Nusa Samudera Lestari (NSL) yang masih berada di kawasan tersebut. 


Penertiban ini menyusul berakhirnya izin sandar PT NSL serta adanya putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap yang memenangkan Pemkab Lombok Timur hingga tingkat kasasi dan peninjauan kembali (PK) di Mahkamah Agung.


Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin mengatakan, langkah penataan dermaga justru membuka ruang bagi investor baru yang ingin memanfaatkan potensi strategis Dermaga Labuhan Haji. 


“Kita ingin dermaga ini dimanfaatkan secara optimal. Potensinya sangat besar dan sayang kalau tidak dikelola dengan baik,” ucap H Iron saat melakukan inspeksi mendadak ke lokasi dermaga pada Senin (12/01/2026).


Menurutnya, Dermaga Labuhan Haji memiliki fasilitas yang lengkap dan siap pakai, mulai dari kantor, gedung penunjang, hingga gudang. Kondisi ini dinilai sangat menarik bagi investor yang ingin mengembangkan usaha di sektor kepelabuhanan maupun logistik.


“Kita tetap menunggu investor yang serius. Ini barang bagus, fasilitasnya lengkap, dan lokasinya strategis,” jelasnya.


Terkait aset PT NSL yang masih berada di dermaga, H. Iron menegaskan, pemerintah daerah telah melayangkan surat peringatan sebanyak tiga kali agar seluruh alat dan fasilitas segera dipindahkan. 


"hingga kini belum ada tindak lanjut dari pihak perusahaan,"katanya


Untuk itu, Pemkab Lombok Timur akan segera melakukan koordinasi lintas instansi termasuk aparat penegak hukum dan lembaga terkait, guna menyamakan langkah penertiban agar memiliki dasar hukum yang kuat.


“Dalam waktu dekat kita akan koordinasi dengan pengadilan, kepolisian, dan unsur terkait lainnya supaya tindakan kita sejalan,” tegasnya.


Lebih jauh, Bupati memastikan pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh bagi calon investor, termasuk memfasilitasi pembangunan sarana tambahan jika dibutuhkan.


“Kalau investor memerlukan bangunan tambahan, bisa kita bangunkan secara terpisah. Yang penting mereka serius dan mau menghidupkan dermaga ini,” pungkasnya. (zaa)

12/01/26

Bupati Lotim tinjau pembangunan jembatan bailey di Dusun Aik Beta

 
Bupati lotim haerul warisin

OPSINTB.com – Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, meninjau progres pembangunan jembatan bailey yang berlokasi di Dusun Aik Beta, Desa Perigi, Kecamatan Suela, pada Senin (12/1/2026). 


Jembatan tersebut kini telah memasuki tahap akhir pengerjaan dan sangat dinantikan oleh masyarakat setempat.


Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menyampaikan, pembangunan jembatan secara struktur sudah hampir rampung, namun masih memerlukan sejumlah penyempurnaan.


“Ini sebenarnya belum seratus persen rampung karena masih ada pekerjaan finishing, seperti penimbunan, perataan, serta pembuatan tangga agar masyarakat lebih mudah mengakses sungai,” ucapnya


Ia menjelaskan, jembatan tersebut bersifat sementara dengan masa pemanfaatan sekitar satu tahun. Pemerintah daerah berharap dalam waktu tersebut sudah tersedia anggaran untuk pembangunan jembatan permanen.


"Jika memungkinkan, tahun depan langsung kita bangun jembatan permanennya,” kata Bupati.


Bupati mengungkapkan, pihaknya telah melaporkan kondisi infrastruktur terdampak bencana di Lombok Timur kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).


Menurutnya, sungai di wilayah tersebut kerap menimbulkan bencana setiap tahun, termasuk putusnya jembatan. Juga terdapat di beberapa lokasi jalan seperti Koko Tangke yanga ada di Mamben, dan Lendang Nangka akibat hujan lebat.


Oleh karena itu, kata dia, normalisasi sungai dan percepatan pembangunan jalan dan jembatan harus dilakukan. Sebab, hal ini sebutnya kebutuhan dasar masyarakat, untuk ekonomi, pendidikan, serta kesehatan.


Terkait penanganan bencana, Bupati menjelaskan bahwa dana Belanja Tidak Terduga (BTT) digunakan untuk menangani dampak bencana ringan dengan nilai di bawah Rp1 miliar.


“Kalau ada longsor kecil yang berpotensi meluas, itu harus segera ditangani. Jangan menunggu besar dulu. Penanganan pra bencana dan pasca bencana harus berjalan beriringan,” jelasnya.


Sementara itu, warga Dusun Aik Beta, Sahrim, mengaku sangat bersyukur dengan dibangunnya Jembatan Bailay.



“Kami senang sekali, Pak. Sekarang jalannya enak. Anak-anak sekolah, ke masjid, ke pasar semua jadi dekat,” ungkapnya.


Ia mengatakan, sebelum jembatan dibangun, warga harus memutar jauh untuk mencapai wilayah seberang. 


Kini, akses menjadi jauh lebih mudah dan memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk distribusi pupuk untuk petani jagung.


“Alhamdulillah, sekarang sudah seratus persen bisa dipakai. Kami berterima kasih kepada Bupati, kepala desa, camat, dan semua pihak. Jembatan ini sudah lama kami tunggu sejak saya masih kecil,” tutup Sahrim. (zaa)

11/01/26

Jembatan penghubung Masbagik Pringgasela ambruk

 
Jembatan penghubung Masbagik Pringgasela ambruk

OPSINTB.com - Jembatan penghubung antara Desa Benteng Selatan, Kecamatan Masbagik, dan Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, ambruk. Akibatnya jalan tersebut tak dapat dilalui kendaraan. 


Peristiwa putusnya jembatan itu pada Sabtu malam (10/1/2026) sekitar pukul 21.00 Wita. Sontak kejadian tersebut membuat heboh warga. 


Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Masbagik, Pringgasela, hingga Kecamatan Sikur. Akibat kerusakan itu, aktivitas masyarakat terganggu, terutama akses pendidikan dan perekonomian warga.


Camat Masbagik, Agus Safandi mengatakan, tanda-tanda kerusakan jembatan sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa hari sebelumnya. Namun lanjut dia, karena jalur tersebut merupakan satu-satunya akses utama masyarakat, tetap digunakan hingga akhirnya ambruk pada malam hari.


“Alhamdulillah kejadian berlangsung malam hari sehingga tidak menimbulkan korban," ujar Agus, Minggu (11/1/2026).


Ia menjelaskan, jembatan tersebut menghubungkan dua dusun di Kecamatan Masbagik dan dua dusun di Kecamatan Pringgasela yang merupakan akses ekonomi masyarakat. Mulai dari hasil pertanian seperti nanas, sembako, serta buah-buahan. 


Tak hanya aktivitas warga yang terganggu tapi juga pendidikan di lokasi itu. Dia menerangkan ada empat sekolah yang siswanya berasal dari dua kecamatan yakni Masbagik dan Pringgasela.


Jika jembatan tidak segera difungsikan kembali, para siswa harus menempuh jalur memutar yang jauh melalui Jurit.


"Karena itu  sepakat dengan masyarakat untuk membangun jalan darurat agar aktivitas tidak terhenti,” ucapnya.


Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur, Lalu Muliadi, menyatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan camat dan masyarakat setempat untuk penanganan darurat.

Dijelaskannya, jembatan Benteng Selatan ini sangat strategis karena mendukung pertumbuhan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kegiatan masyarakat lainnya.


"Langkah awal yang kami lakukan adalah pengamanan lokasi dengan pemasangan road barrier demi keselamatan warga,” jelasnya.


BPBD bersama masyarakat dua  kecamatan yakni Masbagik dan Pringgasela juga akan bergotong royong membangun jembatan darurat dari bambu agar jalur tersebut bisa segera dilalui, terutama oleh anak sekolah dan pengendara sepeda motor.


“Insyaallah mulai besok atau lusa sudah dikerjakan. Jembatan darurat ini untuk sementara, sambil menunggu pembangunan permanen,” terang Lalu Muliadi.


Selain itu, BPBD Lombok Timur telah melakukan asesmen teknis dan perencanaan pembangunan jembatan permanen. Berdasarkan hasil sementara, kerusakan jembatan diduga akibat gerusan air sungai di bawah pondasi karena alur sungai yang sempit.


“Ke depan, selain pembangunan jembatan permanen, juga diperlukan normalisasi sungai dan pengangkatan sedimentasi agar aliran air lancar dan tidak kembali merusak pondasi,” pungkasnya. (zaa)

10/01/26

Teken kontrak ditunda, pengelolaan wisata Sunrise Land diambil alih Pemda

 
Teken kontrak ditunda, pengelolaan wisata Sunrise Land diambil alih Pemda
Foto: Widayat, Kadis Pariwisata Lombok Timur.

OPSINTB.com - Kontrak destinasi wisata Sunrise Land Lombok, hingga kini belum juga diperpanjang oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Dinas Pariwisata.  Padahal pengelola telah mengajukan penawaran dari November 2025 lalu. 


Persoalan ini membuat destinasi yang terletak di Dusun Montong Meong, Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuan Haji Lotim itu, bakal mandek. Harapan besar para perintis yang digawangi anak muda setempat juga terancam kandas. 


Jika di kilas balik, lahirnya spot wisata satu ini berawal dari inisiatif masyarakat lokal di gawangi pemuda setempat. Melalui tangan dingin mereka lokasi itu saat ini begitu dikenal khalayak.


Buktinya di tempat itu, tak hanya kegiatan berupa kepariwisataan yang digelar, tapi juga pelestarian lingkungan, pendidikan, hingga menyangkut sosial lainnya.


Berkat kreativitas dan kerja kerasnya, Sunrise Land perlahan menjelma menjadi destinasi yang ramai dikunjungi dan dikenal luas, khususnya sebagai lokasi wisata edukasi dan sunrise. Namun kini, masa depan pengelola lama berada di ujung tanduk.


Kini keberlangsungan lokasi wisata itu masih digantungi Pemerintah Daerah Lombok Timur melalui Dinas Pariwisata. Tanda tangan kontrak yang sejatinya dilaksanakan pada awal Januari ditunda, sampai batas waktu yang tak ditentukan.


Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, Widayat, mengakui penundaan tersebut. Dia menerangkan, kontrak baru ditandatangani pada awal Januari 2026, karena masa perjanjian kerja sama dengan pengelola lama telah berakhir pada 31 Desember.



“Sampai sekarang masih Dispar yang berada di lokasi untuk menilai beberapa penawaran yang masuk,” ucap Widayat kepada opsintb.com Jumat (9/1/2026)


Diterangkan Widayat, penundaan itu bukan tanpa sebab, melainkan pemda kini tengah menilai sejumlah investor baru, termasuk investor dari Jakarta.  Menurutnya,  mereka menawarkan konsep pengembangan skala besar seperti banana boat, jetski, hingga wahana permainan air lainnya.


Menurut Widayat, investor asal Jakarta tersebut dinilai memiliki konsep yang unik dan sesuai dengan master plan Dinas Pariwisata. 


“Bukan hanya soal profit, kita juga mempertimbangkan keberlanjutan (sustainable) dan kelestariannya aset negara itu dijaga,” kata Widayat.


Ia menegaskan, arahan Bupati Lombok Timur jelas soal pariwisata yakni harus berdampak langsung pada kesejahteraan warga lokal, bukan sekadar mengejar keuntungan.


Pengelola lama disebutnya tidak pernah berkoordinasi secara resmi dengan dinas terkait untuk pengembangan fasilitas tambahan, yang kini menjadi salah satu catatan dalam proses evaluasi.


Meski begitu, Widayat mengakui bahwa status pengelola lama sebagai perintis tetap menjadi pertimbangan dalam penilaian tim kerja sama kabupaten.


“Yang lama tetap jadi pertimbangan, karena dia perintisnya. Tapi nanti akan dinilai mana pihak ketiga yang lebih layak, lebih berkeadilan, dan punya visi ke depan,” terangnya.


Sementara itu, Direktur Sunrise Land Lombok, Qori Baiyinaturrosy, membantah tudingan tidak adanya koordinasi dengan Pemda. Ia menegaskan, pihaknya selalu berupaya menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah dalam setiap aktivitas pengelolaan dan pengembangan kawasan wisata.


“Kami selalu berkoordinasi dengan Pemda dalam setiap kegiatan, termasuk pengembangan fasilitas seperti musholla dan toilet. Bahkan untuk pembangunan musholla, saya sendiri langsung menyampaikan rencana tersebut kepada Kadispar,” jelas Qori.


Terkait perpanjangan kontrak, Qori mengungkapkan, permohonan perpanjangan telah diajukan sejak beberapa bulan lalu dan sempat mendapatkan sinyal positif dari Pemda.


Dokumennya, kata dia, sudah ada dan tinggal ditandatangani. Tapi entah kejadian apa hingga terjadi penundaan. 


"Bahkan kami justru menerima surat pengambil alihan sementara secara mendadak,” ungkapnya.


Ia  menegaskan, dalam salah satu klausul perjanjian kerja sama disebutkan bahwa pihak ketiga yang mengajukan perpanjangan kontrak harus menjadi prioritas selama pengelolaannya dinilai berjalan dengan baik.


Pihaknya sangat berharap kebijaksanaan Pemda. Mereka percaya pemerintah menginginkan pengembangan pariwisata Lombok Timur yang baik, berkelanjutan, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat. 


"Kami pun akan selalu mendukung kemajuan pariwisata daerah,” tegas Qori. (zaa)

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama