Bupati Lotim soroti potensi besar PT Selaparang Finansial, dorong penguatan kinerja - OPSINTB.com | News References

03/03/26

Bupati Lotim soroti potensi besar PT Selaparang Finansial, dorong penguatan kinerja

Bupati Lotim soroti potensi besar PT Selaparang Finansial, dorong penguatan kinerja

 
Bupati Lotim soroti potensi besar PT Selaparang Finansial, dorong penguatan kinerja

OPSINTB.com - Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin bersama Wakil Bupati H Moh Edwin Hadiwijaya, menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) XIX Tahun Buku 2025 PT Selaparang Finansial, Selasa (3/3/2026).

 

Bupati Haerul Warisin dalam sambutannya menegaskan, kegagalan atau keberhasilan sebuah lembaga keuangan sangat ditentukan oleh ketepatan strategi dan kemampuan manajemen dalam mencari solusi atas setiap persoalan yang dihadapi.


Dirinya mengaku tak kecewa dengan kinerja salah satu BUMD tersebut, namun demikian ia menilai kinerja perusahaan perlu didorong agar lebih maksimal. Menurutnya, target yang terlalu kecil justru membuat semangat kerja menurun.


"Kita masih melihat hal-hal di dalam manajemen yang harus diperbaiki. Target harus dinaikkan supaya ada semangat untuk mengejar. Kalau target kecil, bekerja jadi apa adanya. Ini tidak bisa," tegasnya. 


Bupati menyoroti capaian keuntungan perusahaan yang dinilai masih jauh dari harapan. Ia menyebut keuntungan di bawah 5 persen dengan angka kredit macet di atas 10 persen sebagai kondisi yang tidak ideal.


Sebagai langkah konkret, bupati menginstruksikan agar manajemen memprioritaskan penagihan kredit bermasalah dengan melibatkan seluruh karyawan, yang sebelumnya harus dibekali pelatihan khusus. 


"Untuk pinjaman besar yang telah melewati tahapan peringatan, saya meminta agar penyelesaian jaminan dapat ditempuh melalui jalur hukum sesuai ketentuan," tuturnya.


Selain itu, dirinya menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) memiliki fungsi ganda, yakni meraih keuntungan sekaligus menjaga kesejahteraan masyarakat dengan layanan yang terjangkau. 


Lantaran itu dirinya mengingatkan agar direksi tidak mengambil kebijakan sepihak dan membuka ruang diskusi seluas-luasnya dengan tenaga ahli demi keberlangsungan perusahaan.


Setiap kebijakan mutasi maupun perubahan struktur organisasi, lanjutnya, harus dilandasi kebutuhan efektivitas bisnis dan tanggung jawab terhadap perusahaan.


Dia meminta agar dilakukan pemetaan ulang terhadap potensi pasar dan kapasitas sumber daya manusia.


"Saya berharap pada RUPS tahun depan terjadi perubahan nyata, dengan kredit macet menurun dan keuntungan meningkat," terangnya.


Sementara itu, Direktur Utama PT Selaparang Finansial, Iva Nuril Solihani menjelaskan, penyusunan rencana bisnis dilakukan secara realistis dengan mempertimbangkan tantangan dan kondisi ekonomi yang berkembang.


Ia mengungkapkan, dalam rencana bisnis sebelumnya perusahaan menargetkan pendapatan hingga Rp 12 miliar lebih, dengan asumsi adanya pengembalian dana dividen sekitar Rp 2,3 miliar yang direncanakan untuk memperkuat perputaran modal. 


Namun dalam perjalanannya, pengembalian dana tersebut tidak terealisasi sehingga berdampak pada arus kas perusahaan.


"Dalam perencanaan kas kami menargetkan sekitar Rp6 miliar lebih, namun realisasinya Rp5,4 miliar dan itu harus disiapkan untuk pembayaran dividen. Kami juga harus menjaga kas untuk operasional," jelasnya.


Ia menegaskan, perusahaan tidak memiliki dana pihak ketiga seperti perbankan, sehingga pengelolaan kas harus dilakukan secara hati-hati. 


Saat ini, pihaknya juga menjalankan action plan penanganan kredit bermasalah yang dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk restrukturisasi, penjualan agunan, dan langkah-langkah penyelesaian lainnya.


Terkait pembiayaan, Iva menyebutkan bahwa lebih dari 60 persen penyaluran dana difokuskan kepada pelaku UMKM.


"Saya akui bahwa dalam beberapa tahun terakhir sektor kontraktor mengalami penurunan akibat terbatasnya proyek dan anggaran, sehingga perusahaan kini lebih memusatkan perhatian pada pembiayaan UMKM," akuinya.


Menurutnya, sebagai perusahaan modal ventura, PT Selaparang Finansial memiliki karakteristik berbeda dengan bank karena tidak dapat menghimpun dana dari masyarakat. 


Selama delapan tahun terakhir, perusahaan juga tidak menerima tambahan penyertaan modal, sementara tetap menyetorkan dividen kepada pemerintah daerah.


"Kami tetap berupaya maksimal di tengah kondisi ekonomi yang sulit dan berbagai regulasi yang harus dipatuhi. Kami akan terus berbenah sesuai arahan bupati," tandasnya. (zaa)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2026 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama