Tahanan Polres Lombok Timur diajar menghafal Al Qur'an dan Ruqyah - OPSINTB.com | News References -->

Sabtu, 23 Januari 2021

Tahanan Polres Lombok Timur diajar menghafal Al Qur'an dan Ruqyah

Tahanan Polres Lombok Timur diajar menghafal Al Qur'an dan Ruqyah

 
Tahanan Polres Lombok Timur diajar menghafal Al Qur'an dan Ruqyah

OPSINTB.com - Ketika kita berbicara tentang ruang tahanan atau lembaga pemasyarakatan, tentu yang terbesit di dalam benak kita bahwa orang-orang yang menempatinya adalah pihak-pihak yang berhadapan dengan hukum. Bisa jadi itu benar. Namun sesuatu yang berbeda dapat kita temukan di ruang tahanan dan barang bukti Polres Lombok Timur. 

Layaknya sebuah pesantren, gedung berukuran sedang tersebut disulap menjadi majelis ilmu. Orang yang belajar di sana bukan masyarakat umum, tapi para tahanan. Mereka sangat antusias mendengar ceramah yang disampaikan oleh para da’i yang notabenenya merupakan personel kepolisian setempat. 

Para tahanan bukan saja hanya mendengar ceramah sang ustadz tetapi  mereka juga diajarkan Tahsinul Qur’an (perbaikan bacaan Al-Qur’an), tahfidzul Qur’an (Hafalan Al Qur’an) bahkan diajarkan pengobatan secara islami atau Ruqyah Mandiri. Tidak ada meja dan kursi, semua tahanan belajar di lantai beralas tikar, Sabtu (23/1). 

Saat ditemui di halaman kantor Polres Lombok Timur, Sabtu (23/1/2020), Kapolre Tunggul Sinatrio menyampaikan, "Ini merupakan ikhtiar kita untuk merubah pola fikir masyarakat yang berhadapan dengan hukum agar mereka tidak kembali melakukan kesalahan yang menyebabkannya terjerat hukum, karena tidak sedikit dari saudara-saudara kita ini pernah berhadapan dengan hukum sebelumnya dengan kasus yang sama bahkan ada yang berbeda."  

Kegiatan ini kali pertama dilaksanakan kembali pasca covid-19 gempar di tengah masyarakat. Pengajian pun dilaksanakan tetap mengedepankan protokol covid-19 guna mencegah penularannya. 

"Kedepan kami menargetkan mereka untuk bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sebelum mereka dilimpahkan ke lembaga pemasyarakat dan nantinya kembali ke masyaraka," ujar Tunggul.

"Namun, namanya juga manusia, selalu saja ada yang malas dan membandel. Petugas kami tetap mengingatkan dengan cara yang humanis, dan kami berharap mereka tidak saja bisa baca Al Qu’ran tetapi juga dapat mengafal Al Qur’an surat-surat yang panjang," lanjutnya. (red)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama