Rukhidatun Aini, siswi cantik SMPN 3 Montong Gading raih medali emas di Olimpiade GSO - OPSINTB.com | News References

28/02/26

Rukhidatun Aini, siswi cantik SMPN 3 Montong Gading raih medali emas di Olimpiade GSO

Rukhidatun Aini, siswi cantik SMPN 3 Montong Gading raih medali emas di Olimpiade GSO

 
Rukhidatun Aini, siswi cantik SMPN 3 Montong Gading raih medali emas di Olimpiade GSO

OPSINTB.com - Sekilas Rukhidatun Aini, nampak sederhana. Tutur bahasanya dan pembawaannya menunjukan dia hanya anak biasa-biasa saja.


Mungkin karena berasal dari dusun, jadi pembawaannya persis seperti anak kampung seusianya. Tak ada yang nampak istimewa dari perangainya. 


Rukhidatun Aini, tinggal di Montong Tanggo, Desa Montong Betok, Kecamatan Montong Gading dari keluarga petani. Mungkin itu faktor yang membentuknya.


Hidup dan perangainya boleh sederhana, tapi tidak dengan prestasinya. Aini, sapaan akrabnya sebagai salah satu orang yang membawa harum nama tempat tinggalnya, sekolah, bahkan daerah. 


Pasalnya, remaja 15 tahun ini mampu menaklukan kompetisi nasional. Tak tanggung, dirinya meraih medali emas dalam ajang olimpiade tingkat nasional Garuda Science Olympiad (GSO) dan mewakili Nusa Tenggara Barat.


Siswi kelas sembilan yang berprestasi dari SMP Negeri 3 Montong Gading ini, membuktikan keterbatasan bukan penghalang untuk mengubur mimpi. Tekad serta semangatnya yang sekuat baja, mampu melewati batasan itu.


Prestasinya di panggung nasional itu, berawal dari media sosial. Perjalanan Aini menuju medali emas bermula dari informasi yang ia dapatkan melalui teman-temannya. 


"Seorang teman mengirimkan tautan pendaftaran lomba beserta kisi-kisi materi yang bisa dipelajari," ucapnya saat ditemui di sekolahnya, Sabtu (28/2/2026).


Awalnya, ia hanya mencoba untuk daftarkan diri tak ada target karena dirinya sadar dari kampung. Meski tak ada goals, dirinya tetap belajar dari kisi-kisi yang dibagikan. 


Bagai gayung bersambut, usahanya membuahkan hasil. Pada tahap awal di tingkat provinsi, ia berhasil meraih juara tiga. Prestasi itu menjadi motivasi untuk terus melangkah lebih jauh.


"Waktu itu saya daftar lagi karena ingin menambah sertifikat supaya bisa masuk sekolah impian," terangnya.


Kompetisi tingkat nasional diikuti lebih dari 200 peserta per grup, dengan total peserta diperkirakan mencapai ribuan dari seluruh Indonesia. 


Dari Lombok Timur, Aini menjadi salah satu yang berhasil menembus seleksi hingga tingkat nasional.


Di balik keberhasilannya, ada cerita perjuangan yang sederhana namun penuh makna. Tantangan terbesarnya bukan soal materi pelajaran, melainkan keterbatasan fasilitas.


“Cuma HP lowbat sama nggak ada kuota,” katanya sambil tersenyum simpul.


Untuk persiapan lomba, Aini belajar mandiri. Ia menyalin kisi-kisi materi dan memperdalam pelajaran yang sudah dipelajari di sekolah. 


Saat mengalami kesulitan, akuinya, dirinya bertanya kepada guru. Sesuai mata pelajaran yang dilombakan meliputi Bahasa Indonesia, Pendidikan Agama Islam, dan Bahasa Inggris.


Aini memang aktif mengikuti berbagai olimpiade tingkat nasional. Meski tidak selalu meraih juara, ia tetap mendapatkan sertifikat sebagai peserta. 


"Sudah lima hingga enam kali saya mengikuti olimpiade nasional," ujarnya.


Sementara itu, Prestasinya tak hanya di bidang akademik. Ia juga pernah mengikuti seleksi undangan dari institusi kepolisian setelah adanya sosialisasi di sekolah. 


Dari delapan pendaftar, hanya tiga yang lolos seleksi administrasi dengan syarat nilai di atas 8,5 pada mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA. 


"Saya juga termasuk salah satunya yang lolos seleksi,"bebernya


Waka Kesiswaan SMP Negeri 3 Montong Gading, Hilman, mengungkapkan rasa bangga atas prestasi siswinya tersebut.


"Alhamdulillah, prestasi ini sangat membanggakan dan kami berharap bisa menjadi motivasi bagi adik-adik kelasnya, khususnya kelas 7 dan 8, untuk terus berjuang meraih prestasi di berbagai bidang," ujarnya.


Menurutnya, sekolah memiliki banyak program pengembangan diri melalui konsep Sekolah Penggerak dan project ekstrakurikuler setiap semester.


Program tersebut mencakup keterampilan tata boga, pembibitan tanaman, perikanan, hingga pelestarian budaya seperti adat sorong serah menggunakan bahasa halus Sasak.


Tak hanya akademik, pembinaan karakter juga menjadi prioritas. Sekolah aktif menggalakkan program anti-bullying, pembinaan keagamaan seperti tahfiz dan seni baca Al-Qur’an, serta gerakan peduli lingkungan melalui program grebek sampah dan pengolahan sampah plastik menjadi produk kreatif.


“Pesan yang selalu kami tanamkan kepada siswa adalah masa depan yang baik dipersiapkan dengan baik. Belajar giat, bersosialisasi dengan baik, aktif dan kreatif dalam pembelajaran,” kata Hilman.


Secara akademik maupun non-akademik, SMP Negeri 3 Montong Gading dikenal sebagai salah satu sekolah yang unggul di Kecamatan Montong Gading. 


"Kita bahkan kerap mewakili Lombok Timur hingga tingkat provinsi dalam berbagai lomba," tandasnya. (zaa)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama