Buta dan Tua Sebatang Kara. Hidup Miskin Tanpa Bantuan Pemerintah - OPSINTB.com | News References -->

27/11/19

Buta dan Tua Sebatang Kara. Hidup Miskin Tanpa Bantuan Pemerintah

Buta dan Tua Sebatang Kara. Hidup Miskin Tanpa Bantuan Pemerintah

Nenek Hadirin kecamatan Suralaga

OPSINTB.com - Tua, hidup sebatang kara, miskin, dan buta. Rumah berdinding gedek dengan atap asbes bocor saat hujan menerjang.

Keadaan tersebut sulit dibayangkan di era moderen saat ini. Semua orang pasti tak ingin bahkan tak akan pernah mendambakan kehidupan seperti itu.

Namun nasib berkata lain. Seluruh "derita" di atas kini dialami Nenek Hadirin (70 tahun), alamat Dusun Cengok, Desa Waringin, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur (Lotim).

Nenek Hadirin hidup sebatang kara. Sementara sang anak terpaksa meninggalkannya pergi merantu ke luar daerah untuk melawan kemiskinan. Kadang anak kirim uang sekedar untuk membeli beras.

"Saya hidup sendiri. Anak saya pergi merantau ke luar daerah untuk mencari rezeki," katanya, Selasa 26/11/2019.

Sepi, ya, itulah yang dirasakan Nenek Sabirin. Sementara mata sang nenek yang kini mengalami katarak hingga tak dapat melihat semakin menambah kesepiannya.

Kadang seseorang membutukan hujan untuk mengobati kesepiannya. Namun tidak bagi Nenek Hadirin. Hujan justeru membuatnya resah. Dingin hujan menembus dinding rumah yang mulai rapuh. Sementara air hujan masuk tanpa permisi melalui celah-celah atap (asbes) rumah yang sudah retak dan berlubang.

Bayangkan bagaimana ia melawan semua itu di saat kondisi tubuhnya yang mulai dimakan usia dan buta.

Tapi bersyukur Nenek Hadirin mempunyai tatangga yang baik hati. Saat dalam keadaan sulit ia sering dibantu oleh tetangganya. "Kadang tetangga membantu dan memberi saya makan," tuturnya.

Lalu bagimana dengan bantuan pemerintah? Pertanyaan itu pasti terlintas di benak pembaca.

Ya tepat, kata Nenek Hadirin, hingga saat ini ia belum mendapat bantuan dari pemerintah.

"Rumah saya sering difoto dari desa. Tapi sampai sekarang saya tidak pernah dapat bantuan apa-apa," pungkasnya.

Dengan kondisinya saat ini, Nenek Hadirin masih berharap adanya perhatian dari pemerintah desa maupun pemerintah daerah. "Saya berharap pada pemerintah daerah supaya melihat keadaan saya seperti ini," kata Nenek Hadirin. (yan)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama