Lombok Tengah

09/09/26

Desain detail rumah adat Sade baru 20 persen

 
Desain detail rumah adat Sade baru 20 persen

OPSINTB.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), H Lalu Firman Wijaya, menyebut detail bangunan rumah-rumah adat Dusun Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut telah mencapai 20 persen. 


Detail desain dan konsep penataan ulang rumah adat Sade dirancang tim ahli arsitektur Universitas Mataram (Unram).


''Detailnya belum, tapi kalau desain gambar sudah 80 persen,'' kata Firman pada wartawan dikonfirmasi Rabu (9/9/2026).


Dalam rekonstruksi ulang ini, Firman melanjutkan, sejumlah lembaga, baik dari kementerian dan NGO dalam usulannya agar menyediakan prasarana keselamatan bangunan atau mitigasi bencana.


Pemda Loteng sendiri nantinya akan masuk bagian dari tim penyedia prasarana keselamatan bangunan. Kemudian mendesain akses jalan agar mobil pemadam bisa masuk ke dusun adat.


''Kemarin kan yang jadi soal yang di sisi belakang itu kan tidak bisa terjangkau mobil pemadam. Oleh karena itu, nanti kita buka lewat samping. Itu butuh waktu,'' imbuhnya.


Berdasarkan informasi terbaru yang berhasil dihimpun opsintb.com, sejak pemasangan tiang dalam acara Nyemulak, belum ada masyarakat yang mulai membangun rumah mereka.


Meski sebagian di antaranya telah mulai menyiapkan bahan-bahan.


Berapa banyak kebutuhan ilalang untuk rekonstruksi?


Sanah Ardinata, salah seorang warga Sade menyebut, rumah dengan ukuran sedang ke besar membutuhkan 80-100 pikul ilalang atau 160-200 ikat, dengan kisaran harga per pikulnya Rp110-120 ribu.


''Beda lagi upah tukang anyam atau tukang begapit,'' kata Sanah.


Kabarnya, seperempat kebutuhan ilalang warga Sade telah dibayar oleh dua warga negara Australia sebagai bentuk donasi.


Dijelaskan, jika tidak sedang terkena musibah, begapit biasanya dilakukan oleh warga sekitar. Namun, dengan musibah ini warga harus mengeluarkan upah untuk mempercepat proses.


''Syukur juga kita bisa dibantu warga dari dusun sebelah,'' bebernya. Ia menambahkan, proses pergantian ilalang dalam satu rumah sendiri dilakukan sekali lima tahun. Tergantung kondisi ilalang yang dipakai untuk atap.


Selain ilalang, bahan utama dalam bangunan rumah adat Sade adalah bambu hutan. Penggunaan bambu hutan sendiri, karena dikenal alot. Sehingga rangka dan pagar rumah-rumah adat Sade bisa bertahan puluhan tahun. (wan)

07/09/26

Ketua APL & Konsultan Hukum PDAM Lombok Tengah nyaris adu jotos

 
Ketua APL & Konsultan Hukum PDAM Lombok Tengah nyaris adu jotos

OPSINTB.com - Adu jotos nyaris terjadi antara Ketua Aliansi Pemuda Lombok Tengah (APL) Lalu Aji Darmawan dengan Konsultan Hukum PDAM Tirta Ardhia Rinjani Lombok Tengah Ikhsan Ramdani di Kantor PDAM, Senin (7/9/2026).


Saat itu, Aji yang sedang berorasi mempertanyakan terkait pengangkatan kembali Bambang Supratomo sebagai Direktur Utama (Dirut). Ia pun meminta Bambang menemuinya. Namun, karena Bambang tak kunjung keluar, Aji kemudian memaksa mengecek langsung ke ruangan Dirut.


Sesampai di ruangan depan, menurut penuturan Aji, tangannya ditarik oleh Dani, yang kemudian mencacinya.


''Ruangan paling depan itu saya buka. Setelah saya buka tiba-tiba tangan kiri saya ditarik, sambil maki-maki saya. Lalu saya tanya kenapa bilang begitu?'' tutur Aji.


Aji yang tak terima kemudian membalas. Adu jotos nyaris terjadi jika kedua belah pihak tidak direlai oleh polisi dan Pol PP yang berjaga.


Ia menyayangkan kata-kata tak pantas itu dikeluarkan oleh seorang pengacara. ''Itu yang memancing amarah kami tadi,'' kata Aji usai keributan terjadi.


Sementara itu, Ikhsan Ramdani alias Dani tak membantah aksinya tersebut. Namun, ia mengatakan aksi itu dipicu kekesalannya terhadap aksi APL. Bahkan Dani menuding APL sengaja demo untuk minta uang.


''Masa begitu modelnya LSM, minta uang,'' sesalnya.


Sebelumnya, Dani mengaku sempat menemui APL di sebuah kafe pada Rabu, 2 September 2026. Hal itu dilakukan untuk meredam rencana APL yang akan melakukan demo. 


''Kami menyayangkan mental adik-adik (LSM) yang kayak begini,'' ujar Dani.


Sementara itu, menurut keterangan pegawai PDAM Lombok Tengah, Dirut Bambang memang sedang tidak berada di kantor. 


''Pak Dirut ke luar daerah,'' sebut pegawai tersebut. (wan)

03/09/26

Nyemulaq jadi awal kebangkitan Sade, rekonstruksi rumah adat dimulai

 
Nyemulaq jadi awal kebangkitan Sade, rekonstruksi rumah adat dimulai

OPSINTB.com - Masyarakat Dusun Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Loteng mulai menata kembali kehidupan pascakebakaran yang melanda kawasan adat tersebut. Prosesi adat Nyemulaq atau Tanjek Teken pada Kamis (3/9/2026) menjadi tanda dimulainya rekonstruksi rumah adat, masjid, dan fasilitas yang terdampak.


Prosesi yang digelar bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah itu menjadi simbol kebangkitan masyarakat Sasak Sade untuk bangkit dan menjaga warisan budaya yang telah diwariskan turun-temurun.


Bupati Loteng H L Pathul Bahri, mengatakan Nyemulaq bukan hanya ritual adat, tetapi menjadi momentum awal pemulihan Kampung Adat Sade.


''Pembangunan rumah di Kampung Adat Sade dimulai hari ini. Pemerintah daerah akan terus mendampingi proses rekonstruksi agar masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti sebelumnya,'' ujar Pathul.


Ia menegaskan proses pembangunan harus dilakukan secara terbuka dan melibatkan seluruh pihak agar hasil rekonstruksi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.


Sementara itu, Gubernur NTB H Lalu Muhamad Iqbal, meminta proses pembangunan dilakukan secara matang. Menurutnya, rekonstruksi Sade bukan hanya membangun kembali bangunan yang rusak, tetapi menghidupkan kembali nilai sejarah, adat, dan budaya Sasak.


''Yang kita bangun bukan hanya bangunan, tetapi kembali membangun peradaban. Karena itu harus tetap menjaga nilai awal Sade,'' katanya.


Koordinator Rekonstruksi Rumah Adat Sade, H Lalu Mohammad Faozal, menjelaskan Nyemulaq merupakan hasil kesepakatan bersama masyarakat sebagai awal pembangunan kembali kawasan adat.


Akibat kebakaran, sebanyak 75 rumah adat, delapan berugak, enam sekenam, satu masjid, dua toilet, dan 69 art shop terdampak. Rekonstruksi akan dilakukan secara bertahap sesuai perencanaan yang telah disusun.


Dimulainya Nyemulaq menjadi harapan baru bagi masyarakat Sade untuk kembali bangkit, sekaligus memastikan nilai adat dan budaya Sasak tetap terjaga sebagai identitas dan daya tarik wisata Loteng. (wan)

02/09/26

Wamen Fahri Hamzah khawatir warga Sade bangun rumah adat secara mandiri

 
Wamen Fahri Hamzah khawatir warga Sade bangun rumah adat secara mandiri

OPSINTB.com - Rencana warga Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng) yang akan mulai membangun rumah adat mulai besok pagi mendapat perhatian khusus Wakil Menteri Perumahan Fahri Hamzah.


Menurut dia, pembangunan bisa menjadi masalah karena infrastruktur belum ditangani. Dalam artian, Fahri melanjutkan, fasilitas dasar atau prasarana publik seperti jalan, saluran air, dan jaringan listrik belum diperbaiki pemerintah.


Sebab, ia tak mau Desa Sade dibangun hanya untuk sesaat. ''Kita mau ini (Sade, red) selamanya. Makanya kami akan kerjasama dengan Pemda untuk mengatasi persoalan jangka pendek,'' kata Wamen Fahri di sela kunjungannya ke Sade, Rabu siang (2/9/2026).


Oleh sebab itu, pihaknya akan menunggu tim dari Universitas Mataram (Unram) mempresentasikan hasil desainnya, yang kemudian nanti akan dibahas dengan lintas kementerian.


Kendati demikian, ia mempersilakan warga membangun artshop masing-masing agar kebutuhan dasar dan perekonomian kembali hidup.


''Yang merupakan kebutuhan-kebutuhan dasar, yang punya dagangan dan sebagainya tetap harus berdagang. Kita juga tidak bisa melarang,'' ujarnya.


Di balik itu, Fahri tetap khawatir jika warga kekeh membangun rumah adat secara mandiri. Sebab, kata dia, bentuk asli bisa hilang, keamanan, keindahan, dan kebersihan tidak tercapai jika infrastruktur dasar belum diselesaikan.


''Sehingga nanti desa ini nanti hanya menjadi desa biasa. Kita tetap maunya desa ini bahkan lebih baik dari yang lalu, sehingga kunjungan wisata akan jauh lebih banyak dan tertarik datang ke sini,'' papar Fahri.


Sementara itu, Bupati Loteng, H Lalu Pathul Bahri mengatakan, penanaman tiang sebagai penanda dimulainya pembangunan rumah adat besok sesuai hari baik menurut kepercayaan warga Sade.


''Ini mengambil hari barokah, yang sudah dihitung oleh leluhur dan orang tua yang ilmunya sampai di trah (masyarakat Sade saat ini, red) ini,'' jelas Pathul.


Kata Pathul, rumah adat Sade sendiri belum akan dibangun secara menyeluruh. Pihaknya masih menunggu desain, yang dalam waktu dekat akan selesai kemudian didiskusikan secara menyeluruh.


Adapun dalam catatan terbaru yang dikeluarkan Pemda Loteng, kebakaran Desa Adat Sade mengakibatkan 8 Lumbung Alang, 69 artshop, 1 bale beleq, 1 gerbang adat, 1 lumbung gamelan, 75 rumah, 1 masjid, 4 berugak sekenem, dan 6 berugak sekepat hangus terbakar.


''Jumlah KK 75, dengan jumlah penduduk lebih kurang 300 jiwa,'' tutup Bupati. (iwn)

31/08/26

Urusan logistik Pilkades serentak Loteng 2026 diserahkan ke panitia Pilkades

 
Urusan logistik Pilkades serentak Loteng 2026 diserahkan ke panitia Pilkades

OPSINTB.com - Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak Lombok Tengah (Loteng) 2026 bakal digelar kurang dari dua bulan lagi. Berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, yang di mana dalam urusan logistik terpusat pengadaannya oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), kali ini telah diserahkan ke panitia Pilkades masing-masing desa.


Kepala DPMD Loteng, Baiq Murniati mengatakan, perubahan mekanisme itu menjadi hal penting dalam penyelenggaraan Pilkades serentak. Pemda sendiri memberikan dukungan melalui mekanisme bantuan keuangan khusus ke Pemdes yang digunakan untuk biaya kebutuhan Pilkades.


''Untuk Pilkades tahun ini pengadaan logistik sepenuhnya dilaksanakan oleh panitia Pilkades masing-masing melalui mekanisme bantuan khusus yang kami berikan,'' kata Murniati, Senin (31/8/2026).


Adapun logistik menjadi kewenangan penuh masing-masing desa. Tanpa intervensi Pemda. Perubahan itu tak hanya memberikan ruang lebih besar kepada Pemdes dan panitia, tapi diharapkan juga berdampak ekonomi ke masyarakat.


''Panitia dapat memenuhi kebutuhan logistik melalui pelaku usaha yang tersedia dengan tetap memperhatikan mekanisme yang berlaku,'' imbuhnya.


Dengan demikian, Murniati melanjutkan, pengadaan berbagai kebutuhan Pilkades dapat memberdayakan usaha masyarakat, terkhusus yang bergerak di bidang percetakan.


''Selain mendukung kelancaran Pilkades, juga dapat memberdayakan usaha masyarakat yang berkaitan dengan logistik,'' ujarnya.


Kepala Diskominfo Loteng, H Lalu Herdan berharap, masyarakat tau atas perubahan mekanisme itu. Menurutnya, informasi tahapan, jadwal, hingga mekanisme penyelenggaraan Pilkades perlu disampaikan secara luas.


''Pilkades adalah bagian penting dari demokrasi di desa. Oleh sebab itu, masyarakat perlu memperoleh informasi yang jelas dan benar, termasuk mekanisme perubahan itu,'' singkat Herdan.


Pilkades serentak Loteng 2026 dijadwalkan berlangsung 29 Oktober mendatang. Distribusi logistik dijadwalkan bertahap. Mulai dari pencetakan surat suara pada 3-23 Oktober, penandatanganan surat suara 23-24 Oktober, pelipatan surat suara 24-26 Oktober, pengepakan logistik 27 Oktober, dan selanjutnya distribusi 28 Oktober.


Sesuai rencana Pilkades serentak tahun ini diikuti 87 desa. Hal itu mengacu keputusan Bupati Loteng Nomor 310 Tahun 2026 tentang Tahapan dan Jadwal Pilkades Serentak. (wan)

Update kebakaran Desa Adat Sade, rekonstruksi dijadwalkan mulai pekan ini

 
Update kebakaran Desa Adat Sade, rekonstruksi dijadwalkan mulai pekan ini

OPSINTB.com - Kebakaran dahsyat menghanguskan 120 rumah di Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah (Loteng), Sabtu malam (22/8).


Pemda Loteng telah memindahkan sebagian korban terdampak ke rumah khusus (rusus) yang berjarak kurang lebih 500 meter dari lokasi kejadian.


Adapun berdasarkan pantauan terbaru di lokasi pada Senin siang (31/8/2026), warga telah mendirikan masjid darurat di lokasi berdirinya Masjid Nur Syahada. Ugil alias Amaq Entin, marbot masjid mengatakan, masjid darurat itu telah didirikan sejak Jumat pekan kemarin.


''Kami dirikan masjid darurat ini Jumat kemarin. Kami langsung jumatan di lokasi,'' katanya usai salat berjemaah dengan sejumlah warga.


Dijelaskan, sebelum terjadi kebakaran, masjid kebanggaan warga Desa Adat Sade itu telah mengalami dua kali perbaikan.


''Perbaikan pertama karena dulu tiangnya keropos. Dan kemarin kami perbaiki lagi. Kayu kami pesan langsung dari Kalimantan. Tapi, kami dapat musibah kebakaran ini,'' ujarnya.


Masjid Nur Syahada sendiri berarsitektur unik dengan dominasi dinding kayu atau bambu serta beratap alang-alang. Diceritakan Ugil, sejumlah pejabat negara pernah mengunjungi masjid ini.


''Dulu Pak Jokowi pernah berkunjung untuk salat Jumat. Kalau tidak salah 2019,'' kenangnya.


Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng, Ridwan Ma'ruf menyebut, rekontruksi rumah adat Sade akan dimulai pekan ini.


''Ada penancapan tiang besok Kamis (3/9). Itu pertanda dimulainya,'' sebut Ridwan.


Ia mengatakan rumah yang akan direkonstruksi berjumlah 91 unit dari 120 rumah yang sebelumnya terbakar. Rekonstruksi sendiri akan dimulai dengan prosesi adat.


''Sesuai kepercayaan warga, bulan ini merupakan bulan baik untuk memulai proses pembangunan,'' tambahnya.


Adapun bantuan, Ridwan melanjutkan, sampai dengan saat ini terus berdatangan. Selain uang, bantuan dasar seperti perabot rumah tangga hingga kebutuhan pokok sehari-hari telah menumpuk di gedung KDMP Rembitan.


''Nanti diserahkan ke pemerintah desa. Termasuk penyalurannya ke warga, desa yang mendata,'' terangnya.


Sebelumnya, Bupati Loteng H Lalu Pathul Bahri menyatakan, sebelum rekonstruksi rumah adat Sade, pihaknya akan melakukan sangkep adat dengan tokoh-tokoh masyarakat.


''Itu penting karena mereka lebih memahami,'' ucap Pathul.


Pihaknya sendiri, usai penyerahan bantuan ataupun setelah rekonstruksi berlangsung nanti akan terus mengontrol pembangunan Desa Adat Sade agar pembangunan berjalan dengan baik. (iwn)

27/08/26

Bejo Marta usung persatuan & kesejahteraan sebagai arah baru Desa Bujak

 
Bejo Marta usung persatuan & kesejahteraan sebagai arah baru Desa Bujak

OPSINTB.com - Bejo Marta Al-Bujaki menawarkan konsep ''Bujak Berkah Sejahtera'' dalam pencalonannya sebagai Kepala Desa Bujak untuk periode 2026-2032. Ia membawa visi membangun desa yang bersatu, harmonis, dan sejahtera dengan menempatkan pelayanan publik serta pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu prioritas.


Gagasan itu bertumpu pada enam misi, mulai dari tata kelola pemerintahan hingga agenda pemekaran desa. Bejo menyatakan pemerintahan desa ke depan perlu lebih terbuka terhadap aspirasi warga dan melibatkan masyarakat dalam menentukan prioritas pembangunan.


Menurut konsep yang ditawarkannya, komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat perlu diperkuat. Tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, serta kelompok masyarakat lainnya dipandang sebagai bagian penting dalam proses pembangunan.


Penguatan ekonomi masyarakat menjadi salah satu perhatian utama. Bejo mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah, sektor pertanian, peternakan, serta perluasan jaringan usaha. 


Masyarakat, dalam gagasan tersebut, ditempatkan bukan sekadar sebagai penerima program, melainkan sebagai pelaku pembangunan ekonomi desa.


Di sektor infrastruktur, ia menyoroti kebutuhan pembangunan yang merata hingga tingkat dusun. Perbaikan jalan lingkungan dan jalan dusun, irigasi, fasilitas olahraga, sarana umum, serta kebutuhan dasar masyarakat masuk dalam daftar perhatian.


Namun pembangunan, menurut gagasan Bejo, tidak berhenti pada infrastruktur. Ia juga menempatkan pemuda, perempuan, guru, marbot masjid, RT, dan kelompok masyarakat sebagai bagian dari agenda pemberdayaan. 


''Pendidikan, kesehatan, keagamaan, sosial, budaya, dan kepemudaan menjadi sektor yang turut diperhatikan,'' kata saat mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Desa Bujak, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Rabu (26/8/2026).


Satu agenda lain yang dibawa adalah mendukung dan mengawal pemekaran desa. Bejo memasukkan agenda tersebut sebagai bagian dari arah perjuangan pembangunan Desa Bujak pada periode mendatang.


Konsep ''Bujak Berkah Sejahtera'' pada akhirnya diarahkan untuk membangun desa melalui kombinasi antara tata kelola pemerintahan, penguatan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat.


Bagi Bejo, pembangunan Desa Bujak tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah desa. ''Partisipasi warga dan semangat gotong royong dinilai menjadi modal penting untuk mewujudkan desa yang lebih harmonis dan sejahtera,'' pungkasnya. (wan)

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama