Kemendes wilayah Bali-Nusra berikan pelatihan berbasis komunitas kepada 6 desa penyangga KEK Mandalika - OPSINTB.com | News References -->

Jumat, 04 Maret 2022

Kemendes wilayah Bali-Nusra berikan pelatihan berbasis komunitas kepada 6 desa penyangga KEK Mandalika

Kemendes wilayah Bali-Nusra berikan pelatihan berbasis komunitas kepada 6 desa penyangga KEK Mandalika

 
Kemendes wilayah bali nusra

OPSINTB.com - Tim Kementerian Desa (Kemendes) Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) wilayah Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) memberikan pelatihan berbasis komunitas kepada enam desa penyangga di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Pelatihan yang berlangsung sejak tanggal 28 Februari-4 Maret 2022 di Kantor Camat Pujut tersebut lebih ditekankan pada praktek dan simulasi pengembangan desa wisata. Selain itu, bertujuan mendukung masyarakat enam desa penyangga KEK Mandalika agar mampu mempersiapkan diri saat menerima kunjungan wisatawan di setiap event yang akan diselenggarakan di KEK Mandalika.

"Pelatihan kami khusus pada kelembagaan, kemudian bagaimana pemaketan wisatanya, kemudian bagaimana nanti teman-teman yang kami latih hari ini bisa mentransfer ilmu pengetahuan kepada masyarakatnya," kata Herman, Koordinator Pelatihan pada opsintb.com, Jumat (4/3/2022).

Selain itu, secara struktural Kemendes mempunyai tugas pokok sebagai lembaga yang berperan meningkatkan kapasitas masyarakat. Untuk itu dengan adanya pelatihan ini, pihaknya berharap masyarakat dari enam desa penyangga dapat mendukung keberadaan KEK Mandalika.

"Nah ini kami persiapkan masyarakat enam desa penyangga bagaimana bisa menjadi desa-desa yang kapasitas masyarakatnya mendukung KEK Mandalika," imbuhnya.

Dia juga berharap dengan adanya pelatihan tersebut, masyarakat bisa terlibat lebih aktif, sehingga masyarakat bisa memperoleh manfaat dari keberadaan KEK Mandalika.

Disebutkannya, pelatihan ini didampingi narasumber ahli dari Poltekpar Lombok Tengah. Dengan begitu, jelasnya, setelah pelatihan selesai akan ada pendampingan yang dilakukan narasumber tersebut terhadap enam desa penyangga.

"Setelah pelatihan ini, dilanjutkan dengan pendampingan dari Poltekpar, sehingga Poltekpar nanti bisa merumuskan regulasi apa yang harus ada di desa penyangga,kemudian keterlibatan masyarakat, sehingga pembangunan bisa dirasakan masyarakat desa penyangga tersebut," jelas pria asal Denpasar ini.

Sementara itu, Camat Pujut Lalu Sungkul mengapresiasi kegiatan pelatihan tersebut. Menurutnya, dengan adanya pelatihan tersebut pelaku wisata dapat memanifestasikan desanya. Artinya masyarakat desa tersebut dapat memahami dan mewujudkannya desanya agar betul-betul diterapkan sebagai desa wisata.

"Pelatihan desa wisata ini sangat bagus untuk bisa memanifestasikan apa itu desa wisata," kata Sungkul saat ditemui terpisah.

Adapun pelatihan tersebut diikuti perwakilan dari masing-masing desa penyangga. Enam desa yang merupakan penyangga tersebut diantaranya Desa Sengkol, Rembitan, Sukadana, Prabu, Kuta, dan Desa Mertak. (wan)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama