Laba meningkat, PDAM Loteng yakin setor PAD Rp600 juta lebih tahun depan - OPSINTB.com | News References -->

07/12/23

Laba meningkat, PDAM Loteng yakin setor PAD Rp600 juta lebih tahun depan

Laba meningkat, PDAM Loteng yakin setor PAD Rp600 juta lebih tahun depan

 


Foto: Bambang Supratomo, Direktur Utama PDAM Tirta Ardhia Rinjani Lombok Tengah (Loteng). (wan/opsintb)


OPSINTB.com - Direktur Utama PDAM Tirta Ardhia Rinjani Lombok Tengah (Loteng), Bambang Supratomo yakin laba/keuntungan PDAM tahun lalu akan meningkat 100 persen pada tahun ini.


''Akan terjadi peningkatan. Kurang lebih kalau tahun (2022) kemarin di angka Rp 1,2 miliar. Bisa jadi di tahun ini kurang lebih di angka Rp 2,3 miliar,'' kata Bambang pada wartawan, Kamis (7/12/2023).


Meningkatnya laba PDAM tersebut, katanya, disebabkan efisiensi efektivitas dalam tata kelola keuangan. Selain itu, harus diakui bahwa kualitas pelayanan tahun lalu dibandingkan dengan tahun ini jauh lebih baik walaupun belum signifikan.


''Kualitas pelayanan juga jauh lebih baik saat ini. Pemakaian air rata-rata masyarakat meningkat hari ini. Itu yang membuat laba ruginya meningkat,'' imbuh Bambang.


Dengan meningkatnya laba tersebut, PDAM yakin bisa menyetor Pendapatan Asli Daerah (PAD) sesuai jumlah yang ditargetkan pemerintah daerah. Pun dengan jumlah setoran tahun ini, namun masih adanya pelayanan yang harus diperbaiki, maka maksimal jumlah setoran boleh kurang dari 50 persen.


''Kenapa maksimal 50 persen hari ini, karena sisa dari yang kita setorkan itu kan diperuntukkan untuk pembenahan infrastruktur. Kebutuhannya sebenarnya masih sangat besar untuk infrastruktur ini,'' ujarnya.


Bambang menjelaskan adapun jumlah sambungan rumah (SR) dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Pada 2022 misalnya, jumlah SR sebanyak 51.722. Meningkat menjadi 52.252 pada 2023. ''Artinya terjadi peningkatan SR sebanyak 540,'' jelas Bambang.


Sementara, terkait sumber mata air yang dimanfaatkan PDAM Loteng saat ini berjumlah 7 sumber dengan kapasitas 555 liter/dtk. Adapun 7 sumber mata air tersebut ialah: Aiq Bone, Tibu Nangkok, Nyerejet, Benang Stokel, di Desa Aiq Berik, Kecamatan Batukliang Utara. Lempanas yang berlokasi di antara Desa Lantan dan Desa Karang Sidemen, Sesere, dan satu pipa yaitu pipa Penujak. 


''Total produksi dari ketujuh sumber mata air tersebut mencapai 555 liter/dtk. Persoalannya dari 555 liter/dtk itu, angka kehilangan selama musim kemarau kurang lebih mencapai 372 liter/dtk,'' pungkas Bambang. (wan)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama