PT Selaparang Finansial tegaskan tetap berpihak pada UMKM - OPSINTB.com | News References -->

Rabu, 03 Agustus 2022

PT Selaparang Finansial tegaskan tetap berpihak pada UMKM

PT Selaparang Finansial tegaskan tetap berpihak pada UMKM

 
PT Selaparang Finansial tetap berpihak pada UMKM

OPSINTB.com - Belum lama ini, PT Selaparang Finansial dituding tak berpihak kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Lombok Timur. Bahkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu dianggap sudah tidak sehat lagi.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT Selaparang Finansial, Iva Nuril Solihani membantah, jika pihaknya berat sebelah dan tak memihak kepada UMKM. Ia membeberkan, PT Selaparang Finansial berbentuk ventura. 

"Kegiatan usahanya penyertaan saham, obligasi, dan terakhir adalah kredit konsumtif," terang Iva Nuril Solihani, kepada media saat ditemui di ruangannya, Selasa (2/8/2022).

Pada kredit konsumtif itulah, pembiayaannya yang berbentuk usaha kecil. Dan ada istilah selfin untuk mikro dan menengah sampai saat ini. 

Pinjaman usaha kecil besarannya mulai Rp 2-3 juta, maksimal Rp 100 juta. Sedangkan yang selfin ini di atas Rp 100 juta dan pembiayaan untuk kontraktor.

Dia menjelaskan, pihaknya tetap membiayai tiga hal ini, supaya ruh dari keinginan pemegang saham dalam hal ini Bupati Lotim, tak keluar jalur.

"Kami tetap membiayai UMKM yang ada di Lombok Timur," ujarnya.

Bahkan, ujar dia, penyertaan modal saham pun pihaknya berusaha agar tak keluar dari Lotim. Menurutnya, langkahnya itu sudah melalui kajian dengan OJK, bahkan dirinya menyebut sudah ada kesepakatan.

Itu dilakukan, lantaran lembaga itu milik Pemerintah Daerah (Pemda). Sehingga uang itu, kata dia, tetap berputar di Gumi Patuh Karya.

"Itu kesepakatan kami, tapi kan tidak ada orang yang tahu," ujarnya.

Dirinya tak heran jika ada orang yang mengatakan pihaknya sudah tak membiayai UMKM. Lantaran banyak yang tidak tahu akan hal itu.

Dia menerangkan, dari 1900 hingga 2000 nasabah usaha mikro yang dibiayai, 89 persen untuk UMKM atau sekitar 1.700 nasabah.

Sementara, kredit mikro yang di atas Rp 100 juta itu khusus usaha menengah, sekitar 7 persen. Saat ini UMKM yang dibiayai sudah mencapai 95 persen. "Ini Data Per Bulan Juli," akuinya.

Terkait dengan adanya pembiayaan kontraktor, dirinya menyebut pemborong tersebut besar. Namun demikian, kredit yang mereka punya, yakni berkaitan proyek pengadaan yang memang itu diarahkan oleh Pemda juga untuk meminjam di perusahaan tersebut dan disebutnya hanya 5 persen. 

"Kurang dari 100 orang yang kami biayain, Nah itu untuk pembiayaan dari Selaparang Finansial, jadi pembiayaan kami," ucapnya.

Dirinya menegaskan, pihaknya tak lupa akan sejarah dibentuk PT Selaparang Finansial ini. Untuk kemajuan UMKM, hal itu ucapnya, tetap menjadi patokan tetap membiayai mereka.

Lebih jauh, dirinya menjelaskan, persoalan deviden ke Pemda dia menekan lembaga itu disebutnya berbentuk ventura. Yakni lembaga bukan Bank dan non Koperasi, yang tak mengambil keutungan dari pihak ketiga.

Untuk permasalahan bagaimana ia mendukung Pemda dari sisi deviden dalam berbentuk modal ventura, yang merupakan lembaga pembiayaan non Bank dan non Koperasi yang tidak mengambil dana dari pihak ketiga.

Itu yang menurutnya membedakannya dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD). Lembaga perbankan tersebut ucapnya, menerima dana dari pihak ketiga. Dengan penyertaan saham dengan modal besar.

"Nah sementara kami tidak boleh ini, ambil dari pihak ketiga berbentuk tabungan berbentuk apa itu tidak boleh," tegasnya.

Ia menerangkan, sudah ada ketentuannya, bahwa jumlah deviden yang disetorkan itu adalah 72,5 persen.

Jika ada pihak yang menganggap laba keuntungan itu masih kecil, namun dirinya malah menyebutnya mengalami pertumbuhan. 

Ia mengklaim, pihaknya sudah hampir 4 tahun ini tak mendapatkan penyertaan modal. Kendati demikian pihaknya tetap mengembalikan hal itu dalam bentuk deviden. Dan akan terus bekerja maksimal pembagian laba yang disetorkan.

Nuril merincikan, tahun kemarin pihaknya menyetor laba keuntungan, awalnya 3,3 persen dan meningkat menjadi 3,5 persen. Yang akan diselesaikan di bulan September mendatang, serta bakal dilunasi seratus persen.

Sehingga, ujar dia, tanpa adanya tambahan modal, bukan berarti pihaknya tak bisa menyetorkan laba. Akumulasi deviden yang ia setorkan meskipun tanpa ada tambahan modal itu, hampir Rp 12 milyar lebih.

"Kalau kami disebut tidak mendukung pemerintah itu kan tidak mungkin, jadi kami tetap bisa menyetorkan deviden meskipun dalam kondisi yang sangat sulit seperti sekarang ini," pungkas Nuril. (zaa)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama