Lombok Timur

28/04/26

Polres Loteng selidiki dugaan penyebaran foto vulgar, pelaku diduga pacar korban

 
Polres Loteng selidiki dugaan penyebaran foto vulgar, pelaku diduga pacar korban

OPSINTB.com - Polres Lombok Tengah (Loteng) menerima laporan dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Pelapor inisial RSS mengatakan, foto pribadinya yang bersifat tidak senonoh diduga telah disebarkan oleh terduga pelaku berinisial DADS.


‘’DADS diketahui merupakan pacar korban,’’ kata Kasi Humas Polres Loteng, IPTU Lalu Brata Kusnadi, yang dikonfirmasi opsintb.com, Selasa (28/4/2026).


Atas kejadian tersebut, Brata melanjutkan, pelapor merasa telah dirugikan, sehingga kemudian melaporkan dugaan tersebut, Senin kemarin.


Adapun saat ini Polres Loteng telah melakukan penyelidikan guna mengungkap kebenaran kasus tersebut.


‘’Awalnya kasus tersebut diduga terjadi setelah adanya masalah pribadi antara pelapor dan si pelaku,’’ tambah Brata.


Pelaku, Brata menambahkan, kemudian menyebarkan foto korban ke salah satu platform media sosial. ‘’Kami juga sedang mengumpulkan alat bukti serta keterangan saksi-saksi,’’ imbuhnya.


Kasi Humas yang pernah bertugas di Timor Timur tersebut menegaskan akan menangani perkara ini dengan profesional dan sesuai UU ITE. Sehingga, jika terbukti bersalah, pelaku bisa dijerat dengan UU ITE terkait distribusi konten yang melanggar kesusilaan.


Pihaknya mengimbau agar masyarakat lebih bijak dalam bermedsos serta tak menyalahgunakan teknologi untuk merugikan orang lain.


‘’Setiap perbuatan yang melanggar hukum akan kami proses dengan peraturan yang berlaku,’’ tegasnya. (iwn)

Dugaan kejanggalan lelang aset nasabah BRI Selong, DPRD Lotim soroti indikasi permainan

 
Dugaan kejanggalan lelang aset nasabah BRI Selong, DPRD Lotim soroti indikasi permainan

OPSINTB.com - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur, mempertemukan Serikat Masyarakat Selatan (SMS), pihak BRI Selong, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB. Dalam hearing itu membahas soal dugaan ketidakwajaran dalam proses lelang agunan milik nasabah.


Kasus yang menjadi sorotan adalah milik Murdin, warga Desa Sepapan, Kecamatan Jerowaru. Dirinya mengungkapkan, sisa utangnya di bank sekitar Rp 200 juta dengan agunan berupa tanah seluas 12 are beserta bangunan. 


"Menurut saya, nilai pasar lahan tersebut bisa mencapai lebih dari Rp 1 miliar karena lokasinya yang strategis," ucap Murdin, Senin (27/04/2026).


Murdin menjelaskan, pada tahun 2025 lalu, dirinya menerima informasi dari pihak bank prihal asetnya akan dilelang karena tunggakan angsuran selama hampir dua tahun akibat kondisi kesehatannya. 


Ia mengaku telah menawarkan solusi agar pihak bank membantu mencarikan pembeli dengan harga wajar, bahkan bersedia memberikan imbalan.


Malah yang terjadi adalah lahan tersebut di eksekusi tanpa pemberitahuan resmi.


"Saya tahu aset saya sudah dilelang ketika pegawai bank datang membawa alat berat untuk mengosongkan lahan," ujarnya.


Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Lombok Timur, Amrul Jihadi, mengungkap adanya indikasi kuat kejanggalan dalam proses tersebut. Ia menilai terdapat ketimpangan harga yang signifikan dan prosedur yang patut dipertanyakan.


"Tanpa bermaksud menuduh pihak tertentu, tapi ini terlihat sangat rapi. Ada selisih harga yang jauh dari kewajaran," tegasnya.


Ia memaparkan, lahan tersebut berada di pinggir jalan negara dan dekat SPBU, dengan harga pasar mencapai ratusan juta rupiah per are. Bahkan, pemilik sebelumnya menolak tawaran Rp125 juta per are namun, lelang justru dilakukan dengan harga sekitar Rp17 juta per are. 


Selain itu, ditemukan dugaan pelanggaran prosedur internal, di mana oknum yang berperan sebagai marketing juga bertindak sebagai penilai (appraisal). Bahkan, pihak bank diduga membawa broker sebelum proses lelang dilakukan.


"Yang memberi pinjaman, menilai aset, dan membawa broker diduga orang yang sama. Ini yang kami kejar," tambahnya.


Keanehan lain muncul dari perbedaan nilai lelang. Murdin menyebut pemenang lelang mengaku membeli aset seharga Rp870 juta saat proses eksekusi.


Namun, dalam hearing, pihak bank menyatakan nilai lelang hanya Rp250 juta.


Sebagai tindak lanjut, DPRD memberikan kesempatan penyelesaian secara kekeluargaan. Jika tidak tercapai, pihaknya akan melayangkan surat resmi ke kantor pusat BRI di Jakarta.


"Kami akan jelaskan kronologi dan meminta tindakan tegas jika ada pelanggaran prosedur,"ujar Amrul.


Politisi Partai Demokrat itu juga mengkritik peran OJK yang dinilai kurang aktif dalam melindungi nasabah. 


"Saya berharap lembaga pengawas tersebut lebih responsif terhadap kasus serupa agar masyarakat merasa terlindungi dalam transaksi jasa keuangan," harapnya.  itu. (zaa)

26/04/26

Soto Sasak Amaq Sahdan, warisan rasa 1986 yang tak lekang zaman

 
Soto Sasak Amaq Sahdan, warisan rasa 1986 yang tak lekang zaman

OPSINTB.com - Dunia kuliner berkembang begitu cepat. Dari yang lokal hingga makanan khas mancanegara. 


Cita rasanya bisa dinikmati di berbagai tempat. Mendapatkannya pun sangat mudah.


Semisal makanan ala-ala Korea, Jepang, China bahkan hingga makanan khas negara-negara eropa. Semuanya bisa didapat dengan cepat.


Di tengah gempuran berbagai varian rasa yang menggoda lidah, kuliner lokal tetap menjadi primadona. Salah satunya ialah soto. 


Aromanya yang khas masih sanggup membuat selera makan meronta, meski kadang perut dalam kondisi kenyang. Tak berlebih makanan satu ini sudah melegenda keberadaannya sanggup melintasi zaman.


Di suatu hari, sekira pukul 09.30 Wita di Pasar Tanjung Teros, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur, aroma soto menusuk hidung. Baunya yang semerbak membuat selera makan meronta.


Soto Sasak Amaq Sahdan namanya. Warung ini menjadi salah satu yang tertua di lokasi pasar itu.


Berdiri sejak tahun 1986 silam, telah diwarisi beberapa generasi. Tak heran warung kecil ini disebut sebagai ikon kuliner Pasar Tanjung Teros.


Bagi para pedagang di lokasi itu, sejak pagi hari, aroma kuah gurih yang khas sudah menggoda. Mengundang para pengunjung untuk singgah. 


Soto ini menjadi pilihan favorit, baik sebagai menu sarapan maupun makan siang. Lapak yang sederhana ini hampir tak pernah sepi pembeli.


"Alhamdulillah, pembeli tidak pernah sepi," kata Insanul Kamil, salah seorang pewaris racikan soto ini saat ditemui opsintb.com di tengah kesibukannya melayani pembeli, Sabtu (25/04/2026).


Menurutnya, tingginya minat pembeli tidak lepas dari keunikan soto yang mereka sajikan. Jika pada umumnya kuliner satu ini menggunakan bihun.


Berbeda dari kebanyakan soto pada umumnya, Soto Sasak Amaq Sahdan tidak menggunakan bihun. Namun tetap menghadirkan cita rasa khas yang disukai banyak orang. 


Sebagai gantinya, komposisinya terdiri dari potongan daging sapi yang empuk, lontong, toge segar, serta racikan bumbu khas yang menghadirkan cita rasa autentik di lidah masyarakat Sasak pada umumnya.


Perpaduan sederhana namun pas ini justru menjadi kekuatan utama. Kuahnya yang gurih, daging yang lembut, serta rempah-rempah yang meresap menjadikannya memiliki karakter tersendiri yang sulit ditemukan di tempat lain.


Menariknya, dengan cita rasa khas tersebut, harga yang ditawarkan tetap ramah di kantong. Satu porsi soto rata-rata dijual seharga Rp15 ribu, bahkan pembeli masih bisa menikmatinya dengan harga Rp10 ribu. 


Meski terjangkau, kualitas rasa tetap terjaga, membuat pelanggan terus berdatangan. 


"Harga tetap kami jaga agar semua kalangan bisa menikmati, meskipun harga bahan baku terus berubah," jelas Insan.


Hari Minggu, tuturnya, menjadi momen paling ramai. Aktivitas pasar yang meningkat turut mendongkrak jumlah pengunjung yang ingin mencicipi soto legendaris ini.


Sementara pada hari biasa, suasana cenderung lebih tenang, meski tetap ada pelanggan setia yang datang silih berganti.


Tak hanya warga sekitar Tanjung Teros, pelanggan Soto Sasak Amaq Sahdan juga datang dari berbagai daerah lain.


Popularitasnya telah menyebar luas, terutama karena cita rasa yang konsisten sejak pertama kali berdiri. Soto ini bukan sekadar usaha kuliner biasa, melainkan warisan turun-temurun.


Kini, usaha tersebut telah memasuki generasi ketiga. Insan, yang merupakan lulusan sarjana, memilih untuk melanjutkan usaha keluarga sebagai bentuk penghormatan dan upaya melestarikan peninggalan sang kakek yang telah dirintis dengan penuh perjuangan.


Keaslian rasa menjadi hal yang paling dijaga. Sejak awal berdiri hingga sekarang, tidak ada perubahan berarti dalam resep maupun cara pengolahannya. 


Bahkan, suasana tempat yang sederhana tetap dipertahankan, menghadirkan nuansa tempo dulu yang autentik. 


Peralatan memasak seperti panci, kompor berbahan minyak tanah pun masih digunakan hingga kini, menjadi saksi perjalanan panjang usaha tersebut. 


"Kami berusaha menjaga rasa ini tetap sama seperti dulu, karena ini adalah warisan keluarga yang harus kami pertahankan," katanya


Bagi Insan, mempertahankan tradisi bukan berarti berhenti berkembang. Ke depan, ia berencana untuk mengembangkan usahanya dengan membuka cabang di berbagai daerah. 


"Ke depan, kami ingin membuka cabang agar Soto Sasak Amaq Sahdan bisa dinikmati lebih luas oleh masyarakat," terangnya.


Di balik kesederhanaannya, Soto Sasak Amaq Sahdan menyimpan cerita tentang ketekunan, warisan keluarga, dan konsistensi rasa yang mampu bertahan di tengah perubahan zaman. Sebuah bukti bahwa cita rasa autentik selalu memiliki tempat di hati para penikmatnya.


"Saya akan selalu mempertahankan cita rasa yang sejak dulu dipertahankan," pungkasnya. (zaa)

24/04/26

Petani jagung Lombok Timur keluhkan minimnya peran Bulog dalam penyerapan hasil panen

 
Petani jagung Lombok Timur keluhkan minimnya peran Bulog dalam penyerapan hasil panen

OPSINTB.com - Petani jagung di Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, mengeluhkan tidak adanya peran  Bulog dalam menyerap hasil panen. Padahal, badan usaha bagian logistik pangan ini memiliki tugas untuk menjaga stabilitas harga melalui skema Harga Pembelian Pemerintah (HPP).


Selama ini, petani setempat mengaku hanya bergantung pada tengkulak untuk menjual hasil panen. Kondisi tersebut membuat harga jual jagung tidak optimal dan jauh dari harapan petani.


Abdul Hanan, seorang petani di Desa Gunung Malang mengungkapkan, selama bertahun-tahun Bulog tidak pernah hadir langsung di wilayah mereka.


“Enggak ada Bulog datang, jualnya enggak langsung ke Bulog hanya tengkulak aja yang datang ke sini, selama ini sampai empat belas tahun ndak pernah,” ucapnya Jumat (24/4/2026).


Ia menduga salah satu penyebab Bulog tidak masuk ke wilayah mereka adalah kondisi infrastruktur yang kurang memadai, terutama jalan usaha tani yang rusak dan sulit dilalui kendaraan besar.


Abdul Hanan menegaskan, para petani memiliki harapan besar agar Bulog bisa turun langsung membeli hasil panen mereka tanpa melalui perantara tengkulak.


“Berarti ada harapan, kita mau Bulog yang menyerap, besar sekali harapan untuk Bulog yang ambil,” katanya.


Harga jagung yang diterima petani di pinggir jalan berkisar antara Rp 5.250 hingga Rp 5.300 per kilogram, sementara jika dijual melalui tengkulak bisa lebih rendah.


Dia berharap pemerintah melalui Bulog dapat segera hadir di tengah petani, memberikan kepastian harga, serta memutus ketergantungan pada tengkulak.


“Saya pengin sekali Bulog ngambil langsung, enggak tengkulak. Pingin sekali,” pungkasnya. (zaa)

Puluhan siswa di Lombok Timur diduga keracunan usai konsumsi menu MBG, 21 dirawat di puskesmas

 
Puluhan siswa di Lombok Timur diduga keracunan usai konsumsi menu MBG, 21 dirawat di puskesmas

OPSINTB.com - Puluhan siswa di Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Siswa mengeluhkan gejala seperti mual dan muntah, sehingga harus segera mendapatkan penanganan medis.


Saat ini, para siswa tersebut dilaporkan tengah menjalani perawatan di Puskesmas Pengadangan, Jumat (24/04/2026).


Kepala Puskesmas Pengadangan, Suhamdi Ahmad saat dihubungi melalui sambungan telpon, membenarkan adanya dugaan keracunan belasan siswa. Dia menuturka, dari pengakuan siswa, mereka mengalami gejala pusing, mual, dan nyeri perut.


"Saat ini lagi ditangani, sebanyak 21 siswa-siswi, masih diobservasi," ucap Suhamadi Ahmad.


Koordinator Wilayah (Korwil) Lombok Timur, Agamawan Salam, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyampaikan laporan terkait dugaan keracunan telah diterima dan saat ini pihak terkait tengah melakukan penanganan di lapangan.


"Benar, saat ini sedang diperiksa. Laporannya sudah masuk, Pak Sekwil bersama Pak Kapokcam sudah berada di lapangan untuk melakukan pengecekan," ujar Agam.


Hingga berita ini diturunkan, jumlah pasti siswa yang terdampak masih dalam pendataan oleh pihak terkait. Tenaga medis di Puskesmas Pengadangan terus memberikan penanganan kepada para siswa yang mengalami gejala keracunan.


Sementara itu, pihak berwenang juga dikabarkan tengah menelusuri penyebab pasti dugaan keracunan tersebut, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap menu makanan MBG yang dikonsumsi siswa. (zaa)

23/04/26

Baznas RI panen raya jagung di Lombok Timur, perkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan umat

 
Baznas RI panen raya jagung di Lombok Timur, perkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan umat

OPSINTB.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI melaksanakan panen raya lumbung pangan Baznas jagung varietas Advanta (ADV) Jago. Kegiatan itu berlangsung di Desa Gunung Malang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, pada Kamis (24/4/2026). 


Gelaran ini menjadi simbol komitmen Baznas dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Ketua Baznas RI, H. Sodik Mudjahid menyampaikan, rasa syukur atas terlaksananya panen raya tersebut berkat dukungan dan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.


"Alhamdulillah, dukungan dan kerjasama dengan Bupati Lombok Timur yang punya komitmen yang luar biasa kepada rakyatnya, kami Baznas hari ini secara simbolik melakukan panen raya jagung," ucapnya ditengah panen raya jagung.


Ia menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Baznas kepada bangsa, khususnya dalam mendukung program presiden yakni ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.


Di lain sisi, bagi Baznas kegiatan ini adalah sebagai salah satu laporan pertanggungjawaban kepada para muzaki 


Menurutnya, hasil panen tersebut telah dirasakan langsung oleh para mustahik yang selama ini mengelola lahan pertanian.


"Mohon doanya dari semua dan dukungan dari semua bisnis semakin berkembang, sehingga semakin banyak rakyat kita, umat kita yang ter sejahterakan oleh berbagai program Baznas," katanya.


Untuk sementara, luas lahan yang dikelola mencapai 50 hektare jagung dan 20 hektare padi. Secara nasional, program lumbung pangan Baznas telah tersebar di sekitar 80 titik dan akan terus dikembangkan.


Kesuksesan di Lombok Timur, kata dia, akan menjadi tambahan semangat bukan saja kepada Baznas, tapi juga bagi para muzaki untuk terus memberikan zakat infak sedekahnya.


Selain sektor pertanian jagung dan padi, Baznas juga mengembangkan berbagai program lain seperti peternakan sapi, perikanan, UMKM, rumah sehat, serta pendidikan.


Terkait dukungan pembiayaan, bebernya, pengembangan sektor pertanian tidak selalu dalam bentuk uang, melainkan melalui sinergi program dengan berbagai pihak.


"Oh, itu nanti tentu dengan dukungan bapak bupati, kita pikirkan serapnya termasuk bagaimana kita bersinergi dengan pusat demand yang luar biasa di desa-desa, yakni MBG itu di kerjasamakan dengan MBG antara yang tadi kami bina para penduduk lokal,"ujarnya.


Panen raya ini merupakan panen perdana di Lombok Timur untuk tahun 2026 dan diharapkan menjadi pemicu semangat bagi daerah lain.


Ia mengakui bahwa tingkat keberhasilan pembinaan UMKM secara umum masih berada di kisaran 50 sampai 60 persen. Sehingga diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkannya.


Oleh sebab itu pihaknya  bekerja sama dengan kementerian, termasuk dengan BSI. 


"Karena perbankan dianggap cukup bagus dalam pembinaan UMKM untuk meningkatkan keberhasilan di atas 50 persen," ujarnya.


Sementara itu, Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin menyampaikan, apresiasi atas kunjungan dan dukungan Baznas RI, serta berharap kerja sama ini terus berlanjut.


"Kita berharap akan terus terjalin hubungan kerjasama yang baik dan pembinaan-pembinaan dari pusat tentu ke daerah sangat kami harapkan secara berkesinambungan," terang Bupati Iron.


Ke depan, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap program lumbung pangan dapat diperluas dengan dukungan dari Baznas. Pihaknya juga bakal memberikan hal serupa berupa pupuk NPK gratis kepada kelompok tani sebagai penyemangat.


Ia menegaskan bahwa Lombok Timur merupakan salah satu daerah penyangga pangan nasional yang memiliki surplus produksi.


“Jadi kita tidak kekurangan hasil beras maupun jagung, bahkan produksi kita dibawa keluar karena tidak habis dikonsumsi,” beber Iron. (zaa)

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama