OPSINTB.com - Suasana car free day (CFD), nampak beda. Biasanya hanya bisa menikmati berbagai macam kuliner hingga permainan anak.
Kali ini, para penikmat hari tanpa kendaraan itu dapat menyaksikan langsung ratusan hasil karya siswa SMK Negeri 1 Sikur melalui Expo One Student One Product (OSOP). Tak plak mencuri perhatian publik, berbagai sorot kamera tertuju ke pertunjukan itu.
Pasalnya sekolah menengah kejuruan ini tak hanya memamerkan produk, melainkan juga diramaikan dengan fashion show busana batik, hasil karya siswa jurusan tata busana SMKN 1 Sikur.
Kegiatan ini menjadi ajang pembuktian bagi siswa sekolah ini yang mampu menghasilkan produk mandiri yang siap bersaing di pasar.
Busana yang ditampilkan merupakan perpaduan antara batik kekinian dengan sentuhan khas lokal, salah satunya batik dan tenun dari Pulau Maringki yang diolah menjadi karya modern dan bernilai jual tinggi.
Kepala SMKN 1 Sikur, Hasbi Ahmad mengatakan, kegiatan Expo OSOP merupakan bagian dari program unggulan sekolah, yakni One Student One Product, yang telah dicanangkan sejak dua tahun lalu.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa mewujudkan program one student one product," ucap Hasbi kepada opsintb.com, Minggu (01/02/2026).
Dia menerangkan, Expo OSOP ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 12 dan menjadi salah satu syarat untuk mengikuti Uji Kompetensi Kejuruan (UKK). Setelah ini, mulai Senin mereka akan fokus pada pelaksanaan UKK.
Hasbi menjelaskan, dari sekitar 400 siswa kelas XII, terdapat lebih dari 400 produk mandiri yang dipamerkan. Produk tersebut berasal dari seluruh jurusan yang lahir dari ide serta gagasan siswa sendiri, mulai dari tahap perencanaan hingga menjadi produk siap jual.
Menurutnya, keistimewaan kegiatan ini adalah kolaborasi lintas jurusan, khususnya antara siswa tata busana dan tata kecantikan dalam konsep fashion street, yang menampilkan karya siswa berkelas nasional.
“Anak-anak yang tampil ini kelasnya sudah nasional desainernya, bahkan mereka digunakan di tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional dan pernah tampil sebagai duta di Sarinah,” terangnya.
Pemilihan lokasi di ruang publik, seperti Taman Rinjani Selong yang bertepatan dengan kegiatan car free day, bukan tanpa alasan. Hal ini dilakukan agar siswa bisa langsung berhadapan dengan pasar dan konsumen.
Pihaknya ingin mempertemukan siswa dengan market secara langsung. Mereka bisa mendapatkan masukan, melihat respons masyarakat, belajar pemasaran, dan bagaimana produk itu benar-benar dijual.
Ia menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari misi SMK dalam membentuk karakter wirausaha siswa sejak dini, sebagai bekal menghadapi usia produktif dan kebutuhan dunia industri, baik lokal, nasional, hingga internasional.
"Kami ingin melahirkan karakter siswa yang berjiwa wira usaha, dan kami sekolah berkewajiban untuk untuk menyiapkan mereka generasi muda ini untuk pasar industri. Sesuai hajat SMKN 1 Sikur ada tiga pilar yaitu bekerja, melanjutkan dan berwira usaha," paparnya.
SMKN 1 Sikur, imbuhnya, mengajarkan siswa berwirausaha agar anak didiknya bisa mandiri, produktif dan kedepannya bisa menghidupi diri serta keluarganya.
Mereka nantinya, menjadi penggerak ekonomi di masyarakat, itu yang diharapkan. Hasbi juga menyebut, ada 9 program yang terdiri dari ekonomi kreatif dan pariwisata seperti contoh karya Batik dan karya dari kayu.
"Ini produk-produk yang laku di masyarakat, disini juga menampilkan batik harian, batik dinas dengan corak khas batik, dan ada khas batik dari Maringki. Itu kan orang bingung tidak pernah mengenal, sehingga hari ini kita tampilkan serta hasil tenun Maringki," terangnya.
Melalui Expo OSOP ini, Hasbi berharap dapat membangun kepercayaan diri siswa, menanamkan karakter mental wirausaha, serta membuktikan kepada masyarakat bahwa SMKN 1 Sikur mampu sejajar dengan dunia industri dan menjadi penggerak ekonomi di masa depan.
SMK selama ini mungkin tidak mampu bersaing dengan pasar, namun hal itu bisa dibuktikan dapat sejajar dengan industri yang lain. Pihaknya selalu menanamkan karakter mental siswa bahwa mereka bisa bersaing di masyarakat dan memasarkan produknya pada khalayak.
"Semua ini agar mereka memilki kepercayaan diri," tegas Hasbi.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Timur, H. Suroto, yang kebetulan hadir dan membeli hasil karya siswa memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap kegiatan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan expo OSOP SMKN 1 Sikur ini," ucap Suroto.
Event seperti ini, sebutnya, luar biasa karena membuka peluang baru. Terlebih, kata dia, dilaksanakan saat car free day, di mana masyarakat berkumpul dan bisa langsung melihat serta membeli produk siswa.
Menurut Suroto, kegiatan seperti ini sejalan dengan tujuan SMK untuk menciptakan peluang kerja baru dan menekan angka pengangguran terbuka.
Dengan banyaknya kegiatan seperti ini harapnya, secara bertahap bisa membuka lapangan kerja baru. Minimal produk siswa dilihat, dipromosikan, dan ini bisa menjadi motivasi serta semangat bagi mereka.
Ia berharap SMK lain dapat meniru langkah SMKN 1 Sikur sesuai dengan jurusan masing-masing. Disnakertrans sendiri, lanjutnya, siap mendukung sekolah melalui program magang, pengantar kerja, hingga penyediaan informasi peluang kerja di tingkat daerah, nasional, bahkan luar negeri.
“Ini bisa menjadi model yang luar biasa. Produk-produk yang ditampilkan sangat aplikatif dan bermanfaat di masyarakat. Kegiatan seperti ini jarang dilakukan, dan SMKN 1 Sikur berhasil membuktikan bahwa siswa SMK mampu bersaing,” tutupnya. (zaa)
follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di twitter
Follow OPSINTB.com | News References dan dapatkan update informasi kami di Instagram
follow Instagram Kami