Korban penusukan konflik 2 desa di Loteng meninggal, pihak keluarga tuntut pelaku dihukum - OPSINTB.com | News References -->

23/12/23

Korban penusukan konflik 2 desa di Loteng meninggal, pihak keluarga tuntut pelaku dihukum

Korban penusukan konflik 2 desa di Loteng meninggal, pihak keluarga tuntut pelaku dihukum

 
Korban penusukan konflik 2 desa di Loteng meninggal, pihak keluarga tuntut pelaku dihukum

OPSINTB.com - Pihak keluarga Lapur alias Amaq Alus (54) korban penusukan oknum warga Desa Ketara, Kecamatan Pujut saat konflik warga Desa Ketara dan Segala Anyar beberapa minggu lalu meminta kepolisian menindak tegas pelaku penusukan. 


Sebelumnya, diberitakan bahwa Lapur dinyatakan meninggal dunia pada Selasa, 19 Desember 2023 setelah sempat dirawat di RSUP NTB selama 12 hari. Lapur mengalami luka pada bagian perut sebelah kiri dan sudah menjalani dua kali proses operasi selama menjalani perawatan. 


''Warga kami atas nama Lapur alias Amaq Alus yang tidak tahu apa-apa, sedang bertani di sawah, mencari nafkah untuk keluarganya menjadi korban penusukan,'' kata pihak keluarga yang diwakili H. Syakur saat konferensi pers di Dusun Penaok, Desa Segala Anyar, Jumat (21/12/2023). 


Alih-alih menetapkan tersangka, lanjutnya, sampai saat ini belum ada satupun oknum warga Desa Ketara yang diperiksa. ''Mirisnya kepolisian belum melakukan berbagai aksi untuk menuntaskan kasus ini,'' imbuhnya. 


Edi Wiranata, perwakilan pihak keluarga lainnya menyatakan, jika tidak ada solusi atas kasus ini, maka pihaknya akan melakukan aksi di depan Mapolres Loteng. Selain itu, sebut Edi, jika kasus ini tidak diselesaikan, maka akan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum hari ini dan di masa mendatang. 


Untuk itu, pihaknya berharap kepada Kapolres Loteng, AKBP Iwan Hidayat untuk melahirkan keadilan. Jangan sampai ada tekanan dan upaya terselubung untuk menghalang-halangi penyelidikan dan penyidikan, sehingga kemudian pelaku penusukan menguap dan menghilang. 


''Ini juga akan menjadi tinta hitam dan warisan yang buruk bagi kepemimpinan Pak Kapolres di daerah kami, Lombok Tengah,'' ujarnya. 


Sekdes Segala Anyar, Hasbullah, menyampaikan atas nama Pemerintah Desa Segala Anyar berharap segala bentuk hukum agar diproses seadil-adilnya. 


''Selagi ini belum diproses, maka kami akan tetap resah,'' ucap Hasbullah. 


Sebagaimana diketahui, konflik antara warga Desa Ketara dan Segala Anyar dipicu kasus pencurian lampu papan reklame di wilayah Desa Segala Anyar, tepatnya Dusun Kadek, bypass BIL-Mandalika yang diduga dilakukan oleh oknum warga Desa Ketara pada Jumat (8/12) silam. (wan)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama