Kepsek SMPN 1 Sembalun bantah siswanya terlibat dalam video mesum - OPSINTB.com | News References -->

Minggu, 24 Oktober 2021

Kepsek SMPN 1 Sembalun bantah siswanya terlibat dalam video mesum

Kepsek SMPN 1 Sembalun bantah siswanya terlibat dalam video mesum

 
Kepsek SMPN 1 Sembalun bantah siswanya terlibat dalam video mesum

OPSINTB.com - Video mesum yang diduga diaktori oleh sejumlah pelajar SMPN 1 Sembalun, Lombok Timur viral di media sosial (medsos). Bahkan video itu menjadi isu liar hingga menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat setempat.

Terkait hal itu, Kepala Sekolah (Kapsek) SMPN 1 Sembalun, Zainudin langsung angkat bicara. Dia membenarkan bahwa sejumlah orang yang ada dalam video itu adalah siswa-siswinya. Namun dia membantah jika siswanya dianggap berbuat mesum.

"Ya kita tidak pungkiri di dalam video itu siswa-siswi kami, tapi faktanya mereka tidak berbuat mesum seperti anggapan orang. Kami langsung lakukan klarifikasi dengan memanggil semua siswa yang ada dalam video, termasuk orang tua mereka didampingi oleh kadus," kata Zainudin saat dikonfirmasi oleh wartawan di ruang kerjanya, Kamis (21/10/2021).

Adapun kronologis video itu, kata Zainudin, sekitar pukul 12.00 wita salah seorang siswi menggunakan sepeda motor mengajak siswi lainnya mencari buah are untuk dirujak. Setelah mengambil buah are di sekitaran lokasi, dateng dua orang siwa bersama satu temannya cowok menggunakan sepeda motor juga. Di antara ketiga siswa itu salah seorang ingin mengungkapkan perasaan suka sama si cewek. Tapi si cowok malu mengungkapkan perasaannya di depan teman-temannya, begitu juga si cewek. Dan pada akhirnya mereka disuruh berduaan oleh teman-temannya, namun tidak begitu jauh.

Lalu si cowok memetik bunga dan diberikan kepada si cewek sebagai tanda suka. Pada momen itu mereka divideokan oleh temannya dari dari jarak sekitar 5 meter. Selang beberapa detik setelah si cowok memberikan si cewek bunga tersebut mereka langsung pulang. 

"Kalau kita analisa dari keterangan mereka, tidak mungkin mereka berbuat seperti diduga oleh masyarakat. Hanya sekedar ngasih bunga, pegangan tangan pun mereka tidak sempat," tutur Zainudin. 

"Itu keterangan mereka saat kita klarifikasi atau konfirmasi, bersama orang tuanya di sekolah", imbuhnya.

Tidak dipungkiri, sambungnya, dalam video itu si cowok memperbaiki celananya setelah mereka bubar hendak pulang. Kemungkinan itulah menyebabkan masyarakat berasumsi telah melakukan hal yang dilarang oleh agama. 

"Sekali lagi saya tegaskan, mereka tidak berbuat hal yang melanggar norma-norma agama. Karena di lokasi bukan hanya mereke berdua," tegasnya. 

Adapun mengenai orang yang upload video itu, diserahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga siswa-siswi setempat karena kejadian itu di luar jam sekolah. 

"Keberlanjutan masalah ini, kami serahkan sepenuhnya ke orang tua wali murid. Meski demikian kita punya tanggung jawab yang sama untuk mengontrol anak-anak kita," pungkas Zainudin. 

Zainudin mengajak para dewan guru, komite sekolah, dan masyarakat agar tidak membiarkan berita liar itu beredar di medsos. Sehingga merusak citra sekolah, apalagi sudah terlanjur viral di dunia maya sehingga dampaknya luar biasa khususnya bagi sekolah setempat. 

"Mari dengan bijak kita sikapi persoalan ini, dan kita sama-sama untuk meredam persolan itu. Dengan cara memberikan informasi yang benar, baik kepada media maupun melalui medsos," ujarnya Zainudin. 

Ia pun meminta kepada para orang tua untuk terus meningkatkan pengawasan kepada anak-anaknya, agar terhindar dari  perilaku negatif dan pergaulan bebas di era modern ini. Karena tanggung jawab sepenuhnya dipundak orang tua, sementara tanggung jawab para guru hanya sebatas dilingkup sekolah saja. 

"Kewajiban kami sebatas dalam perspektif pendidikan, pendekatannya dengan mendidik. Sebab anak-anak bukan penjahat,  mereka sedang mengalami masa pertumbuhan. Jangan sampai mereka terampas masa depannya karena saat ini mereka sangat tertekan dan terintimidasi, oleh hal sepele," kata Zainudin. 

Sementara orang tua korban yang tidak mau disebut namanya menyayangkan isu liar itu. Pasalnya harga diri anaknya tercoreng dengan isu tersebut, lebih-lebih nama keluarga besarnya. Padahal sebenarnya tidak seperti yang dibincangkan oleh masyarakat belakangan ini. 

"Saya sangat terpukul dengan video yang beredar di masyarakat, padahal anak-anak tidak melakukan apa yang diduga," katanya dengan nada kecewa. 

Untuk diketahui, lanjutnya, sebagai orang tua selalu menanyakan anaknya jika keluar rumah baik saat pergi maupun pulang. Namum yang namanya musibah tidak bisa dihindari. 

"Apa yang disangkakan oleh orang-orang, bahwa kami kurang pengawasan kepada anak kami itu tidak benar. Dan musibah ini kami jadikan pelajaran berharga," katanya.

Untuk melaporkan kasus tersebut, ia bersama keluarga korban yang lain akan berembuk dulu untuk membicarakan kelanjutannya, apakah akan melaporkan permasalahan itu ke Polsek Sembalun atau damai dengan orang yang membuat dan mengunggah video itu. 

"Kami akan bicarakan dulu dengan keluarga korban yang lain, untuk keberlanjutan masalah itu," pungkasnya. 

Di temat terpisah, hal senada juga dikatakan oleh orang tua korban yang lain. Dia mengaku shoock dengan kejadian yang menimpa anaknya. Seharusnya video itu tidak diupload, karena dampaknya sangat besar terutama bagi anak-anak dan keluarga korban. Apa lagi menyangkut nama sekolah. 

"Kita sangat menyayangkan hal itu terjadi, padahal mereka tidak berbuat apa. Tapi apalah daya kita, ibarat nasi sudah jadi bubur," cetusnya. 

"Setiap musibah pasti ada hikmahnya, untuk itu kita berharap ini menjadi pelajaran bagi siapa pun yang mengunggah video yang tidak baik. Apalagi kejadiannya tidak seperti apa yang diduga orang," katanya. 

"Kami akan berembuk dulu, semoga ada jalan keluarnya, bagaimana pun mereka semuanya di bawah umur. Itu bukan berarti kita tidak sayang kepada anak kita," pungkasnya. 

Selain itu Kapolsek Sembalun, Iptu Lalu Panca Warsa mengaku tidak tahu permasalahan tersebut, pasalnya selama ini tidak dapat informasi maupun laporan masuk ke Polsek setempat. 

"Selama ini tidak ada laporan masuk, terkait permasalahan itu. Malahan saya dapat info dari salah seorang wartawan di Sembalun", katanya saat dikonfirmasi lewat telepon WhatsApp, Jumat (22/10/2021). 

"Meski demikian, saya akan perintahkan anggota untuk konfirmasi ke pihak-pihak terkait", sambung Panca. 

Untuk diketahui, informasi yang berhasil dihimpun media ini, video berdurasi 30 detik itu pertama kali diunggah pada hari Senin (18/10), oleh teman korban berinisial RW di status WhatsApp pribadinya, maksudnya sekedar bermain-main (bercanda). Tidak bermaksud lain. 

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui siapa yang membagikannya ke grup-grup WhatsApp dan Facebook. Sejak itulah video tersebut viral dan rame diperbincangkan oleh masyarakat setempat. 

Pada kesempatan itu, RW menyesali perbuatannya dan tidak menyangka apa yang diposting itu menjadi viral. Dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. 

"Saya hanya becanda, tidak bermaksud apa-apa. Untuk itu saya minta maaf kepada semua masyarakat, terutama kepada bapak, ibu guru saya. Juga lebih khusus kepada keluarga dan teman-teman saya atas postingan itu," ucapnya dengan raut wajah penyesalan. 

"Sekali lagi saya minta maaf yang sebesar-besarnya, sekiranya saya tahu seperti ini, tidak mungkin saya memposting video itu. Dan saya berjanji tidak mengulanginya lagi," tutupnya. (red)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama