OPSINTB.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), menyalurkan bantuan sosial dan kemanusiaan kepada masyarakat kurang mampu.
Penyerahkan rumah layak huni (Mahyani), bantuan rehabilitasi rumah, serta gerobak Zakat Kelompok Usaha Produktif (ZKUP) kepada para penerima manfaat, dilakukan secara simbolis oleh Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin pada Kamis sore (8/1/2026).
Bupati Haerul Warisin memaparkan, kebutuhan Mahyani di Lombok Timur masih sangat besar. Berdasarkan data, sekitar 20 ribu rumah di 21 kecamatan masih tergolong tidak layak.
“Sejak awal kami berupaya agar program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari presiden bisa didapatkan minimal 3.000 hingga 4.000 unit per tahun, sehingga jumlah rumah kumuh dapat terus berkurang,” ujar bupati.
Dia menjelaskan, terjadinya musibah di sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh menyebabkan fokus bantuan pemerintah pusat dialihkan ke daerah-daerah terdampak bencana.
“Data perumahan dan permukiman Lombok Timur sebenarnya sangat baik. Namun karena adanya musibah nasional, konsentrasi bantuan pemerintah pusat akhirnya tertuju ke wilayah tersebut,” pungkasnya.
Ketua Baznas Lombok Timur, H M Kamli menyampaikan, program tersebut merupakan bagian dari kewajiban Baznas sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, kemanusiaan, dan keagamaan.
“Alhamdulillah, pada sore hari ini Insya Allah bapak bupati akan menyerahkan secara simbolis kunci rumah dan gerobak Zkup, serta kunci rehab rumah, baik rehab ringan, sedang, maupun berat, yang telah kami laksanakan hingga akhir 2025,” ucapnya.
Ia menjelaskan, melalui kerjasama serta skema sharing antara Baznas Provinsi NTB dan Baznas Kabupaten Lombok Timur, telah dibangun sebanyak 25 unit Mahyani yang tersebar di lima kecamatan sebagai bagian dari upaya penanganan kemiskinan ekstrem.
Selain itu, Baznas Lombok Timur juga menyalurkan program pembangunan Mahyani melalui dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) Bank NTB Syariah. Dari program tersebut, sebanyak 24 paket rumah layak huni telah selesai dibangun dan siap ditempati.
Tidak hanya itu, Baznas juga menyalurkan 20 paket gerobak usaha siap pakai bagi masyarakat yang belum memiliki tempat usaha kecil, khususnya yang beraktivitas di perempatan dan pinggir jalan.
Pihaknya masih melihat banyak masyarakat yang tergolong miskin ekstrem. Di lain sisi, bupati menginginkan agar tidak ada warga yang tidur di bawah rintikan hujan, untuk menyelesaikan itu Baznas merespons dengan program rehabilitasi rumah.
"Alhamdulillah, hingga akhir 2025 telah kami tuntaskan sebanyak 23 paket rehab rumah,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Kamli mewakili seluruh amilin dan amilat Baznas Lombok Timur menyampaikan apresiasi serta ucapan terimakasih kepada para muzaki, perusahaan, serta para dermawan yang telah mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekahnya melalui Baznas.
Sementara itu, Wakil Ketua I Baznas NTB, Lalu Muhyi Abidin menilai, penyaluran zakat saat ini masih cenderung bersifat tradisional dan belum sepenuhnya proporsional. Ia berharap ke depan distribusi zakat dapat semakin berkembang seiring dukungan aktif dari para kepala daerah.
“Bupati dan gubernur memiliki peran yang sangat penting dalam pengumpulan zakat. Ketika kepala daerah akomodatif dan mendorong masyarakat untuk berzakat, di situlah pemimpin menjalankan perannya secara sesungguhnya,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Baznas merupakan perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam mengelola zakat.
"Sehingga dukungan semua pihak, khususnya para aghnia, sangat dibutuhkan agar zakat terus disalurkan melalui Baznas," ujarnya. (zaa)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami