Minat Jadi TKI? Berikut Tips dari Disnakertrans Lotim Agar Anda Tidak Kena Tipu - OPSINTB.com | News References -->

Wednesday, November 13, 2019

Minat Jadi TKI? Berikut Tips dari Disnakertrans Lotim Agar Anda Tidak Kena Tipu

Minat Jadi TKI? Berikut Tips dari Disnakertrans Lotim Agar Anda Tidak Kena Tipu

Kabid disnakertrans lotim, hirsan

OPSINTB.com- Menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) adalah pilihan banyak orang termasuk di Lombok. Selain minimnya keterampilan kerja dan peluang kerja dalam negeri, gaji yang menjanjikan juga menjadi alasan banyak orang mengadu nasip ke luar negeri.

Pada prakteknya, banyak TKI yang berhasil mengais rezeki di negara orang hingga bisa membangun rumah, membeli motor, mobil bahkan memebeli tanah. Namun penyumbang devisa terbesar negara kita tersebut banyak yang belum beruntung.

Nasip kurang baik bagi para TKI bisa disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya yakni proses keberangkatan yang salah sejak awal. Tak jarang calon TKI tertipu oleh oknum Petugas Lapangan (PL/tekong) bahkan oleh perusahaan penyalur tenaga kerja dengan berbagai modus.

Agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Timur (Lotim) membeberkan tips atau solusi bagi anda yang berminat jadi TKI ke negara manapun.

Kabid PPTK pada Disnakertrans Lotim, Hirsan mengatakan, tips sederhana bagi calon TKI yakni dengan datang langsung ke kantor Dinakertrans Lotim.

Di kantor Disnaker calon TKI bisa konsultasi dengan petugas atau staf yang siap melayani. Calon TKI tinggal menyampaikan ke negara mana dan jenis pekerjaan apa yang ingin mereka tuju.
Selanjutnya pihak Disnakertrans Lotim akan ceklis 98 perusahaan atau PT penyalur calon TKI yang legal.

"Selanjutnya kami akan rekomendasikan calon TKI untuk daftar ke perusahaan yang memiliki track record baik, tentunya sesuai dengan negara dan jenis pekerjaan yang mereka inginkan," pungkas Hirsan, Selasa 12/11/2019.

Tak sampai di situ, sambungnya,setelah calon TKI dipertemukan dengan perusahaan yang telah direkomendasikan, prosedur harus berjalan sesui ketentuan. Perusahaan terkait harus menyerahkan dokumen persyaratan calon TKI pada Disnakertrans Lotim jika area rekrutnya di wilayah Kepemerintahan Lotim. Selanjutnya Disnakertrans memeriksa kelengapan dan keaslian berkas calon TKI sebelum diserahkan pada Dinas Dukcapil untuk proses konsulidasi identitas calon TKI. Setelah lolos baru dilanjutkan ke tahap berikutnya antara calon TKI dan perusahaan penyalur.

"Tapi kami tetap awasi prosesnya dan siap menerima calon TKI yang ingin konsultasi," kata Hirsan.

Dengan solusi sederhana itu, masih kata Hirsan, calon TKI bisa terhindar dari berbagai macam bentuk penipuan oleh oknum tidak bertanggungjawab. Selain melalui proses yang legal, langkah di atas juga bisa mengurangi biaya atau uang yang dikeluarkan calon TKI karena tidak melalui perantara tekong.

Terlepas dari tips/solusi sederhana yang disarankan Disnakertrans Lotim, Hirsan juga menyampaikan tiga jenis prosedur rekrutmen calon TKI yang diakui oleh pemerintah.

Yang pertama melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI). Opsi P3MI, calon TKI langsung membawa dokumen pendaftaran ke perusahaan P3MI. Yang ke dua yakni penempatan secara mandiri. Proses ini dilakukan langsung oleh calon TKI dengan cara meliat peluang kerja luar negeri di internet dan mendaftar secara online. Namun proses secara mandiri tetap dipastikan ada perjanjian kerja antara perusahaan penerima tenaga kerja dengan calon TKI yang dikirim secara online. Lalu surat perjanjian dibawa ke Disnaker untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Yang terakhir yakni penempatan melalui Government to Government (GTG). Penempatan secara GTG merupakan perjanjian kerjasama tenaga kerja antar dua negara atau lebih. Untuk saat ini Indonesia memiliki MoU program GTG dengan Jepang, Jerman dan Korea.

Tapi, tegas Hirsan, ketiga prosedur rekrutmen calon TKI di atas harus melalui proses bawah yakni dari tingkat desa, Disnaker kabupaten hingga pemerintah pusat. (met)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama