Tukang servis elektronik di Mataram diancam 7 tahun penjara - OPSINTB.com | News References -->

Jumat, 25 Maret 2022

Tukang servis elektronik di Mataram diancam 7 tahun penjara

Tukang servis elektronik di Mataram diancam 7 tahun penjara

 
Tukang servis elektronik di Mataram diancam 7 tahun bui

OPSINTB.com - Tim opsnal Resnarkoba Polresta Mataram telah mengamankan 4 orang yang diduga menjual dan atau pemakai narkoba jenis sabu di dua lokasi berbeda di Kota Mataram, Kamis (24/03/2022).

Dari hasil pemeriksaan polisi 3 terduga yang diamankan tersebut positif sebagai pemakai dimana ketiganya akan menjalani rehabilitasi, sedang satu terduga lainnya dilanjutkan prosesnya sebagai tersangka karena terbukti sebagai penjual plus pemakai.

"Empat yang kami amankan tersebut satu akan dilanjutkan tersangka dan akan diproses sesuai UU dan kepada 3 terduga lainnya akan di rehab karena positif makai," ungkap Kasat Narkoba Polresta Mataram, Kompol I Made Yogi Porusa Utama, Jumat, (25/03/2022) di Mataram.

Adapun ketiga terduga yang diamankan untuk dilakukan rehabilitasi tersebut yaitu MN, pria 31 tahun, kemudian SB, perempuan 23 tahun dan KA, pria 45 tahun, ketiganya berasal dari Kota Mataram.

Sedangkan terduga yang dilanjutkan sebagai tersangka adalah AR, pria 32 tahun, alamat Presak Timur Pagutan, Kota Mataram yang berprofesi sebagai tukang servis elektronik.

"Kami mengamankan mereka di dua lokasi, yaitu di lingkungan Presak Timur, Pagutan dengan mengamankan AR, MN dan NB sementara KA di amankan di lokasi di Pagutan Timur Kota Mataram," beber Kompol Yogi.

Dari hasil penggeledahan yang disaksikan aparat lingkungan masing-masing berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 0,50 gram serta beberapa alat konsumsi, alat komunikasi, uang tunai serta satu unit Sepeda motor.

Kepada tersangka lanjut Yogi, akan diterapkan pasal 114, 112 dan 127 UU No 35 tentang narkotika tahun 2009 dengan hukuman 7 tahun penjara.

"Kalau ketiga lainnya yang positif pemakai akan dilakukan tindakan rehabilitasi sesuai peraturan yang telah ditetapkan UU," pungkas Yogi. (red)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama