Pemkab Loteng bangun rumah layak huni untuk KK terdampak sekolah rakyat - OPSINTB.com | News References

04/06/26

Pemkab Loteng bangun rumah layak huni untuk KK terdampak sekolah rakyat

Pemkab Loteng bangun rumah layak huni untuk KK terdampak sekolah rakyat

 
Pemkab Loteng bangun rumah layak huni untuk KK terdampak sekolah rakyat

OPSINTB.com - Proses pembersihan dan penyiapan lahan untuk pembangunan sekolah rakyat di Desa Taman Indah, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah (Loteng) akan dilakukan usai pelaksanaan MTQ XXXI. Ada lima kepala keluarga (KK) yang mendiami lokasi tersebut dan sedang menunggu proses pemindahan.


Sejauh ini, Pemda Loteng telah menawarkan Program Rumah Layak Huni (RLH) kepada mereka jika tidak ada rumah lain yang ditempati oleh lima kepala keluarga tersebut.


‘’Jadi, kalau mereka tidak memiliki rumah lain selain dari yang ditempati sekarang, kita siap membantu untuk menyediakan RLH,’’ kata Sekretaris Daerah Loteng, H Lalu Firman Wijaya pada wartawan, Kamis (4/6/2026).


Lanjut Firman, kesiapan pemda untuk menyediakan RLH tersebut untuk menghindari pelanggaran hukum, karena penyelesaian lahan sekolah rakyat tidak boleh menimbulkan persoalan baru. 


Tetapi, secara ketentuan RLH harus dibangun di atas lahan milik mereka sendiri. ‘’Harus didirikan di atas lahan milik mereka. Itu ketentuan RLH begitu,’’ ujarnya.


Pemda memang belum menentukan tenggat waktu mereka untuk pindah. Tetapi, sesuai harapan dari pemerintah pusat agar masalah lahan ini segera diselesaikan.


Lahan seluas 10 hektare tersebut saat ini masih berbentuk persawahan dan perkebunan. Pemda sedang menunggu desain sekolah rakyat tersebut untuk mengetahui tata letak pembangunan gedung.


‘’Makanya kita tunggu desain dulu. Detail rencana penempatan bangunannya nanti di mana,’’ Firman menambahkan.


Bangunan sekolah rakyat yang akan diterima Pemda Loteng nanti adalah yang terlengkap dari daerah-daerah lain. Pemda sendiri telah mengajukan untuk masing-masing jenjang pendidikan terdiri dari tiga rombongan belajar (rombel).


‘’Masing-masing jenjang itu kita mengajukan tiga rombel. Jadi, kalau SD saja jumlah kelasnya 36, ditambah SMP 9 dan SMA juga 9, ditambah asrama,’’ tutup Sekda. (iwn)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama