Lomba Torro, Tradisi Unik Malam Pernikahan di Kertasari - OPSINTB.com | News References -->

Sabtu, 13 Juli 2019

Lomba Torro, Tradisi Unik Malam Pernikahan di Kertasari

Lomba Torro, Tradisi Unik Malam Pernikahan di Kertasari

OPSINTB.com - Dalam semua agama, menikah adalah prosesi sakral. Rangkaian kegiatan sebelum acara pernikahan pun cukup beragam. Termasuk di Indonesia dengan segala kekayaan budayanya. Lain wilayah tentu lain budaya. Contohnya di Desa Kertasari, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Ada tradisi unik menjelang puncak acara pernikahan warganya.

Malam hari sebelum acara pernikahan, ratusan warga berkumpul di rumah pengantin, mulai dari anak-anak, orang dewasa hingga lanjut usia. Perkumpulan tersebut bukan tanpa sebab. Selain turut serta mensyukuri keluarga dan kerabat yang sedang berbahagai, di rumah sang pengantin juga diadakan Lomba Torro.

Torro dalam bahasa Indonesia artinya kartu. Lomba Torro adalah perlombaan kartu remi (Lomba Main Remi). Lomba Torro digelar sebagai hiburan untuk memeriahkan acara pernikahan. 

Lomba rutin digelar warga Kertasari setiap ada acara pernikahan warga mereka. Lomba dilaksankan pada malam hari, yakni dimulai pukul sembilan hingga jam empat dini hari. Aturan lomba cukup sederhana. Sama seperti main remi pada umumnya. Hingga nanti yang menang melawan yang menang untuk menentukan juaranya.

Puluhan peserta saat mengikuti Lomba Torro 

Namun sebelum mengikuti lomba, peserta harus mengeluarkan uang pendaftaran sebesar Rp 20 ribu. Uang pendaftaran tersebut nantinya dijadikan sebagai hadiah berupa pakaian, uang dan hadiah menarik lainnya.

"Tapi yang boleh mengikuti lomba hanya laki-laki aja," kata Toni, salah seorang warga Kertasari, Jumat 12/7/2019.

Sementara lomba berjalan meriah dan menghibur, kaum perempuan justeru sibuk mempersiapkan kebutuhan acara pernikahan, seperti memasak dan kebutuhan lainnya, sembari diiringi Musik Mapagendang. Mapagendang adalah musik tradisional Sumbawa Barat.

Lanjut Toni, Lomba Torro cukup menghibur warga, sesuai tujuan dilaksanakannya lomba yakni sebagai hiburan. Keberadaan Lomba Torro dalam rangka memeriahkan acara pernikahan masih tergolong baru. Lomba berawal dari kegemaran warga Kertasari bermain kartu hingga diperlombakan pada malam hari menjelang acara pernikahan. Lomba Torro pun disambut baik warga setempat. Peserta lomba semakin banyak setiap ada acara pernikahan.

"Lomba Torro hanya bisa ditemukan di Desa Kertasari. Sementara di desa lainnya belum ada," imbuh Toni. (imi)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama