Headline

28/07/26

Isu pelecehan KSPPG di Prapen mencuat, Lurah: Itu tidak benar

 
Isu pelecehan KSPPG di Prapen mencuat, Lurah: Itu tidak benar

OPSINTB.com - Lurah Prapen, Kecamatan Praya, Lombok Tengah (Loteng), Lalu Iman Zuhri membantah tudingan seorang Kepala Kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KSPPG) berinisial SAP di wilayahnya memaksa berbuat tak senonoh dengan pegawainya.


“Mereka tidak pernah sampai bersetubuh,” kata Iman dikonfirmasi media ini, Selasa (28/7/2026).


Kasus ini viral di sejumlah WA Grup Loteng, dan telah diunggah ke akun Facebook hingga menjadi perbincangan hangat. Dalam video yang beredar, SAP dan korban dugaan pencabulan sedang dimediasi Babinsa dan keluarga korban.


Dalam video, korban mengaku diajak mengerjakan laporan di tempat sepi dan mengaku sempat dibelai dua kali. Korban juga mengaku melihat gelagat SAP ingin berbuat tak senonoh.


Sementara itu, SAP membantah hal tersebut. SAP bahkan mengakui bahwa kasus ini telah dimediasi bersama keluarga korban. Video mediasi yang beredar, kata dia, telah dipotong sehingga menimbulkan narasi yang negatif.


“Sejak dilakukan mediasi yang disaksikan pihak berwajib dan salah satu lembaga masyarakat, tidak ada keributan apapun. Mereka bekerja seperti biasa.”


Dari penelusuran opsintb, kasus ini terjadi lebih dari dua pekan lalu.


“Namun, keributan terjadi ketika salah satu akun Facebook mengunggah proses perdamaian,” jelas Iman.


Sementara itu, ayah pegawai tersebut berinisial LH, meminta masalah ini tidak dibesar-besarkan, karena murni kesalahpahaman saja.


“Bukan pelecehan seksual seperti yang berkembang di media sosial,” ujarnya.


Oleh sebab itu, ia berharap masyarakat tidak memandang lain video yang beredar karena telah diselesaikan secara mediasi dan disertai surat pernyataan. (iwn)

27/07/26

Rumah kontraktor di Lombok Timur digeledah KPK, berkaitan kasus OTT Bupati Lombok Barat

 
Rumah kontraktor di Lombok Timur digeledah KPK, berkaitan kasus OTT Bupati Lombok Barat

OPSINTB.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) geledah rumah milik Faukanuri, salah seorang kontraktor di Komplek Perumahan Bermis II, Lingkungan Karang Anyar, Kelurahan Kembang Sari, Kecamatan Selong, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (25/7/2026) kemarin. 


Penggeledahan tersebut berkaitan erat dengan kasus OTT Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ) beberapa waktu lalu. 


Kepada awak media pemilik rumah, Faukanuri, mengaku terkejut saat mengetahui kedatangan tim KPK ke rumahnya. Dirinya mendapat telfon sekitar pukul 14.00 Wita lebih, saat sedang menghadiri acara resepsi. 


"Begitu ditelepon saya langsung pulang. Alhamdulillah setelah sampai di rumah saya persilakan mereka masuk. Mereka memperkenalkan diri sebagai petugas KPK dan menunjukkan surat tugas," ucapnya kepada opsintb.com saat diwawancarai dirumahnya Senin, (27/7/2026).


Menurut Faukanuri, setelah berbincang dengan tim KPK, dirinya menduga penggeledahan tersebut berkaitan dengan penyidikan kasus yang menyeret Bupati Lombok Barat. Sebab dirinya memiliki hubungan keluarga dengan Sudirman Direktur Utama PTAM Gerimenang, yang merupakan tersangka dalam kasus tersebut. 


"Sudirman selaku Dirut Gerimenang adalah suami dari keponakan saya. Istrinya adalah keponakan saya, anak dari kakak saya," jelasnya.


Meski memiliki hubungan keluarga, Faukanuri menegaskan dirinya tidak pernah terlibat ataupun berkomunikasi terkait proyek di Kabupaten Lombok Barat.


Sejak yang bersangkutan menjabat, dirinya mengaku jarang bertemu. Apalagi berkaitan dengan proyek di Lombok Barat, ia tidak pernah ada komunikasi, interaksi, atau hubungan kerja. 


"Saya ingin menegaskan, tidak ada, nol, zero," tegasnya.


Faukanuri mengatakan, selama proses penggeledahan, penyidik KPK tidak mengajukan pertanyaan mengenai proyek maupun dugaan keterlibatan dirinya. Menurutnya, petugas hanya menanyakan hubungan keluarganya dengan Sudirman.


Dirinya pun menjelaskan kepada tim KPK bahwa istrinya merupakan dari tersangka merupakan keponakan, anak kakaknya. 


"Mungkin mereka mengira saya paman kandung langsung dari Pak Sudirman, sehingga saya jelaskan posisi hubungan keluarganya," katanya.


Ia membantah berbagai informasi yang beredar di media sosial yang menyebut adanya penyitaan dokumen maupun barang dari rumahnya.


Menurutnya, tidak ada koper maupun berkas yang disita. 


"Zero. Nanti saya tunjukkan surat penggeledahannya sebagai bukti," ujarnya.


Dia menjelaskan, komunikasinya dengan LAZ saat masih menjabat sebagai Direktur Girimenang, dan pernah mampir kerumahnya. 


Namun demikian, sejak yang bersangkutan mencalonkan diri menjadi Bupati Lombok Barat, tak pernah ada komunikasi lagi, hingga menjabat. 


"Hanya mampir saja dan itu jauh sebelum Pilkada. Setelah itu tidak pernah ada komunikasi lagi," ungkapnya.


Ia menjelaskan proses penggeledahan berlangsung sekitar satu jam. Selama pemeriksaan, dirinya mendampingi seluruh aktivitas petugas KPK yang memeriksa setiap bagian rumah.


"Saya antar mereka ke kamar di atas, ke dapur, saya dampingi semuanya supaya jelas. Yang datang sekitar tujuh sampai delapan orang. Penggeledahan berlangsung sekitar satu jam," katanya.


Setelah selesai melakukan penggeledahan, Faukanuri mengatakan tim KPK sempat beristirahat dan makan siang di berugak rumahnya menggunakan nasi bungkus yang telah mereka siapkan sendiri.


"Setelah selesai mereka numpang makan di berugak karena memang sudah waktunya makan siang. Mereka membawa nasi bungkus sendiri," tutup Faukanuri. (zaa)

24/07/26

Semua wilayah di NTB harus sedini mungkin mitigasi bencana

 
Semua wilayah di NTB harus sedini mungkin mitigasi bencana

OPSINTB.com - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) L Muhammad Iqbal menyebut sejumlah daerah di NTB sudah mulai terdampak musim kemarau. Per 23 Juli 2026 kekeringan sudah terjadi di 9 kabupaten dan kota, yang tersebar di 50 kecamatan, 134 desa dengan lebih dari 206.000 jiwa.


Seiring dengan prediksi BMKG bahwa musim kemarau tahun ini datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang disertai curah hujan yang lebih rendah dibanding periode-periode sebelumnya. Miq Iqbal mengingatkan agar hal itu menjadi perhatian bersama seluruh Bupati/Walikota.


"Yang dapat kita lakukan adalah  menyiapkan diri supaya dampaknya seminimal mungkin terhadap kita, terutama terhadap petani yang hidupnya bergantung pada ketersediaan air,” jelas Gubernur L Iqbal, saat rapat koordinasi kebencanaan bersama Kepala BNPB dan Menteri ATR/BPN yang berlangsung Jumat (24/7) di Mataram. 


Gubernur menyebut masih ada waktu untuk melakukan upaya-upaya mitigasi untuk menekan dampak kekeringan tersebut.


“segala upaya kita lakukan untuk memastikan ketersediaan air masyarakat,” imbuhnya kemudian.


Persoalan bencana diyakini Gubernur Iqbal, akan dapat diatasi dengan perencanaan yang baik. Dijelaskannya bahwa tangguh bencana selalu menjadi perhatian Pemprov NTB dalam setiap tahap perencanaan, termasuk dalam penyusunan RPJMD Provinsi.


Kaitan dengan bencana kekeringan, Bupati H. Haerul Warisin berharap BNPB dapat memberikan bantuan sumur bor bagi sepuluh wilayah di Lombok Timur yang setiap tahun selalu mengalami kekurangan air bersih. 


Sebelumnya Pemda sudah mengajukan usulan untuk perbaikan jembatan tersebut ke BNPB.


"Saya mengingatkan sejumlah jembatan yang putus akibat bencana yang masih belum dapat diperbaiki," ujarnya. 


Menjawab hal tersebut Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto menyebut, usulan Pemkab Lotim sedianya telah masuk ke Kementerian Keuangan dan menunggu untuk dibahas. Ia berharap pembahasan akan dilaksanakan dalam waktu dekat.


Pada kesempatan tersebut  Kepala BNPB juga menyampaikan bahwa per 23 Juli di seluruh Indonesia tercatat 1.281 kejadian bencana. 


Bencana alam mendominasi dengan 99,14 persen merupakan bencana hidrometeorologi dan 0,86 persen bencana geologi. 


NTB, jelasnya, pada setiap kabupaten dan kota memiliki indeks risiko bencana (IRB) sedang dan tinggi, di mana Sumbawa dan Bima memiliki risiko tinggi sementara kabupaten/kota lainnya, termasuk Lombok Timur berada di risiko sedang. 


Sementara itu terkait kekeringan, risiko juga masuk dalam kelas sedang dan tinggi. Demikian pula untuk risiko kebakaran.


Karena itu ia mengharapkan agar menggunakan kajian risiko bencana (KRB) untuk menemukan akar masalah dalam perencanaan pembangunan.


"Menjadikan kesiapsiagaan sebagai ruh utama dalam RPJMD dan RTRW 2025 hingga 2029, serta sinergisitas pusat, provinsi, dan kabupaten/kota serta masyarakat," ujarnya. 


Rapat koordinasi ini ditutup dengan penandatanganan kesepakatan usulan lahan pangan berkelanjutan pada lahan baku sawah di provinsi NTB dan penyusunan RTRW tingkat provinsi. Selain sebagai bentuk mitigasi bencana, hal ini juga untuk mendorong investasi terkait pembangunan fisik dan infrastruktur. (red)

22/07/26

Kepala BGN Nanik S Deyang mundur: Saya minta maaf

 
Kepala BGN Nanik S Deyang mundur: Saya minta maaf

OPSINTB.com - Nanik Sudaryati Deyang mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Rabu (22/7/2026). Keputusan tersebut diambil karena ia akan menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.


Dalam unggahannya, Nanik menyampaikan bahwa keberangkatannya ke luar negeri bukan karena tidak mempercayai kemampuan dokter di Indonesia, melainkan untuk mendapatkan second opinion atas kondisi kesehatannya berdasarkan rekomendasi dari rekannya.


"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN demi kesehatan saya," tulis Nanik dalam unggahan tersebut.


Menurutnya, Presiden menyetujui pengunduran dirinya, namun tetap memintanya untuk ikut mengawasi BGN. Ia menyebut Presiden berencana membentuk Dewan Pengawas BGN dan memintanya menjadi ketua dewan tersebut.


Nanik juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintahan Presiden serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebut telah mendampingi Presiden selama 14 tahun dan meyakini program MBG bertujuan meningkatkan gizi anak-anak Indonesia, bukan untuk kepentingan politik.


Ia menilai tudingan bahwa program MBG disiapkan untuk kepentingan Pemilu 2029 tidak tepat, mengingat mayoritas penerima manfaat saat ini merupakan balita hingga siswa sekolah dasar yang belum memiliki hak pilih.


Selain itu, Nanik mengungkapkan bahwa program MBG telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, khususnya petani, peternak, dan pedagang. Menurutnya, saat program sempat berhenti selama libur sekolah, hasil pertanian dan peternakan tidak terserap sehingga harga komoditas mengalami penurunan.


Sebelum mengundurkan diri, Nanik mengaku telah melakukan sejumlah langkah pembenahan di internal BGN, termasuk mengganti lima pejabat eselon I yang berasal dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Keuangan, BPKP, serta Kejaksaan.


Ia juga menyebut telah dibentuk 11 tim reformasi untuk memperbaiki pelaksanaan program MBG, mulai dari evaluasi ketepatan sasaran penerima manfaat, peninjauan operasional SPPG, penguatan pelaksanaan program di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), hingga peningkatan efisiensi kelembagaan.


Di akhir pernyataannya, Nanik mengatakan akan memusatkan perhatian pada proses pemulihan kesehatannya sesuai anjuran keluarga dan tim medis, sekaligus mengajak masyarakat untuk terus mendukung Program Makan Bergizi Gratis demi masa depan anak-anak Indonesia dan pertumbuhan ekonomi daerah. (red)

21/07/26

Kena OTT, Bupati Lombok Barat dibawa ke gedung KPK untuk diperiksa

 
Kena OTT, Bupati Lombok Barat dibawa ke gedung KPK untuk diperiksa

OPSINTB.com - Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), digelandang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantaram terjaring operasi tangkap tangan (OTT). LAZ tiba di gedung merah putih lembaga anti rasuah itu pada Selasa (21/7) sekira 21.00 waktu setempat. 


LAZ tiba di gedung KPK mengenkan jaket, topi serta menggunakan masker yang dikawal ketat oleh petugas setempat. 


Juru bicara KPK, Budi Prasetyo menerangkan, KPK melakukan penyelidikan tertutup yang kemudian menjadi peristiwa OTT. Dari kejadian itu KPK berhasil mengamankan 19 orang serta barang bukti terkait dengan dugaan korupsi di lingkungan Pemda Lombok Barat. 


"Barang bukti itu berup uang tunai dalam bentuk rupiah sebanyak ratusan juta dan beberapa dokumen yang diduga terkait dalam perkara ini," kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, dikutip dari siaran video akun Suara NTB, Senin malam (20/7/2026). 


Perkara yang menjerat LAZ, diduga berkenaan dengan penerimaan yang dilakukan oleh bupati terkait dengan proyek-proyek yang ada di Lombok Barat. 


KPK mengamankan sejumlah pejabata di Pemkab Lombok Barat dan juga pihak suwasta. 


"Tentu yang dibawa oleh KPK sesuai kebutuhan pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya. (red)

19/07/26

Sejumlah menteri hadiri resepsi milad satu dasawarsa PMI Dea Malela

 
Sejumlah menteri hadiri resepsi milad satu dasawarsa PMI Dea Malela

OPSINTB.com - Wakil Bupati Sumbawa, H Mohamad Ansori, mendampingi sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih menghadiri resepsi Milad Tasyakur Satu Dasawarsa Pesantren Modern Internasional (PMI) Dea Malela yang digelar di Auditorium Sang Surya, Sabtu (18/7/2026).


Mereka adalah Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Yusril Ihza Mahendra, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, serta Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq.


Dalam sambutannya, Yusril Ihza Mahendra menyampaikan ucapan selamat atas peringatan satu dasawarsa PMI Dea Malela. Menurutnya, sepuluh tahun merupakan waktu yang cukup untuk membuktikan komitmen lembaga pendidikan tersebut dalam mendidik dan membina generasi Islam yang datang dari berbagai penjuru dunia.


Ia menegaskan bahwa perkembangan sains dan teknologi yang semakin pesat menghadirkan tantangan besar bagi umat Islam. Oleh karena itu, agama harus dipahami dan dikaji secara mendalam agar dapat menjadi petunjuk dalam membedakan antara yang benar dan yang salah.


“Kita patut mensyukuri sebuah ikhtiar besar dalam membangun manusia. Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang dipersiapkan untuk masa depan. Di sinilah peran penting pesantren sebagai tempat pembinaan karakter, kepekaan moral, dan kedisiplinan yang menjadi fondasi pembangunan bangsa,” ujarnya.


Menko Yusril berharap PMI Dea Malela dapat terus melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami ajaran Islam, tetapi juga mampu merespons dinamika dan tantangan zaman.


Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa keberadaan PMI Dea Malela sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto, yakni membentuk generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan unggul.


Ia mengajak seluruh santri untuk memiliki tekad yang kuat dalam menuntut ilmu di PMI Dea Malela demi meraih masa depan yang gemilang.


“Masa depan kalian dimulai dari Dea Malela ini. Teruslah belajar dengan sungguh-sungguh untuk meraih cita-cita,” pesannya.


Prof. Abdul Mu’ti juga menyinggung sosok Ismail Dea Malela yang menjadi cikal bakal penamaan pesantren tersebut. Menurutnya, tokoh asal Sumbawa itu dikenal memiliki akhlak yang luhur dan memberikan kontribusi besar dalam penyebaran agama Islam hingga ke Benua Afrika.


Ia pun mengingatkan para santri untuk senantiasa menghormati orang tua dan guru yang akan menjadi suluh dalam menggapai masa depan.


Pada usia satu dasawarsa ini, PMI Dea Malela dinilai telah menunjukkan visi besar dalam menyiapkan generasi muda Indonesia yang akan mengisi kepemimpinan bangsa di masa depan. Generasi tersebut diharapkan memiliki penguasaan ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi yang kuat, sekaligus ditopang oleh pemahaman keislaman yang mumpuni. (red)

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama