Kabupaten lain melorot, Lotim masih bertahan di PPKM level 1 - OPSINTB.com | News References -->

Selasa, 15 Februari 2022

Kabupaten lain melorot, Lotim masih bertahan di PPKM level 1

Kabupaten lain melorot, Lotim masih bertahan di PPKM level 1

 
Kabupaten lain melorot, Lotim masih bertahan di PPKM level 1
 
OPSINTB.com - Lombok Timur (Lotim) bersama tiga kabupaten lainnya di Provinsi NTB, yaitu Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Kabupaten Lombok Utara berhasil bertahan di PPKM level 1 setelah kebupaten/ kota lainnya melorot ke PPKM level dua dan tiga. 

Kabupaten Lombok Tengah, Dompu, dan Kabupaten Bima berada di level dua, sementara Kabupaten Lombok Barat, Kota Mataram, dan Kota Bima berada di level 3. 

Pemberlakuan level itu berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomot 11 tahun 2022 tentang Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat Level 3, level 2, dan level 1 serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid 19 di Wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua yang berlaku 15 - 28 Februari. Kondisi ini menyebabkan Provinsi NTB secara umum berada di PPKM level 2.

Hal tersebut terungkap pada Rapat Koordinasi berkala yang dilaksanakan Pemprov NTB secara hybrid, Selasa (15/2/2022). 

Kondisi tersebut disebabkan di antaranya cakupan vaksinasi dan  kapasitas respons. Karena itu dibutuhkan penguatan cakupan vaksinasi dan kapasitas respons, serta optimalisasi satgas covid di tingkat kecamatan hingga desa.

Lotim berdasarkan cakupan vaksinasi, sesuai data P-Care saat ini mencapai 90,86 persen untuk dosis 1 dan  59,37 persen untuk dosis 2 serta 1,21 persen untuk dosis 3. 

Bupati Lotim, HM Sukiman Azmy yang mengikuti kegiatan ini dari RSUD dr Soetomo Surabaya menyebut salah satu penyebab masih belum progresifnya capaian vaksinasi dosis dua adalah ketersedian vaksin Sinovac. 

"Sinovac umum digunakan pada vaksinasi dosis satu, sementara saat ini vaksin tersebut hanya diperbolehkan untuk vaksinasi anak usia 6-12 tahun. Karena itu kami meminta tambahan stok vaksin ini guna mengejar target vaksinasi dosis 2," ungkapnya.

Sementara itu dari sisi pelacakan, persentase kasus konfirmasi yang dilacak 7 hari terakhir di Lotim mencapai 88,4 persen. Angka tersebut melampaui target minimal 80 persen, sedangkan rasio kontak erat 7 hari terakhir adalah23,1 persen sesuai target yaitu lebih dari 15 kontak erat.

Rapat yang diikuti seluruh Bupati/ Walikota, jajaran TNI-Polri, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, RSUD serta BPBD tersebut  menekankan pentingnya respon terhadap setiap kasus, bukan pada kasus itu sendiri. 

Karena itu peningkatan kapasitas ICU sampai 2000 tempat tidur di seluruh wilayah provinsi NTB, ketersediaan obat dan oksigen hingga di tingkat Puskesmas penting dilakukan. Begitu pula dengan pengetatan protokol kesehatan, peningkatan kapasitas vaksin, dan memperkuat tracing, testing dan treatment (3T). (red)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama