BPS Loteng yakin even MotoGP kurangi angka pengangguran - OPSINTB.com | News References -->

Senin, 18 April 2022

BPS Loteng yakin even MotoGP kurangi angka pengangguran

BPS Loteng yakin even MotoGP kurangi angka pengangguran

 
BPS Loteng yakin even MotoGP kurangi angka pengangguran

OPSINTB.com - Even MotoGP Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah beberapa pekan lalu memberikan dampak positif bagi segala sektor. Perekonomian masyarakat dan angkatan kerja melonjak signifikan. Begitupun angka pengangguran di Lombok Tengah.

Meski masih menunggu hasil survei angkatan kerja nasional (Sakernas) yang akan diketahui hasilnya Agustus tahun ini, namun Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lombok Tengah yakin angka pengangguran di Lombok Tengah berkurang.

"Jadi perhelatan MotoGP kami pikir ya pasti ada pengaruhnyalah terhadap angka pengangguran. Pasti itu, karena bagaimanapun MotoGP ini menggerakkan segala lini usaha," kata Anas, Kepala Kantor BPS Loteng pada opsintb.com di Praya, Senin (18/4/2022).

Sementara, lanjut Anas, berdasarkan hasil survei terbaru yang dilakukan atau berdasarkan hasil survei 2021 lalu, angka pengangguran di Lombok Tengah turun ke angka 2,33 persen dari sebelumnya yang berada pada angka 3,74 persen untuk pengangguran terbuka.

"Jadi ada penurunan dari tahun 2020. Nah, kemungkinan di tahun 2022 ini bisa turun, tapi kita belum tahu seberapa turunnya. Nanti kita lihat dari hasil surveinya," imbuhnya.

Lebih lanjut, pria kelahiran Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Lombok Timur tersebut menjelaskan, data angka pengangguran di atas diambil berdasarkan dua kelompok kategori pengangguran. Artinya, kata dia, ada dua jenis pengangguran yang bisa dijadikan contoh untuk menilai angka tersebut yaitu pengangguran terbuka dan setengah terbuka.

Dijelaskannya, pengangguran terbuka merupakan orang yang bekerja terus menerus selama satu minggu, tapi tidak memenuhi jam kerja selam 36 jam. Sedangkan pengangguran setengah terbuka, terang Anas, merupakan orang yang bekerja hanya satu sampai dua jam sehari dalam satu minggu, tapi dianggap bekerja.

"Jadi itu sebagai acuan survei untuk mengetahui angka pengangguran kita," tutup mantan Kepala BPS Kota Mataram tersebut. (wan)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama