Warga Tetebatu Selatan sulap daun cengkeh menjadi minyak bernilai ekonomis - OPSINTB.com | News References -->

Thursday, April 8, 2021

Warga Tetebatu Selatan sulap daun cengkeh menjadi minyak bernilai ekonomis

Warga Tetebatu Selatan sulap daun cengkeh menjadi minyak bernilai ekonomis

 
Warga Tetebatu Selatan sulap daun cengkeh menjadi minyak bernilai ekonomis

OPSINTB.com - Cengkeh merupakan salah satu tanaman asli Indonesia. Dengan berbagai macam khasiat, umumnya cengkeh digunakan sebagai campuran pada rokok kretek.

Namun, di tangan Alwan Juzaini, warga Dusun Lendang Penyonggok, Desa Tetebatu Selatan, Lombok Timur, daun cengkeh dirubah menjadi produk berupa minyak cengkeh asli.

"Produk utama kita di sini murni berbahan dasar daun cengkeh, yang kita olah menjadi minyak cengkeh dan minyak angin," katanya, Rabu (8/4/2021).

Latar belakang dibuatnya minyak cengkeh tersebut, berawal dari keprihatinannya melihat daun cengkeh yang dianggap sampah oleh masyarakat di lingkungannya.

Sehingga dari itulah, ia bersama salah satu keluarganya, termotivasi dengan mengolah daun cengkeh menjadi produk yang bernilai ekonomis.

"Dulunya memang warga sekitar menganggap daun cengkeh itu sebagai sampah. sehingga kami terinspirasi untuk mengolah daun cengkeh supaya bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi masyarakat," tuturnya.

Di lain sisi, ia juga mengetahui jika manfaat dari minyak cengkeh yang diproduksinya bukan hanya bernilai rupiah. Namun dari segi kesehatan, bisa sebagai alternatif obat herbal untuk mencegah virus.

Terlebih saat ini dengan adanya wabah pandemi Covid-19 masih menjalar, minyak angin produksinya tersebut menjadi salah satu alternatif yang baik untuk menambah daya imun tubuh.

Sementara itu Alwan mengaku, dengan satu mesin yang digunakannya saat ini bisa memproduksi sekitar 2 kwintal minyak cengkeh perbulannya. Dengan kapasitas dandang tempat pengukusan, daun cengkeh berisi 4 kwintal yang dapat menghasilkan sekitar 12 kg minyak cengkeh tergantung kualitas daun.

Sebelum berhasil menjadi minyak cengkeh, terlebih dahulu harus melalui proses 8 sampai 10 jam pengukusan daun. Kemudian dari pengukusan daun itulah akan dihasilkan uap yang dilanjutkan dengan pendinginan dari air.

"Setelah proses pendinginan itulah kemudian dihasilkan minyak cengkeh alami. Itu yang kami kemas dalam botol," tandasnya.

Alwan juga menjelaskan jika dalam satu bulan, ia bisa memproduksi 600 botol dengan takaran 8 ml. Itu pun menurutnya masih belum memenuhi dari target yang ia susun yakni sebanyak 1000 botol target perbulannya.

"Targetnya 1000 botol perbulan, tapi untuk saat ini kami hanya mampu 600 botol saja," ucapnya.

Tidak hanya itu, Alwan juga memanfaatkan sisa daun yang sudah dipakai menjadi bahan bakar untuk pengukusan daun cengkeh. Kemudian abu dari sisa pembakar itu dif

ermentasi lagi menjadi pupuk kompos. "Jadi tidak ada yang sia-sia," cetusnya.

Untuk saat ini, kata Alwan, masih fokus untuk memasarkan produk minyak cengkehnya kepada masyarakat luas. Target utamanya yakni agar minyak cengkehnya tersebut bisa diproduksi dalam jumlah banyak.

"Untuk saat ini pemasaran hanya pada teman dekat saja, target kami memang saat ini 20 persen untuk ritel dan 80 persen dikirim ke pabrik," imbuh Alwan.

ke depan, ia akan lebih giat mengembangkan usahanya tersebut, karena otomatis nantinya serapan tenaga kerja juga akan bertambah jika kapasitas produksinya semakin bertambah. (zaa)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama