Atasi banjir lumpur di Sirkuit Mandalika, KPH dan DLHK lakukan identifikasi dan pemetaan - OPSINTB.com | News References -->

Selasa, 04 Januari 2022

Atasi banjir lumpur di Sirkuit Mandalika, KPH dan DLHK lakukan identifikasi dan pemetaan

Atasi banjir lumpur di Sirkuit Mandalika, KPH dan DLHK lakukan identifikasi dan pemetaan

 
Atasi banjir lumpur di Sirkuit Mandalika, KPH dan DLHK lakukan identifikasi dan pemetaan

OPSINTB.com - Tim dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB melakukan identifikasi dan pemetaan lokasi yang berpotensi menimbulkan aliran air ke arah Sirkuit MotoGP Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut.

Identifikasi dan pemetaan dilakukan mengacu pada tiga poin penting instruksi Presiden RI Jokowi Widodo alias Jokowi di Sirkuit Mandalika.

"Dari presiden kan ada tiga poin yang tidak boleh ada di Sirkuit Mandalika; banjir, macet, dan kumuh. Nah! Tugas kami hari ini adalah mengidentifikasi dan mencoba memetakan dimana potensi-potensi yang akan menimbulkan terjadinya aliran air ke arah Sirkuit Mandalika," kata Burhan, Kepala KPH Pelelangan Tastura pada wartawan di Praya, Selasa (4/1/2022).

Untuk itu, lanjutnya, salah satu cara penanganan yang paling cepat dan segera, ialah dengan membuat bendungan air dari yang kecil sampai ke yang besar. Yang melingkupi gali pelat, DAM penahan, dan DAM pengendali. Hal ini merupakan upaya yang dilakukan dari sektor hulu untuk penanganan banjir di Sirkuit Mandalika agar tidak terjadi seperti saat penyelenggaraan event WSBK November kemarin.

"Ini upaya hulunya. Di hilirnya kan nanti ada ITDC, Dinas PU, dan Binamarga yang akan membuat saluran-saluran drainase dan sebagainya. Sehingga keterpaduan ini akan mengurangi kehawatiran kita terhadap banjir di Sirkuit Mandalika nanti," ungkap pria yang akrab disapa Bono ini.

Di tempat yang sama, Kabid PDAS RPM DLHK Provinsi NTB, Lalu Saladin Jupri menerangkan, sejauh ini ada tiga titik (hulu sungai) yang sudah masuk identifikasi dan pemetaan. Titik atau hulu sungai tersebut berada di Desa Pengengat, Desa Mertak, dan Desa Prabu.

"Treatment atau perlakuannya dengan membangun konservasi tanah dan air untuk menahan laju aliran air dan lumpur," terangnya.

Lebih lanjut, Saladin menjelaskan, untuk mengejar target agar pengerjaan tidak molor dan tidak melebihi tenggat waktu berlangsungnya uji coba Moto GP Februari mendatang, yang paling tepat diterapkan saat ini ialah dengan konservasi gali pelat yang secara keseluruhan berjumlah 300 hektare.

"Gali pelat itu nanti kami bangun batu beronjong yang diikat kawat dan disusun. Air bebas mengalir, tapi lumpurnya tertahan," jelas pria kelahiran Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Loteng ini. (wan)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama