OPSINTB.com - Bupati Lombok Tengah (Loteng), H Lalu Pathul Bahri mengatakan sebanyak 202 ribu jiwa atau 35 persen masyarakat Loteng telah tercover BPJS Ketenagakerjaan.
Pathul menjelaskan jumlah itu terdiri atas: petani 13 ribu jiwa, nelayan 800 jiwa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) 1.300 jiwa, anggota BKD dan kader posyandu 8.000 lebih jiwa, aparatur desa 1.000 jiwa lebih, dan sisanya ASN serta pekerja mandiri.
‘’Dihimbau kepada masyarakat Loteng untuk terus berdiskusi dengan pihak desa. Di desa itu ada namanya Perisai, harus berdiskusi dengan mereka untuk mengetahui langkah-langkah masuk keanggotaan,’’ kata Pathul pada wartawan, Rabu (13/5/2026).
Ke depan, Pathul menargetkan BPJS Ketenagakerjaan bisa menjangkau karang taruna, UKM dan pekerja rentan.
‘’Masih sedang kami bahas dengan Kepala BPJS Provinsi. Mungkin nanti kami lari ke karang taruna, UKM, termasuk pekerja rentanlah. Kita sedang pikirkan,’’ imbuh Pathul.
Kepala BPJS Provinsi NTB, Nasrullah Umar mengharapkan kepada pekerja sektor informal untuk masuk jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Dengan iuran hanya Rp 8.400 per bulan, mereka sudah dapat kedua jaminan tersebut.
‘’Apalagi tahun ini, Pak Prabowo memberikan dari delapan stimulus ekonominya ialah iuran peserta bukan penerima upah bukan BPJS Ketenagakerjaan yang didiskon 50 persen,’’ ujar Nasrullah.
Oleh sebab itu, pihaknya kini sedang bekerjasama dengan pemerintah 10 kabupaten/kota Provinsi NTB, agar mendorong masyarakatnya agar lebih sadar untuk menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan.
Dengan keikutsertaan mereka, bukan hanya peserta yang mendapatkan kemudahan. Anak peserta BPJS Ketenagakerjaan yang orang tuanya meninggal karena kecelakaan kerja akan mendapatkan beasiswa.
‘’Saya pastikan dua anak peserta yang meninggal karena kecelakaan kerja dapat beasiswa sampai sarjana. Walaupun sehari daftar, besok kecelakaan; itu anaknya langsung dapat beasiswa,’’ tegasnya.
Apa yang menyebabkan pekerja rentan sulit mengakses BPJS Ketenagakerjaan? Ia mengaku masih kurangnya SDM di BPJS Ketenagakerjaan menjadi penyebabnya. Oleh karena itu, BPJS bermitra dengan Perisai.
‘’Perisai inilah yang menyampaikan ke masyarakat bahwa program ini ada. Makanya tadi Pak Bupati minta agar kepala desa terbuka menginformasikan ke masyarakat soal Perisai. Dan desa juga bisa mendorong kader-kadernya untuk menjadi corong di lapangan, sekaligus untuk membuka lapangan kerja,’’ pungkas Nasrullah. (iwn)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami