Begawe, tradisi Suku Sasak yang masih eksis di era moderen - OPSINTB.com | News References -->

Senin, 30 Agustus 2021

Begawe, tradisi Suku Sasak yang masih eksis di era moderen

Begawe, tradisi Suku Sasak yang masih eksis di era moderen

 
Begawe, tradisi Suku Sasak yang masih eksis di era moderen

OPSINTB.com - Salah satu tradisi masyarakat suku Sasak Lombok, yakni Begawe. Begawe merupakan pesta untuk merayakan sesuatu, seperti pernikahan, aqiqah, dan peringatan 9 hari meninggalnya masyarakat Lombok.

Begawe sudah dilakukan secara turun-temurun oleh masyarkat suku Sasak, dari nenek moyang mereka terdahulu hingga saat ini. Namun di setiap desa berbeda-beda cara melakukan prosesi Begawe ini. 

Dalam pelaksanaan Begawe, semangat gotong royong sangat menonjol. Masyarakat ataupun keluarga sangat antusias, saling membantu untuk menyiapkan sajian atau segala sesuatu yang dibutuhkan dalam Begawe ini. 

Semangat gotong royong inilah yang menjadi marwah acara Begawe. Dan ini menjadi keunikan tersendiri. Semangat yang mulai langka ditemukan di era moderen ini. Namun di acara Begawe, semangat ini masih terpelihara.

Tokoh masyarakat sekaligus Ran (juru masak) Begawe, Amaq Winda mengatakan, Begawe sudah dilakukan sejak dulu, sehingga proses ini menjadi tradisi di masyarakat Sasak Lombok sampai saat ini. 

"Begawe ini di lakukan memang sudah dari dulu dari nenek moyang kita terdahulu sehingga menjadi tradisi/budaya kita di saat 9 hari meninggalnya seseorang di masyarakat Sasak," ucapnya, (30/8/2021).

Amaq Winda menuturkan, saat peringatan 9 hari meninggalnya masyarakat Sasak, Begawe dilakukan dengan cara memasak makanan yang cukup banyak, untuk keluarga maupun tamu undangan yang datang.

Dalam hal ini juga katanya, tamu undangan yang datang membawa beras dan mie dengan wadah baskom dibungkus kain. Dan tamu undangan disuguhkan makanan yang sudah dipersiapkan secara gotong royong.

"Orang yang datang Begawe kebanyakan membawa beras beserta mie dibungkus dengan kain. Dan tuan rumah suguhkan makanan yang sudah kita siapkan bersama," katanya.

Amaq Winda berharap agar tradisi Begawe ini bisa terus dipertahankan. Selain menjadi ciri khas masyarakat Sasak, di lain sisi banyak kebaikan yang tersimpan  di dalamnya. Di antaranya bisa meningkatkan keharmonisan antara keluarga dan masyarakat. 

"Begawe ini bisa menciptakan keharmonisan antara keluarga dan masyarakat karena kita bisa silahturahmi dan saling membantu," jelasnya. (zaa)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama