Wisata Kolam Tibu Gumpur Kebon Telage, jadi oase di tanah Pijot - OPSINTB.com | News References -->

Kamis, 28 Juli 2022

Wisata Kolam Tibu Gumpur Kebon Telage, jadi oase di tanah Pijot

Wisata Kolam Tibu Gumpur Kebon Telage, jadi oase di tanah Pijot

 
Wisata Kolam Tibu Gumpur Kebon Telage, jadi oase di tanah Pijot

OPSINTB.com - Sebut Pijot, Kecamatan Keruak, Lombok Timur, tiap orang akan membayangkan sebuah wilayah tandus, panas, dan sulit akses air. Bahkan nama itu sering jadi istilah di tengah suku Sasak, sebagai tempat yang begitu jauh.

Tapi nampaknya mindset itu perlu dirubah. Lantaran desa itu saat ini telah menjadi salah satu desa wisata kebanggaan Lombok Timur. Melalui destinasi andalannya yakni sebuah wisata kolam bernama Tibu Gumpur Kebon Telage.

Mulai hari ini, destinasi itu bisa dinikmati oleh wisatawan. Berupa kolamnya yang indah, dan airnya yang jernih untuk merendamkan tubuh.

Selain dengan wisata andalannya, lokasi itu juga dikenal memiliki tuah. Yakni berupa mata air, yang berjuluk sumur Datu. Konon barang siapa yang memiliki hajat di lokasi itu, akan terwujud.

Kepala Desa Pijot, Abdurrahman mengatakan, dirinya akan terus berjuang menembangkan destinasi. Agar masyarakat setempat ucapnya bisa menikmatinya.

"Tujuannya untuk mengurangi pengangguran dan Pijot jadi desa mandiri," kata Kades Pijot, Abdurrahman, kepada awak media usai peresmian wisata tersebut, Rabu (27/7/2022).

Peresmian Kolam Tibu Gumpur Kebon Telage oleh Kepala Dinas Pariwisata Lotim.

Keunikan, wisata ini memiliki selain didapati kolam renang baik anak-anak maupun dewasa.  Tapi juga punya tempat yang disakralkan oleh warga setempat.

Setidaknya ada dua lokasi yang memiliki tuah. Yakni berupa sumur berusia ratusan tahun, serta tibu atau aliran sungai yang menuju ke menanga Pantai Tanjung Luar.

Keberadaan dua destinasi ini membuat lokasi itu lebih unik. Sebab, selain bisa ke kolam juga bisa berwisata religi.

Di dalam kawasan wisata didapati fasilitas kolam renang untuk anak dan dewasa, kolam pemancingan, gazebo, kedai, lokasi camping ground, gedung serbaguna, dan ball room. 

Lokasi parkir juga cukup luas. Pengunjung lebih leluasa bermain, dan aman memarkirkan kendaraannya.

"Kami sudah punya master plannya," ucap Abdurrahman

Langkahnya itu disebutnya, untuk berjuang menegaskan diri sebagai desa wisata. Agar masyarakat desa setempat terdongkrak perekonomiannya, terwujudnya keadilan dan kesejahteraan.

Abdurrahman menuturkan, dari sejak mulai dibangun pada 2018 yang lalu, telah menelan anggaran mencapai Rp 300  sampai Rp 400 juta yang berasal dari dana desa (DD). Kendati diakuinya pembangunan itu baru mencapai 20 persen.

Jika mengikuti master plan, kata dia, anggaran yang ditargetkan mencapai Rp 2,7 miliar lebih. 

Lantaran itu, dirinya meminta agar pemerintah diatasnya membantu, dari infrastruktur dan pengembangan lainnya.

"Baik permainan anak-anak, musola, dan bentuk fasilitas yang lainnya," ucapnya.

Camat Sakra, Ahmad Subhan, dalam sambutannya mengatakan, di wilayahnya terdapat 5 desa wisata. Salah satunya termasuk Desa Pijot. 

Dirinya juga menekankan agar 15 desa wilayah itu, memiliki identitas masing-masing.

"15 desa di Kecamatan Keruak ini harus punya branding," ucapnya

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Iswan Rakhmadi mengatakan, jika ada istilah Indonesia dibangun dari desa, maka adagium itu dibalik. Tentu dengan inovatif dan kreatif.

"Seperti Pijot ini, jika semua desa kuat dan indah maka Indonesia juga kuat," kata Iswan.

Pembangunan pariwisata, ucapnya, berdasarkan destination comunity. Komunitas itu disebutnya masyarakat desa.

Dengan konsep itu, bebernya, pariwisata akan membawa manfaat yang besar bagi warga. 

Di kesempatan itu, dirinya mengajak untuk menyentuh ke persoalan paling dasar, yakni bagaimana menyiapkan rasa kangen ke pengunjung. 

"Membuat pengunjung kembali itu semangat dasarnya," ujarnya

Keberadaan Pokdarwis, kata dia, untuk menopang serta mewujudkan semua kebutuhan yang berkaitan dengan wisata. Terutama menyangkut sapta pesona yang menjadi dasar berwisata.

Lantaran itu, Pokdarwis dimintanya untuk membantu agar semua orang ingin datang ke lokasi itu.

"Sapta pesona ini merupakan rasa dasar manusia, memang tidak mudah pasti ada tantangan, tapi semuanya hanya bagaimana kita menanjak," tandas Iswan.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pariwisata, Iswan Rakhmadi, melantik Pokdarwis Pemban Desa Pijot. Disaksikan oleh, Camat Keruak, dan masyarakat setempat serat melaunching wisata Tibu Gumpur Kebon Telage. (hkk)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama