Polres Lombok Utara serahkan tersangka dan barang bukti kasus korupsi SMPN 4 Bayan - OPSINTB.com | News References -->

20/03/24

Polres Lombok Utara serahkan tersangka dan barang bukti kasus korupsi SMPN 4 Bayan

Polres Lombok Utara serahkan tersangka dan barang bukti kasus korupsi SMPN 4 Bayan

 

Polres Lombok Utara serahkan tersangka dan barang bukti kasus korupsi SMPN 4 Bayan

Foto: Sat Reskrim Polres Lombok Utara serahkan Tersangka dan Barang Bukti ke Jaksa Penuntut Umum. (istimewa)


OPSINTB.com - Unit Tindak Pidana Korupsi Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Utara hari ini Rabu (20/3/2024) melaksanakan tahap dua (penyerahan tersangka dan barang bukti) kepada Jaksa Penuntut Umum di Kejaksaan Negeri Mataram dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi di SMP Negeri 4 Bayan. Tersangka dalam kasus ini beriniasial HY mantan Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Bayan.


Penyerahan ini merupakan bagian dari proses penyidikan yang telah dimulai sejak November 2021, dengan dikeluarkannya Laporan Polisi dan Surat Perintah Penyidikan. Penyidikan ini berujung pada penerbitan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan dan Surat Pemberitahuan hasil penyidikan yang menyatakan berkas perkara atas nama tersangka  HY telah lengkap.


Kapolres Lombok Utara AKBP Didik Putra Kuncoro melalui Kasat Reskrim IPTU Gufron Subekli mengungkapkan bahwa kasus ini berkaitan dengan penyalahgunaan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang bersumber dari APBN tahun 2018 dan 2019.


"Penyalahgunaan dana tersebut telah mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 124.130.000, sesuai dengan hasil perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan provinsi NTB," ungkap  IPTU Gufron, Selasa 19 Maret 2024. 


Tindakan yang dilakukan oleh tersangka HY diduga melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang telah diubah dengan UU RI No.m 20 tahun 2001 dengan ancaman pidana  penjara maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal 1 miliar.


"Penyerahan tersangka dan barang bukti ini menandai langkah penting dalam proses hukum yang sedang berlangsung dan komitmen aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi," imbuhnya. 


"Proses hukum selanjutnya akan dilanjutkan oleh Kejaksaan Negeri Mataram, yang akan melakukan penuntut sesuai dengan proses hukum  berikutnya terhadap tersangka," pungkasnya. (red)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama