Wakapolda NTB Resmikan Kelompok Tani Garam Beryodium di Kecamatan Keruak - OPSINTB.com | News References -->

Kamis, 25 Juni 2020

Wakapolda NTB Resmikan Kelompok Tani Garam Beryodium di Kecamatan Keruak

Wakapolda NTB Resmikan Kelompok Tani Garam Beryodium di Kecamatan Keruak

Wakapolda NTB Resmikan Kelompok Tani Garam Beryodium di Kecamatan Keruak

OPSINTB.com - Wakapolda NTB, Brigjen Pol Asby Mahyuza SIK meresmikan kelompok tani garam beryodium di Dusun Kedome, Desa Ketapang Raya, Kecamatan Keruak, Lombok Timur, Kamis 25/6/2020.

Kelompok tani garam yang dinamakan Jangkar Biru itu merupakan mitra Dit Polairud Polda NTB dalam rangka penguatan ekonomi kerakyatan masyarakat pesisir melalui program Binmas Perairan dengan petani garam setempat.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda NTB, Dirpolairud Polda NTB, DirLantas Polda Ntb, Bupati Lombok Timur diwakili Sekda, Kapolres Lombok Timur, Fropincam Kecamatan Keruak serta petani garam Kecamatan Keruak.

Dalam sambutannya, Dirpolairud Polda NTB menyampaikan ucapan terimakasi kepada Wakapolda NTB yang hadir dalam pembentukan kelompok petani garam Jangkar Biru tersebut. Selama ini, sambungnya, Polairud Polda NTB telah membuat kemitraan/pembimbingan kepada kelompok-kelompok tani garam di wilayah NTB termasuk petani garam di Dusun Kedome.

"Dengan adanya program ini mudah-mudahan kelompok tani garam yang sudah kita bina selama ini bisa memberikan semangat lagi untuk lebih meningkatkan hasil petani garam dan lebih disiplin dalam berkerja sehingga hasil garam yang dicapai lebih baik dari sekarang," ungkapnya.

Sementara, Kapolda NTB diwakili Wakapolda NTB dalam sambutannya berharap agar pembentukan petani garam beryodium di Kecamatan Keruak ini dapat lebih memberikan semangat untuk lebih giat bekerja untuk mendaptkan hasil yang lebih banyak dan baik.

Petani garam yang dibentuk saat ini harus menjaga kesehatannya dan keselamatan diri, menggunakan alat kelengkapan kerja sesuai dengan aturan-aturan yang ada. "Agar dalam bekerja berpikirlah menjadi seorang pembeli, sehingga kualitas barang yang kita produksi akan menjadi baik dan bagus sehingga barang-barang produksinya, bisa bersaing dengan daerah-daerah lain atau bisa inpor keluar negeri," pungkas Wakapolda.

"Kita sebagai petani garam tidak bisa terus-menerus menyalahkan pemerintah yang semistinya dari diri kita harus memiliki pemikiran bagaiman bisa menyumbangkan karia-karia kita kepada negara untuk dapat dijual di negara luar," sambungnya.

Pada kesempatan itu, petani garam setempat sangat berterimakasih kepada Polri dan pemerintah, sebab selama ini petani garam belum diperhatikan secara penuh oleh pemerintah.

Petani garam juga berharap agar program ini berkelanjutan dan bisa berperan aktif membantu pemerintah dalam ketahanan pangan negara RI yang saat ini sedang ditimpa pandemik covid-19. (met)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama