Ketua PKK pusat apresiasi NTB cegah perkawinan anak - OPSINTB.com | News References -->

Senin, 22 November 2021

Ketua PKK pusat apresiasi NTB cegah perkawinan anak

Ketua PKK pusat apresiasi NTB cegah perkawinan anak

 
Ketua PKK pusat apresiasi NTB cegah perkawinan anak

OPSINTB.com - Ketua Umum TP PKK Pusat, Ny Tri Tito Karnavian mengapresiasi terbitnya Peraturan Daerah (Perda) tentang Pencegahan Perkawinan Anak dan program Revitalisasi Posyandu di Provinsi NTB. 

Menurutnya, upaya itu merupakan strategis yang tepat dalam mencegah masalah-masalah yang terjadi dalam lingkungan keluarga. Terutama masalah perkawinan anak yang marak terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

"Kita apresiasi Perda tentang pencegahan perkawainan anak dan membuat posyandu lebih maju melalui posyandu keluarga. Mudah-mudahan ini solusi mencegah perkawainan pada anak," harapnya saat membuka acara Temu Nasional kader PKK se-NTB dalam rangka cegah Perkawinan anak (Cepak) di hotel Aston Mataram, Senin (22/11/2021).

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, masalah perkawinan anak, stunting, kematian ibu dan bayi, buruh migran ilegal, dan narkoba masih menjadi PR besar pemerintah. Meski demikian, pemerintah terus berupaya membuat berbagai kebijakan, salah satunya adalah membuat Perda pencegahan perkawinan pada anak dan merevitalisasi posyandu menjadi posyandu keluarga.  

"Posyandu yang kita kenal dulu, hanya sebagai pusat edukasi kesehatan ibu dan anak. Tapi setelah direvitalisasi, posyandu keluarga kini menjelma menjadi pusat edukasi kesehatan seluruh lapisan masyarakat," ujar Ummi Rohmi.

Menurut Ummi Rohmi, program revitalisasi posyandu dihajatkan untuk merangkul semua masalah dan kesehatan masyarakat. Mulai dari kalangan ibu dan anak, remaja, lansia dan masalah sosial lainnya. Sehingga posyandu keluarga diharapkan sebagai wadah edukasi sekaligus layanan kesehatan dasar bagi masyarakat.  

"Misalkan masalah perkawinan pada anak, salah satu fokus edukasi yang secara terus menerus dilakukan oleh kader posyandu adalah bagaimana bahayanya jika terjadi perkawainan pada anak," imbuhnya.

Selain itu, lanjut Ummi Rohmi, sejak dua tahun terakhir, progres revitalisasi posyandu di NTB sudah mencapai 7000 ribu lebih posyandu sudah menjadi posyandu keluarga dari total 7500 lebih posyandu yang direvitalisasi.

"Jadi semua posyandu di NTB hampir semua sudah direvitalisasi. Masih sekitar lima ratusan posyandu yang belum lengkap. Jadi di situ ada posyandu remaja, Posyandu KIA, Posbindu dan Posyandu Lansia," tambah Ummi Rohmi. (red)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama