Seorang janda penjual baju online ditangkap Polisi - OPSINTB.com | News References -->

Thursday, September 24, 2020

Seorang janda penjual baju online ditangkap Polisi

Seorang janda penjual baju online ditangkap Polisi

Seorang janda penjual baju online ditangkap Polisi

OPSINTB.com - Satresnarkoba Polresta Mataram meringkus seorang janda berinisial MU (28) warga Turida Timur, Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.

Penjual baju online itu diamankan petugas karena mengedarkan narkoba jenis sabu.
Padahal, MU cukup laris berjualan baju secara online. Tapi masih nyambi menjual dan mengedarkan sabu. Dan kini dia mendekam di jeruji Mapolresta Mataram.

"Sudah cukup lama kita pantau. Dia ini jualan baju online. Tapi edarkan sabu juga. sudah kita amankan," ungkap Kasat Resnarkoba Polresta Mataram, Elyas Ericson di Mataram, Rabu 23/09/2020.

Berawal dari informasi masyarakat tentang MU yang kerap menyalahgunakan narkotika. Kepolisian turun melakukan penyelidikan. Setelah mengantongi informasi lengkap.

Satresnarkoba langsung melakukan pengeledahan di rumah pelaku. Petugas langsung menggeledah rumah MU yang disaksikan kepala lingkungan. Satu persatu ruangan digeledah petugas. Poket kristal bening didapati petugas saat menggeldah boneka beruang berwarna hijau. Paketan sabu juga ditemukan di dalam bantal berwarna hitam milik pelaku.

"Sabunya disimpan dalam boneka dan bantal. Total sabu yang kita temukan itu 0,86 gram. Kita tangkap pekan lalu," bebernya.

Petugas melakukan interogasi singkat.  Pelaku menyamar jualan sabu sambil jualan baju online. "Pelaku menutupi bisnis haramnya dengan jualan baju online. Padahal dia jual sabu juga," kata Ericson.

Pelaku kini tidak bisa mengelak. Dengan barang bukti yang ditemukan petugas. Dia terancam dijerat pasal 114 ayat (1), pasal 112 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 5 tahun penjara.

Apes untuk pelaku. Karena baru dua minggu berjualan sabu. Sebelum ditangkap, pelaku membeli sabu dan diecer untuk dijual. Barang haram itu dijual per poketnya Rp 100 ribu.

"Barangnya didapatkan dari salah satu bandar di Kota Mataram. Identitasnya sudah kita kantongi. Kita kembangkan lagi," tuturnya. (red)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2021 OPSINTB.com | News References | PT. Opsi Media Utama