OPSINTB.com - Pemerintah Daerah atau Pemda Lombok Tengah (Loteng) bakal menunda pembangunan rumah sakit baru di Kecamatan Kopang yang rencananya dilaksanakan mulai tahun ini.
dr Mamang Bagiansyah Kepala Dinas Kesehatan Loteng menyatakan, penyebab penundaan itu karena adanya efesiensi anggaran transfer ke daerah (TKD), yang mencapai Rp 380 miliar lebih.
‘’Ya, yang sama-sama kawan-kawan ketahui situasinya. Ada efesiensi dari pemerintah pusat,’’ kata Mamang pada wartawan, Senin (6/4/2026).
Pemda sebelumnya berencana menjadikan Puskesmas Kopang menjadi rumah sakit baru untuk memudahkan masyarakat yang berada di wilayah utara mendapatkan akses kesehatan.
Bahkan, Kepala Dinas Kesehatan sebelumnya telah melakukan pembahasan terkait pembangunan tersebut dan akan menghabiskan anggaran Rp 50 miliar.
‘’Dalam perencanaannya memang kita butuh Rp 40 miliar lebih, tapi ketika akan meminta anggaran ke pusat ada syarat-syarat yang harus dipenuhi.’’
‘’Tapi kita akan ikhtiarkan terus. Nanti kita jalan-jalan ke pusat untuk melobi,’’ tambahnya.
Dia melanjutkan, dirinya sebenarnya belum tahu pasti soal rencana pembangunan rumah sakit ini. Namun, dengan status RS Praya yang sudah bertipe B, maka sewajarnya harus ditopang oleh rumah sakit lainnya.
‘’Di utara, di timur dan di selatan memang kita butuh rumah sakit untuk menyangga RS Praya. Contoh di selatan sudah ada RS Mandalika, yang mudah-mudahan bisa kita akuisisi,’’ harap dokter spesialis bedah tersebut.
‘’Kita tidak tau pasti kapan, tapi mudah-mudahan dalam rentang waktu RPJMD,’’ tutup mantan Direktur Umum RS Praya tersebut. (wan)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami