Sejarah makam Anak Iwoq Labuhan Haji. Tengkorak manusia dan Doa - OPSINTB.com | News References -->

Sabtu, 03 April 2021

Sejarah makam Anak Iwoq Labuhan Haji. Tengkorak manusia dan Doa

Sejarah makam Anak Iwoq Labuhan Haji. Tengkorak manusia dan Doa

 
Sejarah makam Anak Iwoq Labuhan Haji. Tengkorak manusia dan doa

OPSINTB.com - Makam 'anak iwoq' merupakan makam yang sangat sakral bagi kalangan masyarakat tertentu. Dan, makam yang terletak di pinggir pantai Labuhan Haji, Lombok Timur ini dipercaya sebagai tempat yang mampu memberikan kesembuhan.

Maka tidak heran kalau makan anak iwoq banyak dikunjungi orang untuk meminta doa sebagai syarat kesembuhan terhadap penyakit yang dideritanya.

Jika menelisik sejarah, makam anak iwoq merupakan salah satu makam yang terkenal dengan mitos dan kekuatan magisnya. Dalam bahasa Indonesia, anak iwoq berarti anak yatim piatu.

Berdasarkan cerita turun temurun, dahulu kala makam anak iwoq merupakan makam seorang anak yang tidak mempunyai orang tua, meninggal dan dikubur, sehingga dijadikan tempat sakral oleh masyarakat setempat.

Namun mendengar cerita lebih dalam dari mangku makam anak iwok, Qudsi Ali, bahwa sampai saat ini tidak ada yang mengetahui persis tentang apa dan siapa yang terkubur di makam tersebut. Termasuk Qudsi, kendati selama 30 tahun menjadi penjaga makam anak iwoq.
Dia menuturkan, pada tahun 1910 semenjak kedatangan Belanda, makam tersebut sudah ada.

"Makam ini sudah ada sejak tahun 1910, dari kedatangan Belanda dulu. Namun karena masyarakat di sini masih buta huruf, makanya tidak ada catatan pastinya," kata Qudsi.

Ia juga menceritakan sebelum bernama makam anak iwoq, ada beberapa versi nama dari makam itu, yang sebelumnya bernama Makam Pancor dan Makam Timba Ekek.

Lanjutnya, menurut cerita orang tua zaman dahulu atau warga setempat, asal muasal makam anak iwoq yakni dari seseorang pemancing yang menemukan kepala/tengkorak manusia di pinggir pantai.

Namun, keesokan harinya tengkorak itu ditemukan kembali di tempat semula oleh si pemancing, yang merupakan warga sekitar. Kejadian itu ia alami terus menerus, berulang selama 3 kali.

Untuk itulah, kemudian pemancing itu menguburkan tengkorak manusia itu di lokasi makam anak iwoq sekarang ini.

Sebelumnya, si pemancing sudah bermimpi. Di dalam mimpinya, si pemancing harus menguburkan kepala itu di pinggir pantai. Tentu dengan syariat Agama Islam yang dianut pada waktu itu oleh mayoritas mayarakat setempat.

"Itulah cerita versi pertama yang disampaikan oleh orang tua kita terdahulu di sini," ujarnya.

Qudsi membeberkan, lokasi makam sekarang ini, dulunya masih hutan rimba dan ada satu mata air. Sehingga pada waktu itu terbitlah nama makam pancor karena di sana tempat sebuah "pancoran" (sumber mata air, red).

Dan tepat di lokasi mata air itu, si pemancing mengubur tengkorak  di dalam satu pohon besar. Di sanalah letak asal mulanya, makam anak iwoq berada di dalam pohon besar.

"Kemudian beberapa waktu lalu, pohon tersebut ditebang dan kita ganti dengan membuatkan rumah sebagai tempat makam anak iwoq ini," katanya.  

Dan saat ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah menyematkan makam anak iwoq sebagai situs budaya. (zaa)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama