Oknum kades setubuhi anak bawah umur mulai nginap di sel tahanan Polres Bima Kota - OPSINTB.com | News References -->

Senin, 21 Februari 2022

Oknum kades setubuhi anak bawah umur mulai nginap di sel tahanan Polres Bima Kota

Oknum kades setubuhi anak bawah umur mulai nginap di sel tahanan Polres Bima Kota

 
Oknum kades setubuhi anak bawah umur

OPSINTB.com - Setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka dengan dugaan setubuhi gadis di bawah umur, SDM alias One (45) oknum pejabat Kepala Desa Oi Tui Kecamatan Wera Kabupaten Bima, mulai nginap di Sel Tahanan Polres Bima Kota.

Keputusan ditahannya, SDM alias One oknum Kades Oi Tui, diambil Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Bima Kota.

"Setelah ditetapkan sebagai tersangka, SDM alias One oknum Kades Oi Tui, kami tahan, sejak Jum’at kemarin," jelas Kapolres Bima Kota melalui Kasat Reskrim Iptu M Rayendra RAP, Senin (21/2/2022).

Tentu penahanan tersangka, kata Rayendra, demi memudahkan proses penyidikan dan proses lain dalam kasus ini, hingga saatnya dilimpahkan berkasnya pada Kejaksaan.

"Jum'at kemarin kami lanjutkan pemeriksaan pada oknum kades itu, tentunya dalam kapasitas sebagai tersangka," jelas Rayendra.

Sebelumnya diberitakan, terkuaknya dugaan persetubuhan anak di bawah umur ini, melalui hasil chatingan pada massanger antara korban dengan oknum Kades tersebut.

Chatingan keduanya tersebut berisikan perbincangan yang dinilai tak wajar. Celakanya, hasil chatingan keduanya itu beredar luas pada WhatsApp Group (WAG) yang diduga dilakukan oleh seseorang yang hingga detik ini masih ditelusuri oleh Polisi.

Korban diduga disetubuhi oleh oknum Kades tersebut sejak Oktober 2021, sebanyak dua kali diperlakukan secara tak senonoh oleh oknum Kades tersebut pada Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang sama. Selanjutnya, dugaan perbuatan tak senonoh itu disinyalir dilakukan secara terus-menerus dengan TKP yang berbeda-beda.

Kedua orang tua orang tua korban yang mengetahui masalah yang menimpa anaknya, merasa terpukul dan melaporkan kejadian memalukan ini.

Kedua orang tua orang telah melaporkan secara resmi kasus ini kepada pihak Sat Reskrim Polres Bima Kota melalui Unit PPA pada Rabu (12/1).

"Kami sudah melaporkan kasus ini secara resmi. Tak ada kata damai, kecuali kasus ini harus dituntaskan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," pastinya.

Secara terpisah Kapolres Bima Kota, AKBP henry Novika Chandra melalui Kasat Reskrim setempat, Iptu Muhamad Rayendra pada wartawan, membenarkan bahwa kasus ini telah dilaporkan secara resmi oleh orang tua korban kepada pihaknya pada Rabu (13/1) pekan ini. (red)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama