Usulan Pelarangan Vape Semakin Gencar, Seiring Jumlah Pecintanya di Lotim - OPSINTB.com | News References -->

Kamis, 14 November 2019

Usulan Pelarangan Vape Semakin Gencar, Seiring Jumlah Pecintanya di Lotim

Usulan Pelarangan Vape Semakin Gencar, Seiring Jumlah Pecintanya di Lotim

Banok vape strore lombok timur

OPSINTB.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengusulkan pelarangan penggunaan vape di Indonesia. Usulan dilayangkan karena rokok elektrik itu diduga memiliki dampak buruk bagi kesehatan.

Di media sosial hingga media mainstream, kampanye bahaya dan larangan vape semakin gencar beredar. Hal itu seiring dengan semakin tingginya jumlah pecinta rokok elektrik khusunya di Lombok Timur (Lotim).

Salah seorang pemilik Vape Store, Agus Sutandi mengatakan, pecinta rokok elektrik dan vape di Lotim semakin tinggi. Agus mulai merintis bisnis vape strorenya di Lotim sejak tahun 2017. Namun pecinta vape di Lotim meningkat drastis sejak awal tahun 2019.

"Peminatnya bertambah sekitar 50 persen mulai awal tahun ini, terutama semenjak rokok elektrik jenis Pod diluncurkan" pungkas Agus, Selasa 12/11/2019.

Kebanyakan pecinta rokok elektrik beralih ke Pod karena dinilai lebih simpel dan aman. Harga yang terjangkau juga menjadi pertimbangan penggemar Pod. "Kebanyakan sekarang nyari yang simpel-simpel," kata Agus.

Terkait usulan pelarangan rokok elektrik dan vape oleh pemerintah, sambungnya, hingga saat ini belum berdampak pada penurunan peminatnya. "Komunitas pencinta rokok elektrik, Hexohm Lotim juga masih rutin berkumpul dua kali seminggu," tandas Agus.

Sementara salah seorang pecinta vape, H Syarif mengatakan, vape lebih nikmat ketimbang rokok pada umumnya. Dari segi harga juga dikatakan lebih efisien dibandingkan rokok. (yan)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama