Waspada, DBD tengah mengintai di Lotim - OPSINTB.com | News References -->

Rabu, 03 Agustus 2022

Waspada, DBD tengah mengintai di Lotim

Waspada, DBD tengah mengintai di Lotim

 
Waspada, DBD tengah mengintai di Lotim

OPSINTB.com - Januari hingga Juni tahun 2022, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, mencatat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat tajam. Dilaporkan mencapai 45.387 kasus. Sementara, jumlah kematian akibat DBD mencapai 432 kasus.

Di Lombok Timur, menurut data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), Dinas Kesehatan Lotim, mencatat 88 kasus yang terjangkit DBD.

Dinas Kesehatan Lombok Timur, melalui Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P2KL), Budiman Satriadi mengungkapkan, Lotim belum masuk kategori darurat, namun masih dalam posisi antisipasi. Ia merincikan, persoalan DBD dari data SKDR bulan Januari hingga Juli 2022 ini, sebanyak 88 kasus, dan nihil angka kematian.

"Terbanyak Kecamatan Sambalia dan Selong," beber Budiman Satriadi, dihubungi wartawan, Rabu (3/8/2022).

Ia merincikan, 13 kasus di Kecamatan Selong dan 11 di Sambalia. 

Ia menerangkan, meski dalam kondisi tak hujan, namun banyak penampungan di dalam yang tak terkena sinar matahari. Dalam keadaan itu nyamuk bisa berkembang biak.

Langkah antisipasi yang sudah ditempuh, selain tetap disuarakan ke desa melalui Puskesmas untuk edukasi masyarakat mengenai 3 M. Juga meminta jika ada gejala, maka segera dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat. Pasalnya jika tak segera ditangani bisa menyebabkan kematian.

Gejala awal yang paking sering muncul ialah demam selama tiga hari disertai dengan bintik merah. 

"Kasus meninggal belum ada baik dari 2021 sampai tahun ini. Jika ada penularan di suatu tempat jika butuh fogging kita lakukan," terangnya.

Kecamatan Selong, menjadi kasus terbanyak menurutnya, lantaran padat penduduk. Juga banyak pendatang yang merupakan berasal dari wilayah endemik.

Contoh sederhana, ujarnya, seperti penampungan yang ada dibelakang dispenser. Itu juga dapat menjadi tempat nyamuk berkembang biak.

"Faktor lingkungan juga, banyak penampungan dibelakang rumah," ucapnya. (hkk)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama