Setahun berjalan, program MBG belum menjangkau sekolah terpencil Lombok Timur - OPSINTB.com | News References

02/05/26

Setahun berjalan, program MBG belum menjangkau sekolah terpencil Lombok Timur

Setahun berjalan, program MBG belum menjangkau sekolah terpencil Lombok Timur

 

Setahun berjalan, program MBG belum menjangkau sekolah terpencil Lombok Timur

OPSINTB com – Setahun sudah program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah berjalan. Lengkap dengan segala dinamikanya di lapangan.


Namun demikian program anyar Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto itu, belum dirasakan semua siswa sekolah.


Seperti di SD Negeri 4 Selaparang dan SMP Negeri 1 Satu Atap Suela di RT Lendang Belo, Dusun Batu Tinja, Desa Selaparang, Kecamatan Suela, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sejumlah siswa di sekolah itu, hingga kini belum mencicipi setiap hidangan menu dari program itu.


Iman, salah seorang guru di sekolah itu membenarkan hal tersebut. Meski sudah tahu program itu berjalan, tapi siswa di sekolah ini belum pernah merasakannya. 


Ia mengungkapkan rasa prihatin setiap kali melihat sekolah lain menerima distribusi MBG menggunakan kendaraan dapur SPPG. Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan kesedihan karena sekolahnya seolah terabaikan.


"Sedih rasanya, karena hanya kami yang belum dapat," ucap Iman saat ditemui di sekolah, Kamis (30/4/2026).


Dia menceritakan, momen saat sebuah mobil masuk ke lingkungan sekolah dan sempat disambut antusias oleh para siswa yang mengira bantuan MBG telah datang. Namun harapan itu pupus setelah diketahui mobil tersebut milik kepala sekolah.


"Anak-anak sempat senang dan berharap, tapi ternyata bukan. Sekarang mereka sudah jarang bertanya, mungkin karena sudah bosan menunggu," jelasnya


Menurut Iman, pihak sekolah belum mengetahui secara pasti alasan belum tersalurkannya program tersebut. Ia mengatakan, sebelumnya beberapa pihak sempat meminta data siswa, namun tidak ada tindak lanjut setelahnya.


Di sisi lain diakuinya, lokasi sekolah cukup terpencil dengan akses jalan yang rusak dan sulit dilalui.


"Jumlah siswa sekitar 70 orang, tapi akses ke sini memang jauh dan jalannya rusak. Mungkin itu jadi kendala," tuturnya


Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) UPTD Dikbud Kecamatan Suela, Mohamad Sakban menjelaskan,  kedua sekolah tersebut masuk dalam kategori daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) dalam skema MBG, bukan kategori reguler.


Kendati demikian durinya mengaku sudah mencoba berkomunikasi agar bisa sementara dilayani oleh dapur terdekat.


Meski demikian, hingga saat ini belum ada kepastian kapan program MBG untuk kategori 3T tersebut akan mulai dijalankan.


“Mohon maaf, sampai sekarang belum ada informasi lanjutan dari pimpinan,” pungkasnya. (zaa)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama