OPSINTB.com - Wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng), HM Nursiah mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Loteng mengenai pengaturan pola perayaan dua hari besar keagamaan, yakni Hari Raya Idul Fitri dan Nyepi.
Dimana Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu akan berlangsung pada 19 Maret 2026. Sedangkan Hari Raya iIdul Fitri bagi umat Islam diperkirakan berlangsung pada 20 atau 21 Maret 2026 mendatang.
‘’Supaya tidak saling menganggu, sehingga tidak sampai menimbulkan polemik,’’ kata Nursiah, Kamis (12/3/2026).
Menurut Ketua DPD II Golkar Loteng itu, dua perayaan hari besar tersebut sangat penting bagi masing-masing umat beragama. Dia pun meminta masyarakat untuk menjaga kekompakan serta toleransi antara umat beragama.
‘’Tetap jaga kekompakan dan toleransi dengan sama-sama saling menghormati dua hari besar ini,’’ pesannya.
Dia menambahkan, Hari Nyepi identik dengan kesunyian dan ketenangan. Maka, lanjut dia, umat agama lain juga harus menghormati hal itu dengan tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat mengganggu pelaksanaan Hari Raya Nyepi.
‘’Misalnya, kalau kegiatan takbiran pada malam lebaran, jika masih dalam suasana Nyepi nanti kita atur rutenya. Sebisa mungkin tidak melintasi kawasan tempat perayaan Nyepi agar tidak mengganggu umat Hindu yang melaksanakan,’’ ucapnya.
Kendati menjadi agama minoritas, Umat Hindu di Loteng sendiri tersebar di beberapa wilayah, seperti Kota Praya, Kecamatan Jonggat, dan Pringgarata.
‘’Nah, di wilayah-wilayah tersebut nanti akan diatur pola perayaannya agar tidak saling mengganggu. Sehingga perayaan Hari Raya Idul Fitri dan Nyepi di Loteng bisa berjalan lancar dan khidmat,’’ tandas pria kelahiran Desa Batujai, 31 Desember 1963 tersebut. (iwn)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami