Ekspor NTB Februari meningkat, tembus 87,17 persen - OPSINTB.com | News References

18/03/25

Ekspor NTB Februari meningkat, tembus 87,17 persen

Ekspor NTB Februari meningkat, tembus 87,17 persen

 
Ekspor NTB Februari meningkat, tembus 87,17 persen

OPSINTB.com - Badan Pusat Statistik (BPS) NTB menyebutkan, nilai ekspor NTB pada bulan Februari 2025 sebesar US$ 7,28 Juta, mengalami kenaikan sebesar 87,17 persen dibandingkan bulan Januari 2025. Jika dibandingkan bulan Februari 2024 mengalami penurunan 96,84 persen.

 

Kelompok komoditas ekspor Provinsi NTB yang terbesar pada bulan Februari 2025 adalah Ikan dan Udang sebesar US$ 2.808.930 (38,59 persen), Perhiasan/Permata sebesar US$ 1.837.239 (25,24 persen), Daging dan Ikan Olahan sebesar US$ 1.520.619 (20,89 persen), Buah-buahan sebesar US$ 662.655 (9,10 persen), Garam, Belerang, Kapur sebesar US$ 244.759 (3,36 persen), Biji-bijian berminyak sebesar US$ 176.760 (2,43 persen).

 

Hal itu disampaikan oleh kepala BPS Provinsi NTB Drs. Wahyudin saat menyampaikan berita rilis resmi statistik di Aula Tambora BPS NTB, Senin 17 Maret 2025.

 

"Nilai ekspor NTB pada Februari 2025 mengalami kenaikan dibanding Januari tahun yang sama," ungkapnya.

 

Dijelaskannya bahwa nilai ekspor bulan Februari 2024 yang terbesar ditujukan ke Amerika Serikat sebesar 53,31 persen, berikutnya Hongkong sebesar 18,72 persen, kemudian Vietnam yaitu sebesar 9,96 persen.

 

"Ekspor-impor NTB tahun 2025 tetap stabil meskipun tanpa bahan tambang. Karena bahan galian tambang sudah mulai diolah di Smelter PT Amman Mineral," jelasnya.

 

Sementara nilai impor pada bulan Februari 2025 sebesar US$ 13,82 Juta. Ini berarti impor mengalami penurunan sebesar 63,73 persen dibandingkan dengan impor bulan Januari 2025 sebesar US$ 38,12 Juta. Impor bulan Februari berasal dari Jepang (46,71 persen), Australia (33,01 persen), Amerika Serikat (8,00 persen), Tiongkok (4,89 persen), India (3,98 persen) dan Lainnya (3,40 persen).

 

Kelompok komoditas impor dengan nilai terbesar pada bulan Februari 2025 adalah Mesin-mesin/Pesawat Mekanik (45,37 persen), Karet dan Barang dari Karet (45,12 persen), Produk Keramik (2,35 persen), Berbagai Produk Kimia (2,02 persen), Mesin/Peralatan Listik (1,35 persen), serta Benda-benda dari Besi dan Baja (1,13 persen). (red/kanikpkominfo)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama