Minim Anggaran, Wisata "Ancol" Labuhan Haji Masih Menunggu Investor - OPSINTB.com | News References -->

Monday, February 10, 2020

Minim Anggaran, Wisata "Ancol" Labuhan Haji Masih Menunggu Investor

Minim Anggaran, Wisata "Ancol" Labuhan Haji Masih Menunggu Investor

Pembangunan Taman wisata labuhan haji akan dilanjutkan

OPSINTB.com - Taman Wisata Labuhan Haji, Lombok Timur dibangun sejak masa pemerintahan Bupati Ali BD. Hingga kini, pembangunan taman wisata yang digadang-gadang mirip wisata Ancol Jakarta itu tak kunjung tuntas. Bahkan, taman wisata yang dibangun di atas lahan seluas sekitar tujuh hektar itu sudah menelan anggaran sepulu miliar lebih.

Namun sayang, proses pengerjaannya tak berjalan mulus. Bahkan tahun 2019 lalu, pembangunannya macet total. Akibatnya, tembok pembatas dan pemecah ombak yang telah dibangun mengalami kerusakan pada beberapa sisinya.

Namun tahun ini, Dinas Pariwisata Lombok Timur sebagai penanggung jawab akan melanjutkan pembangunan Taman Wisata Labuhan Haji.

"Sekarang ada anggaran dari DAK Rp 700 juta untuk menata landscape atau meratakan tanah di Taman Wisata Labuhan Haji," kata Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, H Mugni, Senin 10/02/2020.

Namun Mugni mengakui bahwa anggaran tersebut masih tergolong sangat minim. Pasalnya, dari segi design yang telah dibuat,  Taman Wisata Labuhan Haji akan jadi atau mirip Ancol Jakarta dengan anggaran Rp 47 miliar. Namun dengan APBD Lombok Timur yang terbatas, anggaran tersebut masih belum bisa dipenuhi.

Untuk itu, Mugni mengundang investor agar bisa membangun dan mengelola Taman Wisata Labuhan Haji. "Sebenarnya sudah ada investor dari Bali dan Jakarta tapi belum deal," pungkasnya.

Dari kedua inveator yang sudah melakukan penawaran, Dinas Pariwisata Lombok Timur belum melakukan dealing karena masih terkendala sistem investasi dari kedua belah pihak, antara investor dan Dinas Pariwisata.

"Mereka (investor, red) ingin membangun dan kita ganti uangnya. Tapi kita ingin mereka kelola dan kita dapat manfaat. Mereka silahkan kelola dalam jangka sekian tahun, kalau sudah selesai jadi milik kita. Dalam masa pengelolaan itu kita dapat retribusi pajak," jelas Mugni.

"Karena belum deal, maka kami mengundang investor untuk membangun dan mengelola Taman Wisata Labuhan Haji," sambungnya.

Kalau pun nantinya ada investor yang sudah deal, jelasnya, maka anggaran DAK sejumlah Rp 700 juta tersebut tentu akan dikurangi. "Kalau sudah masuk investor maka anggaran tersebut akan dikurangi. Itu kesepakatan kita," jelasnya.

Terkait PAD, masih kata Mugni, tahun ini Dinas Pariwisata Lombok Timur ditargetkan Rp 50 juta untuk serapan PAD Taman Wisata Labuhan Haji. "Sekarang kita ditargetkan Rp 50 juta. Kalau sudah jadi mungkin Rp 5 miliar kecil dia," tutupnya. (yan)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama