OPSINTB.com - Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin, turun langsung melihat kondisi Pasar Pringgabaya yang dilalap api pada Senin malam kemarin (27/04/2016).
Pasalnya lapak-lapak pedagang setempat nyaris habis terbakar. Kini yang tersisa hanya bekas puing-puing kayu sisa si jago merah.
Dalam kunjungannya itu Bupati Iron, bertemu langsung dengan para pedagang di pasar tersebut. Pada kesempatan itu dia mengatakan pemerintah daerah belum dapat memberikan bantuan besar.
"Ibuk-ibuk ya, kita perbaiki dulu pasar ini dulu. Nanti kita berikan bantuan modal sama-sama Rp 2 juta dulu," ucapnya pada Rabu (29/4/2026).
Ia meminta masyarakat untuk bersabar karena proses pemulihan akan dilakukan secara bertahap hingga kondisi kembali normal. Bantuan itu merupakan intervensi pemerintah dalam jangka pendek, dengan nominal yang tidak besar.
Bupati menjelaskan, penanganan saat ini difokuskan pada pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat. Ia menegaskan pentingnya percepatan penanganan karena pasar merupakan pusat kebutuhan dasar masyarakat.
Berdasarkan data sementara, jumlah lapak yang terdampak kebakaran mencapai 164 unit.
"Makanya saya langsung dari bandara langsung ke sini. Saya lihat kondisi, artinya kita harus tetap peduli. Ini kan masalah ekonomi, kebutuhan dasar masyarakat yang harus segera kita selesaikan. Tapi masyarakat kita harap mau bersabar, semua akan dalam proses," ungkapnya.
Pemerintah daerah juga berencana membangun lapak sementara agar para pedagang dapat kembali berjualan sembari menunggu pembangunan pasar secara permanen. Selain itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
"Kalau memang ini dilakukan oleh seseorang berdasarkan temuan polisi, ya itu urusan hukum. Yang jelas kita fokus dulu menormalkan kondisi masyarakat," jelasnya
Untuk jangka panjang, pembangunan kembali pasar direncanakan masuk dalam anggaran prioritas tahun 2026.
Sementara itu, salah satu pedagang terdampak, Huswatun Hasanah, mengaku bantuan sebesar Rp 2 juta belum cukup untuk menutup kerugian yang dialaminya.
"Saya jualan pakaian konveksi. Kerugian di atas Rp 50 juta. Kalau dapat Rp 2 juta itu apa yang bisa dibeli, bahkan tidak cukup satu kantong barang," ujarnya.
Ia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan yang lebih besar agar para pedagang bisa kembali bangkit.
"Harapannya ada bantuan yang lebih besar, minimal bisa menutup sebagian kerugian supaya kita punya modal lagi. Sekarang mau pinjam ke bank juga sulit karena tidak ada pemasukan," keluhnya. (zaa)





follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami