OPSINTB.com - Jembatan penghubung antara Desa Benteng Selatan, Kecamatan Masbagik, dan Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, ambruk. Akibatnya jalan tersebut tak dapat dilalui kendaraan.
Peristiwa putusnya jembatan itu pada Sabtu malam (10/1/2026) sekitar pukul 21.00 Wita. Sontak kejadian tersebut membuat heboh warga.
Jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Masbagik, Pringgasela, hingga Kecamatan Sikur. Akibat kerusakan itu, aktivitas masyarakat terganggu, terutama akses pendidikan dan perekonomian warga.
Camat Masbagik, Agus Safandi mengatakan, tanda-tanda kerusakan jembatan sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa hari sebelumnya. Namun lanjut dia, karena jalur tersebut merupakan satu-satunya akses utama masyarakat, tetap digunakan hingga akhirnya ambruk pada malam hari.
“Alhamdulillah kejadian berlangsung malam hari sehingga tidak menimbulkan korban," ujar Agus, Minggu (11/1/2026).
Ia menjelaskan, jembatan tersebut menghubungkan dua dusun di Kecamatan Masbagik dan dua dusun di Kecamatan Pringgasela yang merupakan akses ekonomi masyarakat. Mulai dari hasil pertanian seperti nanas, sembako, serta buah-buahan.
Tak hanya aktivitas warga yang terganggu tapi juga pendidikan di lokasi itu. Dia menerangkan ada empat sekolah yang siswanya berasal dari dua kecamatan yakni Masbagik dan Pringgasela.
Jika jembatan tidak segera difungsikan kembali, para siswa harus menempuh jalur memutar yang jauh melalui Jurit.
"Karena itu sepakat dengan masyarakat untuk membangun jalan darurat agar aktivitas tidak terhenti,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur, Lalu Muliadi, menyatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan camat dan masyarakat setempat untuk penanganan darurat.
Dijelaskannya, jembatan Benteng Selatan ini sangat strategis karena mendukung pertumbuhan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kegiatan masyarakat lainnya.
"Langkah awal yang kami lakukan adalah pengamanan lokasi dengan pemasangan road barrier demi keselamatan warga,” jelasnya.
BPBD bersama masyarakat dua kecamatan yakni Masbagik dan Pringgasela juga akan bergotong royong membangun jembatan darurat dari bambu agar jalur tersebut bisa segera dilalui, terutama oleh anak sekolah dan pengendara sepeda motor.
“Insyaallah mulai besok atau lusa sudah dikerjakan. Jembatan darurat ini untuk sementara, sambil menunggu pembangunan permanen,” terang Lalu Muliadi.
Selain itu, BPBD Lombok Timur telah melakukan asesmen teknis dan perencanaan pembangunan jembatan permanen. Berdasarkan hasil sementara, kerusakan jembatan diduga akibat gerusan air sungai di bawah pondasi karena alur sungai yang sempit.
“Ke depan, selain pembangunan jembatan permanen, juga diperlukan normalisasi sungai dan pengangkatan sedimentasi agar aliran air lancar dan tidak kembali merusak pondasi,” pungkasnya. (zaa)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami