Lombok Timur

22/01/26

Aksi jilid II Aliansi Peduli Pariwisata Lombok Timur ricuh, dua orang mahasiswa luka

 
Aksi jilid II Aliansi Peduli Pariwisata Lombok Timur ricuh, dua orang mahasiswa luka

OPSINTB.com - Kantor Bupati Lombok Timur, kembali menjadi titik kumpul mahasiswa dari berbagai elemen. Aksi itu merupakan unjuk rasa Jilid II yang digelar Aliansi Peduli Pariwisata Lombok Timur di halaman Kantor Bupati Lombok Timur (Lotim), Kamis (22/1/2026).


Aksi, diwarnai kericuhan. Meski diguyur hujan, semangat para demonstran tak surut. 


Massa terlihat bentrokan dengan aparat saat upaya memasuki Kantor Bupati untuk menyampaikan tuntutan secara langsung kepada Bupati Lombok Timur.


Saling dorong antara massa aksi dengan aparat tak terhindarkan saat demonstran memaksa masuk ke dalam lobi kantor. Seketika, situasi berubah, yang semula kondusif menjadi tegang.


Akibat bentrokan tersebut, dua orang peserta aksi mengalami luka pada bagian wajah dan mulut. Massa aksi sempat menghentikan orasi untuk mengevakuasi korban dan memberikan pertolongan.


Adapun tuntutan aksi jilid dua ini di antaranya, Kembalikan Pengelolaan Taman Labuan Haji kepada Sunrise Land Lombok (SLL) berdasarkan prosedur perpanjangan kontrak. Hentikan politik patronase dan bagi-bagi jatah modus pembangunan. Audit dan buka dokumen MoU aset daerah secara transparan, dan melakukan reformasi birokrasi dengan mencopot Kepala Dinas Pariwisata dan Stafsus Bidang Pariwisata Lombok Timur.


Usut tuntas dugaan premanisme dan kriminalisasi oleh oknum APH dan oknum preman terhadap massa aksi, copot Kapolres Lombok Timur, dan evaluasi kinerja Pol PP Lombok Timur. 


Koordinator Umum (Kordum) Aksi Aliansi Peduli Pariwisata Lombok Timur, Abdul Qadir Jaelani, menyayangkan insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk perlawanan yang tidak akan berhenti sampai tuntutan mereka dipenuhi.


“Ini adalah bentuk perlawanan lanjutan, dan kami tidak akan selesai di sini. Besok kami berkomitmen menggelar aksi Jilid III,” tegas Abdul Qadir saat diwawancarai opsintb.com.


Ia menambahkan, jika Bupati Lombok Timur kembali tidak menemui massa aksi, pihaknya akan memaksa masuk ke Kantor Bupati. 


Selain tuntutan sebelumnya, massa juga menambahkan tuntutan baru, di antaranya mengusut tuntas dugaan kriminalisasi serta praktik premanisme yang dinilai meresahkan.


“Kami mendesak Bupati Lombok Timur segera menemui massa aksi agar kami bisa menyampaikan tuntutan secara langsung. Jangan sampai kami hanya bertemu saat momen Pilkada saja,” ujarnya.


Terkait dua peserta aksi yang menjadi korban, Abdul Qadir menyampaikan kekecewaannya terhadap pihak kepolisian. Menurutnya, sebelum aksi digelar, pihak aliansi telah menyampaikan surat pemberitahuan dan permohonan pengamanan agar aksi berjalan aman dan kondusif.


“Namun yang terjadi justru sebaliknya. Ini sangat kami sayangkan, dan kami akan melanjutkan persoalan ini ke proses hukum,” katanya.


Abdul Qadir juga memastikan jumlah massa aksi pada Jilid III akan lebih banyak dibandingkan aksi sebelumnya. 


"Kami akan segera memasukkan surat pemberitahuan resmi kepada kepolisian terkait rencana aksi lanjutan ini," tandasnya. (zaa)

21/01/26

Waduh! temuan double transfer dana bantuan UMKM di Lotim capai Rp 6 Miliar

 
Waduh! temuan double transfer dana bantuan UMKM di Lotim capai Rp 6 Miliar

OPSINTB.com - Penyaluran dana bantuan untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKKM) di Kabupaten Lombok Timur, menemukan masalah. Disinyalir terjadi double transfer kepada ribuan penerima, nilainya ditaksir mencapai miliaran rupiah.


Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lombok Timur, Hj Baiq Parida, mengetahui hal itu menyatakan mendesak pihak perbankan, khususnya Bank Rakyat Indonesia (BRI), untuk segera menarik kembali dana tersebut dan mengembalikannya ke Kas Daerah. Sebab terdapat ketidaksinkronan data yang cukup signifikan antara dinas dengan perbankan.


Data dinas, bebernya, menunjukkan angka sebesar Rp 6 Miliar, sementara pihak BRI menyebutkan sekitar Rp 3,5 miliar.  Sehingga ada selisih di sana yang harus pihaknya sandingkan kembali datanya. 


"Yang jelas, akumulasi totalnya mencapai sekitar Rp6 Miliar," ujar Baiq Parida saat memberikan keterangan, Rabu (21/1/2026).


Ia menegaskan bahwa tanggung jawab penuh atas kesalahan sistem ini berada di pihak bank penyalur. 


"Jika tidak bisa dikembalikan, ya itu menjadi tanggung jawab bank. Ini pasti akan menjadi temuan (audit), maka kami minta dalam kurun waktu satu minggu ini masalahnya selesai," tegasnya.


Dijelaskan Parida, dalam program ini ada beberapa bank penyalur yang terlibat, antara lain, Bank BCA, Bank BNI, Bank Mandiri, Bank NTB Syariah, Bank BSI dan Sea Bank (melalui BSI). 


Namun, dari sekian banyak penyalur, kendala double transfer yang cukup fantastis sejauh ini, terjadi pada pembayaran BRI. 


"Kami akan terus memantau proses pengembalian dana ini agar tidak menjadi kerugian di kemudian hari,"jelasnya.


Menanggapi itu, Asisten Manager Operasional BRI, Widhi yang hadir dalam kesempatan tersebut mengakui adanya kendala teknis yang menyebabkan terjadinya pengiriman ganda kepada ribuan data penerima manfaat.


"Kami sudah berhati-hati, namun karena sistem, bisa terjadi indikasi double transfer ini. Kami berkomitmen untuk membantu proses penarikan kembali, bahkan siap bekerja dari jam 6 pagi sampai tengah malam untuk menyisir data satu per satu," ujarnya.


Meskipun kesalahan terletak pada sistem perbankan, Widhi mengingatkan masyarakat yang menerima dana ganda untuk tidak mencairkan atau menggunakan uang yang bukan haknya. Secara hukum, dana yang salah transfer wajib dikembalikan.


"Dana tersebut memang harus kembali karena itu bukan hak mereka. Dari sisi hukum pidana, dana yang diperoleh dari salah transfer itu wajib dikembalikan. Jika tidak, ada konsekuensi hukum yang bisa menjerat masyarakat yang menerima," pungkasnya. (zaa)

Ribuan guru TK dan PAUD terima insentif, satu orang dihadiahi umroh oleh Bupati Lombok Timur

 

Ribuan guru TK dan PAUD terima insentif, satu orang dihadiahi umroh oleh Bupati Lombok Timur

OPSINTB.com - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur menyalurkan insentif bagi Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) non PPPK dan non sertifikasi pada satuan pendidikan TK, PAUD, dan Kelompok Bermain (KB) Tahun 2026. 


Kegiatan tersebut berlangsung di Halaman Kantor Bupati Lombok Timur, Rabu (21/1/2026).


Bupati Haerul Warisin menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para guru TK dan PAUD yang telah mengabdikan diri dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. 


Menurutnya, guru TK dan PAUD memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, akhlak, dan masa depan generasi Lombok Timur. Dia menyebut guru teladan itu adalah mereka tenaga pengajar di satuan pendidikan paling dasar itu.


"Jasa para guru yang mengajar dengan ikhlas insyaallah dicatat sebagai amal ibadah oleh Allah,” ucapnya.


Dia mengakui bahwa besaran insentif yang diberikan belum sebanding dengn jasa dan pengorbanan para guru tersebut. Lantaran itu dirinya berpesan agar mereka senantiasa bersabar dan semangat, terus meningkatkan kreativitas dalam mendidik anak-anak usia dini.


"Saya berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat serta menjadi penyemangat dalam menjalankan tugas mulia di bidang pendidikan," katanya.


Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Lombok Timur, H Muhamad Kamli menyampaikan bahwa total anggaran yang disalurkan pada tahap pertama tahun 2026 mencapai Rp440 juta.


Ia membeberkan bahwa insentif ini bersumber dari dana zakat, infak, dan sodakoh para muzaki yang disalurkan melalui Baznas Kabupaten Lombok Timur.


"Insentif tersebut diberikan kepada 1.434 penerima manfaat yang tersebar di tujuh kecamatan, yakni Terara, Labuhan Haji, Sakra, Sakra Timur, Sakra Barat, Keruak, dan Jerowaru," jelasnya.



Pada kesempatan tersebut, Bupati Lombok Timur juga memberikan hadiah umrah kepada salah satu guru PAUD yang telah mengabdi selama 21 tahun, yakni Guru Kasturi dari KB Tulus Ate, Dusun Kembang Kuning, Desa Banjar Sari.


Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian panjangnya dalam dunia pendidikan anak usia dini.


Acara penyaluran insentif ini dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin, didampingi Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya, jajaran pengurus Baznas Kabupaten Lombok Timur, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kepala Dinas Sosial. (zaa)

20/01/26

Pingin menikmati berwisata di tahun 2026? Coba kunjungi Pantai Kahona

 
Pingin menikmati berwisata di tahun 2026? Coba kunjungi Pantai Kahona

OPSINTB.com - Gugusan pantai di Lombok Timur, begitu memukau. Melihatnya, hanya bisa berdecak kagum.


Di Lombok Timur bagian selatan misalnya, pesonanya tak kalah eksotis. Keindahannya buat orang ketagihan mengunjunginya. 


Mulai pasir warna pink, putih, pulau kecil yang memukau, hutan mangrove yang membuat betah hingga deretan bebukitan yang sanggup membuat mata terbelalak.


Memaparkan langkah ke lokasi itu hanya menyisakan rindu ingin kembali. Kenangan alamnya, seolah membatu diingatan.


Terbaru alam Lombok Timur selatan kembali menawarkan keindahannya. Orang setempat menyebutnya Pantai Kahona.


Destinasi wisata anyar ini berlokasi di kawasan Teluk Dalam, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.


Destinasi ini menawarkan pesona alam yang masih asri dengan perpaduan panorama bukit-bukit hijau serta ketenangan perairan Teluk Dalam yang nyaman bagi wisatawan. Mirip seperti Kudasang di Malaysia.


Hijaunya bebukitan, birunya air laut, ombaknya yang tak begitu berisik menjadikan lokasi ini tempat camping ground ternyaman.


Lokasi ini dulunya hanya bisa di akses melalui kawasan wisata pantai pink. Pengunjung hanya bisa menggunakan perahu untuk bisa menikmatinya.


Namun kini, para wisatawan juga bisa mengunjungi destinasi satu ini melalui perjalanan darat. Sebab, infrastruktur ke spot wisata satu ini telah tersedia.



“Selama ini Pantai Kahona belum dikenal luas karena aksesnya yang terbatas. Wisatawan biasanya hanya dapat singgah melalui jalur laut menggunakan perahu dari Pantai Pink,” ungkap H Muhammad Juaini Taofik, usai menikmati keindahan alam Pantai Kahona sekaligus melaunching destinasi wisata itu, Sabtu (17/01/2026).


Sekda Lombok Timur ini, mencoba menelusuri setiap sisirnya. Pasir putih dengan ombaknya yang tenang berpadu dengan bebukitan yang masih asri sepertinya siapa pun akan betah di lokasi itu. 


Dirinya pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Pantai Kahona sebagai salah satu pilihan utama destinasi berlibur. 


Menurutnya, potensi wisata yang dimiliki destinasi itu sangat besar. Dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.


Menurut pria yang karib disapa Ofik ini, Pantai Kahona menawarkan pengalaman wisata yang tenang dengan beragam aktivitas yang dapat dinikmati pengunjung, seperti berenang, memancing, hingga camping. 


Berkat akses jalan hotmik yang kini sudah mantap, surga di Teluk Dalam ini bukan lagi sekadar rahasia. 


Dia memaparkan untuk menuju lokasi ini, jalan sudah mulus. Dari Desa Sekaroh tepatnya di Dusun Pengoros tinggal belok kiri jalan hotmik kira-kira hanya 15 menit.


Pengunjung bisa langsung menjangkau pantai ini. Nikmati perpaduan bukit hijau dan birunya air laut yang masih sangat asri.


Menurutnya, destinasi ini wajib untuk weekend ini. Kehadiran Pantai Kahona sekaligus menambah daftar destinasi pantai indah di wilayah selatan Lombok Timur yang layak dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah.


"Pantainya sungguh indah," kagum Ofik. (red)

Bupati Lotim minta UPT PUPR jangan tunggu pihak ketiga tangani kerusakan jalan skala kecil

 

OPSINTB.com - Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin, melakukan sidak ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Kedatangan orang nomor satu di Lotim itu, memastikan pentingnya optimalisasi peran UPT Peralatan dan Laboratorium di dinas tersebut.


Menurutnya, hal itu penting agar mampu bergerak cepat melayani kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penanganan kerusakan infrastruktur jalan. Dirinya menilai, kerusakan jalan berskala kecil tidak seharusnya menunggu proses lelang yang memakan waktu lama.


“Misalnya ada jalan panjangnya satu sampai dua kilometer, lalu yang rusak hanya sekitar 50 meter. Masa harus menunggu tahun depan untuk lelang lagi dan menunjuk pemborong hanya untuk 50 meter? Kalau bisa ditangani pemerintah, kenapa tidak UPT saja yang bekerja,” ucap Haerul Warisin, Selasa (20/1/2026).


Menurutnya, UPT harus menjadi unit yang responsif dan memiliki kemampuan teknis serta anggaran yang memadai untuk melakukan perbaikan cepat di lapangan.


Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara efektif tanpa hambatan birokrasi yang panjang. Bupati menyebut bahwa saat ini pemerintah daerah memiliki anggaran yang cukup untuk mendukung langkah tersebut.


Bahkan, imbuhnya, terdapat sisa anggaran sekitar Rp21 miliar yang belum ditetapkan prioritas penggunaannya.


“Data teknis nanti bisa ditanyakan ke Pak Kadis PU, karena beliau yang memahami detail percepatan pembangunan. Yang jelas, masih ada sisa anggaran yang bisa kita arahkan untuk kebutuhan prioritas,” tambahnya.


Ia menekankan, UPT yang menangani jalan berbeda dengan lainnya. Sehingga perlu kejelasan pembagian tugas dan kewenangan agar penanganan infrastruktur, terutama jalan rusak, dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.


Dengan kebijakan ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap perbaikan infrastruktur tidak lagi terhambat prosedur panjang, serta dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


Ia juga menyebut, proposal kepala desa, proposal camat ketika masyarakat mana yang meminta jalan mana yang ingin diperbaiki, itu diselesaikan.


"Kan udah membuat proposal, misal jalan yang berhubungan dengan pariwisata, jalan ekonomi kita, misal seperti di kiri kanan jalan ada sawah yang menghasilkan padi, jagung dan lainnya. Kalau jalan yang kira-kira jarang di lalui ya pelan-pelan lah," ucap Iron.


Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lombok Timur, Ahmad Dewanto, mengatakan pihaknya mengusulkan agar rehabilitasi jalan rusak ringan dapat ditangani secara swakelola oleh dinas, tanpa harus menunggu pihak ketiga melalui proses pengadaan.


“Pemeliharaan jalan rusak ringan yang sifatnya rutin sebenarnya bisa kita tangani sendiri. Kita punya potensi alat dan pekerjaan ini bisa di swakolakan, sehingga tidak harus menunggu proses pengadaan pihak ketiga,” tuturnya


Selain untuk swakelola, alat berat milik Dinas PUPR juga dapat disewakan kepada pihak ketiga maupun masyarakat. Ahmad Dewanto menjelaskan bahwa mekanisme tersebut telah berjalan sejak lama melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).


Hal ini, paparnya, sudah berjalan lama, termasuk untuk peralatan dan laboratorium.


Tak hanya alat berat, pihaknya juga memiliki laboratorium yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai pengujian teknis. Diantaranya uji kuat tekan beton, core aspal, dan berbagai jenis pengujian lainnya yang berkaitan dengan kegiatan konstruksi di wilayah Lombok Timur.


Meski demikian, Ahmad Dewanto mengakui sebagian besar peralatan yang dimiliki saat ini sudah berusia cukup tua. Alat-alat tersebut rata-rata dibeli pada tahun 2015 atau sekitar 10 tahun lalu, sehingga secara kinerja dinilai sudah kurang efektif.


“Kami sudah mengusulkan kepada Bupati, dan alhamdulillah tahun ini ada pembelian beberapa komponen alat baru untuk menggantikan alat yang kinerjanya sudah tidak optimal,” katanya.


Saat ini, Dinas PUPR Lombok Timur memiliki tiga unit ekskavator, tiga stone wall, satu unit trailer pengangkut, serta satu unit dump truck. Meski jumlah tersebut dinilai belum ideal untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan penambahan secara bertahap.


“Memang belum ideal, tapi secara bertahap akan kami sampaikan kebutuhannya. Tahun depan juga sudah dijanjikan ada penambahan alat baru,” tandas Dewanto. (zaa)

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama