Komplotan copet di Sirkuit Mandalika beraksi hingga luar negeri - OPSINTB.com | News References -->

Selasa, 23 November 2021

Komplotan copet di Sirkuit Mandalika beraksi hingga luar negeri

Komplotan copet di Sirkuit Mandalika beraksi hingga luar negeri

 
Komplotan copet di Sirkuit Mandalika beraksi hingga luar negeri

OPSINTB.com - Dalam 31 hari Polda NTB bersama Polres Jajaran berhasil ungkap 186 kasus dengan 260 tersangka, termasuk pengungkapan kasus komplotan Pencuri asal Jakarta yang beraksi pada sesi terakhir WSBK di Sirkuit Mandalika, Minggu (21/11/2021).

186 kasus tersebut di antaranya 119 merupakan kasus pencurian dengan pemberatan alias curat, sementara kasus pencurian dengan kekerasan atau yang biasa disebut curas berjumlah 15 kasus, berikutnya kasus pencurian kendaraan bermotor berjumlah 56 kasus.

Pengungkapan 260 kasus tersebut merupakan hasil dari kegiatan rutin yang ditingkatkan, biasa disingkat KRYD.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto pada acara konferensi pers di Markas Komando (Mako) Polda NTB, Selasa (23/11) mengatakan, 260 kasus itu mulai diungkap sejak 22 Oktober hingga 21 November 2021.

"260 kasus ini merupakan hasil pengungkapan Polda NTB dan Polres jajaran sejak 22 November hingga 21 Oktober kemarin," jelasnya.

Di antara 260 kasus itu satu di antaranya merupakan hasil pengungkapan kasus pencurian di Sirkuit Mandalika saat WSBK oleh Polisi tak berseragam yang ditugaskan Polda NTB menyusup ke tribun penonton.

"Sejumlah polisi tak berseragam yang kami tempatkan di Sirkuit Mandalika saat WSBK Kemarin, berhasil ringkus komplotan pencuri asal Jakarta," jelasnya.

Selebihnya, Dirreskrimum Polda NTB menjelaskan, komplotan pencuri yang beraksi di Sirkuit Mandalika itu berjumlah 8 orang, dimana 1 orang ditangkap di TKP, 3 lainnya ditangkap di Pelabuhan Lembar, sedangkan 4 lainnya ditangkap di kapal feri menuju Bali yang berhasil diringkus hari itu juga.

"Berkat kerjasama tim, 4 pelaku berhasil diamankan hari Minggu kemarin, satu di gate 3, sisanya kami ringkus di Pelabuhan Lembar, 3 jam setelah pelaku yang diamankan di Sirkuit Mandalika dan 4 orang lainnya ditangkap di kapal feri di hari yang sama tapi di waktu yang berbeda," jelasnya.

Dikatakan tertangkapnya 8 komplotan itu, berdasarkan kerjasama tim yang solid, sesaat setelah pelaku yang ditangkap di Gate 3 Sirkuit Mandalika, pihaknya memblokade semua jalur keluar KEK dan juga memblokade semua pelabuhan.

Alhasil komplotan pencuri asal Jakarta tersebut berhasil ditangkap dan diamankan, lalu 4 orang ditetapkan sebagai tersangka, dan empat lainnya masih dilakukan pendalaman.

"Kami akan terus lakukan pengembangan agar komplotan meraka ini berhasil kami ringkus hingga ke akarnya," lanjut hari.

Tak hanya beroperasi di Lombok, komplotan ini juga beroperasi sampai keluar negeri seperti Malaysia dan Singapura.

"Jadi mereka tidak hanya beroperasi di Lombok saja, melainkan di daerah lain di Indonesia seperti Batam dimana mereka sudah melakukan 50an kali penjambretan, bahkan sampai ke Malaysia dan Singapura, dan untuk Pasal yang kita sangkakan adalah pasal 363," tutup Hari

Hasil penyelidikan sementara, 8 komplotan pencuri asal Jakarta itu, murni datang untuk mencuri, bukan untuk merusak nama Lombok atau event seperti yang dikatakan warga dalam beberapa postingan media yang memberitakan kejadian itu.

"Hasil interogasi pelaku, mereka murni datang untuk melakukan pencurian atau pencopetan, tidak ada yang membackup mereka," tegas Hari.

Modus pelaku saat menjalankan aksinya, 8 orang tersebut bertindak sebagai penonton resmi menggunakan tiket, masing-masing dari mereka mempunyai peran yang berbeda beda, ada yang sebagai eksekutor, ada yang jadi pengoper barang dan ada yang bertindak sebagai pengumpul barang.

Dijelaskan, 3 pelaku yang tertangkap merupakan satu keluarga yakni Ibu Bapak dan Anak, satunya lagi adalah tetangganya, keempat pelaku mempunyai tugas yang berbeda, anak pelaku bertindak sebagai pengalih perhatian, Ibunya sebagai eksekutor, tetangga pelaku sebagai pengoper barang dan terakhir suami atau bapak pelaku bertindak sebagai pengumpul barang.

"4 Komplotan lainnya merupakan grup yang berbeda, namun satu jaringan," pungkas Hari. (red)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama