Lombok Timur

02/03/26

Honor guru PPPK Paruh Waktu diupayakan cair sebelum lebaran

 
Honor guru PPPK Paruh Waktu diupayakan cair sebelum lebaran

OPSINTB.com - Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu khususnya tenaga pendidik di Kabupaten Lombok Timur, bisa bernafas lega. Pasalnya pembayaran honor mereka diupayakan cair sebelum lebaran.


Kepastian itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), M Nurul Wathoni, saat ditemui media di sela kesibukannya menerangkan, honor tersebut bersumber dari dua pos anggaran, yakni dana BOS dan APBD.


"Sebanyak 3.300 orang dibayarkan melalui dana BOS, sementara 1.400 orang lainnya melalui APBD. Dari jumlah yang dibiayai APBD, terdapat 917 tenaga kependidikan non-database," kata M Nurul Wathani, Senin (02/03/2026).


Anggaran yang bersumber dari APBD, bebernya sebenarnya sudah siap, tinggal menunggu proses pencairan. 


Sedangkan pencairan dari dana BOS masih menghadapi kendala administrasi. Sejumlah kepala sekolah disebutnya belum menuntaskan laporan ARKAS. 


Selain itu, aturan pembayaran honor bagi tenaga paruh waktu melalui BOS dibatasi maksimal 20 persen dari total anggaran. Termasuk kewajiban mengakomodasi guru non database yang tidak dirumahkan sesuai kebijakan bupati.


"Kita juga mengupayakan agar gaji K13 dan THR bisa dibayarkan," harapnya.


Dia menerangkan, syarat menjadi kepala sekolah dan Pengawas, calon kepsek wajib lulus uji kompetensi melalui mekanisme BCKS (sebelumnya dikenal sebagai BPKS), baru bisa didefinitifkan. 


Uji itu tak berlaku untuk jabatan Plt. Proses tersebut dilaksanakan oleh pusat melalui sistem ujian kompetensi.


Ia mengungkapkan, dari ratusan guru yang mengikuti seleksi pengawas beberapa waktu lalu, hanya sekitar 50 persen yang dinyatakan lulus. 


Pascaleberan bebernya, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk kembali membuka seleksi karena masih banyak jabatan yang diisi oleh pelaksana tugas (Plt).


Saat ini, terdapat sekitar 200-an posisi kepala sekolah yang masih dijabat Plt. Selain itu, sekitar 430 kepsek tercatat telah menjabat lebih dari dua periode.


Evaluasi jabatan dan regulasi secara regulasi, yakni Permendikbud Nomor 6 tahun 2018masa jabatan kepala sekolah dibatasi maksimal dua periode. Namun, secara sistem di Dapodik, sebagian kepala sekolah yang telah melewati dua periode masih terdata aktif.


"Secara regulasi tidak boleh lebih dari dua periode, tetapi di sistem masih terbaca aktif. Ke depan kita akan evaluasi, yang paling penting adalah penilaian kinerja," tegasnya.


Ia menambahkan, apabila kinerja kepala sekolah tidak menunjukkan perkembangan atau peningkatan prestasi, maka akan dilakukan evaluasi dan penataan ulang.


Di sisi lain, Dikbud Lombok Timur juga menghadapi persoalan kelebihan guru. Saat ini terdapat lebih dari 7 ribu guru bersertifikasi. 


Kondisi ini berdampak pada perebutan jam mengajar agar memenuhi syarat tunjangan.


Wathoni menilai, pengangkatan PPPK Paruh waktu sebelumnya belum sepenuhnya mempertimbangkan pemetaan kebutuhan riil di lapangan. Ke depan, ia berharap ada pemetaan yang lebih akurat agar distribusi guru sesuai kebutuhan sekolah.


"Mudah-mudahan ke depan pemetaannya lebih sesuai realitas, sehingga guru bersertifikasi bisa terpenuhi jam mengajarnya," harapnya. (zaa)

Bupati Iron lantik 143 kepala sekolah: Jangan pernah tergiur uang!

 
Bupati Iron lantik 143 kepala sekolah: Jangan pernah tergiur uang!

OPSINTB.com - Sebanyak 143 kepala sekolah (kepsek) di Lotim resmi dilantik. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin itu dilaksanakan di Pendopo Bupati, Senin (2/3/2026). 


Dalam sambutannya, Bupati Iron berharap agar para kepala sekolah berhati-hati dalam mengelola dana revitalisasi pendidikan yang pelaksanaannya dilakukan secara swakelola di seluruh satuan pendidikan.


"Kalau jadi kepala sekolah dan Ketika terima dana, berhati-hatilah. Jangan pernah tergiur dengan uang terutama dalam mengelola dana yang dipercayakan kepada sekolah," ucap Bupati Iron.


Ia menyebutkan, total anggaran revitalisasi pendidikan yang digelontorkan mencapai Rp 93 miliar. Dengan jumlah yang besar tersebut, kepala sekolah diminta mengelola dana itu secara transparan dan penuh tanggung jawab.


Bupati Iron mengingatkan agar tidak terjadi praktik pengurangan bahan bangunan maupun ukuran pekerjaan yang dapat merugikan negara. Menurutnya, pelaksanaan revitalisasi harus disertai pendampingan agar sesuai dengan ketentuan.


"Jangan kurangi bahan, kurangi ukuran, itu bisa merugikan negara," tegas H Iron.


Ia menyadari tidak semua kepala sekolah memiliki latar belakang sebagai bendahara atau perencana pembangunan. Sebagian besar merupakan guru yang ahli dalam bidang pengajaran. 


Karena itu, ia meminta para kepala sekolah segera beradaptasi dan mampu mengelola manajemen secara menyeluruh, baik dari sisi keuangan maupun pembinaan siswa.


"Menjadi pemimpin tidak gampang. Tetapi, kalau ada rasa ikhlas dan amanah, bekerja untuk pendidikan, mengayomi para guru, maka akan jadi kepsek yang baik," pesannya.


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Iron memaparkan, tantangan besar yang tengah dihadapi pemerintah daerah. Yakni kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada berkurangnya belanja daerah. 


Ia menyebut Kabupaten Lombok Timur mengalami pengurangan dana transfer hingga Rp 405 miliar.


"Satu miliar saja itu satu koper pecahan 100 ribu. Kalau mau perbaiki sekolah, maka banyak sekolah yang bisa diperbaiki dengan uang sebesar itu," jelasnya.


Dengan kondisi keuangan daerah yang terbatas, ia mendorong seluruh pihak untuk aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat guna memperoleh dukungan anggaran tambahan.


"Kita masih boleh mencari ke pusat. Kalau bagus, maka akan dibantu. Tidak bisa sekali, harus bolak-balik. Tidak bisa andalkan diri Bupati saja," paparnya.


Bupati Iron juga meminta para kepala sekolah menyambut baik program prioritas nasional, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan agenda tersebut harus diamankan dan diterima dengan baik demi kepentingan peserta didik.


Kepsek, imbuhnya, harus awasi serta terima dengan baik. Ketika lahir program untuk anak didik, maka harus didukung.


"Karena kita sendiri tak mampu. MBG triliunan datang ke Lotim," tegasnya.


Ia menambahkan, dirinya bersyukur dana revitalisasi pendidikan langsung menyasar sekolah tanpa melalui dirinya, sehingga akuntabilitas dapat lebih terjaga. 


Bupati Iron juga membuka peluang bagi kepala sekolah berprestasi untuk menduduki jabatan lebih tinggi, bahkan hingga menjadi kepala dinas. Apabila mampu menunjukkan kinerja dan manajemen pendidikan yang baik.


Selain itu, ia meminta para kepala sekolah memperhatikan pemanfaatan aset daerah, khususnya rumah dinas guru yang banyak tidak ditempati. 


"Menurut saya aset tersebut menjadi perhatian dan akan diaudit oleh BPK RI sehingga harus dimanfaatkan secara optimal," paparnya.


Tidak hanya itu, Bupati Iron turut mengajak para kepala sekolah dan guru untuk peduli pada sektor pertanian dengan menanam cabai menggunakan polibag. Tidak hanya berpikir monoton soal pendidikan, tapi juga pada pertanian


Ia menilai langkah tersebut dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus memberi nilai tambah ekonomi.


Di akhir sambutan, ia mengingatkan para guru untuk tidak menyembunyikan pendapatan karena takut membayar zakat. 


Ia meyakini zakat tidak akan mengurangi rezeki, justru akan mendatangkan keberkahan. Bupati memperingatkan pihak-pihak seperti UPTD, agar tidak menyalahgunakan dana zakat tersebut.


 "Jika ada yang menyalahgunakan zakat, tidak perlu pakai hati, langsung gunakan hukum," tegasnya. (zaa)

28/02/26

Bupati Iron jelaskan alasan hadiah umrah untuk dua kades dalam lomba Ramadan

 
Bupati Iron jelaskan alasan hadiah umrah untuk dua kades dalam lomba Ramadan

OPSINTB.com – Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, angkat bicara terkait pro kontra pemberian hadiah umrah kepada dua kepala desa (kades) dalam lomba lampion dan kebersihan desa selama bulan Ramadan.


Menurut H Iron, hadiah umrah tersebut diberikan kepada kepala desa karena mereka merupakan penanggung jawab utama pemerintahan ditingkat desa, termasuk dalam mengoordinasikan berbagai kegiatan masyarakat.


“Ada yang mempertanyakan kenapa lomba lampion dan kebersihan desa di bulan Ramadan hadiahnya umrah untuk kepala desa. Karena kepala desa adalah pimpinan di desa, dia yang mengomandoi, dia yang memerintah dan bertanggung jawab atas kegiatan di wilayahnya,” ucap H Haerul, Jumat (27/2/2026)


Ia menjelaskan, kegiatan lampion yang meriah selama Ramadan tetap melibatkan pemuda dan seluruh elemen masyarakat. Namun, secara struktural seluruh kegiatan tersebut berada di bawah koordinasi pemerintah desa yang dipimpin kepala desa.


“Pemuda dan masyarakat itu bagian dari pemerintahan desa juga. Jadi kepala desa tetap menjadi penggerak dan penanggung jawabnya,” katanya.


H Iron menambahkan, hadiah umrah tersebut hanya diberikan kepada dua kepala desa, dari wilayah utara dan satu dari wilayah selatan Lombok Timur. Penilaian akan dilakukan oleh tim yang akan segera dibentuk.


“Nanti tim akan menyebar untuk melakukan penilaian secara independen, tidak ada keberpihakan. Desa mana yang terbaik dan paling bersih, itulah yang berhak mendapatkan hadiah umrah,” jelasnya.


Ia juga menegaskan bahwa hadiah umrah tersebut bukan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, pembiayaan hadiah sepenuhnya berasal dari donatur dan bukan menggunakan uang rakyat.


“Hadiah ini bukan dari uang APBD, bukan dari uang rakyat. Ini dari  donatur," pungkasnya. (zaa)

Rukhidatun Aini, siswi cantik SMPN 3 Montong Gading raih medali emas di Olimpiade GSO

 
Rukhidatun Aini, siswi cantik SMPN 3 Montong Gading raih medali emas di Olimpiade GSO

OPSINTB.com - Sekilas Rukhidatun Aini, nampak sederhana. Tutur bahasanya dan pembawaannya menunjukan dia hanya anak biasa-biasa saja.


Mungkin karena berasal dari dusun, jadi pembawaannya persis seperti anak kampung seusianya. Tak ada yang nampak istimewa dari perangainya. 


Rukhidatun Aini, tinggal di Montong Tanggo, Desa Montong Betok, Kecamatan Montong Gading dari keluarga petani. Mungkin itu faktor yang membentuknya.


Hidup dan perangainya boleh sederhana, tapi tidak dengan prestasinya. Aini, sapaan akrabnya sebagai salah satu orang yang membawa harum nama tempat tinggalnya, sekolah, bahkan daerah. 


Pasalnya, remaja 15 tahun ini mampu menaklukan kompetisi nasional. Tak tanggung, dirinya meraih medali emas dalam ajang olimpiade tingkat nasional Garuda Science Olympiad (GSO) dan mewakili Nusa Tenggara Barat.


Siswi kelas sembilan yang berprestasi dari SMP Negeri 3 Montong Gading ini, membuktikan keterbatasan bukan penghalang untuk mengubur mimpi. Tekad serta semangatnya yang sekuat baja, mampu melewati batasan itu.


Prestasinya di panggung nasional itu, berawal dari media sosial. Perjalanan Aini menuju medali emas bermula dari informasi yang ia dapatkan melalui teman-temannya. 


"Seorang teman mengirimkan tautan pendaftaran lomba beserta kisi-kisi materi yang bisa dipelajari," ucapnya saat ditemui di sekolahnya, Sabtu (28/2/2026).


Awalnya, ia hanya mencoba untuk daftarkan diri tak ada target karena dirinya sadar dari kampung. Meski tak ada goals, dirinya tetap belajar dari kisi-kisi yang dibagikan. 


Bagai gayung bersambut, usahanya membuahkan hasil. Pada tahap awal di tingkat provinsi, ia berhasil meraih juara tiga. Prestasi itu menjadi motivasi untuk terus melangkah lebih jauh.


"Waktu itu saya daftar lagi karena ingin menambah sertifikat supaya bisa masuk sekolah impian," terangnya.


Kompetisi tingkat nasional diikuti lebih dari 200 peserta per grup, dengan total peserta diperkirakan mencapai ribuan dari seluruh Indonesia. 


Dari Lombok Timur, Aini menjadi salah satu yang berhasil menembus seleksi hingga tingkat nasional.


Di balik keberhasilannya, ada cerita perjuangan yang sederhana namun penuh makna. Tantangan terbesarnya bukan soal materi pelajaran, melainkan keterbatasan fasilitas.


“Cuma HP lowbat sama nggak ada kuota,” katanya sambil tersenyum simpul.


Untuk persiapan lomba, Aini belajar mandiri. Ia menyalin kisi-kisi materi dan memperdalam pelajaran yang sudah dipelajari di sekolah. 


Saat mengalami kesulitan, akuinya, dirinya bertanya kepada guru. Sesuai mata pelajaran yang dilombakan meliputi Bahasa Indonesia, Pendidikan Agama Islam, dan Bahasa Inggris.


Aini memang aktif mengikuti berbagai olimpiade tingkat nasional. Meski tidak selalu meraih juara, ia tetap mendapatkan sertifikat sebagai peserta. 


"Sudah lima hingga enam kali saya mengikuti olimpiade nasional," ujarnya.


Sementara itu, Prestasinya tak hanya di bidang akademik. Ia juga pernah mengikuti seleksi undangan dari institusi kepolisian setelah adanya sosialisasi di sekolah. 


Dari delapan pendaftar, hanya tiga yang lolos seleksi administrasi dengan syarat nilai di atas 8,5 pada mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA. 


"Saya juga termasuk salah satunya yang lolos seleksi,"bebernya


Waka Kesiswaan SMP Negeri 3 Montong Gading, Hilman, mengungkapkan rasa bangga atas prestasi siswinya tersebut.


"Alhamdulillah, prestasi ini sangat membanggakan dan kami berharap bisa menjadi motivasi bagi adik-adik kelasnya, khususnya kelas 7 dan 8, untuk terus berjuang meraih prestasi di berbagai bidang," ujarnya.


Menurutnya, sekolah memiliki banyak program pengembangan diri melalui konsep Sekolah Penggerak dan project ekstrakurikuler setiap semester.


Program tersebut mencakup keterampilan tata boga, pembibitan tanaman, perikanan, hingga pelestarian budaya seperti adat sorong serah menggunakan bahasa halus Sasak.


Tak hanya akademik, pembinaan karakter juga menjadi prioritas. Sekolah aktif menggalakkan program anti-bullying, pembinaan keagamaan seperti tahfiz dan seni baca Al-Qur’an, serta gerakan peduli lingkungan melalui program grebek sampah dan pengolahan sampah plastik menjadi produk kreatif.


“Pesan yang selalu kami tanamkan kepada siswa adalah masa depan yang baik dipersiapkan dengan baik. Belajar giat, bersosialisasi dengan baik, aktif dan kreatif dalam pembelajaran,” kata Hilman.


Secara akademik maupun non-akademik, SMP Negeri 3 Montong Gading dikenal sebagai salah satu sekolah yang unggul di Kecamatan Montong Gading. 


"Kita bahkan kerap mewakili Lombok Timur hingga tingkat provinsi dalam berbagai lomba," tandasnya. (zaa)

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama