wisata

20/01/26

Pingin menikmati berwisata di tahun 2026? Coba kunjungi Pantai Kahona

 
Pingin menikmati berwisata di tahun 2026? Coba kunjungi Pantai Kahona

OPSINTB.com - Gugusan pantai di Lombok Timur, begitu memukau. Melihatnya, hanya bisa berdecak kagum.


Di Lombok Timur bagian selatan misalnya, pesonanya tak kalah eksotis. Keindahannya buat orang ketagihan mengunjunginya. 


Mulai pasir warna pink, putih, pulau kecil yang memukau, hutan mangrove yang membuat betah hingga deretan bebukitan yang sanggup membuat mata terbelalak.


Memaparkan langkah ke lokasi itu hanya menyisakan rindu ingin kembali. Kenangan alamnya, seolah membatu diingatan.


Terbaru alam Lombok Timur selatan kembali menawarkan keindahannya. Orang setempat menyebutnya Pantai Kahona.


Destinasi wisata anyar ini berlokasi di kawasan Teluk Dalam, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.


Destinasi ini menawarkan pesona alam yang masih asri dengan perpaduan panorama bukit-bukit hijau serta ketenangan perairan Teluk Dalam yang nyaman bagi wisatawan. Mirip seperti Kudasang di Malaysia.


Hijaunya bebukitan, birunya air laut, ombaknya yang tak begitu berisik menjadikan lokasi ini tempat camping ground ternyaman.


Lokasi ini dulunya hanya bisa di akses melalui kawasan wisata pantai pink. Pengunjung hanya bisa menggunakan perahu untuk bisa menikmatinya.


Namun kini, para wisatawan juga bisa mengunjungi destinasi satu ini melalui perjalanan darat. Sebab, infrastruktur ke spot wisata satu ini telah tersedia.



“Selama ini Pantai Kahona belum dikenal luas karena aksesnya yang terbatas. Wisatawan biasanya hanya dapat singgah melalui jalur laut menggunakan perahu dari Pantai Pink,” ungkap H Muhammad Juaini Taofik, usai menikmati keindahan alam Pantai Kahona sekaligus melaunching destinasi wisata itu, Sabtu (17/01/2026).


Sekda Lombok Timur ini, mencoba menelusuri setiap sisirnya. Pasir putih dengan ombaknya yang tenang berpadu dengan bebukitan yang masih asri sepertinya siapa pun akan betah di lokasi itu. 


Dirinya pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Pantai Kahona sebagai salah satu pilihan utama destinasi berlibur. 


Menurutnya, potensi wisata yang dimiliki destinasi itu sangat besar. Dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.


Menurut pria yang karib disapa Ofik ini, Pantai Kahona menawarkan pengalaman wisata yang tenang dengan beragam aktivitas yang dapat dinikmati pengunjung, seperti berenang, memancing, hingga camping. 


Berkat akses jalan hotmik yang kini sudah mantap, surga di Teluk Dalam ini bukan lagi sekadar rahasia. 


Dia memaparkan untuk menuju lokasi ini, jalan sudah mulus. Dari Desa Sekaroh tepatnya di Dusun Pengoros tinggal belok kiri jalan hotmik kira-kira hanya 15 menit.


Pengunjung bisa langsung menjangkau pantai ini. Nikmati perpaduan bukit hijau dan birunya air laut yang masih sangat asri.


Menurutnya, destinasi ini wajib untuk weekend ini. Kehadiran Pantai Kahona sekaligus menambah daftar destinasi pantai indah di wilayah selatan Lombok Timur yang layak dikunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah.


"Pantainya sungguh indah," kagum Ofik. (red)

Pemkab klaim, akuisisi Sunrise Land Lombok sesuai prosedur

 
dinas pariwisata lombok timur

OPSINTB.com - Akuisisi wisata Sunrise Land Lombok oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, masih menjadi topik hangat. Pengambilalihan itu dirasa janggal oleh sebagian pihak.


Menjadi tanda tanya soal pergantian pengelolaan destinasi itu. Terlebih peristiwa itu berbarengan dengan konflik di Ekowisata Bale Mangrove.


Menanggapi hal itu, Pemkab Lotim melalui Dinas Pariwisata, Widayat, menjelaskan duduk persoalan itu. Menurutnya, akuisisi Sunrise Land Lombok lantaran ide gagasan  pengelola baru lebih baik dari pada yang lama.


"Ada anak negeri juga menawarkan ide lebih bagus sehingga kita uji coba gitu loh, ada ide lebih bagus lagi dan lebih baik nah kita coba dia," kata Widayat, ditemui disela kegiatannya kemarin, Minggu (18/01/2025).


Dikatakannya, dulu sebelum SLL juga menawarkan konsep pariwisata yang bagus dari yang lama. Lalu, datang ide dari pengelola Sunrise Land Lombok, yang dinilai lebih menarik sehingga mereka diberikan untuk mengelola.


Kemudian, kata dia, datang kembali konsep yang baru itu disebutnya sudah terprogram, itu pun pihaknya bakal melakukan evaluasi setiap tiga bulan.


"Jadi aman-aman saja kita santai-santai aja lah jangan terlalu bayak didramatisir bahwa ini politik,"jelasnya


Widayat mengklaim, akuisisi Sunrise Land Lombok itu agar destinasi tersebut lebih maju lagi. Di lain sisi, pengambilalihan itu sudah sesuai dengan prosedur.


Dia menjelaskan, dalam kontrak disebutkan pemerintah daerah boleh mengambil kapan saja jika dibutuhkan. Menurut dia, hal ini sudah menjadi resiko.


Terkait tenaga kerja bebernya, yang lama juga tetap akan digunakan. 


Pihaknya akan melihat, perkembangan pengelolaan yang baru 3 sampai 6 bulan kedepan nya jika tidak baik pihaknya akan melakukan nego ulang. Sebab, kata dia, yang menawarkan kontrak juga adalah orang Dusun Sepolong, Lombok Timur.


"Ini sama-sama Lombok Timur, yang mengelola orang setempat kita juga beri ruang untuk ber eksperimen lah orang punya ide," tandasnya.


Sebelumnya, Direktur Sunrise Land Lombok, Qori Baiyinaturrosy, meminta alternatif lain yakni pemberian masa transisi minimal tiga bulan agar pengelola dapat merapikan aset, menyelesaikan tanggung jawab, serta mengurus nasib para karyawan.


Menurutnya, sebagian aset yang dibangun selama pengelolaan Sunrise Land Lombok memang sejak awal diniatkan sebagai aset sosial, seperti musala dan fasilitas umum lainnya, yang diharapkan dapat menjadi amal jariyah dan tetap dimanfaatkan masyarakat.


“Harapan kami sebenarnya sederhana, hanya meminta perpanjangan kontrak sampai akhir tahun ini sebagai masa transisi. Saya siap membuat kontrak bermaterai dan memastikan tidak akan memperpanjang kontrak lagi setelah itu,” ujarnya. (zaa)

02/01/26

Gubernur NTB sambut 4.684 wisatawan kapal pesiar Ovation of the Seas

 
Ovation of the Seas milik Royal Caribbean

OPSINTB.com - Mengawali tahun 2026, kapal pesiar mewah Ovation of the Seas milik Royal Caribbean untuk pertama kalinya sandar di Pelabuhan Gili Mas, Lembar, Kabupaten Lombok Barat pada Jum’at (2/1) pagi. 


Kapal ini membawa 4.684 wisatawan mancanegara yang dijadwalkan mengunjungi sejumlah destinasi unggulan di Pulau Lombok, mulai dari kawasan Mandalika, Kota Mataram, Desa Sade, hingga berbagai destinasi wisata alam dan budaya lainnya.


Kedatangan wisatawan kapal pesiar tersebut disambut langsung oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, yang didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Ahmad Nur Aulia. Penyambutan dilakukan secara istimewa melalui prosesi pengalungan selamat datang kepada wisatawan yang turun dari kapal, serta diiringi atraksi budaya gendang beleq sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu mancanegara.


Gubernur NTB menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dunia internasional terhadap Lombok sebagai destinasi wisata kapal pesiar. Ia berharap kehadiran ribuan wisatawan ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya bagi pelaku pariwisata, UMKM, transportasi, serta sektor jasa lainnya di Nusa Tenggara Barat.


Sementara itu, General Manager PT Pelindo Cabang Lembar menyebutkan bahwa Ovation of the Seas merupakan kapal pesiar terbesar yang pernah masuk ke pelabuhan di Indonesia. Kapal ini menjadi kunjungan perdana dari total 25 kapal pesiar yang dijadwalkan sandar di Terminal Gili Mas Pelabuhan Lembar sepanjang tahun 2026.


Pemerintah Provinsi NTB optimistis, sinergi antara pemerintah daerah, PT Pelindo, serta seluruh pemangku kepentingan pariwisata akan semakin memperkuat posisi NTB sebagai destinasi unggulan wisata kapal pesiar di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik. (red)

12/12/25

Senggigi Open Surfing 2025 dimulai, 227 peselancar ramaikan destinasi unggulan NTB

 
Senggigi Open Surfing 2025 dimulai, 227 peselancar ramaikan destinasi unggulan NTB

OPSINTB.com - Ajang Senggigi Open Surfing 2025 resmi dimulai di Pantai Senggigi, Kabupaten Lombok Barat. Kompetisi selancar ini diselenggarakan pada 12-14 Desember 2025 sebagai hasil kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, serta didukung oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Polres Lombok Barat, dan Asosiasi Surfing NTB.


Candra Aprinova, selaku Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dispar NTB sekaligus Dewan Penasehat PSOI NTB, mengungkapkan bahwa Senggigi Open Surfing 2025 berhasil menarik minat 227 peserta dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia. Peserta datang dari wilayah-wilayah dengan tradisi selancar kuat seperti Aceh, Mentawai, Jawa, serta Bali—bahkan setengah dari total peserta berasal dari Bali, menunjukkan kuatnya antusiasme komunitas selancar tanah air terhadap gelaran ini.


Candra menegaskan bahwa event ini tidak hanya diselenggarakan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai bentuk penguatan sport tourism di NTB. Senggigi, yang sejak lama dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan, diharapkan semakin menegaskan posisinya sebagai magnet wisata nasional. Ia menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat menjadi event tahunan yang semakin besar dan memberikan dampak langsung bagi pariwisata dan ekonomi masyarakat.


Dukungan penuh juga datang dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui kehadiran Vinsensius Jemadu, Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events). Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Senggigi Open Surfing 2025 memiliki nilai strategis bagi NTB maupun pariwisata nasional. Event ini bertepatan dengan perayaan HUT ke-67 Provinsi NTB, sekaligus menjadi momentum apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ribuan kegiatan pariwisata di Indonesia setiap tahun.


Vinsensius menegaskan bahwa NTB memiliki “paket lengkap” sebagai destinasi event, dengan ragam kegiatan yang mencakup udara, laut, dan darat. Dari kompetisi paragliding, balap MotoGP, hingga berbagai event bahari termasuk surfing, NTB menunjukkan karakter yang membedakannya dari destinasi lain. Ia juga menyampaikan pesan dari Menteri Pariwisata agar masyarakat NTB menjadi tuan rumah yang baik, karena keramahan dan dukungan masyarakat dapat memberikan dampak luar biasa bagi pertumbuhan pariwisata.


Wakil Gubernur NTB, Hj indah Dhamayanti Putri, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kemenparekraf atas dukungan yang terus diberikan. Ia menegaskan bahwa Senggigi merupakan destinasi yang telah dikenal dunia sejak lama, dan olahraga surfing telah menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara. Selain Senggigi, NTB memiliki banyak titik ombak yang digemari peselancar internasional, sehingga potensi pengembangan sport tourism masih sangat besar.


Pemerintah Provinsi NTB berharap gelaran ini tidak hanya memperkuat posisi Senggigi sebagai lokasi surfing unggulan, tetapi juga mendorong lahirnya lebih banyak peselancar muda berbakat dari NTB yang dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Event ini diharapkan akan terus berkembang dan menjadi agenda tahunan yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan secara signifikan.


Senggigi Open Surfing 2025 berlangsung pada 12–14 Desember 2025 di Pantai Senggigi, dengan melibatkan atlet, komunitas, dan pelaku pariwisata dari seluruh Indonesia. Pemerintah dan penyelenggara optimistis kegiatan ini memberikan dampak positif bagi penguatan ekosistem sport tourism serta memperluas promosi destinasi pariwisata NTB di mata nasional dan internasional. (red)

13/10/25

Lombok raih peringkat kedua pulau terbaik di Asia 2025 versi Condé Nast Traveller

 
Lombok raih peringkat kedua pulau terbaik di Asia 2025 versi Condé Nast Traveller
Foto: Segara Anak Gunung Rinjani. (Edmond Ken)

OPSINTB.com - Pulau Lombok kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Pencapaian itu ditorehkan oleh pariwisata dalam ajang bergengsi Readers’ Choice Awards 2025 yang diselenggarakan oleh majalah perjalanan terkemuka Condé Nast Traveller.


Lombok berhasil meraih peringkat kedua sebagai pulau terbaik di Asia dengan skor 94,86 poin. Capaian ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2024, yang hanya pada posisi sepuluh dengan skor 90,41 poin. 


Kenaikan skor ini menjadi bukti, Lombok semakin mendapatkan penilaian positif dari para wisatawan dunia. Mereka menilai pulau dengan luas 4.725 kilo meter ini mampu memberikan pengalaman berlibur yang lebih autentik, berkesan, dan berkualitas.


Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ahmad Nur Aulia menyampaikan, penghargaan ini merupakan hasil kerja sama dan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan pariwisata di Lombok. Mulai dari penyedia akomodasi, pelaku transportasi, ekonomi kreatif, hingga masyarakat yang senantiasa menjaga keramahan, budaya, dan kelestarian lingkungan


"Peningkatan penilaian ini mencerminkan apresiasi wisatawan terhadap Lombok sebagai destinasi yang terus berkembang dan memberikan pengalaman positif," terang Ahmad Nur Aulia, Senin (13/10/2025).


Ia menegaskan, pencapaian ini bukan alasan untuk berpuas diri, melainkan menjadi dorongan untuk terus berbenah dalam menghadirkan pariwisata yang berkualitas serta destinasi yang mendunia. 


Semua pihak, imbuhnya, harus menjaga konsistensi dan meningkatkan pelayanan terbaik agar wisatawan mendapatkan pengalaman yang lebih mendalam dan autentik, sekaligus merasakan kehangatan dan karakter asli Lombok.


Ahmad Nur Aulia menilai, pengakuan internasional ini membuka peluang besar untuk memperkuat promosi serta menarik investasi di sektor pariwisata. Menurutnya, keberhasilan Lombok diharapkan turut memberikan dampak positif bagi pengembangan destinasi lainnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat, termasuk di Pulau Sumbawa.


"Dengan pengakuan ini, Lombok semakin diakui sebagai destinasi dunia yang tidak hanya indah, tetapi juga mampu memberikan pengalaman yang autentik, berkesan, dan berkualitas dari sudut pandang para wisatawan dunia," ujarnya. (red)

24/08/25

Sekda puji konsep eco sport tourism Sunrise Land Lombok

 
Sekda puji konsep eco sport tourism Sunrise Land Lombok

OPSINTB.com - Sparing Partner akhirnya resmi dimulai. Kegiatan itu diawali dengan melepas 80 ekor tukik di Pantai Labuhan Haji, Lombok Timur, Minggu (24/8/2025).


Kegiatan yang berlangsung di Sunrise Land Lombok itu, dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, H Muhammad Juaini Taofik, masyarakat dan para pegiat olahraga.


Direktur Sunrise Land Lombok, Qori Bayyinaturrosi mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari konsep Eco Sport Tourism Based Community, yaitu perpaduan antara wisata olahraga, ekowisata, dan pemberdayaan komunitas lokal. 


Dalam kegiatan itu ada tiga elemen yang digabungkan, yakni ekologi dengan konservasi penyu, olahraga berupa combat sport, dan pariwisata berbasis komunitas. 


"Ini bukan hanya event, tapi juga branding destinasi wisata Lombok Timur,” ucap pria yang karib disapa Qori ini kepada opsintb.com.


Qori menerangkan, kegiatan sparing diikuti 80 petarung dari berbagai wilayah di Lombok, mulai dari Lombok Barat, Lombok Tengah, Kota Mataram, dan Lombok Timur. 


Jumlah peserta sengaja dibatasi 80 orang sebagai simbol perayaan HUT RI ke-80.


Sebenarnya, kata dia, banyak yang antusias, bahkan ada yang rela membayar untuk ikut sparing, padahal kegiatan ini latihan gratis. Tapi, mereka merasa butuh ruang untuk uji coba setelah bertahun-tahun berlatih.


"Hadir juga petarung lokal sekaligus influencer, Gedet Bar Bar, yang berperan penting mempromosikan sport tourism berupa tinju dan melestarikan budaya lokal Lombok seperti perisian," terangnya.


Sementara itu, Sekda Lombok Timur, H Muhammad Juaini Taofik, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Sunrise Land Lombok yang mampu menggabungkan ekowisata dengan olahraga dan pelepasan 80 tukik ini sebagai simbol merayakan HUT RI ke 80. Kegiatan positif seperti ini, katanya, harus terus berlanjut.


"Model seperti di Sunrise Land Lombok ini bisa jadi contoh, bagaimana masyarakat menjadi basis utama kegiatan wisata dan olahraga,” kata Kak Ofik.


Ia menekankan pentingnya kolaborasi untuk membina bibit-bibit olahraga bela diri. Menurutnya, geliat MMA dan cabang olahraga combat sport lainnya bisa berkembang menjadi prestasi daerah bahkan nasional, apalagi Lombok akan menjadi tuan rumah PON 2028.


Istilah sepak bola, ini seperti tarkam. Dari ajang-ajang komunitas seperti inilah nanti bisa lahir atlet berprestasi. 


"Pemerintah tentu akan mendukung ketika sudah ada pengurus Cabor dan bibit atlet yang jelas,” tegasnya.


Sekda melihat, masyarakat yang hadir pun sangat antusias mengikuti rangkaian acara. Dia menilai tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik serta menumbuhkan rasa cinta tanah air.


"Sunrise Land Lombok bisa menghadirkan tontonan-tontonan yang menarik dan yang mendidik," akuinya. (zaa)

11/08/25

Satafsus Bupati Lotim gandeng ulama Makkah untuk bangun pariwisata hingga beasiswa

 
Satafsus Bupati Lotim gandeng ulama Makkah untuk bangun pariwisata hingga beasiswa

OPSINTB.com - Banyak yang meyakini Lombok, gudangnya berkah. Buktinya tak sedikit ulama mulai lokal hingga internasional menjejakkan kaki di tanah berjuluk Pulau Seribu Masjid ini.


Jumat lalu, giliran Lombok Timur kedatangan ulama asal Makkah, yakni Syekh Yahya Al-Mihwari dan Syekh Fawwaz Assuudi. Kedua tokoh ulama tersebut menginjakkan kaki di Dusun Tanak Renteng, Desa Pringgabaya, didampingi oleh Staf Khusus Bupati Lombok Timur Bidang Investasi dan Hubungan Internasional, Ustaz Zamroni.


Derap langkah rombongan disambut hangat oleh warga yang telah menunggu sejak siang. Kedatangan mereka bukan sekadar kunjungan biasa, tapi di hadapan jemaah Masjid Al Walidain yang sedang dibangun, obrolan penuh semangat mengalir.


Mereka membicarakan rencana besar membangun fasilitas pendidikan dan sosial, semua tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Melalui Al Ummah Foundation Indonesia, yayasan yang dipimpin langsung oleh Ustaz Zamroni, sudah ada jejak nyata 50 masjid berdiri megah di Lombok Timur. Kini, visi itu diperluas. 


“Kami memaksimalkan potensi hubungan internasional agar investor luar negeri bisa masuk membantu pembangunan Lombok Timur dan ini tidak membebani APBD, tapi justru memperkuat pendidikan, sosial, dan dakwah," ucap Zamroni kepada opsintb.com, Senin (11/8/2025).


Bantuan yang diusung mencakup pembangunan masjid, musholla, hingga ruang kelas pondok pesantren. Bahkan, langkah lebih jauh sedang dijajaki kerja sama dengan BAZNAS luar negeri untuk memperluas manfaat bantuan. 


Pihaknya ingin sinergi ini meluas. Tidak hanya pembangunan masjid dan sekolah, tapi juga beasiswa luar negeri untuk mahasiswa Lombok Timur.


Kekuatan program ini terletak pada pemanfaatan dana CSR perusahaan besar di luar negeri. Dengan begitu, pembangunan di Lotim bisa bergerak cepat tanpa bergantung penuh pada anggaran daerah.


“Syekh Yahya dan Syekh Fawwaz sangat antusias. Mereka akan mengabarkan potensi Lombok Timur kepada jaringan mereka di Arab Saudi,” kata Zamroni.


Kunjungan itu tak hanya berfokus pada sarana ibadah. Kedua ulama juga diajak merasakan langsung keindahan alam Lombok Timur dari lereng Gunung Rinjani hingga hamparan hijaunya Sembalun. 


Malam mereka habiskan di kawasan wisata, sambil mengamati potensi investasi pariwisata yang terus berkembang.


Di sela-sela perjalanan, mereka duduk bersama tokoh masyarakat, mendengarkan kebutuhan warga secara langsung. Hasil dialog ini akan menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan bantuan yang tepat sasaran.


Ustaz Zamroni mengungkapkan, para donatur dari Timur Tengah diharapkan tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga mendukung investasi sektor wisata, termasuk rencana pembangunan Islamic Center terbesar di NTB yang akan berdiri di Lombok Timur. 


“Ini akan memperkuat wisata religi di daerah kami,” pungkasnya. (zaa)

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama