Dia Bukan PNS, Hanya Seorang Penjual Cilok yang Bercita-cita Naik Haji - OPSINTB.com | News References -->

Friday, November 22, 2019

Dia Bukan PNS, Hanya Seorang Penjual Cilok yang Bercita-cita Naik Haji

Dia Bukan PNS, Hanya Seorang Penjual Cilok yang Bercita-cita Naik Haji

Burhan penjual cilok unik asal Masbagik

OPSINTB.com - "Ada pun diri ini bukti adanya Tuhan. Adanya alam ini bukti adanya Tuhan. Yang buta, yang buta, yang buta mata hatinya. Yang tuli, yang tuli, yang tuli kesombongannya." 

Lirik lagu ciptaan Raja Dangdut, Rhoma Irama di atas menggema dari gerobak cilok Burhanudin.

Opss, hampir lupa. Perkenalkan, penjual cilok dorong itu namanya Burhanudin dari Desa Tuntel, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur. Namun pria kelahiran 1970 itu lebih akrab disapa Burhan. Setiap orang yang baru kenal Burhan dijamin langsung akrab. Pasalnya, bapak 4 anak itu dikenal ramah oleh setiap orang, termasuk pelangganya.

Kadang tingkah lucu dan guyonan Burhan membuat setiap orang merasa betah di samping gerobak ciloknya, tentunya sembari tusuk cilok dan goyang lagu dangdut. Eeh jangan salah, salon musik yang nempel di gerobak dorong Burhan suaranya besar loh. Dari jarak sekitar 200 meter, lagu-lagu Rhoma Irama kesayangan Burhan masih terdengar jelas. Maka tak heran langganan Burhan langsung keluar rumah dan antre saat mendengar musik dangdut dari gerobak dorongnya.

Tapi sebenarnya bukan itu yang jadi fokus penulis, melainkan kostum nyentrik yang dipakai Burhan saat menjual cilok. Saat jualan mulai hari Senin hingga Sabtu, kostum Burhan selalu berubah-ubah. Mulai dari kostum TNI, Hansip, PNS hingga baju SMA. "Kecuali hari Mingggu saya pakai baju biasa," katanya, Jumat 22/11/2019.

Tapi sebenarnya ia hanyalah orang biasa, bukan Power Rangers yang bisa berubah-ubah kostum. "Saya hanya penjual cilok. Bukan PNS atau Abri" kata burhan sambil tertawa lepas.

Pembaca pasti bertanya, lalu dari mana dia dapat seragam tersebut. Nah ini jawaban Burhan.

Burhan jualan cilok sudah empat tahun sejak tahun 2015 lalu. Sebelumnya ia menjual es campur dan bubur, tanpa kostum seprti saat ini. "Tapi saya tidak sukses," tegas Burhan. Akhirnya ia berpindah profesi sebagi penjual cilok. Saat pertama jual cilok ia diberi kostum PNS oleh temannya seorang PNS. "Kostum ini cocok kamu gunakan untuk jualan," kata Burhan mengutip kalimat temannya. Nah mulai saat itu ia menggunakan kostum unik untuk jualan cilok.

Merasa tak sadar, ternyata kostum itu membuatnya semakin terkenal sebagi penjual cilok. Tak jarang orang-orang membeli ciloknya karena penasaran dengan kostum Burhan. Setelah ciloknya dicicipi, mereka jadi pelanggan sampai sekarang.

Hari berganti bulan, Burhan semakin dekenal dengan penampilannya. Maka ia mulai memakai seragam jualan berbeda. Seragam TNI dan Hansip diberikan oleh keluarga dan sahabatnya. Sementara seragam SMA adalah milik Burhan.

"Kalau seragam SMA yang sering saya gunakan jualan, milik saya sendiri. Itu baju kenangan SMA saya," katanya.

Bagi Burhan, kostum yang ia gunakan jualan selama ini sudah menjadi identitasnya. Tak jarang orang-orang mengabadikan keunikannya itu dalam bentuk foto dan video. Ada juga yang minta foto bareng.

Namun terlepas dari itu semua, Burhan hanyalah manusia biasa yang punya cita-cita. Di balik tampilannya yang nyentrik serta jiwa humornya, Burhan memendam cita-cita mulia. "Doakan ya semoga saya bisa naik haji," kata Burhan dengan raut wajah penuh harap.

Ya, Rukun Islam yang ke lima menjadi harapan besarnya. Setiap hari jual cilok, menyusuri jalan seputar Kecamatan Masbagik dan Kecamatan Sukamulia, demi sebuah cita-cita dan keluarga.

Dari hasil jualannya, tak lupa ia sisihkan untuk ditabung sebagai bekal haji.  Sementara dua anaknya yang masih duduk di bangku SD dan SMP juga dibiayai dari hasil jualan cilok. "Kalau yang dua sudah tamat SMA dan sudah nikah," katanya.

Satu butir cilok ia jual mulai Rp 2000 sampai Rp 5000. Penghasilan kotor Burhan perhari sekitar Rp 450.000. "Kadang lebih kalau musim ramai," tuturnya.

Meski masih banyak beban keluarga, ia tetap optimis bisa menunaikan ibadah haji dari hasil jual cilok. "Doakan ya semoga saya bisa haji," kata Burhan berulang kepada Penulis. (yan)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama