Ekonomi

28/10/26

Terus perluas ekosistem transaksi digital, kini Bank NTB Syariah dekatkan layanan perbankan kepada masyarakat Dompu

Terus perluas ekosistem transaksi digital, kini Bank NTB Syariah dekatkan layanan perbankan kepada masyarakat dompu

OPSINTB.com - PT Bank NTB Syariah terus mendorong perluasan akses layanan perbankan dan transaksi digital bagi masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat inklusi keuangan di Nusa Tenggara Barat. Melalui rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Kabupaten Dompu pada 23–25 Oktober 2026, Bank memperkenalkan layanan perbankan yang dapat mendukung aktivitas transaksi masyarakat dan pelaku usaha.


Pemanfaatan layanan transaksi digital menjadi salah satu aspek penting dalam memperluas inklusi keuangan. Selain memberikan alternatif cara pembayaran, penggunaan layanan digital juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk mulai mengintegrasikan transaksi non-tunai dalam kegiatan bisnis sehari-hari.


Direktur Dana dan Transaksi Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, mengatakan bahwa peningkatan literasi keuangan harus disertai dengan kesempatan bagi masyarakat untuk mengakses layanan perbankan.


“Pertama, kita bersama-sama dengan perbankan, OJK, dan Bank Indonesia memberikan edukasi kepada masyarakat melalui literasi keuangan. Setelah itu, kita memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bisa mengakses layanan perbankan,” katanya.


Dalam kegiatan BIK 2026 di Dompu, Bank NTB Syariah turut mendorong pemanfaatan layanan perbankan, mulai dari pembukaan rekening hingga penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk transaksi digital. Pengenalan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan akses keuangan formal kepada masyarakat.


Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), transaksi digital dapat menjadi salah satu alternatif untuk melayani pembayaran pelanggan. Penggunaan pembayaran non-tunai juga dapat mendukung pencatatan transaksi yang lebih teratur, sehingga pelaku usaha memiliki informasi yang lebih baik untuk mengevaluasi perkembangan bisnisnya.


Namun, perluasan penggunaan transaksi digital perlu berjalan seiring dengan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai cara menggunakan layanan keuangan secara bijak. Edukasi mengenai keamanan bertransaksi, perlindungan data pribadi, serta kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan formal.


Bank NTB Syariah memandang inklusi keuangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan produk dan layanan perbankan, tetapi juga kemampuan masyarakat untuk memanfaatkan layanan tersebut sesuai kebutuhan. Oleh karena itu, pengenalan layanan transaksi digital perlu disertai dengan pemahaman mengenai manfaat, mekanisme penggunaan, dan risiko yang perlu diantisipasi.


Partisipasi Bank NTB Syariah dalam BIK 2026 di Dompu juga mencerminkan pentingnya sinergi antara industri jasa keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, dan pemerintah daerah dalam memperluas akses keuangan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat semakin mengenal layanan keuangan formal sekaligus mendukung aktivitas ekonomi lokal.


Ke depan, Bank NTB Syariah berkomitmen untuk terus memperluas akses layanan perbankan dan mendorong pemanfaatan transaksi digital secara bertanggung jawab. Melalui upaya tersebut, Bank berharap layanan keuangan dapat semakin mudah dijangkau dan memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk pelaku UMKM yang menjadi bagian penting dari perekonomian daerah. (red)

 

15/10/26

Job Fair Masmirah 2026: 1.282 lowongan kerja dibuka

 
Job Fair Masmirah 2026: 1.282 lowongan kerja dibuka

OPSINTB.com - Bupati Lombok Tengah (Loteng), H Lalu Pathul Bahri berharap Job Fair Masmirah 2026 dapat menampung 1.282 kuota kerja. Hal itu untuk mengurangi jumlah pengangguran di daerah ini, yang persentasenya saat ini 33,5 persen, dengan angka absolut 22 ribu orang.


''Peminatnya cukup besar, dan diharapkan dapat mengurangi jumlah pengangguran di Loteng,'' ucap Pathul Bahri, Kamis (15/10/2026).


Job Fair Masmirah 2026 digelar selama tiga hari. Dari 14-16 Oktober 2026. Pemda telah mengundang 57 perusahaan untuk membuka booth di Bencingah Agung Komplek Kantor Bupati Loteng sebagai lokasi job fair ini.


''Job fair ke depan menjadi barometer untuk menghimpun perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja agar masyarakat tidak lelah mencari kerja, dan bisa di satu tempat,'' Pathul menambahkan.


Sementara itu, Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Loteng, H Abdul Qodir, menyebut job fair menjadi sarana mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung.


Ia mengatakan, berdasarkan infografik Job Fair Masmirah 2026, sektor perhotelan dan pariwisata mendominasi peserta dengan 24 entri.


''Sektor keuangan, perdagangan, alih daya mencatat 6 entri, perdagangan dan otomotif mencatatat 5 entri, disusul sektor jasa dan layanan telekomunikasi,'' terang Qodir.


''Komposisi tersebut menunjukkan beragamnya peluang pekerjaan yang dapat dimanfaatkan masyarakat, baik lulusan baru maupun yang berpengalaman.''


Muhammad Nasar, peserta job fair dari Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur, menyebut sangat antusias mengikuti job fair ini. 


Ia tertarik mengikuti job fair ini karena ingin bekerja di dunia perhotelan.


''Rasanya sangat luar biasa. Dan lowongan kerjanya sangat banyak sekali,'' ucap Nasar.


Selama mengikuti job fair hari pertama ini, ia telah mengunjungi tiga booth perhotelan. Tak ingin sebatas sebagai peserta saja, Nasar sebelumnya telah mempersiapkan diri dengan mengikuti pelatihan di BLK Loteng untuk memantapkan persiapannya mengikuti job fair.


''Belum pernah ikut sebelumnya. Baru mau memulai di dunia perhotelan,'' kata Nasar. (wan)

12/10/26

MotoGP Mandalika 2026 pecahkan rekor! 157 ribu penonton banjiri sirkuit, ekonomi lokal melejit

 
MotoGP Mandalika 2026 pecahkan rekor! 157 ribu penonton banjiri sirkuit, ekonomi lokal melejit

OPSINTB.com - Ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Nusa Tenggara Barat, mencatat rekor penonton sebanyak 157.875 orang selama 9–11 Oktober 2026. Angka ini melampaui 140.324 penonton pada 2025, atau naik sekitar 12,5 persen.


Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan capaian itu di Sirkuit Mandalika, Minggu (11/10/2026). Menurutnya, tingginya animo masyarakat membuktikan bahwa event olahraga internasional mampu mendorong ekonomi lokal secara nyata.


“Penyelenggaraan tahun ini finis terbaik. Penonton tembus 157 ribu orang, dan ini membuktikan bahwa event-event olahraga bisa menghasilkan keekonomian yang nyata bagi masyarakat,” ujar Erick.


Tiket dilaporkan habis terjual menjelang hari balapan, termasuk kategori premium. Selain persaingan pebalap dunia, kehadiran pebalap Indonesia Veda Ega Pratama dan Mario Aji serta hiburan musik yang melibatkan Agnez Mo turut menarik pengunjung.


Erick menekankan bahwa MotoGP Mandalika tidak hanya soal kompetisi, tetapi juga manfaat ekonomi bagi UMKM, perhotelan, transportasi, kuliner, dan layanan pariwisata pendukung. Ia optimistis target perputaran uang Rp5 triliun dapat tercapai, meskipun realisasinya masih memerlukan data dan pengukuran ekonomi yang terverifikasi.


“Target Rp5 triliun saya yakin tembus. Pak Gubernur happy, masyarakat happy, tingkat kemiskinan di dekat sini turun hampir 3 persen. Ke depan, MotoGP harus bisa lebih baik lagi,” tegasnya

.

Ia mendorong PT InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) untuk mengembangkan Mandalika sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Olahraga. Fasilitas yang diusulkan meliputi lapangan golf, jalur jogging, lapangan tenis, padel, penambahan hotel, serta bonded zone untuk kendaraan balap. Tujuannya agar kawasan tidak hanya mengandalkan MotoGP, tetapi aktif sepanjang tahun melalui berbagai kegiatan olahraga dan pariwisata.


Hasil evaluasi MotoGP Mandalika 2026 akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bahan pertimbangan kebijakan ke depan.


Pada balapan utama Minggu (11/10), Marco Bezzecchi keluar sebagai pemenang. Rekor penonton menjadi indikator daya tarik Mandalika. Tantangan selanjutnya adalah memastikan peningkatan kunjungan sejalan dengan penguatan fasilitas, kualitas penyelenggaraan, dan manfaat ekonomi yang terukur bagi masyarakat NTB. (red)

10/10/26

Bale Kita hadir di BIZAM, kerajinan NTB makin mendunia

 
Bale Kita hadir di BIZAM, kerajinan NTB makin mendunia

OPSINTB.com - Produk kerajinan dan karya kreatif UMKM Nusa Tenggara Barat (NTB) kini memiliki ruang pemasaran baru di Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Praya. Kehadiran gerai Bale Kita di area keberangkatan bandara ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkenalkan kekayaan produk lokal NTB kepada masyarakat Nusantara dan wisatawan mancanegara.


Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Sinta Agathia M Iqbal, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas hadirnya kembali Bale Kita di BIZAM, Sabtu (10/10/2026).


“Bismillah, Bale KITA mulai hari ini hadir kembali di BIZAM-Praya, Departure Gate. Another mission accomplished,” ungkap Sinta.


Menurutnya, kehadiran gerai tersebut merupakan hasil ikhtiar bersama melalui kolaborasi Dekranasda NTB, Bale Kita, pengelola BIZAM, serta para perajin dan pelaku UMKM. Kolaborasi ini menjadi wujud dukungan nyata untuk membawa produk lokal lebih dekat kepada konsumen, terutama para pelaku perjalanan yang datang ke NTB maupun yang akan melanjutkan perjalanan ke berbagai daerah dan negara.


Bunda Sinta menegaskan, bandara merupakan ruang strategis untuk memperkenalkan identitas dan keunggulan produk daerah. Melalui Bale Kita, produk kerajinan NTBi tidak hanya memiliki tempat untuk dipasarkan, tetapi juga kesempatan untuk dikenal lebih luas oleh masyarakat yang memiliki latar belakang dan jangkauan pasar beragam.


Berbagai produk kerajinan dan karya kreatif UMKM NTB dapat menjadi daya tarik gerai ini, mulai dari kain tenun dan songket tradisional, produk turunan tenun seperti busana dan aksesori, kerajinan cukli, kerajinan rotan dan anyaman, hingga produk kriya, suvenir, serta kerajinan berbahan alam. Kekayaan tersebut merepresentasikan kreativitas perajin dari Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa dengan karakter, motif, bahan, serta nilai budaya yang beragam.


Setiap produk tidak sekadar memiliki nilai ekonomi, tetapi juga membawa cerita tentang tradisi, keterampilan, dan identitas masyarakat NTB. Karena itu, keberadaan Bale Kita di BIZAM diharapkan dapat mendorong produk kerajinan lokal menjadi pilihan buah tangan bagi wisatawan sekaligus memperkuat daya saing UMKM di pasar yang lebih luas.


Lebih dari sekadar membuka gerai penjualan, langkah ini merupakan bagian dari ikhtiar Pemerintah Provinsi NTB bersama Dekranasda untuk memperluas akses pemasaran, meningkatkan pengenalan produk unggulan daerah, serta membuka peluang pertumbuhan usaha bagi para perajin dan pelaku UMKM.


Menurut Bunda Sinta, perluasan akses pasar harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas produk, kreativitas desain, konsistensi mutu, dan kemampuan pelaku UMKM membaca kebutuhan konsumen. Dengan demikian, produk kerajinan NTB tidak hanya dikenal karena keunikan budayanya, tetapi juga mampu bersaing sebagai produk bernilai tambah yang diminati pasar.


“Kami berharap Bale Kita di BIZAM menjadi pintu yang semakin terbuka bagi produk kerajinan UMKM NTB untuk dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Semakin luas pasar yang dijangkau, semakin besar pula peluang bagi para perajin untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya,” ujarnya.


Bunda Sinta menegaskan, upaya ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk membangun ekosistem pemasaran produk lokal yang berkelanjutan. Dengan mempertemukan kreativitas perajin, dukungan pemerintah, dan akses pasar yang strategis, Bale Kita diharapkan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan UMKM sekaligus penguat identitas produk daerah.


“Pada akhirnya, yang ingin kita bangun bukan hanya tempat menjual produk, melainkan kesempatan agar karya perajin NTB semakin dihargai, usaha mereka semakin berkembang, dan kesejahteraan keluarga mereka semakin meningkat. Inilah ikhtiar kita bersama untuk mewujudkan NTB Makmur Mendunia,” pungkas Sinta. (red)

09/10/26

Dukung pendidikan generasi muda NTB, Bank NTB Syariah salurkan beasiswa ke mahasiswa Unram

 
Dukung pendidikan generasi muda NTB, Bank NTB Syariah salurkan beasiswa ke mahasiswa Unram
OPSINTB.com - Bank NTB Syariah menyalurkan Program Beasiswa Most Loyal Customer Milad ke-62 Tahun 2026 kepada 15 mahasiswa Universitas Mataram (Unram). Program ini menjadi bentuk apresiasi Bank NTB Syariah kepada nasabah sekaligus dukungan terhadap mahasiswa yang memiliki prestasi akademik dan membutuhkan dukungan pembiayaan pendidikan.
Bank NTB Syariah mengalokasikan total dana beasiswa sebesar Rp111,6 juta untuk 15 mahasiswa terpilih. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp620 ribu per bulan selama satu tahun, yang disalurkan untuk dua semester, yakni Semester Genap Tahun Akademik 2026/2027 dan Semester Ganjil Tahun Akademik 2027/2028.
Direktur Dana dan Transaksi Bank NTB Syariah, Adhi Susantio, mengatakan pendidikan menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian dalam pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan.
“Pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi NTB. Karena itu, kami ingin memastikan dukungan kepada mahasiswa dapat memberikan ruang bagi mereka untuk fokus menyelesaikan pendidikan dan terus mengembangkan prestasinya,” ujar Adhi.
Menurutnya, Program Beasiswa Most Loyal Customer juga merupakan bentuk apresiasi Bank NTB Syariah kepada nasabah yang telah memberikan kepercayaan dan menjadi bagian dari perjalanan perusahaan.
“Kami memberikan apresiasi kepada nasabah melalui program yang memberikan manfaat langsung. Beasiswa ini kami arahkan kepada mahasiswa yang memenuhi kriteria dan membutuhkan dukungan untuk melanjutkan studinya,” katanya.
Adhi berharap para penerima beasiswa dapat memanfaatkan dukungan tersebut secara optimal dan mempertahankan prestasi akademiknya.
“Kami berharap para penerima dapat memanfaatkan beasiswa ini dengan sebaik-baiknya, menjaga prestasi, dan menyelesaikan pendidikan sesuai target. Ke depan, kami ingin semakin banyak generasi muda NTB yang memiliki kesempatan untuk berkembang dan memberikan kontribusi bagi daerah,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, proses seleksi dan verifikasi penerima dilakukan oleh Universitas Mataram dengan mempertimbangkan sejumlah kriteria, antara lain status sebagai mahasiswa aktif, kondisi ekonomi keluarga, prestasi akademik dengan IP minimal 3,00, serta tidak sedang menerima beasiswa sejenis dari pihak lain.
Penyaluran beasiswa dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dijadwalkan pada Januari 2027 untuk Semester Genap Tahun Akademik 2026/2027, sedangkan tahap kedua pada Juli 2027 untuk Semester Ganjil Tahun Akademik 2027/2028.
Bank NTB Syariah bersama Universitas Mataram juga akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap penerima beasiswa sebelum penyaluran tahap kedua, khususnya terkait keaktifan studi dan perkembangan prestasi akademik.
Adhi menambahkan, Bank NTB Syariah akan terus membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi dan berbagai pihak dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di NTB.
“Kolaborasi dengan Unram ini kami harapkan dapat terus berkembang. Kami ingin dukungan Bank NTB Syariah memberikan manfaat yang nyata bagi mahasiswa dan ikut mendorong lahirnya sumber daya manusia NTB yang kompeten dan berdaya saing,” tutup Adhi. (red)

23/09/26

Tunisia jajaki investasi, Gubernur Iqbal: Pemprov siapkan NTB Capital

 
Tunisia jajaki investasi, Gubernur Iqbal: Pemprov siapkan NTB Capital

OPSINTB.com - Peluang kerja sama Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Tunisia mulai diarahkan pada agenda yang lebih konkret, dari investasi dan pariwisata hingga pendidikan dan riset kesehatan. Dalam kunjungan kerjanya ke Mataram, Duta Besar Republik Tunisia untuk Indonesia, H.E. Mohamed Trabelsi, secara khusus menjajaki kesiapan NTB menerima investor Tunisia, sementara Pemerintah Provinsi NTB menawarkan NTB Capital sebagai instrumen untuk mendampingi investasi yang masuk ke daerah.


Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menerima kunjungan Dubes Mohamed Trabelsi di Ruang Kerja Gubernur NTB, Rabu (23/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penjajakan penguatan kerja sama kedua pihak di sejumlah sektor strategis. Pertemuan itu juga dikonfirmasi dalam pemberitaan RRI yang mencatat pembahasan investasi, pendidikan, dan peluang kerja sama lainnya antara Tunisia dan NTB. 


Menurut Miq Iqbal, salah satu hal yang secara khusus ditanyakan Dubes Tunisia adalah kesiapan NTB menyambut investor dari Tunisia yang berminat menanamkan modalnya di daerah.


Menjawab peluang tersebut, Gubernur menjelaskan kesiapan pemerintah daerah melalui NTB Capital, holding company daerah yang dirancang untuk membantu dan memudahkan investor dalam proses masuk serta mengembangkan usahanya di NTB.


“Ini memang diniatkan untuk membantu para investor yang masuk.”


Bagi NTB, peluang investasi tersebut tidak berdiri sendiri. Pemerintah daerah ingin memastikan investasi yang masuk dapat terhubung dengan potensi daerah sekaligus memperoleh dukungan yang diperlukan agar proses investasi berjalan lebih mudah.


Selain investasi, pembicaraan berkembang ke sektor pendidikan. Dubes Tunisia menyampaikan peluang pemberian 80 beasiswa bagi mahasiswa Indonesia dan keinginan untuk meningkatkan kerja sama pertukaran mahasiswa. Hal ini membuka ruang bagi NTB untuk memperluas akses pendidikan internasional sekaligus membangun jejaring akademik dengan Tunisia. 


“Beliau juga mengajak berbicara mengenai beasiswa dan keinginan beliau memfasilitasi beasiswa ke Tunisia,” kata Miq Iqbal.


NTB juga menawarkan peluang kerja sama di bidang riset kesehatan. Gubernur menyampaikan bahwa NTB memiliki kapasitas di bidang kedokteran, khususnya isu penyakit tropis dan kemaritiman, yang dapat menjadi ruang kolaborasi penelitian dengan Tunisia.


Dari sisi Tunisia, Mohamed Trabelsi melihat NTB memiliki sejumlah bidang yang potensial dikembangkan bersama, antara lain pertambangan, pariwisata dan pengembangan sumber daya manusia. Ia juga menyampaikan komitmen untuk memperkuat kerja sama pendidikan, terutama melalui pertukaran mahasiswa.


Sebelum bertemu Gubernur, Dubes Tunisia menyempatkan diri melihat sejumlah destinasi wisata di Pulau Lombok, antara lain Senggigi, Gili Trawangan, Gili Kendis, Gili Kondo dan kawasan Sembalun. Kunjungan lapangan tersebut memberi kesempatan bagi pihak Tunisia melihat langsung potensi pariwisata NTB sekaligus membuka perspektif kerja sama yang lebih luas.


Untuk menindaklanjuti pembicaraan, Dubes Mohamed Trabelsi mengundang Gubernur NTB berkunjung ke Jakarta untuk membahas potensi kerja sama secara lebih teknis bersama tim Kedutaan Besar Tunisia.


Rangkaian pembicaraan tersebut menunjukkan bahwa hubungan NTB dan Tunisia mulai diarahkan dari perkenalan potensi menuju penjajakan kerja sama yang lebih konkret dengan investasi, pendidikan, pariwisata dan riset sebagai ruang yang dapat dikembangkan bersama.


Bagi NTB, peluang ini bukan semata tentang menarik modal dari luar negeri. Investasi harus bertemu dengan potensi daerah, pendidikan harus melahirkan jejaring dan sumber daya manusia, sementara kerja sama riset harus menjawab kebutuhan nyata. Di titik itulah hubungan NTB–Tunisia dapat berkembang dari kunjungan diplomatik menjadi kerja sama yang menghasilkan manfaat bagi kedua pihak. (red)

Bank NTB Syariah dan Kementerian PKP perkuat sinergi pembiayaan perumahan di NTB

 
Bank NTB Syariah dan Kementerian PKP perkuat sinergi pembiayaan perumahan di NTB

OPSINTB.com - Bank NTB Syariah terus memperkuat peran dalam mendukung program pemerintah di sektor perumahan melalui optimalisasi penyaluran pembiayaan perumahan di Nusa Tenggara Barat (NTB).


Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui koordinasi bersama Staf Ahli Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Industri dan Lingkungan, Riadi Arif Aladin, S.E., M.M., serta jajaran Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) di Kantor Pusat Bank NTB Syariah, Mataram, Senin (21/9/2026).


Pertemuan tersebut membahas optimalisasi penyaluran pembiayaan perumahan di NTB, termasuk evaluasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) serta peluang keikutsertaan Bank NTB Syariah dalam KUR Perumahan (KPP).


Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah, Agus Suhendro, mengatakan koordinasi tersebut menjadi momentum penting untuk melihat potensi pengembangan pembiayaan perumahan sekaligus memperkuat sinergi Bank NTB Syariah dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan di sektor perumahan.


“Kami melihat sektor pembiayaan perumahan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan di NTB. Karena itu, koordinasi bersama Kementerian PKP dan BP Tapera ini menjadi momentum bagi Bank NTB Syariah untuk mengoptimalkan peluang tersebut. Setelah dipercaya menyalurkan KUR UMKM dan KUR PMI yang saat ini sudah berjalan, kami juga sedang mengajukan keikutsertaan sebagai penyalur KUR Perumahan,” ujar Agus.


Menurut Agus, peluang tersebut semakin terbuka dengan adanya alokasi 11.061 unit rumah untuk Provinsi NTB yang menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi ruang bagi Bank NTB Syariah untuk memperluas portofolio pembiayaan perumahan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan para pengembang di daerah.


“Dengan adanya potensi sekitar 11.061 unit rumah di NTB, kami melihat ruang yang besar untuk meningkatkan portofolio pembiayaan perumahan sekaligus memperluas kontribusi Bank NTB Syariah dalam mendukung program pemerintah, khususnya target pembangunan 3 juta rumah. Tentunya, kami akan menindaklanjuti peluang ini bersama Kementerian PKP, BP Tapera, dan para pengembang di NTB,” lanjutnya.


Dalam pertemuan tersebut, Bank NTB Syariah juga memaparkan perkembangan penyaluran FLPP yang telah dilakukan sejak 2018. Pada 2026, Bank NTB Syariah memperoleh target penyaluran sebanyak 300 unit, dengan realisasi yang masih perlu terus ditingkatkan. Untuk mengejar target tersebut, Bank NTB Syariah akan memperkuat kerja sama dengan para pengembang serta memperluas pipeline pembiayaan perumahan. 


Selain FLPP, Bank NTB Syariah melihat KUR Perumahan sebagai peluang baru dalam memperluas pembiayaan di sektor perumahan. Skema tersebut dapat mendukung pembiayaan pada sisi penyedia maupun permintaan, termasuk pengembang, kontraktor perumahan, pedagang bahan bangunan, serta pelaku usaha yang menjalankan kegiatan usahanya berbasis rumah. 


Agus menambahkan, keikutsertaan Bank NTB Syariah dalam KUR Perumahan saat ini sedang diproses. Bank akan menindaklanjuti pengajuan tersebut sekaligus mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan agar dapat mengambil peran dalam penyaluran program tersebut di NTB.


“KUR Perumahan ini menjadi salah satu peluang yang sedang kami proses. Kami berharap ke depan Bank NTB Syariah dapat ikut mengambil bagian dalam skema ini, sehingga pembiayaan tidak hanya menyasar masyarakat yang membutuhkan rumah, tetapi juga mendukung ekosistem usaha di sektor perumahan,” ungkap Agus.


Dalam koordinasi tersebut, Kementerian PKP dan BP Tapera juga menyampaikan sejumlah kemudahan dalam skema FLPP, termasuk opsi tenor pembiayaan hingga 40 tahun. Bank NTB Syariah didorong untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat NTB terhadap skema pembiayaan dengan tenor tersebut. Selain itu, terdapat alokasi kuota 11.061 unit rumah untuk NTB yang dapat disalurkan melalui bank penyalur. 


Bagi Bank NTB Syariah, penguatan pembiayaan perumahan merupakan bentuk kontribusi dalam mendukung kebutuhan masyarakat dan agenda pembangunan pemerintah.


“Kami ingin agar pengembangan pembiayaan perumahan ini memberikan manfaat yang lebih luas. Di satu sisi, ini merupakan peluang untuk memperkuat portofolio bisnis Bank NTB Syariah, dan di sisi lain menjadi bentuk dukungan kami terhadap upaya pemerintah menyediakan hunian bagi masyarakat melalui target pembangunan 3 juta rumah,” tutup Agus. (red)

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama