OPSINTB.com - Kapal barang KLM Mutiara Inti terdampar di perairan Gili Lawang, Desa Sugian, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Insiden tersebut terjadi pada Sabtu, 3 Januari 2026, akibat mesin kapal mengalami kerusakan setelah menabrak karang.
Untuk mencegah terjadinya pencemaran laut, Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda NTB bersama masyarakat nelayan setempat melakukan upaya penyelamatan dan evakuasi muatan kapal.
Dirpolairud Polda NTB Kombes Pol Boyke F.S. Samola mengungkapkan, KLM Mutiara Inti mengangkut barang seberat kurang lebih 150 ton dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, dengan tujuan Kota Bima, NTB.
Dia menjelaskan, kapal terdampar pada Sabtu, 3 Januari 2026. Mesin kapal mati akibat menabrak karang buntutnya, kapal mengalami gangguan mesin secara tiba-tiba sehingga nahkoda memutuskan menepi untuk mencari perlindungan di perairan Gili Lawang.
Kejadian tersebut berada pada titik koordinat 8°17'16.2"S 116°41'00.0"E. Akibat insiden tersebut, kapal mengalami kerusakan pada bagian mesin.
"Kapal akhirnya kandas dan tidak dapat melanjutkan pelayaran," ujarnya.
KLM Mutiara Inti Permata, diketahui dinakhodai oleh Dede Asdar (52) dengan gross tonnage (GT) 169, serta membawa enam orang anak buah kapal (ABK). Seluruh kru dipastikan dalam kondisi selamat.
Adapun identitas ABK diantaranya Dede Asdar (52), Sape, Bima, M. Sa’id (53), Bali
Yohanes Tuga (62), Labuhan Badas, Sumbawa, Mukyadi (49), Utan, Sumbawa
Fernsisco Hardianus (67), Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Maumere dan Muhammad Nur DM (58), Kabupaten Kediri.
Polairud Polda NTB memastikan penanganan insiden tersebut berjalan lancar serta tidak menimbulkan dampak pencemaran terhadap lingkungan laut.
“Kami memastikan seluruh kru kapal dalam keadaan aman dan komponen kapal yang masih dapat dimanfaatkan juga dalam kondisi aman,” pungkas Kombes Pol Boyke Samola.
Sementara itu, Sekretaris Desa Sugian, Ali Fikri, membenarkan adanya kapal yang kandas di wilayah perairan desanya.
“Ya benar ada kapal mati di wilayah kami, dan sekarang sudah dievakuasi oleh nelayan,” ujar Ali Fikri saat ditemui, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah barang muatan berupa bahan bangunan dan makanan ringan (snack) dievakuasi menggunakan perahu nelayan di Pantai Kokok Pedek, Desa Sugian.
“Masyarakat yang melakukan evakuasi bersama Polairud Polda NTB,” pungkasnya. (zaa)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami