Pendidikan

04/11/26

Genjot kualitas pembelajaran anak, Sekda Loteng puji kontribusi Program INOVASI Australia

 
Genjot kualitas pembelajaran anak, Sekda Loteng puji kontribusi Program INOVASI Australia

OPSINTB.com - Sekretaris Daerah Lombok Tengah (Loteng), H Lalu Firman Wijaya mengatakan dukungan Pemerintah Australia melalui Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) telah memperkuat program pendidikan.


Menurut dia, kemitraan bidang pendidikan dengan Australia dapat meningkatkan mutu sumber daya manusia melalui pendidikan berkualitas.


''Melalui INOVASI, Australia mendukung upaya kita dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dengan memperkuat literasi, numerasi, dan praktik pendidikan inklusif, sehingga setiap anak punya kesempatan belajar yang baik,'' kata Firman, Rabu (4/11/2026).


Dukungan ini, Firman menambahkan, berhasil membantu Loteng dalam meningkatkan kapasitas dan kolaborasi para aktor dalam ekosistem pendidikan untuk bisa memberikan layanan yang baik.


Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kemajuan daerah. Oleh sebab itu, pihaknya terus mendorong bermacam inovasi dan kemitraan yang dapat membantu sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berkelanjutan.


''Peningkatan kualitas pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan Loteng. INOVASI telah membantu memperkuat kapasitas guru, menghubungkan sekolah dengan PT, dan menghadirkan praktek pembelajaran yang efektif,'' tambahnya.


Sementara itu, Dubes Australia untuk Indonesia, Rod Brazier dalam kunjungannya ke SDN 1 Batujai, menyaksikan langsung proses pembelajaran numerasi yang melibatkan guru dan mahasiswa peserta Program Praktek Lapangan Persekolahan (PPLP) UNU NTB.


Brazier juga mengikuti permainan numerasi bersama murid kelas VI, yang memperlihatkan bagaimana pembelajaran berlangsung secara menyenangkan dan partisipatif.


''Kami dan Pemerintah Indonesia telah menjalin kemitraan lebih dari 75 tahun, dengan pendidikan sebagai fokus utama. Kami percaya bahwa investasi terbaik adalah pendidikan.''


''Melalui INOVASI, Australia mendukung Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi anak-anak Indonesia,'' kata Rod.


Kunjungan Rod ke SDN 1 Batujai menunjukkan bagaimana kemitraan antara kedua negara melalui program ini dapat mendukung pencapaian prioritas pembangunan pendidikan di Loteng.


Pengalaman Loteng memperlihatkan bahwa kolaborasi pemda, sekolah, PT, dan mitra pembangunan dapat memperkuat ekosistem pendidikan, kualitas pembelajaran, serta memperkokoh pondasi SDM yang dibutuhkan untuk pembangunan daerah di masa depan. (wan)

22/10/26

Wabup Edwin: Kelebihan satu ponpes harus bisa direplikasi di ponpes lain

 
Wabup Edwin: Kelebihan satu ponpes harus bisa direplikasi di ponpes lain

OPSINTB.com - Lombok Timur memiliki 289 Pondok Pesantren (Ponpes). Setiap Ponpes punya kelebihan dan kekurangan. Kelebihan satu Ponpes diharapkan bisa direplikasi di Ponpes lain. Harapan ini disampaikan Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya usai mengukuhkan dan melantik pengurus Forum Kerja Sama Pondok Pesantren (FKSPP) Kabupaten Lombok Timur Periode 2026-2031.


“Masing-masing Pondok Pesantren pasti ada kelebihannya. Masing-masing Pondok Pesantren juga ada kekurangannya. Kelebihan satu Pondok Pesantren bisa direplikasi di Pondok Pensatren lainnya, begitu,” ungkapnya.


Wakil Bupati berharap FKSPP menangkap peluang pembinaan lewat replikasi dan menjembatani kerja sama Ponpes dengan lembaga lain. Ia merujuk beberapa Ponpes yang sudah bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk pengendalian inflasi melalui komoditas rentan.


“Peluang pembinaan Pondok Pesantren ini perlu ditangkap oleh forum. Akses program yang dapat dibawa terkait pemberdayaan Pondok Pesantren. Kan BI arahnya kebanyakan ke pemberdayaan, sehingga ponpes dapat dibiayai dari usaha sendiri,” jelasnya.


FKSPP diharapkan bermanfaat bagi seluruh anggota, termasuk membuat kode etik atau aturan hukum yang mencegah kekerasan fisik maupun seksual di lingkungan Ponpes, terutama di Ponpes yang menyatukan santri dan santriwati.


Hal ini diingatkan Wabup terkait sejumlah kasus yang menimpa Ponpes di Lombok dan luar Lombok. Ia menyebutnya sebagai ujian bagi Ponpes.


Wabup juga berharap FKSPP mengkaji peraturan agar bisa menarik dana dari pemerintah provinsi maupun kabupaten untuk mengembangkan program. Ia menekankan pentingnya kontribusi bersama antara Ponpes dan Pemerintah Daerah demi kemajuan Lombok Timur.


Ketua FKSPP Lombok Timur TGH. Muhammad Fikri menyebut organisasi ini sebagai wadah strategis pengembangan Ponpes. Ia mengajak seluruh anggota mengembangkan Ponpes dan menjaganya sebagai tempat aman.


Keberadaan FKSPP yang dinaungi Pemda dinilai sebagai bentuk pembinaan dan sinergi yang memudahkan komunikasi serta koordinasi.


“Forum ini menjadi wadah yang sangat strategis. Wadah yang menjadi poin penting pengembangan Ponpes di Lombok Timur,” ungkapnya, “Kita ingin mengatakan bahwa Ponpes yang ada di Lombok Timur terbuka kepada Pemda untuk memberikan pembinaa, untuk memberikan support,” tambahnya.


FKSPP diharapkan mewujudkan Ponpes yang Smart dan Mendunia. Kegiatan berlangsung Kamis (22/10) di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur, dilengkapi penyampaian materi tentang masa depan dan pengembangan Ponpes, khususnya pendidikan Salafiyah.

05/10/26

Terbitkan buku panduan, Bupati Iron puji langkah Thohir Yasin cegah kekerasan seksual dan fisik

 
Terbitkan buku panduan, Bupati Iron puji langkah Thohir Yasin cegah kekerasan seksual dan fisik

OPSINTB.com - Bupati Lombok Timur, H Haerul Warisin menegaskan pentingnya upaya pencegahan kekerasan seksual dan fisik di lingkungan pesantren. Menurutnya, pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu pengetahuan umum dan agama, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk adab, akhlak, kedisiplinan, dan moral sesuai tuntunan Islam.


Hal tersebut disampaikan Bupati Lombok Timur saat membuka kegiatan Bedah Buku Pandu Thohir Yasin Menolak Kekerasan di Pesantren yang digelar di Gedung Rektorat Ma’had Aly Thohir Yasin, Senin (5/10/2026).


Bupati mengapresiasi langkah pihak Pesantren Thohir Yasin yang menerbitkan buku tersebut. Ia menilai penerbitan buku yang mengangkat isu kekerasan di lingkungan pesantren merupakan bentuk nyata komitmen lembaga pendidikan dalam mencegah kekerasan seksual maupun fisik.


Menurut Haerul Warisin, langkah tersebut patut menjadi contoh bagi pesantren lainnya di Kabupaten Lombok Timur. Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar di berbagai pondok pesantren sebagai bagian dari upaya bersama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman bagi para santri.


Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengutip pesan dalam Surah Al-Baqarah yang mengingatkan manusia agar tidak melampaui batas. Menurutnya, pesan tersebut mengandung nilai penting tentang kewajiban untuk saling menghargai dan menjaga sesama.


"Tidak boleh ada perundungan, pelecehan, olok-olokan, perundungan verbal, maupun caci maki," tegasnya.


Ia menyebut, para orang tua menitipkan anak-anak mereka di pesantren dengan harapan mendapatkan pendidikan yang utuh, bukan hanya dalam aspek pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak.


"Para orang tua mempercayakan anak-anak mereka ke pesantren dengan harapan mereka mendapatkan pemahaman yang utuh mengenai hal-hal tersebut," ujar Bupati.


Haerul Warisin juga menyampaikan apresiasi kepada penulis buku, Joko Jumadi. Ia berharap buku tersebut tidak berhenti sebagai bahan bacaan, tetapi mampu menjadi sarana edukasi dan memunculkan semangat bersama untuk mencegah kekerasan di lingkungan pesantren.


Bupati bahkan meminta agar buku yang telah dicetak tersebut dipelajari oleh seluruh pihak yang berkaitan dengan kehidupan pesantren, mulai dari ustaz, guru, pengelola, santri hingga wali santri.


"Buku ini harus dibaca dan dipraktikkan secara nyata, bukan hanya dibaca judulnya lalu disimpan di rak," katanya.


Ia juga mengapresiasi para narasumber yang hadir dalam kegiatan bedah buku tersebut. Menurutnya, kapabilitas para narasumber tidak perlu diragukan lagi sehingga materi yang disampaikan diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih kuat kepada seluruh peserta.


Haerul Warisin mengatakan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengaku langsung memutuskan untuk hadir setelah melihat selebaran kegiatan bedah buku.


"Saya berharap buku yang disajikan tersebut dapat dipraktikkan dan diresapi oleh semua pihak," tuturnya


Kegiatan bedah buku tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Lombok Timur, Ketua Yayasan, tuan guru, jajaran pengurus Thohir Yasin, ustaz dan ustazah, perwakilan Kementerian Agama, serta para santri.


Melalui kegiatan tersebut, Pesantren Thohir Yasin diharapkan dapat terus memperkuat komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan bagi seluruh santri. (zaa)

02/10/26

Mendikdasmen dan Bank NTB Syariah perkuat sinergi layanan keuangan ASN

 
Mendikdasmen dan Bank NTB Syariah perkuat sinergi layanan keuangan ASN

OPSINTB.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu'ti, menerima langsung audiensi jajaran PT Bank NTB Syariah dalam rangka memperkuat sinergi dan koordinasi terkait peningkatan layanan transaksi keuangan bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).


Audiensi tersebut dihadiri Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah Agus Suhendro dan Direktur Keuangan & Operasional Bank NTB Syariah Ajar Susanto Broto. Pertemuan yang berlangsung di Jakarta, 1 Oktober 2026, itu membahas penguatan layanan perbankan bagi guru dan tenaga kependidikan, khususnya di Provinsi NTB.


Bank NTB Syariah sebelumnya telah diberikan kepercayaan untuk mengelola rekening gaji dan tunjangan sertifikasi sebanyak 54.395 guru di Provinsi NTB. Kepercayaan tersebut menjadi salah satu landasan bagi perseroan untuk terus mengoptimalkan layanan transaksi keuangan bagi guru dan tenaga kependidikan. 


Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah, Agus Suhendro, mengatakan audiensi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan Kemendikdasmen, khususnya dalam meningkatkan layanan perbankan bagi ASN di sektor pendidikan.


“Kami berharap sinergi ini dapat terus diperkuat sehingga layanan perbankan bagi guru dan tenaga kependidikan di Nusa Tenggara Barat semakin optimal dan mampu memberikan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan transaksi keuangan,” ujar Agus.


Sementara itu, Direktur Keuangan & Operasional Bank NTB Syariah, Ajar Susanto Broto, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas layanan transaksi menjadi bagian penting dari komitmen Bank NTB Syariah dalam memberikan pengalaman layanan yang semakin mudah dan sesuai dengan kebutuhan nasabah.


Audiensi tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi Bank NTB Syariah dengan Kemendikdasmen sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan layanan perbankan bagi guru dan tenaga kependidikan di Provinsi NTB. (red)

01/10/26

Siapkan generasi Indonesia Emas, Kakanwil Kemenag NTB gembleng karakter siswa MAN 2 Mataram

 
Siapkan Generasi Indonesia Emas, Kakanwil Kemenag NTB Gembleng Karakter Siswa MAN 2 Mataram

OPSINTB.com - Penguatan karakter dan wawasan kebangsaan menjadi perhatian serius Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.


Kepala Kanwil Kemenag NTB, H Zamroni Aziz menegaskan,pendidikan di madrasah tidak boleh berhenti pada pencapaian akademik semata.


Zamroni yang baru mengikuti pembelajaran di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI di Jakarta menegaskan nilai-nilai kebangsaan, karakter, empati, demokrasi, serta ketaatan terhadap hukum harus menjadi bagian dari perilaku sehari-hari siswa.


"Kalian inilah penerus kami. Keberhasilan pendidikan itu bukan cuma dihitung dari nilai ujian atau prestasi akademik saja, tapi dari karakter, rasa empati, dan sejauh mana kalian taat pada aturan," ujar Zamroni saat memberikan pembinaan kepada ribuan siswa dan guru MAN 2 Mataram, Rabu (30/9/2026).


Menurutnya, madrasah harus mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang adil, aman dan nyaman bagi seluruh siswa. Tidak boleh ada perlakuan berbeda terhadap peserta didik hanya karena latar belakang sosial maupun ekonomi.


Karena itu, guru diminta menjadi teladan sekaligus membuka ruang dialog yang demokratis di lingkungan kelas. Zamroni juga mengingatkan pentingnya mencegah praktik perundungan atau bullying yang dapat mengganggu perkembangan karakter siswa.


"Kesamaan derajat itu harus kita praktikkan di lingkungan madrasah. Jangan ada bullying. Guru harus memberikan contoh bagaimana menghargai setiap siswa dan perbedaan yang ada," tegasnya.


Selain lingkungan sekolah, perhatian Zamroni juga menyasar perilaku siswa di ruang digital. 


Menurutnya, perkembangan teknologi informasi harus diimbangi dengan pemahaman hukum dan etika bermedia sosial.


Ia meminta para siswa lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi. Jangan sampai kecerobohan di media sosial justru membawa siswa berhadapan dengan persoalan hukum.


"Ketaatan hukum itu melingkupi etika kita berselancar di dunia maya. Anak madrasah harus cerdas saring informasi, jangan sampai ikut menyebarkan berita bohong atau ujaran kebencian yang memecah belah persatuan," katanya.


Suasana pembinaan berlangsung semakin cair ketika Zamroni memberikan kuis spontan kepada para siswa. Sejumlah siswa ditantang tampil ke depan untuk menghafalkan teks Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.


Bagi siswa yang mampu menjawab tantangan tersebut, Zamroni memberikan hadiah uang tunai ratusan ribu rupiah. Namun, ia menegaskan bahwa kemampuan menghafal bukanlah tujuan akhir dari pendidikan karakter.


"Hafal itu cuma pintu masuk. Yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilai itu hidup dalam perilaku kalian sehari-hari," katanya.

Ia mencontohkan, penerapan nilai-nilai 


kebangsaan dapat dimulai dari hal sederhana. Mulai dari aktif berorganisasi di OSIS, menghargai perbedaan pendapat, menaati tata tertib sekolah hingga tertib berlalu lintas di jalan raya.


Zamroni berharap MAN 2 Mataram sebagai salah satu madrasah unggulan di NTB mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, berintegritas dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.


"Karakter itu yang akan menjadi bekal kalian ke depan. Kalian bukan hanya dipersiapkan untuk menjadi orang pintar, tetapi juga menjadi generasi yang mampu menjaga persatuan, menghormati hukum dan membawa bangsa ini menuju Indonesia Emas 2045," tegasnya. (red)

24/09/26

Cegah kekerasan dan pernikahan anak, sekolah harus jadi ruang aman

 
Cegah kekerasan dan pernikahan anak, sekolah harus jadi ruang aman

OPSINTB.com - Pemprov NTB bersama Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) memperkuat upaya pencegahan kekerasan fisik, kekerasan seksual, perundungan, dan pernikahan usia anak dengan membangun kesadaran sejak lingkungan sekolah. Sekolah didorong bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang aman bagi anak untuk tumbuh, berprestasi, dan membangun masa depan.


Pesan tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB sekaligus Ketua BKOW Provinsi NTB, Hj Indah Dhamayanti Putri, saat sosialisasi dan dialog bersama siswa-siswi SMAN 1 Terara, Kabupaten Lombok Timur, Selasa (22/9/2026).


Di hadapan para guru dan pelajar, Wagub Umi Dinda menegaskan bahwa tingginya persoalan kekerasan dan masalah sosial di NTB harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan sedini mungkin agar kasus tidak terus bertambah dan sekolah benar-benar menjadi lingkungan yang memberikan rasa aman kepada anak dan orang tua.


“Hari ini kita semua sadari, di Nusa Tenggara Barat kita memiliki angka yang cukup tinggi. Angka ini tidak boleh bertambah dan harus berhenti pada titik ini,” tegasnya.


Ia berharap tidak ada lagi orang tua yang merasa khawatir ketika melepas anaknya pergi ke sekolah atau ragu menitipkan anak kepada lembaga pendidikan.


Karena itu, Umi Dinda meminta tenaga pendidik tidak hanya menjalankan fungsi pengajaran, tetapi juga menjadi fasilitator yang mampu mengayomi dan membangun lingkungan sekolah yang sehat. Sementara kepada para siswa, ia mengingatkan agar perbedaan latar belakang sosial tidak menjadi alasan untuk merendahkan atau melakukan perundungan terhadap teman.


“Kalian di sini bukan untuk menunjukkan bahwa ‘Saya anak orang paling berada’ atau memiliki orang tua berpendidikan lebih tinggi. Anak-anakku semua hadir di sini untuk mengikat tali persaudaraan, persahabatan, dan menjadi satu kekuatan untuk menunjukkan prestasi yang membanggakan,” ujarnya.


Selain kekerasan dan perundungan, Wagub memberi perhatian khusus terhadap pencegahan pernikahan usia anak. Menurutnya, masa sekolah harus dimanfaatkan untuk membangun pengetahuan, karakter dan prestasi sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.


Ia mengajak para siswa menjaga diri dan pergaulan serta menjadi bagian dari gerakan pencegahan di lingkungan masing-masing.


“Jaga diri kalian, jaga pergaulan, dan yakinkan bahwa kalian harus menunjukkan prestasi sebelum menuju ke jenjang rumah tangga. Mari kita semua berkomitmen menjadi duta untuk menolak setiap bentuk kekerasan dan membatasi usia pernikahan,” pesannya.


Kepala SMAN 1 Terara, Halid, menyambut baik penguatan edukasi tersebut. Dengan jumlah warga sekolah yang besar, menurutnya, tanggung jawab sekolah tidak berhenti pada pencapaian akademik dan nonakademik, tetapi juga memastikan setiap siswa belajar dalam lingkungan yang aman dan nyaman.


SMAN 1 Terara saat ini memiliki 1.476 siswa, 79 guru, dan 17 tenaga kependidikan. Besarnya komunitas sekolah tersebut membuat penguatan pencegahan kekerasan dan perlindungan anak menjadi bagian penting dalam pengelolaan lingkungan pendidikan.


Sosialisasi turut dihadiri Ketua GOW Lombok Timur Mahyu Wardani, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi NTB Syamsul Hadi, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi NTB Ashari, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Lalu Hamzi Fikri, Kepala BKKBN Provinsi NTB Lalu Makripuddin, serta jajaran pengurus harian BKOW Provinsi NTB.


Dari SMAN 1 Terara, pesan yang dibangun Pemprov NTB dan BKOW menjadi jelas: pencegahan harus dimulai sebelum kekerasan terjadi dan sebelum pernikahan usia anak menjadi pilihan. Sekolah harus menjadi tempat anak merasa aman, dihargai dan memiliki kesempatan untuk berprestasi. Perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi komitmen bersama guru, orang tua, pemerintah dan seluruh lingkungan sosial untuk memastikan generasi muda tumbuh tanpa kekerasan dan memiliki ruang yang cukup untuk meraih masa depan. (red)

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama